Anies Baswedan Dorong Linguistik Sistemik Fungsional di Indonesia

| 20 Juli 2016

Menteri Anies Dorong Linguistik Sistemik Fungsional di Indonesia


Mendikbud Dorong Linguistik Sistemik Fungsional di Indonesia
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sangat mendorong Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) dalam penerapan pendidikan bahasa di Indonesia. Hal tersebut diwujudkan dengan diselenggarakannya Kongres Internasional Linguistik Sistemik Fungsional (ILSF) ke-43, di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 19 s.d. 23 Juli 2016. “Linguistik fungsional sistemik (LSF) memberikan dampak yang amat nyata pada pendidikan di seluruh dunia, dan dampak yang paling jelas terlihat pada pendidikan bahasa. Saat ini, LSF juga terlihat dampaknya pada pengajaran di bidang studi lain,” urai Mendikbud di acara Pembukaan Kongres Internasional Linguistik Sistemik Fungsional (ILSF) ke-43 di kampus UPI, Selasa (19/7/2016).





Mendikbud menyampaikan pentingnya literasi dalam penguatan karakter dan budaya baca yang menjadi salah satu strategi utama pendidikan di Indonesia saat ini. LSF membantu kita untuk menghasilkan, menganalisa, dan memahami jenis teks yang bermacam karakter.
"Ketika guru dibantu untuk belajar teori linguistik fungsional sistemik dan memahami berbagai ragamnya, maka mereka sedang didorong untuk memajukan keberhasilan belajar peserta didik,” katanya saat memberikan sambutan di  Kongres Internasional Linguistik Sistemik Fungsional (ILSF) ke-43, di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), di Bandung, Jawa Barat.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud bekerjasama dengan UPI menyelenggarakan kongres ILSF ke-43 dengan tujuan untuk dapat mendorong kesadaran pentingnya literasi dalam kurikulum pembelajaran. Linguistik Sistemik Fungsional memegang peranan penting dalam perkembangan pengajaran bahasa di Indonesia baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi. Linguistik Sistemik Fungsional telah diadopsi dalam kurikulum, khususnya bahasa Inggris, melalui implementasi pengajaran berbasis teks sejak dicanangkannya KBK (2004), lalu KTSP (2006), sampai dengan Kurikulum 2013.

Kongres yang telah berlangsung sejak tanggal 19 sampai 23 Juli ini dihadiri oleh peserta dari 15 negara, antara lain Argentina, Australia, Brazil, Chile, Cina, Hong Kong, Jepang, Malaysia, Portugal, Singapura, Spanyol, Inggris, Amerika Serikat, dan Thailand.

Peserta kongres berpartisipasi sebagai pembicara kunci, pembicara pada sesi paralel, dan peserta umum. Indonesia dipercaya oleh International Systemic Functional Linguistics Association (ISFLA) untuk mewakili Asia dalam menyelenggarakan kongres kebahasaan internasional. Sidang pararel dan kegiatan pascakongres akan diselenggarakan di Gedung Sekolah Pascasarjana UPI.


InformasiGuru.Com Updated at: 06.03

0 comments:

Poskan Komentar

Kami berterima kasih atas partisipasi Anda dengan berkomentar. Namun demikian, komentar Anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Mohon maaf, menitipkan backlink yang tidak relevan dengan isi berita tidak akan kami tampilkan. Komentar yang menjurus SARA dan bersifat promosi juga tidak akan kami tampilkan. Salam sukses dan selamat berpartisipasi.