Download Silabus PAI dan Budi Pekerti SD/MI Kelas 1,2,3,4,5,6 K-13 Revisi 2016 PDF

| 16 Mei 2017

Download Silabus Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) Sekolah Dasar (SD)/MI Kelas 1,2,3,4,5,6 Kurikulum 2013 Revisi 2016 pdf

Berikut adalah tautan Download Silabus PAI dan Budi Pekerti SD/MI Kelas 1,2,3,4,5,6 K-13 Revisi 2016 PDF



Berikut kami kutipkan isi dari Silabus PAI dan Budi Pekerti SD/MI Kelas 1,2,3,4,5,6 K-13 Revisi 2016 tersebut.





SILABUS MATA PELAJARAN
SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH
(SD/MI)

MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
JAKARTA, 2016

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI i

I. PENDAHULUAN 1
A. Rasional 1
B. Kompetensi Setelah Mempelajari Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

3
C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
3
D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
4
E. Pembelajaran dan Penilaian 7
F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Peserta Didik
9

II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
10
A. Kelas I 10
B. Kelas II 20
C. Kelas III 28
D. Kelas IV 35
E. Kelas V 45
F. Kelas VI 53

I. PENDAHULUAN

A. Rasional

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan pendidikan yang secara mendasar menumbuhkembangkan akhlakpeserta didik melalui pembiasaan dan pengamalan ajaran Islam secara menyeluruh (kaffah).Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebagai suatu mata pelajaran diberikan pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK, baik yang bersifat kokurikuler maupun ekstrakurikuler.

Kompetensi, materi, dan pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dikembangkan melalui pertimbangan kepentingan hidup bersama secara damai dan harmonis (to live together in peace and harmony). Pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas pada kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Penumbuhan dan pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Sekolah sebagai taman yang menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa yang menempatkan pengetahuan sebagai perilaku (behavior), tidak hanya berupa hafalan atau verbal.

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berlandaskan pada aqidah Islam yang berisi tentang keesaan Allah Swt. sebagai sumber utama nilai-nilai kehidupan bagi manusia dan alam semesta. Sumber lainnya adalah akhlak yang merupakan manifestasi dari aqidah, yang sekaligus merupakan landasan pengembangan nilai-nilai karakter bangsa Indonesia. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan pendidikan yang ditujukan untuk dapat menserasikan, menselaraskan dan menyeimbangkan antara iman, Islam, dan ihsan yang diwujudkan dalam:
1. Membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. serta berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur (Hubungan manusia dengan Allah Swt.)
2. Menghargai, menghormati dan mengembangkan potensi diri yang berlandaskan pada nilai-nilai keimanan dan ketakwaan (Hubungan manusia dengan diri sendiri).
3. Menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antar umat beragama serta menumbuhkembangkan akhlak mulia dan budi pekerti luhur (Hubungan manusia dengan sesama).
4. Penyesuaian mental keislaman terhadap lingkungan fisik dan social (Hubungan manusia dengan lingkungan alam).

Berdasarkan pada prinsip di atas, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dikembangkan dengan memperhatikan nilai-nilai Islam rahmatan lilalamin yang mengedepankan prinsip-prinsip Islam yang humanis, toleran, demokratis, dan multikultural.

Islam yang humanis berarti memandang kesatuan manusia sebagai mahluk ciptaan Allah, memiliki asal-usul yang sama, menghidupkan rasa perikemanusiaan, dan mencita-citakan pergaulan hidup yang lebih baik. Nilai-nilai Islam humanis yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik SD/MI diantaranya adalah: kasih sayang, peduli sesama, kerja sama, hormat dan patuh kepada orangtua dan guru, berkata baik, sopan dan santun, ikhlas, hidup tertib, dan hidup sederhana.

Islam yang toleran mengandung arti bersikap menghargai pendapat, pandangan, kepercayaan, atau kebiasaan yang berbeda dengan pendirian seseorang, juga tidak memaksa, tetap berlaku baik, lemah lembut, dan saling memaafkan.Nilai-nilai Islam toleran yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik SD/MI di antaranya adalah: sifat pemaaf, saling menghargai, saling mengingatkan, dan berbaik sangka.

Demokratis berarti yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi sesama dengan mengutamakan kebebasan berekspresi, berkumpul,dan mengemukakan pendapat sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku.Nilai-nilai Islam demokratis yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik SD/MI di antaranya adalah: teguh pendirian, disiplin, tanggung jawab, dan berbaik sangka.

Multikultural berarti bersikap mengakui, akomodatif, dan menghormati perbedaan dan keragamaan budaya, untuk mencari dan memudahkan hubungan sosial, serta gotong royong demi mencapai kebaikan bersama. Nilai-nilai multikultural dalam Islam yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik SD/MI di antaranya adalah: kerja sama, tolong-menolong, mengendalikan diri, waspada, berbaik sangka, dan hidup rukun

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh peserta didik (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.

Silabus SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2016 ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan kemampuan peserta didik.

B. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam hal keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pendidikan ini kemudian dirumuskan secara khusus dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebagai berikut:
1. menumbuhkembangkan aqidah melalui pemberian, pembinaan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah Swt.; dan
2. mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam kehidupan sebagai warga masyarakat, warga negara, dan warga dunia.

C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah

Kelas I - III Kelas IV – VI
• Al-Qur’ān
Terbiasa membaca al-Qur’ān. Membaca, menulis, menghapal dan memahami makna surat-surat pendek pilihan dalam al-Qur’ān.
Berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. • Al-Qur’ān
Terbiasa membaca al-Qur’ān.
Membaca, menulis, menghapal dan memahami makna surat-surat pendek dan ayat-ayat pilihan dalam al-Qur’ān.
Berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
• Aqidah
Menerima, mengakui, meyakini dan memahami sifat-sifat Allah Swt., makna Asmaul Husna, dua kalimat syahadat.
• Aqidah
Menerima, mengakui, meyakini dan memahami sifat-sifat Allah Swt., makna Asmaul Husna, iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt, Rasul Allah, makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya, beriman kepada hari akhir, beriman kepada qada dan qadar.

• Akhlak
Meyakini, memahami makna do’a sebelum dan sesudah belajar, perilaku hormat, patuh, berkata yang baik, sopan dan santun kepada orangtua dan guru,makna bersyukur, pemaaf, jujur, dan percaya diri, berdoa sebelum dan sesudah makan, perilaku kasih sayang, kerja sama dan saling tolong menolong kepada sesama, perilaku tawaduk, ikhlas, mohon pertolongan, peduli terhadap sesama dan bersyukur • Akhlak
Meyakini, memahamisikap santun, menghargai teman, rendah hati, hemat, jujur, amanah, pantang menyerah, hormat dan patuh kepada orangtua dan guru, gemar membaca, perilaku jujur, hormat dan patuh kepada orangtua dan guru, saling menghargai sesama manusia, sederhana dan Ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari.sikap toleran dan simpatik.
• Fiqih
Meyakini dan memahami tata cara bersuci, şalat dan kegiatan agama di sekitar rumah dan sekolah, makna zikir dan doa setelah şalat • Fiqih
Meyakini dan memahami tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan syari’at Islam, makna salat, puasa Ramadan, pelaksanaan şalat tarāwih dan tadārus al-Qur’ān, hikmah zakat, infaq, dan sedekah.
• Sejarah Peradaban Islam
Meyakini, memahami dan meneladani kisah Nabi Adam a.s., Nabi Idris a.s., Nabi Nuh a.s., Nabi Hud a.s.,Nabi Saleh a.s., Nabi Lut a.s., Nabi Ishaq a.s., Nabi Ya’qub a.s., Nabi Yusuf a.s., Nabi Syu‘aib a.s., Ibrahim a.s., Nabi Ismail a.s., dan Nabi Muhammad saw. • Sejarah Peradaban Islam
Meyakini, memahami dan meneladani kisah Nabi Ayyub a.s., Nabi Zulkifli a.s., Nabi Harun a.s., Nabi Musa a.s.,Nabi Dawud a.s., Nabi Sulaiman a.s., Nabi Ilyas a.s., Nabi Ilyasa’ a.s.,Nabi Yunus a.s., Nabi Zakariya a.s., Nabi Yahya a.s., Nabi Isa a.s.,kisah keteladanan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw., dan Wali Allah yang sembilan (Wali Songo), kisah keteladanan Ashabul Kahfi sebagaimana terdapat dalam al-Qur’ān


D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diberikan sejak SD sampai SMA/SMK sebagai mata pelajaran, dan nilai-nilainya terintegrasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Nilai-nilai tersebut diperkuat melalui pengkondisian aktivitas peserta didik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pada jenjang SD, kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dikembangkan untuk meletakkan dasar-dasar agama dan budi pekerti peserta didik.

Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam SD Kelas I s.d. VI mengikuti elemen pengorganisasian kompetensi dasar (KD) yang mengacu pada kompetensi inti (KI). Kompetensi Inti pada kelas I s.d. VI adalah sebagai berikut:

Kompetensi Inti
Kelas I Kelas II Kelas III
Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

Kompetensi Inti
Kelas IV Kelas V Kelas VI
Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada Sekolah Dasar meliputi:
a. Al-Quran dan Hadis
b. Keimanan
c. Akhlak
d. Fiqh
e. Sejarah Peradaban Islam

Peta Materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD

Kelas I Kelas II Kelas III
• Huruf-huruf hijaiyyah dan harakatnya
• Q.S. al-Fatihah, dan Q.S.al-Ikhlas
• Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
• Keesaan Allah Swt
• Al-Asmau al-Husna: ar-Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik
• Makna dua kalimat syahadat
• Doa sebelum dan sesudah belajar
• Hormat dan patuh kepada orangtua dan guru
• Berkata yang baik, sopan dan santun
• Makna bersyukur, pemaaf, jujur, dan percaya diri
• Tata cara bersuci
• Salat dan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan
• Keteladanan Nabi Adam a.s., Nabi Idris a.s., Nabi Nuh a.s.,Nabi Hud a.s., dan Nabi Muhammad saw • Huruf hijaiyyah bersambung
• Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr
• Hadis yang terkait dengan anjuran menuntut ilmu
• Hadis yang terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat
• Makna al-Asmau al-Husna: al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq
• Doa sebelum sesudah makan
• Perilaku kasih sayang kepada sesama
• Kerja sama dan saling tolong menolong
• Doa sebelum dan sesudah wudu
• Tata cara salat dan bacaannya
• Kisah keteladanan Nabi Saleh a.s.,Nabi Lut a.s., Nabi Ishaq a.s., Nabi Ya‘qub a.s. dan Nabi Muhammad saw • Q.S. an-Nasr dan al-Kausar
• Hadis yang terkait dengan perilaku mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab
• Keesaan Allah Yang Maha Pencipta berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaan-Nya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah
• Al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘
• Tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan
• Sikap peduli terhadap sesama
• Sikap bersyukur
• Makna salat sebagai wujud dari
• Zikir dan doa setelah salat
• Hikmah ibadah salat
• Keteladanan Nabi Yusuf a.s., Nabi Syu‘aib a.s.,Nabi Ibrahim a.s.dan Nabi Ismail a.s.,dan nabi Muhammad saw

Peta Materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD/MI

Kelas IV Kelas V Kelas VI
• Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil
• Allah Swt. itu ada
• Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim
• Iman kepada malaikat-malaikat Allah
• Iman kepada Rasul Allah
• Santun dan menghargai teman
• Sikap rendah hati
• Perilaku hemat
• Makna perilaku jujur
• Makna perilaku amanah
• Hormat dan patuh kepada orangtua dan guru
• Perilaku gemar membaca
• Makna sikap pantang menyerah
• Tatacara bersuci dari hadas kecil
• Makna ibadah salat
• Kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s., Nabi Zulkifli a.s., Nabi Harun a.s.,Nabi Musa a.s.,dan Nabi Muhammad saw.
• Kisah keteladanan Wali Songo
• Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma‘un
• Husna: al- al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, dan al-Ahad
• Nama-nama Rasul Allah dan Rasul Ulul ‘Azmi
• Kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya
• Makna perilaku jujur
• Hormat dan patuh kepada orangtua dan guru
• Sikap menghargai
• Sikap sederhana
• Makna ikhlas beramal
• Hikmah puasa Ramadan
• Salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān
• Kisah keteladanan Nabi Dawud a.s., Nabi Sulaiman a.s., Nabi Ilyas a.s., Nabi Ilyasa’ a.s., dan Nabi Muhammad saw.
• Kisah Luqman dalam al-Qur’ān • Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13
• al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.
• Hikmah beriman kepada hari akhir
• Hikmah beriman kepada qadha dan qadar
• Hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga
• Sikap toleran dan simpatik terhadap sesama
• Hikmah zakat, infaq dan sedekah
• Kisah keteladanan Nabi Yunus a.s., Nabi Zakariya a.s., Nabi Yahya a.s., Nabi Isa a.s.,dan Nabi Muhammad saw.
• Kisah Keteladanan Nabi Sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw.
• Kisah Keteladanan Ashabul Kahfi

E. Pembelajaran dan Penilaian

1. Pembelajaran
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Di samping itu, pembelajaran juga dapat dilakukan dengan berbagai macam model dan pendekatan sesuai dengan karakteristik materi yang dibelajarkan dan kompetensi yang akan dicapai.
Sebagai ilustrasi, berikut ini dikemukakan beberapa contoh model pembelajaran. Dalam pembelajaran al-Qur’ān dapat digunakan model pembelajaran membuat pasangan (Make a Match) dalam mencocokkan nama-nama malaikat Allah dan tugasnya. Dalam pembelajaran aqidah dapat digunakan model pembelajaranInquiry learningdalam mencari bukti-bukti adanya Allah Swt. Dalam pembelajaran akhlak dapat digunakan model pembelajaran bermain peran (role playing) dalam mencontohkan perilaku terpuji. Dalam pembelajaran fiqh dapat digunakan model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) dalam mengidentifikasi makna hikmah mempercayai hari akhir. Dalam pembelajaran Sejarah Peradaban Islam dapat digunakan mpembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dalam menumbuhkembangkan sikap terpuji dalam kegiatan sehari-hari. Contoh penggunaan model-model pembelajaran tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik materi pembelajaran.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat dilaksanakan dengan menggunakan berbagai metode dan strategi yang tepat dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama. Dalam metode inquiry learning misalnya, pendidik dapat menanamkan nilai-nilai kerja keras, ulet, dan kerjasama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam metodediskusi, pendidik dapat menanamkan sikap percaya diri dalam mengemukakan pendapat, menghargai pendapat orang lain, dan toleransi. Dengan metode role playing (bermain peran) dalam materi pembelajaran sikap terpuji, pendidik dapat menanamkan nilai-nilaikebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat juga dikemas melalui multimedia sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh: al-Qur’an, aqidah, akhlak, fiqih dan sejarah peradaban Islam dapat dikemas sedemikian rupa dalam web secara terpadu. Bahan-bahan materinya dapat berupa berbagai macam media seperti bahan teks, gambar, suara, video, animasi, simulasi dan sebagainya. Materi-materi tersebut dapat dipadukan ke dalam satu-dua media atau semua media (multimedia).

Pengembangan materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat juga dikemas secara interaktif dan menarik. Salah satu caranya adalah dengan mengintegrasikan berbagai macam media sehingga siswa dapat memilih apa yang akan dikerjakan selanjutnya, bertanya, dan mendapatkan jawaban melalui pemanfaatan komputer. Dengan demikian siswa memiliki kebebasan belajar sesuai dengan keinginanya. Hal ini dimaksudkan agar belajar menjadi tidak monoton, mengekang dan menegangkan.

Kebutuhan peserta didik harus juga menjadi pertimbangan dalam pembelajaran. Pada umumnya ada tiga tipe pembelajar, yaitu auditory, visual, dan kinestetik. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, pendidik dituntut untuk dapat mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang karakteristiknyaberagam. Dengan demikian, pendidik Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti telah mengimplementasikan ajaran Islam tentang keadilan, berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, renponsif, dan nilai-nilai lain dalam ajaran Islam yang humanis.

2. Penilaian
Aspek yang dinilai pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, dan jurnal catatan guru. Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalaui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Penilaian aspek keterampilan dilakukan melalui unjuk kerja/praktik, projek, dan portofolio.

Sebagai ilustrasi, berikut ini dikemukakan beberapa contoh teknik penilaian. Dalam penilaian al-Qur’āndapatdigunakanteknik penilaian praktik membaca al-Qur’ān, komponen yang dinilai meliputi: cara membaca (pengucapan huruf, panjang pendek bacaan) dan adab membaca. Dalam penilaian aqidah dapatdigunakan teknik penilaian diri terhadap pengamalan keyakinan. Dalam penilaian akhlak dapat digunakan teknik penilaian observasi. Dalam penilaian fiqh dapatdigunakan teknik penilaian praktik ibadah. Dalam penilaian sejarah peradaban Islam dapatdigunakan teknik penilaian proyek.

F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Peserta Didik

Indonesia sebagai negara kesatuan yang terdiri atas berbagai suku bangsa, agama, budaya, ras, dan kelas sosial merupakan kekayaan yang patut disyukuri dan dipelihara agar tetap menjadi sumber kekuatan. Jika tidak disikapi dengan bijak, keberagaman itu dapat menjadi sumber konflik. Oleh karena itu, berbagai kearifan lokal yang telah mengakar di masyarakat harus dipelihara dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan tetap memperhatikan nilai-nilai Islam yang humanis, toleran, demokratis, multikultural, dan berwawasan kebangsaan.

Sejalan dengan karakteristik pendidikan abad 21 yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum 2013 juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dan sumber belajar. Pemanfaatan TIK mendorong peserta didik dalam mengembangkan kreativitas dan berinovasi serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memanfaatkan berbagai sumber belajar seperti buku teks yang tersedia dalam bentuk buku guru dan buku siswa. Sesuai dengan Karakteristik Kurikulum 2013, buku teks bukan satu-satunya sumber belajar. Guru dapat menggunakan buku pengayaan atau referensi lainnya dan mengembangkan bahan ajar sendiri seperti LKS (Lembar Kerja Siswa). Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, LKS bukan hanya kumpulan soal.

II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Kelas I
Alokasi waktu: 4 jam pelajaran/minggu
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
1.1 Terbiasa membaca basmalah setiap memulai belajar al-Qur’ān
2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melafalkan huruf-huruf hijaiyyah dan harakatnya.
3.1 Mengetahui huruf-huruf Hijaiyyah dan harakatnya secara lengkap.
4.1 Melafalkan huruf-huruf Hijaiyyah dan harakatnya secara lengkap. Huruf Hijaiyyah dan harakatnya • Mencermati pelafalan huruf Hijaiyyah dan harakatnya.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang huruf Hijaiyyah dan harakatnya.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya berapakah jumlah huruf Hijaiyyah? lafalkan huruf-huruf Hijaiyyah!
• Melafalkan secara berulang-ulang sampai kadar pelafalannya baik. Pelafalan huruf dilakukan peserta didik secara klasikal, kelompok maupun individual.
• Melafalkan huruf Hijaiyyah berharakat huruf per huruf sesuai makharijul huruf dengan berulang-ulang, baik secara individual maupun berkelompok.
• Mendemonstrasikan pelafalan huruf Hijaiyyah berharakat secara individual dengan bimbingan pendidik.
• Membuat rumusan tentang klasifikasi pelafalan huruf Hijaiyyah dan harakatnya.
• Mengidentifikasi huruf Hijaiyyah dari tingkat yang paling mudah dan sukar.
• Melafalkan pelafalan huruf per huruf sesuai makharijul huruf secara klasikal, kelompok maupun individual.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang pelafalan huruf Hijaiyyah secara kelompok atau individual.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.2 Terbiasa membaca al-Qur’ān dengan tartil.
2.2 Menunjukkan sikap kasih sayang dan peduli kepada sesama sebagai implementasi pemahaman Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas.
3.2 Memahami pesan-pesan pokok Q.S. al-Fatihah, dan Q.S.al-Ikhlas.
4.2.1 Melafalkan Q.S. al-Fatihah dan Q.S.al-Ikhlas dengan benar dan jelas.
4.2.2 Menunjukkan hafalan Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas dengan benar dan jelas. Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas.
• Mencermati pelafalan Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas.
secara klasikal atau individual.
• Menyimak pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas.
secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang pelafalan, hafalan dan pesan Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya siapakah yang sudah mengetahui lafal Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas?
• Mendiskusikan pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas secara kelompok.
• Secara berpasangan mendiskusikan tentang keterkaitan pesan Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas dengan kehidupan sehari-hari.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentangpesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas.
• Menghubungkan tentang pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas dengan kehidupan sehari-hari.
• Menirukan Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas secara klasikal, kelompok maupun individual.
• Menampilkan pelafalan Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas secara berulang-ulang baik secara individual atau berkelompok.
• Menghafal bacaan Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas ayat per ayat sesuai makharijul huruf secara berulang-ulang baik secara klasikal, kelompok maupun individual.
• Menampilkan hafalan Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas baik secara individu maupun perwakilan kelas atau kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas secara kelompok atau individual.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.3 Menerima adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
2.3 Menunjukkan perilaku percaya diri sebagai implementasi pemahaman adanya Allah Swt.
3.3 Memahami adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
4.3 Menunjukkan bukti-bukti adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah Swt. Itu ada • Menyimak penjelasan tentang adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan yang berkaitan dengan adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya apa buktinya Allah Swt. Itu ada?
• Mendiskusikan isi gambar tentang adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
• Mengidentifikasi bukti adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
• Menyampaikan bukti adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang secara individu maupun perwakilan kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang bukti adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.4 Menerima keesaan Allah Swt. berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaan-Nya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah.
2.4 Menunjukkan perilaku percaya diri sebagai implementasi dari pemahaman keesaan Allah Swt.
3.4 Memahami keesaan Allah Swt. berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaan-Nya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah.
4.4 Menunjukkan bukti-bukti keesaan Allah Swt. berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaan-Nya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah. Allah Swt. Itu Esa • Menyimak penjelasan tentang Allah Swt. Yang Maha Esa secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan berkaitan dengan Allah Swt. Yang Maha Esa baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang Allah Swt. Yang Maha Esa.
• Mendiskusikan isi gambar tentang Allah Swt. Yang Maha Esa.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang Allah Swt. Yang Maha Esa.
• Mengidentifikasi bukti Allah Swt. Yang Maha Esa.
• Menyampaikan bukti Allah Swt. Yang Maha Esa secara individu maupun perwakilan kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang Allah Swt. Yang Maha Esa secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang bukti Allah Swt. Yang Maha Esa secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.5 Menerima adanya Allah Swt. Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maharaja.
2.5 Menunjukkan sikap kasih sayang, peduli, kerjasama dan percaya diri sebagai implementasi dari al-Asmau al-Husna: ar-Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik.
3.5 Memahami makna al-Asmau al-Husna: ar-Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik.
4.5 Melafalkan al-Asmau al-Husna: ar-Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik. al-Asmau al-Husna: ar-Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik
• Mencermati pelafalan dan menyimak arti al-Asmau al-Husna: ar-Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik secara klasikal, kelompok, maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh ar-Rahman, ar-Rahim dan al-Maliknya Allah Swt. secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kasih sayang Allah Swt.
• Memotivasi peserta didik bertanya, misalnya sebutkan bentuk kasih sayang Allah Swt.!
• Secara berkelompok mendiskusikan isi gambar tentang ar-Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik nya Allah Swt. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang ar-Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik nya Allah Swt.
• Menguhubungkan kasih sayang Allah Swt. dengan sikap kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
• Menirukan pelafalan dan arti al-Asmau al-Husna: ar-Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik secara klasikal, kelompok maupun individual.
• Menampilkan pelafalan al-Asmau al-Husna: ar-Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik secara berulang kali baik secara individual atau berkelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang ar-Rahman ar-Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik nya Allah Swt. secara kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.6 Menerima dan mengakui makna dua kalimat syahadat.
2.6 Menunjukkan sikap teguh pendirian sebagai implementasi dari pemahaman makna dua kalimat syahadat.
3.6 Memahami makna dua kalimat syahadat.
4.6 Melafalkan dua kalimat syahadat dengan benar dan jelas.
Dua kalimat Syahadat • Mencermati pelafalan dua kalimat syahadat kata per kata secara klasikal atau individual.
• Menyimak arti dua kalimat syahadat (syahadat tauhid dan Rasul) secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang pelafalan dan makna dua kalimat syahadat.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya coba lafalkan dua kalimat syahadat!
• Secara kelompok melafalkan dua kalimat syahadat kata per kata.
• Secara berpasangan mengartikan dua kalimat syahadat (syahadat tauhid dan Rasul).
• Melakukan koreksi pada pelafalan dua kalimat syahadat.
• Melakukan koreksi dalam mengartikan dua kalimat syahadat.
• Menirukan pelafalan dua kalimat syahadat kata per kata secara klasikal, kelompok, maupun individual.
• Menampilkan pelafalan dua kalimat syahadat secara berulang baik secara individual atau berkelompok.
• Mengartikan dua kalimat syahadat (syahadat tauhid dan Rasul) secara klasikal, kelompok, maupun individual.
• Mengartikan dua kalimat syahadat (syahadat tauhid dan Rasul) dengan berulang-ulang yang dilakukan dengan berpasangan dan bergantian secara klasikal, kelompok, maupun individual.
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.7 Terbiasa berdoa sebelum dan sesudah belajar.
2.7 Menunjukkan sikap disiplin sebagai implementasi pemahaman makna do’a sebelum dan sesudah belajar.
3.7 Memahami makna do’a sebelum dan sesudah belajar.
4.7 Melafalkan doa sebelum dan sesudah belajar dengan benar dan jelas.
Doa sebelum dan sesudah belajar • Mencermati pelafalan doa sebelum dan sesudah belajar secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang doa sebelum dan sesudah belajar.
• Mengajukan pertanyaan, apakah kamu selalu berdoa ketika memulai belajar? Coba lafalkan doa sebelum dan sesudah belajar!
• Secara berkelompok mendiskusikan isi gambar tentang berdoa dalam belajar secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang berdoa sebelum dan sesudah belajar.
• Mengidentifikasi kegiatan berdoa sebelum dan sesudah belajar.
• Menirukan pelafalan doa sebelum dan sesudah belajar secara klasikal, kelompok, maupun individual.
• Menampilkan pelafalan doa sebelum dan sesudah belajar secara berulang-ulang baik secara individual atau berkelompok.
• Menyebutkan arti doa sebelum dan sesudah belajar dengan berulang-ulang yang dilakukan secara berpasangan dan bergantian.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.8 Meyakini bahwa perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sebagai cerminan dari iman.
2.8 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
3.8 Memahami perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
4.8 Mencontohkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru. Hormat dan patuh kepada orangtua dan guru • Menyimak penjelasan pentingnya memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya apakah kewajiban kalian kepada orangtuamu?
• Mendiskusikan isi gambar tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mendiskusikan isi gambar perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mendiskusikan isi gambar perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mengidentifikasi berbagai kegiatan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara individual atau kelompok.
• Mencontohkan dengan cara bermain peran/simulasi perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara individual maupun kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.9 Meyakini bahwa berkata yang baik, sopan dan santun sebagai cerminan dari iman.
2.9 Menunjukkan sikap yang baik, sopan, dan santun ketika berbicara.
3.9 Memahami berkata yang baik, sopan dan santun.
4.9 Mencontohkan cara berkata yang baik, sopan dan santun. Berkata yang baik, sopan dan santun • Menyimak penjelasan pentingnya berkata yang baik, sopan dan santun secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh berkata yang baik, sopan dan santun secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang berkata yang baik, sopan dan santun.
• Mengajukan pertanyaan berkaitan dengan berkata yang baik, sopan dan santun.
• Mendiskusikan isi gambar tentang berkata yang baik, sopan dan santun.
• Mendiskusikan isi gambar tentang berkata yang baik, sopan dan santun.
• Mendiskusikan isi gambar tentang berkata yang baik, sopan dan santun baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang berkata yang baik, sopan dan santun.
• Mengidentifikasi dalam berbagai kegiatan tentang berkata yang baik, sopan dan santun.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang berkata yang baik, sopan dan santun secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang berkata yang baik, sopan dan santun secara individual atau kelompok.
• Mencontohkan dengan cara bermain peran/simulasi berkata yang baik, sopan dan santun secara individual maupun kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.10 Meyakini bahwa bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri sebagai cerminan dari iman.
2.10 Menunjukkan perilaku bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri.
3.10 Memahami makna bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri.
4.10 Mencontohkan perilaku bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri. Perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri • Menyimak penjelasan pentingnya memiliki perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya apa saja saja contoh perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri?
• Mendiskusikan isi gambar tentang perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri.
• Mendiskusikan isi gambar tentang perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri.
• Mendiskusikan isi gambar tentang perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri.
• Mengidentifikasi berbagai kegiatan tentang perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri secara individual atau kelompok.
• Mencontohkan dengan cara bermain peran/ perilaku terpuji bersyukur, pemaaf, jujur dan percaya diri secara individual maupun kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.11 Terbiasa bersuci sebelum beribadah.
2.11 Menunjukkan perilaku bersih badan, pakaian, barang-barang, dan tempat sebagai implementasi dari pemahaman makna bersuci.
3.11 Memahami tata cara. Bersuci.
4.11 Mempraktikkan tatacara bersuci.

Bersuci dan Tatacaranya • Menyimak tatacara bersuci (mandi dan istinja) secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh tatacara bersuci (mandi) secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang bersuci dan tatacaranya.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya sebutkan macam bersuci! Bagaimana caranya bersuci yang baik?
• Mendiskusikan isi gambar contoh tatacara bersuci (mandi) baik secara klasikal maupun kelompok.
• Mendiskusikan tatacara bersuci baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang bersuci dan tatacaranya.
• Mengidentifikasi kegiatan bersuci.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang contoh tatacara bersuci (mandi) secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang contoh tatacara bersuci (mandi) secara individual atau kelompok.
• Menyimulasikan tata bersuci baik secara individual maupun perwakilan kelompok dengan baik dan benar.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.12 Menjalankan salat dengan tertib.
2.12 Menunjukkan sikap disiplin sebagai implementasi dari pemahaman salat dan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan.
3.12 Memahami șalat dan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan.
4.12.1 Mempraktikkan salat dan kegiatan agama di sekitar rumahnya melalui pengamatan.
4.12.2 Mencontohkan kegiatan agama di sekitar rumahnya. Șalat wajib dan mengaji • Menyimak penjelasan șalat wajib 5 waktu dan bilangan rakaatnya, dan kegiatan agama di sekitar rumah secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan praktik șalat dan kegiatan agama di sekitar rumah baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang melakukan salat wajib dan mengaji.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya apakah kalian terbiasa melakukan salat? Berapa waktu dalam sehari semalam?
• Mendiskusikan isi gambar tentang salat wajib dan mengaji baik secara klasikal maupun kelompok.
• Mengidentifikasi pengamalan salat wajib dan mengaji dalam kehidupan sehari-hari.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang kegiatan salat wajib dan mengaji.
• Mengidentifikasi kegiatan salat wajib dan mengaji dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang salat wajib 5 waktu dan bilangan rakaatnya, dan kegiatan agama di sekitar rumah secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.13 Meyakini kebenaran kisah Nabi Adam a.s.
2.13 Menunjukkan sikap pemaaf sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Adam a.s.
3.13 Memahami kisah keteladanan Nabi Adam a.s.
4.13 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Adam a.s. Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Adam a.s. secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh keteladanan Nabi Adam a.s. baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Adam a.s.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya Siapakah manusia pertama yang Allah Swt. ciptakan?
• Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Adam a.s. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Adam a.s.
• Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Adam a.s.
• Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Adam a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Adam a.s. secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Adam a.s. secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.14 Meyakini kebenaran kisah Nabi Idris a.s.
2.14 Menunjukkan sikap semangat dan rajin belajar sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Idris a.s.
3.14 Memahami kisah keteladanan Nabi Idris a.s.
4.14 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Idris a.s. Kisah keteladanan Nabi Idris a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Idris a.s. secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh keteladanan Nabi Idris a.s. baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Idris a.s.
• Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Idris a.s. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Idris a.s.
• Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Idris a.s.
• Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Idris a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Idris a.s. secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Idris a.s. secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.15 Meyakini kebenaran kisah Nabi Nuh a.s.
2.15 Menunjukkan sikap kerja keras, dan kerjasama sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.
3.15 Memahami kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.
4.15 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. Kisah Keteladanan Nabi Nuh a.s. • Menyimak kisah keteladanan nabi Nuh a.s. secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh keteladanan Nabi Nuh a.s. baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.
• Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Nuh a.s. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Nuh a.s.
• Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.
• Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Nuh a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Nuh a.s. secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Nuh a.s. secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru
1.16 Meyakini kebenaran kisah Nabi Hud a.s.
2.16 Menunjukkan sikap sopan dan santun sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Hud a.s.
3.16 Memahami kisah keteladanan Nabi Hud a.s.
4.16 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Hud a.s. Kisah Keteladanan Nabi Hud a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Hud a.s. secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh keteladanan Nabi Hud a.s. baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Hud a.s.
• Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Hud a.s. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Hud a.s.
• Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Hud a.s.
• Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Hud a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Hud a.s. secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Hud a.s. secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.17 Meyakini kebenaran kisah Nabi Muhammad saw.
2.17 Menunjukkan sikap jujur dan kasih sayang sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
3.17 Memahami kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
4.17 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. Kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.


• Menyimak kisah keteladanan nabi Muhammad saw. secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh keteladanan Nabi Muhammad saw. baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Mengajukan pertanyaan terkait dengan keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Secara berkelompok mendiskusikan perilaku terpuji yang terdapat pada kisah keteladanan nabi Muhammad saw.
• Secara berpasangan mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Muhammad saw. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Muhammad saw. secara individual atau kelompok.
• Menghubungkan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. dengan sikap kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Muhammad saw. secara kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.

B. Kelas : II
Alokasi waktu: 4 jam pelajaran/minggu
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
1.1 Terbiasa membaca basmalah setiap memulai belajar al-Qur’ān.
2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri sebagai implementasi dari pemahaman huruf hijaiyyah bersambung.
3.1 Mengetahui huruf hijaiyyah bersambung sesuai dengan makharijul huruf.
4.1 Melafalkan huruf Hijaiyyah bersambung sesuai dengan makharijul huruf. Huruf hijaiyyah bersambung • Mencermati pelafalan huruf hijaiyyah bersambung.
• Mengamati gambar/tayangan yang berkaitan dengan pelafalan huruf hijaiyyah bersambung.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang huruf hijaiyyah bersambung.
• Melafalkan secara berulang-ulang sampai kadar pelafalannya baik. pelafalan huruf dilakukan peserta didik secara klasikal, kelompok, maupun individual.
• Melafalkan huruf hijaiyyah bersambung sesuai makharijul huruf dengan berulang-ulang, baik secara individual maupun berkelompok.
• Mendemonstrasikan pelafalan huruf hijaiyyah berharakat secara individual dengan bimbingan pendidik.
• Membuat rumusan tentang klasifikasi pelafalan huruf hijaiyyah bersambung.
• Mengidentifikasi huruf hijaiyyah dari tingkat yang paling mudah dan sukar.
• Menirukan pelafalan huruf per huruf sesuai makharijul huruf secara klasikal, kelompok maupun individual.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang pelafalan huruf hijaiyyah bersambung secara kelompok atau individual.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.2 Terbiasa membaca al-Qur’āndengan tartil
2.2 Menunjukkan sikap berlindung diri kepada Allah Swt. dan saling menasehati sebagai implementasi dari pemahaman makna Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr.
3.2 Memahami pesan-pesan pokok Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr.
4.2.1 Melafalkan Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr dengan benar dan jelas.
4.2.2 Menunjukkan hafalanQ.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr dengan benar dan jelas.


Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr • Mencermati pelafalan Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr secara klasikal atau individual.
• Menyimak pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang pelafalan, hafalan dan pesan Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr
• Mengajukan pertanyaan, misalnya siapakah yang sudah mengetahui lafal Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr?
• Mendiskusikan pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr secara kelompok.
• Secara berpasangan mendiskusikan tentang keterkaitan Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr dengan kehidupan sehari-hari.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr.
• Menghubungkan tentang pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr dengan kehidupan sehari-hari.
• Menirukan pelafalan Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr secara klasikal, kelompok maupun individual.
• Menampilkan pelafalan Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr secara berulang-ulang baik secara individual atau berkelompok.
• Menghafal bacaan Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr ayat per ayat sesuai makharijul huruf secara berulang-ulang baik secara klasikal, kelompok maupun individual.
• Menampilkan hafalan Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr baik secara individu maupun perwakilan kelas atau kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. an-Nas dan Q.S. al-‘Asr secara kelompok atau individual.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.3 Meyakini Hadis yang terkait dengan anjuran menuntut ilmu
2.3 Menunjukkan sikap berani bertanya sebagai implementasi dari pemahaman hadis yang terkait dengan anjuran menuntut ilmu.
3.3 Memahami hadis yang terkait dengan anjuran menuntut ilmu.
4.3 Menunjukkan perilaku rajin belajar sebagai implementasi dari pemahaman makna hadis yang terkait dengan anjuran menuntut ilmu. Menuntut ilmu dan berani bertanya • Mengamati gambar/tayangan contoh perilaku menuntut ilmu dan berani bertanya secara klasikal atau individual.
• Menyimak penjelasan tentang perilaku menuntut ilmu dan berani bertanya.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang menuntut ilmu dan berani bertanya.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya sebutkan kegiatan yang menunjukkan perilaku menuntut ilmu dan berani bertanya.
• Mendiskusikan perilaku menuntut ilmu dan berani bertanya baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang menuntut ilmu dan berani bertanya.
• Mengidentifikasi perilaku menuntut ilmu dan berani bertanya.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang menuntut ilmu dan berani bertanya secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku menuntut ilmu dan berani bertanya secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.4 Meyakini Hadis yang terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
2.4 Menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai implementasi dari pemahaman hadis yang terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
3.4 Memahami hadis yang terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
4.4 Mencontohkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai implementasi dari pemahaman makna hadis tentang kebersihan dan kesehatan. Bersih, sehat dan peduli lingkungan • Mengamati gambar/tayangan contoh perilaku bersih, sehat dan peduli lingkungan secara klasikal atau individual.
• Menyimak penjelasan tentang perilaku bersih, sehat dan peduli lingkungan.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang bersih, sehat dan peduli lingkungan.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya sebutkan kegiatan yang menunjukkan perilaku bersih dan sehat, dan peduli lingkungan!
• Mendiskusikan perilaku bersih, sehat dan peduli lingkungan baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang bersih, sehat dan peduli lingkungan.
• Mengidentifikasibersih, sehat dan peduli lingkungan.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang bersih, sehat dan peduli lingkungan secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku bersih, sehat dan peduli lingkungan secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.5 Menerima adanya Allah Swt. Yang Maha Suci, Maha Pemberi Keselamatan, dan Maha Pencipta
2.5 Menunjukkan perilaku rendah hati, damai, dan bersyukur sebagai implementasi dari pemahaman makna al-Asmau al-Husna: al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq.
3.5 Memahami makna Asmau al-Husna: al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq.
4.5 Melafalkan Asmau al-Husna: al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq. al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq • Mencermati pelafalan dan menyimak arti al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq secara klasikal, kelompok, maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq Allah Swt. secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang Allah Swt. itu al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya siapakah yang yang menciptakan alam semesta ini?
• Mendiskusikan isi gambar tentang Allah Swt. al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang Allah Swt. itu al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq.
• Mengidentifikasi bukti penciptaan Allah Swt. itu al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq.
• Menirukan pelafalan dan arti Asmau al-Husna: al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq secara klasikal, kelompok, maupun individual.
• Menampilkan pelafalan Asmau al-Husna: al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq secara berulang kali baik secara individual atau berkelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq nya Allah Swt. secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang al-Quddus, as-Salam, dan al-Khaliq nya Allah Swt. secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.6 Terbiasa berdoa sebelum dan sesudah makan.
2.6 Menunjukkan perilaku sehat sebagai implementasi dari pemahaman makna doa sebelum dan sesudah makan.
3.6 Memahami makna doa sebelum dan sesudah makan.
4.6 Melafalkan doa sebelum dan sesudah makan. Doa sebelum dan sesudah makan • Mencermati pelafalan doa sebelum dan sesudah makan secara klasikal atau individual
Mengamati gambar/tayangan yang berkaitan dengan pelafalan doa sebelum dan sesudah makan.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang doa sebelum dan sesudah makan.
• Mengajukan pertanyaan, apakah kamu selalu berdoa ketika memulai belajar? coba lafalkan doa sebelum dan sesudah makan!
• Secara berkelompok mendiskusikan isi gambar tentang berdoa sebelum dan sesudah makan secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang berdoa sebelum dan sesudah makan.
• Mengidentifikasi kegiatan berdoa sebelum dan sesudah makan.
• Menirukan pelafalan doa sebelum dan sesudah makan secara klasikal, kelompok maupun individual.
• Menampilkan pelafalan doa sebelum dan sesudah makan secara berulang-ulang baik secara individual atau berkelompok.
• Menyebutkan arti doa sebelum dan sesudah makan dengan berulang-ulang yang dilakukan secara berpasangan dan bergantian.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.7 Meyakini bahwa perilaku kasih sayang kepada sesama sebagai cerminan dari iman.
2.7 Menunjukkan perilaku kasih sayang kepada sesama.
3.7 Memahami makna perilaku kasih sayang kepada sesama.
4.7 Mencontohkan perilaku kasih sayang kepada sesama.
Kasih sayang kepada sesama • Menyimak penjelasan pentingnya memiliki perilaku kasih sayang kepada sesama secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh perilaku kasih sayang kepada sesama secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang perilaku kasih sayang kepada sesama.
• Mendiskusikan isi gambar tentang kasih sayang kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
• Mendiskusikan isi gambar tentang perilaku kasih sayang kepada sesama kehidupan sehari-hari.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang perilaku kasih sayang kepada sesama.
• Mengidentifikasi dalam berbagai kegiatan tentang perilaku kasih sayang kepada sesama.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku kasih sayang kepada sesama secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku kasih sayang kepada sesama secara individual atau kelompok.
• Mencontohkan dengan cara bermain peran/simulasi perilaku kasih sayang kepada sesama secara individual maupun kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.8 Meyakini bahwa sikap kerja sama dan saling tolong menolong sebagai cerminan dari iman.
2.8 Menunjukkan sikap kerja sama dan tolong-menolong.
3.8 Memahami sikap kerja sama dan saling tolong menolong.
4.8 Mencontohkan sikap kerja sama dan saling tolong menolong. Kerja sama dan tolong menolong • Menyimak penjelasan pentingnya memiliki perilaku kerja sama dan tolong menolong secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh kerja sama dan tolong menolong secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang perilaku kerja sama dan tolong menolong.
• Mendiskusikan isi gambar tentang kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.
• Mendiskusikan isi gambar tentang tolong menolong kehidupan sehari-hari.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang perilaku kerja sama dan tolong menolong.
• Mengidentifikasi dalam berbagai kegiatan tentang perilaku kerja sama dan tolong menolong.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku kerja sama dan tolong menolong secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku kerja sama dan tolong menolong secara individual atau kelompok.
• Mencontohkan dengan cara bermain peran/simulasi perilaku kerja sama dan tolong menolong secara individual maupun kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.9 Terbiasa berdoa sebelum dan sesudah wudu.
2.9 Menunjukkan perilaku hidup sehat dan peduli lingkungan sebagai implementasi dari pemahaman doa sebelum dan sesudah wudu.
3.9 Memahami doa sebelum dan sesudah wudu.
4.9 Mempraktikkan wudu dan doanya dengan tertib dan benar.
Doa dan tatacara wudu • Menyimak tatacara wudu dan doanya secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar contoh tatacara wudu dan doanya secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang tatacara wudu dan doanya.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya Bagaimana caranya berwudu yang baik?
• Mendiskusikan isi gambar contoh tatacara wudu dan doanya baik secara klasikal maupun kelompok.
• Mendiskusikan tatacara wudu dan doanya baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang tatacara wudu dan doanya.
• Mengidentifikasi kegiatan tatacara wudu dan doanya.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang contoh tatacara wudu dan doanya secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang contoh tatacara wudu dan doanya secara individual atau kelompok.
• Mempraktikkan/Menyimulasikan tatacara wudu dan doanya baik secara individual maupun perwakilan kelompok dengan baik dan benar.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.10 Menjalankan salat dengan tertib.
2.10 Menunjuk
kan sikap disiplin sebagai implementasi dari pemahaman tata cara salat dan bacaannya.
3.10 Memahami tata cara salat dan bacaannya.
4.10 Mempraktikkan salat dengan tata cara dan bacaan yang benar.
Salat dan tatacaranya • Menyimak tatacara salat secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh tatacara salat secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang tatacara salat.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya Bagaimana caranya berwudu yang baik?
• Mendiskusikan isi gambar contoh tatacara salat baik secara klasikal maupun kelompok.
• Mendiskusikan tatacara salat baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang tatacara salat.
• Mengidentifikasi kegiatan tatacara salat.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang contoh tatacara salat secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang contoh tatacara salat secara individual atau kelompok.
• Mempraktikkan/Menyimulasikan tatacara salat baik secara individual maupun perwakilan kelompok dengan baik dan benar.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.11 Meyakini kebenaran kisah Nabi Saleh a.s.
2.11 Menunjukkan sikap berani bertanya sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Saleh a.s.
3.11 Memahami kisah keteladanan Nabi Saleh a.s.
4.11 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Saleh a.s. Sikap berani Nabi Saleh a.s. • Menyimak kisah keteladanan nabi Saleh a.s. secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh keteladanan Nabi Saleh a.s. baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Saleh a.s.
• Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Saleh a.s. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Saleh a.s.
• Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Saleh a.s.
• Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Saleh a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok .
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Saleh a.s. secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Saleh a.s. secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.12 Meyakini kebenaran kisah Nabi Lut a.s.
2.12 Menunjukkan perilakukerja kerassebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Lut a.s.
3.12 Memahami kisah keteladanan Nabi Luţ a.s
4.12 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Luţ a.s. Disiplin Nabi Luţ a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Luţ a.s. secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh keteladanan Nabi Luţ a.s. baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Luţ a.s.
• Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Luţ a.s. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Luţ a.s.
• Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Luţ a.s.
• Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Luţ a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Luţ a.s. secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Luţ a.s. secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.13 Meyakini kebenaran kisah Nabi Ishaq a.s.
2.13 Menunjukkan sikap damai sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Ishaq a.s.
3.13 Memahami kisah keteladanan Nabi Ishaq a.s.
4.13 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ishaq a.s. Sikap damai Nabi Ishaq a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Ishaq a.s. secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar contoh keteladanan Nabi Ishaq a.s. baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Ishaq a.s.
• Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Ishaq a.s. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Ishaq a.s.
• Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Ishaq a.s.
• Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Ishaq a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Ishaq a.s. secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Ishaq a.s. secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.14 Meyakini kebenaran kisah Nabi Ya’qub a.s.
2.14 Menunjukkan perilaku kasih sayang sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Ya’qub a.s.
3.14 Memahami kisah keteladanan Nabi Ya’qub a.s.
4.14 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ya’qub a.s. Jujur Nabi Ya’qub a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Ya’qub a.s. secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh keteladanan Nabi Ya’qub a.s. baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Ya’qub a.s.
• Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Ya’qub a.s. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Ya’qub a.s.
• Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Ya’qub a.s.
• Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Ya’qub a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Ya’qub a.s. secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Ya’qub a.s. secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.15 Meyakini kebenaran kisah Nabi Muhammad saw.
2.15 Menunjukkan sikap jujur dan kasih sayang sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
3.15 Memahami kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
4.15 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. Kisah Nabi Muhammad saw.


• Menyimak kisah keteladanan Nabi Muhammad saw secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar contoh keteladanan Nabi Muhammad saw baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang ketelaladanan Nabi Muhammad saw.
• Mengajukan pertanyaan terkait dengan keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Secara berkelompok mendiskusikan perilaku terpuji yang terdapat pada kisah keteladanan nabi Muhammad saw.
• Secara berpasangan mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Muhammad saw baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Muhammad saw secara individual atau kelompok.
• Menguhubungkan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw dengan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Muhammad saw secara kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.

C. Kelas : III
Alokasi waktu: 4 jam pelajaran/minggu
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
1.1 Terbiasa membaca al-Qur’ān dengan tartil.
2.1 Menunjukkan sikap peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar.
3.1 Memahami makna Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar.
4.1.1 Membaca kalimat-kalimat dalam Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar dengan benar.
4.1.2 Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar dengan benar.
4.1.3 Menunjukkan hafalanQ.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar dengan lancar.
Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar • Mengamati kalimat-kalimat dalam Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar secara individu/pasangan/klasikal.
• Mengamati bentuk huruf dalam kalimat-kalimat dalam Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar individu/kelompok/klasikal.
• Mengamati hafalan Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kalimat-kalimat dalam Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar.
• Mengajukan pertanyaan terkait bacaan, tulisan dan hafalan Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar.
• Secara berkelompok mendiskusikan tentang bacaan dan cara menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang bacaan, tulisan, dan hafalan Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar.
• Menguhubungkan penguasaan tentang bacaan, tulisan, dan hafalan Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausardengan yang dipraktikkan sehari-hari.
• Menyampaikan hasil belajar tentang membaca, menulis dan hafalan Q.S. an-Nasr dan Q.S. al-Kausar.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.2 Meyakini Hadis yang terkait dengan perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab.
2.2 Menunjukkan perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab.
3.2 Memahami Hadis yang terkait dengan perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab.
4.2 Mencontohkan perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab sebagai implementasi makna Hadis yang terkandung Hadis yang terkait dengan perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab • Menyimak hadis yang terkait dengan perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab.
• Mengamati ciri-ciri perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang isi hadis mengenai perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab.
• Mengajukan pertanyaan tentang ciri-ciri perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan isi hadis yang terkait dengan perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang hadis yang terkait dengan perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap dan perilaku mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku mandiri, percaya. diri, dan tanggung jawab
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.3 Meyakini keesaan Allah Yang Maha Pencipta berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaanNya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah.
2.3 Menunjukkan sikap kerjasama sebagai implementasi dari pemahaman keesaan Allah Swt.
3.3 Memahami keesaan Allah Yang Maha Pencipta berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaanNya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah.
4.3 Melakukan pengamatan terhadap diri dan makhluk ciptaan Allah Swt. yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah sebagai implementasi iman terhadap keesaan Allah Yang Maha Pencipta. Allah Swt. Itu Esa • Menyimak penjelasan tentang keesaan Allah Swt.
• Mengamati diri dan makhluk ciptaan Allah Swt. yang ada di sekitar rumah dan sekolah.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang Allah Swt. sebagai Pencipta manusia dan alam semesta.
• Mengajukan pertanyaan tentang awal penciptaan manusia (diri) dan alam sekitar.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan Allah Swt. adalah Esa, Pencipta manusia dan alam semesta.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang pengamatan terhadap diri dan alam semesta di sekitar rumah dan sekolah.
• Menguhubungkan tentang isi hasil diskusi dengan sikap manusia terhadap Allah Swt., diri dan alam sekitar dalam perilaku sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang Keesaan Allah Swt., diri, dan alam semesta.
• Menyampaikan hasil belajar tentang pengenalan Allah Swt. dan pengamatan terhadap diri dan alam semesta.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.4 Meyakini adanya Allah Swt. Yang Maha Pemberi, Maha Mengetahui dan Maha Mendengar.
2.4 Menunjukkan sikap peduli, berbuat baik dan berhati-hati sebagai implementasi dari pemahaman Asmaul Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘.
3.4 Memahami makna al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘.
4.4 Membaca al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘dengan jelas dan benar al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘

• Menyimak makna al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘.
• Mengamati lafal dan arti al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang lafal dan arti al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘
• Mengajukan pertanyaan tentang makna al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan lafal dan makna al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang makna al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘.
• Menghubungkan tentang isi hasil diskusi al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘ Allah Swt. dengan sikap manusia dalam perilaku sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang makna al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘..
• Menyampaikan hasil belajar tentang lafal dan makna al-Asmau al-Husna: al-Wahhab, al-‘Alim, dan as-Sami‘.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.5 Meyakini bahwa perilaku tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan sebagai cerminan dari iman.
2.5 Menunjukkan perilaku tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan.
3.5 Memahami perilaku tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan.
4.5 Mencontohkan perilaku tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan. Tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan • Menyimak makna tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan.
• Mengamati gambar/tayangan yang berkaitan dengan perilakutawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang makna perilakutawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan perilaku tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang perilaku tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang sikap tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap tawaduk, ikhlas, dan mohon pertolongan.
1.6 Meyakini bahwa sikap peduli terhadap sesama sebagai cerminan dari iman.
2.6 Menunjukkan sikap peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Kausar.
3.6 Memahami sikap peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Kausar.
4.6 Mencontohkan perilaku peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Kausar.
Sikap peduli terhadap sesama • Menyimak makna peduli terhadap sesama.
• Mengamati gambar/tayangan yang berkaitan dengan sikap peduli terhadap sesama.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang makna peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Kausar.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contoh sikappeduli terhadap sesama.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan makna peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Kausar.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang perilaku peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Kausar.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap peduli sesama dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang sikap peduli sesama.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap peduli sesama.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.7 Menerima dan mensyukuri nikmat Allah Swt. yang diberikan kepada makhluknya
2.7 Menunjukkan sikap bersyukur.
3.7 Memahami sikap bersyukur.
4.7 Mencontohkan sikap bersyukur.
Sikap bersyukur • Menyimak makna bersyukur.
• Mengamati gambar/tayangan contoh sikap bersyukur.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang sikap bersyukur.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contoh sikap bersyukur.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan makna sikap bersyukur.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang sikap bersyukur.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap bersyukur dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang sikap bersyukur.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap bersyukur.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.8 Menjalankan salat secara tertib.
2.8 Menunjukkan sikap hidup tertib sebagai implementasi dari pemahaman makna ibadah salat.
3.8 Memahami makna salat sebagai wujud dari pemahaman Q.S. al-Kausar.
4.8 Menunjukkan contoh makna salat sebagai wujud dari pemahaman Q.S. al-Kausar. Makna salat • Menyimak penjelasan tentang makna salat secara individu/pasangan.
• Mengamati makna salat secara pasangan atau kelompok.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang makna salat.
• Mengajukan pertanyaan terkait dengan makna salat.
• Secara berkelompok mendiskusikan makna salat.
• Secara individu menyampaikan pendapat tentang makna salat.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang makna salat.
• Menguhubungkan pengetahuan tentangmakna salat yang dilakukan sehari-hari.
• Menyampaikan hasil belajar tentang makna salat.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.9 Menerima makna zikir dan doa setelah salat sebagai wujud berserah diri kepada Allah Swt.
2.9 Menunjukkan sikap rendah hati sebagai implementasi dari pemahaman makna zikir dan doa setelah salat.
3.9 Memahami makna zikir dan doa setelah salat.
4.9 Mempraktikkan tata cara zikir dan doa setelah salat secara benar. Zikir dan doa setelah salat
• Menyimak makna zikir dan doa setelah salat.
• Mengamati tata cara zikir dan doa setelah salat secara benar.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang zikir dan doa setelah salat.
• Mengajukan pertanyaan tentang tata cara zikir dan doa setelah salat secara benar.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan makna zikir dan doa setelah salat serta tata caranya.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang makna zikir dan doa setelah salat.
• Menguhubungkan pelajaran tentang makna zikir dan doa setelah salat dengan tata cara berzikir dan berdoa sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang makna zikir dan doa setelah salat.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang praktik berzikir dan berdoa sehari-hari.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.10 Menjalankan ibadah salat dengan tertib
2.10 Menunjukkan perilaku kerjsama sebagai implementasi dari pemahaman hikmah ibadah salat.
3.10 Memahami hikmah ibadah salat melalui pengamatan dan pengalaman di rumah dan sekolah.
4.10 Menceritakan pengalaman hikmah pelaksanaan ibadah salat di rumah dan sekolah. Hikmah ibadah salat • Menyimak penjelasan hikmah ibadah salat.
• Mencermati cerita pengalaman salat di rumah dan sekolah.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang hikmah ibadah salat seperti apa yang dialami atau dirasakan ketika melakukan salat.
• Mengajukan pertanyaan tentang tata cara salat yang baik dan benar.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan hikmah ibadah salat melalui pengamatan dan pengalaman di rumah, sekolah, dan di tempat lain.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang hikmah ibadah salat.
• Menguhubungkan pengalaman pengamalan ibadah salat dengan kondisi tertentu seperti di rumah, sekolah, atau tempat lain.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang hikmah ibadah salat.
• Menyampaikan hasil pengamatan dan pengalaman melakukan ibadah salat di berbagai tempat.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.11 Meyakini kebenaran kisah Nabi Yusuf a.s.
2.11 Menunjukkan sikap pemaaf sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s.
3.11 Memahami kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s.
4.11 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s. Kisah
keteladanan Nabi Yusuf a.s • Menyimak kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Yusuf a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Yusuf a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contoh sikap Nabi Yusuf a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Yusuf a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Yusuf a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.12 Meyakini kebenaran kisah Nabi Syu’aib a.s.
2.12 Menunjukkan sikap jujur sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Syu’aib a.s
3.12 Memahami kisah keteladanan Nabi Syu‘aib a.s.
4.12 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Syu’aib a.s. Kisah keteladanan Nabi Syu‘aib a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Syu‘aib a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Syu‘aib a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Syu‘aib a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Syu‘aib a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Syu‘aib a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Syu‘aib a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Syu‘aib a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Syu‘aib a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Syu‘aib a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.13 Meyakini kebenaran kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
2.13 Menunjukkan sikap rasa ingin tahu, sabar, rela berkorban, hormat dan patuh kepada orangtua sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
3.13 Memahami kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
4.13 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. Kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s • Menyimak kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contoh sikap Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.14 Meyakini kebenaran kisah Nabi Muhammad saw.
2.14 Menunjukkan sikap percaya diri dan mandiri sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
3.14 Memahami kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
4.14 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. Kisah keteladanan Nabi Muhammad saw
• Menyimak kisah keteladanan Nabi Muhammad saw tentang sikap percaya diri dan kemandirian.
• Mencermati sikap percaya diri dan kemandirian sebagai wujud dari keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Muhammad saw.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contoh sikap percaya diri dan kemandirian Nabi Muhammad saw.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Muhammad saw (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Muhammad saw tentang percaya diri dan kemandirian dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Muhammad saw.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.

D. Kelas : IV
Alokasi waktu: 4 jam pelajaran/minggu
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
1.1 Terbiasa membaca al-Qur’ān dengan tartil.
2.1 Menunjukkan sikap kerjasama dan peduli sebagai implementasi dari pemahaman makna Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil.
3.1 Memahami Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil dengan baik dan benar.
4.1.1 Membaca Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil dengan tartil.
4.1.2 Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil dengan benar.
4.1.3 Menunjuk
kan hafalan Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil dengan lancar.
Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil • Membaca Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil dengan memperhatikan makhraj hurufnya secara klasikal, kelompok atau individual.
• Membaca secara berulang-ulang sampai hafal Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil dengan memperhatikan makhraj hurufnya.
• Mendemontrasikan hafalan Q.S. al-Falaq dan al-Fil secara klasikal, kelompok atau individual.
• Memotivasi siswa bertanya, misalnya: mengapa membaca al-Qur’ān harus dengan makhrijul huruf yang benar?
• Bagaimana jika kita salah membaca makharijul huruf?
• Diskusi tentang arti Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil secara kelompok.
• Diskusi tentang isi kandungan Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil secara kelompok.
• Menulis Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil dengan benar secara individu.
• Mencermati arti Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil.
• Mencermati isi kandungan Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil.
• Menyimpulkan kandungan Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang arti dan isi kandungan Q.S. al-Falaq dan Q.S. al-Fil secara kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat resume dibantu dan dibimbing guru.
1.2 Meyakini Allah itu ada melalui pengamatan terhadap makhluk ciptaan-Nya di sekitar rumah dan sekolah.
2.2 Menunjukkan sikap percaya diri sebagai implementasi dari pemahaman Allah itu ada.
3.2 Memahami Allah itu ada melalui pengamatan terhadap makhluk ciptaan-Nya di sekitar rumah dan sekolah.
4.2 Melakukan pengamatan terhadap makhluk ciptaan Allah di sekitar rumah dan sekolah sebagai upaya mengenal Allah itu ada. Allah Swt. itu ada • Mencermati menyimak tentang Allah Swt. itu ada secara klasikal, kelompok maupun individual.
• Mengamati gambar contoh tentang Allah Swt. itu ada secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang Allah Swt. itu ada.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya siapakah yang yang menciptakan alam semesta ini?
• Mendiskusikan isi gambar tentang Allah Swt. itu ada baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang Allah Swt. itu ada.
• Mengidentifikasi bukti tentang Allah itu ada.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang Allah Swt. itu ada secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang Allah Swt. itu ada Allah Swt. secara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.3 Meyakini adanya Allah Swt. Yang Maha Melihat, Maha Adil dan Maha Agung.
2.3 Menunjukkan sikap hati-hati, hormat dan kerjasama sebagai implementasi dari pemahaman makna al-Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.
3.3 Memahami makna al-Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.
4.3 Membaca al-Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim. Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim • Menyimak makna al-Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.
• Mengamati lafal dan arti al-Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang lafal dan arti Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.
• Mengajukan pertanyaan tentang makna Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan lafal dan makna Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang makna Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.
• Menguhubungkan tentang isi hasil diskusi sifat Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim Allah Swt. dengan sikap manusia dalam perilaku sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang makna Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.
• Menyampaikan hasil belajar tentang lafal dan makna Asmau al-Husna: Al-Basir, Al-‘Adil, dan Al-‘Azim.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.4 Meyakini keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt.
2.4 Menunjukkan sikap patuh sebagai implementasi dari pemahaman makna iman kepada malaikat-malaikat Allah.
3.4 Memahami makna iman kepada malaikat-malaikat Allah berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan alam sekitar.
4.4 Melakukan pengamatan diri dan alam sekitar sebagai implementasi makna iman kepada malaikat-malaikat Allah. Iman kepada malaikat-malaikat Allah • Menyimak penjelasan tentang makna iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt. secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar diri dan alam sekitar baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang tentang makna iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya apakah makna iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
• Mendiskusikan isi gambar tentang makna iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Mengidentifikasi tentang makna iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang makna iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
• Menghubungkan kegiatan tentang makna iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt. dengan kehidupan sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi tentang makna iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt. secara individual atau kelompok
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.5 Meyakini adanya Rasul-rasul Allah Swt.
2.5 Menunjukkan sikap yang dipengaruhi oleh keimanan kepada para Rasul Allah Swt. yang tercermin dari perilaku kehidupan sehari-hari.
3.5 Memahami makna iman kepada Rasul Allah.
4.5 Mencontohkan makna iman kepada Rasul Allah. Iman kepada Rasul Allah • Menyimak penjelasan tentang iman kepada Rasul Allah Swt. secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang tentang iman kepada Rasul Allah Swt.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya apakah makna iman kepada Rasul Allah Swt.
• Mendiskusikan tentang makna iman kepada Rasul Allah Swt. baik secara klasikal maupun kelompok.
• Mengidentifikasi tentang makna iman kepada Rasul Allah Swt.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang makna iman kepada Rasul Allah Swt.
• Menghubungkan kegiatan tentang makna iman kepada Rasul Allah Swt. dengan kehidupan sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi tentang makna iman kepada Rasul Allah Swt. secara individual atau kelompok
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.6 Meyakini bahwa sikap santun dan menghargai teman sebagai cerminan dari iman.
2.6 Menunjukkan sikap santun dan menghargai teman.
3.6 Memahami sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sekitar.
4.6 Mencontohkan sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sekitar. Santun dan menghargai teman • Menyimak makna sikap santun dan menghargai teman.
• Mengamati makna sikap santun dan menghargai teman.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang sikap santun dan menghargai teman.
• Mengajukan pertanyaan tentang sikap santun dan menghargai teman.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan sikap santun dan menghargai temanbaik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sekitar.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang sikap santun dan menghargai temanbaik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sekitar.
• Menghubungkan pelajaran tentang sikap santun dan menghargai temanbaik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sekitar.
• Menyampaikan hasil diskusi sikap santun dan menghargai temanbaik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sekitar.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang sikap santun dan menghargai teman.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.7 Meyakini bahwa sikap rendah hati sebagai cerminan dari iman.
2.7 Menunjukkan sikap rendah hati.
3.7 Memahami sikap rendah hati.
4.7 Mencontohkan sikap rendah hati. Sikap rendah hati • Menyimak penjelasan tentang sikap rendah hati.
• Mengamati gambar tentang sikap rendah hati.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang sikap rendah hati.
• Mengajukan pertanyaan tentang sikap rendah hati.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang sikap rendah hati.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang sikap rendah hati.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap rendah hati dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang sikap rendah hati.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang sikap rendah hati.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.8 Meyakini bahwa perilaku hemat sebagai cerminan dari iman.
2.8 Menunjukkan perilaku hemat.
3.8 Memahami perilaku hemat.
4.8 Mencontohkan perilaku hemat. Perilaku hemat • Menyimak penjelasan tentang perilaku hemat.
• Mengamati gambar tentang perilaku hemat.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang perilaku hemat.
• Mengajukan pertanyaan tentang perilaku hemat.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang perilaku hemat.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang perilaku hemat.
• Menguhubungkan pelajaran tentang perilaku hemat dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku hemat.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku hemat.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.9 Meyakini bahwa perilaku jujur sebagai cerminan dari iman.
2.9 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.
3.9 Memahami makna perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.
4.9 Mencontohkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari. Makna perilaku jujur • Menyimak penjelasan tentang makna perilaku jujur.
• Mengamati gambar tentang makna perilaku jujur.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang makna perilaku jujur.
• Mengajukan pertanyaan tentang makna perilaku jujur.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang makna perilaku jujur.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang makna perilaku jujur.
• Menguhubungkan pelajaran tentan makna perilaku jujur dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang makna perilaku jujur.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang makna perilaku jujur.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.10 Meyakini bahwa perilaku amanah sebagai cerminan dari iman.
2.10 Menunjukkan perilakuamanah dalam kehidupan sehari-hari.
3.10 Memahami makna perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari.
4.10 Mencontohkan perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari. Makna perilaku amanah • Menyimak penjelasan tentang makna perilaku amanah.
• Mengamati gambar tentang makna perilaku amanah.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang makna perilaku amanah.
• Mengajukan pertanyaan tentang makna perilaku amanah.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang makna perilaku amanah.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang makna perilaku amanah.
• Menguhubungkan pelajaran tentan makna perilaku amanah dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang makna perilaku amanah.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang makna perilaku amanah.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.11 Meyakini bahwa perilaku hormat dan patuh kepada orangtuadan guru sebagai cerminan dari iman.
2.11 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtuadan guru.
3.11 Memahami makna perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, dan guru.
4.11 Mencontohkanperilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru. Hormat dan patuh kepada orangtua dan guru • Menyimak penjelasan pentingnya memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya apakah kewajiban kalian kepada orangtuamu?
• Mendiskusikan isi gambar tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mendiskusikan isi gambar perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mendiskusikan isi gambar perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mengidentifikasi berbagai kegiatan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara individual atau kelompok.
• Mencontohkan dengan cara bermain peran/simulasi perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara individual maupun kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.12 Meyakini bahwa perilaku gemar membaca sebagai cerminan dari iman.
2.12 Menunjukkan sikap gemar membaca.
3.12 Memahami manfaat gemar membaca.
4.12 Menunjukkan perilaku gemar membaca. Perilaku gemar membaca • Menyimak penjelasan tentang manfaat gemar membaca.
• Mengamati gambar tentang perilaku gemar membaca.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang manfaat gemar membaca.
• Mengajukan pertanyaan tentang manfaat gemar membaca.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang manfaat gemar membaca.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang manfaat gemar membaca.
• Menguhubungkan pelajaran tentan manfaat gemar membaca dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang manfaat gemar membaca.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang manfaat gemar membaca.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.13 Meyakini bahwa sikap pantang menyerah sebagai cerminan dari iman
2.13 Menunjukkan sikap pantang menyerah.
3.13 Memahami makna sikap pantang menyerah.
4.13 Menunjukkan sikap pantang menyerah. Makna sikap pantang menyerah • Menyimak penjelasan tentang makna sikap pantang menyerah.
• Mengamati gambar tentang makna sikap pantang menyerah.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang makna sikap pantang menyerah.
• Mengajukan pertanyaan tentang makna sikap pantang menyerah.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang makna sikap pantang menyerah.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang makna sikap pantang menyerah.
• Menguhubungkan pelajaran tentanmakna sikap pantang menyerah dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang makna sikap pantang menyerah.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang makna sikap pantang menyerah.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.14 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam bersuci dari hadas kecil.
2.14 Menunjukkan perilaku bersih sebagai implementasi dari pemahaman tata cara bersuci dari hadas kecil.
3.14 Memahami tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan syari’at Islam.
4.14 Mempraktikkan tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan syari’at Islam.
Tatacara bersuci dari hadas kecil • Menyimak tata cara bersuci dari hadas kecil. secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar contoh tata cara bersuci dari hadas kecil secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang tata cara bersuci dari hadas kecil.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya sebutkan bagaimana caranya bersuci dari hadas kecil?
• Mendiskusikan isi gambar contoh tata cara bersuci dari hadas kecil baik secara klasikal maupun kelompok.
• Mendiskusikan tata cara bersuci dari hadas kecil baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang tata cara bersuci dari hadas kecil.
• Mengidentifikasi tata cara bersuci dari hadas kecil.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang contoh tata cara bersuci dari hadas kecil.secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang contoh tata cara bersuci dari hadas kecil secara individual atau kelompok.
• Mempraktikkan/Menyimulasikan tata bersuci baik secara individual maupun perwakilan kelompok dengan baik dan benar.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.15 Menjalankan salat dengan tertib.
2.15 Menunjukkan sikap disiplin sebagai implementasi dari pemahaman makna ibadah salat
3.15 Memahami makna ibadah salat.
4.15.1 Menunjukkan contoh makna ibadah salat.
4.15.2 Menceritakan pengalaman melaksanakan salat di rumah dan masjid lingkungan sekitar rumah.
Makna ibadah salat • Menyimak makna ibadah salat.
• Mengamati pengalaman melaksanakan salat di rumah dan masjid lingkungan sekitar rumah.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang makna ibadah salat.
• Mengajukan pertanyaan tentang pengalaman melaksanakan salat di rumah dan masjid lingkungan sekitar rumah.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang makna ibadah salat dan pengalaman melaksanakan salat di rumah dan masjid lingkungan sekitar rumah.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang makna ibadah salat dan pengalaman melaksanakan salat di rumah dan masjid lingkungan sekitar rumah.
• Menguhubungkan tentang isi hasil diskusi tentang makna ibadah salat dan pengalaman melaksanakan salat di rumah dan masjid lingkungan sekitar rumah dalam perilaku sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang tentang makna ibadah salat dan pengalaman melaksanakan salat di rumah dan masjid lingkungan sekitar rumah
• Menyampaikan hasil belajar tentang makna ibadah salat dan pengalaman melaksanakan salat di rumah dan masjid lingkungan sekitar rumah
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru
1.16 Meyakini kebenaran kisah Nabi Ayyub a.s.
2.16 Menunjukkan sikap sabar sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s.
3.16 Memahami kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s.
4.16 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s. Kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Ayyub a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Ayyub a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Ayyub a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Ayyub a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Ayyub a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Ayyub a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.17 Meyakini kebenaran kisah Nabi Zulkifli a.s.
2.17 Menunjukkan sikap rendah hati sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s.
3.17 Memahami kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s.
4.17 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s. Kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Zulkifli a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Zulkifli a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Zulkifli a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Zulkifli a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Zulkifli a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.18 Meyakini kebenaran kisah Nabi Harun a.s.
2.18 Menunjukkan perilaku kasih sayang sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Harun a.s.
3.18 Memahami kisah keteladanan Nabi Harun a.s.
4.18 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Harun a.s. Kisah keteladanan Nabi Harun a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Harun a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Harun a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Harun a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Harun a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Harun a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Harun a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Harun a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Harun a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Harun a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.19 Meyakini kebenaran kisah Nabi Musa a.s.
2.19 Menunjukkan sikap berani dan sikap pantang menyerah sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Musa a.s.
3.19 Memahami kisah keteladanan Nabi Musa a.s.
4.19 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Musa a.s. Kisah keteladanan Nabi Musa a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Musa a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Musa a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Musa a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Musa a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Musa a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Musa a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Musa a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Musa a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Musa a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.20 Meyakini kebenaran kisah Nabi Muhammad saw.
2.20 Menunjukkan sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sekitar sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
3.20 Memahami kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
4.20 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. Kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Mengamati isi kisah Nabi Muhammad saw. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Muhammad saw.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Muhammad saw. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Muhammad saw. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Muhammad saw. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Muhammad saw.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.21 Meyakini keimanan Wali Songo kepada Allah Swt.
2.21 Menunjukkan perilaku peduli dan rendah hati sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Wali Songo
3.21 Memahami kisah keteladanan Wali Songo.
4.21 Menceritakan kisah keteladanan Wali Songo. Kisah keteladanan Wali Songo • Menyimak kisah keteladanan kisah keteladanan Wali Songo secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar contoh keteladanan kisah keteladanan Wali Songo baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang ketelaladanan kisah keteladanan Wali Songo.
• Mengajukan pertanyaan terkait dengan keteladanan kisah keteladanan Wali Songo.
• Secara berkelompok mendiskusikan perilaku terpuji yang terdapat pada kisah keteladanan kisah keteladanan Wali Songo.
• Secara berpasangan mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan kisah keteladanan Wali Songo baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan kisah keteladanan Wali Songo secara individual atau kelompok.
• Menguhubungkan kisah keteladanan kisah keteladanan Wali Songo dengan sikap kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan kisah keteladanan Wali Songo secara kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.


E. Kelas : V
Alokasi waktu: 4 jam pelajaran/minggu
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
1.1 Terbiasa membaca al-Qur’ān dengan tartil.
2.1 Menunjukkan sikap saling mengingatkan dan berpegang teguh sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un.
3.1 Memahami makna Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un dengan benar.
4.1.1 Membaca Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un dengan baik dan benar.
4.1.2 Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un dengan baik dan benar.
4.1.3 Menunjukkan hafalanQ.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un dengan baik dan benar.
Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un • Membaca Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un dengan memperhatikan makhraj hurufnya secara klasikal, kelompok atau individual.
• Membaca secara berulang-ulang sampai hafal Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un dengan memperhatikan makhraj hurufnya.
• Mendemontrasikan hafalan Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un secara klasikal, kelompok atau individual.
• Memotivasi siswa bertanya, misalnya: mengapa membaca al-Qur’ān harus dengan makhrijul huruf yang benar?
• Bagaimana jika kita salah membaca makharijul huruf?
• Diskusi tentang arti Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un secara kelompok.
• Diskusi tentang isi kandungan Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un secara kelompok.
• Menulis Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un dengan benar secara individu.
• Mencermati arti Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un.
• Mencermati isi kandungan Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un.
• Menyimpulkan kandungan Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang arti dan isi kandungan Q.S. at-Tin dan Q.S. al-Ma’un secara kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat resume dibantu dan dibimbing guru.
1.2 Meyakini adanya Allah Swt. Yang Maha Mematikan, Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri dan Maha Esa.
2.2 Menunjukkan sikap berani, peduli, mandiri dan teguh pendirian sebagai implementasi dari pemahaman makna al-Asmau al-Husna: al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, danal-Ahad.
3.2 Memahami makna al-Asmau al-Husna: al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, dan al-Ahad.
4.2 Membaca al-Asmau al-Husna: al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, dan al-Ahad Asmaul Husna: al- al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, dan al-Ahad • Membaca buku teks tentang Asmaul Husna: al-Mumit, al-Hayy, Al-Qayyum, dan al-Ahad.
• Mengamati tayangan tentang al-Asmau al-Husna: al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, dan al-Ahad.
• Memotivasi siswa bertanya, berkaitan dengan al-Asmau al-Husna: al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, dan al-Ahad. Misalnya: mengapa Allah Swt. menghidupkan manusia dan Allah Swt. pula yang mematikan?
• Diskusi tentang al-Asmau al-Husna: al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, dan al-Ahad secara klasikal atau individual.
• Menujukkan bukti al-Asmau al-Husna: al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, dan al-Ahad dalam kehidupan sehari-hari.
• Menganalisis buktial-Asmau al-Husna: al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, dan al-Ahad dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyimpulkan bukti al-Asmau al-Husna: al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, dan al-Ahad dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang arti al-Asmau al-Husna: al-Mumit, al-Hayy, al-Qayyum, dan al-Ahad secara kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat resume dibantu dan dibimbing guru.
1.3 Meyakini keberadaan Rasul Allah dan Rasul Ulul ‘Azmi.
2.3 Menunjukkan sikap sabar dan jujur sebagai implementasi dari pemahaman mengenal nama-nama Rasul Allah dan Rasul Ulul ‘Azmi.
3.3 Memahami nama-nama Rasul Allah dan Rasul Ulul ‘Azmi.
4.3 Menghafal nama-nama Rasul Allah dan Rasul Ulul ‘Azmi. Nama-nama Rasul Allah dan Rasul Ulul ‘Azmi • Mencermati nama-nama Rasul Allah Swt. dan Rasul Ulul ‘Azmi secara klasikal atau individual.
• Mendiskusikan nama-nama Rasul Allah Swt. dan Rasul Ulul ‘Azmi secara kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang nama-nama Rasul Allah Swt. dan Rasul Ulul ‘Azmi secara kelompok.
• memotivasi siswa bertanya, misalnya : mengapa terdapat Rasul Ulul ‘Azmi?
• Apa bukti/peristiwa seseorang dikategorikan Rasul Ulul ‘Azmi?
• Diskusi tentang arti Nama-nama Rasul Allah Swt. dan Rasul Ulul ‘Azmi secara klasikal atau individual.
• Menujukkan perbedaan Rasul Allah Swt. dan Rasul Ulul ‘Azmi.
• Menganalisis perbedaan Rasul Allah Swt. dan Rasul Ulul ‘Azmi.
• Menganalisis mukjizat Rasul Ulul ‘Azmi.
• Menyimpulkan bukti Rasul Ulul ‘Azmi.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang Nama-nama Rasul Allah SWT. dan Rasul Ulul ‘Azmisecara kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat resume dibantu dan dibimbing guru.
1.4 Meyakini adanya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya sebagai implementasi rukun iman.
2.4 Menunjukkan sikap percaya diri sebagai implementasi dari pemahaman makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya.
3.4 Memahami makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya sebagai implementasi rukun iman.
4.4 Menunjukkan makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya sebagai implementasi rukun iman. Kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya • Mendengar penjelasan kitab suci dan para nabi yang menerimanya.
• Mencermati makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya secara klasikal atau individual.
• Memotivasi siswa bertanya, misalnya:
• Mengapa kita berpedoman pada ajaran al-Qur’ān?
• Apa saja nilai-nilai yang ada dalam al-Qur’ān?
• Mendiskusikan tentang kandungan kitab suci yang diberikan kepada para rasul
• Menganalisis kandungan masing-masing kitab suci Allah Swt.
• Menganalisis nilai-nilai pedoman hidup dalam al-Qur’ān.
• Menyimpulkan nilai-nilai pedoman hidup dalam al-Qur’ān.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang isi kandungan ayat-ayat al-Qur’ān yang dibaca secara kelompok atau individual.
• Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat resume dibantu dan dibimbing guru.
1.5 Meyakini bahwa perilaku jujur sebagai cerminan dari iman.
2.5 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehai-hari.
3.5 Memahami makna perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.
4.5 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari. Makna perilaku jujur • Menyimak penjelasan tentang makna perilaku jujur.
• Mengamati gambar tentang makna perilaku jujur.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang makna perilaku jujur.
• Mengajukan pertanyaan tentang makna perilaku jujur.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang makna perilaku jujur.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang makna perilaku jujur.
• Menguhubungkan pelajaran tentan makna perilaku jujur dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang makna perilaku jujur.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang makna perilaku jujur.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.6 Meyakini bahwa hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sebagai cerminan dari iman.
2.6 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, dan guru.
3.6 Memahami makna hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
4.6 Mencontohkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru. Hormat dan patuh kepada orangtua dan guru • Menyimak penjelasan pentingnya memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya apakah kewajiban kalian kepada orangtuamu?
• Mendiskusikan isi gambar tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mendiskusikan isi gambar perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mendiskusikan isi gambar perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Mengidentifikasi berbagai kegiatan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara individual atau kelompok.
• Mencontohkan dengan cara bermain peran/simulasi perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru secara individual maupun kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.7 Meyakini bahwa sikap saling menghargai sesama manusia sebagai cerminan dari iman.
2.7 Menunjukkan sikap saling menghargai sesama manusia.
3.7 Memahami makna saling menghargai sesama manusia.
4.7 Mencontohkan sikap saling menghargai sesama manusia. Sikap menghargai • Menyimak penjelasan tentang sikap menghargai.
• Mengamati gambar tentang sikap menghargai.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang tentang sikap menghargai.
• Mengajukan pertanyaan tentang tentang sikap menghargai.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang sikap menghargai.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang sikap menghargai.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap menghargai dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang sikap menghargai.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang sikap menghargai.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.8 Meyakini bahwa sikap sederhana sebagai cerminan dari iman.
2.8 Menunjukkan sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
3.8 Memahami makna sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
4.8 Mencontohkan sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sikap sederhana • Menyimak penjelasan tentang makna sikap sederhana.
• Mengamati gambar tentang sikap sederhana.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang tentang sikap sederhana.
• Mengajukan pertanyaan tentang tentang sikap sederhana.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang sikap sederhana.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang sikap sederhana.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap sederhana dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang sikap sederhana.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang sikap sederhana.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.

1.9 Meyakini bahwa Ikhlas beramal sebagai cerminan dari iman
2.9 Menunjukkan sikap Ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari.
3.9 Memahami makna Ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari.
4.9 Mencontohkan sikap Ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari. Makna ikhlas beramal • Menyimak makna ikhlas beramal.
• Mengamati gambar/tayangan yang berkaitan dengan ikhlas beramal.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang makna ikhlas beramal.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan ikhlas beramal.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang ikhlas beramal.
• Menguhubungkan pelajaran tentang ikhlas beramal sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang ikhlas beramal.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan ikhlas beramal.
1.10 Menjalankan kewajiban puasa Ramadan sebagai implementasi dari pemahaman rukun Islam.
2.10 Menunjukkan sikap sabar dan pengendalian diri sebagai implementasi dari pemahaman hikmah puasa Ramadan.
3.10 Memahami hikmah puasa Ramadan yang dapat membentuk akhlak mulia.
4.10 Menunjukkan hikmah puasa Ramadan yang dapat membentuk akhlak mulia. Hikmah puasa Ramadan • Menyimak penjelasan hikmah puasa Ramadan.
• Mencermati cerita pengalaman puasa Ramadan di rumah dan sekolah.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang hikmah puasa Ramadan seperti apa yang dialami atau dirasakan ketika melakukan puasa di bulan Ramadan.
• Mengajukan pertanyaan tentang hikmah puasa Ramadan.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan hikmah puasa Ramadan melalui pengamatan dan pengalaman di rumah, sekolah, dan di tempat lain.
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang hikmah ibadah salat.
• Menguhubungkan pengalaman pengamalan ibadah salat dengan kondisi tertentu seperti di rumah, sekolah, atau tempat lain.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang hikmah puasa Ramadan.
• Menyampaikan hasil pengamatan dan pengalaman melakukan puasa Ramadan.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.11 Menjalankan salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān di bulan Ramadan sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
2.11 Menunjukkan sikap tekun sebagai implementasi dari pemahaman pelaksanaan salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān.
3.11 Memahami pelaksanaan salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān.
4.11 Mempraktikkan tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān.
Salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān • Menyimak penjelasan tentang salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān
• Menyimak tatacara tarawih dan tadarus al-Qur’ān secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang pelaksanaan tarawih dan tadarus al-Qur’ān.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya Bagaimana praktik atau tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān?
• Mendiskusikan isi gambar contoh tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān baik secara klasikal maupun kelompok.
• Mendiskusikan tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān.
• Mengidentifikasi kegiatan tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang contoh tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang contoh tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān secara individual atau kelompok.
• Mempraktikkan/Menyimulasikan tatacara salat tarawih baik secara individual maupun perwakilan kelompok dengan baik dan benar.
• Menyajikan tatacaratadarus al-Qur’ān baik secara individual maupun perwakilan kelompok dengan baik dan benar.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.12 Meyakini kebenaran kisah Nabi Dawud a.s.
2.12 Menunjukkan sikap berani sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Dawud a.s.
3.12 Memahami kisah keteladanan Nabi Dawud a.s.
4.12 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Dawud a.s. Kisah keteladanan Nabi Dawud a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Dawud a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Dawud a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Dawud a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Dawud a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Dawud a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Dawud a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Dawud a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Dawud a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Dawud a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.13 Meyakini kebenaran kisah Nabi Sulaiman a.s.
2.13 Menunjukkan sikaprendah hati sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Sulaiman a.s.
3.13 Memahami kisah keteladanan Nabi Sulaiman a.s.
4.13 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Sulaiman a.s. Kisah keteladanan Nabi Sulaiman a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Sulaiman a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Sulaiman a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Sulaiman a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Sulaiman a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Sulaiman a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Sulaiman a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Sulaiman a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Sulaiman a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Sulaiman a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.14 Meyakini kebenaran kisah Nabi Ilyas a.s.
2.14 Menunjukkan sikapsabar sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Ilyas a.s.
3.14 Memahami kisah keteladanan Nabi Ilyas a.s.
4.14 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ilyas a.s. Kisah keteladanan Nabi Ilyas a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Ilyas a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Ilyas a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Ilyas a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Ilyas a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Ilyas a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Ilyas a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Ilyas a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Ilyas a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Ilyas a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.15 Meyakini kebenaran kisah Nabi Ilyasa’ a.s.
2.15 Menunjukkan sikapkerjasama sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Ilyasa’ a.s.
3.15 Memahami kisah keteladanan Nabi Ilyasa’ a.s.
4.15 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ilyasa’ a.s. Kisah keteladanan Nabi Ilyasa’ a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Ilyasa’ a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Ilyasa’ a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Ilyasa’ a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Ilyasa’ a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Ilyasa’ a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Ilyasa’ a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Ilyasa’ a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Ilyasa’ a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Ilyasa’ a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.16 Meyakini kebenaran kisah Nabi Muhammad saw.
2.16 Menunjukkan sikapjujur dan peduli sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Muhammad saw.
3.16 Memahami kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
4.16 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. Kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Mengamati isi kisah Nabi Muhammad saw. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Muhammad saw.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Muhammad saw. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Muhammad saw. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Muhammad saw. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Muhammad saw.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.17 Meyakini kebenaran kisah Luqman sebagaimana terdapat dalam al-Qur’ān.
2.17 Menunjukkan sikap rendah hati sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Luqman sebagaimana terdapat dalam al-Qur’ān.
3.17 Memahami kisah keteladanan Luqman sebagaimana terdapat dalam al-Qur’ān.
4.17 Menceritakan kisah keteladanan Luqman sebagaimana terdapat dalam al-Qur’ān. Kisah Luqman dalam al-Qur’ān • Menyimak kisah keteladanan kisah keteladanan Luqman secara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar contoh keteladanan kisah keteladanan Luqman baik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang ketelaladanan kisah keteladanan Luqman.
• Mengajukan pertanyaan terkait dengan keteladanan kisah keteladanan Luqman.
• Secara berkelompok mendiskusikan perilaku terpuji yang terdapat pada kisah keteladanan kisah keteladanan Luqman.
• Secara berpasangan mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan kisah keteladanan Luqman baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan kisah keteladanan Luqman secara individual atau kelompok.
• Menguhubungkan kisah keteladanan kisah keteladanan Luqman dengan sikap kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan kisah keteladanan Luqman secara kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.

F. Kelas : VI
Alokasi waktu: 4 jam pelajaran/minggu
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
1.1 Terbiasa membaca al-Qur’ān dengan tartil.
2.1 Menunjukkan perilaku toleran,simpati, waspada, berbaik sangka dan hidup rukunsebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13.
3.1 Memahami makna Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13 dengan benar.
4.1.1 Membaca Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13 dengan jelas dan benar.
4.1.2 Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13 dengan benar.
4.1.3 Menunjukkan hafalanQ.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13 dengan benar Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13 • MembacaQ.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13 dengan memperhatikan makhraj hurufnya secara klasikal, kelompok atau individual.
• Membaca secara berulang-ulang sampai hafal Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13 dengan memperhatikan makhraj hurufnya.
• Mendemontrasikan hafalan Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13, secara klasikal, kelompok atau individual.
• Memotivasi siswa bertanya, misalnya: mengapa membaca al-Qur’ān harus dengan makhrijul huruf yang benar?
• Bagaimana jika kita salah membaca makharijul huruf?
• Diskusi tentang Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13 secara kelompok.
• Diskusi tentang isi kandungan Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13 secara kelompok.
• Menulis Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13 dengan benar secara individu.
• Mencermati arti Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13.
• Mencermati isi kandungan Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13.
• Menyimpulkan kandungan Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang arti dan isi kandungan Q.S. al-Kafirun, Q.S. al-Maidah/5:2-3 dan Q.S. al- Hujurat/49:12-13 secara kelompok
• Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah)
• Membuat resume dibantu dan dibimbing guru
1.2 Meyakini adanya Allah Swt. Tempat meminta, Maha Berkuasa, Maha Mendahulukan dan Maha Kekal.
2.2 Menunjukkan sikappeduli sebagai implementasi dari pemahaman makna al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.
3.2 Memahami makna al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.
4.2 Membaca al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi. • Membaca buku teks tentang al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi
• Mengamati tayangan tentang al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.
• Memotivasi siswa bertanya, berkaitan dengan al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi. Misalnya: mengapa kita harus memohon pertolongan kepada Allah Swt?
• Diskusi tentang al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi secara klasikal atau individual.
• Menujukkan bukti al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi dalam kehidupan sehari-hari.
• Menganalisis buktial-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyimpulkan bukti al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang arti al-Asmau al-Husna: As-Samad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi secara kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat resume dibantu dan dibimbing guru.
1.3 Meyakini adanya hari akhir sebagai implementasi dari pemahaman Rukun Iman.
2.3 Menunjukkan perilakurendah hati yang mencerminkan iman kepada hari akhir.
3.3 Memahami hikmah beriman kepada hari akhir yang dapat membentuk perilaku akhlak mulia.
4.3 Menunjukkan contoh hikmah beriman kepada hari akhir yang dapat membentuk perilaku akhlak mulia. Hikmah beriman kepada hari akhir • Menyimak penjelasan tentang hikmah beriman kepada hari akhir secara klasikal atau individual
• Memotivasi siswa bertanya, misalnya: Apa hikmah beriman kepada hari akhir?
• Apa contoh prilaku yang mencerminkan iman kepada hari akhir!
• Diskusi tentang hikmah beriman pada hari akhir.
• Menganalisis sikap yang mencerminkan iman kepada hari akhir.
• Mengidentifikasi hikmah-hikmah beriman pada hari akhir.
• Menyimpulkan hasil identifikasi (hikmah pada hari akhir).
• Menyampaikan hasil diskusi tentang hikmah pada hari akhir
• Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah)
• Membuat resume dibantu dan dibimbing guru
1.4 Menyakini adanya qadha dan qadar.
2.4 Menunjukkan perilakuberserah diri kepada Allah Swt. yang mencerminkan iman kepada qadha dan qadar.
3.4 Memahami hikmah beriman kepada qadha dan qadar yang dapat membentuk perilaku akhlak mulia.
4.4 Menunjukkan hikmah beriman kepada qadha dan qadar yang dapat membentuk perilaku akhlak mulia.
Hikmah beriman kepada qadha dan qadar • Menyimak penjelasan tentang makna beriman kepada qadha dan qadar.
• Menyimak penjelasan tentang contoh qadha dan qadar.
• Mengamati gambar tentang contoh qadha dan qadar.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang tentang hikmah beriman kepada qadha dan qadar.
• Mengajukan pertanyaan tentang tentangcontoh qadha dan qadar.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang hikmah beriman kepada qadha dan qadar beserta contohnya.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang hikmah beriman kepada qadha dan qadar serta contohnya.
• Menguhubungkan pelajaran tentang contoh qadha dan qadar dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari
• Menyampaikan hasil diskusi tentang hikmah beriman kepada qadha dan qadar serta contoh.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang hikmah beriman kepada qadha dan qadar serta contohnya.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.5 Meyakini bahwa perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga sebagai cerminan dari iman.
2.5 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga.
3.5 Memahami perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga.
4.5 Mencontohkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga. Hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga • Menyimak penjelasan pentingnya memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga secara klasikal atau individual.
• Mengamati gambar/tayangan contoh perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga.
• Mengajukan pertanyaan, misalnya apakah kewajiban kalian kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga?
• Mendiskusikan isi gambar tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga.
• Mendiskusikan isi gambar perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga.
• Mendiskusikan isi gambar perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga.
• Mengidentifikasi berbagai kegiatan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga secara individual atau kelompok.
• Mencontohkan dengan cara bermain peran/simulasi perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga secara individual maupun kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.
1.6 Meyakini bahwa sikap toleran dan simpatik terhadap sesama sebagai cerminan dari iman.
2.6 Menunjukkan sikap toleran dan simpatik terhadap sesama.
3.6 Memahami sikap toleran dan simpatik terhadap sesama sebagai wujud dari pemahaman Q.S. al-Kafirun.
4.6 Menunjukkan sikap toleran dan simpatik terhadap sesama sebagai wujud dari pemahaman Q.S. al-Kafirun. Sikap toleran dan simpatik terhadap sesama • Menyimak penjelasan tentang sikap toleran dan simpatik terhadap sesama.
• Mengamati gambar tentang sikap toleran dan simpatik terhadap sesama.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang sikap toleran dan simpatik terhadap sesama.
• Mengajukan pertanyaan tentang sikap toleran dan simpatik terhadap sesama.
• Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang sikap toleran dan simpatik terhadap sesama.
• Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang sikap toleran dan simpatik terhadap sesama.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap toleran dan simpatik terhadap sesama dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang sikap toleran dan simpatik terhadap sesama.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang sikap toleran dan simpatik terhadap sesama.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.7 Menjalankan kewajiban berzakat sebagai implementasi dari pemahaman rukun Islam.
2.7 Menunjukkan sikap peduli sebagai implementasi dari pemahaman hikmah zakat, infaq dan sedekah sebagai implementasi dari rukun Islam.
3.7 Memahami hikmah zakat, infaq dan sedekah sebagai implementasi dari rukun Islam.
4.7 Menunjukkan hikmah zakat, infaq dan sedekah sebagai implementasi dari rukun Islam. Hikmah zakat, infaq dan sedekah • Menyimak hikmah zakat, infaq dan sedekah secara klasikal atau individual.
• memotivasi siswa bertanya, misalnya: Apa hikmah zakat, infaq dan sedekah?
• Diskusi tentang hikmah zakat, infaq dan sedekah.
• Mengidentifikasi hikmah zakat, infaq dan sedekah.
• Menyimpulkan hasil identifikasi hikmah zakat, infaq dan sedekah.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang hikmah zakat, infaq dan sedekah.
• Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat resume dibantu dan dibimbing guru.
1.8 Meyakini kebenaran kisah Nabi Yunus a.s.
2.8 Menunjukkan sikap tanggung jawab sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Yunus a.s.
3.8 Memahami kisah keteladanan Nabi Yunus a.s.
4.8 Menceritakankisah keteladanan Nabi Yunus a.s.

Kisah keteladanan Nabi Yunus a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Yunus a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Yunus a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Yunus a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Yunus a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Yunus a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Yunus a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Yunus a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Yunus a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Yunus a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.9 Meyakini kebenaran kisah Nabi Zakariya a.s.
2.9 Menunjukkan sikapkasih sayang sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Zakariya a.s.
3.9 Memahami kisah keteladanan Nabi Zakariya a.s.
4.9 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Zakariya a.s. Kisah keteladanan Nabi Zakariya a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Zakariya a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Zakariya a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Zakariya a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Zakariya a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Zakariya a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Zakariya a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Zakariya a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Zakariya a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Zakariya a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.10 Meyakini kebenaran kisah Nabi Yahya a.s.
2.10 Menunjukkan sikappatuh dan taat sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Yahya a.s.
3.10 Memahami kisah keteladanan Nabi Yahya a.s.
4.10 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Yahya a.s. Kisah keteladanan Nabi Yahya a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Yahya a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Yahya a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Yahya a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Yahya a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Yahya a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Yahya a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Yahya a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Yahya a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Yahya a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.11 Meyakini kebenaran kisah Nabi Isa a.s.
2.11 Menunjukkan sikappeduli sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Isa a.s.
3.11 Memahami kisah keteladananNabi Isa a.s.
4.11 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Isa a.s. Kisah keteladanan Nabi Isa a.s. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Isa a.s.
• Mengamati isi kisah Nabi Isa a.s. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Isa a.s.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Isa a.s. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Isa a.s. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Isa a.s.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Isa a.s. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Isa a.s.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Isa a.s.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.12 Meyakini kebenaran kisah Nabi Muhammad saw.
2.12 Menunjukkan sikap semangat dalam belajar sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan Nabi Muhammad saw.
3.12 Memahami kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
4.12 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. Kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. • Menyimak kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Mengamati isi kisah Nabi Muhammad saw. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Muhammad saw.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap Nabi Muhammad saw. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan Nabi Muhammad saw. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Menguhubungkan pelajaran tentang sikap keteladanan Nabi Muhammad saw. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Muhammad saw.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.13 Meyakini kebenaran kisah sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw.
2.13 Menunjukkan sikap peduli sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw.
3.13 Memahami kisah keteladanan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw.
4.13 Menceritakan kisah keteladanan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw. Kisah Keteladanan Nabi Sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw. • Menyimak kisah keteladanan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw.
• Mengamati isi kisah keteladanan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw. yang perlu diteladani (diimplementasikan).
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw.
• Mengajukan pertanyaan tentang contoh-contohsikap teladan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw. yang hendak diteladani.
• Secara kelompok kecil mendiskusikankisah keteladanan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw. (mengidentifikasi).
• Membuat catata hasil diskusi kelompok tentang kisah keteladanan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw..
• Menguhubungkan pelajaran tentangkisah keteladanan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw. dengan perilaku warga sekolah sehari-hari.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw.
• Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku warga sekolah sehari-hari terkait dengan sikap teladan sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw.
• Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru.
1.14 Meyakini kebenaran kisah Ashabul Kahfisebagaimana terdapat dalam al-Qur’ān.
2.14 Menunjukkan sikap teguh pendirian sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Ashabul Kahfi sebagaimana terdapat dalam al-Qur’ān.
3.14 Memahami kisah keteladanan Ashabul Kahfi sebagaimana terdapat dalam al-Qur’ān.
4.14 Menceritakan kisah keteladanan Ashabul Kahfi sebagaimana terdapat dalam al-Qur’ān. Kisah Keteladanan Ashabul Kahfi • Menyimak kisah keteladanan Ashabul Kahfisecara klasikal maupun individual.
• Mengamati gambar contoh keteladanan Ashabul Kahfibaik secara klasikal atau individual.
• Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Ashabul Kahfi
• Mengajukan pertanyaan, misalnya: Siapakah Ashabul Kahfi itu?
• Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Ashabul Kahfi baik secara klasikal maupun kelompok.
• Membuat rumusan hasil diskusi tentang keteladanan Ashabul Kahfi.
• Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Ashabul Kahfi.
• Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Ashabul Kahfisecara individu maupun perwakilan kelompok.
• Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Ashabul Kahfi secara kelompok.
• Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Ashabul Kahfisecara individual atau kelompok.
• Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengonfirmasi, menyanggah).
• Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru.

Demikian tulisan tentang:

Download Silabus Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) Sekolah Dasar (SD)/MI Kelas 1,2,3,4,5,6 Kurikulum 2013 Revisi 2016 pdf

Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu!


InformasiGuru.Com Updated at: 12.24

0 comments:

Posting Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi