Kemdikbud Berupaya Memperkuat Kapasitas Sekolah Indonesia di Luar Negeri

| 07 Agustus 2016

Kemendikbud Perkuat Kapasitas Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN)


Upaya Kemdikbud Perkuat Kapasitas SILN 2016
Pict by: Pixabay





Pada tanggal 1 sampai dengan tanggal 3 Agustus 2016 kemarin, Kemdikbud menggelar Rapat Koordinasi Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) di Bogor, Jawa Barat. Hal ini terkait upaya Kemdikbud guna meningkatkan kapasitas dan mutu pendidikan bagi warganya yang berada di luar negeri. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SILN yang berada di lima belas negara, antara lain dari SILN di Bangkok, Beograd, Cairo, Davao, Den Haag, Jeddah, Mekkah, Riyadh, Johor Baru, Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Moscow, Singapura, Tokyo dan Yangoon.

Kepala PSDK Kemendikbud yakni Bastari pada kesempatan ini juga menyuarakan dua pesan penting dari Presiden Joko Widodo, yakni mengatasi kesenjangan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan  meningkatkan produktivitas generasi muda dalam hal ini adalah para pelajar melalui jalur pendidikan vokasi (keterampilan).

“Kita mendapat amanat dari bapak Presiden untuk meningkatkan akses pendidikan antara lain dengan cara mengurangi dampak kesenjangan pendidikan yaitu melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dan pendidikan vokasi yang diharapkan tidak hanya untuk SMK saja tetapi juga ada sekolah spesialisasi. Untuk upaya optimalisasi pendidikan vokasi, tiap daerah juga dihimbau turut menyesuaikan dengan potensi yang ada di wilayahnya", tutur Bastari dalam sambutannya.

Lebih mendalam lagi, Bastari mengungkapkan keinginannya agar para Kepala SILN di negara akreditasi bisa mengolah informasi dan mampu melihat potensi yang bisa dioptimalkan di SILN yang berada di masing-masing negara akreditasi tersebut. Rakor SILN bertujuan untuk menguatkan kapasitas pengelola pendidikan SILN, khususnya dalam beragam program pendataan.

Para peserta Rakor ini telah diberikan materi terkait Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), selama tiga hari lamanya.

Dalam hal penguatan kelembagaan, para peserta Rakor diberikan materi berupa program evaluasi dan akreditasi SILN. Terkait pengembangan kapasitas pendidik dan peserta didik, para peserta juga diberikan materi pengembangan kompetensi Guru dan peserta didik SILN, serta pengembangan dan implementasi kurikulum. Tak hanya pendidikan dasar dan menengah, rapat koordinasi SILN juga membahas strategi penyelenggaraan dan pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non formal di luar negeri.

Melanjutkan rapat koordinasi Kepala Sekolah Indonesia di Luar Negeri, Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri mengadakan Seleksi Guru untuk SILN. Saat ini tercatat kebutuhan sebanyak 31 orang guru dan empat orang tenaga kependidikan untuk SILN. Calon Guru SILN yang lulus seleksi administrasi akan diuji kompetensinya dengan serangkaian tes diantaranya tes psikologi, tes pengetahuan dasar, tes kemampuan bahasa Inggris, serta tes kemampuan pedagogik untuk tenaga pendidik. Diharapkan dari tes tersebut dihasilkan tenaga pendidik dan kependidikan yang kompeten dan profesional di bidangnya.




InformasiGuru.Com Updated at: 04.47

0 comments:

Poskan Komentar

Kami berterima kasih atas partisipasi Anda dengan berkomentar. Namun demikian, komentar Anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Mohon maaf, menitipkan backlink yang tidak relevan dengan isi berita tidak akan kami tampilkan. Komentar yang menjurus SARA dan bersifat promosi juga tidak akan kami tampilkan. Salam sukses dan selamat berpartisipasi.