Perbedaan Fungsi KIP dan KIS

| 28 April 2016

Ini Dia Perbedaan KIP dan KIS

Kartu Indonesia Sehat KIS Kartu Indonesia Pintar
Semangat Pagi, Salam Informasi...
Mayoritas masyarakat sampai kini masih dibingungkan mengenai perbedaan dan fungsi Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Sejahtera. Dikarenakan, desain 3 kartu tersebut memang agak mirip.

Di dalam program KIS, pemerintah tidak memberikan bantuan berupa uang tunai kepada pemegang kartu itu. Penerima KIS hanya bisa menggunakan kartu tersebut untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Program KIP berwujud pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) atau yang berasal dari keluarga miskin. " Fungsi KIP berbeda dengan fungsi Kartu Indonesia Sehat (KIS)," urai Hamid Muhammad selaku Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemdikbud di Jakarta.

Dengan berdasarkan data status kemiskinan hasil survei kemiskinan 2011 dan kepastian alamat, kartu KIS sudah bisa dikirimkan. Sementara itu, dalam program KIP, pemerintah memberikan uang tunai secara langsung kepada siswa miskin. Siswa yang berhak menerima KIP ditetapkan berdasarkan usia dan jenjang sekolah. [Baca Juga: Janji Anies: Mei, Distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Tuntas]

Berbeda dengan basis data yang diterapkan pada KIS yang mana masih menggunakan hasil survei kemiskinan tahun 2011, pada program KIP ini tidak memungkinkan memakai basis data yang lama karena perubahan jenjang berpengaruh pada besaran dana. Sedangkan usia akan mempengaruhi kriteria penerima yang ditentukan, yaitu antara usia 6-21 tahun.

Sebagai gambaran, tahun anggaran yang sama siswa kelas 9 (SMP) menerima Rp 375.000 pada semester dua. Kemudian dia lulus dan masuk jenjang SMA hingga besaran yang diterima berubah menjadi Rp 500.000 pada semester pertama di kelas 10.
"Hal inilah yang membuat basis data KIP tidak memungkinkan menggunakan data lama, misalnya data hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011, yang sudah melewati lima tahun pelajaran sekolah," urai Hamid lagi.
 Ditambahkan Hamid, KIP wajib menggunakan data hasil survei terbaru BPS yang baru selesai Desember 2015 dan kemudian diterbitkan menjadi Basis Data Terpadu (BDT) pada Februari 2016.‎



Demikian informasi ini kami sampaikan. Semoga dengan berita ini Anda semua akan semakin paham dengan perbedaan antara 3 kartu sakti unggulan Pak Jokowi ini.


InformasiGuru.Com Updated at: 04.43

1 comments:

  1. Apakah program KIP hanya berlaku untuk jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah saja....?? Bagaimana kalau penerima KIP belum berusia 21 tahun tetapi sudah melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi ??? Mohon Penjelasan. Teima Kasih.

    BalasHapus

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi