Mendikbud Kunjungi Uji Kompetensi Keterampilan di Solo

| 19 Oktober 2016

Muhadjir Tinjau Uji Kompetensi Keterampilan di Solo

Muhadjir Tinjau Uji Kompetensi Keterampilan di Solo



Pelaksanaan uji kompetensi keterampilan yang diselenggarakan oleh Dikpora Solo bekerja sama dengan Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) dilakukan secara serentak dan massal di Gelanggang Bung Karno, Solo, Sabtu (15/10/2016). Dalam rangka pelaksanaan uji kompetensi keterampilan tersebut, Muhadjir selaku Mendikbud menyempatkan hadir guna meninjau kegiatan tersebut.


Terhitung ada 14 jenis keterampilan yang diujikan dalam kegiatan itu. Ke-14 keterampilan itu adalah komputer, yang terdiri dari 200 peserta, tata busana sebanyak 131 peserta, sekretaris sebanyak 100 peserta, akuntansi sebanyak 80 peserta, bahasa inggris sekira 155 peserta, perhotelan sebanyak 88 peserta, penyiaran atau broadcast terhitung ada 20 peserta,  refleksi sebanyak 50 peserta, tata kecantikan rambut sejumlah 40 peserta, tata rias pengantin sejumlah 20 peserta, tata kecantikan kulit sebanyak 30 peserta, elektronika sebanyak 78 peserta , senam sejumlah 90 peserta, pengasuh bayi sebanyak 50 peserta, dan menjahit sejumlah 130 peserta.

Disdikpora Solo dan HIPKI menghadirkan penguji dari berbagai lembaga sertifikasi sesuai bidang-bidang tersebut. Salah satunya adalah Lembaga Sertifikasi Komputer Teknologi Informasi dan Komunikasi (LSKTIK) Jakarta yang menjadi penguji kompetensi bidang komputer.

Untuk para peserta uji kompetensi ini, Mendikbud menuturkan, bahwa dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini, masyarakat harus berani menghadapi semakin ketatnya persaingan global.

“Jika Anda kalah bersaing, maka habislah  Indonesia ini. Jadi sekali lagi, mulai tahun ini tenaga kerja dari luar negeri, terutama dari ASEAN, bisa masuk ke Indonesia. Kalau kita tidak bisa mengamankan negara sendiri dalam sektor lapangan kerja, maka kita akan tergilas oleh tenaga kerja dari Thailand, Filipina,  Singapura, Malaysia, dan lain-lain. Oleh sebab itu, anak-anakku sekalian, kita harus kerja keras untuk  menyiapkan tenaga kerja muda yang mampu bersaing,” ujar Muhadjir.

Beliau menambahkan, masa depan Indonesia bakal sangat ditentukan oleh kemampuan generasi penerusnya. “Itulah yang disebut dengan kompeten. Kompeten artinya sanggup, mampu dengan standar tertentu tidak asal-asalan mengerjakan sesuatu itu namanya kompeten,” jelasnya.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan saat ini bidang pendidikan nonformal (PNF) tak lagi dipandang sebelah mata. Bidang PNF justru mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Karena mereka memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk meningkatkan pendapatan sehingga kesejahteraan pun meningkat,” pungkasnya.




InformasiGuru.Com Updated at: 02.14

0 comments:

Posting Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi