Seratus Lebih Narasumber Nasional Telah Selesai Latih 761 Instruktur Nasional Kurikulum 2013

| 20 April 2016





Revisi kurikulum 2013 telah resmi selesai dilakukan. Perjalanan Kurikulum 2013 pascarevisi sudah sampai di tahap pelatihan Instruktur Nasional (IN) yang akan bertugas untuk menyosialisasikan hasil revisi Kurikulum 2013 kepada instruktur provinsi, kabupaten dan kota, hingga akhirnya sampai kepada guru sasaran. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pun mengukuhkan 153 Narasumber Nasional untuk memberi pelatihan kepada 761 Instruktur Nasional.

Pada Minggu pagi (20/03/2016) pengukuhan 153 Narasumber Nasional Kurikulum 2013 berlangsung di Gedung Garuda, Pusdiklat Kemendikbud, Depok. Pada hari yang sama pula, telah dimulai Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 angkatan pertama tahun 2016, yang telah selesai dilangsungkan sampai tanggal 24 Maret 2016 kemarin.

Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 berlangsung selama empat hari, yaitu 20 s.d 24 Maret 2016 di Pusdiklat Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat. Para Narasumber Nasional yang akan melatih Instruktur Nasional itu telah mengikuti pelatihan sendiri pada 10 s.d 12 Maret 2016. Pemilihan Narasumber Nasional dilakukan oleh direktorat-direktorat di Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) berdasarkan jenjangnya, yaitu SD, SMP, SMA, dan SMK. Narasumber Nasional terdiri dari guru, pengawas, penulis buku, dan pejabat Kemendikbud yang terlibat dalam penyusunan Kurikulum 2013, yang ditunjuk dan ditetapkan direktorat-direktorat di Ditjen Dikdasmen.

"Narasumber Nasional merupakan orang-orang terpilih dan istimewa. Mereka adalah para guru, komponen akademisi, tim penyusun kurikulum, penulis buku, dan penyusun assessment, yang dituntut memiliki pemahaman lengkap, komprehensif dan substantif tentang Kurikulum 2013," kata Mendikbud pada acara pengukuhan.

"Bapak dan Ibu sebagai Narasumber Nasional harus bisa membayangkan bagaimana paparan penjelasan materi yang Bapak/Ibu sampaikan akan sampai pula secara berjenjang hingga ke tingkat sekolah. Dalam seluruh proses itu, perhitungkan potensi deviasi. Perhitungkan potensi pemahaman yang berbeda. Pastikan semua pemahaman itu benar," tambah Mendikbud lagi.





InformasiGuru.Com Updated at: 01.45

0 comments:

Poskan Komentar