Penetapan 1 Syawal 1438 H Tahun 2017

| 21 Juni 2017

Penetapan Awal 1 Syawan 1438 H (Hijriyah) Tahun 2017, MAKLUMAT NOMOR: 01/MLM/I.0/E/2017 TENTANG PENETAPAN HASIL HISAB RAMADAN, SYAWAL, DAN ZULHIJAH 1438 HIJRIAH, Download Maklumat PP Muhammadiyah tentang Penetapan 1 Ramadhan 2017 (1438 H) dan 1 Syawal 2017 (1438 H)

Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1438 Hijriyah 




Pada tanggal 1 Maret 2017 lalu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah secara resmi mengumumkan Penetapan 1 Ramadhan  1438 H (2017 M)  dan 1 Syawal 1438 H (2017 M) melalui Maklumat PP  Muhammadiyah Nomor: 01/MLM/I.0/E/2017 Tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1438 Hijriah.

Di bawah ini merupakan Penetapan 1 Ramadhan  1438 H (2017 M)  dan 1 Syawal 1438 H (2017 M) Versi Muhammadiyah Berdasarkan  Maklumat PP  Muhammadiyah Nomor: 01/MLM/I.0/E/2017:
  1. Penetapan Tanggal 1 Ramadan 1438 H (2017 M) jatuh pada hari Sabtu Pahing, 27 Mei 2017 M.
  2. Penetapan Tanggal 1 Syawal 1438 H  (2017 M) jatuh pada hari Ahad Legi, 25 Juni 2017 M.
  3. Penetapan Tanggal 1 Zulhijah 1438 H   (2017 M) jatuh pada hari Rabu Kliwon, 23 Agustus 2017 M.
  4. Penetapan Tangal 9 Zulhijah 1438 H atau Hari Arafah (2017 M) jatuh pada hari Kamis Pon, 31 Agustus 2017 M.
  5. Penetapan 10 Zulhijah 1438 H  atau  Idul Adha (2017 M) jatuh pada hari Jumat Wage, 1 September 2017 M.
Berikut kami sediakan Link Download Maklumat PP Muhammadiyah tentang Penetapan 1 Ramadhan 2017 (1438 H) dan 1 Syawal 2017 (1438 H), selamat mengunduh



Berikut capture dari Maklumat PP Muhammadiyah tersebut:

Penetapan Awal 1 Syawan 1438 H (Hijriyah) Tahun 2017, MAKLUMAT NOMOR: 01/MLM/I.0/E/2017 TENTANG PENETAPAN HASIL HISAB RAMADAN, SYAWAL, DAN ZULHIJAH 1438 HIJRIAH, Download Maklumat PP Muhammadiyah tentang Penetapan 1 Ramadhan 2017 (1438 H) dan 1 Syawal 2017 (1438 H)

Lantas bagaimana penetapan awal 1 syawal 2017 atau 1438 H versi Kemenag? Kita bersama-sama harus menunggu hasil Sidang Isbat (penetapan) awal Syawal 2017 M (1438H) yang akan digelar 24 Juni 2017.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan memimpin langsung sidang isbat, bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher. Melalui mekanisme sidang isbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan umat muslim Indonesia akan berhari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1438H.

"Sidang isbat awal Syawal akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Juni 2017M di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muhammad Thambrin di Jakarta, Selasa (20/06).

Menurut Muhmamad Thambrin, sidang isbat akan dihadiri  para Duta Besar Negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Sebagaimana isbat awal Ramadhan lalu, proses sidang akan dimulai pukul 17.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal menjelang awal Syawal 1438H. Adapun proses sidang isbatnya, dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

Sidang isbat awal Syawal akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Juni 2017M di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta

"Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab Posisi Hilal awal Ramadan 1438H akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Ramadan 1438H," jelas Kamaruddin.

"Sidangnya tertutup, sebagaimana isbat awal Ramadan dan awal Syawal tahun lalu. Hasilnya disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers setelah sidang," ujar Kamaruddin.

Kamaruddin menambahkan, Kementerian Agama akan menurunkan sejumlah pemantau hilal Ramadan 1438H di seluruh provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari petugas Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota yang bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait setempat.

"Sidang isbat wujud kebersamaan Kemenag dengan Ormas Islam dan instansi terkait penetapan awal bulan qamariyah, terutama Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah," pungkasnya.


InformasiGuru.Com Updated at: 06.00

0 comments:

Posting Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi