Stop Kekerasan di Sekolah!

| 14 Desember 2016

www.informasiguru.com / Stop Kekerasan di Sekolah!

Mendikbud Sampaikan Keprihatinan Atas Insiden di NTT
Image by: Pixabay

Mendikbud Sampaikan Keprihatinan Atas Insiden di NTT


Mendikbud Muhadjir Effendy menyampaikan rasa prihatinnya atas insiden kekerasan terhadap beberapa siswa yang terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/12/2016). Sebagaimana dijelaskan beliau bahwa sekolah yang merupakan rumah kedua harus bebas dari praktik-praktik tindak kekerasan.

Masih sangat jelas dalam ingatan kita tentang kasus pemukulan/ insiden kekerasan di sekolah terhadap guru bernama Dasrul dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Makassar yang terjadi Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada hari Rabu 10 Agustus 2016 kan?. Terkait dengan terjadinya kasus tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menekankan tentang betapa pentingnya komunikasi antara guru dan orangtua agar lebih diperkuat lagi.

"Kekerasan dalam bentuk apapun tidak bisa ditoleransi, apalagi kalau dilakukan di sekolah. Ini pelecehan terhadap pendidikan. Saya minta agar masyarakat menghindarkan tindak kekerasan di sekolah," pesan Muhadjir di kantor Kemendikbud di kawasan Senayan, Jakarta.

Meskipun begitu, Mendikbud juga menyuarakan agar masyarakat menghindarkan diri dari tindakan main hakim sendiri. Beliau memohon agar masyarakat memercayakan penanganan kasus kepada penegak hukum.

Apresiasi yang mendalam disampaikan beliau kepada pihak keamanan dan tenaga medis yang memberikan pertolongan terhadap para siswa yang menjadi korban tindakan kekerasan tersebut. Beliau turut menitipkan pesan agar pihak sekolah senantiasa bekerjasama dengan tenaga medis agar bisa membantu pemulihan kondisi kejiwaan dari para siswa yang mengalami trauma akibat insiden kekerasan di sekolah tersebut.

"Saya juga minta agar pemulihan korban dilakukan sebaik mungkin, jangan sampai menjadi trauma," pesan Mendikbud.

Sebagaimana laporan yang diterima Mendikbud bahwa pada sekitar pukul 08.47 WITA ada seorang pemuda yang memasuki ruang kelas V (Lima) di SDN 1 Sabu Barat, Sabu Raijua, NTT dan lantas melakukan kekerasan dan penyanderaan menggunakan senjata tajam pada siswa yang sedang melaksanakan kegiatan belajar. Terhitung ada 7 orang siswa yang terluka akibat insiden kekerasan tersebut dan telah dirawat di Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Tidak ada korban meninggal dari para siswa akibat insiden penyerangan sekolah tersebut.

“Pelaku diduga mengalami stres sehingga nekat melakukan penyerangan kepada para siswa itu,” papar Kabid Humas Kepolisian Daerah NTT, AKBP Jules Abraham Abast seperti dilansir dari berbagai sumber. Sumber: Kemendikbud



InformasiGuru.Com Updated at: 08.35

0 comments:

Poskan Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi