Model Pilihan Ganda Masih Dominasi Soal UN Tahun 2018

| 20 Juni 2017

Soal UN 2018 Sebagian Besar Masih Berupa Pilihan Ganda, Model Pilihan Ganda Masih Dominasi Soal UN Tahun 2018, SOAL UN 2018 DIRENCANAKAN TIDAK HANYA BERUPA PILIHAN GANDA,

Soal UN 2018 Sebagian Besar Masih Berupa Pilihan Ganda





Rencana pihak Kemendikbud dalam menatap penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Tahun 2018 mendatang, khususnya mengenai model atau jenis soal dalam UN 2018 ialah dengan membuat formulasi soal yang lebih bervariatif.

Seperti yang telah dikonfirmasi pihak Kemendikbud bahwa untuk jenis soal UN Tahun 2018 mendatang masih mayoritas berupa pilihan ganda. Akan tetapi, Kemendikbud juga akan menggunakan soal yang tidak hanya berupa pilihan ganda. Beberapa soal bisa berupa mengisi jawaban, pilihan yang tidak tunggal, esai, atau bentuk lainnya.

Kepala Puspendik Kemendikbud, Nizam menjelaskan, bentuk soal UN yang variatif itu bertujuan untuk mengukur level kognisi siswa lebih dalam. Variasi soal juga diharapkan bisa mendorong siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS) yang menjadi tuntutan kompetensi generasi abad 21.
“Kami berusaha, mulai tahun depan soal UN tidak lagi semuanya pilihan ganda. Sehingga dapat mengukur level kognisi siswa lebih dalam,” ujar Nizam saat jumpa pers tentang hasil UN SMP di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (15/6/2017).
Nizam memaparkan, penerapan soal UN yang tidak hanya berbentuk pilihan ganda juga dapat mengukur ketuntasan belajar siswa. Saat ini, katanya, banyak guru maupun siswa yang belum sepenuhnya menyadari bahwa UN dapat mengukur ketuntasan belajar siswa. Padahal soal UN dibuat dengan berbasis kurikulum. “Jadi kurikulumnya juga harus dituntaskan (di sekolah). Kalau (soal) ujiannya sesuai dengan kurikulum, maka seharusnya tidak ada masalah,” papar Nizam.

Menurut Nizam, yang sering terjadi adalah kecenderungan guru-guru untuk men-drill siswa dengan kisi-kisi saja, sehingga tidak menuju pada ketuntasan belajar. Padahal sejak dua tahun lalu, melalui soal UN, Kemendikbud telah melakukan perubahan level kognisi siswa di semua mata pelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Karena itulah mulai tahun 2018 juga akan dilakukan perubahan untuk bentuk soal UN.

“Kita akan mengurangi soal pilihan ganda. Tujuannya untuk membuat kognisi siswa lebih dalam dan mencapai ketuntasan kurikulum. Itu baru aspek kognisi, belum termasuk aspek afeksi dan keterampilan yang tak kalah penting, seperti sikap dan perilaku,” pungkas Nizam.


InformasiGuru.Com Updated at: 04.41

0 comments:

Posting Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi