Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan yang Utama

| 29 September 2016

Keluarga Adalah Institusi Pendidikan yang Utama

Keluarga adalah Institusi Pendidikan yang Utama
Image by: Pixabay
Tidak bisa dipungkiri bahwa keluarga merupakan media yang sangat vital dalam pendidikan anak, terutama dalam pembentukan karakter. Keluarga merupakan kunci utama sebagai institusi pendidikan dalam kehidupan keseharian seorang anak. Pendidikan keluarga wajib menjadi hal penting di dalam kapasitasnya untuk peningkatan kualitas pendidikan dalam penguatan pendidikan karakter (PPK) karena rumah dan keluarga menjadi institusi non formal yang bertanggungjawab secara langsung terhadap pondasi pendidikan karakter anak.

Di tengah kehidupan dalam keluarga, orang tua sebenarnya harus menggunakan suatu metode dalam mendidik anak. Karena metode memiliki makna yakni suatu cara yang fungsinya adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan. Banyak sekali macam dan jenis metode pembelajaran. Dengan metode yang benar, maka bisa dipastikan bahwa pondasi karakter anak juga akan kuat dan sesuai harapan.

Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Dharma Wanita Persatuan Kemendikbud dengan bertema “Mindful Parenting : Solusi Orang Tua Cerdas”, pendidikan keluarga menjadi pembahasan utama. Acara tersebut turut pula dihadiri oleh istri Menteri Muhadjir Effendy yakni Suryan Widati, Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar, serta anggota Dharma Wanita Persatuan Kemendikbud dan masyarakat umum. Pada diskusi tersebut, Melly Liong didapuk menjadi narasumber utama. Ia merupakan seorang motivator dan sekaligus seorang konsultan bidang manajemen dan pendidikan keluarga. Pada kesempatan itu, ia mengatakan bahwa pendidikan karakter dalam keluarga sangat penting bagi kita semua, khususnya untuk anak-anak. Sosok ibu menjadi tokoh sentral dalam pendidikan seorang anak.
“Pendidikan tidak cukup hanya berada di sekolah, pendidikan di rumah juga merupakan suatu hal yang sangat penting, terutama pendidikan yang diajarkan oleh seorang ibu. Karena menjadi seorang ibu tidak sama memiliki pendidikan seperti pendidikan formal yang biasa didapatkan di sekolah-sekolah,” urai Melly Kiong di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, Selasa (27/9/2016).
Melly memaparkan, dalam “Mindful Parenting” terdapat 5 dimensi yang sangat penting sekali. Pertama, mendengarkan dengan penuh perhatian dan berbicara dengan empati. Kedua, tidak boleh menghakimi. Ketiga, kesadaran mengatur emosi diri. Keempat, adil dan bijaksana. Kelima, cinta welas asih, kesuksesan bukan prestasi. Menurut Melly, kelima dimensi tersebut jika dipraktikkan dengan baik kepada anak-anak, maka mereka akan tumbuh dengan baik dan mampu mendengarkan orang lain.

Selain itu, orang tua juga harus mampu melihat sisi anak dengan baik agar mereka juga dapat melihat orang lain dari sisi baiknya. “Jangan melihat dari sisi buruknya saja. Sebab dia juga akan melakukannya kepada orang lain. Jika dia melihat orang dari sisi baik, dia dapat diterima juga di lingkungan dan teman-temannya,” tutur Melly. Ia juga mengingatkan peserta diskusi, bahwa salah satu yang paling penting adalah keinginan diri untuk berubah mulai hari ini juga.


InformasiGuru.Com Updated at: 05.06

0 comments:

Posting Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi