Indispliner, Ketua Kloter Dipulangkan Paksa!

| 14 September 2018

Kemenag/Kementerian Agama Beri Sanksi Tegas Salah Satu Ketua Kloter Jamaah Haji 2018 Karena Terbukti Indispliner

Kemenag Beri Sanksi Tegas Salah Satu Ketua Kloter Jamaah Haji 2018 Karena Terbukti Indispliner






Karena terbukti dengan disertai fakta, seorang petugas pendamping jemaah (ketua kloter)  terpaksa dipulangkan Kementerian Agama ke tanah air. Hal tersebut terjadi karena yang bersangkutan diduga kerap menelantarkan jemaah.

Setelah melalui proses kajian yang panjang, Ketua Tim Penilai Kinerja Petugas Kementerian Agama/Kemenag pada akhirnya memulangkan petugas yang merupakan ketua salah satu kelompok terbang (kloter) jemaah haji tersebut karena terbukti berkinerja kurang cakap.

Ketua Tim Penilai Kinerja Petugas, Agus Syafiq menjelaskan, petugas (ketua kloter) tersebut merangkap sebagai ketua kloter di Makkah, beberapa waktu lalu.

“Sebelumnya kami mendapat laporan dari jemaah yang bersangkutan tidak mampu bekerja dengan baik," papar Agus kepada tim Media Center Haji (MCH) Daker Madinah di Kantor Urusan Haji Madinah, Kamis (13/09).

Agus merangkum, ketua kloter yang dipulangkan lebih awal tersebut disinyalir kerap menelantarkan jemaah. Kondisi ini membuat jemaah seakan-akan kehilangan pegangan. "Saat jemaah membutuhkan, dia malah menghilang," geram Agus.

Merinci pernyataan Agus, anggota tim Noer Alya Fitra yang acap disapa Nafit, menjelaskan bahwa terdapat tiga hal yang menyebabkan ketua kloter tersebut dipulangkan paksa.

“Pertama, tim pengawas mendapat banyak laporan dari jemaah bahwa petugas tersebut dianggap tidak bisa memimpin secara baik, dimana disaat jamaah membutuhkan bantuan, petugas tersebut malah tidak ada di tempat atau menghilang,” jelas Nafit.

Karena itu, kata Nafit, jemaah seakan-akan kehilangan pemimpinnya, kesulitan mencari pembimbingnya. "Kalau pemimpinnya seperti ini, jemaah pasti bingung akan ikut siapa," gemasnya.


Kedua, tambah Nafit, ketika para jemaah turun dari Bandara Jeddah, banyak yang merasa kebingungan harus berbuat apa. “Kita sayangkan petugas kloter tersebut malah menghilang,” geramnya.

"Lalu ketiga, pada saat jemaah akan umrah wajib, petugas bersangkutan malah tidur. Ini kan tidak bagus ya," papar Nafit.

Dari tiga temuan tersebut, maka Kemenag mengambil tindakan tegas untuk menjatuhkan hukuman/sanksi pada petugas yang bertalian. Nafit menambahkan, sebelum diberi sanksi, tim pegawas terlebih dahulu menegur hingga peringatan serta diberikan kesempatan untuk bisa memperbaiki.

"Tapi saat kami pantau lagi, ternyata masih mendapatkan laporan yang sama dari jemaah, bahkan semakin menjadi. Ya sudah terpaksa dipulangkan," geramnya lagi.

Sanksi tegas terhadap petugas, tentu tidak ngawur, karena semua telah diatur berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani setiap petugas. “Sanksi lain adalah petugas tersebut wajib mengembalikan uang yang sudah diterimanya. Teknis pengembalian seperti apa, itu sudah ada aturannya," jelas beliau.

Penjelasan lainnya terkait penilaian para petugas haji di lapangan, secara umum terdapat beberapa kriteria yang menurutnya sudah maksimal, tetapi ada juga kekurangan yang tentu akan menjadi catatan guna perbaikan di masa mendatang.

Diantaranya saat di Arafah, Muzdalifa, dan Mina (Armuzna) perlu dilakukan pemetaan ulang dan penempatan petugas di titik-titik krusial. “Selain itu juga perlu ada tim piket jaga di pemondokan jemaah yang dinilainya masih kurang maksimal,” tutupnya.

Sekian tulisan yang berjudul:

Indispliner, Ketua Kloter Dikenai Sanksi Tegas!

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu!


InformasiGuru.Com Updated at: 09.26

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!