Tahun 2030, Semua Anak Wajib Dapat Akses Pendidikan PAUD

| 20 April 2016





“Target Agenda Pendidikan 2030 untuk PAUD adalah memastikan seluruh anak laki-laki dan perempuan memperoleh akses terhadap perkembangan, perawatan dan pendidikan pra-SD (PAUD) yang bermutu untuk menjamin kesiapan memasuki pendidikan dasar,” ujar Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ella Yulaelawati, pada Rapat Koordinasi Nasional PAUD dan Dikmas, di Medan, Sumatera Utara.

Target penyediaan pendidikan yang berkualitas  menjadi poin keempat dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Target ini biasa disebut Agenda Pendidikan 2030, salah satunya menargetkan seluruh anak-anak mendapatkan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) atau pendidikan pra-SD.




Ella mengatakan, di Indonesia upaya mencapai target tersebut sudah dimulai dengan Program Satu Desa Satu PAUD. Capaian program tersebut cukup menggembirakan. Sampai tahun 2016 tercatat 72,29 persen atau 58.174 desa di seluruh Indonesia telah memiliki PAUD. Saat ini berdasarkan Dapodik PAUD 2016, jumlah PAUD di seluruh Indonesia mencapai 190.225 lembaga.

Capaian lainnya adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD yang mencapai 70,10 persen. Meskipun harus diakui di beberapa daerah, capaian APK PAUD masih di bawah rata-rata nasional. “Capaian menggembirakan ini sekaligus menunjukkan PAUD telah menjadi sebuah gerakan masyararakat,” ujar Ella. Namun ia mengakui, pertumbuhan PAUD yang demikian pesat menimbulkan tantangan tersendiri, yakni kualitas penyelenggaraan PAUD.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya mewujudkan target SDGs dengan mulai memberikan DAK BOP PAUD sebesar Rp600 ribu per tahun untuk 190.158 lembaga PAUD. Bantuan ini diprioritaskan bagi peserta didik PAUD usia 4-6 tahun. Upaya lainnya ditempuh dengan menyalurkan bantuan alat permainan edukatif melalui dana dekonsentrasi dan meningkatkan mutu guru melalui diklat berjenjang.

Upaya mewujudkan PAUD berkualitas juga dilakukan melalui penumbuhan budi pekerti anak sejak dini. Ada beragam cara yang ditempuh. Di antaranya melalui komik, lagu, dongeng, cerita rakyat, buku-buku berbasis bahasa ibu, pedoman guru tentang pelaksanaan kurikulum 2013, serta pedoman pengawasan penggunaan bahan pembelajaran, dan Alat Permainan Edukatif (APE).
(Sumber: Kemendikbud)


InformasiGuru.Com Updated at: 03.20

0 comments:

Posting Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi