Kemdikbud Selenggarakan Kuliah Umum

| 31 Juli 2016

Tema Kuliah Umum Oleh Kemdikbud: Akses Pendidikan, Kesetaraan, dan Pembangunan Berkelanjutan


Kuliah Umum Diselenggarakan Oleh Kemdikbud dan INOVASI (Innovation for Indonesia's School Children), Australia Indonesia Partnership
Kuliah umum yang bertema "Akses Pendidikan, Kesetaraan, dan Pembangunan Berkelanjutan" (Educational Access, Equity, and Sustainable Development) telah sukses diselenggarakan oleh Kemdikbud bekerjasama dengan INOVASI (Innovation for Indonesia's School Children), Australia Indonesia Partnership di Jakarta. Hadir dan tampil sebagai pembicara dalam kuliah umum ini adalah Profesor Keith Lewin, dari Pusat Pendidikan Internasional pada Universitas Sussex, Inggris. Dalam materi kuliah umum yang dipaparkannya, Prof. Keith Lewis sempat membahas keadilan dan pemerataan dalam pendidikan. Di mana salah satunya terkait akses pendidikan wajib selama 12 tahun, dan kesetaraan pendidikan antara laki-laki dan perempuan. Karena pembangunan yang berkelanjutan juga harus mengutamakan prinsip keadilan.





Selain itu, menurutnya, salah satu cara untuk memperkecil perbedaan dengan negara lain, sebaiknya dengan terlebih dahulu memperkecil perbedaan di negara sendiri. Ia pun menyampaikan, di negara maju, wilayah yang tingkat perekonomiannya rendah lebih banyak mendapatkan subsidi di bidang pendidikan dibanding wilayah yang perekonomiannya maju. Karenanya, lebih baik membuat kompetisi di negeri sendiri untuk mengembangkan pendidikan.

Menurut Kepala Balitbang, Totok Suprayitno, menjelaskan betapa pentingnya akses pendidikan, keadilan, dan pembangunan di negara kita. "Di Indonesia yang terbukti mempunyai tingkat keragaman yang tinggi, ketiga hal itu merupakan sebuah tantangan tersendiri. Biasanya kita mempersamakan akses dengan ekspansi, dalam ekspansi tersebut kita biasanya menerjemahkan ke arah pembangunan sekolah baru, namun kita harus memastikan hal selain akses agar bisa berjalan berkelanjutan," urai Totok dalam sambutannya.

“Apakah itu cukup dan sudah adil? Lalu bagaimana dengan kualitasnya? Apakah dengan begitu telah memenuhi keadilan dan kelanjutan dari pembangunan?” terang Totok, “Kita hendaknya memperhatikan pendidikan tidak hanya dari sektor akses, tetapi juga dari kualitas dan kelanjutan pengembangan,” pungkasnya kemudian.

Totok sangat berharap dari kuliah ini, para peserta bisa mengambil inspirasi bagi program pendidikan dan kebudayaan. Karenanya yang diundang dalam kuliah ini adalah para penyusun kebijakan, baik dari lingkungan internal Kemdikbud, tokoh, pemerhati, dan pegiat pendidikan.

* Sumber: Kemdikbud


InformasiGuru.Com Updated at: 04.08

0 comments:

Posting Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi