Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prinsip Pembelajaran “Olah Pikir, Olah Hati, Olah Rasa, Olah Raga”: Cara Praktis Menerapkannya di Kelas

Cara Praktis Menerapkan Prinsip Pembelajaran “Olah Pikir, Olah Hati, Olah Rasa, Olah Raga” di Kelas

Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 membawa angin segar dalam dunia pendidikan Indonesia. Salah satu terobosan utamanya terdapat dalam Pasal 3, yang menekankan bahwa proses pembelajaran harus dilaksanakan secara holistik dan terpadu melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.

Tapi apa artinya dalam praktik? Dan bagaimana guru—terutama guru pemula atau yang ingin berinovasi—bisa menerapkannya di kelas?

Apa Itu Prinsip Holistik dalam Standar Proses 2026?

Berdasarkan Pasal 3 ayat (1), pembelajaran harus dilandasi tiga prinsip utama:

  • Berkesadaran: murid memahami tujuan belajar dan termotivasi mengatur diri.
  • Bermakna: ilmu bisa diterapkan dalam kehidupan nyata dan lintas bidang.
  • Menggembirakan: suasana belajar positif, menyenangkan, dan menantang.

Ketiganya diwujudkan melalui empat dimensi pengalaman belajar:

🧠 Olah Pikir → Kognitif: berpikir kritis, analitis, kreatif.
❤️ Olah Hati → Afektif: nilai, empati, tanggung jawab, karakter.
🎨 Olah Rasa → Estetika & emosional: apresiasi seni, ekspresi diri, kepekaan.
🏃 Olah Raga → Psikomotorik: gerak tubuh, keterampilan praktis, eksperimen.

Contoh Penerapan di Kelas: SD, SMP, SMA

🔹 Untuk SD (Kelas 4 – Tema: Lingkungan Sehat)

  • Olah Pikir: Diskusi kelompok tentang penyebab sampah di sungai.
  • Olah Hati: Refleksi: “Bagaimana perasaanku saat melihat sungai kotor?”
  • Olah Rasa: Menggambar poster kampanye lingkungan dengan warna ekspresif.
  • Olah Raga: Aksi bersih-bersih halaman sekolah bersama teman.

🔹 Untuk SMP (Kelas 8 – Mata Pelajaran: IPA)

  • Olah Pikir: Merancang eksperimen sederhana tentang biodegradasi plastik.
  • Olah Hati: Debat etika: “Apakah produsen wajib bertanggung jawab atas limbah?”
  • Olah Rasa: Membuat video pendek berdurasi 1 menit dengan narasi kreatif.
  • Olah Raga: Simulasi daur ulang sampah di laboratorium mini.

🔹 Untuk SMA (Kelas 11 – Mata Pelajaran: Sosiologi)

  • Olah Pikir: Analisis kasus ketimpangan sosial di wilayah sekitar.
  • Olah Hati: Wawancara langsung dengan warga marjinal + refleksi jurnal pribadi.
  • Olah Rasa: Menulis puisi atau naskah drama berdasarkan pengalaman lapangan.
  • Olah Raga: Mengorganisir bazar amal hasil kolaborasi dengan komunitas lokal.

Template Mini RPP Holistik (Format Ringkas)

Judul Pembelajaran: [Isi sesuai tema]
Tujuan: Murid mampu [kompetensi] melalui olah pikir, hati, rasa, dan raga.
Kegiatan:
  • Pendahuluan: Aktivasi rasa ingin tahu + nilai moral (olah hati)
  • Inti: Eksplorasi (pikir), kreasi (rasa), aksi (raga)
  • Penutup: Refleksi jurnal + umpan balik partisipatif
Asesmen: Portofolio, observasi, dan refleksi siswa (termasuk penilaian oleh murid – Pasal 19).

Mengapa Ini Efektif?

Pendekatan holistik tidak hanya memenuhi tuntutan Standar Proses 2026, tapi juga:

  • Meningkatkan keterlibatan murid (engagement)
  • Membangun karakter dan soft skills
  • Mengurangi kejenuhan akibat pembelajaran kognitif semata
  • Selaras dengan prinsip Merdeka Belajar

Langkah Selanjutnya untuk Guru

Coba ubah satu RPP minggu depan dengan menyisipkan keempat dimensi ini. Mulailah dari hal kecil—misalnya tambahkan sesi refleksi jurnal (olah hati) atau proyek mini (olah raga). Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten!


Tags: pembelajaran holistik 2026, prinsip olah pikir olah hati, standar proses 2026 guru, RPP holistik, Permendikdasmen 1/2026

Posting Komentar untuk "Prinsip Pembelajaran “Olah Pikir, Olah Hati, Olah Rasa, Olah Raga”: Cara Praktis Menerapkannya di Kelas"