Pembahasan Lengkap Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

| 15 Maret 2017

Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. 

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD: Definisi, Langkah, Kekurangan dan Kelebihan serta Tahapannya
Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis dan penghargaan kelompok (Trianto, 2009:68).

Menurut Slavin (dalam Trianto, 2007:52) dalam pembelajarn STAD siswa ditempatkan dalam tim belajar yang beranggotakan 4-5 orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin dan suku.

Guru menyajikan pelajaran dan siswa kemudian bekerja dalam tim mereka, memastikan bahwa semua anggota tim menguasai pelajaran tersebut. Kemudian seluruh siswa diberikan tentang materi tersebut, pada tes ini mereka tidak diperbolehkan saling membantu.


Sesuai dengan pendapat Huda (2013:201) Student Teams Achivement Devision (STAD) merupakan salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang didalamnya beberapa kelompok kecil siswa dengan level kemampuan akademik yang berbeda-beda saling bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran. Kelebihan STAD yaitu adanya interaksi dalam diskusi kelompok yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Hal ini didukung oleh pendapat Uno (2012:107) pembelajaran STAD dapat memotivasi siswa untuk belajar dan untuk membantu saling belajar, berdiskusi, berdebat dan menggeluti ide-ide, konsep-konsep, dan keterampiln-keterampilan, memanfaatkan energi sosial siswa, saling mengambil tanggungjawab, dan belajar menghargai satu sama lain.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Student Teams Achivement Devision (STAD) adalah pembelajaran yang diawali dengan penyajian materi oleh guru, siswa dibentuk kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 siswa secara heterogen untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Setelah selesai diskusi kelompok, siswa secara individu mengerjakan kuis secara individu untuk memperoleh skor awal yang akan diakumulasikan dengan skor yang diperoleh anggota yang lain untuk menjadi skor kelompok. Kelompok yang mendapatkan skor tertinggi akan mendapat sertifikat kelompok terbaik.

Kelebihan STAD yaitu adanya interaksi dalam diskusi kelompok yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Hal ini didukung oleh pendapat Uno (2012:107) pembelajaran STAD dapat memotivasi siswa untuk belajar dan untukmembantu saling belajar, berdiskusi, berdebat dan menggeluti ide-ide, konsep-konsep, dan keterampilan-keterampilan, memanfaatkan energi
sosial siswa, saling mengambil tanggungjawab, dan belajar menghargai satu sama lain. Sesuai dengan pendapat Hamdani (2011) menyatakan dalam pembelajaran STAD siswa dibentuk secara heterogen, siswa yang pandai mengajari siswa yang belum paham samapi mengerti.

Seperti halnya pembelajaran lainya, pembelajaran STAD ini juga membutuhkan persiapan yang matang sebelum kegiatan pembelajaran dilakukan. Menurut Trianto (2007:52) persiapan sebelum pelaksannaan STAD antara lain:

a. Perangkat Pembelajaran

Sebelum pelaksanaan pembelajaran perlu dipersiapkan perangkat pembelajaranya, yang meliputi: rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), buku siswa, lembar kegiatan siswa (LKPD), beserta lembar jawabanya.

b. Membentuk Kelompok Kooperatif

Menentukan anggota kelompok diusahakan agar kemampuan siswa dalam kelompok adalah heterogen dan kemampuan antar satu kelompok dengan kelompok lainya relative hmogen.

c. Menentukan Skor Awal

Skor awal yang digunakan dalam kelas kooperatif adalah nilai ulangan sebelumnya dan dapat berubah setelah kuis.

d. Pengaturan Tempat Duduk

Pengaturan tempat duduk dalam kelas kooperatif perlu juga diatur dengan baik, hal ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan pembelajaran koopertif apabila tidak ada pengaturan tempat dududk dapat menimbulkan kekaucauan yang menyebabakan gagalnya pembelajaran pada kelas kooperatif.

e. Kerja kelompok

kerja kelopok menghendaki agar siswa dengan siswa yang lainya terjadi saling interaksi dan saling tukar pengalaman dan informansi dalam suatu masalah. Sehingga untuk siswa yang belum memahami dengan materi yang diajarkan dapat meminta siswa yang pandai untuk saling memberikan informasi. Adanya tutor sebaya dalam diskusi ini menjadikan siswa akn lebih mudah memahami materi dengan teman sebayanya.

Tiga konsep sentral yang menjadi karaktersistik pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Isjoni, (2010) yaitu:

1. Penghargaan kelompok

Pembelajaran koperatif menggunakan tujuan-tujuan kelompok untuk memperoleh
penghargaan kelompok.

2. Pertanggung jawab individu

Keberhasilan kelompok tergantung dari pembelajaran individu dari semua anggota kelompok.Adanya pertanggung jawab secara individu juga menjadi setiap anggota siap untuk menghadapi tes dan tugas-tugas lainnya secara mandiri tanpa bantua sekelompoknya.

3. Kesempatan yang sama untuk berhasil

Pembelajaran STAD menggunakan model Pembelajaran yang mencakup nilai perkembangan berdasarkan peningkatan prestasi yang diperoleh sebelumnya. Dengan menggunakan model skoring ini setiap siswa baik prestasi rendah, sedang, atau tinggi sama-sama memperoleh kesempatan untuk berhasil dan melakukan yang terbaik bagi kelompoknya.

Pada dasarnya model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting yang dirangkum Ibrahim Isjoni, (2010) , yaitu : a) hasil belajar akademik, b) penerimaan terhadap perbedaan individu, c) pengembangan keterampilan sosial.

Tahapan model pembelajaran STAD (Student Teams Achivement Devision)


Menurut Huda (2013:202) Ada empat tahap yang harus dilakukan dalam pembelajaran STAD, yaitu pengajaran, tim studi, tes dan rekognisi. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Tahap 1: Pengajaran

Pada tahap pengajaran, guru menyajikan materi pelajaran, pada tahap ini siswa harus diajarkan tentang apa yang akan mereka pelajarai dan mengapa pelajaran tersebut penting.

b. Tahap 2: Tim Studi

Pada tahap ini, para anggota kelompok bekerja secara kooperatif untuk mneyelesaikan lembar kerja dan lembar jawaban yang telah disediakan oleh guru.

c. Tahap 3: Tes

Pada tahap ujian, setiap individu menyelesaikan kuis. Guru menskor kuis tersebut dan mencacat perolehan hasilnya saat itu serta hasil kuis pada pertemuan sebelumnya. Hasil dari tes individu akan diakumulasikan untuk skor tim mereka.

d. Tahap 4: Rekognisi

Setiap tim menerima penghargaan atau reward bergantung pada nilai skor rata-rata tim.

Sumber: 

IKA SARI LISTIYOWATI, 2014. STUDI KOMPARASI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN STAD DAN PBL TERHADAP AKTIVITAS SISWA DAN HASIL BELAJAR IPS KELAS V SDN WATES 01 SEMARANG. SKRIPSI. UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG. DIAKSES MELALUI: http://lib.unnes.ac.id/20107/1/1401410397.pdf


InformasiGuru.Com Updated at: 20.16

0 comments:

Poskan Komentar

Kami berterima kasih atas partisipasi Anda dengan berkomentar. Namun demikian, komentar Anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Mohon maaf, menitipkan backlink yang tidak relevan dengan isi berita tidak akan kami tampilkan. Komentar yang menjurus SARA dan bersifat promosi juga tidak akan kami tampilkan. Salam sukses dan selamat berpartisipasi.