Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kesalahan Umum Saat Input Data PIP di Dapodik yang Bikin Siswa Gagal Terdaftar

Hindari 7 kesalahan input data PIP di Dapodik yang sering bikin siswa gagal terdaftar.

Anda sudah menandai siswa sebagai “Layak PIP”, tapi namanya tidak muncul dalam daftar usulan PIP 2026? Bisa jadi, ada kesalahan kecil saat input data di Dapodik yang membuat sistem otomatis menolaknya.

Berdasarkan Surat Resmi Kemendikdasmen Nomor 0056/J5/LP.01.00/2026, pengusulan PIP Tahun Anggaran 2026 hanya menggunakan data Dapodik yang lengkap, valid, dan logis. Sayangnya, banyak sekolah gagal karena kesalahan teknis yang sebenarnya mudah dihindari.

Berikut 7 kesalahan umum—plus solusi perbaikannya—agar siswa Anda lolos verifikasi PIP sebelum cut off 31 Januari 2026.

❌ 1. NIK Salah Digit atau Tidak Valid

Masalah: NIK diisi asal (misal: 16 digit angka acak), tidak sesuai KK, atau menggunakan NIK orang tua untuk siswa.

Solusi: Cek ulang NIK siswa di Kartu Keluarga (KK). Pastikan panjangnya 16 digit dan sesuai dengan data administrasi kependudukan.

❌ 2. Nama Ibu Kandung Tidak Sesuai Dokumen Resmi

Masalah: Diisi dengan nama panggilan (“Bu Siti”), gelar (“Ibu Maryati”), atau dikosongkan.

Solusi: Gunakan nama lengkap ibu kandung sesuai KK tanpa gelar, panggilan, atau singkatan. Contoh: “Siti Aminah”.

❌ 3. NISN Tidak Aktif atau Belum Terverifikasi

Masalah: NISN belum terdaftar di PDSP Kemdikbud atau statusnya “tidak valid”.

Solusi: Cek status NISN di https://pdsp.kemdikbud.go.id. Jika bermasalah, segera ajukan perbaikan ke dinas pendidikan setempat.

❌ 4. Pekerjaan Orang Tua Dikosongkan atau Diisi Asal

Masalah: Kolom pekerjaan dibiarkan kosong, diisi “Petani” padahal tidak ada di daftar dropdown, atau ditulis “Tidak tahu”.

Solusi: Pilih pekerjaan dari daftar resmi Dapodik (misal: “Buruh Tani”, “Wiraswasta”, “Tidak Bekerja”). Jangan mengetik manual di luar pilihan yang tersedia.

❌ 5. Penghasilan Orang Tua Diisi “0” atau “Tidak Ada”

Masalah: Sistem menolak nilai “0” atau teks non-numerik karena dianggap tidak logis.

Solusi: Pilih rentang penghasilan yang paling mendekati kondisi nyata, misalnya:

  • “Rp 0 – Rp 499.999” (untuk penghasilan sangat rendah)
  • “Rp 500.000 – Rp 999.999” (untuk buruh harian)
Jangan biarkan kolom ini kosong!

❌ 6. Tanggal Lahir Tidak Sesuai Akta atau KK

Masalah: Tanggal lahir diisi berdasarkan ingatan, bukan dokumen resmi — menyebabkan ketidaksesuaian dengan NIK.

Solusi: Cocokkan tanggal lahir dengan NIK dan KK. Ingat: digit ke-7–12 pada NIK adalah tanggal lahir (format YYMMDD).

❌ 7. Lupa Memberi Status “Layak PIP” atau Tidak Isi “Alasan Layak”

Masalah: Data lengkap, tapi status “Layak PIP” masih “Tidak”, atau kolom “Alasan Layak” dikosongkan untuk siswa tanpa KIP.

Solusi:

  • Jika siswa punya KIP/KKS/KPS: cukup tandai “Layak PIP = Ya”.
  • Jika tidak punya KIP: wajib isi “Alasan Layak” dengan kalimat faktual (contoh: “Orang tua buruh harian lepas tanpa penghasilan tetap”).

✅ Langkah Pencegahan Sebelum Cut Off 31 Januari 2026

  1. Lakukan validasi data peserta didik di menu “Validasi” aplikasi Dapodik.
  2. Ekspor daftar calon penerima PIP, lalu cocokkan satu per satu dengan dokumen KK, KIP, dan akta lahir.
  3. Lakukan sinkronisasi uji coba sebelum 25 Januari 2026 untuk deteksi error lebih awal.
  4. Koordinasi dengan guru BK atau komite sekolah untuk verifikasi lapangan jika ragu dengan kondisi ekonomi keluarga.

📌 Ingat!

Setelah 31 Januari 2026, data Dapodik akan dikunci oleh pusat. Segala kesalahan input—sekecil apa pun—tidak bisa diperbaiki untuk pengusulan Fase 1 PIP 2026. Jika terlewat, Anda harus menunggu hingga Fase 2 (cut off 31 Agustus 2026), dengan risiko pencairan dana tertunda.

Referensi Resmi

Surat Pemberitahuan Batas Waktu Cut Off Dapodik
Nomor: 0056/J5/LP.01.00/2026
Tanggal: 13 Januari 2026
Dikeluarkan oleh: Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Kemendikdasmen


Bagikan panduan ini ke sesama operator Dapodik—bisa jadi penyelamat bagi puluhan siswa kurang mampu di sekolah Anda!

Posting Komentar untuk "Kesalahan Umum Saat Input Data PIP di Dapodik yang Bikin Siswa Gagal Terdaftar"