Bolehkah Ajari Anak PAUD Calistung?

| 05 April 2019

Dilarang Ajarkan Anak PAUD Calistung

Dilarang Ajarkan Anak PAUD Calistung






Pada dasarnya, jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah tahapan bermain bagi anak-anak, di sana bukan wahana untuk belajar membaca, menulis mapun berhitung (calistung). Hal tersebut kembali ditegaskan oleh Harris Iskandar selaku Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud).

Karenanya, Harris menghimbau supaya para pendidik tidak terburu-buru mengajarkan calistung pada jenjang PAUD . Di sisi lain, kerja sama antara pendidik PAUD dengan orang tua merupakan kunci utama bagi perkembangan peserta didik PAUD.

Terlebih, saat ini penerimaan peserta didik baru/ PDB didasarkan pada sistem zonasi di mana usia anak dan jarak tempat tinggal dengan sekolah menjadi prioritas utama dalam proses peneriman PDB. Karenanya,seleksi penerimaan peserta didik di SD kelas awal tidak diperkenankan bahkan dilarang dilakukan dengan sistem tes, baik itu menjadi tes kemampuan calistung ataupun dengan model tes lainnya. Kompetensi calistung secara formal akan diajarkan ketika anak duduk di bangku SD.

Sesuai Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs) 2015-2030, tujuan nomor 4.2, yakni memastikan bahwa pada tahun 2030 seluruh anak perempuan dan laki-laki memiliki akses pada pengembangan dan perawatan anak usia dini dan pendidikan pra-dasar yang berkualitas sehingga siap untuk mengikuti pendidikan dasar.

Tujuan dari SDGs ini menjadi rujukan untuk semua negara guna mendukung layanan PAUD yang berkualitas, termasuk negara Indonesia.

"Guru PAUD dan orang tua dituntut mampu memfasilitasi anak-anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik, tanpa harus tergesa-gesa agar dianggap pintar. Kerja sama di antara keduanya sangat dibutuhkan," terang Harris.



Kemudian, persoalan stunting/ kondisi gagal tumbuh (terutama disebabkan karena kekurangan gizi kronis yang terjadi di usia balita) pun turut menjadi perhatian terkait isu perkembangan peserta didik PAUD. Sebagai informasi bahwa prevalensi stunting di negara kita menduduki posisi kelima di dunia. Sekitar satu dari tiga anak-anak Indonesia bergelut dengan stunting.

Program penurunan angka stunting ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga. Intervensi program ini dilakukan melalui keluarga dan lingkungannya dan dilakukan selama periode 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masih di dalam kandungan sampai si anak berusia 2 tahun.


InformasiGuru.Com Updated at: 23.44

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!