Mendikbud Harap Banjir Bima Tidak Surutkan Semangat Belajar

| 30 Desember 2016

www.informasiguru.com / Mendikbud Harap Banjir Bima Tidak Surutkan Semangat Belajar

Kunjungi Bima, Mendikbud Ingin Siswa Dapat Kembali Sekolah Usai Libur

Kunjungi Bima, Mendikbud Ingin Siswa Dapat Kembali Sekolah Usai Libur



Mendikbud Muhadjir Effendy menyempatkan meninjau lokasi banjir di Bima, NTB. Selama dua hari, Rabu-Kamis (28-29/12), Muhadjir menyaksikan langsung sekolah-sekolah yang terkena banjir dan menginstruksikan agar proses pembersihan serta pembenahan sesegera mungkin dilakukan.

“Setelah liburan semester nanti, semua sekolah harus sudah bisa digunakan,” pinta Muhadjir di Sekolah Dasar (SD) Negeri 55 Bima yang saat itu masih masih tergenang lumpur.

Ditemani Wakil Walikota Abdur Rahman A. Abidin, Wakil Bupati Bima Dahlan M Noer, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad dan jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) lainnya, Mendikbud juga mengunjungi SD Negeri 29, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1, serta beberapa sekolah swasta. Kepada jajaran kementerian dan UPT Kemendikbud di Bima, Muhadjir mengimbau agar semua pihak bekerja keras mengupayakan agar anak-anak tidak terganggu proses belajarnya.
“Meskipun kondisi darurat, anak-anak harus tetap bisa belajar. Sekolah-sekolah kita siapkan, alat-alat sekolah kita bantu,” terang Mendikbud.
Tak hanya itu, rehabilitasi sekolah yang rusak dan pengadaan alat-alat elektronik seperti komputer juga menjadi prioritas percepatan awal tahun depan. Muhadjir berkeinginan agar siswa-siswa yang akan menghadapi ujian nasional tidak terganggu.

“Komputer dan jaringannya untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) akan kita dahulukan agar segera bisa digunakan untuk belajar,” janji Mendikbud.

Sejauh ini menurut data Kemendikbud setidaknya 71 sekolah se-kota dan kabupaten Bima terdampak banjir dengan ketinggian antara 20 hingga 50 cm. Meskipun sudah surut, lumpur di sekitar sekolah masih belum sepenuhnya dapat dibersihkan. Peralatan elektronik hampir semuanya tidak bisa digunakan lagi. Akibatnya, sejumlah lebih dari 37.000 siswa terancam tidak bisa belajar jika tidak segera ditangani.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah berinisiatif membersihkan sekolah dengan peralatan seadanya. Kemendikbud akan membentu percepatan penanganan ini dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tutup Muhadjir.


InformasiGuru.Com Updated at: 05.48

0 comments:

Poskan Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi