5 kompetensi CASEL di kelas: dari jurnal emosi hingga simulasi konflik.

Di era pendidikan abad ke-21, kecerdasan emosional sama pentingnya dengan kecerdasan akademik. Salah satu kerangka kerja terbaik untuk mengembangkan keterampilan sosial-emosional peserta didik adalah CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning).

Sayangnya, banyak guru—terutama yang baru mulai mengajar—masih bingung bagaimana menerapkan lima kompetensi CASEL secara nyata di kelas. Artikel ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan panduan praktis, contoh aktivitas, dan tips implementasi yang mudah diikuti!

🌟 Apa Itu CASEL?

CASEL adalah organisasi global yang mengembangkan kerangka pembelajaran sosial-emosional (PSE) yang kini diadopsi secara luas, termasuk dalam Kurikulum Merdeka dan program Sekolah Penggerak di Indonesia.

Lima kompetensi inti CASEL adalah:
1. Self-Awareness (Kesadaran Diri)
2. Self-Management (Manajemen Diri)
3. Social Awareness (Kesadaran Sosial)
4. Relationship Skills (Keterampilan Hubungan Sosial)
5. Responsible Decision-Making (Pengambilan Keputusan Bertanggung Jawab)

Mari kita kupas satu per satu — plus cara praktis mengajarkannya di kelas!

1. Self-Awareness – Mengenali Emosi Diri

Tujuan: Siswa mampu mengenali perasaan, nilai, dan pengaruh emosi terhadap perilaku.

Aktivitas Praktis:
- Jurnal Emosi Harian: Sediakan template sederhana:
“Hari ini aku merasa ______ karena ______. Aku menanggapinya dengan ______.”
- Cek-in Emosi Pagi: Gunakan emotikon (😊😢😠) di papan untuk siswa memilih suasana hati mereka.

2. Self-Management – Mengatur Emosi & Perilaku

Tujuan: Siswa belajar mengendalikan impuls, fokus, dan menetapkan tujuan.

Aktivitas Praktis:
- Teknik “Stop-Breathe-Think”: Ajarkan siswa berhenti sejenak, tarik napas, lalu pikirkan respons terbaik.
- Goal Tracker Sederhana: Siswa tulis 1 tujuan mingguan dan cek perkembangan setiap Jumat.

3. Social Awareness – Memahami Perspektif Orang Lain

Tujuan: Siswa mampu berempati dan menghargai keberagaman.

Aktivitas Praktis:
- Role Play Sosial: Misalnya, bermain peran sebagai anak baru di sekolah.
- Kotak Pertanyaan Empati: Siswa tulis pertanyaan tentang perasaan teman, lalu diskusikan.

4. Relationship Skills – Membangun Hubungan Sehat

Tujuan: Siswa belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik.

Aktivitas Praktis:
- Simulasi Penyelesaian Konflik: Latih dialog damai dengan kalimat “Aku merasa… Aku butuh…”
- Proyek Kelompok Rotasi: Bentuk kelompok baru setiap minggu.

5. Responsible Decision-Making – Mengambil Keputusan Bijak

Tujuan: Siswa mampu mempertimbangkan konsekuensi, etika, dan keamanan.

Aktivitas Praktis:
- Pohon Keputusan: Visualisasikan pilihan dan dampaknya.
- Diskusi Kasus Nyata: Bahas isu seperti kecurangan atau bullying.

💡 Tips Sukses Mengintegrasikan CASEL di Kelas

  • Mulai dari diri sendiri: Guru perlu jadi model PSE.
  • Integrasikan ke mata pelajaran: Misalnya, analisis karakter dalam cerpen.
  • Libatkan orang tua: Kirim panduan sederhana untuk latihan di rumah.

📌 Penutup

Mengajarkan PSE bukan hanya soal “tambahan tugas”—tapi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang tangguh, empatik, dan siap menghadapi tantangan hidup. Dengan kerangka CASEL, Anda punya peta jelas untuk memulainya—hari ini juga!

Kata Kunci: pembelajaran sosial emosional, kompetensi CASEL, aktivitas PSE di kelas, Kurikulum Merdeka, guru teladan emosional