Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat Dalam Pendidikan

| 02 Agustus 2016

Muhadjir: Pendidikan Wajib Melibatkan Keluarga dan Masyarakat


Pendidikan Wajib Melibatkan Keluarga dan Masyarakat




Dalam acara Semarak Pendidikan Keluarga di Plasa Insan Berprestasi Kemdikbud pada tanggal 30 Juli 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas), sangat ditekankan tentang betapa pentingnya pelibatan keluarga bagi orangtua, peserta didik, kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya.


Pada acara yang mengangkat tema: "Gerakan Pendidikan Keluarga untuk Menumbuhkan Budi Pekerti dan Budaya Prestasi Anak”, Menteri Muhadjir menyampaikan betapa pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan keluarga. Sehingga diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang berkarakter dan berbudaya prestasi. “Kita melibatkan tiga pihak sekaligus secara berbarengan dan sebetulnya tidak ada mana yang lebih prioritas. Semuanya penting, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat", kata Muhadjir dalam sambutan sekaligus membuka acara Semarak Pendidikan Keluarga.

Beliau menegaskan bahwa kewajiban pendidikan masa depan negara ini pantang hanya dibebankan kepada salah satu pihak saja dalam hal ini pihak sekolah. Sekolah, masyarakat dan keluarga wajib bersinergi untuk ikut menata dan menancapkan pondasi demi masa depan anak-anak.

Beliau menjelaskan, sebenarnya keluarga yang seharusnya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab karena anak lahir dan dibesarkan di rumah dan jika sukses maka keluarga juga yang akan menikmatinya. Jadi, jangan selalu memandang sekolah adalah pihak yang paling bertanggung jawab dalam mempersiapkan masa depan anak. Banyak yang berpandangan bahwa segala hal adalah kewajiban pihak sekolah, padahal anak-anak hanya beberapa jam saja berada di sekolah dan lebih banyak waktu yang dihabiskan bersama masyarakat dan keluarganya.

Selanjutnya Muhadjir turut pula menyampaikan betapa pentingnya pendidikan bagi orangtua sebagai pendidik melalui edu parenting (pendidikan keluarga). Hal ini bertujuan untuk lebih menyadarkan para orangtua bahwa mereka sebenarnya merupakan pendidik yang juga sangat bertanggungjawab dalam memberikan pendidikan bagi anak-anaknya. Kemudian diharapkan akan tercipta keselarasan antara orangtua, sekolah, dan masyarakat.

Para orangtua wajib mendidik anak-anaknya melalui ilmu kepengasuhan agar tanggung jawab dalam mendidik anak tetap terjaga. Beliau menekankan bahwa hal ini sangat mendesak untuk segera dilakukan agar tercipta generasi pilihan yang mampu menatap persaingan di dunia nyata.

Dalam kesempatan ini, turut hadir mantan Mendikbud Anies Baswedan, untuk memberikan sambutan. Beliau mengatakan, rumah, sekolah, dan lingkungan harus selalu bersinergi dalam pendidikan hingga ke seluruh daerah di Indonesia. "Semua orangtua wajib menjadi keluarga pembelajar," ucapnya. Selain dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni, dalam rangkaian acara Semarak Pendidikan Keluarga ini, Kemdikbud juga memberikan apresiasi kepada 15 orangtua hebat untuk keluarga yang telah sukses mendidik anak-anak mereka yang sebagian memiliki keterbatasan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pemenang Lomba Karya Jurnalistik Pendidikan Keluarga.




InformasiGuru.Com Updated at: 05.04

0 comments:

Poskan Komentar

Kami berterima kasih atas partisipasi Anda dengan berkomentar. Namun demikian, komentar Anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Mohon maaf, menitipkan backlink yang tidak relevan dengan isi berita tidak akan kami tampilkan. Komentar yang menjurus SARA dan bersifat promosi juga tidak akan kami tampilkan. Salam sukses dan selamat berpartisipasi.