thumbnail

Model Pembelajaran: Pengertian, Klasifikasi, dan Pertimbangan Pemilihannya

Posted by Admin on 13 Mei 2017

Model Pembelajaran: Pengertian, Klasifikasi, dan Pertimbangan Pemilihannya
10.09
thumbnail

Model Pembelajaran Inkuiri: Pembahasan Lengkap

Posted by Admin on 22 April 2017

Pembahasan Lengkap Model Pembelajaran Inkuiri
10.45
thumbnail

Model Pembelajaran Example Non Example: Pembahasan Lengkap

Posted by Admin on 04 April 2017

19.35
thumbnail

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournaments (TGT) Lengkap

Posted by Admin on 28 Maret 2017

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournaments (TGT) Lengkap

Gagasan utama dibalik model pembelajaran TGT adalah untuk memotivasi para siswa untuk mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan-keterampilan yang disajikan oleh guru. Jika para siswa menginginkan agar kelompok mereka memperoleh peng-hargaan, mereka harus membantu teman sekelompoknya mempelajari materi yang diberikan.
17.43
thumbnail

Model Pembelajaran Make A Match: Pengertian dan Langkah-langkah

Posted by Admin on 20 Maret 2017

Model Pembelajaran Make A Match: Pengertian, Karakteristik, dan Langkah-langkahnya.
20.41
thumbnail

Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT): Pembahasan Lengkap

Posted by Admin on 18 Maret 2017

Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT): Pengertian dan Langkah-lankah


Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dalam tulisan ini meliputi pengertian dan langkah-langkahnya.

14.49
thumbnail

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw: Pembahasan Lengkap

Posted by Admin on

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw: Pengertian, Langkah-langkah,  Kelebihan dan Kekurangannya

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Model Pembelajaran kooperatif Jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan salin membantu dalam menguasai pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal” (Isjoni, 2013: 77). Model ini dikembangkan oleh Elliot Aronson, dkk dari Univesitas Texas yang kemudian di adaptasi oleh Slavin dan dinamakan model Jigsaw (Tijan dan Hasan, 2010: 34). Model pembelajaran jigsaw ini termasuk dalam model pembelajaran kooperatif. Di samping Jigsaw, terdapat beberapa model pembelajaran kooperatif lain seperti STAD, Investigasi Kelompok, TPS, TGT, dan Number Head Together.
12.23
thumbnail

Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning): Pembahasan Lengkap

Posted by Admin on 17 Maret 2017

Model Pembelajaran Kooperatif yang dibahas dalam tulisan ini meliputi pengertian, prinsip, ciri-ciri, tujuan, manfaat, dan macam-macam model pembelajarannya.
23.46
thumbnail

Pembahasan Lengkap Model Pembelajaran SAVI

Posted by Admin on

Model pembelajaran SAVI yang dibahas dalam tulisan ini meliputi: definisi atau pengertian, prinsip dasar, karakteristik, dan langkah-langkah

Model pembelajaran SAVI yang dibahas dalam tulisan ini meliputi: definisi atau pengertian, prinsip dasar, karakteristik, dan langkah-langkah.

14.00
thumbnail

Model Pembelajaran Berbasis Masalah/Problem Based Learning (PBL)

Posted by Admin on 16 Maret 2017

Model Pembelajaran Berbasis Masalah/Problem Based Learning (PBL): Pengertian, Karakteristik, Langkah-langkah, Manfaat, Kelebihan dan Kelemahan

Model Pembelajaran Berbasis Masalah/Problem Based Learning (PBL): Pengertian, Karakteristik, Langkah-langkah, Manfaat, Kelebihan dan Kelemahan

15.05
thumbnail

Model Pembelajaran Think Pair and Share (TPS): Pembahasan Lengkap

Posted by Admin on

Model Pembelajaran Think Pair and Share TPS Definisi Kelebihan Kekurangan dan Langkah Tahapannya
Model Pembelajaran Think Pair Share | Image by Pixabay.com

Definisi atau pengertian Model Pembelajaran think pair and share (TPS) adalah model pembelajaran kooperatif yang memiliki prosedur ditetapkan secara eksplisit memberikan waktu lebih banyak kepada peserta didik untuk memikirkan secara mendalam tentang apa yang dijelaskan atau dialami (berfikir, menjawab, dan saling membantu satu sama lain) Suyatno (2009: 54)

13.34
thumbnail

Pembahasan Lengkap Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Posted by Admin on 15 Maret 2017

Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. 

20.16
thumbnail

Download Panduan KKG/MGMP/KKKS Lengkap

Posted by Admin on 20 Februari 2017

Standar Pengembangan dan Rambu-Rambu KKG/MGMP

Standar Pengembangan dan Rambu-Rambu KKG/MGMP


Semangat Pagi, Salam Informasi....

Bermula pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2013 yang telah lalu, Departemen Pendidikan Nasional melalui Ditjen PMPTK sudah menerapkan Program Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU), yang mana hal tersebut sebagai implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
04.48
thumbnail

Model Pembelajaran Clustering

Posted by Admin on 06 Februari 2017

Model Pembelajaran Clustering

Model Pembelajaran Clustering


Model pembelajaran Clustering dapat menjadi alat yang berguna untuk mentransfer informasi faktual di antara para siswa dan mendorong mereka untk mencari hubungan dan kaitan antarpernyataan, antarfakta, dan atau pernyataan dengan fakta.
22.33
thumbnail

Model Pembelajaran Card Ranking

Posted by Admin on

Model Pembelajaran Card Ranking


Pembahasan Model Pembelajaran Card Ranking



Model pembelajaran ini mendorong siswa untuk memprioritaskan gagasan atau ide dan informasi untuk kemudian membuat sebuah diskusi untuk menentukan beragam pilihan.
15.21
thumbnail

Model Pembelajaran CAF (Consider All Factors)

Posted by Admin on

Model Pembelajaran Consider All Factors (CAF)

Model Pembelajaran Consider All Factors (CAF)



Model ini mendorong siswa untuk berfikir mengenai semua faktor terkait pada saat membuat sebuah keputusan atau dalam mempertimbangkan sebuah gagasan. Ini adalah alat yang berguna sebelum memutuskan atau merencanakan sebuah tindakan tertentu.
14.50
thumbnail

45 Contoh Model Pembelajaran Beserta Penjelasan Lengkapnya

Posted by Admin on

Jenis dan Macam Model Pembelajaran



45 Contoh Model Pembelajaran Terlengkap


Model Pembelajaran merupakan salah satu faktor penentu efektivitas pembelajaran. Guru yang bijaksana seyogyanya memilih model pembelajaran yang sekiranya efektif untuk diterapkan di kelas.
13.31
thumbnail

Model Pembelajaran Komidi Putar/Carousel

Posted by Admin on 11 April 2016





Model pembelajaran ini merupakan aktivitas pengumpulan pemikiran dan informasi secara terstruktur yang dapat menghasilkan daftar ringkas pemikiran dan respons siswa secara masuk akal terhadap topik tertentu. Siswa membentuk kelompok kecil dan menyampaikan ide atau memberi saran terhadap permasalahan yang mengemuka. Para siswa juga memiliki kesempatan untuk menilai ide kelompok lain dan menggunakannya sebagai dasar untuk membentuk respons atau tanggapan mereka sendiri terhadap jawaban atas permasalahan.

Keterampilan
  • Bekerjasama dengan siswa lain
  • Berfikir, pengambilan keputusan
Cara Kerja
  1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.
  2. Kelompok tersebut kemudian diberi kertas kosong dimana di bagian atas kertas tersebut terdapat sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan topik tertentu. Setiap lembar kertas yang dibagikan dapat berisi sebuah pertanyaan yang berbeda. 
  3. Para siswa kemudian mengerjakan tugas dengan menuliskan tanggapan atas pertanyaan yang berada di bagian atas kertas tersebut. Pada tahap ini, guru hendaknya memberikan batasan waktu bagi tiap siswa dalam kelompok untuk  pengerjaan tugas tersebut. 
  4. Setiap kelompok diberi ballpoint atau sejenisnya dengan warna yang berbeda-beda untuk memudahkan proses identifikasi. 
  5. Setelah waktu pengerjaan usai, kertas diberikan kepada murid selanjutnya sehingga membentuk sebuah gerak lingkar seperti komidi putar. Dengan demikian, tiap siswa akan memperoleh kertas dari siswa lain dalam satu kelompok yang tentu saja berisi pertanyaan yang berlainan juga. 
  6. Siswa membaca tanggapan dari siswa lain dan mendiskusikan tanggapan tersebut. Jika setuju, mereka memberi sebuah tanda centang atau tanda lain yang menyatakan bahwa mereka setuju. Sebaliknya jika tidak setuju, mereka akan menuliskan alasan atas ketidaksetujuan tersebut. 
  7. Siswa kemudian diberi waktu untuk memberikan tanggapan mereka sendiri sekali lagi. Hal ini memungkinkan siswa untuk menggabungkan atau mensintesiskan pendapat siswa lain dengan pendapat siswa sendiri. 
  8. Komidi putar dapat terus dilanjutkan jika alokasi waktu memungkinkan. 
  9. Guru kemudian melanjutkan dengan tanya jawab. 
Catatan
Model Komidi Putar ini juga dapat digunakan sebagai alat evaluasi. Pertanyaan evaluatif dapat diajukan, sebagai contoh: apa yang sudah kamu pelajari hari ini? Hal apa yang paling mengejutkan/menarik/ berguna bagi kamu pada hari ini? Tindakan apakah yang akan kamu ambil?

Demikian kami sajikan artikel mengenai Model Pembelajaran Komidi Putar atau Carousel. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu? Terima kasih sebelumnya untuk komentarnya.
17.01
thumbnail

Model Pembelajaran Back to Back

Posted by Admin on





Jika diterjemahkan, model pembelajaran ini berarti punggung ke punggung. Disebut demikian karena ia mensyaratkan siswa untuk mengambil posisi saling memunggungi. Metode ini mendorong siswa untuk kerja bersama dan mengembangkan kejelasan dalam komunikasi dan pengamatan.

Keterampilan
  • Bekerjasama dengan siswa lain
  • Berpikir, penyelesaian masalah
Cara kerja
  1. Siswa duduk saling memunggungi. Usahakan masing-masing kursi saling bersentuhan sehingga mereka dapat saling mendengar. Usahakan pula supaya masing-masing siswa tidak menoleh ke belakang. 
  2. Siswa A menerima stimulus visual, siswa B menerima alat tulis (pensil, ballpoint, dsb) dan selembar kertas. 
  3. Siswa A menjelaskan apa yang baru saja dilihat melalui stimulus visual kepada Siswa B. Siswa B kemudian menterjemahkan apa yang dijelaskan oleh siswa A setepat mungkin dengan cara menggambar pada alat tulis dan kertas yang telah disediakan.
  4. Siswa B diperbolehkan untuk bertanya kepada siswa A terkait penjelasan yang disampaikan. 
  5. Setelah selesai, siswa A dan siswa B melakukan pencocokan terkait dengan apa yang dijelaskan dengan apa yang digambarkan. 
  6. Tanya jawab kemudian dilakukan oleh guru dan siswa, terutama penekanan terhadap hakikat berkomunikasi antar pasangan dan mengapa hasil akhir dapat menjadi atau tidak seperti yang diharapkan. 
Bapak/Ibu pernah mempraktikkan model pembelajaran tersebut? Silahkan berkomentar. 
16.37