8 Keterampilan Dasar Mengajar yang Harus Dipunyai Guru

| 17 Maret 2017

Delapan Keterampilan Dasar Mengajar yang Harus Dipunyai Guru

Keterampilan mengajar merupakan sesuatu yang mutlak harus dipunyai oleh seorang guru. Mengajar adalah suatu pekerjaan profesional yang menuntut kemampuan yang kompleks untuk dapat melakukannya. Ada beberapa keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru. Dengan pemahaman dan penguasaan keterampilan dasar mengajar, guru diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Menurut Turney (dalam Winataputra,2004 :7.1-8.73) terdapat 8 keterampilan dasar mengajar yang dianggap menentukan keberhasilan pembelajaran, yaitu :



(1) Keterampilan membuka dan menutup pelajaran.

Keterampilan membuka adalah perbuatan guru untuk menciptakan siap mental dan menimbulkan perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari. Sedangkan menutup pelajaran adalah mengakhiri kegiatan inti pembelajaran. Dalam melakukan pengukuran maka peneliti menggunakan deskriptor keterampilan membuka pelajaran sebagai berikut: Melakukan pra pembelajaran, menumbuhkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran tentang kegiatan ekonomi, dan menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang akan dipelajari. Deskriptor keterampilan menutup pembelajaran sebagai berikut: Melakukan refleksi yang sesuai, melibatkan siswa dalam membuat kesimpulan, memberi evaluasi, dan memberikan pesan moral.

(2) Keterampilan bertanya.

Secara universal guru akan selalu menggunakan keterampilan bertanya kepada siswanya dalam pembelajaran. Banyak hal yang harus diperhatikan guru dalam mengajukan pertanyaan yaitu kelancaran bertanya, penyusunan kata-kata, menstruktur pertanyaan, pemberian waktu untuk berpikir, pemerataan kesempatan secara pindah gilir, penunjukan siswa secara acak, kehangatan dan antusias guru terhadap jawaban siswa, prompting yang diberikan guru, dan pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam pertanyaan yang diajukan.

(3) Keterampilan memberikan penguatan.
Guru harus mampu memberikan penguatan yaitu berupa respon yang diberikan guru terhadap tindakan siswa, baik penguatan positif maupun negatif. Terdapat empat prinsip yang harus diperhatikan guru dalam pemberian penguatan yaitu hangat dan antusias, hindari penggunaan penguatan negatif, penggunaan bervariasi, bermakna. Dalam melakukan pengukuran Keterampilan bertanya peneliti menggunakan deskriptor sebagai berikut: mengungkapkan pertanyaan secara singkat dan jelas, penyebaran pertanyaan kepada seluruh siswa, memberi waktu berpikir siswa dan memberi konfirmasi jawaban.

(4) Keterampilan menjelaskan.

Guru memberikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan sebab akibat, antara yang sudah dialami dan yang belum dialami, antara generalisasi dengan konsep, antara konsep dengan data, atau sebaliknya. Hal ini dapat dilihat keberhasilannya dengan melihat tingkat pemahaman siswa. Dalam melakukan pengukuran Keterampilan menjelaskan peneliti menggunakan deskriptor sebagai berikut: memberikan materi sesuai dengan indikator, memberikan penekanan pada hal-hal pokok, memberikan contoh konkret, dan menggunakan kalimat yang mudah dipahami siswa.

(5) Ketrampialan mengadakan variasi

Pada dasarnya seseorang itu tidak menghendaki adanya kebosanan, begitu juga siswa dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan adanya variasi. Variasi dalam proses pembelajaran meliputi tiga aspek yaitu variasi dalam gaya mengajar, variasi dalam menggunakan media dan bahan pengajaran, variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa. Di dalam variasi gaya mengajar terdiri dari variasi suara, penekanan, pemberian waktu, kontak pandang, gerakan anggota badan, pindah posisi. Variasi media dan bahan ajar meliputi variasimedia pandang, variasi media dengar, variasi media taktil. Variasi interaksi dalam hal ini guru harus dapat menjadikan susasana di kelas guru berbicara dengan sekelompok kecil siswa ataupun guru berbincanag dengan individual siswa, dan juga guru menciptakan kondisi saling tukar pendapat antar siswa. Dengan adanya hal-hal tersebut maka akan meningkatkan perhatian siswa, membangkitkan keinginan, dan kemauan belajar siswa. Dalam melakukan pengukuran keterampilan memberikan variasi peneliti menggunakan deskriptor sebagai berikut:menampilkan video pembelajaran yang sesuai dengan materi, penggunaan gambar dan audio yang mudah dipahami, Video dapat dilihat semua siswa dan menganekaragamkan kegiatan

(6) Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil.

Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil ini berhubungan dengan keterampilan lainnya, yaitu keterampilan bertanya dasar dan lanjut, keterampilan penguatan, serta keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Yang dimaksud diskusi kelompok kecil di sini adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok individu dalam suatu interaksi tatap muka secara kooperatif untuk tujuan membagi informasi, membuat keputusan dan memecahkan masalah yang diperhatikan di sini agar dapat berjalan efektif dan efisien guru harus sering menjalankan fungsinya sebagai pembimbing.

(7) Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.

Di sini guru bertindak sebagai operator sistem tersebut, sehingga diperlukan beberapa keterampilan yaitu keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi, keterampilan mengorganisasi, keterampilan membimbing dan membantu, keterampilan kurikulum. Dalam melakukan pengukuran keterampilan membimbing kelompok kecil peneliti menggunakan deskriptor sebagai berikut: menanyakan kesulitan yang dihadapi siswa, menyuruh siswa berkumpul menjadi beberapa kelompok, melakukan bimbinganke personal siswa dan melakukan bimbingan ke semua siswa. Dalam melakukan pengukuran keterampilan membimbing pelaksaaan diskusi peneliti menggunakan deskriptor sebagai berikut: menjelaskan langkah-langkah diskusi, membagi kelompok secara heterogen, memberi kesempatan siswa untuk berpartisipasi, mencegah dominasi individu dan kelompok.

(8) Keterampilan mengelola kelas.

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses pembelajaran yang baik. Dalam melakukan pengukuran keterampilan mengelola kelas peneliti menggunakan deskriptor sebagai berikut: menjelaskan pembentukan tujuan kelompok, menyuruh siswa berkumpul membentuk kelompok, memantu siswa mengatur tempat duduk, dan membuat kelompok heterogen.

Demikian tulisan tentang delapan keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki guru. Semoga menginspirasi dan bermanfaat. Salam sukses selalu.

Sumber:

GALIH SUCI PRATAMA. 2013. PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENDEKATAN SOMATIC AUDITORY VISUALIZATION INTELLECTUALY (SAVI)DENGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SDN 01 GUNUNGPATI KOTA SEMARANG. Library Unnes. Semarang


InformasiGuru.Com Updated at: 20.49

0 comments:

Poskan Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi