Kurikulum Raudhatul Athfal (RA) Berdasarkan Aturan Terbaru 2016

| 24 September 2017

Kurikulum Raudhatul Athfal (RA) (KTSP dan 2013) Berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3489  Tahun 2016

Kurikulum Raudhatul Athfal (RA) (KTSP dan 2013) Berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3489  Tahun 2016






Kurikulum menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), Bab I Pasal I poin 19 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Amanat yang tertuang dalam UU Sisdiknas tersebut juga ditegaskan bahwa kurikulum dikembangkan dengan prinsip keragaman agar memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah dan peserta didik.

Pendidikan bagi anak adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, dan mengasuh serta pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan jamak, dan kecerdasan spritual (Agama).

Di dalam lampiran peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) No. 146 tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dinyatakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) adalah kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).

Artinya kurikulum di tingkat satuan pendidikan termasuk satuan Raudhatul Atfhal dapat diperkaya dengan menambahkan keunggulan lokal/ kekhasan lembaga/mengadopsi kurikulum dari negara lain sehingga sangat memungkinkan adanya karagaman dalam kurikulum operasional yang di kembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Merujuk pada ketentuan tersebut di atas, maka Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan keharusan yang disusun oleh dan dilaksanakan di satuan pendidikan masing-masing.

Permasalahan kurikulum Raudhatul Athfal (RA) diatur secara rinci berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 3489 Tahun 2016 tentang Kurikulum Raudhatul Athfal (RA).

Untuk mempelajarinya, kami menyediakan tautan download Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3489 Tahun 2016 tersebut sebagai berikut:



Berikut adalah kutipan dari Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3489 Tahun 2016:




KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 3489 TAHUN 2016


TENTANG
KURIKULUM RAUDHATUL ATHFAL



DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka penjaminan mutu penyelenggaraan pendidikan pada Raudhatul Athfal agar sesuai dengan standar nasional pendidikan perlu adanya Kurikulum Raudhatul Athfal;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Kurikulum Raudhatul Athfal;


Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2003 No. 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 4301);

2. Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4586);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik indonesia tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor 4496), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2015 Nomor 45 Tambahan Lembaran negara Repiblik Indonesia Nomor 5670);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4769);

5. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang
Pengembangan Anak usia Dini Holistik-Integratif;

6. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang
Kementerian Agama;

7. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor
592) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun
2015 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 348

8. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan tata Kerja Instansi vertikal Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 851);

9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan
Anak usia Dini;

10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
146 tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan
Anak usia Dini;

11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
160 Tahun 2014 Tentang Pemberlakuan Kurikulum
2006 dan Kurikulum 2013;

12. Peraturan Menteri Agama Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah;

13. Keputusan Menteri Agama Nomor 117 Tahun 2014
Tentang Implementasi Kurikulum 2013 di madrasah;

14. Keputusan Menteri Agama Nomor 165 tahun 2014
Tentang Pedoman Kurikulum Madrasah 2013 Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan bahasa Arab;

15. Keputusan Menteri Agama Nomor 207 Tahun 2014
Tentang Kurikulum Madrasah;



MEMUTUSKAN :



Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM TENTANG KURIKULUM RAUDHATUL ATHFAL.

KESATU : Menetapkan Kurikulum Raudhatul Athfal sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
KEDUA : Kurikulum Raudhatul Athfal sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU merupakan pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan Raudhatul Athfal.

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.




Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 20 Juni 2016



DIREKTUR JENDERAL, TTD
KAMARUDDIN AMIN

LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
NOMOR : 3489 TAHUN 2016
TENTANG
KURIKULUM RAUDHATUL ATHFAL




BAB I PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

Bismillahirrahmanirrahiim






Artinya: Niscaya Allah meningkatkan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang memiliki Ilmu ( Q.S. Mujadillah : 11)


Kurikulum menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), Bab I Pasal I poin 19 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Amanat yang tertuang dalam UU Sisdiknas tersebut juga ditegaskan bahwa kurikulum dikembangkan dengan prinsip keragaman agar memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah dan peserta didik.

Pendidikan bagi anak adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, dan mengasuh serta pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak.



Artinya:
“anak dilahirkan dalam keadaan Fitrah orangtuanyalah yang menjadikan
Yahudi, Nasrani atau Majusi”.


Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan jamak, dan kecerdasan spritual (Agama).

Di dalam lampiran peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) No. 146 tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dinyatakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) adalah kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).

Artinya kurikulum di tingkat satuan pendidikan termasuk satuan Raudhatul Atfhal (RA) dapat diperkaya dengan menambahkan keunggulan lokal/ kekhasan lembaga/mengadopsi kurikulum dari negara lain sehingga sangat memungkinkan adanya karagaman dalam kurikulum operasional yang di kembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Merujuk pada ketentuan tersebut di atas, maka Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan keharusan yang disusun oleh dan dilaksanakan di satuan pendidikan masing-masing.


B. Landasan Hukum

1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2015.
5. Peraturan Presiden Nomor 60 Tentang Pengembangan Anak Usia Dini
Holistik–Integratif.
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 146 2014 tentang
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum tahun 2013 pasal 7.


C. Tujuan Pengembangan KTSP

1. Menjadi rujukan bagi satuan pendidikan Raudhatul Atfhal dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang akan dilaksanakan di satuannya.
2. Menjadi panduan bagi pendidik dan kepala satuan Raudhatul Athfal dalam mengembangkan program yang akan dijadikan program layanan di satuan Raudhatul Athfal
3. Menjadi rujukan bagi pembina Raudhatul Athfal di lapangan dalam memberikan pembinaaan dan penyediaan layanan Raudhatul Athfal.


D. Sasaran

1. Pendidik (Guru)
2. Pengelola Satuan Pendidikan
3. Pengawas dan Penilik
4. Pemangku kepentingan dari berbagai unsur


E. Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP

1. Berpusat pada anak
2. Kontekstual
3. Kompetensi dan Dimensi Perkembangan
4. Pembentukan kepribadian
5. Sesuai tahap perkembangan
6. Sesuai cara belajar
7. Holistik Integratif
8. Melalui Bermain
9. Membangun Pengalaman Belajar
10. Konteks Sosial Budaya

1. Berpusat pada anak dengan mempertimbangkan potensi, bakat, minat, perkembangan, dan kebutuhan anak, termasuk kebutuhan khusus. Kurikulum menempatkan anak sebagai pusat tujuan. Kurikulum yang disusun memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan tingkat usia (age appropriateness), selaras dengan potensi, minat dan karakteristik termasuk kebutuhan khusus anak secara individu (individual appropriateness). Kurikulum juga bersifat inklusif dengan mengakomodir kebutuhan dan perbedaan anak baik dari aspek jenis kelamin, sosial, budaya, agama, fisik, maupun psikis, sehingga semua anak terfasilitasi sesuai dengan potensi masing-masing tanpa ada diskriminasi.


2. Kurikulum dikembangkan secara Kontekstual
Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan karakter daerah, kondisi satuan Raudhatul Athfal dan kebutuhan anak. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) bersifat operasional yang memungkinkan pengembangan sesuai dengan karakteristik, visi, misi lembaga masing- masing.


3. Mencakup semua dimensi kompetensi dan program pengembangan Kurikulum disusun untuk mengembangkan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang mencakup semua program pengembangan nilai agama dan moral, fisik-motorik (motorik kasar, motorik halus, kesehatan dan perilaku keselamatan), kognitif (belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis, berpikir simbolik), Bahasa (memahami bahasa reseptif, mengekspresikan bahasa, keaksaraan), sosial-emosional (kesadaran diri, rasa tanggung jawab untuk diri dan orang lain, perilaku prososial), dan seni (kemampuan mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimajinasi dengan gerakan, musik, drama, dan beragam bidang seni lainnya).


4. Program pengembangan sebagai dasar pembentukan kepribadian anak Kurikulum dirancang untuk membangun sikap spritual dan sosial, bukan menjawab tes-tes, ujian, kuis, atau pengetahuan jangka pendek lainnya. Sikap spritual dan sosial yang dimaksud adalah perilaku yang mencerminkan sikap beragama, hidup sehat, rasa ingin tahu, sikap estetis, sikap kreatif, percaya diri, sabar, mandiri, peduli, menghargai dan toleran,
mampu bekerja sama, mampu menyesuaikan diri, jujur, tanggung jawab, rendah hati dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan orang dewasa lainnya di lingkungan rumah, tempat bermain dan satuan pendidikannya.


5. Memperhatikan tingkat perkembangan anak
Kurikulum disusun dengan memperhatikan kesinambungan secara vertikal (antara tujuan pendidikan nasional, tujuan lembaga, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran) dan kesinambungan horizontal (antara tahap perkembangan anak: 4-5 tahun dan usia 5-6 tahun merupakan rangkaian yang saling berkesinambungan)


6. Mempertimbangkan cara anak belajar
Kurikulum mengakomodir pelaksanaan pembelajaran yang memungkinkan anak membentuk pengalaman belajar dengan cara belajar anak. Anak belajar mulai dari dirinya kemudian ke luar dirinya, dari konkrit ke abstrak, sederhana ke kompleks, mudah ke sulit yang di lakukan dengan cara melakukannya sendiri (hands on experience)


7. Holistik- Integratif
Kurikulum mengembangkan semua aspek perkembangan secara seimbang melalui layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, kesejahteraan maupun layanan perlindungan anak. Layanan pedagogis berfokus pada stimulasi perkembangan anak terutama pada stimulasi perkembangan mental-intelektual dan sosial-emosioanal. Layanan kesehatan dan gizi terutama ditujukan untuk membantu pertumbuhan anak. Layanan perlindungan ditujukan untuk memberi dukungan kondisi dan lingkungan yang nyaman dan aman, yaitu bebas dari kecemasan, tekanan dan rasa takut. Untuk melaksanakan layanan holistik-Integratif tersebut, satuan Raudhatul Athfal harus bekerja sama dengan Rumah sakit, Puskesmas, Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), dan Komisi Pelayanan dan Perlindungan Anak Indonesia (KPPAI).


8. Belajar melaui bermain
Proses membangun pengalaman bersifat aktif. Anak terlibat langsung dalam kegiatan bermain yang menyenangkan. Selama bermain anak
menggunakan ide-ide baru mereka, belajar mengambil keputusan, dan memecahkan masalah sederhana.


9. Memberi pengalaman belajar
Penyusunan kurikulum dan pelaksanaannya memberikan pengalaman belajar anak tentang berbagai konsep keilmuan, teknologi, dan seni secara dinamis melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, sesuai dengan tahap perkembangan anak, nilai moral, karakter yang ingin dibangun, dan budaya Indonesia.


10. Memperhatikan dan melestarikan karakteristik sosial budaya
Kurikulum mempertimbangkan lingkungan fisik dan budaya ke dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dilaksanakan untuk membangun kesesuaian antar berbagai hal untuk membentuk konsep baru tentang lingkungan dan norma-norma komunitas di dalamnya. Lingkungan sosial dan budaya berperan tidak sebagai obyek dalam kurikulum tetapi sebagai sumber pembelajaran bagi anak usia dini. Pengenalan sosial budaya sejak usia dini dalam rangka memupuk rasa nasionalisme dan cinta budaya.


F. Acuan Operasional KTSP

Analisis Konteks-------Penyusunan----Pengesahan


Kegiatan :
Menelaah peraturan perundang undangan dan sumber rujukan
Hasil:
Memahami perundang-undangan sebagai dasar pengembangan kurikulum, visi-misi serta tujuan lembaga dan strategi yang akan diterapkan.


1. Analisis Konteks
a. Satuan Raudhatul Athfal membentuk Tim pengembang Kurikulum
Satuan Raudhatul Athfal
b. Tim pengembang kurikulum melakukan analisis konteks dengan mempelajari berbagai dokumen perundangan, kondisi, peluang, dan tantangan yang terkait dengan peserta didik, pendidik, sarana, prasarana, biaya, dan nilai-nilai yang mendasari, serta program yang akan dilakukan.
Beberapa regulasi yang terkait dengan kurikulum adalah:
1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional
2) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
3) Peraturan Pemerintah No.13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
4) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.137 Tahun 2014 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, sebagai pengganti Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No,58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
5) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 146 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
6) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum2013 pasal
7.
7) Buku-buku terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, dan acuan lainnya.


2. Penyusunan Dokumen KTSP Kegiatan :
Menyusun kurikulum oleh tim pengembang KTSP. Tim pengembang yang terdiri dari kepala satuan, pendidik, komite sekolah atau pihak lainnya.
Hasil :
Dokumen KTSP
a. Tim pengembang Kurikulum Satuan RA menyusun draft kurikulum dengan memperhatikan hasil analisis konteks di tahap sebelumnya.
b. Pembahasan draft kurikulum oleh semua Tim Pengembang untuk menelaah kembali kesesuaian kurikulum dengan perundangan dan tujuan lembaga.
c. Tim Pengembang melakukan review dengan memperhatikan masukan dan perbaikan-perbaikan.
d. Satuan RA menetapkan kurikulum Satuan RA
e. Sosialisasi Kurikulum kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, komite satuan/komite orang tua.
3. Pengesahan Dokumen KTSP RA
Mengajukan dokumen KTSP untuk disahkan oleh pejabat di dinas Pendidikan Kabupaten/kota atau pejabat kecamatan yang ditunjuk. Menerapkan dokumen yang telah disahkan oleh pendidik dan tenaga kependidikan di satuan RA yang bersangkutan untuk diterapkan bersama dan sebagai tanggung jawab bersama.
a. Kepala RA mengajukan Kurikulum Tingkat Satuan RA yang sudah ditetapkan oleh RA/Ketua Yayasan Ke Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk disahkan atau setidaknya diketahui.
b. Kementerian Agama Kabupaten/Kota dalam hal ini pejabat yang ditunjuk sesuai dengan kewenangannya untuk menyetujui dokumen kurikulum untuk dapat diterapkan di satuan RA yang bersangkutan.
c. Kepala RA/Pengelola menerapkan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di RA tersebut.


4. Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
A. Dokumen KTSP
KTSP ----- Dokumen 1--- Dokumen 2
Dokumen I di sebut juga dokumen induk berisi: Visi, Misi, Tujuan, Karakteristik Kurikulum, Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran dan Kalender Pendidikan yang berisi Program Tahunan yang ditetapkan di satuan RA.
Dokumen II disebut juga dokumen program yang berisi Program Semester (PROSEM), Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan Harian (RPPH), dan Penilaian Perkembangan anak.
Lampiran terdiri dari Kalender Pendidikan, Standar Operasional
Prosedur (SOP), dan Tata Tertib Satuan RA.


OUTLINE KTSP RA
Naskah akhir KTSP RA yang akan dihasilkan sesuai dengan sistematika sebagai berikut:
Halaman Judul Kata pengantar Lembar Pengesahan Daftar isi
BAGIAN I. PROFIL LEMBAGA
A. Sejarah singkat lembaga RA
B. Struktur Kepengurusan Satuan Lembaga RA (Penyelenggara, Pengelola, guru dan Uraian Tugas)
C. Alamat dan Peta Lokasi Satuan Lembaga RA
D. Status Satuan lembaga RA (izin operasional, akreditasi)


BAGIAN II. DOKUMEN I
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
2. Dasar Operasional Penyusunan KTSP RA
3. Tujuan Penyusunan KTSP RA B. Visi, Misi dan Tujuan Satuan RA
1. Visi Satuan RA
2. Misi Satuan RA
3. Tujuan Satuan RA C. Karakterisrik
D. Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran
E. Kalender Pendidikan dan Program Tahunan
F. Standar Operasional Prosedur


BAGIAN III DOKUMEN II
A. Program Semester
B. Rencana Pelaksanan Program Mingguan
C. Rencana Pelaksanaan Program Harian
D. Penilaian Perkembangan Anak
BAGIAN IV PENUTUP BAGIAN V LAMPIRAN
1. Kalender Pendidikan dan Program Tahunan
2. Program Semester
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
5. Penilaian Perkembangan Anak
6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan anak
7. Dan lain-lain yang dianggap perlu
BAB II
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pengorganisasian muatan kurikulum, kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), dan lama belajar.


B. Muatan Kurikulum

Muatan kurikulum berisi program-program pengembangan, yang terdiri dari: (1) program pengembangan nilai agama dan moral, (2) program pengembangan fisik motorik, (3) program pengembangan kognitif, (4) program pengembangan bahasa, (5) program pengembangan sosial-emosional, dan (6) program pengembangan seni. Program pengembangan dimaksud adalah perwujudan suasana belajar untuk berkembangnya perilaku, kematangan berpikir, kinestetik, bahasa, sosial emosional, dan bahasa melalui kegiatan bermain. Suasana belajar diartikan segala sesuatu yang dapat mendorong minat anak untuk belajar. Anak dapat belajar dengan baik apabila :
1. Orang-orang yang ada di sekitarnya menyenangkan. Guru yang ramah, memperlakukan semua anak secara adil, teman bermain yang saling menerima, komunikasi yang hangat, terbuka, santun, dan terjadi dua arah.
2. Lingkungannya menyenangkan. Tersedia alat main yang memadai, bersih, tertata dengan tepat sesuai dengan pertumbuhan fisik anak, dan dapat digunakan oleh anak sesuai dengan pikirannya. Luas tempat di dalam dan di luar cukup untuk anak dapat melakukan kegiatan dengan nyaman adalah pijakan lingkungan yang sangat mendukung kebebasan anak berkreasi.
3. Proses pembelajaran yang mendukung kebebasan berpikir, tanpa tekanan, sedikit instruksi dan pembatasan dari guru. Guru memberi respon yang tepat saat anak bertanya, memberikan penguatan disaat anak menemukan sesuatu/berhasil melakukan sesuatu, memberikan bantuan saat anak memerlukan.
Terkait dengan pemaparan tersebut :
a. Program pengembangan nilai agama berarti ada guru yang menjadi teladan bagi pengembangan perilaku yang bersumber dari nilai agama
dan moral. Ditunjang dengan lingkungan belajar yang mencerminkan penerapan nilai agama dan moral serta nilai-nilai lain yang berkembang dalam masyarakat. Dilaksanakan dalam proses belajar yang menyenangkan.
b. Program pengembangan fisik-motorik berarti ada guru yang mengerti kebutuhan dan memberikan kesempatan serta dukungan kepada anak untuk bergerak, berlatih motorik kasar dan halus, serta membiasakan menerapkan hidup sehat. Tersedia tempat alat dan waktu yang dapat digunakan anak untuk berlatih kekuatan, kecakapan, kelenturan, koordinasi tubuhnya untuk mencapai kematangan kinestetik dan pembiasaan hidup sehat. Dilaksanakan dalam proses belajar yang menyenangkan.
c. Program pengembangan kognitif berarti ada guru yang mengerti konsep pengetahuan mendasar yang dapat dipelajari anak, memahami cara anak belajar, dan mendukung anak untuk, mencari tahu dan melakukan/mencoba untuk mencari jawaban dari keingintahuannya. Mengoptimalkan setiap ruang, alat bahan dan kejadian yang ada di lingkungan untuk mendoron kematangan proses berpikir anak. Dilaksanakan proses dalam belajar saintifik yang mendorong anak menjadi kritis, analitis, evaluasi dalam setiap tindakan untuk menghasilkan cara mengatasi permasalahannya atau berkreasi.
d. Program pengembangan bahasa berarti ada guru yang menguasai teknik berkomunikasi yang tepat untuk membantu mencapai kematangan bahasa ekspresif dan reseptif. Tersedia tempat sumber, alat dan waktu yang dapat digunakan anak untuk berlatih berbahasa dan mengenal keaksaraan awal. Dilaksanakan dalam proses belajar yang menyenangkan.
e. Program pengembangan sosial-emosional berarti ada guru yang memahami tahapan perkembangan sosial-emosional anak, mendukung berkembangnnya kesadaran mengenal perasaan diri, perasaan orang lain, menjadi contoh berprilaku pro-sosial bagi anak. Terciptanya lingkungan belajar yang membuat anak dapat tumbuh kematangan sosial-emosional melalui proses belajar yang menyenangkan dengan dukungan pendidik.
f. Program pengembangan seni berarti ada guru yang memahami pengembangan seni bagi anak, memberi kesempatan, menyediakan tempat, waktu dan alat yang dapat digunakan anak untuk bereksplorasi,
berekspresi dan mengapresiasi hasil karya dirinya dan orang lain baik dalam bentuk gerakan, musik, drama dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan dalam suasana yang menyenangkan).


C. Kompetensi Inti (KI)

Kemampuan yang diharapkan dicapai anak setelah mengikuti proses pembelajaran yang dirancang melalui kurikulum disebut kompetensi. Kompetensi dalam kurikulum PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) mengacu pada perkembangan anak. Kompetensi Inti PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) merupakan gambaran pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada akhir layanan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) di usia 6 (enam) tahun.
Secara terstruktur kompetensi inti dimaksud mencakup:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan


KI-1 mencerminkan kecerdasan spiritual sebagai sikap kesadaran mengenal agama yang dianutnya. KI-2 mencerminkan kecerdasan sosial- emosional sebagai sikap dan perilaku yang mengenal perasaan diri, orang lain, dan nilai-nilai sosial yang sesuai dengan norma serta budaya yang berlaku. KI-
3 mencerminkan kecerdasan logika matematika, bahasa, natural, dan seni. KI-4 mencerminkan kemampuan praktis yang diharapkan dikuasai anak dalam bentuk hasil karya, gagasan, dan motorik Kompetensi Inti sebagai dasar untuk pengembangan Kompetensi Dasar.
(Lihat Tabel Kompetensi Inti pada Lampiran : Tabel A)


D. Kompetensi Dasar (KD)

Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran tema pembelajaran, dan pengalaman belajar yang mengacu pada Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memerhatikan karakteristik, kemampuan awal anak.
Kompetensi Dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokan Kompetensi Inti sebagai berikut :
1. Kompetensi Dasar Sikap Spiritual (KD-1) dalam rangka menjabarkan KI-1
2. Kompetensi Dasar Sikap Sosial (KD-2) dalam rangka menjabarkan KI-2
3. Kompetensi Dasar Pengetahuan (KD-3) dalam rangka menjabarkan KI-3
4. Kompetensi Dasar Keterampilan (KD-4) dalam rangka menjabarkan KI-4)
(Tabel tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar terdapat di Tabel B)


Memaknai Kompetensi Dasar
KD-1 dan KD-2 berupa sikap dan perilaku yang diharapkan berkembang pada diri anak setelah mendapatkan stimulasi melalui kurikulum yang diterapkan di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA). Pencapaian KD-1 dan KD-2 dilakukan melalui kegiatan rutin yang diterapkan di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) sepanjang hari dan sepanjang tahun dengan pembiasaan dan keteladanan dari pendidik. KD-3 dan KD-4 berupa kemampuan pengetahuan dan keterampilan dikembangkan melalui kegiatan bermain yang terprogram melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang disusun oleh satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).


Apa yang harus dipahami guru dari setiap KD? KD-1. Sikap spiritual
(1.1) Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaan-Nya
Sikap mempercayai adanya Tuhan ditenggarai dengan perilaku anak mengetahui sifat Tuhan sebagai pencipta, mengenal ciptaan- ciptaan Tuhan, mengucapkan kalimat takjub saat melihat ciptaan Tuhan. Upaya yang dapat dilakukan guru diantaranya (1) pembiasaan mengenalkan ciptaan Tuhan yang ada di lingkungan, berupa benda, tumbuhan, orang-orang sebagai ciptaan Tuhan, (2) pembiasaan mengucapkan kalimat takjub melihat ciptaan Tuhan, (3) membiasakan ibadah sehari-hari.


(1.2) Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan.
Sikap menghargai diri orang lain dan lingkungan terlihat dari perilaku anak yang menghormati (toleransi) pada agama orang lain, terbiasa mengucapkan keagungan Tuhan saat melihat ciptaan-Nya, terbiasa merawat kebersihan diri, tidak menyakiti diri atau teman, menghargai teman (tidak mengolok-olok) hormat pada guru dan orang tua, menjaga dan merawat tanaman, binatang peliharaan. Upaya yang dapat dilakukan guru diantaranya: (1) mengenalkan anak dengan
agamanya dan agama teman yang berbeda, (2) membiasakan anak saling menghormati teman saat melaksanakan ibadahnya, (3) membiasakan mengucapkan pujian sesuai dengan agama (misalnya Subhanallah untuk Islam) saat melihat sesuatu yang menakjubkan, (4) mengajak anak mengamati dan mengenal dirinya dengan baik sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang sempurna dan bermanfaat atau berguna bagi orang lain serta lingkungan sekitar, (5) berdiskusi dengan anak untuk menumbuhkan kesadaran bahwa dirinya, orang lain dan lingkungan sekitar adalah mahluk ciptaan Tuhan yang penting dan saling memengaruhi, (6) mengajak anak merawat, memelihara dan mengembangkan dirinya, orang lain dan lingkungan sekitar sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, (7) Anak diajak memikirkan apa yang akan dirasakannya bila salah satu fungsi alat-alat tubuh sakit atau tidak ada. Anak juga diajak merasakan apa yang dirasakan jika tidak ada tumbuhan, tidak ada binatang dan lainnya, (8) pembiasaan mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan atas diri, orang lain dan lingkungan yang bermanfaat, (9) pembiasaan menghargai keberadaan orang lain (orang tua, keluarga, teman), (10) pembiasaan menyayangi binatang.


KD-2 Sikap Sosial
2.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat.
Sikap hidup sehat tercermin dari kebiasaan anak makan-makanan bergizi seimbang, merawat kebersihan dari seperti; Mencuci tangan, menggosok gigi, mandi, berpakaian bersih, menjaga kebersihan lingkungan seperti; membuang sampah, menyayangi tanaman, menjaga keselamatan diri seperti; melindungi diri dari percobaan kekerasan, menghindari dari tempat dan benda berbahaya.
Upaya yang dapat dilakukan guru, diantaranya: (1) mengenalkan dan membiasakan anak makan makanan bergizi seimbang, (2) mencuci tangan yang benar, (3) menggosok gigi, (4) mandi, (5) berpakaian bersih, (6) membuang sampah, (7) menyayangi tanaman, (8) melindungi diri dari percobaan kekerasan, (9) menjaga keamanan diri dari orang, tempat dan benda berbahaya.


2.2. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap ingin tahu.
Sikap ingin tahu ditenggarai dengan kebiasaan anak yang selalu tertarik dan mencoba pada sesuatu yang baru atau yang belum biasa dia
lihat (eksploratif ), aktif bertanya, berusaha mencoba atau melakukan sesuatu untuk mendapatkan jawaban. Anak tumbuh rasa ingin tahunya, terpelihara rasa ingin tahunya, dan dapat mewujudkan rasa ingin tahunya bila didukung oleh lingkungan yang tepat.
Upaya yang dapat dilakukan guru untuk menumbuhkan dan memelihara rasa ingin tahu anak dengan cara: (1) membiasakan untuk mengamati, (2) memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan sesuatu dengan berbagai cara, (3) merangsang anak untuk bertanya, (4) mendorong anak untuk selalu mencoba (5) mempelajari sesuatu lebih mendalam, (6) memfasilitasi kegiatan yang dapat menarik minat untuk belajar.


2.3. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kreatif.
Sikap kreatif pada anak ditunjukkan pada kebiasaan anak yang memiliki daya cipta, banyak gagasan, selalu aktif untuk melakukan sesuatu, berupaya untuk mengatasi masalah yang ditemuinya, memiliki inisiatif dalam bermain, berani menghadapi tantangan, senang melakukan hal-hal baru, tidak puas bila selalu mengulang hal yang sama, menggunakan benda atau bahan belajar untuk membuat sesuatu yang baru, selalu, optimis, senang menerapkan pengetahuan dan pengalaman dalam situasi atau sesuatu yang baru.
Upaya yang dapat dilakukan guru adalah sebagai berikut: (1) Pendidik menyediakan alat dan bahan yang dapat digunakan dengan berbagai cara, (2) membolehkan anak untuk bermain dengan caranya sendiri, (3) tidak banyak memberi instruksi dan pembatasan pada saat anak beraktivitas dan berkarya, (4) membolehkan anak mencoba mengatasi masalah yang dihadapinya, dan (5) menghasilkan karya yang berbeda dari biasanya.


2.4. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis.
Sikap estetis nampak pada perilaku anak yang peduli dan menghargai keindahan diri sendiri, karya sendiri atau orang lain, alam dan lingkungan sekitar, senang menjaga kerapihan diri, menjaga kerapihan dan kebersihan saat berkarya, dan menghargai hasil karya baik dalam bentuk gambar, lukisan, pahat, gerak, atau bentuk seni lainnya, merawat kerapihan, kebersihan dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya.
Upaya yang dapat dilakukan guru diantaranya (1) membiasakan anak menjaga kebersihan dan kerapihan badan dan baju, (2) merapikan semua barang yang dimilikinya sebelum pulang, (3) mencoba merapikan kembali alat main yang sudah digunakannya, (4) menjaga kerapihan dan kebersihan pada hasil karyanya, (5) mengajak anak mendengarkan dan menikmati alunan lagu, (6) membiasakan ikut serta dalam menata lingkungan, (7) mengajak anak untuk menilai keindahan alam dan lingkungan sekitar, (8) tampil di depan teman, guru, orang tua dan lingkungan sosial lainnya, berani mengemukakan pendapat, menyampaikan keinginan, berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal sebelumnya dengan pengawasan guru, bangga menunjukkan hasil karya, senang ikut serta dalam kegiatan bersama,tidak berpengaruh pada penilaian orang tentang dirinya. Sikap percaya diri modal dasar bagi keberhasilan anak di masa depan.


2.5. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri.
Sikap percaya diri anak ditunjukkan dengan perilaku anak yang tidak ragu menyapa guru saat penyambutan, berani tampil di depan teman, guru, orang tua, dan lingkungan sosial lainnya, berani mengemukakan pendapat, berani menyampaikan keinginan, berani berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal sebelumnya dengan pengawasan guru, bangga menunjukkan hasil karya, senang ikut serta dalam kegiatan bersama, tidak berpengaruh pada penilaian orang tentang dirinya. Upaya yang dapat dilakukan guru diantaranya: (1) membiasakan untuk menghargai pendapat anak, (2) menghargai hasil karya anak tanpa dibandingkan dengan teman lainnya, (3) memberikan kesempatan kepada anak untuk tampil menunjukkan kemampuan dan hasil karyanya, (4) memberi kesempatan anak untuk melakukan sendiri bila anak tidak minta bantuan.


2.6. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap taat terhadap aturan sehari- hari untuk melatih kedisiplinan.
Sikap taat terhadap aturan ditunjukkan dengan perilaku anak yang mengetahui akan haknya, bersedia mengikuti aturan secara sadar tanpa paksaan, mampu mengatur diri sendiri, tidak marah ketika diingatkan aturan oleh temannya, mengingatkan temannya bila bertindak tidak sesuai aturan.
Upaya yang dapat dilakukan oleh guru diantaranya; (1) membiasakan membuat aturan bersama anak, (2) membiasakan mengulang aturan main bersama anak, (3) mengingatkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak, (4) mengingatkan kembali aturan pada anak yang bertindak tidak sesuai aturan, (5) menerapkan aturan secara konsisten agar menjadi pembiasaan sehingga terbentuk perilaku anak sesuai dengan yang diharapkan.


2.7. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sabar (mau menunggu giliran, mau mendengar ketika orang lain berbicara) untuk melatihkedisiplinan.
Sikap sabar terlihat pada perilaku anak yang menunjukkan kesediaan diri untuk menahan diri, bersikap tenang, tidak lekas marah dan dapat menunda keinginan, sikap mau menunggu giliran, mau mendengarkan ketika orang lain berbicara, tidak menangis saat berpisah dengan ibunya, tidak mudah mengeluh, tidak tergesa-gesa, selalu menyelesaikan gagasannya hingga tuntas, dan berusaha tidak menyakiti atau membalas dengan kekerasan.
Upaya yang dapat dilakukan guru diantaranya; (1) membiasakan anak untuk mengantri, (2) membiasakan memperlakukan anak dengan kasih sayang dan lembut, (3) membiasakan mendukung perilaku sabar yang mulai ditunjukkan anak, (4) membiasakan mengajak anak untuk melakukan alternatif kegiatan saat menunggu giliran, (5) membiasakan melatih anak mengungkapkan emosi secara wajar disaat marah dengan tidak berteriak atau menangis.


2.8. Memiliki perilaku yang mencerminkan kemandirian.
Sikap mandiri ditunjukan dengan perilaku anak yang tidak bergantung pada orang lain, terbiasa mengambil keputusan secara mandiri, merencanakan, memilih, memiliki inisiatif untuk belajar atau melakukan sesuatu tanpa harus dibantu atau dengan bantuan seperlunya.
Upaya yang dapat dilakukan oleh guru diantaranya; (1) memberikan kepercayaan pada anak untuk berpendapat, (2) membiasakan anak untuk menentukan tempat bermain sendiri, (3) membiasakan melakukan kegiatan gosok gigi, makan, menyiapkan baju, sepatu dan tas, membereskan alat main sendiri atau dengan sedikit bantuan bila diperlukan.
2.9. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli dan mau membantu jika diminta bantuannya.
Sikap peduli ditunjukkan dengan perilaku anak yang mengetahui perasaan temannya dan meresponnya secara wajar, mau berbagi dengan orang lain, menghargai hak/pendapat/karya orang lain, terbiasa mengindahkan dan memperhatikan kondisi teman, mau menemani teman melakukan kegiatan bersama, senang menawarkan bantuan pada teman atau guru, peka untuk membantu orang lain yang membutuhkan, mampu menenangkan diri dan temannya dalam berbagai situasi, senang mengajak temannya untuk berkomunikasi, bereaksi positif kepada semua temannya.
Upaya yang dapat dilakukan guru diantaranya, (1) memberitahu anak situasi yang perlu dibantu (misalnya: ooo... ada banyak sampah disini teman-teman, lihat ada lalat datang, ayoo apa yang harus kita lakukan?), (2) membiasakan menawarkan bantuan kepada anak bila mereka terlihat memerlukannya, (3) mengajak anak untuk memberi bantuan pada teman, (4) mencontohkan untuk selalu terlibat dalam merawat kebersihan dan keindahan lingkungan, (5) menjaga alat main di dalam maupun di luar
ruangan, (6) membiasakan mengabsen secara partisipatif (misalnya “coba
lihat apakah semua teman kita sudah hadir disini?”), (7) membiasakan menanyakan mengapa temannya tidak hadir, (8) membiasakan berbagi makanan jika ada teman yang tidak bawa bekal, (9) membiasakan menenangkan teman yang menangis, (10) membiasakan mengajak anak-anak untuk menengok teman yang sakit, dan (7) membiasakan untuk bersedekah.


2.10. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap menghargai dan toleran kepada orang lain
2.11. Memiliki perilaku yang dapat menyesuaikan diri.
Sikap mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan nampak dari Perilaku anak yang mudah menyesuaikan diri dengan berbagai situasi, memperlihatkan kehati-hatian terhadap orang dewasa yang belum dikenal, bersikap kooperatif dengan teman, menggunakan cara yang diterima secara sosial dalam menyelesaikan masalah, dapat mengikuti kegiatan transisi, tetap tenang saat berada di tempat baru dengan situasi baru misalnya saat bertamu, berada di pusat perbelanjaan, atau
saat bertemu dengan guru baru, menyesuaikan diri dengan cuaca dan kondisi alam.
Upaya yang dapat dilakukan oleh guru diantaranya: (1) pembiasaan melakukan penyambutan anak sesuai 5S 1R (senyum, salam, sapa, sopan, santun, dan ramah), (2) membiasakan menata kegiatan main yang bervariasi, (3) membiasakan menata ruang dan alat main yang dapat diperkirakan atau dikenal anak, (4) menyusun kegiatan harian yang bersifat rutin dan dinamis, (5) membangun kerekatan antara lingkungan dengan anak sehingga anak merasa tidak asing dengan situasi di PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA), (6) Menyampaikan jadwal kegiatan bila ada perubahan dari yang biasanya untuk membantu anak lebih tenang dan siap mengikuti kegiatan yang berbeda/berubah, (7) Mendiskusikan perilaku yang diharapkan dari anak sebelum memasuki kegiatan baru, (8) Membiasakan untuk menyiapkan hal-hal khusus pada setiap perubahan cuaca dan kondisi alam.


2.12. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap tanggung jawab.
Sikap tanggung jawab terlihat pada perilaku anak yang menunjukkan bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan diri sendiri, kesediaan diri untuk menerima konsekuensi atau menanggung akibat atas tindakan yang diperbuat baik secara sengaja maupun tidak disengaja, mau mengakui kesalahan dengan meminta maaf, merapihkan/membereskan mainan pada tempat semula, mengerjakan sesuatu hingga tuntas, mengikuti aturan yang telah ditetapkan, senang menjalankan kegiatan yang jadi tugasnya (misalnya piket sebagai pemimpin harus membantu menyiapkan alat makan, dst).
Upaya yang dapat dilakukan oleh guru diantaranya: (1) mengenalkan dan membiasakan anak untuk melakukan kegiatan secara fokus, (2) meminta anak untuk melakukan kegiatan hingga tuntas, (3) membantu anak untuk melakukan tugasnya, (4) mencontohkan untuk menyimpan dan merawat milik sendiri ataupun milik satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA), (5) menghargai anak yang berani mengakui kesalahan, (6) memberi selamat kepada anak yang berhasil menyelesaikan tugas hingga tuntas, (6) membiasakan untuk melaksanakan aturan yang sudah ditetapkan.


2.13. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur.
Sikap jujur tercermin dari perilaku anak yang berbicara sesuai fakta, tidak curang dalam perkataan dan perbuatan, tidak berbohong,
menghargai kepemilikan orang lain, mengembalikan benda yang bukan haknya, mengerti batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan, terus terang, anak senang melakukan sesuatu sesuai aturan atau kesepakatan, dan mengakui kelebihan diri atau temannya.
Upaya yang dapat dilakukan guru diantaranya: (1) membiasakan berkata benar, (2) membiasakan menepati janji, (3) mendiskusikan perilaku baik dan kurang baik dengan anak, (4) mendiskusikan bila ada anak yang tidak dapat berkata jujur, (5) menanggapi secara positif ketika anak berkata jujur dan melakukan hal-hal yang benar.


2.14. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap rendah hati dan santun kepada orang tua, guru, dan teman.
Sikap rendah hati dan santun tercermin dari perilaku anak yang tidak angkuh, ramah menyapa siapapun, bermuka riang saat berbicara dengan siapapun, tidak suka melebih-lebihkan diri sendiri, berbicara dengan santun dan suara lembut, sederhana, tenang, tidak pamer, memiliki sikap terbuka, tidak ingin menang sendiri, sopan dan hormat pada siapapun, menghargai teman dan orang yang lebih tua usianya.
Upaya yang dapat dilakukan guru diantaranya: (1) dengan membiasakan anak mengucapkan kata-kata santun seperti terima kasih, maaf, permisi dan tolong dengan cara yang sopan, (2) menegur bila ada yang mengejek atau mencela teman, (3) mencontohkan untuk selalu menghargai hasil karya orang lain, (4) mencontohkan perilaku yang menghargai bantuan orang lain dengan mengucapkan kata terima kasih, (5) membiasakan anak untuk mendengarkan saat orang lain bicara, sabar menunggu giliran untuk berbicara atau mengemukakan pendapat, (6) membiasakan mengucapkan salam saat bertemu dan saat berpisah, (7) mengenalkan dan membiasakan berkata dan bersikap sopan pada teman, guru, dan orang tua. (8) mencontohkan selalu meminta maaf bila berbuat salah, berterima kasih bila dibantu, (9) menghargai semua teman dan tidak suka mengolok-olok atau jahil pada teman.


KD-3 dan KD 4 Pengetahuan dan Keterampilan
KD3 mengembangkan kemampuan pengetahuan dimana anak mengenal berbagai pengetahuan mendasar yang terkait dengan kehidupannya sehari-hari, sedangkan KD 4 penekanannya pada kemampuan keterampilan yang terkait dengan pengetahuan yang sudah didapatkannya. KD 3 dan KD 4
untuk anak usia dini tidak didapat dipisahkan, karena disaat anak menunjukkan keterampilan tertentu menggambarkan pula pengetahuan yang ia miliki. Karenanya dalam membangun pemahaman materi kedua kompetensi dasar tersebut selalu dipasangkan.


3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari
4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntutan orang dewasa Memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait dengan kegiatan beribadah sehari-hari sesuai dengan agama masing-masing anak meliputi doa-doa (doa sebelum dan sesudah belajar, doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum dan bangun tidur, doa untuk kedua orang tua), mengenal ibadah sehari-hari, mengenal hari-hari besar agama dan ibadah yang terkait dengan hari besar tersebut, tempat ibadah, dan tokoh-tokoh
keagamaan sesuai agamanya.
Upaya yang dapat dilakukan guru antara lain: (1) mencontohkan tata cara berdoa, (2) mengenalkan doa-doa, (3) mempraktikkan berdoa, tertib dan teratur, sehingga anak mampu mengikuti kegiatan ibadah dengan atau tanpa tuntunan dari guru.


3.2 Mengenal perilaku baik sebagai cerminan akhlak mulia
4.2 Menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia
Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang perilaku baik dan santun disesuaikan dengan agama dan adat setempat, misalnya tata cara berbicara secara santun, cara berjalan melewati orang tua, cara meminta bantuan, cara menyampaikan terima kasih setelah mendapatkan bantuan, tata cara berdoa, tata cara makan, tata cara memberi salam, cara berpakaian, mau membantu teman, orang tua, dan guru.
Upaya yang dapat dilakukan oleh guru diantaranya: (1) mengajak anak berdiskusi tentang sikap akhlak mulia sesuai pengetahuan anak, (2) menceritakan tokoh yang berperilaku baik dan tidak baik, (3) mendiskusikan perilaku yang disenangi dan tidak disenangi oleh teman- temannya. (4) mencontohkan tata cara sopan santun dalam berbagai aktivitas, (5) mengajak anak menggunakan kata maaf, terima kasih atau permisi dengan atau tanpa bimbingan guru lagi


3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk pengembagan motorik kasar dan motorik halus
4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus
Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang anggota tubuh dan fungsinya, termasuk mengenal nama anggota tubuh, fungsi anggota tubuh, cara merawat, kebutuhan untuk menjadi anggota tubuh tetap sehat, dapat melakukan berbagai gerakan terkoordinasi secara terkontrol, seimbang, dan lincah untuk melatih motorik kasar dalam kekuatan, kestabilan, keseimbangan, kelenturan, dan kelincahan. Kegiatan untuk latihan motorik kasar antara lain merangkak, berjalan, berlari, merayap, berjinjit, melompat, meloncat, memanjat, bergelantungan, menendang, berguling dengan menggunakan gerakan secara terkontrol, seimbang dan lincah dalam menirukan berbagai gerakan yang teratur (misal: senam dan tarian dll). Keterampilan motorik halus untuk melatih koordinasi mata dan tangan, kelenturan pergelangan tangan, kekuatan dan kelenturan jari-jari tangan, melalui kegiatan antara lain; meremas, menjumput, meronce, menggunting, menjahit, mengancingkan baju, menali sepatu, menggambar, menempel, makan. Dapat mengikuti permainan dengan aturan, terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam melakukan sesuatu.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) mengajak anak untuk mengamati, mengenali bagian-bagian anggota tubuh, (2) mengajak anak melakukan gerakan motorik kasar dengan bermain tradisional seperti ular-ularan, ayam dan elang, senam irama, senam dengan alat, bermain bola tangan, bola kaki, bola keranjang, dll., (3) mengajak anak melatih motorik halus melalui kegiatan menari, bermain playdough, membentuk dengan tanah liat, mencocok, menggunting bentuk, melukis, menggambar, bermain pasir, bermain air, dll.


3.4 Mengetahui cara hidup sehat
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat
Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang cara merawat kebersihan diri (misal: mencuci tangan, merawat gigi, mulut, telinga, hidung, olahraga, mandi 2x sehari; memakai baju bersih), memilih makanan dan minuman yang sehat, makanan yang diperlukan tubuh agar tetap sehat, cara menghindarkan diri dari kekerasan termasuk kekerasan seksual (melindungi anggota tubuh yang terlarang: mulut, dada, alat kelamin, pantat; waspada terhadap orang asing/tidak dikenal), cara
menjaga keamanan diri dari benda berbahaya (pisau, listrik, pestisida, kendaraan saat di jalan raya), cara menggunakan toilet dengan benar tanpa bantuan, kebiasaan-kebiasaan buruk yang merusak kesehatan (makan permen, nonton tv jangka waktu lama,makan kekenyangan, tidur larut malam, dll).
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) mengajak anak mempraktikan pengetahuan dalam kegiatan nyata sehingga anak mampu melakukan sendiri maupun dengan bantuan, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilih dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih, sehat, dan bergizi, menolong diri sendiri (mandi, makan, memakai baju, dll), (2) menjaga keselamatan diri (misalnya berjalan ditepi, berpengangan tangan ke orang tua saat menyeberang jalan, dsb), (3) selalu menempatkan semua anak dalam jangkauan penglihatan guru, (4) semua ruangan dipastkan dalam jangkauan dan pengawasan guru.


3.5. Mengetahui cara memecahkan masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif
4.5. Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif
Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif, ditandai dengan sikap yang kritis, logis, terbuka, percaya diri, berani bertindak sesuai dengan pikirannya sendiri, dan mengetahui apa yang ingin dituju sehingga anak menyadari adanya masalah, mengetahui penyebab masalah, mempunyai gagasan dalam mengatasi masalah (misalnya memakai jaket hujan saat mau keluar dalam kondisi hujan), mau mencoba dengan berbagai cara untuk mengatasi masalah dengan caranya sendiri.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya diawali dengan mengajak anak untuk: (1) mengenali masalah, (2) memberi kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dengan caranya sendiri, (3) memberi dukungan kepada anak setiap ia mecoba mengatasi masalahnya, (4) menghargai setiap usaha yang dilakukan anak, (5) mengajak anak
dialog dengan menggunakan pertanyaan terbuka (mengapa ….,
bagaimana…., apa yang terjadi bila…., jika….., dst) untuk merangsang/memunculkan kemampuan anak mengenal masalah sederhana dan mencari solusi secara kreatif. Pertanyaan tersebut dapat dilontarkan kepada anak saat mereka sedang bermain untuk meningkatkan dan memperluas gagasan bermainnya. Disaat anak
mengemukakan pikirannya untuk mengatasi masalah tersebut sudah terbangun dasar kemampuan memecahkan masalah dengan ktreatif.


3.6 Mengenal benda-benda di sekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)
4.6 Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda disekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya) melalui berbagai hasil karya
Memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait dengan benda- benda di sekitar anak. Benda-benda di sekitar sebagai alat permaian untuk membangun pengetahuan anak tentang: warna, bentuk dua dimensi (persegi, segi tiga, bulat, segi panjang), bentuk tiga dimensi (kubus, balok, limas, tabung), ukuran (panjang-pendek, besar-kecil, berat- ringan, sebentar-lama), bilangan (satuan, puluhan), tekstur (kasar-halus, keras-lunak), suara (cepat-lambat, keras-halus, tinggi-rendah), pengelompokkan (berdasarkan warna, bentuk, ukuran, fungsi, warna- bentuk, warna-ukuran, ukuran-bentuk, warna-ukuran-bentuk), seriasi (kecil-sedang-besar, sangat kecil-lebih kecil-kecil-besar-lebih besar-paling besar), AB-AB, ABC-ABC, AAB-AAB).
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) mengajak anak mengenal nama, warna, bentuk, ukuran, tekstur, suara, sifat, fungsi, dan ciri-ciri benda/obyek yang ada di lingkungan sekitar batu, daun, ranting, alat makan, dst) untuk digunakan bermain matematika, seperti membilang, mengukur, mengelompokkan, mengurutkan, membandingkan, menyusun pola, membuat grafik, membuat seriasi, (2) memberikan dukungan saat anak menggunakan beragam alat, benda dan bahan dengan menyebutkan, membedakan, menyamakan, mengelompokkan, menyusun pola, mengurutkan, membandingkan bentuk, ukuran, warna, besar-kecil, banyak-sedikit, panjang-pendek berat- ringan, tinggi-rendah baik disampaikan melalui lisan, menggunakan benda langsung, melalui gerakan, maupun melalui hasil karyanya. (3) memfasilitasi kegiatan yang beragam dengan melibatkan anak secara aktif untuk membangun pengetahuan dan keterampilan tentang pengenalan benda -benda disekitarnya.


3.7 Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi)
4.7 Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll tentang lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi)
Merupakan pengetahuan dan keterampilan mengenai lingkungan sosial yang terkait tentang kehidupan dan dinamika masyarakat. Misalnya tentang keluarga (hubungan dalam keluarga, peran, kebiasaan, garis keturunan, dst), teman (nama, ciri-ciri, kesukaan, tempat tinggal dst), lingkungan geografis (pedesaan/ pantai/pegunungan/kota), kegiatan orang-orang (di pagi/sore hari, dst), pekerjaan (petani, buruh, guru, dll), budaya (perayaan terkait adat, pakaian, tarian, makanan, dst), tempat- tempat umum (sekolah, pasar, kantor pos, kantor polisi, terminal, dst), berbagai jenis transportasi (transportasi darat, air, udara, transportasi dahulu, dan sekarang).
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) mengajak anak mengamati langsung apa yang ada di lingkungannya, (2) mengajak anak serta mendorong anak menuangkan pengetahuannya ke dalam berbagai bentuk karya dan anak menyampaikan hasil karyanya.


3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah,air, batu- batuan, dan lain-lain)
4.8 Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, tentang lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)
Pengetahuan dan keterampilan mengenal lingkungan alam Indonesia yang dapat menjadi sumber belajar yang sangat kaya dan menguntungkan untuk dikenalkan pada anak. Berbagai pengetahuan tentang hewan, misalnya: jenis (nama, ciri-ciri, bentuk), berdasarkan lingkungan hidup (darat, udara, air), makanan (herbivore, omnivore, carnivore), kelompok hidup (hewan ternak/peliharaan/buas), tanaman dikenalkandengan jenis (tanaman darat/air, perdu/batang, buah/hias/kayu, semusim/tahunan) bermacam bentuk dan warna daun dan bermacam akar), berkembang biak (biji/stek/cangkok/beranak/membelah diri/daun), cara merawat tanaman, dst, gejala alam (angin, hujan, cuaca, siang-malam, mendung, siklus air, dst), tanah, batu, dst. Upaya yang dilakukan guru diantaranya :
(1) Memberikan kesempatan anak untuk bereksplorasi dengan berbagai media yang ada di alam sekitarnya sehingga anak dapat membangun pengetahuannya sendiri dengan pendekatan saintifik.
(2) Menggunakan berbagai jenis tanaman dan binatang sebagai tema belajar.
(3) Memfasilitasi proses membangun pengetahuan dan keterampilan melalui bermain yang diwujudkan dalam berbagai bentuk karya seperti nyanyian, puisi, gambar, lukisan, lipatan
(4) Mengenalkan tata cara ibadah dst.


3.9 Mengenal teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)
4.9 Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya
Pengetahuan dan keterampilan mengenai berbagai benda dan alat yang biasa digunakan anak atau keluarganya sehari-hari termasuk ke dalam pengetahuan tentang teknologi. Pengetahuan teknologi mencakup nama benda, bagian-bagian benda, fungsi, cara menggunakan secara tepat, dan cara merawat. Alat dan benda yang dimaksud dapat berupa peralatan sekolah, perabot rumah tangga, perkakas kerja, peralatan elektronik, barang-barang bekas pakai, cara menyusun benda berdasarkan seriasi ukuran, warna, dll.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) memberikan kesempatan anak untuk bereksplorasi dengan berbagai alat dan bahan main berupa benda-benda bermuatan teknologi sederhana sehingga anak dapat membangun pengetahuannya sendiri dengan pendekatan saintifik. (2) menggunakan alat-alat tersebut sebagai alat permainan edukatif secara benar.


3.10 Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)
4.10 Menunjukka kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan membaca) Kemampuan bahasa reseptif anak ditunjukkan dengan perilaku
yang: menjawab dengan tepat ketika ditanya, merespon dengan tepat saat mendengar cerita atau buku yang dibacakan guru, melakukan sesuai yang diminta, menceritakan kembali apa yang sudah didengarnya.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya dengan mengembangkan kemampuan bahasa reseptif tersebut dengan cara: (1) mengajak anak berbicara, (2) bercerita, (3) membacakan buku, (4) serta meminta anak untuk menceritakan kembali.


3.11 Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
4.11 Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
Anak memiliki kemampuan berbahasa ekspresif ketika ia mampu mengugkapkan keinginannya, menceritakan kembali, bercerita tentang apa yang sudah dilakukannya, mengungkapkan perasaan emosinya dengan melalui bahasa secara tepat.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya :(1) memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan ide gagasan dan pendapatnya, (2) mengomuikasikan hasil pengalaman bermannya, dan (3) membiasakan anak menceritakan pengalaman mainnya sebelum kegiatan penutup.



3.12 Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
4.12 Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya
Kemampuan keaksaraan awal anak dimulai sejak anak mengenal warna, bentuk, membaca gambar, membaca simbol, menjiplak huruf, mengenali huruf awal di namanya, menuliskan huruf-huruf namanya, menuliskan pikirannya walaupun hurufnya masih terbalik atau tidak lengkap, mengucapkan kata yang sering diulang-ulang tulisannya pada buku cerita, mengeja huruf, membaca sendiri, hubungan bunyi dengan huruf, menyebutkan nama bilangan bisa ditunjukkan angka.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) membangun kemampuan keaksaraan awal pada anak melalui bermain dengan menyediakan alat tulis di setiap kegiatan pada setiap harinya, (2) mengajak anak membaca buku, (3) bermain kartu huruf, (4) memancing huruf namanya, (5) mencetak huruf-huruf, dan banyak lagi.


3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri secara wajar
Pengetahuan dan keterampilan tentang perasaan dirinya, misalnya memahami penyebab sedih, marah, gembira, kecewa, atau mengerti jika ia menganggu temannya akan marah, jika dia membantu temannya akan senang, jika bermain dapat mengendalikan emosi dan saling berbagi.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) membiasakan anak bermain dalam kelompok, (2) menengahi secara adil ketika anak berselisih paham/bertengkar, (3) mengajak anak mendiskusikan perasaan diri dan orang lain, (4) membacakan buku cerita lalu dikaitkan dengan perasaan anak, (5) memberikan kesempatan pada anak untuk menunjukkan reaksi emosinya mulai saat anak datang sampai pulang yang dianjurkan melalui bahasa.


3.14 Mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri
4.14 Mengungkapkan kebutuhan, keinginan dan minat diri dengan cara yang tepat
Pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri sendiri, misalnya dengan cara: mengungkapkan apa yang dirasakannya (lapar ingin makan, kedinginan memerlukan baju hangat, perlu payung agar tidak kehujanan, kepanasan, sakit perut perlu obat), memilih kegiatan main yang ditawarkan, mengambil makanan sesuai kebutuhan, menggunakan alat main sesuai dengan gagasan yang dimilikinya, membuat karya sesuai dengan gagasannya, dst.
Upaya yang dilakukan guru diantaranya: (1) memberikan kesempatan pada anak untuk menyampaikan ide gagasan, (2) menyediakan berbagai kegiatan bermain, (3) melakukan penilaian otentik secara tepat sehingga kebutuhan, keinginan dan minat diri anak dapat teridentifikasi dan terpenuhi, (4) memberi kebebasan anak menggunakan alat sepanjang sesuai dengan fungsi alat tersebut.


3.15 Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni
4.15 Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media
Merupakan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenal Berbagai hasil karya dan aktivitas seni gambar dan lukis, seni suara, seni musik, karya tangan dan lainnya. Upaya yang dilakukan guru diantaranya dengan memberikan kesempatan anak untuk bermain bereksplorasi dengan berbagai bahan dan alat main untuk membuat berbagai hasil karya seni.
Pemetaan Lingkup Perkembangan dan Kompetensi Dasar
Karakteristik Kurikulum 2013 salah satunya dikembangkan dengan berdasar pada pendekatan standard dan pendekatan kompetensi. Pada implementasinya keduanya menjadi luluh karena saling terkait satu dengan lainnya.
Beberapa hal yang perlu dipertegas dalam pedoman ini adalah pemahaman lingkup perkembangan dengan komptensi dasar dalam kurikulum. Sesungguhnya aspek perkembangan pencapaian perkembangan dalam STPPA terjabarkan ke dalam Kompetensi Dasar sebagai berikut.


E. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan (STPP)

Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi perkembangan anak yang mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.


a. Nilai-nilai agama dan moral

Mengenal agama yang dianut, mengerjakan ibadah, berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengetahui hari besar agama, dan menghormati (toleransi) agama orang lain. Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaanNYA
1.2 Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan
2.1 Memiliki Perilaku yang mencerminkan sikap jujur
3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari
4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa
3.2 Mengenal perilaku baik dan santun sebagai cerminan akhlak mulia
4.2 Menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia


b. Fisik Motorik

1) Motorik Kasar: memiliki kemampuan gerakan tubuh secara terkoordinasi, lentur, seimbang, dan lincah serta mengikuti aturan.
2) Motorik Halus: memiliki kemampuan menggunakan alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk.
3) Kesehatan dan Perilaku Keselamatan: memiliki berat badan, tinggi badan, lingkar kepala sesuai usia serta memiliki kemampuan untuk berperilaku hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap keselamatannya.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat
3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk perkembangan motorik kasar dan motorik halus
4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus.
3.4 Mengetahui cara hidup sehat
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat


c. Kognitif

1) Belajar dan Pemecahan Masalah: mampu memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan diterima sosial dan menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru.
2) Berfikir logis: mengenal berbagai perbedaan, klasifikasi, pola, berinisiatif, berencana, dan mengenal sebab akibat.
3) Berfikir simbolik: mengenal, menyebutkan, dan menggunakan lambang bilangan 1-10, mengenal abjad, serta mampu merepresentasikan berbagai benda dalam bentuk gambar.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.2 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap ingin tahu
2.3 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kreatif
3.5 Mengetahui dan mampu cara memecahkan masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif
4.5 Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif
3.6 Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya).
4.6 Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda disekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya) melalui berbagai hasil karya.
3.7 Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi).
4.7 Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll tentang lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi).
3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu batuan, dll).
4.8 Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh,dll tentang lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll).
3.9 Mengenal dan menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll).
4.9 Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya.


d. Bahasa

1) Memahami (reseptif ) bahasa: memahami cerita, perintah, aturan, dan menyenangi serta menghargai bacaan.
2) Mengekspresikan bahasa: mampu bertanya, menjawab pertanyaan, berkomunikasi secara lisan, menceritakan kembali apa yang diketahui
3) Keaksaraan: memahami hubungan bentuk dan bunyi huruf, meniru bentuk huruf, serta memahami kata dalam cerita
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar :
2.14. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun kepada orang tua, pendidik, dan teman
3.10. Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)
4.10. Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan membaca)
3.11. Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
4.11. Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
3.12. Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
4.12. Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya.
e. Sosial-emosional

1) Kesadaran diri: memperlihatkan kemampuan diri, mengenal perasaan sendiri dan mengendalikan diri, serta mampu menyesuaikan diri dengan orang lain.
2) Rasa tanggung Jawab untuk Diri dan Orang lain: mengetahui hak haknya, mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan sesama.
3) Perilaku Prososial: mampu bermain dengan teman sebaya, memahami perasaan, merespon, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain; bersikap kooperatif, toleran, dan berperilaku sopan.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.5 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri
2.6 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih kedisiplinan
2.7 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sabar
2.8 Memiliki perilaku yang mencerminkan kemandirian
2.9 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli dan mau membantu jika diminta bantuannya
2.10 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kerjasama
2.11 Memiliki perilaku yang dapat menyesuaikan diri
2.12 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap tanggung- jawab
3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain secara wajar
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri secara wajar


f. Seni

mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimaginasi dengan gerakan, musik, drama, dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta mampu mengapresiasi karya seni.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.4. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis
3.15. Mengenal dan menghasilkan berbagai karya dan aktivitas seni
4.15. Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media.
F. Indikator perkembangan

1. Pengertian

Indikator perkembangan merupakan penanda kemampuan yang dicapai anak pada usia tertentu. Untuk mempertegas kedudukan indikator, maka indikator perkembangan harus dipahami sebagai berikut:
a. Indikator perkembangan merupakan kontinum perkembangan peserta didik PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dari usia lahir sampai 6 tahun dan dijabarkan berdasarkan kelompok usia.
b. Indikator perkembangan yang dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar oleh setiap satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) merupakan hasil rumusan dari indikator perkembangan yang bersumber dari Permendikbud 146 dan Tingkat pencapaian perkembangan yang terdapat dalam Permendikbud 137.
c. Indikator perkembangan untuk KD pada KI 3 dan KI 4 menjadi satu untuk memberikan pemahaman bahwa pengetahuan dan keterampilan merupakan dua hal yang menyatu.
d. Indikator pencapaian perkembangan dikembangkan berdasarkan kelompok usia:
1) Lahir sampai usia 3 (tiga) bulan;
2) Usia 3 (tiga) bulan sampai usia 6 (enam) bulan;
3) Usia 6 (enam) bulan sampai usia 9 (sembilan) bulan;
4) Usia 9 (sembilan) bulan sampai usia 12 (dua belas) bulan;
5) Usia 12 (dua belas) bulan sampai usia 18 (delapan belas) bulan;
6) Usia 18 (delapan belas) bulan sampai usia 2 (dua) tahun;
7) Usia 2 (dua) tahun sampai usia 3 (tiga) tahun;
8) Usia 3 (tiga) tahun sampai usia 4 (empat) tahun;
9) Usia 4 (empat) tahun sampai usia 5 (lima) tahun; dan
10) Usia 5 (lima) tahun sampai usia 6 (enam) tahun.


2. Fungsi

Agar lebih tepat dalam memaknai dan menggunakan indikator perkembangan, maka fungsi indikator hendaklah dipahami dengan cermat. Fungsi indikator secara lebih jauh adalah:
a. Indikator perkembangan menjadi acuan untuk memantau/menilai perkembangan anak sesuai dengan tahapan usianya.
b. Indikator perkembangan tidak dibuat untuk menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi menjadi panduan yang digunakan pendidik dan
/atau pengasuh dalam melakukan stimulasi dan observasi kemajuan perkembangan peserta didik.
c. Indikator juga dapat:
1) Memberi inspirasi dalam mengembangkan materi pembelajaran
2) Memberi inspirasi dalam mendesain kegiatan pembelajaran
3) Memberi inspirasi dalam mengembangkan bahan ajar


Rumusan Indikator Perkembangan
Rumusan dan rincian indikator perkembangan anak terdapat di
Pedoman Penilaian.


Keterkaitan dan Hubungan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan Indikator
Perkembangan
Para guru hendaklah memahami keterkaitan dan hubungan kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator perkembangan.
Hal-hal yang harus dipahami guru meliputi:
a. Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi Kompetensi
Dasar.
b. Kompetensi Inti merupakan pengikat Kompetensi Dasar.
c. Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (KI-1), sikap sosial (KI-2), pengetahuan (KI-3) dan penerapan pengetahuan/ keterampilan (KI-4).
d. Keempat kelompok KI tersebut menjadi acuan dalam pengembangan
Kompetensi Dasar.
e. Indikator perkembangan dirumuskan berdasarkan Kompetensi Dasar
(KD).
f. Indikator perkembangan merupakan kontinum perkembangan dan belajar peserta didik PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) pada usia lahir sampai dengan 6 tahun dan dijabarkan berdasarkan kelompok usia.
g. Indikator perkembangan untuk KD pada KI-3 dan KI-4 menjadi satu untuk memberikan pemahaman bahwa pengetahuan dan keterampilan merupakan dua hal yang menyatu.
G. Lama Belajar


Program Pengembangan dan Beban Belajar

Program

Pengembangan Kompetensi Usia 4-6 tahun
1. Nilai Agama dan

Moral

2. Fisik-Motorik

3. Kognitif

4. Bahasa

5. Sosial Emosional

6. Seni A.Sikap

Spiritual

B. Sikap Sosial C.Pengetahuan D.Ketrampilan 900 menit

perminggu terdiri atas 540 menit
tatap muka dan 360 menit pengasuhan terprogram 900 menitperminggu

150 menit untuk 6 pertemuan per minggu atau 180 menit untuk
5 pertemuan per minggu


BAB III
PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN



Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rancangan bagi guru RA untuk melaksanakan kegiatan bermain yang memfasilitasi anak dalam proses belajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran dibuat sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Rencana pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik (usia, sosial budaya dan kebutuhan individual) anak. Rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran adalah:
1. Memahami STPPA sebagai hasil akhir program pendidikan anak usia dini di Raudhatul Athfal (Kompetensi Inti)
2. Memahami Kompetensi Dasar sebagai capaian hasil pembelajaran
3. Menetapkan Materi pembelajaran sebagai muatan untuk pengayaan pengalaman anak


Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk:
a. Mendukung pencapaian Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti
b. Mendukung keberhasilan pengelolaan pembelajaran yang bermakna
c. Mengarahkan guru dalam menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
d. Mengarahkan guru untuk membangun sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dimiliki anak
e. Mendukung keberhasilan pelaksanaan pembelajaran
Penyusunan Pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru RA terdiri dari : A. Program Semester RA ( PROMES )
Penyusunan program semester dilakukan dengan langkah berikut:
1. Membuat daftar tema satu semester. Pemilihan dan penentuan tema dilakukan guru sebelum awal semester kegiatan. Pembelajaran dimulai dengan memperhatikan prinsip pengembangan tema.
2. Mengembangkan tema menjadi sub tema dan atau sub-sub tema. Sub tema dan sub sub tema yang dikembangkan merupakan topik-topik yang lebih khusus dan lebih dalam. Kekhususan dan kedalaman sub tema dan sub-sub tema memperhatikan usia anak, kesiapan guru, dan ketersediaan sumber belajar pendukung.
3. Menentukan alokasi waktu untuk setiap tema, sub tema dan atau sub-sub tema. Waktu pembahasan setiap tema/sub tema/sub-sub tema disesuaikan dengan minat anak, keluasan, kedalaman, dan sumber/media yang tersedia.
4. Menetapkan KD di setiap tema. Penentuan KD memuat seluruh aspek perkembangan nilai agama dan moral (nam), motorik (motr), kognitif (kog), sosial-emosional (sosem), bahasa (bah), dan seni.
5. Penulisan KD dapat ditulis lengkap atau dapat dituliskan kodenya saja.
6. KD dapat diulang-ulang di tiap tema/sub tema/sub-sub tema yang berbeda.
7. Tema/sub tema/sub-sub tema yang sudah ditentukan di awal dapat berubah bila ada kondisi tertentu dengan melibatkan anak tanpa harus merubah KD yang sudah ditetapkan.
8. Tulis landasan Al Qur’an dan hadist sebagai pedoman guru RA di dalam
menjelaskan pengetahuan yang sesuai tema kepada anak.


Dalam menentukan KD pada setiap tema mencakup enam program pengembangan (nilai agama dan moral, motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa, dan seni). Dalam menyusun perencanaan program semester, lembaga diberikan keleluasaan dalam menentukan format. Untuk menentukan materi pembelajaran yang akan digunakan di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), lembaga RA harus menyusun cakupan materi pembelajaran setiap KD yang akan disampaikan kepada anak selama setahun melalui kegiatan bermain.
( Program Semester pada Lampiran Tabel C )


B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) disusun untuk pembelajaran selama satu minggu. RPPM dijabarkan dari Program Semester. RPPM berisi: (1) Identitas program layanan, (2) KD yang dipilih, (3) materi pembelajaran, dan (4) rencana kegiatan.


1. Identitas program

1) Nama Satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) adalah nama satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yang menyusun RPPM
2) Semester /bulan/minggu yang keberapa
3) Tema/Sub Tema/Sub-sub Tema diambil dari tema/sub tema/sub-sub tema yang disusun di program semester.
4) Kelompok usia anak diisi dengan kelompok sasaran program


Contoh
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MINGGUAN (RPPM) RAUDHATUL ATHFAL
Semester/Bulan/Minggu : I/Juli/Minggu ke 4
Tema : Diriku Sub Tema: Tubuhku Sub-sub tema: -
Kelompok : B (usia 5-6 Tahun)


Pada akhir satu atau beberapa tema dapat dilaksanakan kegiatan puncak tema. Puncak tema merupakan kegiatan penyimpul bagi anak- anak terkait dengan semua konsep, aktivitas yang dilakukan sepanjang tema berlangsung. Puncak tema dapat berupa kegiatan antara lain pameran hasil karya, kunjungan wisata, kegiatan bersama orang tua, panen bersama, pertunjukan sosio drama, bazar makanan dan minuman hasil masakan anak dan orang tua, dan lain-lain. Sebagai contoh ketika mengambil tema Sepeda, puncak tema dapat berupa kegiatan bersepeda gembira bersama keluarga. Ketika mengambil tema Kupu- kupu, kegiatan puncak temanya menanam tanaman bunga di sekitar halaman sekolah, atau melepas kupu- kupu hasil pembiakan anak.


2. Kompetensi Dasar

1. KD yang ditetapkan dalam RPPM sesuai dengan KD yang sudah ditetapkan di Program Semester atau jika dipandang penting dapat dirubah sesuai kondisi.
2. Komposisi KD yang diambil mewakili seluruh program pengembangan (nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial- emosional, dan seni)
3. KD untuk sub tema atau sub-sub tema dapat diambil seluruhnya atau hanya sebagian dari KD yang ada di tema.
4. KD yang sudah dipilih dapat diulang kembali untuk digunakan di tema lainnya.
5. Penulisan KD dapat dituliskan dengan urutan angka atau dituliskan secara utuh.
6. Penempatan KD dapat masuk ke dalam kolom atau ditulis di atas setelah identitas program.


CONTOH: KD untuk tema “Diriku” di program semester terdiri dari:
- 1.1, 1.2, 3.1-4.1 (NAM),
- 2.1, 3.3-4.3, 3.4-4.4 (Fisik-Motr)
- 2.5, 2.6, 2.7, 2.8, 3.13-4.13 (Sosem),
- 2.2, 3.6-4.6, 3.7-4.7, 3.8-4.8 (kognitif ),
- 2.13, 3,10-4.10, 3.11-4.11, 3.12-4.12 (bahasa),
- 3.15- 4.15 (seni)


KD yang terpilih untuk RPPM dengan Sub tema “tubuhku” terdiri dari :
- 1.1, 3.1-4.1 (NAM)
- 2.1, 3.4-4.4 (Motr)
- 2.5, 2.6 (SDosem)
- 3.6-4.6 (Kog)
- 2.13, 3.10-4.10 (Bahasa)
- 3.15-4.15 (Seni)


Sub tema berikutnya dapat menggunakan KD sisanya atau mengulang KD yang sama.


3. Materi Pembelajaran

1. Materi pembelajaran diambil dari materi pembelajaran yang sudah dijabarkan di KTSP (lihat contoh)
2. Banyaknya materi pembelajaran yang diambil disesuaikan dengan kemampuan belajar anak
3. Materi pengembangan sikap dimasukkan ke dalam SOP dan menjadi pembiasaan yang diterapkan sehari-hari sepanjang tahun.
4. Materi pengembangan sikap yang telah dimasukkan ke dalam SOP terus diterapkan walaupun tidak lagi dicantumkan dalam RPPM.
5. Materi pembelajaran dikaitkan dengan tema/sub tema/sub-sub tema.
6. Materi pelajaran untuk satu tema/sub tema/sub-sub tema akan diulang- ulang sesuai dengan alokasi waktu RPPM untuk penguatan kemampuan anak.


Contoh Materi Pembelajaran diKTSP:
KD1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaannya
Contoh Materi embelajaran untuk KD1.1 adalah:
Mengetahui sifat Tuhan sebagai pencipta, mengenal ciptaan-ciptaan Tuhan, membiasakan mengucapkan kalimat pujian terhadap ciptaan Tuhan.
Contoh Materi Pembelajaran yang diambil untuk RPPM sub tema diriku, tubuhku ciptaan Tuhan


4. Rencana Kegiatan

1. Rencana kegiatan berisi beberapa rencana kegiatan yang dapat diikuti anak.
2. Rencana kegiatan harus menarik dan membolehkan anak-anak untuk memilih dari banyak kegiatan yang disiapkan guru.
3. Rencana kegiatan untuk 1 minggu harus bervariasi agar anak tidak bosan.
4. Jumlah kegiatan yang disediakan setiap harinya minimal 4 kegiatan berbeda untuk tetap menjaga minat belajar anak dan agar anak memiliki pengalaman belajar yang beragam.
5. Rencana kegiatan harus dapat mencerminkan pendekatan saintifik
6. Rencana kegiatan memperhatikan model pembelajaran (area, sentra, sudut, kelompok dengan kegiatan pengaman) yang digunakan di setiap satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).
7. Rencana kegiatan untuk satu minggu memberi pengalaman nyata anak dengan bermain balok, drama, alam, dll.
8. Materi pembelajaran diulang setiap harinya selama alokasi waktu yang ditetapkan di RPPM tetapi dengan kegiatan yang berbeda. Tujuannya agar anak dapat mencapai hasil belajar yang optimal dengan pengalaman belajar yang menarik sehingga tidak membosankan.
9. Rencana Kegiatan disesuaikan dengan tema.
10. Untuk menunjukkan kebermaknaan pelaksanaan pembelajaran tematik, setiap akhir tema dikuatkan dengan kegiatan puncak tema.
11. Puncak tema dapat betupa kegiatan antara alain membuat kue/makanan, makan bersama, pameran hasil karya, pertunjukan, panen tanaman dan kunjungan.
(Contoh RPPM ada pada Lampiran Tabel D)


C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

Rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) adalah acuan untuk mengelola kegiatan bermain dalam satu hari. RPPH disusun dan dilaksanakan oleh pendidik. Format RPPH tidak harus baku tetapi memuat komponen- komponen yang ditetapkan. Komponen RPPH terdiri dari: (1) identitas program, (2) materi, (3) alat dan bahan, (4) kegiatan pembukaan, (5) kegiatan inti, (6) kegiatan penutup, dan (7) rencana penilaian.


1. Identitas RPPH
Identitas sebuah RPPH memuat:
Nama RA adalah nama lembaga RA yang menyusun RPPM Semester /bulan/minggu yang keberapa
Hari/tanggal
Tema / Sub Tema / Sub-sub Tema diambil dari tema/sub tema/sub-sub tema yang disusun di program semester.
Kelompok usia anak diisi dengan kelompok sasaran
2. Materi
1. Materi diambil dari materi di telah dijabarkan di RPPM
2. Materi sejalan dengan tujuan yang telah dituliskan di atasnya
3. Materi dapat dibedakan:
a. Materi untuk pengembangan sikap dapat dituliskan di RPP lalu masuk ke SOP atau langsung dimasukkan menjadi kegiatan rutin dan diterapkan melalui pembiasaan serta diulang-ulang setiap hari sepanjang tahunnya (ditindaklanjuti dengan dimasukkan ke dalam SOP kegiatan).
b. Materi pengembangan pengetahuan dan keterampilan dikenalkan sesuai RPPH.
3. Alat dan Bahan
1. Alat dan bahan sangat terkait dengan kegiatan yang akan dikelola guru pada hari itu.
2. Kegiatan diambil dari beberapa rencana kegiatan yang ada di RPPM.
3. Kegiatan yang ditetapkan tergantung pada pengelolaan model pendekatan yang digunakan di lembaga RA tersebut.
4. Alat dan bahan di tata untuk menarik minat belajar anak.
4. Kegiatan Pembukaan
1. Kegiatan pembukaan ditujukan untuk membantu membangun minat anak agar anak siap bermain di kegiatan inti.
2. Kegiatan pembukaan penting untuk mengenalkan materi pembelajaran.
3. Kegiatan pembukaan dimanfaatkan guru untuk mengenalkan kegiatan bermain yang sudah disiapkan, aturan bermain, menerapkan pembiasaan-pembiasaan, dan sebagainya
5. Kegiatan Inti
1. Proses belajar menerapkan pendekatan saintifik yakni anak mengamati sesuai dengan tema yang dibahas, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan.
2. Proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik diterapkan secara lebih fleksibel dan lebih luas. Artinya bisa diterapkan di dalam ruangan, di luar ruangan, menggunakan sumber belajar yang ada, atau memanfaatkan sumber belajar lingkungan.
3. Kegiatan Inti memberi kesempatan anak untuk berakplorasi membangun pengalaman bermain yang bermakna.
4. Pada tahap mengomunikasikan ditekankan pada anak menyampaikan gagasannya melalui berbagai kegiatan bermain yang disiapkan.
5. Kegiatan bermain disesuaikan dengan model pembelajaran sentra/area/sudut/ kelompok dengan kegiatan pengaman.
6. Jumlah kegiatan yang disediakan setiap harinya minimal 4 kegiatan yang berbeda untuk memfasilitasi anak agar tetap fokus bermain. Pada kegiatan tertentu misalnya memasak, main peran/drama, atau pengenalan sain guru dapat menyediakan 1 kegiatan saja.
7. Penguatan mengingat (recalling) merupakan bagian dari kegiatan main di
Inti. Recalling untuk menguatkan kembali pengalaman bermain dan konsep yang dipelajari anak.
6. Kegiatan Penutup
1. Kegiatan penutup dilakukan di akhir kegiatan hari tersebut.
2. Kegiatan penutup berupa transisi dari sekolah ke rumah. Diisi dengan berbagai kegiatan yang membuat anak rileks.
3. Di kegiatan penutup dapat mengulang kembali apa yang dilakukan pada saat kegiatan pembukaan.
4. Kegiatan penutup juga dapat isii dengan kegiatan rutin untuk memperkuat sikap yang diharapkan.
5. Kegiatan penutup dilakukan untuk menarik minat anak belajar esok harinya.
7. Rencana Penilaian
Rencana Penilaian memuat indikator perkembangan dan teknik pengumpulan data yang akan digunakan.
1. Indikator perkembangan mengacu pada indikator yang tertuang pada lampiran Permendikbud Nomor 146 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013
PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dan dapat diperkaya oleh lembaga RA sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan kekhasan lembaga.
2. Indikator penilaian disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran.
3. Indikator penilaian sudah dikelompokkan ke dalam program pengembangan untuk memudahkan dalam penyusunan laporan.
4. Format rencana penilaian tidak bersifat baku. (Contoh RPPH terlampir pada Tabel E)


D. Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pendidikan anak usia dini menekankan pada pembentukan sikap sebagai dasar bagi pengembangan karakter yang kuat. Pembentukan sikap memerlukan waktu yang jauh lebih panjang daripada pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Proses pembentukan sikap dilalui melalui pembiasaan yang konsisten diterapkan oleh semua unsur satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) secara berkelanjutan sepanjang hari dan sepanjang tahun sepanjang anak mengikuti program pendidikan anak usia dini.
Seperti halnya proses pengembangan pengetahuan yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan, maka pembentukan sikap pun harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Guru dituntut memahami bagaimana proses pembentukan sikap pada anak usia dini diterapkan secara menyenangkan dan terbebas dari doktrin dan pemaksaan. Krathwohl mengemukakan bahwa pembentukan sikap dimulai dari menerima, merespon, hingga melaksanakan secara terus menerus hingga terinternalisasi dalam perilaku anak.
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini memuat 16 sikap yang diharapkan menjadi kompetensi anak, yakni; (1) mempercayai adanya Tuhan, (2)
menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, (3) perilaku hidup sehat, (4) sikap ingin tahu, (5) kreatif, (6) estetis, (7) percaya diri, (8) disiplin, (9) sabar, (10) mandiri, (11) peduli, (12) toleran, (13) jujur, (14) tanggung jawab, (15) menyesuaikan diri, (16) rendah hati dan santun. Sesuai dengan cara belajar anak yang peniru, maka pembentukan sikap harus dimulai dari guru sebagai model perilaku. Keajegan perilaku guru dalam membentuk sikap membantu anak memahami lebih mudah apa dan bagaimana berperilaku sesuai dengan sikap yang diharapkan. Untuk keperluan tersebut seharusnya satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) membuat atau menyusun Standar Operasinal Prosedur (SOP) kegiatan yang didalamnya memuat nilai-nilai sikap yang ingin terbentuk pada anak. Dalam upaya memudahkan guru menyusun SOP di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA)nya, maka disusunlah Pedoman Penyusunan Standar Opersional Prosedur Satuan Pendidikan Anak Usia Dini yang diterapkan dalam kegiatan harian satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) masing-masing.
Tujuan pedoman ini adalah sebagai acuan dalam menyusun:
1. Jadwal harian yang lebih bermakna, efektif, dan efisien.
2. Standar operasional prosedur yang baku untuk satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).
3. Tata tertib di setiap satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA). Pedoman ini digunakan oleh:
1. Guru
2. Pengawas RA
3. Unsur lain yang membina dan melaksanakan layanan usia RA


1. Kegiatan Harian

Kegiatan harian mewadahi seluruh kegiatan yang dilaksanakan setiap hari oleh satuan RA. Kegiatan harian disusun untuk mewujudkan visi, misi, dan karakteristik atau keunggulan satuan RA. Kegiatan harian berisi kegiatan yang dirancang secara rutin dan kegiatan di sentra/area/kelompok. Kegiatan harian yang bersifat rutin ditujukan untuk pembentukan karakter anak. Penentuan kegiatan harian sebuah lembaga menunjukkan program pengembangan potensi anak dan kualitas keluaran layanan lembaga RA. Karena itulah maka penyusunan kegiatan harian harus dilakukan secara teliti dan menyeluruh.


2. Manfaat

1. Layanan RA lebih terarah
2. Acuan bagi guru dalam melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kegiatan pembelajaran.
3. Petunjuk bagi orang tua dalam mengetahui dan memahami kegiatan yang diikuti anaknya selama di lembaga Raudhatul Athfal.


3. Unsur Yang Perlu Diperhatikan

Visi, misi, dan tujuan satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA): cita-cita yang ingin diwujudkan dalam visi dan tujuan harus dimasukkan kedalam jadwal. Misalnya, menjadikan anak yang sehat, berarti ada kegiatan membiasakan untuk makan, membiasakan untuk kebersihan diri dan lingkungan yang menunjang anak sehat, dan sebagainya.
1. Sikap-sikap karakter yang diharapkan terbangun pada anak didik sesuai dengan visi dan misi lembaga, dan muatan pembelajaran yang sudah tertuang dalam KTSP.
2. Keruntutan: jadwal harian memperhatikan keruntutan kegiatan yang diikuti anak sejak datang hingga pulang.
3. Waktu: Alokasi waktu disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk mengembangkan kemampuannya. Misalnya untuk bermain inti anak memerlukan waktu selama 1 jam, sedangkan main motorik kasar memerlukan waktu 20 menit, dan waktu makan 20 menit.
4. Kesiapan pendidik: Pendidik sebagai penggerak utama dalam proses pembelajaran. Pendidik juga mengkoordinir kegiatan sejak kedatangan hingga kepulangan. Pendidik harus menjadi tim yang kompak, jadi siapapun yang bertugas harus konsisten dalam melaksanakan kegiatan harian.
5. Komitmen: jadwal harian tidak hanya diperuntukan bagi anak-anak tetapi juga untuk pendidik, pengelola, termasuk tenaga lain yang ada di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA), misalnya tenaga kebersihan, tenaga administratif, dan lainnya.


4. Cara Penyusunan

1. Tetapkan kompetensi yang ingin dicapai dan karakter yang ingin dibentuk dari visi, misi, dan tujuan satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yang sudah ditetapkan sebelumnya dan disesuaikan dengan indikatornya.
2. Perhatikan berapa lama anak akan berada di lembaga PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dalam setiap harinya.
3. Siapkan aktivitas yang akan dilakukan anak.
4. Menetapkan lama waktu yang dibutuhkan setiap aktivitas itu dilaksanakan.
(Contoh Muatan Pembelajaran dapat dilihat pada lampiran Tabel F )


Penyusunan Sop
Setiap satuan RA diwajibkan membuat SOP sebagai pengendali pelaksanaan kurikulum. SOP ini ditujukan agar keseluruhan praktek pembelajaran di setiap satuan RA dapat dilaksanakan secara optimal dan berkualitas. SOP pembelajaran merupakan langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran RA dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak. SOP menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja kapan, dimana, oleh siapa dan cara
bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.
SOP Pembelajaran RA terutama ditujukan untuk mewujudkan pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dari awal hingga akhir dapat dijalankan secara runut, teratur dan produktif.
Tatacara penyusunan SOP Pembelajaran yang diperlukan oleh setiap satuan RA dipaparkan dalam pedoman khusus.


5. Fungsi

1. Memperlancar petugas di lingkungan satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dalam melaksanak an tugasnya.
2. Mempermudah penemuan hambatan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan tugas baik hambatan tersebut datangnya dari dalam maupun dari luar.
3. Mendisiplinkan semua pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan aturan yang disepakati bersama.
4. Membangun cara kerja yang lebih tertata dan disiplin.
5. Membangun konsistensi atau keajegan perilaku pendidik yang diperlukan dalam mengembangkan karakter anak.

6. Manfaat

1. Semua orang yang ada di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) memiliki standar yang sama dalam melayani dan memfasilitasi anak belajar.
2. Memudahkan dalam pengkaderan bagi pendidik baru untuk mengenal cara memberikan layanan di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) tersebut.
3. Sebagai informasi terbuka bagi tenaga pendidik, kependidikan dan orang tua tentang layanan yang baik dan sistematis


7. Syarat

1. Mudah dilaksanakan oleh seluruh pendidik
2. Memuat pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
3. Memuat langkah-langkah jelas yang harus dilakukan.


8. Cara Penyusunan Sop

1. Menjabarkan setiap kegiatan dari jadwal kegiatan harian.
2. Identifikasi kemampuan yang ingin dibangun pada saat kegiatan ini dilakukan.
3. Susunlah ke dalam langkah-langkah kegiatan yang teratur dan jelas.


Daftar Sop Minimal Di Satuan Raudhatul Athfal

1 SOP Penataan Alat Bermain 8 SOP Pijakan Sebelum Bermain

2 SOP Penyambutan
Kedatangan Anak 9 SOP Pijakan Selama Bermain

3 SOP Jurnal Pagi 10 SOP Pijakan Setelah Bermain

4 SOP Materi Pagi 11 SOP Makan Sehat dan
Pembiasaan Kebersihan Diri

5 SOP Bermain Motorik Kasar 12 SOP Jurnal Siang

6 SOP Kegiatan Transisi
Sebelum Sentra 13 SOP Kegiatan Penutup

7 SOP Makan Snack 14 SOP Penjemputan Anak

SOP dapat terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan. Semakin banyak program yang dijalankan satuan pendidikan semakin banyak SOP yang harus disiapkan.
(Contoh SOP pada Tabel G)


E. Beban Belajar

Pengorganisasian belajar dapat diartikan pengaturan ruang belajar yang disesuaikan dengan bentuk layanan, jumlah anak, dan kelompok usia anak yang dilayani. Pengorganisasian ruang belajar memperhatikan:


1. Jumlah Anak

Idealnya setiap anak membutuhkan ruang bergerak di dalam ruangan 3M2. Namun demikian ruang belajar dalam bukan satu satunya tempat belajar anak. Jika satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) memiliki ruang belajar luar yang cukup luas, maka dapat menambah jumlah anak yang dapat dilayani di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) tersebut. Oleh karena itu sebaiknya ruang belajar tidak disekat permanen dan setiap ruangan hanya dipergunakan oleh satu kelompok anak. Ruang belajar yang bersifat bergerak (moving class) menjadi solusi bagi jumlah ruangan terbatas dengan jumlah anak. Didik banyak. Jangan sekali- kali memaksakan semua anak masuk ke dalam ruangan yang terbatas.


2. Kelompok usia anak

Kelompok usia naka memengaruhi penataan ruangan dan jumlah anak yang dapat diterima Kelompok usia anak memengaruhi penataan ruangan dan jumlah anak yang dapat diterima di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA). Semakin muda anak yang dilayani, maka semakin luas keperluannya untuk bergerak. Disamping itu semakin muda usia anak maka rombongan belajarnya semakin kecil
Dalam Standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) ditetapkan:
1. Rombongan belajar untuk kelompok usia 0 – 2 tahun adalah 4 anak/ kelompok
2. Rombongan belajar untuk kelompok usia 2 – 4 tahun adalah 8
anak/kelompok
3. Rombongan belajar untuk kelompok usia 4 – 6 tahun adalah 15 anak/kelompok
3. Waktu Belajar

Selain penggunaan ruangan dan kebutuhan pendidik, waktu belajar pun berbeda antara kelompok usia anak didik. Kebutuhan belajar anak yang dilakukakan melalui kegiatan bermain dalam satu hari minimal ….. jam. Kebutuhan tersebut tergantung pada kematangan perkembangan anak. Semakin muda anak didik yang dilayani, maka semakin sedikit frekuensi jumlah waktu layanan, kecuali bila layanannya berbentuk Taman Penitipan Anak.
1. Kelompok usia 0 – 2 tahun minimal layanan 2 jam per minggu.
2. Kelompok usia 2 – 4 tahun minimal layanan 6 jam per minggu.
3. Kelompok usia 4 –6 tahun minimal layanan 15 jam per minggu.
Layanan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) untuk kelompok 4-6 tahun yang diselenggarakan oleh Raudhatul Athfal, seperti RA, Guru RA, Yang layanannya tidak mungkin dilakukan setiap hari (90jam/minggu) maka kekurangan jam tatap muka digantikan dengan program belajar di rumah dengan bimbingan orang tua. Contohnya:
RA memberi layanan untuk anak usia 4-6 tahun sebanyak 3 kali dari pukul
08.00 – 11.00. Seharusnya layanan untuk anak usia 4-6 tahun selama 90 jam/minggu. Berarti RA kekurangan 56 jam pelajaran. Maka kekurangan tersebut dilengkapi dengan program pengasuhan yang disusun oleh Guru RA untuk orang tua peserta didik agar melanjutkan kegiatan pembelajarannya di rumah melalui proses pengasuhan.


F. Ketuntasan Belajar

Pengaturan ketuntasan belajar merupakan waktu yang digunakan untuk memberi pengalaman lama belajar kepada anak dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun. Ketuntasan belajar dilaksanakan melalui pembelajaran tatap muka dengan durasi paling sedikit 900 menit per minggu. untuk kelompok 4-6 tahun yang tidak dapat melakukan pembelajaran 900 menit perminggu wajib melaksanakan pembelajaran 540 menit dan ditambah
360 menit pengasuhan terprogram.


G. Alokasi Waktu

1. Alokasi waktu dimaksudkan adalah jumlah jam kegiatan yang dilaksanakan setiap hari dan setiap minggu di RA.
2. Alokasi waktu kegiatan hanya dihitung dari jumlah jam tatap muka saja
3. Alokasi waktu kegiatan minimal untuk setiap kelompok usia anak berbeda jumlahnya, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Alokasi jumlah jam untuk layanan anak usia lahir–2 tahun jumlah jam
belajar paling sedikit 120 menit (2 jam) dalam seminggu.
b. Alokasi jumlah jam untuk layanan anak usia 2–4 tahun jumlah jam belajar paling sedikit 360 menit (6jam) dalam seminggu.
c. Alokasi jumlah jam untuk layanan anak usia 4–6 tahun jumlah jam belajar
paling sedikit 900 menit (15 jam) dalam seminggu.


Ketentuan:
RA yang menyelenggarakan layanan untuk kelompok usia 4-6 tahun sekurang-kurangnya menyelenggarakan kegiatan pembelajaran selama 540 menit (9 jam) setiap minggu dan ditambah dengan kegiatan pengasuhan terprogram oleh orang tua di rumah selama 360 menit (6 jam) setiap minggu. Contoh:
Alokasi pembelajaran di Raudhatul Athfal Al Furqon adalah 21 jam @ 60 menit (1.260 menit) dalam seminggu. Kegiatan pembelajaran tatap muka dilaksanakan selama 5 hari dimulai dari pukul 07.30 –11.45. Jadwal kegiatan harian dilampirkan dalam lampiran KTSP.


H. Pindah Kelompok

Anak yang pindah dari satu kelompok ke kelompok berikutnya, dicatat perkembangannya dalam buku pindah kelompok. Fungsinya untuk mencatat perpindahan anak dari kelompok tertentu ke kelompok berikutnya. Jika seorang anak didik sudah berkembang dan mencapai usia perkembangan yang cukup untuk mengikuti kelompok siswa tertentu maka sang anak dimasukkan buku pindah kelompok tersebut.


I. Kalender Akademik

Kalender akademik adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran anak selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun ajaran yang mencakup permulaaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur. Kalender pendidikan juga berisi program kegiatan tahunan yang mencakup kegiatan-kegiatan perayaan hari besar nasional, kegiatan-kegiatan puncak tema, kegiatan-kegitan lembaga ( misal rekeasi dan pentas seni )
BAB IV
MATERI PENDIDIKAN AGAMA DI RAUDHATUL ATHFAL



A. Landasan

1. Alquran :
Adz Dzariaat ayat 56

Artinya : Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah
(menyembahku)
Al Baqoroh ayat 2




Artinya : Kitab (Al-Qur’an) itu tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.


2. Hadis :



هيبن ةنسو ،الله باتك :امهب متكسمت ام اولضت نل نيرمأ مكيف تكرت
Artinya : Telah aku tinggalkan untukmu dua perkara dan kamu tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya yaitu kitabullah dan sunnah Nabi.


B. Pendahuluan

Raudhatul Athfal/PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) (pendidikan anak usia dini) adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukan kepada anak sejak lahir hingga usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional).
Usia dini merupakan masa sangat penting dalam keseluruhan tahap perkembangan manusia. Pada masa itu terjadi lonjakan perkembangan anak yang tidak terulang pada periode berikutnya. Sehingga para ahli menyebutkan sebagai masa keemasan perkembangan. Oleh karena itu pembentukan dasar keimanan dan ketakwaaan, serta pembentukan watak dan karakter sangat tepat jika dilakukan pada usia dini.
Islam memiliki ajaran yang sempurna dan komprehensif yang memberikan pedoman hidup bahagia didunia dan akhirat, sumber utama untuk mengatur kehidupan dunia dan akhirat adalah Alqur’an dan Assunnah (hadis). Alqur’an dan Assunnah merupakan pedoman hidup umat Islam, karena itu mengenalkan Alquran dan penanaman kecintaan kepada Alquran dan Assunnah merupakan sesuatu yang dipriortaskan dalam kehidupan kita terutama pada anak usia dini, sebagai mana hadis Nabi “Khoirukum man taallamal qur,an waalamahu”( sebaik-baik kalian adalah yang belajar Alqur’an dan mengajarkannya (HR:Bukhori)
Berkaitan dengan pendidikan Al-Qur’an dan Assunnah (Hadis), bentuk
dan sifat-sifat agama anak tumbuh dipengaruhi oleh faktor luar diri mereka, yang terbagi menjadi (1) Unreflective (tidak mendalam) anak menerima ajaran agama tanpa kritik dan kebenaran yang diterima tidak mendalam
.(2)Egosentris; dalam masalah keagamaan anak telah menonjolkan kepentingan dirinya dan telah menuntut konsep keagamaan yang mereka pandang kesenangan dirinya, (3) Antromorphis; konsep ketuhanan pada diri anak menggambarkan aspek kemanusiaan yang berdasarkan fantasi masing- masing (4) Verbalis dan ritualis,kehidupan agama pada anak sebagian besar tumbuh bermula secara verbal (ucapan) dengan menghafal secara verbal kalimat keagamaan dan ibadah keagamaan yang bersifat ritualis (praktek), (5) Imitatif ; tindak keagamaan yang dilakukan oleh anak pada dasarnya diperoleh dari meniru baik berupa pembiasaan maupun pengajaran yang intensif, (6) Rasa heran dan kagum, hal ini merupakan langkah pertama dari pernyataan kebutuhan anak akan dorongan untuk mengenal suatu pengalamAn yang
baru.
Penanaman/penerapan nilai-nilai kehidupan beragama menjadi program unggulan RA yang diharapkan dapat membentuk karakter anak yang mencintai Allah SWT sebagai Tuhan Maha Pencipta, Rasulullah sebagai utusan Allah dan teladan dalam berperilaku, serta berkasih sayang terhadap makhluk-makhluk Allah yang lainnya.
Penerapan nilai- nilai kehidupan beragama akan efektif dalam membentuk kepribadian dan karakter anak yang beriman dan berakhlakul karimah, jika penerapannya mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak dan bersumber dari Al-Qur’an dan hadis .
C. Materi Alqur’an dan Hadis Kelp A dan B
Materi Al-Qur’an dan Hadis untuk kelompok A (4-5 thn) dan B (5-6 thn )
terdiri dari :
1. Hafalan surah –surah pendek
2. Hafalan hadis – hadis
3. Hafalan kutipan ayat – ayat al-Qur’an
4. Doa Harian
5. Dzikir Harian (baik berupa Asmaul Husna maupun kalimat Thayyibah)


D. Materi Pendidikan Agama Islam (PAI)
1. Rukun Iman
2. Rukun Islam
3. Ihsan
4. Kisah nabi dan rasul
5. Lagu-lagu Islami (Terlampir)
Materi-materi tersebut diistilahkan dengan nama:
1. Dawaamul Qur’an : Berisi surah surah pendek yang dikenalkan dan dibaca secara kontinyu dalam kegiatan sehari-hari.
2. Mutiara Alqur’an : kutipan ayat alqu’an yang utuh atau penggalan ayat
yang mengandung hikmah dalam kegiatan sehari-hari.
3. Mutiara Hadis : Kutipan Hadis yang mengandung hikmah dalam kehidupan sehari-hari,
4. Doa Harian : Doa yang dikenalkan sesuai dengan kegiatan harian yang dibaca sehari-hari.
5. Dzikir Harian : Kalimat-kalimat thayyibah yang digunakan sehari-hari sesuai situasi dan kondisi,
6. Asmaul Husna; 99 nama Allah yang dikenalkan baik melalui senandung maupun aplikasi dalam kehidupan sehari hari sesuai kondisi dan situasi


Materi Alquran dan Hadis kelompok usia 4-5 tahun (kelp A)



Kompetensi Inti 1 : Menerima ajaran yang dianutnya

KD : 1.1 : Mempercayai adanya Allah melalui ciptaan-Nya
KD : 1.2 : Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Allah

No Dawaamul
Qur’an Mutiara
Alquran Mutiara
Hadis
Doa
Dzikir Asmaul Husna
Senandung Aplikasi
1 Al Fatihah Al an’am : 54 Menyebarkan Doa sebelum Tasbih 99 Asmaul Ar Rosyiid,


salam dan sesudah
belajar Husna


2

An Naas

Ali Imran : 103 Sesama muslim bersaudara Sebelum dan sesudah Makan Tahmid .Al Khooliq


3

Al Falaq

Al Baqarah : 222 Kebersihan Sebelum dan sesudah kegiatan Tahlil

AlQowwiyyu

4
Al Ikhlas
Al Ashr : 3 Menjaga lisan Sebelum dan
sesudah tidur Takbir Ar Rozzaaq

5
Al Lahab
Al A’raaf : 199 Tidak boleh
marah Kedua orang
tua Istighfar Ash Shobuur

6
An Nasr
Al-Ankabut : 45 Mendirikan
Sholat Kebahagian dunia akhirat An Naafi’


7

AlKaafiruun

An Nissa : 59 Ketaatan Masuk dan keluar kamar mandi As Samii’

8
Al Kautsar
Al Anbiya : 107 Kasih sayang Masuk keluar
rumah Al Bashiir

9
Al Maauun
Azzalzalah : 7 Beramal Doa naik
kendaraan As Salaam

10
Quraisy
Al Maidah ; 2 Berbuat baik Masuk dan
keluar masjid Al Jaami’


11

Al Fiil

Al-Alaq : 1 Belajar
Alqur’an Niat berwudhu


12

Al Ashr

At-Taubah : 40 Tidak boleh bersedih Setelah berwudhu


Materi Al Qur’an dan Hadis kelompok usia 5 - 6 tahun (kelp B)



Kompetensi Inti 1 : Menerima ajaran yang dianutnya

KD : 1.1 : Mempercayai adanya Allah melalui ciptaanya
KD : 1.2 :Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Allah

No Dawamul qur’an Mutiara
AlQur’an Mutiara
Hadis
Doa
Dzikir Asmaul Husna
Senandung Aplikatif


1

Al Lahab

(al an’am : 54) Menyebarkan salam Doa sebelum dan sesudah belajar Tasbih 99 Asmaul
Husna Ar Rosyiid,
2 An Nasr (Ali Imran : 103) Sesama Sebelum dan Tahmid Al Khooliq



54

muslim
bersaudara

3
Al Kaafiruun (al Baqarah :
222) Kebersihan sesudah
Makan Tahlil

AlQowwiyyu


4

Al Kautsar

(Al Ashr : 3) Menjaga lisan Sebelum dan sesudah
tidur Takbir Ar Rozzaaq

5
Al Maauun
Al A’raaf ; 199 Tidak boleh marah Kedua orang tua Istighfar Ash Shobuur

6
Quraisy
Al-Ankabut : 45 Mendirikan
Sholat Kebahagian dunia akhirat Ta’jub An Naafi’


7

Al Fiil

An Nissa : 59 Ketaatan Masuk dan keluar kamar mandi Hawqola As Samii’

8
Al Humazah
Al Anbiya : 107 Kasih sayang Masuk keluar rumah istirja Al Bashiir

9
Al Ashr
Adzalzalah : 7 Beramal Doa naik kendaraan As Salaam

10
At Takatsur
Al Maidah ; 2 Berbuat baik Masuk dan keluar masjid Al Jaami’


11

Al Qooriah

Al-Alaq ; 1 Belajar
alQur’an Niat berwudhu

12
Al Aadiyaat
At-Taubah : 40 Tidak boleh bersedih Setelah berwudhu




E. Strategi /pengelolaan Pembelajaran Al Qur ’an dan Hadis

Materi-materi Al-Qur’an dan hadis akan tercapai jika melalui kegiatan yang terprogram yang terencana dalam program tahunan, Program semester, mingguan dan harian), program-program tersebut akan mudah diterima anak jika materi tersebut sesuai dengan perkembangan anak dan memiliki waktu/ kesempatan yang banyak serta dikemas menjadi kegiatan-kegiatan yang menarik sehingga anak menjadi senang dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan tersebut.


Berikut kegiatan- kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran
AlQur,an , Hadis, doa dan Zikir







55

No Materi Kegiatan Keterangan Tujuan Waktu
1 Alquran 1. Morning
AlQur’an • Kegiatan membaca dan mendengarkan alqur’an saat kedatangan anak, guru sebagai modeling kemudian anak mengikut
• Suroh yang dibaca
mulai Al-Fatihah sd suroh terakhir yang dikenalkan di kelompoknya • Anak terbiasa mendengar alqur’an shingga akan cepat hafal
• Membangun ketertarikan dengan alqur’an
• Membangun
kepercayaan diri membaca Alqur’an
• Mencintai Al-
qur’an sebagai pedoman dalam hidupnya
• Membangun
pemikiran saintifik dalam mengkaji
Al-Qur’an sesuai
tahap perkembanganny a • Dipagi hari
( jurnal Pagi)
minimal
• 30 menit
2. RA Bertadarus dan Talaqqi • Kegiatan membaca alqur’an secara bersama-sama dan individual (Talaqqi) dimulai satu ayat satu hari atau satu suroh jika telah selesai
surohnya • Memberi contoh bacaan alqur’an kepada anak baik secara tajwid makhorijul huruf dan sifatulhuruf.
• Membiasakan membaca alqur’an yang dikenalkan
sehingga menjadi hafal.
• Mengetahui arti
suroh, jumlah ayat, tempat turunnya, isi
kandungan suroh • Satu surah dikenalkan dalam waktu satu bulan
• Kegiatan RA
bertadarus dalam kegiatan satu hari dilaksanakan pada:
• saat Setelah
kegiatan ikrar dan kegiatan motorik kasar
• Sebelum
kegiatan inti



56

No Materi Kegiatan Keterangan Tujuan Waktu
yang dikenalkan secara sederhana • Sebelum kegiatan penutup
• Ketika sholat
berjama’ah
3. Mutiara
AlQur’an • Ungkapan ayat Alqur’an tentang kehidupan sehari-hari • Menghafal ayat alqur’an yang berkaitan kehidupan sehari- hari
• Anak dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari • Satu mutiara alquran dikenalkan 1 bulan sekali


• Setelah RA bertadarus dan Talaqqi


• di waktu dan kondisi yang tepat dalam KBM
Contoh : Ketika anak tidak suka dengan makanan tertentu guru memotivasi dengan mengungkapka n mutiara Al-
qur’an “ Kuluu
Wasyrobuu mir Rizqillah “ makan dan minumlah
rezeki dari Allah
(Qs. Al-Baqarah
: 60 )
4. ACHRA (Aksi Cilik
Hafidz/dzah
Raudhatul • Kegiatan Menampilkan kemampuan anak
dalam menghafal Al- • Membangun keberanian dan keperccayaan diri
anak Dilakukan 1x setiap akhir bulan.



57

No Materi Kegiatan Keterangan Tujuan Waktu
athfaal) Qur’an dan Hadis
yang di instrusikan oleh guru di depan teman-temannya. • Mengevaluasi kemampuan hafalan alqur’an dan hadis kepada anak
2 Hadis 1. Mutiara
Hadis • Membaca satu hadis yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari • Anak dapat mengenal dan hafal Hadis Nabi yang bekaitan dengan
kehidupan sehari- hari
• Anak dapat
mengaplikasikan hadis Nabi dalam kehidupan sehari hari • Saat Ikrar
• Saat waktu kondisi yang tepat dalam KBM
• Contoh :
Ketika anak atau orang dewasa
minum sambil berdiri guru dan anak mengingatkan dengan mengucapkan
“ Laa Yasyroba
• nna Ahadukum Qooiman” Janganlah kamu minum sambil berdiri. (HR. Muslim)
3 Asmaul
Husna 5. Asmaul
Husna Bersenandung 99
Asmaul Husna dan aplikasinya • Anak dapat menghafal 99
Asmaul Husna
• Anak dapat Mengaplikasikan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari hari • Saat ikrar
• Saat waktu dan kondisi yang tepat dalam KBM
• Contoh :
Ketika anak dapat melakukan kegiatan
menjumlah



58

No Materi Kegiatan Keterangan Tujuan Waktu
secara sederhana, guru mengucapkan “Alhamdulillah Allah ar- Rosyiid telah memberikan
kepandaian
kepada dinda”
Doa 7. Do’a harian • Kegiatan membaca
do’a yang Dilakukan secara aplikatif dan sesuai dengan kondisi • Anak dapat menghafal do’a sehari-hari
• Anak dapat membaca dan memahami saat yang tepat untuk membacakan do’a tsb • Satu do’a
dikenalkan dalam satu bulan
• Do’a
dikenalkan dan dibaca setelah RA bertadarus
• Do’a dibaca
pada waktu dan kondisi yang sesuai
Dzikir 8. Dzikir harian • Kegiatan dzikir harian dilakukan setelah sholat berjama’ah
• Dilakukan pada
kejadian-kejadian yang sesuai • Anak senang berzikir
• Anak dapat
berdzikir sesuai kejadian • Berdzikir dilakukan setelah melaksanakan sholat
berjama’ah
• Anak dapat berzikir saat kejadian yang sesuai seperti
: ketika melakukan kesalahan anak
mengucapkan



59

No Materi Kegiatan Keterangan Tujuan Waktu
istighfar
9. Mari belajar membaca
Al-Qur’an • Mengenalkan huruf- huruf hijaiyyah menggunakan metode sesuai sekolah masing- masing seperti : metode Tilawati, iqro, ummi • Anak mengenal huruf-huruf hijaiyyah secara benar
• Anak dapat
membaca Al-
Qur’an • Kegiatan mari belajar Al- Qur’an dilakukan setiap hari dengan waktu yang disesuaikan
dengan sekolah masing- masing disesuaikan dengan jadwal kegiatan di sekolahnya







































60
BAB V
PENGELOLAAN DAN PENGORGANISASIAN KELAS



A. Latar Belakang

Lingkungan adalah guru ketiga bagi anak. Dari lingkungan anak belajar tentang kebersihan, kerapihan, disiplin, kemandirian, semangat pantang menyerah dan banyak hal lainnya. Karena itu lingkungan pada Pendidikan Anak Usia Dini harus direncanakan, ditata, dimanfaatkanm dan dirawat secara cermat agar mampu mendukung pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan bersama.

Lingkungan belajar baik di dalam maupun di luar mempengaruhi apa dan bagaimana anak belajar. Lingkungan yang mengundang, mendorong dan membantu anak melakukan eksplorasi, bereksperimen, memanipulasi benda dan alat main secara bermakna, menyenangkan, dan menantang kemampuan berpikir mereka membuat kegiatan pembelajaran menjadi semakin menyenangkan.

Lingkungan belajar tidak selalu identik dengan banyaknya alat permainan yang dimiliki, tetapi terlebih penting adalah bagaimana agar anak dapat terlibat aktif di dalam lingkungan belajar tersebut. Tidak pula menjadi arif bila satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yang terbatas luas halaman bermainnya tetapi diisi dengan alat permainan outdoor yang penuh sesak. Anggapan bahwa PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yang tidak memiliki alat bermain out door adalah lembaga PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yang kurang bermutu, sudah harus ditinggalkan.

Untuk kepentingan tersebut disusunnya Pedoman Pengelolaan Kelas sebagai rangkaian pedoman penerapan kurikulum tahun 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Harapannya semoga pedoman ini dapat bermanfaat bagi penataan lingkungan belajar yang lebih baik.


B. Dasar

1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional;
4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
5. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 Tentang Pengembangan Anak
Usia Dini Holistik-Integratif;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum Tahun 2013 pasal 7.


Menurut Peraturan menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 tahun 2014 tentang kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini, Pengelolaan Pembelajaran terdiri dari:


1) Perencanaan pengelolaan kelas

Rencana pengelolaan kelas mencakup penataan lingkungan belajar serta pengorganisasian anak dan kelas (dapat didalam maupun diluar ruangan). Pengelolaan kelas disesuaikan dengan model-model pembelajaran yang akan digunakan. Model-model pembelajaran tersebut diantaranya adalah:
a. Model pembelajaran Kelompok berdasarkan sudut-sudut kegiatan b. Model pembelajaran kelompok berdasarkan kegiatan pengaman
c. Model pembelajaran berdasarkan area (minat)
d. Model pembelajaran berdasarkan sentra


2) Pelaksanaan Pembelajaran

Salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2013 adalah pendekatan tematik terpadu.Dalam model pembelajaran tematik terpadu di PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA), kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk satu tema, sub tema, atau sub-sub tema yang dirancang untuk mencapai secara bersama-sama kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan dengan mencakup sebagian atau seluruh aspek pengembangan.
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran langsung dan tidak langsung yang terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran langsung adalah proses pembelajaran melalui interaksi langsung antara anak dengan sumber belajar yang dirancang dalam Rencana Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Pembelajaran langsung berkenaan dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang terkandung dalam Kompetensi Inti-3 (pengetahuan) dan Kompetensi Inti-4 (keterampilan).
Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang tidak dirancang secara khusus namun terjadi dalam proses pembelajaran langsung. Melalui proses pembelajaran langsung untuk mencapai kompetensi pengetahuan dan keterampilan akan terjadi dampak ikutan pada pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam Kompetensi Inti 1 (sikap spiritual) dan Kompetensi Inti 2 (sikap sosial).
Pembelajaran tematik terpadu dilaksanakan dalam tahapan kegiatan pembukaan, inti, dan penutup.
a. Kegiatan Pembukaan
Kegiatan pembukaan dilakukan untuk menyiapkan anak secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan ini berhubungan dengan pembahasan sub tema atau sub-sub tema yang akan dilaksanakan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain: berbaris, mengucap salam, berdoa, dan bercerita atau berbagi pengalaman.


b. Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan upaya kegiatan bermain yang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak sebagai dasar pembentukan sikap, perolehan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan Inti dilaksanakan dengan pendekatan saintifik meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan.
1. Mengamati
Mengamati dilakukan untuk mengetahui objek diantaranya dengan menggunakan indera, seperti melihat, mendengar, menghidu, merasa, dan meraba.
2. Menanya
Anak didorong untuk bertanya, baik tentang objek yang telah diamati maupun hal-hal lain yang ingin diketahui.
3. Mengumpulkan informasi
Mengumpulkan informasi dilakukan melalui beragam cara, misalnya: dengan melakukan mencoba, mendiskusikan dan menyimpulkan hasil dari berbagai sumber.
4. Menalar
Menalar merupakan kemampuan menghubungkan informasi yang sudah dimiliki dengan informasi yang baru diperoleh sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang suatu hal.
5. Mengkomunikasikan
Mengkomunikasikan merupakan kegiatan untuk menyampaikan hal-hal yang telah dipelajari dalam berbagai bentuk, misalnya melalui cerita, gerakan, dan dengan menunjukan hasil karya berupa gambar, berbagai bentuk dari adonan, boneka dari bubur kertas, karya dari bahan daur ulang, dan hasil anyaman.


c. Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup merupakan kegiatan yang bersifat penenangan. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam kegiatan penutup diantaranya adalah:
1. Membuat kesimpulan sederhana dari kegiatan yang telah dilakukan, termasuk didalamnya adalah pesan moral yang ingin disampaikan
2. Nasihat-nasihat yang mendukung pembiasaan yang baik;
3. Refleksi dan umpan balik terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;
4. Membuat kegiatan penenangan seperti bernyanyi, bersyair, dan bercerita yang sifatnya menggembirakan, dan;
5. Menginformasikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
3) Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan pendidik dalam melakukan kegiatan pembelajaran kepada anak untuk mencapai kompetensi tertentu. Metode pembelajaran dirancang dalam kegiatan bermain yang bermakna dan menyenangkan bagi anak.
Beberapa metode pembelajaran yang dianggap sesuai untuk PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA), diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Bercerita
Bercerita adalah cara bertutur dan menyampaikan cerita secara lisan. Cerita harus diberikan secara menarik.Anak diberi kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan. Pendidik dapat menggunakan buku sebagai alat bantu bercerita.
b. Demonstrasi
Demonstrasi digunakan untuk menunjukkan atau memeragakan cara untuk membuat atau melakukan sesuatu
c. Bercakap-cakap
Bercakap-cakap dapat dilakukan dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan pendidik atau antara anak dengan anak yang lain.
d. Pemberian tugas
Pemberian tugas dilakukan oleh pendidik untuk member pengalaman yang nyata kepada anak baik secara individu maupun secara berkelompok.
e. Sosio-drama/bermain peran
Sosio-drama atau bermain peran dilakukan untuk mengembangkan daya khayal/imajinasi, kemampuan berekspresi, dan kreativitas anak yang diinspirasi dari tokoh-tokoh atau benda-benda yang ada dalam cerita.
f. Karyawisata
Karyawisata adalah kunjungan secara langsung ke objek-objek dilingkungan kehidupan anak yang sesuai dengan tema yang sedang dibahas
g. Projek
Proyek merupakan suatu tugas yang terdiri atas rangkaian kegiatan yang diberikan oleh pendidik kepada anak, baik secara individu maupun secara berkelompok dengan menggunakan objek alam sekitarmaupun kegiatan sehari-hari.

h. Eksperimen
Eksperimen merupakan pemberian pengalaman nyata kepada anak dengan melakukan percobaan secara langsung dan mengamati hasilnya.


Dukungan pada pembelajaran
Untuk membantu pencapaian pembelajaran yang optimal, diperlukan dukungan diantaranya:
a. Media dan sumber belajar yang sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan;
b. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang relevan;
c. Keterlibatan orangtua; dan
d. Keterlibatan instansi terkait (misalnya: puskesmas, pemadam kebakaran, kepolisian,dll) dalam kegiatan pembelajaran yang sedang dilaksanakan.


C. Model-model pembelajaran di raudhatul athfal (RA)

1. Model Pembelajaran Klasikal

Model pembelajaran klasikal adalah pola pembelajaran dimana dalam waktu yang sama, kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas (secara klasikal). Model pembelajaran ini merupakan model yang paling awal digunakan dipendidikan pra sekolah, dengan sarana pembelajaran yang pada umumnya sangat terbatas, serta kurang memperhatikan minat individu anak. Seiring dengan perkembangan teori dan pengembangan model pembelajaran, model ini sudah banyak ditinggalkan.


2. Model Pembelajaran Kelompok

Model pembelajaran berdasarkan kelompok masih banyak digunakan RA di Indonesia, namun perkembangan model pembelajaran selalu berkembang.Kini sudah banyak RA yang menggunakan model pembelajaran yang lebih variatif.Dalam model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman, adalah pola pembelajaran dimana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, biasanya anak dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok, dan masing-masing kelompok melakukan
kegiatan yang berbeda-beda. Dalam satu kali pertemuan, anak mampu menyelesaikan 2-3 kegiatan dalam kelompok secara bergantian. Apabila dalam pergantian kelompok, terdapat anak-anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari pada temannya, maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain sejauh di kelompok lain tersedia tempat. Namun apabila tidak tersedia tempat, maka anak tersebut dapat bermain pada tempat tertentu didalam kelas yang telah disediakan guru yang disebut dengan kegiatan pengaman. Pada kegiatan pengaman sebaiknya disediakan alat-alat yang lebih bervariasi dan sering diganti disesuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas.


3. Model Pembelajaran Sentra

Model yang dikembangkan Creative Curiculum mengelola kegiatan pembelajaran yang seimbang antara bimbingan guru dengan inisiatif anak. Model ini dikenalkan di Indonesia oleh Dr. Pamela Phelp dari CCCRT Florida.
Bermain dipandang sebagai Otak sehingga anak diberi kesempatan untuk memulai dari pengembangan ide hingga tuntas menyelesaikan hasil karyanya “Start and finish”. Dukungan guru memfasilitasi anak mengembangkan kecakapan berpikir aktif dan anak diberi keleluasaan untuk melakukan berbagai kegiatan untuk mendapatkan pengalaman tentang dunia sekelilingnya. Sentra yang dikembangkannya tidak berbeda dengan sistem area. Perbedaan nampak dalam pengelolaan kelas. Dalam model area semua anak bebas bergerak di semua area yang dikelola oleh
seorang guru. Dalam model sentra anak bebas memilih bermain yang disiapkan guru dalam satu sentra.
Didalam sentra dilengkapi dengan 3 jenis kegiatan bermain yaitu bermain sensorimotorik, main peran dan main pembangunan. Keragaman main atau disebut juga densitas main memfasilitasi untuk dapat memilih mainan sesuai dengan minatnya. Kelompok anak berpindah bermain dari satu sentra kesentra lainnya setiap hari. Tiap sentra dikelola oleh seorang guru. Proses pembelajarannya dengan menggunakan 4 pijakan yaitu pijakan penataan alat (pijakan lingkungan), pijakan sebelum main, pijakan selama main, dan pijakan setelah bermain.
Model pembelajaran sentra adalah pendekatan pembelajaran yang dalam proses pembelajarannya dilakukan di dalam ‘lingkaran” (circle times) dan sentra bermain. Lingkaran adalah saat dimana guru duduk
bersama anak dengan posisi melingkar untuk memberikan pijakan sbelum dan sesudah bermain.
Sentra bermain adalah zona atau area dengan seperangakat sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak didik dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang, serba seimbang.Sentra yang dibuka setiap harinya disesuaikan dengan jumlah kelompok di setiap RA.
Pembelajaran yang berpusat pada sentra dilakukan secara tuntas mulai awal kegiatan sampai akhir dan focus oleh satu kelompok usia RA dalam satu sentra kegiatan. Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis bermain yaitu bermain sensorimonitor atau fungsional, bermain peran dan bermain konstruktif (membangun pemikiran anak).
Bermain sensorimotor adalah menangkap rangsangan melalui
penginderaan dan menghasilkan sebagai gerakan sebagai reaksinya.Anak RA belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka.Misalnya menakar air, meremas kertas bekas, menggunting dan lain-lain.
Bermain peran terdiri dari bermain makro (besar) bermain peran
mikro/kecil (bermain simbolik), pura-pura, fantasi, imajinasi, atau bermain drama.Anak bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yang telah dimilikinya.
Bermain konstruktif menunjukkan kemampuan anak untuk
mewujudkan pikiran, ide, dan gagasannya menjadi sebuah karya nyata.Ada dua jenis bermain konstrusi, yaitu bermain konstruksi sifat cair (air, pasir, spidol, dll) dan bermain konstruksi terstruktur (balok-balok, lego,
dll).
Dalam mengoptimalkan perkembangan anak disentra yang perlu diperhatikan adalah densitas dan intensitas.Densitas berkaitan dengan keragaman kegiatan yang disediakan, sedangkan intensitas berkaitan dengan waktu yang diperlukan.
Untuk membangun konsep dan memberikan gagasan pada peserta didik dalam model pembelajaran sentra, guru memberikan 4 pijakan.Pijakan (scaffolding process) adalah dukungan yang berubah-ubah yang disesuaikan dengan perkembangan untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi.
Ada empat jenis pijakan yaitu pijakan lingkungan bermain, pijakan sebelum bermain, pijakan selama bermain, dan pijakan setelah bermain.
1. Pijakan lingkungan bermain dilakukan dengan menata alat dan bahan bermain yang akan digunakan sesuai rencana dan jadwal kegiatan yang telah disusun untuk memberikan gagasan kepada anak agar dapat mengembangkan semua potensinya secara optimal.



2. Pijakan sebelum bermain merupakan kegiatan awal dimana guru memberikan gagasan sebelum anak melakukan kegiatan bermain di sentra.




3. Pijakan selama bermain adalah dukungan yang diberikan guru secara individual kepada anak sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan, untuk meningkatkan pada tahap perkembangan selanjutnya.
4. Pijakan pengalaman setelah bermain merupakan kegiatan dimana guru memperkuat konsep yang telah dipeoleh anak selama bermain.




4. Model Pembelajaran Area

Model ini dikembangkan oleh Highscope di Amerika Serikat dan dikenalkan di Indonesia oleh Children Resources Internasional. Inc. Model Area memfasilitasi kegiatan anak secara individu dan kelompok untuk pengembangan semua aspek. Area ditata secara menarik. Setiap anak memiliki beberapa kegiatan yang menggunakan alat dan bahan yang berbeda. Semua anak dapat memilih area mana yang paling sesuai dengan minatnya. Untuk semua area difasilitasi oleh seorang guru. Guru mengawasi anak-anak yang bermain disemua area yang dibukanya.
Model pembelajaran berdasarkan Area lebih memberikan kesempatan kepada anak didik untuk memilih atau melakukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. Pembelanjarannya dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak dan menghormati keberagaman budaya dan menekankan peda pengalaman belajar bagi setiap anak, pilihan-pilihan kegiatan dan pusat-pusat kegiatan serta peran serta keluarga dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran area menggunakan sepuluh area, yaitu : area
ibadah/imtak, balok, bahasa, drama, matematika, IPA, music, seni/motorik halus, pasir dan air, membaca dan menulis.


Area belajar pada pembelajaran berdasarkan minat antara lain :
Area Ibadah/Imtak


Maket masjid, gambar tata cara shalat, ambar tata cara berwudu, sajadah, mukena, paci, kain sarung, kerudung, buku iqra, kartu huruf hijaiyah, tasbih, juz ‘amma, Alquran, dan sebagainya yang meliputi alat-alat permainan lima aspek rukun Islam dari syahadah sampai dengan haji.





Area Balok
Balok-balok berbagai ukuran dan warna, logo, lotto sejenis, lotto berpasangan, kepingan geometri dan triplek berbagai ukuran dan warna, kotak geometri, kendaraan tiruan (laut, udara dan darat), rambu-rambu lalu lintas, kubus berpola, tusuk gigi, kubus berbagai ukuran dan warna, korek api, lidi, tusuk es krim, bola berbagai ukuran dan warna, dus-dus bekas, dan sebagainya.


Area Berhitung/Matematika
Lambang bilangan, kepingan geometri, kartu angka, kulit kerang, puzzle, konsep bilangan, kubus permainan, pohon hitung, papan jamur, ukuran panjang pendek, ukuran tebal tipis, tutup botol, pensil, manik- manik, gambar buah-buahan, pnggaris, meteran, buku tulis, puzzle busa (angka), kalender, gambar bilangan, papan pasak, jam, kartu gambar, kartu berpasangan, lembar kerja, dan sebagainya.


Area IPA
Macam-macam gambar binatang, gambar-gambar perkembangbiakan binatang, gambar-gambar proses pertumbuhan tanaman, biji-bijian ( jagung, kacang tanah, kacang hiaju, beras), kerang, batu/kerikil, pasir, bunga karang, magnit, mikroskop, kaca pembesar, pipet, tabung ukur, timbangan kue, timbangan sebenarnya, gelas ukuram, gelas pencampur warna, nuansa warna, meteran, penggaris, benda-benda kasar halus (batu, batu-bata, amplas, besi, kayu, kapas, dll), benda-benda pengenalan berbagai macam rasa (gula, kopi, asam, cuka, garam, sirup, cabe, dll), berbagai macam bumbu (bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, kemiri, lengkuas, daun salam, jahe, kunyit, jinten, dll).


Area Musik
Seruling, kastanyet, meracas, organ kecil, tamburin, kerincingan, triangle, gitar kecil, wood block, kulintang, angklung, biola, piano, harmonica, gendang, rebana, dan sebagainya.





Area Bahasa
Buku-buku cerita, gambar seni, kartu kategori kata, nama-nama hari, boneka tangan, panggung boneka, papan planel, kartu nama-nama- hari, kartu nama-nama bulan, majalah peserta didik, Koran, macam- macam gambar sesuai tema, dan sebagainya.


Area Membaca dan Menulis
Buku-buku perpustakaan, buku tulis, pensil warna, pensil 2B, kartu huruf, kartu kata, kartu gambar, dan sebagainya.




Area Drama
Tempat tidur peserta didik dan boneka, lemari kecil, meja-kursi kecil, meja tamu, boneka-boneka, tempat jemuran, tempat gosokan, setrikaan, baju-baju besar, handuk, bekas make-up, minyak wangi, sisir, kompor-komporan, penggorengan, dandang tiruan, piring, sendok, garpu, gelas, cangkir, teko, keranjang belanja, pisau mainan, ulekan (cobek), mangkok-mangkok, tas-tas, sepatu/sandal, rak sepatu, cermin, mixer, blender, sikat gigi, odol, telepon-teleponan, baju tentara dan polisi, baju dokter-dokteran, dan sebagainya.


Area Pasir/Air
Bak pasir/bak air, akuarium kecil, ember kecil, gayung, garpu garuk, botol-botol, plastic, tabung air, cangkir plastic, literan air, corong, sekop kecil, saringan pasir, serokan, cetakan-cetakan pasir/cetakan-cetakan ager berbagai bentuk, penyiram tanaman, dan sebagainya.




Area Seni dan Motorik
Meja gambar, meja-kursi peserta duduk, krayon, pensil berwarna, pensil 2B, kapur tulis, arang, buku gambar, kertas lipat, kertas Koran, lem, gunting, kertas warna, kertas kado, kertas bekas, bahan sisa, dan sebagainya.


5. Pengaturan Ruangan Atau Kelas

Pengaturan ruangan atau kelas harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan, dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam belajar melalui bermain. Penataan alat main/kegiatan bermain mendorong anak untuk dapat bereksplorasi, mendukung anak untuk dapat berinteraksi dengan lingkungannya, sesuai
dengan tahapan perkembangan anak, memperhatikan karakteristik anak, kemampuan anak. Ruangan perlu diatur guna menumbuhkan atau membangkitkan minat bereksplorasi anak dengan cara meletakan media pembelajaran secara menarik. Pengaturan ruangan dapat disesuaikan dengan tema.


Dalam pengaturan ruangan ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:
1. Susunan meja kursi anak dapat berubah-ubah atau bersifat fleksibel.
2. Kegiatan tidak selalu di kursi tetapi dapat dilakukan di tikar/karpet/lantai.
3. Penataan kursi atau alat main harus sesuai dengan kebutuhan anak sehingga cukup ruang gerak bagi anak.
4. Alat peraga harus sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, dan disesuaikan dengan usia serta perkembangan anak.
5. Peletakan dan penyimpanan alat bermain/sumber belajardiatur sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya, sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan mengembalikan pada tempatnya setelah selesai digunakan
6. Penataan ruangan kelas, penataan perabotan, asesoris atau hasil pekerjaan anak di dinding hendaknya diubah-ubah secara periodic agar selalu tercipta suasana kelas yang baru dan tidak membosankan.

BAB VI
KONSEP, TEKNIK DAN PROSEDUR PENILAIAN





Dasar pelaksanaan dan mekanisme penilaian mengacu pada standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA)
yakni Permendikbud no 137 Tahun 2014 pasal 18, dan Permendikbud no 146
Tahun 2014 tentang standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA). Dalam standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dinyatakan bahwa standar penilaian merupakan kriteria tentang penilaian proses dan hasil pembelajaran anak dalam rangka pemenuhan standar tingkat pencapaian perkembangan sesuai tingkat usianya.
Sejalan dengan hal tersebut dalam Permendikbud No 146 tahun 2014 menetapkan bahwa penilaian proses dan hasil kegiatan belajar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) adalah suatu proses mengumpulkan dan mengkaji berbagai informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, menyeluruh, transparan, obyektif, bermakna, tentang pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu.


A. Konsep Penilaian

1. Pengertian Penilaian

Penilaian merupakan proses pengolahan data dengan cara pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kemampuan dan karya anak untuk menentukan tingkat pencapaian perkembangan anak.
Penilaian menurut Sugihartono, dkk; 2007, suatu tindakan untuk menginterpretasikan hasil pengukuran berdasarkan norma tertentu dengan tujuan untuk mengetahui tinggi rendah nya sesuatu, berat ringannya sesuatu benda, atau baik buruknya suatu kondisi.
Penilaian merupakan proses pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kemampuan dan karya anak sebagai dasar pengambilan keputusan pendidikan yang bermanfaat bagi anak (NAEYC/NAECS dan SDE, 1991: Grace and Shore 1991; Kumano 2002)
Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan tingkat pencapaian perkembangan anak (Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No: 58 Tahun 2009. Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Sujarwo, Jakarta 2010)
2. Manfaat

Penilaian memiliki manfaat bagi semua pihak, termasuk bagi anak itu sendiri. Dibawah ini beberapa manfaat melakukan penilaian di Raudhatul Athfal :
1. Manfaat bagi anak-anak :
a. Memelihara pertumbuhan anak lebih sehat dan konsisten. b. Perkembangan anak menjadi lebih optimal.
c. Anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat dan perkembangannya.
d. Anak mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perkembangannya.
2. Manfaat bagi orang tua/ keluarga:
a. Orang tua memperoleh informasi tentang pertumbuhan, perkembangan dan minat anak di satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA).
b. Memudahkan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan di rumah.
c. Membuat keputusan bersama antara orang tua dengan pihak satuan PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dalam memberikan dukungan dan memenuhi kebutuhan anak.
3. Manfaat bagi guru :
a. Mengetahui perkembangan sikap, dan keterampilan anak.
b. Mendapatkan informasi awal tentang hambatan atau gangguan dalam tumbuh kembang anak.
c. Mengetahui kesesuaian stimulasi dalam layanan dengan kebutuhan perkembangan anak.
d. Dapat memberikan dukungan yang tepat kepada anak.
e. Memiliki data dan informasi tentang perkembangan anak untuk pembuatan rencana pembelajaran serlanjutnya


3. Prinsip

Penilaian hasil belajar anak pada jenjang RA berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Mendidik
Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, mengembangkan, dan membina anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
2. Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap, dan terus menerus untuk mendapatkan gambaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak.
3. Objektif
Penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian sehingga menggambarkan data atau informasi yang sesungguhnya.
4. Akuntabel
Penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas serta dapat dipertanggung jawabkan.
5. Transparan
Penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan hasil penilaian dapat diakses oleh orang tua dan semua pemangku kepentingan yang relevan.
6. Sistematis
Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan berbagai instrumen.
7. Menyeluruh
Penilaian mencakup semua aspek pertumbuhan dan perkembangan anak baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Penilaian mengakomodasi seluruh keragaman budaya, bahasa, sosial ekonomi, termasuk anak yang berkebutuhan khusus.
8. Bermakna
Hasil penilaian memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak, orang tua dan pihak lain yang relevan.


4. Lingkup Penilaian

Lingkup penilaian di Raudhatul Athfal meliputi pertumbuhan dan perkembangan anak. Lingkup penilaian pertumbuhan meliputi ukuran fisik diukur dengan satuan panjang dan berat, misalnya berat tubuh, tinggi badan/ panjang badan dan lingkar kepala.
Penilaian perkembangan meliputi informasi bertambahnya fungsi psikis dan fisik anak meliputi sensorik (mendengar, melihat, meraba, merasa dan menghidu ), motorik (gerakan motorik kasar dan halus), kognitif (pengetahuan, kecerdasan), komunikasi (berbicara dan bahasa),
serta sikap religius, sosial-emosional dan kreativitas yang di rumuskan dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.


5. Penilaian Otentik

Penilaian pada anak usia dini berupa penilaian otentik. Penilaian otentik adalah jenis penilaian berdasakan kondisi nyata yang muncul dari perilaku anak selama proses berkegiatan maupun hasil dari kegiatan tersebut.
Penilaian otentik dilakukan pada saat anak terlibat dalam kegiatan bermain, harus dilakukan secara alami dalam kondisi yang direncanakan oleh guru. Contoh: Guru ingin mengetahui kemampuan anak mengenal bentuk- bentuk geometri, maka guru menyiapkan kegiatan bermain dengan alat main berbagai bentuk di semua area/ sentra/ sudut. Guru melakukan pengamatan, bertanya dan mencatat hal-hal yang penting sesuai dengan kompetensi yang di harapkan muncul dari anak. Saat anak tengah bermain mencetak pasir dengan menggunakan cetakan berbagai
bentuk, guru dapat mengajukan pertanyaan, seperti: “Ibu pesan kue
berbentuk lingkaran ya”. Guru mengamati kemampuan anak apakah anak dapat membuat kue berbentuk lingkaran, kemudian mencatat hasil pengamatannya.


B. Teknik Penilaian

Teknik yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan adalah sebagai berikut :
a. Pengamatan atau observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan lembar observasi, catatan, menyeluruh atau jurnal, dan rubrik.
b. Percakapan merupakan teknik penilaian yang dapat digunakan baik pada saat kegiatan terpimpin maupun bebas
c. Penugasan merupakan teknik penilaian berupa pemberian tugas yang akan dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara individu maupun kelompok serta secara mandiri maupun didampingi.
d. Unjuk kerja merupakan teknik penilaian yang melibatkan anak dalam bentuk pelaksanaan suatu aktivitas yang dapat diamati.
e. Penilaian hasil karya merupakan teknik penilaian dengan melihat produk yang dihasilkan oleh anak setelah melakukan suatu kegiatan
f. Pencatatan anekdot merupakan teknik penilaian yang dilakukan dengan mencatat seluruh fakta, menceritakan situasi yang terjadi, apa yang dilakukan dan dikatakan anak. Catatan anekdot sebagai jurnal kegiatan harian, mencatat kegiatan anak selama melakukan kegiatan setiap harinya.
g. Portofolio merupakan kumpulan atau rekam jejak berbagai hasil kegiatan anak secara berkesinambungan dan catatan pendidik tentang berbagai aspek pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai salah satu bahan untuk menilai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan


C. Prosedur Penilaian

1. Waktu Penilaian

Penilaian dilakukan mulai anak datang di satuan RA selama proses pembelajaran, saat istirahat, sampai anak pulang. Hasil penilaian dapat dirangkum dalam kurun waktu harian dan bulanan.


2. Proses Penilaian

Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang capaian hasil belajar untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki anak setelah melakukan kegiatan belajar.
Dasar pelaksanaan dan mekanisme penilaian mengacu pada standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) yakni Permendikbud nomor 137/ 014 pasal 18 dan Permendikbud nomor 146/2014. Dalam standar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) dinyatakan bahwa Standar Penilaian merupakan kriteria tentang penilaian proses dan hasil pembelajaran anak dalam rangka pemenuhan standar tingkat pencapaian perkembangan sesuai tingkat usianya. Sejalan dengan itu Pedoman penilaian lampiran Permendikbud nomor 146 tahun 2014 menetapkan bahwa Penilaian proses dan hasil kegiatan belajar PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) adalah suatu proses mengumpulkan dan mengkaji berbagai informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, serta menyeluruh tentang pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu.
Penilaian hasil belajar anak mengukur kompetensi dasar di setiap lingkup perkembangan dengan menggunakan tolok ukur indikataor
perkembangan per kelompok usia. Secara sederhana dapat diilustrasikan dengan gambar ( siklus ) sebagai berikut :
Program Pengembangan terdiri dari : (1) nilai agama dan moral, (2) fisik motorik, (3) kognitif, (4) sosial emosional, (5) bahasa dan (6) seni. Program pengembangan mencakup semua kompetensi dasar yang berjumlah 46, dan untuk mengukur capaian perkembangan tersebut setiap tahun menggunakan indikator perkembangan perkelompok usia Perkembangan yang digunakan dalam penilaian merupakan penggabungan dari indikator perkembangan yang di permendikbud
137/2014 dengan permendikbud 146/2014.
Indikator tersebut menjadi rujukan dalam proses analisa hasil penilaian. Penilaian dilakukan secara sistematis yang diawali dengan pengamatan yang dilakukan setiap hari, pencatatan harian, penganalisaan data setiap bulan, dan rekap perkembangan selama semester. Hasil analisa selama satu semester dijadikan sebagai bahan pembuatan laporan semester. Dapat kita lihat proses yang dilakukan secara sistematis, sebagai berikut:


a. Penilaian harian
Penilaian harian merupakan proses pengumpulan data dengan menggunakan instrumen format penilaian harian yang tercantum dalam RPPH, catatan anekdot, dan hasil karya anak. Instrumen format penilaian harian dan catatan anekdot diisi dari hasil pengamatan guru di saat anak bermain atau melakukan kegiatan rutin harian. Hasil karya anak sebagai dokumen yang didapat guru setelah anak melakukan kegiatan. Hasil karya anak hendaknyajelas tertulis tanggal pembuatan dan gagasan anak tentang karya tersebut ditulis oleh guru berdasarkan cerita yang diungkapkan anak.
Penilaian harian dilaksanakan sebagai berikut :
1. Merupakan pengumpulan data dan informasi yang terkait langsung dengan kegiatan yang dilakukan anak sehari-hari
2. Menggunakan checklist (v) skala capaian perkembangan yang telah ditetapkan dalam RPPH.checklist (V) skala capaian perkembangan berisi indicator perkembangan untuk mengukur ketercapaian tujuan dan kompetensi dasar yang ditetapkan di RPPM.
3. Menggunakan catatan anekdot untuk mencatat perilaku anak pada saat berkegiatan, baik saat bermain di kegiatan inti maupun kegitan rutin.
4. Menggunakan data /Informasi dari hasil karya anak.


Format checklist (v) skala capaian perkembangan. Format checklist (v) skala capaian perkembangan memuat indikator pencapaian perkembangan yang sudah ditetapkan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Contoh terlampir
1. Indikator dalam format sesuai dengan tercantum dalam RPPH
2. Setiap anak diukur ketercapaian perkembangannya sesuai dengan indikatornya.


Kolom pencapaian perkembangan diisi dengan kategori 1 (BB), 2 (MB),3 (BSH), dan (BSB)
1) 1 (BB) artinya Belum Berkembang : bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru.
2) 2 (MB) artinya Mulai Berkembang bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru.
3) 3 (BSH) artinya Berkembang Sesuai Harapan : bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru.
4) 4 (BSB) artinya Berkembang Sangat Baik : Bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai indicator yang diharapkan.


b. Penilaian bulanan
Penilaian bulanan berisi hasil pengolahan rekapitulasi data penilaian harian checklist (V), catatan anekdot, dan hasil karya anak selama satu bulan. Hasil pengolahan data diisikan ke dalam format penilaian.


c. Penilaian semester
Penilaian semester merupakan hasil pengolahan rekapitulasi data penilaian bulanan yang dicapai selama 6 bulan. Penilaian
semester digunakan sebagai dasar untuk membuat laporan perkembangan anak yang akan disampaikan kepada orang tua anak.


d. Pelaporan
Laporan semester berisi hasil pengolahan data tentang perkembangan anak yang di kumpulkan selama enam bulan atau satu semester. Pelaporan ditujukan kepada :
1. Orang tua anak sebagai pertanggung jawaban layanan yang telah diikuti oleh anak.
2. Satuan RA sebagai dokumen hasil pelaksanaan pembelajaran dan sebagai dasar untuk perbaikan maupun pengembangan layanan yang lebih baik.
3. Dinas Pendidikan sebagi institusi Pembina PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) di wilayahnya.


e. Sumber Data Penilaian Harian lainnya.
Data penilaian harian lainnya bersifat melengkapi data yang dikumpulkan melalui format checklist. Data penilaian harian lainnya dapat dikumpulkan melalui:
1. Catatan Anekdot
Catatan anekdot awalnya digunakan untuk mencatat sikap dan perilaku anak yang muncul digunakan untuk mencatat sikap dan perilaku anak yang muncul secara tiba-tiba atau peristiwa yang terjadi secara incidental. Berbagai rujukan terakhir menyatakan bahwa catatan anekdot digunakan untuk mencatat seluruh fakta, menceritakan situasi yang terjadi, apa yang dilakukan dan dikatakan anak. Catatan anekdot sebagai jurnall kegiatan harian mencatat kegiatan anak selama melakukan kegiatan setiap harinya. Catatan anekdot memungkinkan untuk mengetahui perkembangan anak yang indikatornya tercantum maupaun tidak tercantum pada RPPH.


Hal-hal pokok yang dicatat dalam catatan anekdot meliputi:
a. Nama anak yang dicatat perkembangannya
b. Kegiatan main atau pengalaman belajar yang diikuti anak
c. Perilaku, termasuk ucapan yang disampaikan anak selama berkegiatan.
Catatan anekdot dibuat dengan menuliskan apa yang dilakukan atau dibicarakan anak secara obyektif, akurat, lengkap, dan bermakna tanpa penafsiran subyektif dari guru. Akurat (tepat), obyektif (apa adanya, tanpa memberi label misalnya : cengeng,malas,nakal), spesifik (khusus/tertentu), sederhana (tidak bertele-tele), dan catatan guru terkait dengan indikator yang muncul dari perilaku anak. Catatan dalam anekdot lebih berupa jurnal kegiatan akan lebih baik bila disertai foto kegiatan yang dilakukan setiap anak.
(Contoh Penilaan terlampir pada Tabel H)


2. Hasil Karya
Hasil karya adalah buah pikir anak yang dituangkan dalam bentuk karya nyata dapat berupa pekerjaan tangan, karya seni, atau tampilan anak, misalnya: gambar , lukisan, lipatan, hasill kolase, hasil guntingan, tulisan/Coret- coretan, hasil roncetan, bangunan balok, tari, hasil prakarya dll.


Rambu-rambu membuat Catatan Hasil Karya Anak.
a. Tuliskan nama dan tanggal hasil karya tersebut dibuat. Data ini diperlukan untuk melihat perkembangan hasil karya yang dibuat anak di waktu sebelumnya.
b. Tanyakan kepada anak tentang hasil karya yang dibuatnya tanpa asumsi guru. Misalnya Aisyah membuat gambar banyak kepala dengan berbagi warna. Maka yang dikatakan guru adalah: ”Ada banyak gambar yang sudah kamu buat, bisa
diceritakan gambar apa saja? warna apa saja yang kamu pakai?”
dst.
c. Tuliskan semua yang dikatakan oleh anak untuk mengkonfirmasi hasil karya yang dibuatnya agar tidak salah saat guru membuat interpretasi karya tersebut.
d. Catatan dan hasil karya anak disimpan dalam portopolio dan akan dianalisa dalam penilaian bulanan. Hasil karya yang dianalisa adalah hasil karya yang terbaik (menunjukkan tingkat perkembangan tertinggi) yang diraih anak. Hasill karya tersebut bisa yang paling akhir atau dapat pula yang ditengah bulan.
e. Perhatikan apa yang sudah dibuat oleh anak dengan teliti, hubungkan dengan indikator pada KD. Semakin guru melihat dengan rinci maka akan lebih banyak informasi yang didapatkan guru dari hasil karya anak tersebut.


Strategi Pelaksanaan Penilaian Harian
Setiap anak harusnya diamati setiap hari untuk mengetahui perkembangan yang dicapai atau kesulitan yang ditemuinya.Namun demikian seringkali guru kesulitan melakukannya.Salah satu pertanyaan yang seringkali dilontarkan guru terkait dengan penilaian adalah bagaimana melaksanakan penilaian yang dapat mencakup banyak kemampuan anak untuk jumlah anak yang banyak?


Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Mengamati seluruh anak melalui langkah :
a. Mengidentifikasikan indikator yang ada di RPPH dengan kegiatan yang akan diikuti anak, misalnya Dengan pemetaan tersebut guru dapat berkonsentrasi pada setiap sesi kegiatan dan melihat seluruh anak lebih fokus.
b. Mengelompokkan indikator disetiap kelompok kegiatan sesuai jadwal harian.


2) Mengamati fokus pada beberapa anak.
Jika strategi 1 dan 2 tetap tidak dapat dilaksanakan maksimal karena rasio guru dan anak yang besar, guru dapat melakukan penilaian dengan fokus pada beberapa anak. Misalnya jumlah anak dalam rombongan belajar sebanyak 20 orang, guru dapat memfokuskan sasaran penilaian pada 5 anak dengan tidak mengabaikan anak yang lainnya sebagai sasaran penilaian sehingga dalam 4 hari seluruh anak dapat diobservasi. Bila dalam seminggu ada 5 hari belajar, maka 1 hari sisa digunakan untuk melihat kembali indikator dari semua anak yang belum muncul. Untuk memudahkan pelaksanaan baik menggunakan strategi 1 ataupun 2, guru dapat menggunakan satu format penilaian caranya:
1. Kolom nama anak dapat langsung diisi dengan pencapaian perkembangan misal dengan kode BB, MB, BSH, BSB. Bila ada
hal yang perlu dicatat di luar indikator yang ada, guru dapat menggunakan catatan anekdot.
2. Guru selalu membawa catatan kecil yang berisi format di atas dengan pena di dalam saku sepanjang hari.
3. Guru juga dapat mencatat dalam anekdot untuk kegiatan anak lainnya di luar yang sedang menjadi fokus hari itu, apabila dipandang ada sesuatu yang penting pada anak tersebut. Sesuatu yang penting tersebut dapat berupa kemajuan perkembangan (misalnya anak tidak biasa berkomunikasi ternyata hari itu Nampak berbincang dengan temannya ) atau kemunduran perkembangan (misalnya anak yang tidak biasa berkomunikasi ternyata hari itu nampak berbincang dengan temannya) atau kemunduran perkembangan (misalnya anak biasanya ramah ternyata harii itu selalu marah-marah)


Memasukkan data ke Portofolio Anak
Data yang dicatat dalam anecdotal record yang diartikan sebagai jurnal harian dan hasil karya anak dimasukkan ke dalam buku portofolio masing-masing anak. Format portopolio dapat dikembangkan oleh masing-masing lembaga, portofolio terdiri:
1. Sampul depan berisi foto dan identitas anak
2. Lembar isi berisi : foto kegiatan anak, catatan guru tentang kegiatan anak (ditulis saat mengamati anak), dan analisa Kompetensi Dasar.


f. Penilaian Bulanan
Penilaian bulanan sebagai tindak lanjut dari penilaian harian. Penilaian bulanan lebih ditekankan pada analisa dan interpretasi guru terhadap data yang terkumpul dari penilaian bulanan dilakukan dengan langkah berikut :
1. Mengumpulkan Semua Data
Semua data yang didapat guru baik melalui pengisian format cheklist, dan data dalam portofolio yang berasal darii catatan anekdot dan hasil karya anak.
2. Menganalisa Data Penilaian
a. Seluruh catatan skala capaian perkembangan harian disatukan berdasarkan indikator dari KD yang sama. Walaupun dalam format cheklist (V) harian indikatornya memuat tema dan materi, tetapi untuk dimasukkan ke dalam penilaian bulanan cukup melihat indikator dari KD yang tercantum dalam format penilaian perkembangan umum. Apabila dalam indikator yang sama dalam satu KD terdapat perbedaan capaian, maka capaian perkembangan yang tertinggii dijadikan capaian akhir.


Misalnya :
Kemampuan makan Umar membaca doa sebelum dan sesudah makan, BB, BB, BB, MB, maka Umar mengarah pada kemampuan MB.
b. Analisa KD dalam portofolio yang berisi kemampuan anak dianalisa lanjut untuk mengetahui capaian kemampuan anak apakah berada pada kemampuan BB, MB, BBSH, atau BSB.
c. Untuk memudahkan menentukan kemampuan anak sebaiknya guru merujuk pada rubrik penilaian.


Dalam catatan anekdot dituliskan :
Umar menggunting dengan menggunakan tiga jari. Ia menggunting di luar garis bergambar bentuk geometri. Ia tersenyum sambil mengatakan “ ini ban City Tour”
a. KD 3.9 menggunakan gunting dengan cara yang tepat, (dalam
indikator tercantum : melakukan kegiatan dengan menggunakan alat teknologi sederhana sesuai fungsinya secara aman dan bertanggung jawab). Capaian perkembangan BSH
b. KD 3.3 – 4.3 menggunting di luar garis bergambar bentuk
geometri lingkaran (dalam indikator tertulis : Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagaii aktivitas). Karena Umar masih menggunting di luar garis yang seharusnya usia 6 tahun seharusnya sudah dapat
menggunting bentuk sesuai garis, maka Umar mencapaii perkembangan BB.
c. KD 2.5 menunjukkan gambar sambil tersenyum (dalam indikator disebut” bangga menunjukkan hasil karya). Karena Umar sesuai dengan indikator, maka Umar mencapaii perkembangan BSH.
d. KD 3.7 – 4.7 “ ini ban City Tour”
e. KD 3.11 – 4.11 “ ini ban City Tour” ( dalam indikator tertulis : Menceritakan kembali isi cerita secara sederhana). Umar dapat bercerita dengan kalimat sederhana tentang sesuatu hal, capaian perkembangan BSH.


3. Kompilasi Hasil Penilaian Data
Hasil pengumpulan data selama satu bulan, kemudian dii analisa, dapatlah hasil perkembangan sebagai berikut:
Contoh terlampir


4. Mengisi Data Ke Dalam Penilaian Perkembangan Anak
Setelah semua data dianalisa langkah selanjutnya semua data dimasukkan ke dalam format penilaian perkembangan anak. Format perkembangan digunakan untuk mencatat perkembangan bulanan, juga digunakan untuk mencatat perkembangan anak selama satu semester.
Untuk mengisi kolom penilaian bulanan maupun hasil akhir semester, guru perlu memperhatikan hal- hal sebagai berikut :
a. Semua data yang diolah dijadikan bahan analisa
b. Apabila menggunakan guru sentra yang berarti guru sebagai tim, maka penilaian ditetapkan secara bersama oleh semua guru yang menangani anak. Sedangkan pengisian laporan dilakukan oleh wali kelas.
c. Data capaian perkembangan anak pasti cukup banyak sehingga dalam satu indikator bisa muncul data berulang- ulang dengan tingkat pencapaian yang berbeda. Untuk menentukan pengisian pada kolom capaian perkembangan, maka digunakan capaian terbaik dengan pengertian kemampuan anak tersebut. Contoh
untuk kemampuan kemandirian anak : BB–MB-MB-BSH-BSH–BSB
maka yang diambil BSB ( berkembang sangat baik) artinya kemampuan anak berkembang kearah sangat baik.


3. Pengolahan Penilaian

a. Penilaian proses dan hasil belajar anak dimasukkan dalam format yang disusun oleh pendidik setiap selesai melakukan kegiatan.
b. Catatan penilaian proses dan hasil belajar perkembangan anak dimasukkan ke dalam format rangkuman penilaian atau bulanan untuk dibuat kesimpulan sebagai dasar laporan perkembangan anak kepada orang tua.


4. Pelaporan

Pelaporan merupakan kegiatan menkomunikasikan dan menjelaskan hasil penilaian tentang perkembangan anak setelah mengikuti layanan/ kegiatan pembelajaran di satuan RA.


5. Etika Pelaporan

Pelaporan berupa deskripsi pertumbuhan fisik dan perkembangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak.
Laporan perkembangan anak didik dibuat secara tertulis oleh guru. Penyampaian laporan dilakukan secara tatap muka sehingga dimungkinkan adanya hubungan dan informasi timbal balik antara pihak lembaga dengan orang tua. Dalam pelaksanaan kegiatan ini hendaknya kerahasiaan data atau informasi dijaga, artinya bahwa data atau informasi tentang anak didik hanya diinformasikan dan dibicarakan dengan orang tua anak didik yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangka bimbingan selanjutnya.
Para orang tua ingin tahu tentang kondisi perkembangan anaknya tetapi juga memiliki keterbatasan waktu, karena itu saat bertemu lebih difokuskan pada hal- hal berikut :
a. Keadaan anak waktu belajar secara fisik, sosial, dan emosional b. Partisipasi anak dalam mengikuti kegiatan di lembaga RA
c. Kemampuan/kompetensi yang sudah dan belum dikuasai anak
d. Hal-hal yang harus dilakukan orang tua untuk membantu dan mengembangkan anak lebih lanjut.
























LAMPIRAN-LAMPIRAN

TABEL A. KOMPETENSI INTI



KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
KI-1. Menerima ajaran agama yang dianutnya 1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaan-Nya
1.2 Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa
syukur kepada Tuhan
KI-2. Memiliki perilaku hidup sehat, rasa ingin tahu, kreatif dan estetis, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, mampu menghargai dan toleran kepada orang lain, mampu menyesuaikan diri, jujur, rendah
hati dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, pendidik, dan teman 2.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat
2.2 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap ingin tahu
2.3 Memiliki perilaku yang

mencerminkan sikap kreatif
2.4 Memiliki perilaku yang

mencerminkan sikap Estetis
2.5 Memiliki perilaku yang

mencerminkan sikap percaya diri
2.6 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih kedisiplinan
2.7 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sabar (mau menunggu giliran, mau mendengar ketika orang lain berbicara) untuk
melatih kedisiplinan
2.8 Memiliki perilaku yang



91

mencerminkan kemandirian
2.9 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli dan mau
membantu jika diminta bantuannya
2.10 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap menghargai dan toleran kepada orang lain
2.11 Memiliki perilaku yang dapat

menyesuaikan diri
2.12 Memiliki perilaku yang

mencerminkan sikap tanggungjawab
2.13 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur
2.14 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap rendah hati dan santun kepada orang tua, pendidik, dan teman
KI-3. Mengenali diri, keluarga, teman,pendidik, lingkungan
sekitar, agama, teknologi, seni, dan budaya di rumah,tempat bermain dan RA dengan cara: mengamati dengan indera(melihat,
mendengar, menghidu, merasa, meraba);menanya;mengumpulkan informasi;menalar;
dan mengomunikasikan melalui kegiatanbermain 3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari- hari
3.2 Mengetahui cara hidup sehat
3.3 Mengenal perilaku baik sebagai cerminan akhlak mulia
3.4 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk pengembangan motorik kasar dan
motorik halus
3.5 Mengetahui cara memecahkan

masalah sehari-hari dan berperilaku


92

kreatif
3.6 Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri- ciri lainnya)
3.7 Mengenal lingkungan sosial
(keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi)
3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-
batuan, dll)
3.9 Mengenal teknologi sederhana

(peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)
3.10 Memahami bahasa reseptif

(menyimak dan membaca)
3.11 Memahami bahasa ekspresif

(mengungkapkan bahasa secara verbaldan non verbal)
3.12 Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain
3.14 Mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri
3.15 Mengenal berbagai karya dan

aktivitas seni
KI-4. Menunjukkan yang diketahui,

dirasakan, dibutuhkan, dan 4.1 Melakukan kegiatan beribadah

sehari-hari dengan tuntunan orang


93

dipikirkan melalui bahasa, musik, gerakan, dan karya secara produktif dan kreatif, serta mencerminkan perilaku anak berakhlak mulia dewasa
4.2 Menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia
4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan
halus
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat
4.5 Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif
4.6 Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda di sekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciriciri lainnya)
melalui berbagai hasil karya
4.7 Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi) dalam bentuk gambar,
bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh
4.8 Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batubatuan, dll) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh


94

4.9 Menggunakan teknologi sederhana untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)
4.10 Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan
membaca)
4.11 Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
4.12 Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai
bentuk karya
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri secara

wajar
4.14 Mengungkapkan kebutuhan, keinginan dan minat diri dengan cara
yang tepat
4.15 Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media














95


TABEL B. KOMPETENSI INTI, DASAR DAN INDIKATOR

Perkembangan yang digunakan dalam penilaian merupakan penggabungan dari indikator perkembangan yang di permendikbud 137/2014 dengan permendikbud 146/2014. Indikator penilaian Perkembangan untuk usia 5-6 tahun terdiri atas:

Prog. Pengembangan KD dan Indikator
Nilai Agama dan Moral 1.1 Mengenal Tuhan melalui ciptaanNya
 Terbiasa menyebut nama Tuhan sebagai pencipta
 Terbiasa mengucapkan kalimat pujian terhadap ciptaan Tuhan
1.2 Menghargai diri sendiri, oranglain dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada
Tuhan
 Menghormati (toleransi ) Agama oranglain
 Terbiasa mengucap rasa syukur terhadap ciptaan Tuhan
 Terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan
2.13 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur
 Terbiasa tidak berbohong
 Terbiasa menghargai kepemilikan orang lain
 Terbiasa mengembalikan benda yang bukan haknya
3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari
4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntutan orang dewasa
 Menggunakan doa-doa sehari-hari, melakukan ibadah sesuai dengan agamanya
(misal: doa sebelum memulai dan selesai kegiatan)
 Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya (misal: tidak bohong, tidak berkelahi)
 Menyebutkan hari-hari besar agama, tempat ibadah, tokoh keagamaan (misal: nabi-nabi)
 Menyebutkan tempat ibadah agama lain
 Menceritakan kembali tokoh-tokoh keagamaan (misal: nabi-nabi)



96


Prog. Pengembangan KD dan Indikator
3.2 Mengenal perilaku baik dan santun sebagai cerminan akhlak mulia
4.2 Menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia
 Berperilaku sopan dan peduli melalui perkataan dan perbuatannya secara spontan sesuai
dengan agama dan budaya
FISIK
MOTORIK 2.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat
 Terbiasa makan makanan bergizi seimbang
 Terbiasa memelihara kebersihan diri dan lingkungan
3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk pengembangan motorik
kasar dan motorik halus
4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus
 Mengenal anggota tubuh dan fungsinya
 Melakukan berbagai gerakan terkoordinasi secara terkontrol, seimbang, dan lincah
 Melakukan gerakan mata, tangan, kaki, kepala secara terkoordinasi dalam menirukan berbagai gerakan yang teratur (misal: senam dan tarian)Melakukan permainan fisik dengan aturan
 Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagai aktivitas (misal: mengancingkan baju, menali sepatu, menggambar, menempel, menggunting pola, meniru bentuk, menggunakan alat makan)
3.4 Mengetahui cara hidup sehat
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat
 Melakukan kebiasaan hidup bersih dan sehat (misal: mandi 2x sehari; memakai baju bersih;
membuang sampah pada tempatnya, menutup hidung dan mulut ketika batuk dan bersin, membersihkan dan membereskan tempat bermain )
 Mampu melindungi diri dari percobaan kekerasan, termasuk kekerasan seksual dan bullying
(misal dengan berteriak dan/atau berlari)
 Mampu menjaga keamanan diri dari benda-benda berbahaya (misal: listrik, pisau, pembasmi


97


Prog. Pengembangan KD dan Indikator
serangga, kendaraan di jalan raya)
 Menggunakan toilet dengan benar tanpa bantuan
 Mengenal kebiasaan buruk bagi kesehatan (makan permen, jajan sembarang tempat)
KOGNITIF 2.2 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap ingin tahu
 Terbiasa menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti:
aktif bertanya, mencoba atau melakukan sesuatu untuk mendapatkan jawaban)
2.3 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kreatif
 Kreatif dalam menyelesaikan masalah menggunakan ide, gagasan di luar
kebiasaan atau cara yang tidak biasa atau dengan menerapkan pengetahuan atau pengalaman baru
 Menunjukkan inisiatif dalam memilih permainan (seperti: ”ayo kita bermain pura-
pura seperti burung”)

























98


Prog.Pengembangan KD dan Indikator
3.5 Mengetahui dan mampu cara memecahkan masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif
4.5 Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif
 Mengerti masalah sederhana yang dihadapi
 Menyelesaikan tugas meskipun menghadapi kesulitan
 Menyusun perencanaan kegiatan yang akan dilakukan
3.6. Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat,
suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)
4.6 Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda disekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya) melalui berbagai hasil karya
 Mengenal benda dengan mengelompokkan berbagai benda di lingkungannya
berdasarkan ukuran, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya
 Mengenal benda dengan menghubungkan satu benda dengan benda yang lain
 Menghubungkan atau menjodohkan nama benda dengan tulisan sederhana melalui berbagai aktivitas
 Mengenal konsep besar-kecil, banyak-sedikit, panjang-pendek, berat-ringan,tinggi- rendah dengan mengukur menggunakanalat ukur tidak baku
 Membuat pola ABCD-ABCD
 Mampu mengurutkan lima seriasi atau lebih berdasarkan warna, bentuk, ukuran, atau jumlah.
 Mengenal perbedaan berdasarkan ukuran: “lebih dari”; “kurang dari”; dan “paling/ter”
 Mengklasifikasikan benda berdasarkan 3 variabel warna, bentuk, dan ukuran
 Menyebutkan lambang bilangan 1-10
 Menggunakan lambang bilangan untuk menghitung
 Mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan




99


Prog.Pengembangan KD dan Indikator
3.7 Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya,
transportasi)
4.7 Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll tentang lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi)
 Menyebutkan nama anggota keluarga dan teman serta ciri-ciri khusus mereka
secara lebih rinci (warna kulit, warna rambut, jenis rambut, dll)
 Menjelaskan lingkungan sekitarnya secara sederhana
 Menyebutkan arah ke tempat yang sering dikunjungi dan alat transportasi yang digunakan
 Menyebutkan peran-peran dan pekerjaan termasuk didalamnya perlengkapan/atribut dan tugas-tugas yang dilakukan dalam pekerjaan tersebut
 Membuat dan mengikuti aturan
3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)
4.8 Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll tentang lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)
 Mengetahui hubungan dirinya dengan alam
 Mengenal konsep sain dalam kehidupan sehari-hari
 Melakukan berbagai percobaan sederhana bersifat sain
 Mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya (angin bertiup menyebabkan daun bergerak, air dapat menyebabkan sesuatu menjadi basah)
3.9 Mengenal dan menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumahtangga, peralatan
bermain, peralatan pertukangan, dll)
4.9 Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga,peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya




100


Prog. Pengembangan KD dan Indikator
 Melakukan kegiatan dengan menggunakan alat teknologi sederhana sesuai fungsinya secara
aman dan bertanggung jawab.
 Membuat alat-alat teknologi sederhana (misal: baling-baling)
 Melakukan proses kerja sesuai dengan prosedurnya (misal: membuat teh di mulai dari menyediakan air panas)
BAHASA 2.14 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun kepada orangtua, pendidik, dan teman
 Terbiasa ramah menyapa siapapun dengan lembut dan santun
3.10 Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)
4.10 Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak danmembaca)
 Menceritakan kembali apa yang didengar dengan kosakata yang lebih banyak
 Melaksanakan perintah yang lebih kompleks sesuai dengan aturan yangdisampaikan
 Mengulang kalimat yang lebih kompleks
 Memahami informasi yang didengarnya (misal tata tertib, aturan permainan)
3.11 Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbaldan non verbal)
4.11 Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkanbahasa secara verbal dan non verbal)
 Mengungkapkan keinginan, perasa an, dan pendapat dengan kalimat sederhana
dalam berkomunikasi dengan anak atau orang dewasa
 Senang membaca buku-buku bergambar
 Mengungkapkan perasaan, ide dengan pilihan kata yang sesuai ketikaberkomunikasi
 Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks
 Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama
 Membuat cerita dengan merangkaikan gambar berseri
3.12 Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
4.12 Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentukKarya
 Menunjukkan bentuk-bentuk simbol (pra menulis)


101


Prog. Pengembangan KD dan Indikator
 Mengenal suara huruf awal
 Menyebutkan lambang-lambang huruf sesuai suara/bunyi
 Menulis huruf-huruf dari namanya sendiri
 Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang sama.
 Mengenal arti kata dari gabungan beberapa huruf konsonan dan vokal
 Membaca nama sendiri
 Mengenal perubahan bunyi dan arti berdasarkan perubahan huruf dan posisihuruf
 Menuliskan cerita sendiri berdasarkan hasil karya yang dibuatnya
 Menyebutkan angka bila diperlihatkan lambang bilangan nya (Mengucapkanbunyi lambang bilangan)
SOSIAL 2.5 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri
 Terbiasa menyapa guru saat penyambutan
 Berani tambil didepan teman, guru, orang tua dan lingkungan.dan sosial lainnya
 Berani mengemukakan pendapat
 Berani menyampaikan keinginan
 Berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal sebelumnya dengan pengawasan guru
 Bangga menunjukkan hasil karya
 Senang ikut serta dalam kegiatan bersama
 Tidak berpengaruh penilaan oranng tentang dirinya
2.6 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih kedisiplinan
 Tau akan haknya
 Mentaati aturan kelas ( kegiatan, aturan)
 Mengatur diri sendiri
2.7 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sabar
 Kesediaan diri untuk menahan diri
 Bersikap tenang tidak lekas marah dan dapat menunda keinginan


102


Prog. Pengembangan KD dan Indikator
 Sikap mau menunggu giliran , mau mendengarkan ketika orang lain bicara
 Tidak menangis saat berpisah dengan orang tuanya
 Tidak mudah mengeluh
 Tidak tergesa-gesa
 Selalu menyesaikan gagasan-gagasannya hingga tuntas
 Berusaha tidak menyakiti atau membalas kekerasan
2.8 Memiliki perilaku yang mencerminkan kemandirian
 Terbiasa tidak bergantung pada orang lain
 Terbiasa mengambil keputusan secara mandiri
 Merencanakan, memilih, memiliki inisiatif untuk belajar atau melakukan sesuatu tanpa harus dibantu atau dibantu seperlunya
2.9 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli mau membantu jika diminta bantuan
 Mengetahui perasaan temannya dan meresponn secara wajar
 Berbagi dengan orang lain
 Menghargai/hak/pendapat/karya orang lain
 Terbiasa mengindahkan dan memperhatikan kondisi teman
 Mau menemani teman melakukan kegiatan bersama
 Senang menawarkan bantuan pada teman atau gurupeka untuk membantu orang lain yang membutuhkan
 Mampu menenangkan diri dan temannya dalam berbagai situasai,
 Senang mengajak temannya untuk berkomunikasi,beraksi positif kepada semua temannya
2.10 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kerjasama
 Bermain dengan teman sebaya
 Menerima perbedaan teman dengan dirinya
 Menghargai karya teman



103


Prog. Pengembangan KD dan Indikator
 Tidak ingin menang sendiri
 Menghargai pendapat pendapat teman dan mendengarkan dengan sabar pendapat teman
 Senang berteman dengan semuanya
2.11 Memiliki perilaku yang dapat menyesuaikan diri
 Memperlihatkan diri untuk menyesuaikan dengan situasi
 Memperlihatkan kehati-hatian kepada orang yang belum dikenal ( menumbuhkan kepercayaan kepada pada orang dewasa yang tepat)
 Bersikap kooperatif dengan teman
 Menggunakan cara yang diterima secara sosial dalam menyelesaikan masalah (
menggunakan pikiran untuk menyelesaikan masalah)
 Tetap tenang saat ditempat yang baru dengan situasai baru misal:saat bertemu, berada dipusat perbelanjaan, atau saat bertemu dengan guru baru,
2.12 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap tanggung jawab
 Bertanggung jawab atas perilaku untuk kebaikan diri sendiri
 Bersedia untuk menerima konsekwensi atau menanggung akibat atas tindakan yang diperbuat baik secara sengaja maupuntidak sengaja
 Mau mengakui kesalahan dengan meminta maaf
 Merapihkan/ membereskan mainan pada tempat semula
 Mengerjakan sesuatu hingga tuntas
 Senang menjalankan kegiatan yang jadi tugasnya (misalnya piket sebagai pemimpin harus membantu menyiapkan alat makan )
3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain secara wajar
4.13 Menunjukkan reaksi emosi secara wajar
 mengenal perasaan sendiri dan orang lain
 mengelolanya secara wajar ( mengendalikan diri secara wajar)



104


Prog. Pengembangan KD dan Indikator
 Berprilaku yang membuat orang lain nyaman
 Mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada ( senang-sedih-antusias dsb )
3.14 Mengenali kebutuhan, keinginan,dan minat diri
4.14 Mengungkapkan kebutuhan , keinginan, dan minat diri dengan cara yang tepat
 Memilih kegiatan/ benda yang paling sesuai dengan yang dibutuhkan dari beberapa pilihan yang ada
 Mengungkapkan yang dirasakan ( lapar ingin makan, kedinginan, memerlikan baju hangat, perlu payung agar tidak keehujanan, kepanasan, sakit perut perlu berobat)
 Menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan
SENI 2. 4 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis
 Menghargai keindahan diri sendiri, karya sendiri atau orang lain, alam dan lingkungan sekitar
 Menjaga kerapihan diri
 Bertindak /berbuat yang mencerminkan sikap estetis
 Merawat kerapihan, kebersihan, dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya
3.15 Mengenal dan menghasilkan berbagai karya dan aktivitas seni
4.15 Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media
 Membuat karya seni sesuai kreativitasnya misal seni musik, visual, gerak, tari yang dihasilkannya dengan menggunakan alat yang sesuai
 Menampilkan hasil karya seni baik dalam bentuk gambar
 Menghargai hasil karya baik dalam bentuk gambar










105


TABEL C CONTOH PROGRAM SEMESTER



PROGRAM SEMESTER I RA ...................................


No

Tema

Kompetensi Dasar

Sub Tema

Sub-sub Tema Alokasi waktu (Minggu)








1







Aku Hamba
Allah
1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.6, 2.7,2.8, 2.9, 2.10,
2.11, 2.12, 2.13, (3.1-4.1), (3.2-4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-4.6), (3.7-4.7), (3.8-4.8),(3.9-
4.9),(3.10-4.10), (3.11-
4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-
4.15)

Identitasku
Nama,usia,jenis kelamin, alamat rumah lengkap
1 Minggu



Tubuhku
Anggota tubuh, bagian-bagian anggota tubuh, fungsi, gerak, kebersihan, ciri-ciri khas, kesehatan dan keamanan diri


2 Minggu


Kesukaanku
Makanan.& minuman yang halal, mainan dan macam-macam kegiatan

2 Minggu







2






Keluarga
Sakinah 1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.6, 2.7,2.8, 2.9, 2.10,
2.11, 2.12, 2.13, (3.1-4.1), (3.2-4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-4.6), (3.7-4.7), (3.8-4.8),(3.9-
4.9),(3.10-4.10), (3.11-
4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-
4.15) Anggota keluargaku Ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek, paman dan bibi
2 Minggu





Profesi anggota keluarga

Macam-macam pekerjaan





1 Minggu



106




No

Tema

Kompetensi Dasar

Sub Tema

Sub-sub Tema Alokasi waktu (Minggu)













3












Lingkunganku





1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.6, 2.7,2.8, 2.9, 2.10,
2.11, 2.12, 2.13, (3.1-4.1), (3.2-4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-4.6), (3.7-4.7), (3.8-4.8),(3.9-
4.9),(3.10-4.10), (3.11-
4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-
4.15) Rumahku - Fungsi rumah
- Bagian-bagian rumah
- Jenis peralatan rumah Tangga, kursi, meja, tempat tidur, kasur, peralatan makan, lemari es, radio, televisi, kaset, CD, telepon
- Fungsi peralatan rumah tangga
- Cara menggunakan peralatan rumah tangga






2 Minggu



Sekolahku Gedung dan halaman sekolah, ruang belajar, tempat bermain dan alat-alat permainan orang-orang yang ada di
sekolah dan tata tertib di sekolah


1 Minggu



Mesjidku - Fungsi Mesjid
- Bagian-bagian mesjid
- Orang-orang yang ada di masjid
- Tata tertib di masjid


1 Minggu
1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.6, 2.7,2.8, 2.9, 2.10,
2.11, 2.12, 2.13, (3.1-4.1), (3.2-4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-4.6), (3.7-4.7), (3.8-4.8),(3.9-
4.9),(3.10-4.10), (3.11-

Binatang
Qurban - Ibadah Haji
- Bagian-baguan tubuh binatang
- Makanan, bahaya, manfaat


1 Minggu
Binatang
Peliharaan - Bagian-baguan tubuh binatang
- Makanan, bahaya, manfaat
2 Minggu
Binatang - Bagian-baguan tubuh binatang 1 Minggu



107




No

Tema

Kompetensi Dasar

Sub Tema

Sub-sub Tema Alokasi waktu (Minggu)


4

Binatang ciptaan Allah 4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-
4.15) Serangga - Makanan, bahaya, manfaat

Binatang Buas - Bagian-baguan tubuh binatang
- Makanan, bahaya, manfaat
1 Minggu


JUMLAH

17 Minggu





Kepala RA ………………………….. Guru





…………………………….…………………………….

……………..……………………….2015














PROGRAM SEMESTER II



108


RA ................................


No
Tema
Kompetensi Dasar
Sub Tema
Sub-sub Tema Alokasi waktu
(Minggu)
















1














Tanaman
Ciptaan Allah







1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3,
2.4, 2.5, 2.6, 2.7,2.8,
2.9, 2.10, 2.11, 2.12,
2.13, (3.1-4.1), (3.2-
4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-
4.6), (3.7-4.7), (3.8-
4.8),(3.9-4.9),(3.10-
4.10), (3.11-4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-4.15) Tanaman buah - Macam-macam tanaman buah
- Bagian-bagian tanaman buah
- Manfaat tanaman buah
- Cara nenanam dan merawat tanaman buah

2 Minggu


Tanaman sayur - Macam-macam tanaman sayur
- Bagian-bagian tanaman sayur
- Manfaat tanaman sayur
- Cara nenanam dan merawat tanaman sayur


1 Minggu



Tanaman Hias - Macam-macam tanaman hias
- Bagian-bagian tanaman hias
- Manfaat tanaman hias
- Cara nenanam dan merawat tanaman hias


1 Minggu


Tanaman
Obat - Macam-macam tanaman obat
- Bagian-bagian tanaman obat
- Manfaat tanaman obat
- Cara nenanam dan merawat tanaman obat


1 Minggu



Tanaman
Umbi-umbian - Macam-macam tanaman umbi-umbian
- Bagian-bagian tanaman umbi-umbian
- Manfaat tanaman umbi-umbian
- Cara nenanam dan merawat tanaman umbi-umbian


1 Minggu

2
Kendaraan 1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3,
2.4, 2.5, 2.6, 2.7,2.8, Kendaraan di
Darat - Jenis kendaraan di Darat
- Fungsi dan kegunaan
2 Minggu



109



No
Tema
Kompetensi Dasar
Sub Tema
Sub-sub Tema Alokasi waktu
(Minggu)
2.9, 2.10, 2.11, 2.12,
2.13, (3.1-4.1), (3.2-
4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-
4.6), (3.7-4.7), (3.8-
4.8),(3.9-4.9),(3.10-
4.10), (3.11-4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14), (3.15-4.15) - Nama Pengemudi
- Tempat pemberhentian
- Bagian-bagian kendaraan



Kendaraan di
Air - Jenis kendaraan di Air
- Fungsi dan kegunaan
- Nama Pengemudi
- Tempat pemberhentian
- Bagian-bagian kendaraan


1 Minggu


Kendaraan di
Udara - Jenis kendaraan di Udara
- Fungsi dan kegunaan
- Nama Pengemudi
- Tempat pemberhentian
- Bagian-bagian kendaraan


1 Minggu








3







Alam
Semesta 1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3,
2.4, 2.5, 2.6, 2.7,2.8,
2.9, 2.10, 2.11, 2.12,
2.13, (3.1-4.1), (3.2-
4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-
4.6), (3.7-4.7), (3.8-
4.8),(3.9-4.9),(3.10-
4.10), (3.11-4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14),
(3.15-4.15)

Benda-benda alam - Jenis benda- benda alam (tanah, air, udara, api, pasir, batu, besi, emas, perak )
- Manfaat benda-benda alam


2 Minggu


Benda-benda langit - Jenis benda-benda langit (matahari, bulan, bintang)
- Manfaat benda-benda langit

1 Minggu


Gejala alam - Macam-macam gejala alam (siang, malam, banjir, gunung meletus, tanah longsor, ombak, pelangi, petir, hujan, gempa bumi )


2 Minggu



110



No
Tema
Kompetensi Dasar
Sub Tema
Sub-sub Tema Alokasi waktu
(Minggu)









4








Negaraku 1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.3,
2.4, 2.5, 2.6, 2.7,2.8,
2.9, 2.10, 2.11, 2.12,
2.13, (3.1-4.1), (3.2-
4.2), (3.3-4.3), (3.4-
4.4), (3.5-4.5), (3.6-
4.6), (3.7-4.7), (3.8-
4.8),(3.9-4.9),(3.10-
4.10), (3.11-4.11), (3.12-4.12), ((3.13-
4.13), (3.14-4.14),
(3.15-4.15) Tanah Airku - Nama Negara
- Lambang Negara
- Presiden dan Wakil Presiden
- Lagu Kebangsaan
- Bendera
- Pahlawanku



1 Minggu



Tempat
Wisata
- Wisata Laut
- Pegunungan
- Taman
- Museum
- Kebun Binatang



1 Minggu

JUMLAH
17 Minggu





Kepala RA ………………………….. Guru





…………………………….……………………………
TABEL D (Contoh RPPM) RPPM MODEL WEING Contoh 2 RPPM Model Webbing

……………..……………………….2015


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) Raudhatul Athfal
Semester/Bulan/Minggu : 1/September/ II Kelompok/Usia : A / 4-5 Tahun Sentra : Ibadah
Tema/Sub Tema : Haji Melatihku Bersabar/ Thawaf
KD: Nam (1.1), Fm (3.3, 4.3), Kog (2.2, 3.6, 4.6) Bhs (3.10, 4.10) Sosem (2.6, 2.7) Seni (3.15, 4.15)


Sentra Balok/ Area Balok/ Kegiatan Sudut Balok/ Kegiatan Kelompok Balok:

Membangun Masjidil Haram dan Ka’bah, membaca buku, membuat tanda bangunan, menggunakan suasana di Masjidil Haram untuk bermain peran mikro

Sentra Musik/ AreaBahasa & Musik/ Kegiatan Sudut Musik/ Kegiatan Kelompok Musik:
Membaca buku kisah nabi Ibrahim
AsBernyanyi lagu nasional, daerah, dan tema, bersenandung lagu tema, bermain alat
musik perkusi (nuansa padang pasir).

Sentra Balok/ Area Matematika/ Kegiatan Sudut Matematika/ Kegiatan Kelompok Matematika: Menggambar tema haji, meniru tulisan kosakata tentang haji, menghitung batu jumrah, mencocokkan lambang bilangan, puzzle haji, membaca buku tentang haji.



Sentra Main Peran Makro/ Area Main Peran Makro/ Kegiatan Sudut Main Peran Makro/ Kegiatan Kelompok Main Peran Makro:

Bermain peran dengan setting rumah, klinik, bank, pembuatan paspor, masjid.




Haji Melatihku Bersabar

Sentra Ibadah/ Area ibadah/ Kegiatan Sudut
Ibadah/ Kegiatan Kelompok Ibadah:

Praktek rukun haji, menggambar sesuai tema, membaca buku tentang haji, menyusun puzzle kalimat thayyibah, membaca suroh-suroh pendek

Sentra Olah Tubuh/ Area Olah Tubuh/
Sentra Bahan Alam/ Area Bahan Alam/ Kegiatan Sudut Bahan Alam/ Kegiata Kelompok Bahan Alam:
Bermain maket rukun haji, memompa air zamzam,
membuat batu jumrah, melukis, menggunting, Sentra Memasak/ Area Memasak/ Kegiatan Sudut Memasak/ Kegiatan Kelompok Memasak: Sentra Seni/ Area seni/ Kegiatan Sudut Seni/ Kegiatan Kelompok Seni:
Proyek membuat boneka masik
haji, menggambar Masjidil Haram, Kegiatan Sudut Olah Tubuh/ Kegiatan
Kelompok Olah tubuh:

Berjalan mengelilingi Ka’bah, melempar
jumrah, berlari-berjalan sa’i, menarik
bermain microplay pasir, bermain playdough Mengoles roti tawar persegi menjahit sajadah kurma, bersepeda, bermain bola, naik
pesawat.








Topik-topikTopik-topik









Qurban

Pemetaan / Mapping Tema Haji Melatihku Bersabar Alokasi waktu = 5 minggu










Ihram &
(Sub Tema)




Tema: Haji Melatihku Bersabar Qs. Ali Imran: 97
Asmaul Husna: As-
Shobuur

Wukuf (Sub
Tema)


Melontar Jumroh
(Sub Tema)



Sa’I & Tahallul
(Sub Tema)


Thowaf
(Sub Tema)



Topik-topik Topik-topikTopik-topik

- Kisah Melontar Jumroh
- Mabit di Muzdalifah
- Tempat dan Waktu
Pelaksanaan Jumroh
- Doa dan Cara Melontar
Jumroh



TABEL E. RPPH (RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN)


Contoh Model Sentra
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) Raudhatul Athfal
Semester/Bulan/Minggu: 1/September/ II Hari/Tanggal: Senin, 7 September 2015
Kelompok/Usia: A / 4-5 Tahun
Sentra : Ibadah
Tema/Sub Tema: Haji Melatihku Bersabar/ Thawaf
KD: Nam (1.1), Fm (3.3, 4.3), Kog (2.2, 3.6, 4.6) Bhs (3.10, 4.10) Sosem (2.6, 2.7) Seni (3.15, 4.15)


Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan
Materi dalam kegiatan :
• Memfungsikan anggota tubuh untuk beribadah haji
• Memiliki perilaku rasa ingin tahu
tentang ibadah haji, mengenal bahan alam (seperti batu), mengenal bentuk dua dimensi (persegi) dan ukuran (tinggi- rendah), tekstur (kasar-halus, keras-lunak), mencocokkan dan mengelompokkan lambang bilangan I. Pijakan lingkungan (penataan alat main) :
• menggambar sesuai tema haji (6)
• membaca buku tentang kisah nabi
Ibrahim dan Ismail (4)
• menyusun puzzle Haji (4)
• membaca doa-doa harian dan dzikir(4)
• Menempel bentuk Ka’bah dan dua
kalimat Syahadat (4)
• Maze Haji (2)
• Shalat Idul Adha berjamaah (11)

• Kertas gambar dan krayon
• Buku cerita Nabi dan Haji
• Puzzle Haji
• Kartu doa-doa harian
• Karton hitam persegi, tulisan kalimat syahadat, lem, kertas
• Maze dan boneka haji
• Perlengkapan sholat



Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan


• Mendengarkan cerita tentang ibadah haji, kisah nabi dan rasul
• Membuat karya tiga dimensi
Ka’bah











Materi yang masuk dalam pembiasaan :


• Mengucapkan Kalimat Thayyibah, Asmaul Husna, kalimat Syahadat.
• Memiliki sikap mengikuti aturan
saat beribadah haji, sabar menunggu giliran
• SOP cuci tangan
• SOP pendidikan makan
• SOP sikat gigi, wudhu II. PEMBUKAAN (120 menit)
• Jurnal Pagi: morning al-Quran, shalat dhuha
• Ikrar, mutiara Qs Ali Imran 103, mutiara
hadist sesama muslim bersaudara
• variasi bermain
• RA bertadarus dan talaqi
• Materi pagi : Landasan Tema haji Qs Ali
Imran 97




III. ISTIRAHAT (30 menit):
1. SOP cuci tangan
2. SOP sarapan
3. SOP toileting


IV. KEGIATAN INTI (60 menit) A. Pijakan Sebelum Main:
1. Membaca buku kisah nabi Ismail
2. Menggabungkan kosakata baru & menunjukkan konsep yang mendukung: Nabi Ibrahim &

Buku gambar Alat sholat Spidol
Krayon Buku cerita Al-qur’an Playdough Lego
Permainan makro sesuai tema




Sabun, air dan lap tangan Makanan yang di bawa dari rumah
Sabun, air dan lap tangan




115


Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan
• SOP sholat dzuhur berjama’ah
• SOP tilawati
• SOP kedatangan dan kepulangan Ismail, Haji, As Shobuur
3. Memberi gagasan bagaimana menggunakan bahan-bahan (mendemonstrasikan menempel kabah: kertas origami, tulisan syahadat, lem)
4. Mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main (SOP)
5. Menjelaskan rangkaian waktu
(SOP)
6. Mengelola anak untuk keberhasilan hubungan sosial (SOP)
7. Merancang dan menerapkan urutan transisi main (SOP)


B. Pijakan saat main :
1. Anak mengamati:
• Alat dan proses bermain kegiatan haji di sentra ibadah
2. Anak menanya:




116


Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan
• Tentang kegiatan main yang sedang dilakukan di sentra ibadah
3. Anak mengumpulkan informasi:
• Melalui kegiatan bermain
4. Anak menalar:
• Anak mengekspresikan ide dan gagasannya saat bermain dengan alat yang telah disediakan
5. Anak mengomunikasikan:
• Anak menunjukkan dan menceritakan tentang konsep atau hasil karya yang anak temukan pada saat bermain


C. Pijakan setelah bermain:
• Beres-beres
• Recalling:
Bagaimana perasaamu setelah bermain?
Siapakah yang pertama kali






























Sabun, air dan lap tangan
Nasi, sayur, buah, protein hewani dan nabati, alat makan
Odol, sikat gigi




117


Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan
membangun kabah?


V. PENUTUP (120 menit)
1. SOP cuci tangan
2. SOP pendidikan makan
3. SOP sikat gigi, wudhu
4. SOP sholat dzuhur berjama’ah
5. SOP tilawati
6. SOP kepulangan:
1. Menanyakan perasaan selama hari ini
2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai
3. Bercerita pendek yang berisi pesan-pesan
4. Menginformasikan kegiatan untuk esok hari
5. Berdoa setelah belajar Alat sholat
Kartu huruf hijaiyyah, alat peraga dan buku






118


Materi Proses Kegiatan Alat dan Bahan
Denah Sentra:




Kepala RA, Guru kelas


(…………………………………………..) (…………………………………………..)

Jakarta, ……………………….




119
Contoh Model Area / Sudut
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) Semester / bulan / minggu ke: 1 / September / 2
Tema / Sub Tema: Haji Melatihku Bersabar / Thawaf
Kelompok / Usia: A / 4-5 tahun
Hari / Tanggal: Senin, 7 September 2015
KD : Nam (1.1), Fm (3.3, 4.3), Kog (2.2, 3.6, 4.6) Bhs
(3.10, 4.10) Sosem (2.6, 2.7) Seni (3.15, 4.15)
Materi dalamkegiatan:
• Memfungsikan anggota tubuh untuk beribadah haji
• Memiliki perilaku rasa ingin tahu tentang ibadah haji, mengenal bahan alam (seperti batu), mengenal bentuk dua dimensi (persegi) dan ukuran (tinggi- rendah), tekstur (kasar-halus, keras-lunak), mencocokkan dan mengelompokkan lambang bilangan
• Mendengarkan cerita tentang ibadah haji, kisah nabi dan rasul
• Membuat karya tiga dimensi Ka’bah
Materi yang masukdalampembiasaan :
• Mengucapkan Kalimat Thayyibah, Asmaul Husna, kalimat Syahadat.
• Memiliki sikap mengikuti aturan saat beribadah haji, sabar menunggu giliran
• SOP Kedatangan dan Kepulangan
• SOP cuci tangan
• SOP sebelum dan sesudah makan


AlatdanBahan:
• Kertas gambar dan krayon
• Buku cerita Nabi dan Haji
• Puzzle Haji
• Kartu doa-doa harian
• Karton hitam persegi, tulisan kalimat syahadat, lem, kertas
• Maze dan boneka haji
• Perlengkapan sholat
A. Pembukaan (30 menit)
• Bernyanyi tentang Haji
• Do’a sebelum belajar
• RA berTadarus (1 surah)
• Mutiara QS Ali Imran : 103 dan mutiara hadist tentang sesama muslim bersaudara
• Berdiskusi tentang haji(landasan tema haji Qs Ali Imran ; 103, kisah nabi dan rasul)
• Diskusi yang harus dilakukan untuk mengikuti aturan saat beribadah haji,
dan sabar menunggu giliran
• Berdiskusi tentang mencocokan dan mengelompokan lambang bilangan.


B. Inti (60 menit)
1. Anak mengamati:
• Alat dan proses bermain kegiatan haji di sentra ibadah
2. Anak menanya:
• Tentang kegiatan main yang sedang dilakukan di sentra ibadah
3. Anak mengumpulkan informasi:
• Melalui kegiatan bermain
4. Anak menalar:
• Anak mengekspresikan ide dan gagasannya saat bermain dengan alat yang telah disediakan
5. Anak mengomunikasikan:
• Kegiatan kelompok 1 di area seni : membuat karya tiga dimensi Ka’bah
• Kegiatan kelompok 2 di area matematika : mencocokan dan mengelompokkan lambang bilangan
• Kegiatan kelompok 3 di area bahasa : mendengarkan cerita ibadah haji,
kisah nabi ismail dan ibrahim, buku cerita nabi
• Kegiatan kelompok 4 di area ibadah/ Imtaq : puzzle haji, perlengkapan
sholat, kartu do’a-do’a, dan tulisan kalimat syahadat, maze boneka haji.


Recalling:
• Menanyakan urutan ibadah haji, kisah nabi dan rasul
• Menguatkan konsep mencocokkan dan mengelompokan lambang bilangan


C. Penutup ( 15 menit)
• SOP kepulangan:
1. Menanyakan perasaan selama hari ini
2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai
3. Bercerita pendek yang berisi pesan-pesan
4. Menginformasikan kegiatan untuk esokhari
5. Berdoasetelah belajar.
Contoh model kelompok
Rencana Pelaksanaa Pembelajaran Harian (RPPH) Semester / bulan / minggu ke: 1 / September / 2
Tema / Sub Tema: Haji Melatihku Bersabar / Thawaf
Kelompok / Usia: A / 4-5 tahun
Hari / Tanggal: Senin, 7 September 2015
KD : Nam (1.1), Fm (3.3, 4.3), Kog (2.2, 3.6, 4.6) Bhs
(3.10, 4.10) Sosem (2.6, 2.7) Seni (3.15, 4.15)
A. Materi dalamkegiatan:
• Memfungsikan anggota tubuh untuk beribadah haji
• Memiliki perilaku rasa ingin tahu tentang ibadah haji, mengenal bahan alam (sepertibatu), mengenal bentuk dua dimensi (persegi) danukuran (tinggi- rendah), tekstur (kasar-halus, keras-lunak), mencocokkan dan mengelompokkan lambing bilangan
• Mendengarkan cerita tentang ibadah haji, kisah nabi dan rasul
• Membuat karya tiga dimensi Ka’bah


B. Materi yang masukdalampembiasaan:
• Mengucapkan KalimatThayyibah, AsmaulHusna, kalimatSyahadat.
• Memiliki sikap mengikuti aturan saat beribadah haji, sabar menunggu giliran
• SOP Kedatangan dan Kepulangan
• SOP cuci tangan
• SOP sebelum dan sesudah makan


C. Alat dan Bahan:
• Kertas gambar dan krayon
• Buku cerita Nabi dan Haji
• Puzzle Haji
• Kartu doa-doa harian
• Karton hitam persegi, tulisan kalimat syahadat, lem, kertas
• Maze dan boneka haji
• Perlengkapan sholat


D. Pembukaan (30 menit)
• Bernyanyi tentang Haji
• Do’a sebelum belajar
• RA berTadarus (1 surah)
• Mutiara QS Ali Imran : 103 dan mutiara hadist tentang sesama muslim bersaudara
• Berdiskusi tentang haji ( landasan tema haji Qs Ali Imran ; 103, kisah nabi
dan rasul)
• Diskusi yang harus dilakukan untuk mengikuti aturan saat beribadah haji, dan sabar menunggu giliran
• Berdiskusi tentang mencocokan dan mengelompokan lambang bilangan.


E. Inti (60 menit)
1. Anak mengamati :
• Alat dan proses bermain kegiatan haji di sentra ibadah
2. Anak menanya :
• Tentang kegiatan main yang sedang dilakukan di sentra ibadah
3. Anak mengumpulkan informasi:
• Melalui kegiatan bermain
4. Anak menalar :
• Anak mengekspresikan ide dan gagasannya saat bermain dengan alat yang telah disediakan
5. Anak mengomunikasikan:
• Kegiatan kelompok 1 : membuat karya tiga dimensi Ka’bah
• Kegiatan kelompok 2 : mencocokan dan mengelompokkan lambang bilangan
• Kegiatan kelompok 3 : mendengarkan cerita ibadah haji, kisah nabi
ismail dan ibrahim , buku cerita nabi


Recalling:
• Menanyakan urutan ibadah haji, kisah nabi dan rasul
• Menguatkan konsep mencocokkan dan mengelompokan lambang bilangan


F. Penutup ( 15 menit)
• SOP kepulangan:
1. Menanyakan perasaan selama hariini
2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai
3. Bercerita pendek yang berisi pesan-pesan
4. Menginformasikan kegiatan untu kesok hari
5. Berdoa setelah belajar. Contoh RPPM Model Format
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan
Tema/Subtema: Haji Melatihku Bersabar/ Ihram, Wukuf &Thowaf
Landasan: Qs. Ali Imran: 97
Semester/Minggu: 1/ 1 & 2
Mutiara Al-Quran: Qs. Ali Imran: 103
Kelompok: A
Mutiara Hadits: Hadits Sesama Muslim Bersaudara



KD Materi Kegiatan Sentra
NAM: 1.1






FM: 3.3,
4.3








KOG: 2.2,
3.6, 4.6











BHS: 3.10,
4.10






SOSEM:
2.6, 2.7 Haji, Kalimat Thayyibah (Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir), Asmaul Husna Ash- shobuur , kisah nabi Adam, Ibrahim, Ismail As, suroh- suroh pendek. Balok:
Membangun Masjidil Haram dan Ka’bah, membaca buku, membuat tanda bangunan, menggunakan suasana di Masjidil Haram untuk bermain peran mikro.


Persiapan:
Menggambar tema haji, meniru tulisan kosakata tentang haji, menghitung batu jumrah, mencocokkan lambang bilangan, puzzle haji, membaca buku tentang haji.


Main Peran Makro:
Bermain peran dengan setting rumah, klinik, bank, pembuatan paspor, masjid.


Ibadah:
Praktek rukun haji, menggambar sesuai tema, membaca buku tentang haji, menyusun puzzle kalimat thayyibah, membaca suroh-suroh pendek.
Memfungsikan anggota tubuh untuk beribadah haji
Memiliki perilaku rasa ingin tahu tentang ibadah haji, mengenal bahan alam (seperti batu), mengenal bentuk dua dimensi (persegi) dan ukuran (tinggi-rendah), tekstur (kasar-halus, keras-lunak), mencocokkan dan mengelompokkan lambang bilangan


KD Materi Kegiatan Sentra




SENI:
3.15; 4.15


Olah Tubuh:
Berjalan mengelilingi Ka’bah, melempar jumrah, berlari-berjalan sa’i, menarik kurma, bersepeda, bermain bola, naik pesawat.


Musik:
Bernyanyi lagu nasional, daerah, dan tema, bersenandung lagu tema, bermain alat musik perkusi (nuansa padang pasir).


Bahan Alam:
Bermain maket rukun haji, memompa air zamzam, membuat batu jumrah, melukis, menggunting, bermain microplay pasir, bermain playdough


Seni:
Proyek membuat boneka masik haji, menggambar Masjidil Haram, menjahit sajadah (Perputaran 1)


Proyek membuat Ka’bah, membuat batu jumrah, menggambar Ka’bah (Perputaran II)


Memasak:
Mengoles roti tawar persegi (Perputaran
1)
Minuman segar (Perputaran II)
Mendengarkan cerita tentang ibadah haji, kisah nabi dan rasul
Memiliki sikap mengikuti aturan saat beribadah haji,
sabar menunggu giliran
Membuat karya yang berkaitan dengan ibadah haji









125


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan
Tema/Subtema: Haji Melatihku Bersabar/ Sai, Tahalul& Melontar Jumroh
Landasan: Qs. Ali Imran: 97
Semester/Minggu: 1/1&2
Mutiara Al-Quran: Qs. Ali Imran: 103
Kelompok: A
Mutiara Hadits: Hadits Sesama Muslim Bersaudara



KD Materi Kegiatan Sentra
NAM: 3.1;
4.1








FM: 3.3,
4.3




KOG: 3.5;
4.5; 3.7;
4.7








BHS: 3.11;
4.11






SOSEM:
2.9 Doa-doa harian dan doa haji, Sholat Idul Adha, Haji, Asmaul Husna , kisah nabi Adam, Ibrahim, Ismail As. Balok:
Membangun Masjidil Haram dan Ka’bah, membaca buku, membuat tanda bangunan, menggunakan suasana di kota Makkah untuk bermain peran mikro.


Persiapan:
Menggambar tema haji, meniru tulisan kosakata tentang haji, menghitung batu jumrah, mencocokkan lambang bilangan, membaca buku tentang haji, menjiplak huruf-huruf tentang haji, ular tangga haji, menjepit huruf-huruf.


Main Peran Makro:
Bermain peran dengan setting bandara, pesawat, Ka’bah, tenda Wukuf, Melontar jumroh, Tahalul, air Zam-zam, Miqot.


Ibadah:
Praktek sholat idul Adha, menggambar sesuai tema, membaca buku tentang haji, menyusun puzzle haji, membaca Dzikir dan doa-doa harian serta doa haji, maze haji dan menempel bentuk Ka’bah .
Memfungsikan anggota
tubuh untuk beribadah haji
Pemecahan masalah,
Mengenal tempat-tempat ibadah haji: Padang Arofah, Muzdalifah, Kota Makkah, bukit Shofa dan Marwa, Menggambar, bercerita, dan praktek langsung manasik haji.




126

KD Materi Kegiatan Sentra






SENI:
3.15; 4.15

Olah Tubuh:
Thowaf mengelilingi Ka’bah, melempar jumrah, Sa’i, Wukuf, Egrang, bersepeda, bermain bola sepak dan basket, naik pesawat.


Musik:
Bernyanyi lagu tema Haji, bersenandung lagu tema, bermain alat musik perkusi.


Bahan Alam:
Menjepit batu, memompa air zam-zam, membuat batu jumrah, melukis, menggunting, bermain microplay pasir, bermain playdough



Seni:
Proyek membuat Ka’bah, menjahit sajadah, menggambar Masjidil haram.


Memasak:
Membuat teh manis, menggambar alat memasak.
Bercerita tentang
pengalaman, kegiatan ibadah haji, kisah nabi dan rasul.
Sikap peduli dengan
lingkungan saat kegiatan bermain
Membuat karya yang
berkaitan dengan ibadah haji




















127

LAMPIRAN JADWAL KEGIATAN 1 HARI




Jadwal Kegiatan Satu Hari
Raudhatul Athfal





Waktu Kegiatan
07.00-07.30 Morning Qur’an dan juranal pagi
07.30-08.15 Toileting, Ikrar dan main bebas
08.15-08.40 Bertadarus (Surat-surat pendek dan do’a)
08.40-09.15 Materi pagi ( pembhasan tema)
09.15-09.45 Penddikan makan pagi
09.45-11.45 Sentra
11.15-11.45 Pendidikan makan siang
11.45-12.15 Sholat Dzuhur
12.15-12.45 Tilawati
12.45-12.55 Recalling
12.55-13.00 Do’a dan pulang

































128


LAMPIRAN
KALENDER PENDIDIKAN


KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2015-2016
Raudhatul Atfhal (RA)


JULI 2015
Ramadhan - Syawal 1436 H Tema :
Orientasi Sekolah PJ:
Bu Zatiah dan Bu Ine
ME: 1 HE: 5 L : 26 Uraian Kegiatan
Minggu 5 12 19 26 1-26 Libur anak Smt II & Idul Fitri 1436 H

Senin
6
13
20
27 2-24 Libur guru Smt II & Idul Fitri 1436 H
17-18 Hari raya idul fitri 1436 H
Selasa 7 14 21 28 25 Sosialisasi program untuk orangtua baru
Rabu 1 8 15 22 29 26 Ulang Tahun Madrasah

Kamis
2
9
16
23
30
27
Hari pertama anak baru & anak lama masuk tahun pelajaran 2015-2016
Jum’at 3 10 17 24 31 28 Sosialisasi tema bulan Agustus
Sabtu 4 11 18 25



AGUSTUS 2015
Syawal – Dzulqa`dah 1436 H
Tema :
Cinta Tanah Air sebagian dari Iman PJ:
Bu Zatiah dan Bu Ine
ME: 3 HE: 21 L: 1 Uraian Kegiatan
Minggu 2 9 16 23/30 1 Tabligh Akbar & Halal Bihalal
Senin 3 10 17 24/31 8 Aneka lomba pegawai
Selasa 4 11 18 25 17 HUT RI ke-70 Upacara guru dan siswa MI,MTs,MA
Rabu 5 12 19 26 22 Jalan santai & aneka lomba untuk siswa dan orang tua
Kamis 6 13 20 27 29-30 Pentas seni, Bazar, Pameran, Donor darah
Jum’at 7 14 21 28 14 Sosialisasi tema bulan September
Sabtu 1 8 15 22 29





129


SEPTEMBER 2015
Dzulqa’dah – Zulhijjah 1436 H Tema :
Sa’i Melatihku bersabar PJ :
Bu Ratih & pak Taufik
ME: 3 HE: 20 L: 2 Uraian Kegiatan
Minggu 6 13 20 27 1 Hari Kebangkitan Pancasila
Senin 7 14 21 28 5 Rapat orangtua murid
Selasa 1 8 15 22 29 8 Menu Sehat dan pemeriksaan kesehatan
Rabu 2 9 16 23 30 19 Pendidikan Manasik Haji
Kamis 3 10 17 24 24-25 Libur Hari Raya Idul Adha 1436 H
Jum’at 4 11 18 25 26 Pendidikan Qurban Madrasah
Sabtu 5 12 19 26 11 Sosialisasi tema bulan Oktober





OKTOBER 2015
Zulhijjah 1436 H – Muharram 1437 H

Tema :
Masjid Sekolahku

PJ:
Bu Iis & Bu Titin
ME: 3 HE: 22 L : 1 Uraian Kegiatan
Minggu 4 11 18 25 1 Hari kesaktian pancasila
Senin 5 12 19 26 3 Rapat orangtua murid

Selasa
6
13
20
27
6
Menu Sehat
Rabu 7 14 21 28 13 Kirab 1 Muharram 1437 Hijriyah
Kamis 1 8 15 22 29 14 Libur Tahun Baru Islam 1437 Hijriyah
Jum’at 2 9 16 23 30 20 KPT ke Daqu Kids
Sabtu 3 10 17 24 31 28 Hari sumpah pemuda
16 Sosialisasi tema bulan November





130




NOVEMBER 2015
Muharram – Safar 1437 H
Tema :
TransJakarta/City tour alat Transportasi Karunia
Allah

PJ :
Bu Juju & Bu Ine
ME: 4 HE: 21 L : - Uraian Kegiatan
Minggu 1 8 15 22 29 7 Rapat orangtua murid
Senin 2 9 16 23 30 12 Hari kesehatan Nasional dan menu sehat
Selasa 3 10 17 24 13 Observasi Orangtua/ Wali Murid Kelp. B
Rabu 4 11 18 25 17 KPT naik transjakarta/ city tour ke lubang buaya
Kamis 5 12 19 26 Transisi klp B Ke MI
Jum’at 6 13 20 27 25 Hari Guru
Sabtu 7 14 21 28 28 Fun Games
13 Sosialisasi tema bulan Desember



DESEMBER 2015
Safar – Rabiul awal 1437 H
Tema :
Nabi Muhammad SAW Senang Minum Susu
PJ :
Bu Ratih & Bu Rahmah
ME: 2 HE: 14 L : 9 Uraian Kegiatan
Minggu 6 13 20 27 5 Rapat orangtua murid

Senin
7
14
21
28 ~ Transisi klp B Ke MI
8 Pemeriksaan kesehatan
15 Memperingati maulid nabi Muhammad SAW

Selasa
1
8
15
22
29 18 Peringatan Hari Ibu KB-RA dan menu sehat
19 Pembagian Raport smt I
10 KPT cibugari
Rabu 2 9 16 23 30 21-31 Libur smt I

Kamis
3
10
17
24
31 21-23 Raker Guru
22 Hari Ibu
Jum’at 4 11 18 25 24 Maulid Nabi Muhammad SAW
Sabtu 5 12 19 26 25 Hari natal
11 Sosialisasi tema bulan Januari


131




JANUARI 2016
Rabi’ul Awal – Rabi`ul Akhir 1437 H
Tema :
Lebah Binatang Ternak Karunia Allah
PJ :
Bu Ine & Bu Juju
ME: 4 HE : 20 L : 1 Uraian Kegiatan
Minggu 3 10 17 24/31 1 Libur Tahun baru 2016 Masehi

Senin
4
11
18
25 4 Hari pertama masuk smt II
4 PPDB Tahun Pelajaran 2016-2017
7 Menu sehat
Selasa 5 12 19 26 19 KPT peternakan lebah
Rabu 6 13 20 27 15 Sosialisasi tema bulan Februari
Kamis 7 14 21 28
Jum’at 1 8 15 22 29
Sabtu 2 9 16 23 30




FEBRUARI 2016
Rabiul Akhir - Jumadil Awal 1437 H

Tema :
Bumi Tempatku Beribadah

PJ :
Bu Zatiah & Bu Titin
ME: 4 HE: 20 L : 1 Uraian Kegiatan
Minggu 7 14 21 28 6 Rapat orangtua murid
Senin 1 8 15 22 29 18 Libur Tahun Baru Imlek 2565
Selasa 2 9 16 23 17 KPT proyek kebun kecil, lubang biopori, jumsih, bola dunia dan peta
Rabu 3 10 17 24 12 Sosialisasi tema bulan Maret
Kamis 4 11 18 25
Jum’at 5 12 19 26
Sabtu 6 13 20 27





132




MARET 2016
Jumadil Awal - Jumadil Akhir 1437 H
Tema :
Kedelai Tanaman Perdu Karunia Allah
PJ :
Bu Ratih & Bu Rahmah
ME: 5 HE: 22 L : 1 Uraian Kegiatan

Minggu
6
13
20
27
5
Rapat orangtua murid

Senin
7
14
21
28
8
Menu Sehat & Pemeriksaan Kesehatan

Selasa
1
8
15
22
29
15
KPT ke pabrik kecap

Rabu
2
9
16
23
30
18
Observasi orang tua kelompok A
Kamis 3 10 17 24 31 24 Pemberian Raport Mid smt II
Jum’at 4 11 18 25 25 Libur Wafat Isa Almasih
Sabtu 5 12 19 26 11 Sosialisasi tema bulan April





APRIL 2016
Jumadil Akhir - Rajab 1437 H
Tema :
Allah Al Qowwy memberiku kekuatan untuk bermain
Ooutbound
PJ :
BU Iis & Bu Titin
ME: 4 HE: 21 L : - Uraian Kegiatan
Minggu 3 10 17 24 2 Rapat orangtua murid
Senin 4 11 18 25 5 Menu Sehat
Selasa 5 12 19 26 21 Hari Kartini
Rabu 6 13 20 27 28 Outbound
Kamis 7 14 21 28 15 Sosialisasi tema bulan Mei
Jum’at 1 8 15 22 29
Sabtu 2 9 16 23 30



133




MEI 2016
Rajab - Sya’ban 1437 H Tema;
Aku Berani Tampil diPanggung
PJ
Bu Rahmah & Pak Taufik
ME: 21 HE: 4 L : 1 Uraian Kegiatan
Minggu 1 8 15 22 29 2 Hari Pendidikan Nasional
Senin 2 9 16 23 30 5 Libur Isra Mi’raj / Kenaikan Isa Almasih
Selasa 3 10 17 24 31 7 Rapat orangtua murid
Rabu 4 11 18 25 10 Menu Sehat dan pemeriksaan kesehatan
Kamis 5 12 19 26 27 KPT penampilan kreatifitas anak
Jum’at 6 13 20 27 13 Sosialisasi tema bulan Juni
Sabtu 7 14 21 28



JUNI 2016
Sya’ban - Ramadhan 1437 H
Tema :
Marhaban Yaa Ramadhan
PJ :
Bu Juju & Bu Iis
ME: 3 HE: 12 L : 10 Uraian Kegiatan

Minggu
5
12
19
26
2
Raport semester 11

Senin
6
13
20
27
4
Pelepasan
Selasa 7 14 21 28 6 Libur Awal Ramadhan 1437 H

Rabu
1
8
15
22
29
7-18
Pesantren Ramadhan
Kamis 2 9 16 23 30 20-30 Libur smt II
Jum’at 3 10 17 24
Sabtu 4 11 18 25





134



Jam Belajar: 6 jam (07.00-13.00)/hari Jumlah Minggu Efektif: 38 minggu Jumlah Hari Efektif : 210 hari
Jumlah Jam Belajar: 210 hari x 6 jam = 1260 jam
: 1260 jam x 60 menit =75600 menit
Catatan:
Pengaturan jumlah minggu efektif dan hari efektif mengacu pada ketentuan kegiatan belajar mengajar yang diatur dalam buku Petunjuk Teknis Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2013/2014 Bab V Pasal 7 “Jumlah Minggu Efektif dalam satu tahun minimum 34 minggu (204 hari) dan maksimum 38 minggu (228 hari) yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada setiap tingkat satuan pendidikan”.


Jakarta, 01 Juli 2015
Kepala Raudhatul Athfal








…………………………………….












135
TABEL F. (CONTOH MUATAN PEMBELAJARAN RA)



No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
1 Nilai Agama dan
Moral SIKAP


• Sikap yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan beragama yang berintikan pada :
Sikap 6 rukun Iman,Sikap 5 rukun Islam, Sikap Ihsan (hablum minallah)
• Sikap mengagungkan Allah
melalui Do’a-do’a secara tertib
(Adab doa)
• Membiasakan dan mengungkapkan Kalimat toyyibah
• Sikap Khusyu saat beribadah
• Terbiasa menutup aurat



1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaan Nya


• Sikap sopan santun saat berbicara
• Sikap meminta maaf dan
memaafkan orang lain
• Berpakaian yang baik dan menutup aurat

1.2 Menghargai diri sendiri, orang Lain dan lingkungan sekitar sebagi rasa syukur kepada Allah
• Jujur
• Menepati janji 2.13 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur.
• Rendah hati
• Santun
• Sederhana
• Sikap terbuka 2.14 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap rendah hati dan santun kepada orangtua, pendidik, dan teman.



136


No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
• Asmaul Husna, sifat dan
ciptaan-Nya
• Malaikat dan tugasnya
• Al-Qur’an sebagi kitab suci
umat Islam
• Kisah Nabi dan Rasul
• Hari kiamat dengan kejadian bencana alam, musibah dl
• Qodho dan Qodhar melalui
kejadian sehari hari
• Nama dan rakaat sholat Wajib
• Amaliah ramadhan
• Haji
• Sholat Ied

3.1 Mengenal kegiatan ibadah sehari hari


4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari- hari dengan tuntunan orang dewasa
PENGETAHUAN & KETERAMPILAN
• Syahadatain adab wudhu,
sholat dan doa harian
• Melafadzkan adzan dan iqomah
• Membaca alquran melalui
metode tilawati
• Praktek zakat shodaqoh , puasa, solat hari raya dan manasik haji 3.2 Mengenal prilaku baik sebagai cerminan akhlak baik


4.2 Menunjukkan prilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia
2 Fisik Motorik SIKAP
• Adab makan : Pembiasaan cuci tangan sebelum makan, makan pakai sendok, makan pakai tangan kanan, bicara saat mulut kosong
• Adab minum
• Adab kamar mandi 2.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat



137


No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Adab mandi
• Adab BAK dan BAB
• Adab gosok gigi
• Pembiasaan makanan gizi seimbang
• Adab membuang sampah
PENGETAHUAN & KETERAMPILAN
• Nama anggota tubuh
• Fungsi anggota tubuh
• Merawat anggota tubuh
• Variasi motorik kasar: berjalan, berlari, melompat, merayap, merangkak, berguling, dan bergelantungan dengan terkontrol, kuatan, kekoordinasi, seimbang, ketangkasan dan kelenturan
• Variasi motorik halus :
meremas, menjumput, menjepit, merobek, menggunting, meronce, menggulung, melipat, menggiling, menggores, memotong, mengocok, mengaduk, memompa, memeras, meraup, menumbuk dengan kekuataan, koordinasi mata dan tangan, kelenturan pergelangan tangan, dan kelenturan jari- jari tangan

3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakkannya untuk pengembangan motorik kasar dan motorik halus


4.3 menggunakan anggota tubuh untuk mengembangkan motorik kasar dan halus


























3.4 Mengetahui cara hidup sehat
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup



138


No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Pengetahuan sikat sisi yang benar
• Pengetahuan adab minum
• Pengetahuan adab kamar mandi
• Pengetahuan adab mandi
• Pengetahuan adab BAK dan
BAB
• Pengetahuan adab gosok gigi
• Pengetahuan makanan gizi seimbang
• Pengetahuan adab
membuang sampah
• Menutup aurat (melindungi anggota tubuh yang terlarang: mulut, dada, alat kelamin, pantat)
• Waspada terhadap orang
asing/tidak dikenal. sehat
3 Kognitif SIKAP
• Adab bertanya
• Mengamati
• Meneliti
• Mencoba
• Tertarik 2.2
Memiliki prilaku yang mencerminkan sikap ingin tahu
Pengetahuan dan keterampilan
• Sebab akibat
• Mengenali masalah
• Menyelesaikan masalah
• Dialog /diskusi
• Mencari solusi secara kreatifdapi
• Tertarik pada suatu masalah
untuk diatasi
• Berani menghadapi tantangan 3.5
Mengetahui cara menyelesaikan masalah sehari- hari dan berperilaku kreatif
4.5.Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif



139


No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Senang melakukan hal-hal baru
• Tidak puas bila selalu
mengulang hal yang sama, menggnakan benda atau bahan belajar untuk membuat sesuatu
• Selalu optimis
• Senang menceritakan impian- impiannya walaupun terkadang nampak berlebihan.
• Mengenal nama
• Warna
• Bentuk dua dimensi (persegi, segitiga, bulat, persegi panjang)
• Bentuk tiga dimensi (kubus,
balok, limas, tabung)
• Ukuran (panjang-pendek, dll)
• Tekstur
• Suara (cepat-lambat, keras- halus, tinggi-rendah).
• Sifat
• Fungsi
• Ciri-ciri benda yang ada di lingkungan sekitar
• Membilang
• Percobaan
• Mengukur
• Mengelompokkan
• Mengurutkan
• Membandingkan
• Menyusun pola
• Membuat grafik 3.6. Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola , sifat, suara,tekstur,fungsi dan ciri-cirinya.
4.6. Menyampaikan tentang apa dan bagimana benda-benda disekitar yang dikenalnya
(nama,bentuk,warna,ukur an,pola,sifat suara,tekstur,fungsi dan ciri-ciri) melalui berbagai hasil karya.



140


No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Membuat seriasi
• Penjumlahan
• Pengurangan
• Sama-dan tidak sama
• Banyak-sedikit
• Berat-ringan
• Besar-kecil
• Panjang-pendek
• Keluarga
• Teman
• Tempat tinggal
• Masjid
• Sekolah
• Budaya: makanan, bahasa, pakaian, tarian, kebiasaan, ciri khas suatu daerah
• Transportasi
• Lingkungan kota
• Lingkungan desa
• Pegunungan
• Pantai Pesisir 3.7 Mengenal lingkungan social (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi).
4.7 Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan
social (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi) dalam
bentuk gambar,



141


No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Cerita tentang lingkungan social
• Permainan tradisional
• Hasil karya
• Gerak dan lagu bercerita, bernyanyi dan gerak tubuh.
• Hewan
• Tanaman
• Tanah
• Air
• Udara
• Batu-batuan
• Biji-bijian
• Cuaca
• Waktu (Pagi, siang, malam)
• Gejala alam
• Benda-benda langit
• Menanam
• Merawat
• Memelihara
• Menjaga lingkungan
• Cerita tentang lingkungan alam
• Nyanyian
• Puisi
• Gerak dan lagu
• Hasil karya 3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu- batuan, dll)
4.8 Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan alam
(hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll) dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi dan gerak tubuh.



















142


No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Peralatan rumah tangga
• Peralatan bermain
• Peralatan pertukangan
• Peralatan sekolah
Peralatan Komunikasi
• Peralatan elektronik
• Bahan limbah rumah tangga
• Memfungsikan
• Merawat
• Membuat 3.9 Mengenal teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll).
4.9 Menggunakan teknologi sederhana untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannnya (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan
pertukangan, dll).
Bahasa PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
• Mendengar
• Menyimak
• Membaca 3.10 Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca).
4.10 Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan
membaca).
• Berbicara
• Mengungkapkan keinginan/kebutuhan
• Menceritakan kembali
pengalamannya
• Merespon
• Bercerita
• Puisi/sajak
• Syair
• Menyanyi
• Pantun 3.11 Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
4.11 Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non
verbal).
• Klasifikasi: warna, bentuk, ukuran
• Urutan
• Angka
• Huruf 3.12 Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
4.12 Menunjukkan kemampuan keaksaraan
awal dalam berbagai



143


No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Menggambar
• Menulis
• Gerakan otot-otot kecil/motorik halus
• Membaca
• Bunyi huruf (fonem)
• Nama huruf
• Kosakata
• Kata
• Kalimat bentuk karya .
Sosial Emosi SIKAP
• Percaya diri
• Berani tampil di depan orang lain
• Bangga
• Senang 2.5 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri.
• Disiplin
• Tanggung jawab 2.6 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap taat terhadap aturan sehari- hari untuk melatih
kedisiplinan.
• Sabar
• Tenang
• Antri 2.7 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sabar (mau menunggu giliran, mau mendengar ketika orang lain bicara) untuk melatih
kedisiplinan.
• Mandiri
• Inisiatif 2.8 Memiliki perilaku yang mencerminkan
kemandirian.
• Tanggap dengan situasi
• Membantu
• Empati
• Simpati 2.9 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli dan mau
membantu jika diminta


144


No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Peduli
• Bersikap memberi kenyaman pada diri , orang lain dan lingkungan sekitar. bantuannya.
• Menghargai diri sendiri
• Menghargai orang lain
• Menghargai perbedaan
• Menerima orang lain apa adanya
• Tidak ingin menang
sendiri
• Mau berbagi
• Menghargai pendapat orang lain
• Berteman
• Mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterima.
• Mengucapkan maaf bila
bersalah.
• Mengucapkan permisi
• Mengucapkan tolong jika membutuhkan bantuan orang lain. 2.10 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap menghargai dan toleran kepada orang lain.
• Senyum
• Sapa
• Salam
• Sopan
• Santun
• Lingkungan main yang bervariasi
• Beradaptasi. 2.11 Memiliki perilaku yang dapat menyesuaikan diri.
• Tanggung jawab
• Konsekuensi 2.12 Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap



145


No Program
Pengembangan
Materi pembelajaran
Kompetensi yang dicapai
• Mengakui kesalahan
• Mengikuti aturan
• Fokus
• Tekun tanggung jawab.
Seni • Keindahan
• Kerapihan
• Keharmonisan
• Keteraturan
• Apresiasi
• Variatif
• Kreatif
• Menghargai hasil karya orang lain 2.4 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis.











































146

TABEL G. (Contoh SOP )


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KERJA PENYAMBUTAN KEDATANGAN ANAK


Nama
Lembaga RA Kode Dok SOP/Proses-
Unit RA Standar Proses
Tanggal
disahkan 2015 Tanggal Revisi 2015
1 Judul kegiatan Kedatangan anak
2 Tujuan 1. Membiasaan mengucapkan salam dan bersalaman. (1.2; 2.14)
2. Melatih kemandirian anak (2.4; 2.6; 2.8)
3. Melatih sikap menyesuaikan diri terhadap lingkungan (2.11; 2.14)
4. Mengetahui kondisi awal anak baik secara fisik dan emosi anak. (4.13)
5. Memberikan anak rasa senang, aman, nyaman dan kekeluargaan pada saat memasuki sekolah
6. Menjalin komunikasi dengan orang tua dan atau pengantar
7. Melatih kemampuan berkomunikasi anak.
8. Memberikan keteladanan & pembiasaan sikap senyum, salam, sopan, santun, dan
ramah.
3 Referensi 1. QS. Tentang penduduk suatu negeri yang bertaqwa (lau Anna)
2. Kemendikbud No.137 th.2014 tentang
Standar Kurikulum
3. Kemendikbud No.146 th.2013 tentang
Kurikulum 2013.
4. Kemendikbud No.160 tentang
Pemberlakuan Kurikulum 2013
5. Visi, Misi, dan tentang tujuan lembaga
6. Intruksi kepala sekolah


147

4 Pihak-pihak
terkait Kepala sekolah, Guru-guru, pengantar anak
5 Dokumen Buku absensi, pulpen, buku pesan orangtua. Jadwal guru piket pagi, buku catatan
perkembangan anak
6



















Prosedur Penyambutan merupakan kegiatan untuk melewati proses transisi dari rumah kesekolah.


Penyambutan kedatangan anak memiliki langkah-langkah sebagai berikut:
1. Guru piket 06.55 WIB menginformasikan kepada seluruh guru untuk berada di tempat tugas masing-masing.
2. Guru piket berada & membuka pintu gerbang pada pukul 07.00 WIB.
3. Guru piket mengucapkan : “SELAMAT
DATANG DI KB-RA JAKARTA” sambil
membuka kedua tangan dan senyum.
4. Guru piket memberi intruksi pada anak untuk membuat barisan kemudian mengucapkan salam bersama-sama dengan ucapan salam dan anak bersalaman dengan guru piket.
a. Guru piket menyambut kedatangan anak dengan senyum, mensejajarkan diri dengan anak dan memberi kesempatan pada anak untuk mengucapkan salam sambil berjabat tangan lalu anak mencium tangan guru dengan hidung/pipi/dahi. Jika ada orangtua guru piket bersalaman dengan orangtua tersebut.
b. Guru memeriksa kondisi fisik anak ( suhu badan, wajah, kaki dan tangan).
c. Guru piket mempersilahkan anak

148

untuk menyimpan sepatu dan tas diloker masing-masing
d. Untuk anak-anak yang membutuhkan waktu transisi pada saat kedatangan diberikan waktu sesuai kebutuhan anak berdasarkan kesepakatan bersama antara guru, orangtua, dan anak.
e. Guru piket mengingatkan orangtua untuk mengantar anak hanya sampai pintu gerbang. Jika orangtua ingin mengantar anak ingin BAK/BAB yang mendampingi anak tersebut adalah guru kelompok/ guru atau karyawan lainnya.
f. Guru piket mengingatkan orangtua untuk menuliskan pesan di buku pesan (tentang kebutuhan anak atau butuh bertemu dengan guru
kelas).































149




STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KERJA KEPULANGAN
Nama
Lembaga PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) Terpadu Kode Dok
Unit KB- RA Standar Pengelolaan
Tanggal
disahkan Juli 2015 Tanggal Revisi Maret 2015
1 Judul Kepulangan
2 Tujuan
(lht visi & misi )
3 Referensi • Permendiknas n0. 58 th 2009
• Permen dikbud 137, 146 th 2013
• Intruksi kepala sekolah
4 Pihak-pihak
terkait Kepala sekolah, Guru-guru, pengantar anak
5



















Prosedur Kepulangan merupakan proses transisi bagi anak setelah beraktifitas satu hari disekolah bersama guru dan teman-teman untuk kembali kerumah bersama keluarganya.


Kegiatan kepulangan memilii langkah-langkah sebagai berikut:
1. Guru piket jam 12.30 WIB keluar ruangan untuk melihat penjemput yang sudah datang, lalu mengajak anak yang sudah dijemput keluar ruangan untuk pulang.
2. Guru piket jam 12.45 WIB member salam dan member aba-aba waktu pulang sudah tiba.
3. Guru piket Jam 12.55 WIB menginformasikan kelompok A& B untuk siap-siap di panggil pulang.
4. 13.00 WIB guru piket mulai memanggil
anak kelompok A&B yang sudah dijemput.

150

5. Anak yang pulang bersalaman dengan guru dan teman kelompoknya. Guru kelas mengucapkan salam anak menjawab salam.
6. Guru kelompok menemani kepulangan anak sampai jam 13.20 WIB.
7. Jam 13.20- 13.30 WIB semua anak yang belum dijemput bergabung di sentra mikro bersama guru piket .
8. Jam 13.30 WIB anak yang belum dijemput diantar ke TPA karena sudah masuk waktu
keterlambatan.
















































151


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KEGIATAN INTI (BERMAIN DI SENTRA)
Nama
Lembaga PAUD/RAUDHATUL ATHFAL (RA) TERPADU KB-RA Kode Dok.

Unit
RAUDHATUL ATHFAL
Standar
Pengelolaan

Tgl disahkan
Tgl revisi

1
Judul
Kegiatan Inti (Bermain di Sentra)

2











Tujuan • Mengamalkan nilai-nilai kehidupan beragama sejak dini yang berintikan pada
6 (enam) rukun iman, 5 (lima) rukun islam dan ihsan.
• Mengembangkan sikap kebangsaan alam
kehidupan sehari-hari berdasarkan budaya nasional.
• Melaksanakan proses kegiatan belajar
mengajar berbasis sains, informasi dan teknologi.
• Mengembangkan system pendidikan yang
bermutu sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

3





Referensi
• Permendikbud 137 tahun 2014 tentang standar kurikulum
• Permendikbud 146 tahun 2013 tentang kurikulum
• Permendikbud 160 tahun 2014 tentang pemberlakuan kurikulum
• Instruksi Kepala Sekolah

4
Pihak-pihak
Terkait
Kepala Sekolah, Guru-guru

5
 Kegiatan INTI merupakan kegiatan di dalam Sentra yang sudah diprogramkan sesuai dengan perencanaan guru. Setiap


152





Prosedur

anak diberikan kesempatan untuk memilih kegiatan yang diminati (paling sedikit 3 kesempatan main).
 Sentra merupakan pusat kegiatan pembelajaran dengan metode belajar melalui bermain integrasi nilai-nilai kehidupan beragama yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anaksebagai karunia dari Allah.


Kegiatan Inti (Bermain di Sentra) memiliki langkah-langkah sebagai berikut:
1. Apersepsi (Pijakan Pengalaman Sebelum
Bermain)
• Guru dan anak membaca doa sebelum kegiatan di Sentra.
• Guru mengucapkan salam dan selamat datang kepada anak, anak mejawab salam dan mengucapkan terima kasih kepada guru.
• Guru membacakan buku yang berkaitan dengan tema dan pengalaman.
• Guru mengenalkan kosakata baru yang berkaitan dengan tema dan konsep yang akan dikenalkan di Sentra.
• Guru memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahan-bahan main.
• Guru memberi informasi tentang kegiatan apa saja yang telah disediakan dan akan dilakukan anak berikut jumlah kesempatan mainnya.
• Guru mengelola anak untuk keberhasilan hubungan sosial anak dengan mendiskusikan bersama anak aturan bermain dan harapan untuk

pengalaman main (prosedur kerja).
• Guru menjelaskan rangkaian waktu main.
• Guru merancang dan menerapkan urutan transisi main dengan mempersilahkan anak untuk bergiliran menuju kegiatan bermain yang dipilih anak.


2. Bermain (Pijakan Pengalaman Main)
• Guru memberikan anak waktu untuk mengelola dan meneliti pengalaman main mereka.
• Guru mencontohkan komunikasi yang tepat.
• Guru memperkuat dan memperluas bahasa anak.
• Guru meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan hubungan teman sebaya.
• Guru mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak.


3. Beres-beres (Pijakan Setelah Bermain)
• Guru memberi tanda pada anak batas waktu bermain di Sentra.
• Guru bersama anak merapihkan dan meletakkan kembali alat-alat dan bahan-bahan main ditempatnya secara terklasifikasi, sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokan, urutan, dan penataan lingkungan main secara tepat.



4. Recalling (Pijakan Setelah Bermain)
• Guru mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya.
• Guru dan anak berdoa sesudah kegiatan bermain di Sentra.
• Guru menutup kegiatan di Sentra dengan mengucapkan salam dan anak menjawab salam guru.
TABEL H (CONTOH PENILAIAN)


Penilaian harian dilaksanakan sebagai berikut :
1. Merupakan pengumpulan data dan informasi yang terkait langsung dengan kegiatan yang dilakukan anak sehari-hari.
2. Menggunakan checklist (V) skala capaian perkembangan yang telah ditetapkan dalam RPPH. Checklist (V) skala capaian perkembangan berisi indikator perkembangan untuk mengukur ketercapaian tujuan dan kompetensi dasar yang ditetapkan di RPPM
3. Menggunakan catatan anekdot untuk mencatat perilaku anak pada saat berkegiatan, baik saat bermain di kegiatan inti maupun kegiatan rutin.
4. Menggunakan data/informasi dari hasil karya anak.


Format checklist (V) skala capaian perkembangan. Format checklist (V) skala capaian perkembangan memuat indikator pencapaian perkembangan yang sudah ditetapkan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Untuk lebih jelasnya lihat Pedoman Perencanaan Pembelajaran, contohnya sebagai berikut :
A. Format checklist (V) skala capaian perkembangan


Format Skala Capaian Perkembangan Harian Kelompok :………………… Hari/Tanggal: ………………





No Indikator Penilaian Dina Beni Nia Dewi Tia Ihsan Dst
1 Terbiasa mengucapkan rasa syukur
terhadap ciptaan Tuhan 3 (BSH)
2 Berdoa sebelum dan sesudah
belajar 2 (MB)
3 Terbiasa mencuci tangan dan
menggosok gigi 2 (MB)
4 Menyebutkan nama anggota
tubuh dan fungsi anggota tubuh 3 (BSH)
5 Terbiasa merawat diri sesuai
tatacaranya 2 (MB)
6 Terbiasa berlaku ramah 3 (BSH)
7 Terbiasa mengikuti aturan 2 (MB)
8 Mengelompokkan berdasarkan
warna (merah, biru, kuning) 1 (BB)
9 Menjawab pertanyaan terkait
cerita yang dibacakan 3 (BSH)
10 Menyanyikan lagu “Aku Ciptaan
Tuhan” 3 (BSH)


Keterangan:
1. Indikator dalam format sesuai dengan tercantum dalam RPPH
2. Setiap anak diukur ketercapaian perkembangannya sesuai dengan indikatornya.
Kolom pencapaian perkembangan diisi dengan kategori 1 (BB), 2 (MB),
3 (BSH), dan 4 (BSB).
a. 1 (BB) artinya Belum Berkembang: bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru;
b. 2 (MB) artinya Mulai Berkembang: bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru;
c. 3 (BSH) artinya Berkembang Sesuai Harapan: bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru;
d. 4 (BSB) artinya Berkembang Sangat Baik: bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai indikator yang diharapkan.


B. Sumber Data Penilaian Harian lainnya.
Data penilaian harian lainnya bersifat melengkapi data yang dikumpulkan melalui format cheklist. Data penilaian harian lainnya dapat dikumpulkan melalui :
1. Catatan Anekdot
Catatan anekdot awalnya digunakan untuk mencatat sikap dan perilaku anak yang muncul secara tiba-tiba atau peristiwa yang terjadi secara insidental. Berbagai rujukan terakhir menyatakan bahwa catatan anekdot digunakan untuk mencatat seluruh fakta, menceritakan situasi yang terjadi, apa yang dilakukan dan dikatakan anak. Catatan anekdot sebagai jurnal kegiatan harian mencatat kegiatan anak selama melakukan kegiatan setiap harinya. Catatan anekdot memungkinkan untuk mengetahui perkembangan anak yang indikatornya tercantum maupun tidak tercantum pada RPPH.
Hal-hal pokok yang dicatat dalam catatan anekdot meliputi :
a. Nama anak yang dicatat perkembangannya
b. Kegiatan main atau pengalaman belajar yang diikuti anak
c. Perilaku, termasuk ucapan yang di sampaikan anak selama berkegiatan.
Catatan anekdot dibuat dengan menuliskan apa yang dilakukan atau dibicarakan anak secara obyektif, akurat, lengkap dan bermakna tanpa penafsiran subyektif dari guru. Akurat (tepat), objektif (apa adanya, tanpa memberi label misalnya: cengeng, malas, nakal), spesifik (khusus/tertentu), sederhana (tidak bertele-tele), dan catatan guru terkait dengan indikator yang muncul dari perilakuanak. Catatan dalam catatan anekdot lebih berupa jurnal kegiatan akan lebih baik bila disertai foto kegiatan yang dilakukan setiap anak.
CATATAN ANEKDOT Usia/Kelas: 5 th/TK B Tanggal: ……………








Gambar Aktivitas Anak
Catata Peristiwa/Perilaku
Dina menggunting dengan menggunakan tiga jari. Ia menggunting diluar garis bergambar kepala, badan, dan kaki. Ia tersenyum sambil mengatakan “Ini gambar
ayahku”.
Rinto berjalan menuju tempat Alfin dan menyenggol Rieka hingga krayonnya jatuh. Rinto berhenti lalu menghampiri Rieka, membantu mengambil krayon
dan berucap “maaf ya aku tidak
sengaja.. sakit ya..”

2. Hasil Karya
Hasil karya adalah buah pikir anak yang dituangkan dalam bentuk karya nyata dapat berupa pekerjaan tangan, karya seni atau tampilan anak, misalnya: gambar, lukisan, lipatan, hasil kolase, hasil guntingan, tulisan/coretan-coretan, hasil roncean, bangunan balok, tari, hasil prakarya dll.
Rambu-rambu membuat Catatan Hasil Karya Anak.
a. Tuliskan nama dan tanggal hasil karya tersebut dibuat. Data ini diperlukan untuk melihat perkembangan hasil karya yang dibuat anak di waktu sebelumnya.
b. Tanyakan kepada anak tentang hasil karya yang dibuatnya tanpa asumsi guru. Misalnya Dina membuat gambar banyak kepala dengan berbagai warna. Maka yang dikatakan guru adalah: ”ada banyak gambar yang sudah kamu buat, bisa diceritakan gambar apa saja? warna apa saja yang kamu pakai?” dst.
c. Tuliskan semua yang dikatakan oleh anak untuk mengkonfirmasi hasil karyayang dibuatnya agar tidak salah saat guru membuat interpretasi karya tersebut.
d. Catatan dan hasil karya anak disimpan dalam portofolio dan akan dianalisa dalam penilaian bulanan. Hasil karya yang dianalisa adalah hasilkaryayangterbaik(menunjukkantingkat
perkembangan tertinggi) yang diraih anak. Hasil karya tersebut bisa yang paling akhir atau dapat pula yang ditengah bulan.
e. Perhatikan apa yang sudah dibuat oleh anak dengan teliti, hubungkan dengan indikator pada KD. Semakin guru melihat dengan rinci maka akan lebih banyak informasi yang didapatkan guru dari hasil karya anak tersebut.

Contoh Hasil Karya Anak:



Nama Anak : Dina
14 Juli 2014



Hasil Karya Anak Hasil Pengamatan
Tanggal: 14 Juli 2014 - Huruf-huruf belum terangkai
- Gambar kepala, tangan dan kaki tanpa badan Warna biru, hijau, dan merah
- Gambar mama, papa, anak, dan adik
(berdasarkan cerita anak)
- Beberapa bentuk lingkaran dan garis
- Menjawab pertanyaan dengan tepat.
- Aku mau main yang lainnya (ketika
- ditanyakan mau bermain apa lagi)
Tanggal: 28 Juli 2014 - Bentuk segi empat, dan persegi panjang
- Layar dan antena tv
- Huruf-huruf belum terangkai
- Cerita menunjukkan karyanya sambil
- cerita “TV di rumahku”


C. Strategi Pelaksanaan Penilaian Harian
Setiap anak harusnya diamati setiap hari untuk mengetahui perkembangan yang dicapai atau kesulitan yang ditemuinya. Namun demikian seringkaligurukesulitanmelakukannya.Salahsatu
pertanyaan yang seringkali dilontarkan guru terkait dengan penilaian adalah bagaimana melaksanakan penilaian yang dapat mencakup banyak kemampuan untuk jumlah anak yang banyak?
Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Mengamati seluruh anak melalui langkah:
a. Mengidentifikasi indikator yang ada di RPPH dengan kegiatan yang akan diikuti anak, misalnya:

- Mengucapkan rasa syukur terhadap ciptaan Tuhan Penyambutan
- Berdoa sebelum dan sesudah Belajar Pembukaan
- Mencuci tangan dan menggosok Gigi Sebelum makan
- Menyebutkan nama anggota tubuh dan fungsi anggota tubuh - Inti
- Merawat diri sesuai tatacaranya - Penutup
- Berlaku ramah - Penyambutan
- Mengikuti aturan
- Mengelompokkan berdasarkan warna (merah, biru, kuning)
- Menjawab pertanyaan terkait cerita yang dibacakan - Inti
- Menyanyikan lagu “Aku Ciptaan Tuhan” - Penutup


Dengan pemetaan tersebut guru dapat berkonsentrasi pada setiap sesi kegiatan dan melihat seluruh anak lebih fokus.
b. Mengelompokkan indikator di setiap kelompok kegiatan sesuai jadwal harian, misalnya :


Kegiatan INDIKATOR Dina Beni Nia Dewi Dst
Penyambutan - Berlaku ramah,
- Memberi salam
- Mengucapkan rasa syukur terhadap ciptaan Tuhan BSH BSH MB - - - -
Pembukaan - Bersyukur dirinya sebagai ciptaan
TuhanBerdoa sebelum dan sesudah belajar
- Menyebutkan nama anggota tubuh,
fungsi anggota tubuh, cara merawat BB


MB BSH -




-
Inti - Mengikuti aturan
- Mengelompokkan berdasarkan warna (merah, biru, kuning)
- Menjawab pertanyaan terkait cerita yang dibacakan BSH MB BSH - - - -
Penutup - Menyanyikan lagu Aku Ciptaan Tuhan MB - - -



2. Mengamati fokus pada beberapa anak.
Jika strategi 1 dan 2 tetap tidak dapat dilaksanakan maksimal karenaratio guru dan anak yang besar, maka guru dapat melakukan penilaian dengan fokus pada beberapa anak. Misalnya jumlah anak dalam rombongan belajar sebanyak 20 orang, guru dapat memfokuskan sasaran penilaian pada 5 anak dengan tidak mengabaikan anak lainnya sebagai sasaran penilaian sehingga dalam4 hari seluruh anak sudah diobservasi. Bila dalam seminggu ada 5 haribelajar, maka 1 hari sisa digunakan untuk melihat kembali indikatordari semua anak yang belum muncul.
Untuk memudahkan pelaksanaan penilaian baik menggunakan strategi 1 ataupun 2, guru dapat menggunakan satu format penilaian seperti contoh di atas, caranya :
a. Kolom nama anak dapat langsung diisi dengan pencapaian perkembangan misal dengan kode BB, MB, BSH, BSB. Bila ada hal yang perludicatatdi luar indikator yang ada, guru dapat menggunakan catatan anekdot.
b. Guru selalu membawa catatan kecil yang berisi format di atas dengan pena di dalam saku sepanjang hari.
c. Guru juga dapat mencatat dalam catatan anekdot untuk kegiatan anak lainnya di luar yang sedang menjadi fokus hari itu, apabila dipandang ada sesuatu yang penting pada anak tersebut. Sesuatu yang penting tersebut dapat berupa kemajuan perkembangan (misalnya anak yang tidak biasa berkomunikasi ternyata hari itu nampak berbincang dengan temannya) atau kemunduran perkembangan (misalnya anak yang biasanya ramah ternyata hari itu selalu marah-marah).


D. Memasukkan data ke Portofolio Anak
Data yang dicatat dalam Anecdotal record yang diartikan sebagai jurnal harian dan hasil karya anak dimasukkan ke dalam buku portofolio masing- masing anak. Format portofolio dapat dikembangkan oleh masing- masing lembaga. Portofolio terdiri :
a. Sampul depan berisi foto dan identitas anak
b. Lembar isi berisi: photo kegiatan anak, catatan guru tentang kegiatan anak (ditulis saat mengamati anak), dan analisa Kompetensi Dasar.
Contoh Portofolio
Hal depan


Halaman/Lembar Isiaan
Tanggal:8 Juli 2014



Aktivitas / Hasil
Karya Anak Catatan Guru Analisa KD
Dina menggunting dengan menggunakan tiga jari. Ia menggunting diluar garis bergambar kepala, badan, dan kaki. Ia tersenyum sambil mengatakan “Ini gambar ayahku”. - Melakukan kegiatan dengan menggunakan alat teknologi sederhana sesuai fungsinya secara aman dan ber- tanggungjawab (KD 3.9-
4.9)
- Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagai aktivita s (KD 3.3 – 4.3)
- Menyebutkan nama
anggota keluarga (KD
3.7 – 4.7)
- Berani mengemukakan pendapat (KD 2.5)
- Mengungkapkan perasaan, ide, gagasan dengan kata yang
sesuai (3.11 – 4.11)

Tanggal: 14 Juli 2014



Aktivitas / Hasil Karya
Anak
Catatan Guru
Analisa KD
- Huruf-huruf belum terangkai
- Gambar kepala, tangan dan kaki tanpa badan
- Warna biru, hijau, dan merah
- Gambar mama, pa pa, anak, dan adik (berdasarkan cerita anak) 3.12-4.12 Mengenal suara huruf awal dari nama benda di sekitarnya
3.3-4.3 Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagai aktifitas
3.6-4.6 Mengklasifikasikan benda berdasarkan 3 variabel warna, bentuk, dan ukuran
3.7-4.7 Menyebutkan nama anggota keluarga dan teman serta ciri-ciri khusus mereka secara lebih rinci
- Beberapa bentuk lingkaran dan garis
- Menjawab pertanyaan dengan tepat
- Aku mau main yang lainnya (ketika ditanyakan mau bermain apa lagi) 3.15 – 4.15 menampilkan hasil
karya seni dalam bentuk gambar


3.11 – 4.11 menjawab pertanyaan yang lebih kompleks


2.5 berani mengemukakan pendapat

2.5 berani menyampaikan keinginan







165
3. CONTOH PENILAIAN BULANAN


Penilaian bulanan sebagai tindak lanjut dari penilaian harian. Penil aian bulanan lebih ditekankan pada analisa dan interpretasi guru terhadap data yang terkumpul dari penilaian harian. Penilaian bulanan dilakukan dengan langkah berikut:


A. Mengumpulkan Semua Data
Semua data yang didapat guru baik melalui pengisian format cheklist, dan data dalam portofolio yang berasal dari catatan anekdot dan hasilkarya anak.


B. Menganalisa Data Penilaian
1. Seluruh catatan skala capaian perkembangan harian disatukan berdasarkan indikator dari KD yang sama. Walaupun dalam format checklist (V) harian indikatornya memuat tema dan materi, tetapi untuk dimasukkan ke dalam penilaian bulanan cukup melihat indikator dari KD yang tercantum dalam format penilaian perkembangan umum. Apabila dalam indikator yang sama dalam satu KD terdapat perbedaan capaian, maka capaian perkembangan yang tertinggi dijadikan capaian akhir.
Misalnya :
Kemampuan Dina membaca doa sebelum dan sesudah makan,BB, BB, B B, MB, maka Dina mengarah pada kemampuan MB.


2. Analisa KD dalam portofolio yang berisi kemampuan anak dianalisa lanjutan untuk mengetahui capaian kemampuan anak apakah berada pada kemampuan BB, MB, BSH atau BSB.

3. Untuk memudahkan menentukan kemampuan anak sebaiknya guru merujuk pada rubrik penilaian.


















166

Contoh: Data dari portofolio Dina




Catatan Guru
Analisa KD Kemampuan
yang dicapai
8 Juli 2014
Dina menggunting dengan menggunakan tiga jari.
Ia menggunting diluar garis bergambar kepala, badan, dan kaki. Ia tersenyum sambil mengatakan “Ini gambar
ayahku”. - (3.9-
4.9) Melakukan kegiatan dengan menggunakan alat t eknologi
sederhana sesuai fungsinya s ecara
aman dan ber- tanggungjawab
- (3.3 –
4.3) Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagai aktivitas
- (3.7–
4.7)Menyebutkan nama anggota keluarga
- (2.5) Berani mengemukakan pendapat
- (3.11 –
4.11) Mengungkapkan perasaan, ide, gagasan deng an kata
yang sesuai BSH BB BSH BSH BSH
14 Juli 2015
- Huruf-huruf belum terangkai
- Gambar kepala, tangan dan kaki tanpa badan
- Warna biru, hijau, dan merah
- Gambar mama, papa,
anak, dan adik 3.12-4.12 Mengenal berbagai macam lambang huruf vokal d an konsonan
3.3-4.3 Mengenal anggota tubuh dan fungsinya
3.6-
4.6 Mengenal benda dengan mengelompokkan berbagai benda MB BSH BSH BSH




167

(berdasarkan cerita di lingkungannya berdasarkan ukuran, warna, sifat, suara, te kstur,
fungsi, dan ciri-ciri lainnya
3.7-
4.7 Menyebutkan nama anggo ta
keluarga dan teman serta ciri-
ciri
Anak)
-Beberapa bentuk lingkaran dan garis
- Menjawab pertanyaan dengan tepat.
Aku mau main yanlainnya ( ketikaditanyakan mau ber main apa lagi) Khusus mereka secara rinci
3.15- 4.15 Menampilkan hasil karya seni dalam bentuk gambar
3.11-4.11 Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks
2.5 berani mengemukakan pendapat
2.5 berani menyampaikan keinginan

MB BSH BSH BSH


Dalam catatan anekdot dituliskan:
Dina menggunting dengan menggunakan tiga jari. Ia menggunting diluar garis bergambar kepala, badan, dan kaki. Ia tersenyum sambil
mengatakan “Ini gambar ayahku”.
Berdasarkan data di atas, perkembangan Dina sebagai berikut:
a. KD3.9–4.9 menggunakan gunting dengan cara yang tepat, (dalam indikator tercantum: melakukan kegiatan dengan menggunakan alat teknologi sederhana sesuai fungsinya secara aman dan bertanggungjawab). Capaian perkembangan BSH.
b. KD 3.3 – 4.3 menggunting di luar garis bergambar kepala (dalam
indikator tertulis: Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagai aktivitas). Karena Dina masih menggunting di luar garis yang seharusnya usia 6 tahun seharusnya sudah dapat menggunting bentuk sesuai garis, maka Dina mencapai perkembangan BB.
c. KD 2.5 menunjukkan gambar sambil tersenyum (dalam indikator disebut “Bangga menunjukkan hasil karya). Karena Dina sesuai dengan indikator, maka Dina mencapai perkembangan BSH.
d. KD 3.7 – 4.7 “ini gambar ayahku” (dalam indikator tertulis:
Menyebutkan nama anggota keluarga dan teman serta ciri-ciri khusus mereka secara lebih rinci), berarti Dina mengerti nama anggota keluarga, capaian perkembangannya BSH.
e. KD 3.11 – 4.11 “ini gambar ayahku” (dalam indikator tertulis:
Menceritakan kembali isi cerita secara sederhana). Dina dapat bercerita dengan kalimat sederhana tentang sesuatu hal, capaian perkembangan BSH.


C. Kompilasi hasil penilaian data
Hasil pengumpulan data selama 1 bulan, kemudian di analisa, dapatlah hasil perkembangan sebagai berikut:
Contoh:
KOMPILASI DATA Nama : Dina Bulan : Juni 2014


Lingkup
Perkembangan
Kompetensi dan Indikator
Cheklis
Portofolio Capaian
Akhir
Nilai Agama dan
Moral 1.1 - Terbiasa menyebut nama
Tuhan sebagai pencipta BSH BSH
3.1 4.1 Mengucapkan doa-doa pendek, melakukan ibadah
sesuai dengan agama nya MB MB
Fisik Motorik 2.1 Terbiasa Melakukan kegiatan
kebersihan diri MB MB
3.3-4.3 Mengenal anggota tubuh
dan fungsinya BSH BSH
3.3-4.3 Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri
dalam berbagai aktivitas BB BB
3.4, 4.4 Melakukan kebiasaan
hidup bersih dan sehat MB MB


Sosial emosional 2.5 Berani mengemukakan
pendapat dan keinginan BSH BSH BSH


Lingkup
Perkembangan
Kompetensi dan Indikator
Cheklis
Portofolio Capaian
Akhir
Kog 3.6 – 4.6 Mengenal benda dengan
mengelompokkan berbagai benda di lingkungannya MB BSH BSH
3.7 Menyebutkan nama anggota keluarga dan teman serta ciri-
ciri khusus mereka BSH BSH
3.9 Melakukan kegiatan dengan menggunakan alat teknologi sederhana sesuai fungsinya
secara aman dan bertanggung jawab BSH BSH
Bahasa 2.14 Terbiasa ramah menyapa
siapapun, BSH BSH
3.10 – 4.10 Menceritakan kembali
apa yang didengar dengan kosakata yang lebih banyak BSH BSH
3.11 – 4.11 Mengungkapkan
perasaan, ide dengan pilihan
kata yang sesuai ketika berkomunikasi BSH BSH
3.11 – 4.11 Menjawab pertanyaan
lebih komplek BSH BSH
3.12-4.12 Mengenal berbagai macam lambang huruf vokal
dan konsonan MB MB
Seni 3.15 – 4.15 Membuat karya seni
sesuai kreativitasnya BSH BSH BSH


D. Mengisi Data ke dalam Penilaian Perkembangan Anak
Setelah semua data dianalisa langkah selanjutnya semua data dimasukkan ke dalam format penilaian perkembangan anak. Format perkembangan digunakan untuk mencatat perkembangan bulanan,
juga digunakan untuk mencatat perkembangan anak selama satu semester.
Untuk mengisi kolom penilaian bulanan maupun hasil akhir semester, guru perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Semua data yang diolah dijadikan bahan analisa.
b. Apabila menggunakan guru sentra yang berarti guru sebagai tim, maka penilaian ditetapkan secara bersama oleh semua guru yang menangani anak. sedangkan pengisian laporan dilakukan oleh guru wali.
c. Data capaian perkembangan anak pasti cukup banyak sehingga dalam satu indikator bisa muncul data berulang-ulang dengan tingkat pencapaian yang berbeda. Untuk menentukan pengisian pada kolom capaian perkembangan, maka digunakan capaian terbaik dengan pengertian kemampuan anak berkembang tersebut. Contoh untuk kemampuan kemandirian anak : BB-MB-MB-BSH-BSH-BSB maka yang diambil BSB (Berkembang Sangat Baik) artinya kemampuan anak berkembang kearah sangat.

Demikian tulisan tentang

Kurikulum Raudhatul Athfal (RA) (KTSP dan 2013) Berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3489 Tahun 2016 .

Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu!


InformasiGuru.Com Updated at: 09.51

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!