Download Contoh Judul dan Laporan PTK PKn SMP/ MTs

| 24 Desember 2017

Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan PTK/ Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Kewarganegaraan/ PKn  Kelas 7, 8, 9  SMP/ MTs

Kumpulan Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs






Salam pendidikan bagi kita semuanya. Apa kabar sobat InformasiGuru di manapun berada. Kali ini kami hadir dengan sebaran materi contoh judul dan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mapel PKn untuk jenjang SMP/ MTs dari kelas 7, 8, dan kelas 9. Harapan kami dengan sebaran contoh file PTK mapel PKn ini bisa memberi manfaat bagi Anda yang hendak menyusun laporan PTK tersebut.

Berikut kami sajikan untuk Anda tautan untuk mengunduh Contoh Judul dan Laporan PTK Pendidikan Kewarganegaraan/ PKn SMP/ MTs jenjang kelas 7, 8 dan kelas 9 yang telah kami kumpulkan dari berbagai sumber beserta tautan downloadnya secara gratis dan mudah untuk Anda:


Contoh Judul dan Laporan PTK PKn Kelas 7/ VII:

1.PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE DAN KONVENSIONAL MATERI KEBEBASAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT MAPEL PKn KELAS VII MTs NU Ungaran Semarang - Fajar Adi Wijayanto
SARI
Wijayanto, Adi, Fajar. 2015. “Penerapan Metode Kooperatif Tipe Scramble dan
Konvensional Materi Kebebasan Mengemukakan Pendapat Mapel PKn Kelas VII
MTs NU Ungaran Semarang”Skripsi, Jurusan Politik dan Kewarganegaraan,
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Maman Rachman,
M.Sc., II Drs. Tijan, M.Si, 72 halaman.
Kata Kunci: Kooperatif Tipe Scramble, Konvensional, dan Kebebasan
Mengemukakan Pendapat
Belajar merupakan suatu proses yang menimbulkan terjadinya suatu
perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku dan kecakapan. Akan tetapi
kenyataannya proses belajar pada mapel PKn di MTs NU Ungaran, Kabupaten
Semarang banyak mengalami hambatan. Seperti peserta didik cenderung pasif saat
pembelajaran. Peserta didik kurang memperhatikan materi yang diajarkan dan saat
diberi latihan soal banyak peserta didik yang belum bisa menjawab. Untuk
mengatasi permasalahan tersebut guru menerapkan kooperatif tipe scramble yang
merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif mudah diterapkan dan
melibatkan keaktifan peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1)
Mengetahui strategi belajar-mengajar model scramble dalam materi kebebasan
berpendapat pada peserta didik kelas VII MTs NU Ungaran. (2) Mengetahui
perbedaan hasil belajar antara penerapan model scramble dan konvensional dalam
materi kebebasan berpendapat pada peserta didik kelas VII MTs NU Ungaran.
Desain penelitian ini menggunakan True Experimental Design dengan bentuk
Pretest dan Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah
peserta didik kelas VII terdiri dari lima kelas dengan jumlah 176 peserta didik.
Terbagi menjadi 5 kelas yaitu kelas VII A berjumlah 32 peserta didik, VII B
berjumlah 38 peserta didik, VII C berjumlah 36 peserta didik, VII D berjumlah 37
peserta didik, VII E berjumlah 37 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan
teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang dipakai meliputi
dokumentasi dan tes. Analisis data penelitian menggunakan bantuan SPSS 20
dengan uji paired-sample t test dan uji independent-sample t test.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Dalam pelaksanaan strategi belajar
mengajar metode kooperatif tipe scramble, pertama guru menyajikan materi setelah
itu membagi peserta didik mejaadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4
sampai 5orang dan menjelaskan peraturan permainan. Selajutnya guru membagikan
papan scramble beserta kartunya untuk dicocokkan dan menulis jawaban yang
benar. Setelah melakukan diskusi. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk
mempresentasikan hasilnya. Setelah prsentasi kelompok selesai guru meluruskan
jawaban peserta didik yang kurang tepat. Dengan metode ini guru membatu peserta
didik lebih mudah memahami materi dan melatih peserta didik lebih aktif sehingga
mendapat hasil belajar yang memenuhi KKM. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar
pendidikan kewarganegaraan pada materi pokok kebebasan mengemukakan
pendapat pada kelas eksperimen dan kontrol. Data yang diperoleh adalah (thitung = 9.605 > 1.66) pada taraf signifikan 0.05, artinya (thitung > ttabel), maka Ho
ditolak dan Ha diterima.
Saran yang diberikan penulis adalah: (1) Penggunaan model pembelajaran
kooperatif tipe scramble pada tahap pembagian kelompok harus memperhatikan
waktu pembelajaran, agar waktu pembelajaran berjalan efektif. (2) Sebelum
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble hendaknya guru
memahami komponen model pembelajaran kooperatif tipe scramble dan
merencanakan pembelajaran yangakan dilaksanakan dengan baik sehingga dapat
berlangsung sesuai harapan.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE DAN KONVENSIONAL MATERI KEBEBASAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT MAPEL PKn KELAS VII MTs NU Ungaran Semarang

2.PELAKSANAAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PPKn KELAS VII SMP NEGERI 1 LASEM DAN SMP NEGERI 1 SEDAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 - Ulfa Maghfiroh
SARI
Maghfiroh, Ulfa, 2015, Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran Mata Pelajaran
PPKn Kelas VII SMP Negeri 1 Lasem dan SMP Negeri 1 Sedan Berdasarkan
Kurikulum 2013. Skripsi, Jurusan Politik dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu
Sosial, Universitas Negeri Semarang, Drs. At. Sugeng Priyanto, M.Si. Andi
Suhardiyanto, S.Pd, M.Si, 107 halaman.
Kata kunci: Penilaian pembelajaran, Mata Pelajaran PPKn, Kurikulum
2013.
Kurikulum merupakan komponen yang berperan penting dalam menentukan
kualitas potensi diri peserta didik. Kurikulum 2013 menekankan pada karakter
peserta didik dan kompetensi yang dimiliki setelah lulus dalam menghadapi
globalisasi. Kurikulum 2013 menerapkan 3 penilaian yaitu penilaian sikap,
penilaian pengetahuan, dan penilaian keterampilan. Perbedaan penilaian
kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya menarik peneliti untuk
melaksanakan penelitian mengenai pelaksanaan penilaian pembelajaran mata
pelajaran PPKn di SMP Negeri 1 Lasem dan SMP Negeri 1 Sedan berdasarkan
kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini: (1) mengetahui pelaksanaan penilaian
pembelajaran PPKn kelas VII SMP Negeri 1 Lasem dan SMP Negeri 1 Sedan
berdasarkan kurikulum 2013; (2) mengetahui hambatan yang di peroleh dalam
pelaksanaan penilaian pembelajaran PPKn kelas VII SMP Negeri 1 Lasem dan
SMP Negeri 1 Sedan berdasarkan kurikulum 2013.
Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian
di SMP Negeri 1 Lasem dan SMP Negeri 1 Sedan. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara dan observasi. Triangulasi
adalah teknik yang digunakan untuk menguji objektivitas dan keabsahan data
dalam penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif
dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) pelaksanaan penilaian
pembelajaran PPKn di SMP Negeri 1 Lasem dan di SMP Negeri 1 Sedan belum
terlaksana sesuai dengan ketentuan dalam Kurikulum 2013, karena pemahaman
guru dalam penilaian kurikulum 2013 masih minim; (2) aspek penilaian yang
belum terlaksana dengan baik adalah penilaian sikap dan penilaian portofolio; (3)
hambatan yang ditemui adalah penilaian berdasarkan kurikulum belum dipahami
guru secara utuh serta guru belum terampil dalam membuat rubrik penilaian dan
mengolah hasil penilaian.
Saran dalam penelitian ini sebagai berikut: bagi guru, dalam membuat
perencanaan penilaian dilengkapi dengan teknik dan instrumen penilaian yang
akan digunakan. Pelaksanaan penilaian mencakup seluruh aspek penilaian dalam
kurikulum 2013 dan laporan hasil penilaian ditulis berdasarkan pelaksanaan
penilaian. Guru perlu mendapatkan pelatihan agar pelaksanaan kurikulum 2013 di
sekolah dapat terlaksana baik sesuai dengan ketentuan dalam Kurikulum 2013.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PELAKSANAAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PPKn KELAS VII SMP NEGERI 1 LASEM DAN SMP NEGERI 1 SEDAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013

3.PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DISKUSI DENGAN MEDIA MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS VII SMP NEGERI 04 RANDUDONGKAL PEMALANG
- Rohyati
SARI
Rohyati, 2015 . Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi dengan media mind
map dan untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Pkn Kelas VII
SMP Negeri 04 Randudongkal Pemalang. Skripsi. Jurusan Politik dan
Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Dosen
Pembimbing Drs. Slamet Sumarto, M.Pd dan Drs. Suprayogi, M.Pd.
Kata kunci : model pembelajaran mind map, model diskusi, hasil belajar siswa
Metode yang sering digunakan guru pada mata pelajaran PKn adalah
menggunakan metode ceramah yang cenderung berpusat pada guru, sehingga
suasana pembelajaran menjadi membosankan. Akhirnya berdampak pada
rendahnya hasil belajar siswa. Oleh karen itu, diperlukan inovasi dalam
penggunaan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif agar
mencapai hasil belajar yang optimal. Model pembelajaran mind map dan diskusi
dapat dijadikan alternatif yang dapat mendorong siswa aktif mengembangkan
potensi yang dimiliki. Permasalahan yang diambil adalah: 1) Bagaimanakah
aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran PKn yang menggunakan
metode pembelajaran diskusi dengan media mind map dan diskusi konvensional
di SMP Negeri 04 Randudongkal, 2) Adakah perbedaan hasil belajar PKn antara
siswa yang mendapatkan pembelajaran metode diskusi dengan media mind map
dan diskusi konvensional di SMP Negeri 04 Randudongkal. Tujuan dari penelitian
ini adalah: 1) mengetahui bagaimana aktivitas belajara siswa dalam proses
pembelajaran PKn yang menggunakan metode pembelajaran diskusi dengan
media mind map dan diskusi konvensional di SMP Negeri 04 Randudongkal, 2)
mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar PKN antara siswa yang
mendapatkan pembelajaran metode pembelajaran diskusi dengan media mind map
dan diskusi konvensional di SMP Negeri 04 Randudongkal.
Populasi dalam penelitian yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 04
Randudongkal tahun ajaran 2014/2015 berjumlah 65 siswa. Pengambilan sampel
menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu pengembilan sampel dari
populasi secara acak dalam populasi itu. Variabel dalam penelitian ini adalah hasil
belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Teknik pengumpulan data diambil melalui
tes, dokumentasi dan observasi. Data penelitian dianalisis menggunakan uji
validitas, reabilitas, taraf kesukaran soal, uji kesamaan rata-rata sampel, dan uji T
test.
Hasil penelitian menunjukan rata-rata aktivitas belajar siswa dalam dua
kali pertemuan yaitu kelas eksperimen sebesar 77,18 dan kelas kontrol 75,10.
Sementara rata-rata nilai hasil postes kelas eksperimen sebesar 81,7, sedangkan
kelas kontrol sebesar 72,88. Uji hipotesis menggunakan program SPSS 21.
Diperoleh t hitung sebesar 4,759 t tabel dengan dk 2n – 2 = 62 pada taraf
signifikan 0,05 adalah 1,670, sehingga t hitung > t tabel maka Ha diterima dan Ho
ditolak. Berarti ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas
kontrol. Dengan demikian, model pembelajaran diskusi menggunakan media mind
map efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 04
Randudongkal Kabupaten Pemalang.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DISKUSI DENGAN MEDIA MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS VII SMP NEGERI 04 RANDUDONGKAL PEMALANG

4.PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA PEMBELAJARAN PKn DI SMP MUHAMMADIYAH 4 SEMARANG - Novia Mekar Rosantiana
SARI
Rosantiana, Novia Mekar. 2016. Penerapan Media Audio Visual untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Pada Pembelajaran PKn
di SMP Muhammadiyah 4 Semarang. Jurusan Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I: Dr. Eko Handoyo,M.Si. PembimbingII:AndiSuhardiyanto,S.Pd.,M.Si.
Kata Kunci : Media Audio Visual, Hasil Belajar,PKn.
Berdasarkan observasi awal yang dilakukan penulis pada tanggal 26 februari
2016, Hasil belajar kelas VII di SMP Muhammadiyah 4 Semarang cukup baik namun
belum memuaskan. Salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar karena
kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran, terutama dalam pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan. Pemilihan media yang sesuai dengan isi materi
pelajaran diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Media yang dipilih
yaitu media audio visual berbentuk video pembelajaran.
Berdasarkan pemaparan diatas, rumusan masalah penelitian ini adalah (1)
Bagaimana penerapan media audio visual dalam pembelajaran PKn di kelas VII SMP
Muhammadiyah 4 Semarang. (2) Apakah penerapan media audio visual dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII pada pelajaran PKn di SMP
Muhammadiyah 4 Semarang.
Penelitian ini dilaksanakan dua kali pertemuan. Pertemuan I pada tanggal 15
April 2016 dan pertemuan II pada tanggal 22 April 2014 dengan menggunakan teknik
analisis data kuantitatif jenis eksperimen rancangan one-group pretest-posstes
desaign. Metode yang digunakan penelitian ini menggunakan desain penelitian PreEksperimen
Desighn. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes
dan nontes. Teknik tes berupa hasil belajar kognitif siswa. Teknik nontes berupa hasil
belajar afektif dan psikomotorik berupa data perilaku siswa dari hasil observasi.
Penerapan media audio visual dilaksanakan melalui tahap perencanaan dan
tahap pelaksanaan. Tahap perencanaan yaitu mempersiapkan sarana dan
prasaranadalam proses pembelajaran. Tahap pelaksanaan berupa kegiatan
pendahuluan, inti, dan penutup. Penerapan media audio visual dalam proses
pembelajaran menunjukan adanya peningkatan hasil belajar. Hasil belajar aspek
kognitif mengalami peningkatan sebesar 35,98, dilihat dari rata-rata pretest sebesar
39,30 dan rata-rata posttest sebesar 85,28, hasil uji t yang diperoleh bahwa thitung >
ttabel yaitu 3,269 > 1,688. Hasil belajar aspek afektif mengalami penngkatan sebesar
13,1 pada pertemuan pertama memiliki rata-rata sebesar 74,4 dan pertemuan kedua
sebesar 87,5. Hasil belajar aspek psikomotorik mengalami peningkatan sebesar 4,5
pada pertemuan pertama memiliki rata-rata sebesar 76,1 dan pertemuan kedua sebesar
80,6, Setelah adanya penerapan media audio visual maka dapat disimpulkan terjadi
perubahan tingkah laku siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dalam proses pembelajaran dengan
penerapan media audio visual, guru hendaknya lebih teliti dengan ketepatan waktu
pembelajaran berlangsung. Waktu yang kurang efisien dapat memicu keributan siswa.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA PEMBELAJARAN PKn DI SMP MUHAMMADIYAH 4 SEMARANG

5.PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN WEBPAGE MAKER DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PPKn SISWA KELAS VII DI SMPN 40 SEMARANG - LUQMAN HAKIM
SARI
Hakim, Luqman. 2016. “Penerapan Media Pembelajaran Menggunakan
Webpage Maker Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran PPkn Siswa
Kelas Vii Di Smpn 40 Semarang”. Skripsi. Jurusan Politik dan
Kewarganegaraan”. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing: Drs. Slamet Sumarto, M.Pd dan Moh. Aris Munandar, S.os, MM.
Kata Kunci: Hasil Belajar, Media Pembelajaran, Webpage Maker.
Hasil belajar digunakan oleh guru untuk ukuran atau kriteria dalam
mencapai suatu tujuan pembelajaran. Hasil belajar dapat ditunjukkan ketika siswa
sudah memahami belajar dengan ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku
yang lebih baik. Peningkatan hasil bejalar dapat ditunjang oleh media
pembelajaran yang menarik bagi siswa, salah satunya adalah media pembelajaran
menggunakan webpage maker. Hasil obseravasi awal yang dilakukan pada SMPN
40 Semarang menunjukkan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran
PPKn masih rendah. Permasalahan yang diungkap adalah: (1) bagaimanakah
aktivitas belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran webpage maker
Mata Pelajaran PPKn Siswa Kelas VII SMPN 40 Semarang? (2) adakah
peningkatan hasil belajar dengan menggunakan media pembelajaran webpage
maker Mata Pelajaran PPKn Siswa Kelas VII SMPN 40 Semarang. Tujuan
penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan
menggunakan media pembelajaran webpage maker Mata Pelajaran PPKn Siswa
Kelas VII SMPN 40 Semarang, (2) meningkatan hasil belajar dengan
menggunakan media pembelajaran webpage maker Mata Pelajaran PPKn Siswa
Kelas VII SMPN 40 Semarang.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 40 Semarang.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling.
Penelitian ini menerapkan media pembelajaran menggunakan webpage maker
dengan materi kebebasan menyampaikan pendapat. Berkaitan dengan hal tersebut
peneliti harus mendapatkan sampel kelas yang telah mencapai pada materi
tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII G sejumlah 32 siswa.
Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Analisis data
menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif berupa teknis analisis ttest.
Hasil analisis kualitatif berdasarkan observasi menunjukkan bahwa
aktivitas siswa meningkat setelah menggunakan media pembelajaran berbasis
media webpage maker, siswa lebih memahami materi pembelajaran melalui audio
dan video yang memberikan contoh langsung megenai kemerdekaan
menyampaikan pendapat. Hasil analisis t-test menunjukkan bahwa nilai t sebesar
4,367 pada taraf signifikansi 0,05 dengan df =(df) = n – 2 = 32 – 2 = 30 diperoleh
nilai t tabel 1,697 sehingga t hitung >t tabel (4,367>1,697). Hasil penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran menggunakan webpage
make dapat meningkatkan hasil belajar sebesar 43,67% siswa kelas VII SMPN 40
Semarang mata pelajaran PPKn materi kemerdekaan menyampaikan pendapat
dengan nilai rata-rata sebelum penerapan media webpage maker adalah 59,53
menjadi 80,31.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN WEBPAGE MAKER DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PPKn SISWA KELAS VII DI SMPN 40 SEMARANG

Contoh Judul dan Laporan PTK PKn Kelas 8/ VIII:

1.Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Ekspositori pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Peningkatan Kecakapan Sosial Siswa Kelas VIII SMP N 4 Semarang - Alvian Octo Risty
SARI
Risty, Alvian, Octo. 2016. “Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Ekspositori
pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Peningkatan
Kecakapan Sosial Siswa Kelas VIII SMP N 4 Semarang”. Skripsi. Jurusan Politik dan
Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I
Prof. Dr. Maman Rachman, M.Sc. Pembimbing II Moh. Aris Munandar, S.Sos., MM.
Kata Kunci: Strategi Pembelajaran Ekspositori, Kecakapan Sosial, dan
Pendidikan Kewarganegaraan
Upaya pembangunan di bidang pendidikan harus dilanjutkan untuk
meningkatkan mutu pendidikan sehingga dapat mewujudkan manusia yang
berkualitas. Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang
memfokuskan pada proses pemahaman materi pelajaran di mana siswa mencari
informasi terlebih dahulu lalu guru menguatkan materi tersebut dengan cara
menyampaikannya kembali secara lisan kepada siswa, dengan maksud agar siswa
dapat memahami materi pelajaran secara optimum, dan kecakapan sosial merupakan
suatu kecakapan yang mencakup kecakapan berkomunikasi dan bekerja sama.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran
ekspositori, menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh penerapan strategi
pembelajaran ekspositori terhadap peningkatan kecakapan sosial, serta
mendeskripsikan hambatan-hambatan penerapan strategi pembelajaran ekspositori. Penelitian ini adalah penelitian campuran dengan pendekatan kualitatif dan
kuantitatif. Pendekatan kualitatif meneliti penerapan dan hambatan penerapan strategi
pembelajaran ekspositori, sedangkan pendekatan kuantitatif meneliti pengaruh
penerapan strategi pembelajaran ekspositori terhadap kecakapan sosial. Teknik
pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner.
Analisis datanya triangulasi dan analisis regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran
ekspositori di SMP Negeri 4 Semarang menggunakan metode tanya jawab, ceramah,
demonstrasi dan diskusi. berdasarkan analisis regresi diketahui bahwa nilai koefisien
determinasi (R2
) 0.337 atau 33,7%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel dependen
(strategi pembelajaran ekspositori) hanya mampu menjelaskan variabel independen
(kecakapan sosial) sebesar 33,7%. Sedangkan sisanya 66,3% dijelaskan variabel lain,
yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Hambatan dalam penerapan strategi
pembelajaran ekspositori adalah sarana penunjang pembelajaran yakni di kelas VIII
terdapat proyektor yang kurang berfungsi sebagai mana mestinya dan keadaan ruang
kelas yang panas sehingga konsentrasi siswa melemah.
Saran untuk guru, alangkah baiknya mencoba menggunakan strategi ini,
karena terbukti dapat meningkatkan kecakapan sosial. Untuk sekolah, sebaiknya
sekolahan melengkapi dan memperbaiki fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran.
Untuk peneliti lain, penelitian ini diharapkan menjadi referensi untuk penelitian
sejenis meskipun waktu, tempat lokasi, maupun mata pelajaran yang berbeda.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Ekspositori pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Peningkatan Kecakapan Sosial Siswa Kelas VIII SMP N 4 Semarang

2.IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN SIMULASI DALAM MENINGKATKAN PENGUATAN NILAI-NILAI DEMOKRASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 SEMARANG - Lisna Dewi Fitaya
SARI
Fitaya, Lisna Dewi. 2016. Implementasi Model Pembelajaran Simulasi dalam
Meningkatkan Penguatan Nilai-Nilai Demokrasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19
Semarang. Skripsi. Jurusan Politik dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial.
Universitas Negeri Semarang. Prof. Dr. Maman Rachman, M.Sc, Drs. Tijan, M.Si.
166 halaman.
Kata Kunci: Model Simulasi, Nilai-Nilai Demokrasi
Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu komponen penting dalam
kerangka pembentukan karakter nasionalisme seluruh warga negara. Oleh karena
itu guru harus mengembangkan model pembelajaran diantaranya simulasi yang
dapat melibatkan siswa ketika proses pembelajaran berlangsung. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
guru dalam menerapkan model simulasi untuk meningkatkan penguatan nilai-nilai
demokrasi siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Semarang.
Metode penelitian adalah kualitatif. Fokus penelitian yaitu perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi dalam menerapkan model pembelajaran simulasi.
Sumber data diperoleh dari informan, peristiwa dan dokumen. Data dijaring
dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan
teknik triangulasi. Data dianalisis dengan interaktif melalui langkah pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi.
Hasil penelitian (1) perencanaan pembelajaran PKn menggunakan model
simulasi dalam meningkatkan penguatan nilai-nilai demokrasi siswa kelas VIII di
SMP Negeri 19 Semarang ada dalam silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) yang sudah sesuai dengan ketentuan dan mengintegrasikan
nilai-nilai demokrasi; (2) pelaksanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan
model simulasi di SMP Negeri 19 Semarang melalui kegiatan simulasi pemilihan
ketua OSIS dan pemilihan ketua kelas telah sesuai dengan perencanaan yang
dibuat. Nilai demokrasi yang dominan muncul yaitu nilai toleransi, berani
mengemukakan pendapat, menghormati perbedaan pendapat, keanekaragaman,
menjunjung nilai dan martabat kemanusiaan, percaya diri, saling menghargai,
mampu mengekang diri, kebersamaan, keseimbangan, musyawarah dan nilai
kejujuran. Di samping itu simulasi juga dapat meningkatkan keaktifan siswa, baik
aktif dalam berpikir, berinteraksi, berbicara maupun berkomunikasi; (3) penilaian
yang digunakan yaitu dengan menggunakan tes (tes tulis dan tes perbuatan) dan
non tes (pengamatan sikap).
Saran yang diberikan penulis adalah (1) bagi guru model pembelajaran
simulasi dapat dijadikan inspirasi dalam proses pembelajaran lebih menarik; (2)
pihak sekolah diharapkan mampu meningkatkan sarana dan prasarana yang
memadai untuk mendukung jalannya proses pembelajaran yang kreatif, inovatif
dan tidak membosankan.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN SIMULASI DALAM MENINGKATKAN PENGUATAN NILAI-NILAI DEMOKRASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 SEMARANG

3.IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI YANG DIINTEGRASIKAN KE DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MARGOYOSO KABUPATEN PATI - Sri Wahyuni
ABSTRAK
Wahyuni, Sri. 2009. Implementasi Pendidikan Budi Pekerti Yang Diintegrasikan Ke
Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pada Siswa Kelas VIII SMP
Negeri 2 Margoyoso Pati. Skripsi, Sarjana Pendidikan Jurusan Hukum dan
Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I:
Prof. Dr. Suyahmo, M.Si, Pembimbing II: Dra. S. Sri Redjeki, M.Pd.
Kata Kunci: Implementasi, Pendidikan Budi Pekerti, Mata Pelajaran PKn
Para pendidik sekarang tahu bahwa cukup lama sekolah menekankan
pengetahuan dan lebih sempit hanya menekankan dan mengejar NEM. Sekolah
bangga bila siswa mereka lulus dengan NEM tinggi. Akibatnya nilai kemanusian
yang lain kurang mendapatkan perhatian dalam pendidikan sekolah. Tidak mustahil
bila banyak peserta didik mesti sangat pandai dalam bidang ilmu pengetahuan,
mereka tidak berbudi pekerti yang luhur dan berbuat hal-hal yang merugikan orang
banyak.
Sudah sewajarnya jika para pendidik melakukan berbagai usaha dalam
melakukan perbaikan-perbaikan pelaksanaan pendidikan budi pekerti untuk mengisi
jiwa peserta didik dengan perbuatan-perbuatan yang baik. Penerapan pendidikan
budi pekerti tersebut dapat dilaksanakan dengan cara diintegrsaikan ke dalam mata
pelajaran yang relevan misalnya mata pelajaran PKn.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana implementasi
pendidikan budi pekerti yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PKn pada siswa
kelas VIII SMP Negeri 2 Margoyoso Kabupaten Pati? (2) Apakah hambatan yang
dihadapi guru dalam mengimplementasikan pendidikan budi pekerti ke dalam mata
pelajaran PKn pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Margoyoso Kabupaten Pati?
(3) Apa manfaat yang diperoleh dari implementasi pendidikan budi pekerti yang
diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PKn pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2
Margoyoso Kabupaten Pati? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi
pendidikan budi pekerti, faktor yang menjadi hambatan dan untuk mengetahui
manfaat yang diperoleh dari implementasi pendidikan budi pekerti yang
diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PKn pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2
Margoyoso Kabupaten Pati.
Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di
SMP Negeri 2 Margoyoso Pati. Sumber data penelitian ini adalah sumber data
primer. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan
dokumentasi. dan sumber data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah tekinik analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap proses pembelajaran di
dalam kelas, yaitu pada saat menyampaikan materi PKn, guru mata pelajaran PKn
kelas VIII SMP Negeri 2 Margoyoso Pati mengajarkan nilai-nilai budi pekerti
kepada siswa. Nilai-nilai budi pekerti yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran
PKn disesuaikan dengan pokok bahasan materi PKn. Metode yang digunakan guru
dalam mengintegrasikan nilai-nilai budi pekerti ke dalam mata pelajaran PKn untuk
diajarkan kepada siswa yaitu metode keteladanan dan metode demokrasi dengan model diskusi. Dalam membuat RPP guru PKn kelas VIII SMP N 2 Margoyoso Pati
menyisipkan nilai-nilai budi pekerti. Teknik penilaian pendidikan budi pekerti
dilakukan dengan tes tertulis yang materinya dicampur dengan materi pelajaran PKn
dan pengamatan melalui sikap, perilaku, dan tutur kata siswa dalam keseharinya.
Hambatan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan budi pekerti ke dalam mata
pelajaran PKn yaitu hambatan menghadapi siswa dari lingkungan yang tidak baik,
hambatan yang berasal dari siswa sendiri baik dari internal maupun eksternal siswa,
waktu yang tersedia untuk pendidikan budi pekerti di kelas sangat terbatas karena
pendidikan budi pekerti bukan merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri.
Manfaat dari pendidikan budi pekerti yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran
PKn diantaranya yaitu dengan pendidikan budi pekerti, siswa dapat bersikap sesuai
dengan nilai-nilai budi pekerti yang luhur, pendidikan budi pekerti mengajarkan
kepada anak didik terkait dengan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana
yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, serta yang etis dan yang
tidak etis, dengan sikap berbudi pekerti yang luhur akan tercipta rasa saling memiliki
antar sesama sehingga melahirkan sikap yang harmonis.
Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah Guru dapat menggunakan
pendekatan secara individual misalnya dengan memberi nasehat atau datang ke
rumah siswa, dengan begitu guru dapat menghadapi siswa dari lingkungan yang
tidak baik dan dari keberagaman perilaku serta tempat tinggal siswa. Bagi
pemerintah, hendaknya menghidupkan kembali mata pelajaran budi pekerti ditingkat
SD, SMP, SMA sampai pada perguruan tinggi. Setelah mendapatkan pendidikan
budi pekerti yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PKn, siswa diharapkan
dapat melaksanakan nilai-nilai budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari baik di
sekolah, keluarga, maupun di masyarakat. Keluarga, dalam hal ini orang tua
hendaknya selalu mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai budi pekerti kepada
anak.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI YANG DIINTEGRASIKAN KE DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MARGOYOSO KABUPATEN PATI

4.PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM GAME TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS VIII KOMPETENSI DASAR 5.1 MENJELASKAN MAKNA KEDAULATAN RAKYAT DI SMP MUHAMMADIYAH 4 SEMARANG - Siti Choerina
SARI
Choerina, Siti. 2016. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Team Game Tournament Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas VIII
Kompetensi Dasar 5.1 Menjelaskan Makna Kedaulatan Rakyat Di SMP
Muhammadiyah 4 Semarang. Prodi PPKn, Jurusan PKn FIS UNNES.
Pembimbing Andi Suhardiyanto, S.Pd., M.Si, Puji Lestari, S.Pd. M.Si. 91
halaman.
Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, TGT, Hasil Belajar, PKn
Permasalahan pembelajaran PKn dalam penelitian ini dikarenakan suasana
kelas yang kurang kondusif dan monoton karena adanya pemisahan kelas antara
siswa laki-laki dan perempuan dan belum optimalnya penggunaan model
pembelajaran yang inovatif, pembelajaran PKn masih sederhana yaitu metode
ceramah. Penggunaan model pembelajaran yang kurang inovatif berdampak pada
keaktifan siswa berkurang, dan mempengaruhi hasil belajar siswa. Sehingga perlu
adanya alternatif model pembelajaran, yaitu penggunaan model pembelajaran
Team Game Tournament untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif Team
Game Tournament terhadap pembelajaran PKn dan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan model pembelajaran kooperatif Team Game Tournament terhadap
hasil belajar siswa.
Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif jenis eksperimen dengan
desain Quasi Eksperimental Design bentuk Non equivalent Control Group Design.
Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII laki-laki yang tersebar dalam 3
kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dan diperoleh kelas
VIII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol.
Penerapan model pembelajaran kooperatif Team Game Tournament
dilaksanakan melalui tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Tahap
perencanaan guna mempersiapkan sarana prasarana dalam proses pembelajaran.
Tahap pelaksanaan meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Pengaruh
penggunaan model pembelajaran Team Game Tournament meliputi hasil belajar
aspek kognitif, dari hasil uji T-test rata-rata hasil belajar kelas eksperimen
meningkat, dari rata-rata kelas 70 sampai rata-rata 81,13 dengan ttabel -
2,001717484 > thitung -3,170857607 > ttabel 2,001717484. Pengaruh penggunaan
model pembelajaran Team Game Tournament meningkat 31,71%. Hasil belajar
aspek afektif dan psikomotorik melalui penilaian observasi meningkat secara
signifikan sebanyak 33,42%. Maka disimpulkan bahwa pembelajaran model Team
Game Tournament efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Penulis menyarankan model Team Game Tournament dapat menjadi
bahan rujukan bagi guru untuk menggunakan variasi model pembelajaran secara
cermat.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM GAME TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS VIII KOMPETENSI DASAR 5.1 MENJELASKAN MAKNA KEDAULATAN RAKYAT DI SMP MUHAMMADIYAH 4 SEMARANG

5.PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 7 SEMARANG
- Sigit Pandu Cahyono
SARI
Pandu Cahyono, Sigit. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif
Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII DI SMP Negeri 7
Semarang.Skripsi Jurusan Politik dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial,
Universitas Negeri Semarang. Prof. Maman Racman, M.Si dan Drs. Slamet
Sumarto, M.Pd.
Kata Kunci : PPKn, Media Pembelajaran Interaktif,Hasil Belajar
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang
ada di sekolahan, tujuan pembelajaran diarahkan untuk menanamkan sikap dan
perilaku yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila serta untuk mengembangkan
pengetahuan dan kemampuan untuk memahami, menghayati dan meyakini nilainilai
Pancasila sebagai pedoman dalam berperilaku sehari-hari. Dalam
pembelajaran yang dilaksanakan di kelas, siswa mengalami ketidak ketertarikan
pada mata pelajaran PPkn yang dipelajari. Selain itu siswa juga merasa bosan
dalam melaksakan pembelajaran di kelas. Dengan demikian berdampak pada
pemahaman materi yang diajarkan, sehingga hasil belajar siswa menjadi tidak
baik. Media pembelajaran memiliki peranan yang penting dalam menciptakan
keberhasilan terhadap proses belajar mengajar. Selama proses belajar mengajar
berlangsung, harusnya juga menggunakan media yang menarik, sehingga siswa
lebih menyukainya. Dengan adanya media pembelajaran yang interaktif akan
membantu meningkatkan motivasi siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini kian pesat, terutama
dalam bidang teknologi computer/laptop. Pembelajaran di SMP Negeri 7
Semarang masih belum memanfaatkan media computer/laptop yang di miliki
siswa ataupun sekolahan dengan maksimal. Dengan perkembangan ini dapat
dimanfaatkan untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif untuk
menciptakan inovasi baru, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh
sebab itu dalam penelitian ini bermaksud mengetahui keefektifan pembelajaran
menggunakan media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan hasil belajar
siswa kelas VIII di SMP N 7 Semarang.
Kegiatan penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian campuran .
Dalam penelitian ini dilaksanakan pada kelas VIII di SMP Negeri 7 Semarang.
Dengan pengambilan data secara observasi, pre test dan pos test dan wawancara.
Alur penelitian yang dilakukan dalam kegiatan penelitian ini adalah mengacu
pada penggunaan media pembelajaran interaktif sebagai media pembelajaran dan
hasil dari kegiatan uji pre test dan pos test. Hasil dari selisih uji pre test dan pos
test selanjutnya dihitung menggunakan uji t untuk mengetahui apakah terdapat
efek dari penggunaan media tersebut.
Hasil penelitian ini membuat peserta didik menjadi senang dalam
melakukan proses pembelajaran dan tidak terjadi kebosanan, antusias
pembelajaran menjadi meningkat. Selain itu, hasil penelitian ini terjadi
peningkatan dari nilai pre test 58,5 dan post test 80, dengan kenaikan sebesar
21,5 dengan kenaikan sebesar 17,1%. Dengan T-hitung sebesar 16,53 dimana lebih besar dari Ttabel dengan dk (29) yaitu 2,045, dan T-hitung berada pada
daerah penolakan Ho, maka terdapat perbedaan selisih hasil post test dan pre test.
Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil pre test dengan hasil pos test
dan pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif dikatakan efektif.
Saran yang dapat penulis sampaikan adalah Seyogyanya guru dalam
melakukan penilaian harus menggabungkan tiga domain yakni domain kognitif,
domain psikomotorik dan domain afektif. Perlu adanya pelatihan dalam
menggunakan media pembelajaran interaktif. Perlu adanya pengembangan media
pembelajaran interaktif PPKn ini agar lebih baik, karena dirasa masih terdapat
banyak kekurangan.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 7 SEMARANG

Contoh Judul dan Laporan PTK PKn Kelas 9/ IX:

1.PELAKSANAAN PRAKTIK BELAJAR KEWARGANEGARAAN MATA PELAJARAN PPKn KELAS IX di SMP NEGERI 3 CILACAP - Khakimatul Royani
SARI
Royani, Khakimatul,2016, Pelaksanaan Praktik Belajar Kewarganegaraan Mata
Pelajaran PPKn di SMP negeri 3 Cilacap, Skripsi, Pendidikan Kewarganegaraan,
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing Drs.
Slamet Sumarto, M.Pd dan Drs. Tijan, M.Si. 171 halaman.
Kata Kunci : Pembelajaran, Model Pembelajaran, Praktik belajar
Kewarganegaraan, PPKn
Pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang mempunyai
tujuan penting dalam membentuk warga negara yang cerdas, terampil dan
berkarakter serta memahami hak dan kewajibannya. Untuk mencapai tujuan
tersebut maka diperlukan suatu pembelajaran yang mengusung nilai-nilai dan
pengalaman belajar yaitu model pembelajaran praktik belajar kewarganegaraan
karena pembelajaran aktif ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mendapatkan pengalaman langsung (nyata). Dari latar belakang tersebut, maka
dalam penelitian ini penulis merumuskan permasalahan yaitu (1) Bagaimana
pelaksanaan praktik belajar kewarganegaraan dalam pembelajaran PPKn kelas IX
di SMP Negeri 3 Cilacap? (2) Bagaimana hambatan praktik belajar
kewarganegaraan dalam pembelajaran PPKn kelas IX di SMP Negeri 3 Cilacap
Metode penelitian ini yaitu metode kualitatif. Fokus penelitian adalah (1)
Pelaksanaan praktik belajar kewarganegaraan dalam pembelajaran PPKn kelas IX
di SMP Negeri 3 Cilacap (2) Hambatan dalam pelaksanaan praktik belajar
kewarganegaraan kelas IX di SMP Negeri 3 Cilacap. Teknik pengumpulan data
menggunakan teknik observasi langsung, wawancara dan kajian dokumen.
Sumber data diperoleh dari informan (kepala sekolah, guru dan peserta didik),
aktivitas pembelajaran praktik belajar kewarganegaraan serta dokumen sekolah.
Pengujian validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi
sumber data. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Pelaksanaan praktik belajar
kewarganegaraan mata pelajaran PPKn kelas IX di SMP Negeri 3 Cilacap selama
empat kali pertemuan pada jam pelajaran dan di luar jam pelajaran dengan
tahapan adalah mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah sebagai fokus
kajian kelas, pembentukan kelompok, pengumpulan informasi melalui koran,
internet dan investigasi ke lembaga Kepolisian Resort Cilacap, Kantor Pelayanan
Pajak Pratama Cilacap, Pengadilan Negeri Cilacap dan Lembaga Pemasyarakatan
Cilacap, pengembangan dan penyajian portofolio dan refleksi pembelajaran.
Penilaian yang dilakukan adalah penilaian praktik dan penilaian produk. (2)
hambatan yang ditemukan adalah penyusunan RPP dan perizinan tempat serta
pelaksanaan kegiatan membutuhkan waktu yang relatif lama. management
pembelajaran yang dilakukan guru masih kurang sehingga proses penilaian di
lapangan belum dapat didampingi sepenuhnya,
Saran agar memasukkan perncanaan kedalam silabus dan RPP secara jelas.
Memberikan tugas individu untuk mengatasi peserta didik yang pasif serta
meningkatkan fasilitas, sarana dan prasarana sekolah.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PELAKSANAAN PRAKTIK BELAJAR KEWARGANEGARAAN MATA PELAJARAN PPKn KELAS IX di SMP NEGERI 3 CILACAP

2.PENGEMBANGAN KREATIVITAS MENGAJAR GURU DALAM MEMOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN PKn (Studi Kasus di Kelas VIII dan IX SMP Negeri 8 Cilacap) - Desi Fatma Ratih
SARI
Ratih, Desi Fatma. 2009. Pengembangan Kreativitas Mengajar Guru Dalam
Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran PKn (Studi Kasus di Kelas VIII dan IX
SMP Negeri 8 Cilacap). Skripsi. Jurusan Politik dan Kewarganegaraan. Fakultas
Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dra. S Sri Redjeki,
M.Pd. Pembimbing II Moh. Aris Munandar, S.Sos, M.M. 81 hal.
Kata Kunci: Pengembangan Kreativitas Mengajar, Memotivasi Siswa. Guru merupakan faktor eksternal sebagai penunjang motivasi belajar siswa di kelas. Dalam hal ini yang dimaksud adalah kreativitas mengajar guru dalam
proses belajar mengajar. Guna menumbuhkan motivasi dan minat belajar para
siswa maka guru dituntut lebih kreatif dalam mengajar agar pelajaran PKn dapat
diminati dan dipahami maknanya karena pelajaran PKn merupakan salah satu
modal dalam membangun bangsa kita pada kehidupan masa kini dan yang akan
datang. Sementara untuk memberikan pengayaan terhadap dirinya guru juga
dituntut kreatif mengembangkan kemampuan mengajar dan mengembangkan
pedagogik dalam proses pembelajaran.
Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana
pengembangan kreativitas mengajar guru dalam memotivasi siswa kelas VIII dan
IX pada pembelajaran PKn di SMP Negeri 8 Cilacap (2) Kelemahan dalam
pengembangan kreativitas mengajar guru dalam memotivasi siswa kelas VIII dan
IX pada pembelajaran PKn di SMP Negeri 8 Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah
(1) Mengetahui pengembangan kreativitas mengajar guru dalam memotivasi siswa
kelas VIII dan IX pada pembelajaran PKn di SMP Negeri 8 Cilacap (2)
Mengetahui kelemahan dalam pengembangan kreativitas mengajar guru dalam
memotivasi siswa kelas VIII dan IX pada pembelajaran PKn di SMP Negeri 8
Cilacap.
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah deskriptif kualitatif
yaitu penelitian yang memaparkan berbagai data yang diperoleh dari hasil
pengamatan dan wawancara, sedangkan metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode interaksi dengan
tahap-tahap mengumpulkan data, reduksi data, analisis dan penyajian data,
verifikasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas mengajar
guru dalam memotivasi siswa pada pembelajaran PKn yaitu guru PKn kelas VIII
dan IX di SMP Negeri 8 Cilacap dalam mengembangkan kreatifitas mengajarnya
belum maksimal. Tetapi hal ini sudah memberikan nilai positif bagi siswa,
mereka akan lebih termotivasi belajar karena guru benar-benar membantu
siswanya untuk belajar maksimal, disamping itu guru PKn kelas VIII dan IX
selalu berusaha membuat kegiatan belajar dikelas menjadi nyaman dan kondusif
sehingga proses belajar menyenangkan. Hal ini dapat dilihat dari proses belajar
mengajar guru PKn kelas VIII dan IX sudah menggunakan beberapa metode mengajar seperti diskusi, tanya jawab, ceramah, penugasan dan permainan serta
mengadakan variasi dengan menggunakan dua metode atau lebih ketika mengajar,
seperti permainan di variasikan dengan ceramah dan tanya jawab. Penggunaan
media dalam pembelajaran seperti OHP dan LCD untuk menarik minat belajar
siswa pun sudah digunakan dan dalam mengajar tidak terpancang pada satu buku
saja tetapi mencari dari sumber belajar lain seperti membaca buku-buku, koran
atau literatur lain yang berhubungan dengan materi pelajaran, dan melihat
internet. Untuk mengembangkan kreativitas para guru sekolah sudah memberikan
pelatihan seperti pelatihan komputer dan bahasa Inggris. Selain mengikuti
pelatihan yang diadakan sekolah, guru PKn kelas VIII dan IX juga mengikuti
penataran, simposium, dan aktif dalam kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata
Pelajaran).
Kelemahan dalam pengembangan kreativitas mengajar guru dalam
memotivasi siswa kelas VIII dan IX pada pembelajaran PKn yaitu salah satunya
guru tidak mendapat bantuan dana atau subsidi dari sekolah untuk mengikuti
pelatihan-pelatihan, seperti seminar, lokakarya walaupun dari pihak sekolah juga
sudah memberikan pelatihan sendiri tetapi dengan mengikuti kegiatan seperti
tersebut diharapkan dapat menambah pengalaman guru, masih terbatas atau belum
terpenuhi sepenuhnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang
pembelajaran yang bervariasi, serta pengadaan sumber belajar seperti keterbatasan
buku-buku pelajaran yang masih terbatas jumlahnya. Kelemahan lainnya dalam
penggunaan metode pembelajaran.
Berdasarkan hasil penelitian, saran yang penulis sampaikan berkaitan
dengan hasil penelitian ini yaitu bagi guru lebih mengembangkan lagi
kreativitasnya dalam mengajar, menggunakan metode dan media yang lebih
bervariasi lagi dalam setiap kegiatan pembelajaran sesuai dengan pokok bahasan
yang diajarkan supaya siswa tidak bosan dan termotivasi belajar. Guru hendaknya
mengikuti pelatihan dan kegiatan sesuai dengan bidang studinya masing-masing
dan aktif dalam kegiatan MGMP sebagai sarana peningkatan mutu guru. Guru
lebih berani dalam berinovasi untuk mencari dan mencoba menerapkan metode
pembelajaran non konvensional agar KBM menarik. Kemudian bagi pihak
sekolah hendaknya dapat mencukupi kebutuhan belajar siswa seperti menciptakan
suasana sekolah yang nyaman dan kondusif, menyediakan sumber-sumber belajar
yang dibutuhkan guru atau siswa agar tujuan dapat tercapai secara maksimal serta
menambah sarana untuk mendukung proses belajar mengajar guru dan
mengadakan pelatihan guru.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN KREATIVITAS MENGAJAR GURU DALAM MEMOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN PKn (Studi Kasus di Kelas VIII dan IX SMP Negeri 8 Cilacap)

3.PENERAPAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS QUIPPER SCHOOL DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMP N 2 KUDUS - Wifki Ananta
SARI
Ananta, Wifki. 2016. Penerapan Media Interaktif Berbasis Quipper School
dalam Membentuk Kemandirian Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKN Di
SMP N 2 Kudus. Skripsi. Jurusan Politik dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu
Sosial. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Prof. Dr. Maman Rachman,
M.Sc., Pembimbing II Puji Lestari, S.Pd, M.Si. Halaman: 99
Kata Kunci: Media Interaktif, Quipper School, Kemandirian Belajar,
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perencanaan pembuatan
media pembelajaran interaktif Quipper School di SMP N 2 Kudus. (2) mengetahui
pelaksanaan penerapan media pembelajaran Quipper School yang dapat
membentuk kemandirian belajar siswa. (3) mengetahui keberhasilan penerapan
media pembelajaran interaktif Quipper School dalam membentuk kemandirian
belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di SMP N 2 Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian
kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di SMP N 2 Kudus. Nara sumber dalam
penelitian ini adalah guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan siswa
SMP N 2 Kudus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis
deskriptif dan analisis verifikatif kualitatif yang dilakukan secara bersama-sama.
Analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan atau verifikasi. Proses analisis data dilakukan sejak
sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah di lapangan.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) perencanaan media interaktif
Quipper School dilakukan dengan menyiapkan perangkat pembelajaran secara
sistematis oleh guru PPKn. (2) penerapan media interaktif Quipper School berupa
tambahan belajar dan mengadakan evaluasi bersifat online oleh guru dan siswa.
(3) penerapan media interaktif Quipper School mampu membentuk kemandirian
belajar siswa menjadi lebih tinggi. Hal tersebut ditunjukkan dengan terpenuhinya
delapan kriteria kegiatan belajar mandiri dan meningkatnya motif belajar siswa.
Faktor pendukung keberhasilan penerapan Quipper School yaitu tersedianya
perangkat teknologi komunikasi yang menunjang proses pembelajaran, efisien,
membuat siswa merasa senang, penyajian materi yang menarik, komunikatif,
penguasaan teknologi informasi yang baik, serta inovasi mengajar guru. Faktor
penghambat keberhasilan penerapan Quipper School yaitu biaya internet seluler
yang masih mahal, dan kualitas jaringan internet yang tidak stabil di beberapa
daerah.
Saran dari peneliti adalah sebagai berikut: guru senantiasa berinovasi
dalam pembelajaran melalui Quipper School demi peningkatan kualitas
pembelajaran, serta siswa senantiasa mengelola dan meningkatkan cara, motif,
dan kemandirian belajarnya.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS QUIPPER SCHOOL DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMP N 2 KUDUS

4.HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DENGAN SIKAP SOLIDARITAS SOSIAL PADA SISWA MTs NEGERI 02 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 - Ratih Purwanti
SARI
Purwanti, Ratih. 2015. Hubungan Antara Prestasi Belajar Pendidikan Pancasila
Dan Kewarganegaraan Dengan Sikap Solidaritas Sosial Pada Siswa MTs Negeri
02 Semarang Tahun Pelajaran 2014/2015.Skripsi, Jurusan Politik dan
Kewarganegaraan.FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Semarang,
DosenPembimbing I, Drs. Sumarno, M.A. DosenPembimbing II, Drs. Sunarto,
S.H, M.Si.
Kata Kunci :Prestasi Belajar, PPKn,Solidaritas Sosial
Pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan merupakan mata
pelajaran yang dirancang untuk menjadikan siswa sebagai warga negara yang
peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Sikap solidaritas sosial merupakan salah
satu sikap yang ada dalam pembelajaran PPKn. Hal ini akan berhubungan dengan
prestasi belajar PPKn karena didalam prestasi belajar dapat melihat bagaimana
penguasaan siswa terhadap pengetahuan, sikap dan ketrampilan mata pelajaran
PPKn.
Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan yang diambil adalah 1)
bagaimana Prestasi belajar PPKn siswa MTs Negeri 02 Semarang, 2) bagaimana
sikap solidaritas sosial siswa MTs Negeri 02 Semarang, dan 3) adakah hubungan
antara prestasi belajar PPKn dengan sikap solidaritas pada sosial siswa MTs
Negeri 02 Semarang.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui
Prestasi belajar PPKn siswa MTs Negeri 02 Semarang, 2) untuk mengetahui sikap
solidaritas sosial siswa MTs Negeri 02 Semarang, dan 3) untuk mengetahui
Adakah hubungan antara prestasi belajar PPKn dengan sikap solidaritas sosial
pada siswa MTs Negeri 02 Semarang.
Populasidalampenelitianini adalah siswa kelas VII dan VIII MTs Negeri
02 Semarang Tahun Pelajaran 2014/2015 berjumlah 428 siswa. Sampel penelitian
diambil dengan teknik sampling acak berstrata, sehingga responden berjumlah
191 siswa. Variabel dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa pada mata
pelajaran PPKn dan sikap solidaritas sosial yang dimiliki siswa.Data dikumpulkan
melalui dokumentasi dan kuesioner. Data penelitian dianalisis dengan teknik
deskriptif dan teknik korelasi.
Hasil penelitian menunjukkanrata-rata prestasi belajar PPKn siswa MTs
Negeri 02 Semarang adalah 76,53 yang termasuk dalam kategori baik. Rata-rata
sikap solidaritas sosial siswa adalah 110,86 yang termasuk dalam kategori cukup
baik. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai nilai r sebesar 0,226 dengan taraf
kepercayaan 95% r tabel 0,148, maka r hitung (0,226) > r tabel (0,148)jadi Ha
diterima artinya terdapat hubungan antara prestasi belajar PPKn dengan sikap
solidaritas sosial pada siswa.
Simpulan dalam penelitian ini adalah 1) Hasil analisis dekriptif mengenai
Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di MTs Negeri 02 Semarang
menunjukkan bahwa rata-rata siswa mempunyai prestasi belajar dalam kategori
baik. 2)Hasil analisis dekriptif mengenai sikap solidaritas sosial siswa di MTs
Negeri 02 Semarang menunjukkan bahwa rata-rata siswa mempunyai sikap
solidaritas sosial yang cukup baik. 3) Hasil analisis korelasi antara prestasi
belajar PPKn dengan sikap solidaritas sosial siswa MTs Negeri 02 Semarang
menunjukkan bahwa adanya hubungan antara prestasi belajar PPKn dengan sikap
solidaritas sosial siswa MTs Negeri 02 Semarang tahun ajaran 2014/2015. Angka
korelasi yang positif menujukkan bahwa hubungan antara prestasi belajar PPKn
dengan sikap solidaritas siswa searah, artinya jika prestasi belajar PPKn baik
maka sikap solidaritas sosial siswa juga baik.
Saran yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Kepada guru
diharapkan dapat meningkatkan cara mengajar nya dengan menyeimbangkan
pembelajaran kognitif dan afektif sehingga prestasi belajar siswa baik dan sikap
solidaritas sosial siswa juga baik, 2) Kepada siswa untuk dapat meningkatkan
prestasi belajar PPKn karena secara tidak langsung dengan meningkatnya prestasi
belajar PPKn dapat menumbuhkan sikap solidaritas sosial siswa.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DENGAN SIKAP SOLIDARITAS SOSIAL PADA SISWA MTs NEGERI 02 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

5.PENANAMAN KARAKTER PERCAYA DIRI MELALUI EKSTRAKURIKULER ANGKLUNG DI SMP NEGERI 7 PEMALANG KABUPATEN PEMALANG - Anggun Irmawati
SARI
Anggun Irmawati. 2016. Penanaman Karakter Percaya Diri melalui
Ekstrakurikuler Angkkung di SMP Negeri 7 Pemalang. Skripsi, Politik Dan
Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Dr Eko
Handoyo M.Si. Puji Lestari S.Pd., M.Si. 133 halaman.
Kata kunci : karakter, percaya diri, Angklung
Menanamkan kepercayaan diri adalah sangat penting hal ini dikarenakan
kepercayaan diri merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap kepribadian
siswa. Siswa yang cerdas dalam bidang akademik namun kurang percaya diri juga
akan berdampak pada prestasi belajarnya di kelas. Rasa percaya diri siswa di
sekolah bisa dibangun melalui berbagai macam bentuk kegiatan, yang salah
satunya adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler angklung
memiliki manfaat pada penanaman karakter siswa. Nilai-nilai yang ada pada
permainan angklung berupa nilai percaya diri, kerja sama tim, toleransi, tanggung
jawa, dan disiplin. Permainan Angklung merupakan permainan yang dimainkan
secara bersama-sama sehingga dibutuhkan tim yang solid. Pemain angklung
(siswa) harus bekerja sesuai perannya dan dalam menjalankan perannya masingmasing
siswa harus percaya diri dalam memainkan Angklung karena apabila ada
siswa yang kurang percaya diri maka siswa tersebut tidak bisa melaksanakan
perannya dengan baik sehingga dapat merusak permainan angklung. Jadi dalam
memainkan angklung tidak sebatas dalam memainkan musik saja tapi juga
diperlukan kepercayaan diri yang kuat dari setiap pemainnya, sehingga Angklung
dapat digunakan untuk membentuk karakter siswa seperti membentuk individuindividu
yang lebih percaya diri, menguatkan kerja sama, bertanggung jawab,
disiplin, dan toleransi.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah cara yang
digunakan untuk menanamkan karakter percaya diri melalui ekstrakurikuler
Angklung di SMP Negeri 7 Pemalang?, (2) Apakah faktor-faktor penghambat
yang dihadapi dalam penanaman karakter percaya diri melalui ekstrakurikuler
Angklung di SMP Negeri 7 Pemalang?. Tujuan penelitian adalah (1) Untuk
mengetahui cara penanaman karakter percaya diri melalui ekstrakurikuler
Angklung di SMP Negeri 7 Pemalang, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor
penghambat yang dihadapi dalam penanaman karakter percaya diri melalui
ekstrakurikuler Angklung di SMP Negeri 7 Pemalang.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif.
Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk
menjamin kebenaran dan keabsahan data yang dikumpulkan dalam penelitan ini
maka diperlukan adanya validitas data yaitu menggunakan teknik triangulasi dan
triangulasi sumber. Sumber dan teknik analisis datanya adalah dengan teknik
analisis interaktif yang meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi
data, penyajian data dan kesimpulan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara yang digunakan untuk
menanamkan percaya diri adalah dengan cara mengasah bakat siswa (demonstrasi,
latihan (drill), dan pemberian tugas), memberikan motivasi (pemberian pengetahuan, pujian, dan hadiah), membuat siswa aktif, pemberian tugas, dan
menyertakan siswa dalam pementasan. Faktor penghambat adalah kurangnya
kehadiran siswa dalam kegiatan Angklung sehingga menghambat penanaman
kepercayaan diri siswa, guru pembina kurang memperhatikan siswa yang percaya
dirinya kurang. Saran yang dapat diajukan peneliti adalah Bagi siswa, perlunya
memiliki kesadaran dan keikhlasan dalam diri sehingga dapat hadir mengikuti
kegiatan tanpa adanya rasa terpaksa. Bagi pembina, melakukan kontrol dan
pendekatan kepada siswa yang kurang percaya diri untuk diarahkan agar siswa
menjadi lebih aktif, meningkatkan perhatian kepada siswa dengan pengembangan
kegiatan yang lebih menarik sehingga menarik minat siswa untuk hadir mengikuti
Angklung.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENANAMAN KARAKTER PERCAYA DIRI MELALUI EKSTRAKURIKULER ANGKLUNG DI SMP NEGERI 7 PEMALANG KABUPATEN PEMALANG


Dipersilahkan untuk mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan agar mendapatkan file yang lengkap dan utuh.

Kami cukupkan sampai di sini tulisan kami yang berjudul:

Download Contoh Judul dan Laporan PTK PKn SMP/ MTs

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!


InformasiGuru.Com Updated at: 05.50

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!