Mendikbud: Semua Mapel Penting Guna Membangun Karakter

| 13 Januari 2017

Muhadjir: Semua Mata Pelajaran Penting Untuk Membangun Karakter
image by: Kemendikbud

Muhadjir: Semua Mata Pelajaran Penting Untuk Membangun Karakter



Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa semua mata pelajaran (Mapel) adalah penting untuk membangun karakter dari seluruh siswa karena pendidikan karakter adalah poros utama perbaikan pendidikan nasional. Penjelasan itu ditegaskan Muhadjir kala melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA), Jawa Timur, Kamis Sore pada tanggal 12-1-2017.

Semua mata pelajaran adalah penting dan itu adalah untuk membangun karakter dan kecerdasan juga kreativitas dari seluruh siswa, jadi semua pelajaran adalah penting," tegas Mendikbud di depan ratusan siswa dan guru yang hadir di SMAMDA Sidoarjo.

Beliau turut berpesan bahwa kejujuran adalah hal yang paling utama dan di atas segala-galanya. Menjadi orang yang pintar, cerdas dan kreatif adalah penting, tapi di atas segala galanya kejujuran adalah lebih penting.
"Pelihara kejujuran baik gurunya maupun muridnya, karena kejujuran adalah modal utama kita, terutama saat melaksanakan ujian nasional nanti," urainya.
Pada kesempatan ini Mendikbud berharap kepada seluruh siswa yang akan mengikuti ujian nasional (UN) nanti untuk terus semangat belajar lebih giat lagi dikarenakan jadwal resmi ujian nasional tahun ajaran 2016/ 2017 telah telah dirilis oleh Kemendikbud. “Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, perlu belajar lebih giat lagi untuk mencapai prestasi setinggi tingginya”, himbaunya.

Saat ini soal ujian nasional (UN) ditetapkan oleh pusat, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sedangkan soal ujian sekolah berstandar nasional (USBN) disusun oleh guru secara kolektif melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dan kelompok kerja guru (KKG) dan harus menggunakan standar nasional.

Mendikbud juga menyampaikan tingkat kesulitan UN dan USBN tidak jauh berbeda bahkan harus sama karena masih tugas guru mengalibrasi agar soal-soal yg dibuat itu harus sekaliber standar nasional.

"Dengan cara itulah kita akan mencapai target setinggi mungkin untuk memajukan pendidikan di Indonesia ini," jelas Mendikbud.

Turut hadir mendampingi Mendikbud dalam kunjungan ini antara lain Sekretaris Jenderal (Sesjen) Didik Suhardi dan Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kapustekkom) Ari Santoso.


InformasiGuru.Com Updated at: 05.45

0 comments:

Poskan Komentar

Kami berterima kasih atas partisipasi Anda dengan berkomentar. Namun demikian, komentar Anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Mohon maaf, menitipkan backlink yang tidak relevan dengan isi berita tidak akan kami tampilkan. Komentar yang menjurus SARA dan bersifat promosi juga tidak akan kami tampilkan. Salam sukses dan selamat berpartisipasi.