Download Buku Panduan/Juklak OLSN SMP Tahun 2018

| 01 Maret 2018

Download Buku Panduan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tahun 2018

Download Buku Panduan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tahun 2018







Kegiatan OLSN SMP tahun 2018 tidak hanya berorientasi pada kejuaraan. Esensi kegiatan ini terletak pada nilai pendidikannya, sebagai pengalaman belajar (learning experience), sekaligus sebagai upaya menguatkan pendidikan karakter, seperti sikap saling menghargai, saling menghormati, solidaritas dan toleransi. Dengan begitu, OLSN sebagai bagian dari Gerakan Literasi Sekolah dapat menjadi bagian untuk mempercepat terwujudnya indonesia literat.

Agar pelaksanaan OLSN SMP tahun 2018 sebagaimana yang dimaksud dapat terlaksana dengan baik, maka perlu disusun Panduan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tahun 2018 yang dapat digunakan sebagai pegangan panitia, siswa, guru, dewan juri dan pihak terkait. Petunjuk pelaksanaan ini tidak hanya berisi ketentuan lomba per cabang, namun juga memberikan informasi pentingnya OLSN SMP 2018 diikuti oleh para siswa dalam penguatan pendidikan karakter di bidang bahasa, sastra, seni dan budaya.

Berikut adalah tautan Download Buku Panduan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tahun 2018:




Berikut adalah kutipan dari Buku Panduan/Juklak OLSN SMP Tahun 2018 tersebut:



BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti salah satu poin menyatakan perlunya sekolah menyisihkan waktu 15 menit secara berkala untuk pembiasaan membaca sebelum jam pelajaran dimulai. Pembiasaan ini dilakukan sebagai salah satu upaya menumbuhkan budi pekerti peserta didik melalui gerakan literasi sekolah.

Dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015-2019, visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015- 2019 adalah terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong.

Pemerintah sebagai pengelola dan penyelenggara pendidikan berupaya keras dalam melaksanakan program-program peningkatan mutu pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama berusaha mewujudkan program Nawacita Presiden Republik Indonesia, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan melakukan revolusi karakter bangsa yang akan dilaksanakan melalui literasi membaca dan menulis melalui Olimpiade Literasi Siswa Nasional 2018.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Literasi, oleh UNESCO didefinisikan sebagai kemampuan mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi, mencipta, mengkomunikasikan dan menghitung dengan menggunakan bahan cetak dan tertulis dalam konteks yang beragam. Literasi pada hakikatnya mengacu pada kemampuan mengatasi masalah dan mencapai tujuan hidup dengan menggunakan teks sebagai media utamanya, secara lisan maupun tulis.

Selain terkait aktivitas pembiasaan membaca dan menulis dalam proses pembelajaran ataupun ekstrakurikuler, gerakan literasi sekolah juga dapat dilakukan melalui medium lomba-lomba ataupun festival yang melibatkan peserta didik dan pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai upaya memberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas dan potensi siswa SMP di bidang bahasa, seni, sastra, dan budaya melalui aktivitas literasi, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan kegiatan Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) Tahun 2018. OLSN dibangun untuk menjadi ajang pembelajaran terutama dalam olah pikir, olah hati, dan olah rasa.

C. Tujuan

1. Menumbuhkan kemampuan literasi peserta lomba terutama di bidang lomba OLSN;
2. Memotivasi sekolah agar berperan aktif memfasilitasi siswa guna meningkatkan prestasi belajar pada bidang bahasa, seni, budaya dan sastra;
3. Menggali kemampuan literasi pada bidang cipta cerpen berbahasa Indonesia, debat berbahasa Indonesia, kreativitas cerita berbahasa Inggris (story telling), dan cipta puisi;
4. Membina dan memacu kreativitas peserta sebagai sarana promosi bakat dan minat peserta; dan
5. Mengembangkan sikap kompetitif dalam diri siswa yang berwawasan global.

D. Sasaran Kegiatan

Siswa SMP/MTs negeri dan swasta atau yang sederajat.

E. Pengertian Olimpiade Literasi Siswa Nasional

Kegiatan OLSN SMP adalah suatu kegiatan yang bersifat kompetisi di bidang literasi antar siswa SMP atau yang sederajat dalam lingkup wilayah atau tingkat lomba tertentu.

F. Tema Olimpiade Literasi Siswa Nasional

Pada tahun 2018, OLSN bertema Dunia Tanpa Batas. Tema ini diusung untuk memberi ruang sebesar-besarnya kepada peserta didik untuk terus berimajinasi.

G. Cabang yang Dilombakan

Cabang yang dilombakan pada OLSN 2018 terdiri atas 4 (empat) jenis cabang seni sebagai berikut :

1. Lomba Cipta Cerpen Berbahasa Indonesia
2. Lomba Debat Berbahasa Indonesia
3. Lomba Kreativitas Cerita Berbahasa Inggris (Story Telling)
4. Lomba Cipta Puisi

H. Hasil yang Diharapkan

1. Terciptanya suasana kompetitif yang sehat antar siswa, antar sekolah, dan antar provinsi di bidang literasi;
2. Mengembangkan penguatan pendidikan karakter di bidang literasi dan sastra melalui kreativitas siswa;
3. Terwujudnya rasa cinta untuk melestarikan nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa;
4. Terwujudnya sikap nasionalisme, kerjasama dan toleransi terhadap nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa; dan

5. Terwujudnya rasa bhinneka yang semakin kuat.

I. Penyelenggaraan Seleksi

Seleksi dilaksanakan secara langsung, dikirim ke sekretariat lomba.

II MEKANISME PENYELENGGARAAN

A. Persyaratan Peserta

Berdasarkan Buku Panduan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tahun 2018 Persyaratan peserta OLSN adalah siswa SMP/MTs negeri dan swasta atau yang sederajat dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Siswa kelas VII atau VIII tahun ajaran 2017/2018 yang masih berstatus sebagai siswa SMP saat mengikuti lomba dengan dibuktikan surat keterangan dari Kepala Sekolah yang bersangkutan;
2. Siswa yang terpilih sebagai peserta terbaik dari setiap jenis/bidang lomba yang dilombakan;
3. Peserta bukan juara 1,2,3 dan harapan 1,2,3 pada lomba OLSN yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan SMP tahun sebelumnya.
4. Memiliki NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) dan terdaftar di Data Pokok Peserta Didik yang diperoleh dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
5. Berkelakuan baik dan tidak terlibat penyalahgunaan obat terlarang yang dikukuhkan dengan surat keterangan Kepala Sekolah yang bersangkutan.
6. Dikirim oleh sekolah yang bersangkutan dengan jumlah peserta 1 (satu) bidang lomba/siswa.
7. Peserta hanya berhak mengikuti satu bidang lomba.
B. Ketentuan Lomba

1. OLSN 2018 dibuka sejak diumumkan. Semua naskah untuk lomba tingkat nasional telah diterima oleh panitia selambat-lambatnya 31 Agustus 2018;
2. Peserta lomba diwajibkan melampirkan riwayat hidup yang diketahui kepala sekolah;
3. Naskah yang dilombakan menjadi hak milik panitia dan dapat disebarluaskan oleh panitia melalui media massa dengan mencantumkan nama penulis sebagai sumber data;
4. Naskah peserta yang terpilih sebagai finalis akan diundang mengikuti
OLSN SMP Tingkat Nasional pada 27 s.d. 31 Oktober 2018;
5. Para finalis diwajibkan membawa pas foto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 1 lembar, foto copy kartu pelajar, surat keterangan dari kepala sekolah, dan ketentuan lain kemudian;
6. Para finalis diwajibkan menyerahkan file softcopy makalah (format MS-Word);

C. Pengiriman Naskah

Naskah dikirimkan dengan mengikuti aturan pada Petunjuk Teknis Registrasi Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN):
1. Siswa wajib melakukan pendaftaran Daring (registrasi online) sebelum mengirim naskah, melalui laman ditpsmp.kemdikbud.go.id/pesertadidik paling lambat 31 Agustus 2018
2. Naskah yang akan dilombakan, mengikuti rangkaian proses pendaftaran daring dengan mengirimkan naskah dalam format PDF, sesuai dengan petunjuk teknis pendaftaran.
3. Layanan informasi sekretariat OLSN 2018.

Direktorat Pembinaan SMP
up. Kegiatan Bakat dan Prestasi
Subdit Peserta Didik
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jl. Jenderal Sudirman, Gedung E Lantai 17
Senayan, Jakarta Pusat, 10270
Telepon +62 21 5725683
Faks. +62 21 57900459
Sekretariat Lomba +62 87781037040

D. Kriteria Juri

1. Memiliki kompetensi di bidang/cabang yang dilombakan.
2. Dapat bertindak adil, profesional dan jujur serta tidak memihak kepada siapa pun.
3. Memiliki pengalaman penjurian di bidang/cabang yang dilombakan.
4. Berasal dari unsur perguruan tinggi atau instansi terkait dengan bidang ilmu yang dilombakan.

E. Hadiah dan Penghargaan Pemenang

Hadiah dan penghargaan diberikan kepada peserta lomba sebagai motivasi untuk meingkatkan motivasi dan semangat belajar dan kegiatan lainnya di sekolah. Pengaturan hadiah dan penghargaan untuk para pemenang yakni:

1. Mendapatkan hadiah dan piagam penghargaan yang diberikan oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
2. Para peserta OLSN SMP tingkat nasional yang memenuhi persyaratan yang ditentukan Direktorat Pembinaan SMP akan mendapatkan Beasiswa Bakat dan Prestasi SMP tahun 2018 sebesar Rp3.000.000 (tiga juta rupiah)

F. Layanan Informasi

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama memberikan layanan informasi yang dapat dilihat dan diunduh melalui ditpsmp.kemdikbud.go.id/ pesertadidik untuk mendapatkan informai terkini tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam waktu pelaksanaan, peraturan lomba, surat pemanggilan
dan hal lain seputar OLSN SMP Tahun 2018.

Layanan informasi dapat diakses melalui:
FB Fan Page : ditpsmp.lomba bakat prestasi 2018
Instagram : ditpsmp.prestasi_2018
Twitter : @bakatprestasi18
Youtube : bakat prestasi
Email : bakatprestasi.psmp@kemdikbud.go.id


Alamat Sekretariat : Direktorat Pembinaan SMP
up. Kegiatan Bakat dan Prestasi
Subdit Peserta Didik
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jl. Jenderal Sudirman, Gedung E Lantai 17
Senayan, Jakarta Pusat, 10270
Telepon +62 21 5725683
Faks. +62 21 57900459
Sekretariat Lomba +62 87781037040

G. Pembiayaan

Biaya Pelaksanaan OLSN Tingkat Nasional SMP 2018 berasal dari APBN untuk akomodasi, konsumsi, transportasi, dan persiapan penyelenggaraan kegiatan OLSN SMP 2018.

BAB III PELAKSANAAN SETIAP CABANG LOMBA

LOMBA CIPTA CERPEN BERBAHASA INDONESIA

1. Latar Belakang

Karya sastra yang baik selalu mengajak para pembaca untuk merenungkan berbagai hal yang terjadi di sekitarnya. Nilai-nilai diajarkan dengan cara yang ringan, tidak menggurui, sekaligus menghidupkan imajinasi. Nilai-nilai positif dalam karya sastra berpeluang lebih tertancap dalam di benak para siswa karena disampaikan melalui cerita yang hidup dan imajinatif.

Sebagai bagian dari aktivitas literasi, kemampuan membaca berkorelasi dengan kemampuan menulis. Hal itu berarti bahwa kehadiran karya sastra di kalangan siswa diharapkan bisa menumbuhkan minat baca yang baik. Dengan tumbuhnya minat membaca dan menulis, siswa diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan bahan bacaannya, baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat luas.

Untuk itu, siswa perlu dipersiapkan dan diberi pelatihan dengan cara mengasah proses kreatifnya melalui penciptaan karya sastra, salah satunya, dalam wujud cerita pendek. Sebagai wadah proses kreatifnya, dipandang perlu siswa mengikuti dan berkompetisi pada Lomba Cipta Cerpen dalam ajang Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) Tingkat SMP Tahun 2018.

2. Tujuan

a. Meningkatkan kemampuan literasi siswa;
b. Meningkatkan daya kritis dan daya kreatif siswa terhadap teks;
c. Meningkatkan daya kreativitas siswa melalui kegiatan membaca dan menulis;
d. Menanamkan dan membina apresiasi siswa terhadap nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini;
e. Meningkatkan pengetahuan dan kecintaan siswa terhadap sastra dan bahasa Indonesia dan menjadi sarana untuk membentuk karakter terpuji, produktif, dan inovatif melalui aktivitas literasi;
f. Mengembangkan sikap kompetitif dalam diri peserta didik sejak dini.

3. Tema

“Dunia Tanpa Batas”

4. Subtema
a. Perbenturan nilai-nilai tradisional dan nilai-nilai modern;
b. Perubahan alam lingkungan sekitar karena pembangunan dan teknologi;
c. Nilai-nilai keberagaman di lingkungan sekitar masing-masing.
5. Persyaratan Tulisan/Karangan
a. Ditulis menggunakan bahasa Indonesia;
b. Asli, bukan terjemahan/saduran, dan belum pernah dilombakan/
dipublikasikan;
c. Panjang naskah maksimal 1000 kata;
d. Sampul depan karangan diberi identitas sebagaimana terlihat dalam lampiran 1, halaman 14.

6. Tahapan Lomba
a. Babak Penyisihan

1) Peserta mendaftarkan diri dengan cara mengisi dan mengirimkan formulir ke laman: dipsmp.kemdikbud.go.id/pesertadidik (formulir dapat diunduh di laman yang sama);

2) Mengirimkan naskah cerita pendek dalam bentuk soft-copy ke website dipsmp.kemdikbud.go.id/pesertadidik;

3) Peserta boleh mengirimkan maksimal dua naskah cerita pendek asalkan dikirim sekaligus;

4) Menyertakan surat rekomendasi mengikuti lomba dari kepala sekolah;

5) Surat keterangan orisinilitas/keaslian naskah (format surat orisinalitas dapat diunduh di laman dipsmp.kemdikbud.go.id/pesertadidik);

6) Naskah paling lambat sudah diterima panitia pada 31 Agustus 2018;

7) Naskah yang masuk akan dinilai dan diseleksi oleh Dewan Juri.

b. Babak Final

1) Peserta dengan karya cerpen terbaik dari setiap provinsi akan mengikuti lomba cipta cerpen tingkat nasional.

2) Dewan Juri menetapkan enam karya peserta terbaik (Juara 1, 2 dan 3 serta Juara Harapan 1, 2 dan 3.

7. Pelaksanaan Babak Final

a. Peserta wajib mengikuti workshop penulisan kreatif yang diselenggarakan panitia;

b. Babak final akan berlangsung sehari setelah workshop;

c. Peserta dikumpulkan di satu ruangan yang representatif dan kedap internet (offline).

d. Penulisan naskah di babak final akan berlangsung selama satu hari dari jam 08.00 s.d jam 16.00.

e. Peserta menulis dengan laptop/komputer yang disediakan panitia dan harus offline selama proses penulisan.

f. Peserta diperbolehkan membawa bahan-bahan, buku, referensi yang dibutuhkan dengan catatan berupa bahan-bahan tercetak (bukan online).

8. Persyaratan Dewan Juri

Dewan juri berjumlah tiga orang yang terdiri atas (1) akademisi/pengajar sastra dari perguruan tinggi, (2) badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Kemdikbud), dan (3) organisasi profesi dan/atau penulis (sastrawan, pemerhati, wartawan budaya, pekerja seni) yang berkompeten.

Adapun Persyaratan Dewan Juri, yaitu:

a. Minimal sarjana bahasa/sastra atau profesional/praktisi dalam bidang kesusastraan;

b. Independen dan berintegritas.

9. Kriteria Penilaian

Penilaian hasil lomba cipta cerpen dilakukan terhadap empat aspek:
a. Bahasa
1) Tata bahasa;
2) Kemampuan menyusun kalimat;
3) Kekayaan diksi dan idiom;
4) Teknik penulisan. b. Teknik Penulisan
1) Kelancaran bercerita;
2) Kekuatan piranti pembangun cerita (alur, penokohan, konflik, latar/
setting);
3) Koherensi logika penceritaan c. Kesesuaian dengan Tema
Karangan harus disesuaikan dengan tema/subtema yang ditentukan panitia.

LOMBA DEBAT BERBAHASA INDONESIA

1. Latar belakang

Dalam rangka menghadapi tantangan era global, situasi saat ini membutuhkan generasi muda Indonesia yang cakap dan tangguh untuk mengawal dan memperkuat jati diri bangsa dengan kekuatan bangsa. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan Debat Berbahasa Indonesia merupakan media untuk mengekspresikan seni berbicara; melatih kepekaan; melatih disiplin dan tanggung jawab; serta memperdalam dan memperkuat kecintaan peserta debat terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.

Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi menjadi alat aktualisasi diri, terutama untuk mengekspresikan perasaan dan hasil pemikiran dalam konteks budaya akademik bagi para siswa. Kegiatan Lomba Debat Berbahasa Indonesia ini diharapkan mampu meningkatkan kecakapan siswa SMP dalam berbicara, mengeluarkan pendapat, ide, maupun solusi untuk sebuah topik/permasalahan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

2. Tujuan
a. meningkatkan sikap positif berbahasa Indonesia;
b. mendorong dan mengembangkan minat serta bakat seni berbicara siswa;
c. meningkatkan kreativitas siswa dalam berbicara;
d. meningkatkan kepekaan dan mempertajam argumentasi dalam upaya pembentukan karakter siswa;
e. meningkatkan rasa persatuan, kesatuan, patriotisme, dan memupuk sikap saling menghargai antarsiswa; dan
f. menumbuhkan rasa memiliki dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa.

3. Tema

Tema Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) Tingkat SMP Tahun 2018 ialah
Dunia tanpa Batas. Subtema kegiatan ini adalah:
a. kebhinekaan Indonesia;
b. pendidikan berkarakter, dan/atau;
c. kepedulian terhadap lingkungan hidup.

4. Proses Seleksi

Peserta Debat Bahasa Indonesia siswa SMP Tahun 2018

a. mengirimkan esai argumen yang akan disajikan sesuai dengan topik yang dipilih sejumlah 500 kata dalam huruf Times New Roman 12 pt. Esai dikirim ke https://ditpsmp.kemdikbud.go.id/pesertadidik selambat-lambatnya 31
Agustus 2018. Peserta yang lolos seleksi akan diumumkan di web tersebut pada bulan September 2018;
b. melampirkan pindaian (scan) surat rekomendasi untuk mengikuti perlombaan dari kepala sekolah;
c. melampirkan biodata dan foto;
d. melampirkan surat pernyataan belum pernah menjadi juara Debat Bahasa pada tahun sebelumnya.

Catatan: butir d dibuat dalam satu surat pernyataan bermeterai Rp. 6.000 yang ditandatangani oleh peserta dan diketahui oleh Kepala Sekolah.

5. Juri Lomba

Juri lomba Debat Bahasa Indonesia siswa SMP Tahun 2018, yaitu Penyuluh Bahasa Bersertifikat berasal dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau Balai/Kantor Bahasa, Dosen Perguruan Tinggi yang berkompeten, dan Praktisi. Setiap babak lomba akan dinilai oleh 3 [tiga] orang dewan juri.

6. Ketentuan Olimpiade Debat

Debat Bahasa Indonesia siswa SMP Tahun 2018 akan diselenggarakan dengan format debat berstandar internasional dengan sistem debat Parlemen Inggris. Berikut ini ketentuan teknis Debat Bahasa yang meliputi format debat, bahasa dan topik, standar penilaian, serta penentuan pemenang.

a. Format Debat

1) Para peserta debat dan pendamping mengikuti taklimat (technical meeting). Dalam taklimat akan diundi nomor urut peserta dan babak tampil. Setiap babak tampil terdiri atas 4 tim, yaitu tim afirmasi pembuka, tim afirmasi penutup, tim negasi pembuka, dan tim negasi penutup. Setiap tim terdiri atas dua orang pembicara.

2) Penentuan topik pembahasan dan posisi tim ditentukan pada saat lomba akan dimulai. Seluruh tim akan diberikan waktu 15 menit untuk menyiapkan argumentasi maupun paparan sesuai dengan topik yang telah ditentukan.

3) Selama waktu persiapan 15 menit tim diperkenankan membuat catatan dengan menggunakan media internet, tetapi tim tidak boleh mendapatkan bantuan dari pihak luar, seperti pelatih dan pendukung.

4) Setiap kelompok tampil terdapat 4 tim dengan posisi Afirmasi Pembuka, Negasi Pembuka, Afirmasi Penutup, dan Negasi Penutup. Setiap pembicara akan berbicara dengan urutan sebagai berikut.

a) Pembicara 1 Afirmasi Pembuka b) Pembicara 1 Negasi Pembuka
d) Pembicara 2 Negasi Pembuka e) Pembicara 1 Afirmasi Penutup f ) Pembicara 1 Negasi Penutup g) Pembicara 2 Afirmasi Penutup h) Pembicara 2 Negasi Penutup

5) Setiap pembicara akan berbicara dalam waktu maksimal 7 menit.
Waktu akan dihitung saat pembicara mulai menyampaikan informasi. Jadi, waktu maksimal setiap babak lomba adalah 56 menit (untuk 8 pembicara).

6) Saat pembicara menyampaikan gagasan, informasi, ataupun
argumentasi, pembicara dari posisi lawan (afirmasi berlawanan
dengan negasi) diizinkan untuk menawarkan poin informasi. Poin
informasi adalah hal-hal yang hendak disampaikan pembicara
lainnya terhadap pembicara yang sedang berbicara. Informasi itu dapat berupa pertanyaan, tanggapan, atau sanggahan singkat yang bertujuan memperkaya informasi dan/atau mengukuhkan posisi.

7) Pembicara yang berada pada posisi yang sama (misalnya afirmasi pembuka dan afirmasi penutup) tidak diperkenankan menawar poin informasi kepada pembicara yang sedang berbicara.

8) Poin informasi disampaikan dengan cara memencet bel (jika ada) atau mengangkat tangan sambil mengatakan “Poin informasi”.

9) Pembicara yang sedang berbicara mempunyai hak penuh untuk menolak atau menerima tawaran poin informasi.

10) Jika poin informasi ditolak, pembicara dapat menawarkannya kembali nanti. Namun, jika poin informasi diterima, pembicara yang menawar poin informasi memiliki waktu maksimal 15 detik untuk menyampaikan poin informasi.

11) Keempat tim dalam setiap babak akan diberi peringkat, mulai dari peringkat pertama hingga keempat. Dalam setiap babak tersebut, setiap tim akan memperoleh poin kemenangan dengan perincian sebagai berikut.
a) Peringkat pertama memiliki tiga poin kemenangan;
b) Peringkat kedua memiliki dua poin kemenangan;
c) Peringkat ketiga memiliki satu poin kemenangan;
d) Peringkat keempat memiliki nol poin kemenangan.

12) Peserta tidak boleh meninggalkan ruang debat pada saat babak berlangsung.

13) Peserta tidak diperkenankan memberikan pernyataan yang berpotensi menimbulkan konflik suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

14) Babak penyisihan akan dilaksanakan dua kali putaran agar seluruh tim pernah menduduki posisi Afirmasi dan posisi Negasi. Oleh karena itu, sebuah tim dimungkinkan bertemu dengan tim lain lebih dari satu

15) Penentuan jadwal pertandingan yang mengatur peserta masuk ke dalam jadwal A atau B akan diumumkan oleh Dewan Juri.

16) Setelah babak pelaksanaan lomba debat selesai, semua peserta dipersilahkan menunggu di luar ruangan dan dewan juri akan berdiskusi untuk menentukan hasil debat.

17) Setelah penilaian juri, peserta kembali masuk ke ruangan untuk mendengarkan hasil babak tersebut. Dewan juri akan memberikan ulasan, evaluasi, ataupun tanggapan terhadap topik yang telah diperbedatkan dan jalannya debat. Peserta diperkenankan bertanya kepada dewan juri untuk mendapatkan masukan dan umpan balik.

18) Selama pertandingan debat berlangsung, para pendamping mengisi kertas (formulir) yang dibagikan oleh panitia tentang topik debat, jalannya debat, atau tampilan peserta.

b. Definisi dan Peran Peserta

1) Tim afirmasi adalah tim yang mendukung/setuju dengan pernyataan dalam topik, sedangkan tim negasi adalah tim yang tidak mendukung/ tidak setuju dengan pernyataan dalam topik.

2) Peran pembicara 1 Afirmasi Pembuka, yaitu memperjelas posisi, mendefinisikan istilah dalam topik, serta menyampaikan paparan/ argumentasi Tim Afirmasi Pembuka.

3) Peran pembicara 1 Negasi Pembuka, yaitu memperjelas posisi, menanggapi atau menyanggah pembicara sebelumnya, serta menyampaikan paparan/argumentasi Tim Negasi Pembuka.

4) Peran pembicara 2 Afirmasi dan Negasi Pembuka, yaitu memberikan tanggapan atau sanggahan serta menyampaikan paparan/ argumentasi baru dari tim.

5) Peran pembicara 1 Afirmasi dan Negasi Penutup, yaitu menyampaikan argumentasi baru yang mendukung atau menolak topik selain infomasi yang telah disampaikan oleh Tim Pembuka serta menyampaikan tanggapan atau sanggahan.

6) Peran pembicara 2 Afirmasi dan Negasi Penutup, yaitu merangkum debat yang telah berlangsung, memberikan tanggapan dan sanggahan terakhir, serta memberikan simpulan. Pembicara 2 Afirmasi dan Negasi Penutup tidak diperbolehkan menyampaikan argumentasi baru.

c. Bahasa dan Topik

1) Debat Bahasa Indonesia siswa SMP Tahun 2018 menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan situasi komunikasi, sedangkan bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah kebahasaan. Situasi komunikasi pada debat menggunakan bahasa Indonesia ragam formal.
2) Materi Olimpiade pada cabang lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat SMP Tahun 2018, yaitu Pendidikan Karakter melalui Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup sebagai Perekat Kebinekaan. Adapun topik yang dapat dipilih adalah sebagai berikut.

a) Menghilangnya toleransi antar-umat beragama di Indonesia;
b) Kesenian tradisional dianggap tertinggal zaman;
c) Jam Pelajaran mengajar PPKN perlu ditambah;
d) Bahasa daerah perlu dilestarikan;
e) Pendidikan karakter tidak perlu diintegrasikan pada pelajaran sekolah;
f ) Mengenal budaya suku lain melalui cerita rakyat;
g) Komunikasi lintas budaya melalui media sosial;
h) Produksi sinetron/film yang mempunyai tokoh dari berbagai suku perlu diperbanyak;
i) Tim sepak bola nasional perlu menyertakan anak-anak daerah;
j) Bermain games on line lebih asyik daripada bermain dolanan;
k) Pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab pemerintah;
l) Pentingnya pendidikan lingkungan hidup dalam pelajaran sekolah.

d. Standar Penilaian

Setiap paparan subtantif dari setiap pembicara akan dinilai dengan rentang nilai 50—100 poin dengan aspek penilaian sebagai berikut.

1) Penguasaan Materi
a) Pemenuhan kriteria posisi;
b) Pemenuhan argumentasi;
c) Kelengkapan materi;
d) Penggunaan sumber/rujukan.

2) Penguasaan Kebahasaan
a) Ketepatan tata bahasa;
b) Ketepatan bentuk dan pilihan kata;
c) Penggunaan gaya bahasa;
d) Keruntutan informasi.

3) Penyajian Materi
a) Kepercayaan diri;
b) Kesopanan;
c) Kesantunan;
d) Ketepatan paralinguistik.
e. Penentuan Pemenang

1) Pada akhir babak penyisihan, seluruh tim akan diperingkatkan berdasarkan poin kemenangan. Tim dengan poin jumlah kemenangan sama akan diurutkan berdasarkan nilai total setiap tim.

2) Setelah babak penyisihan, delapan tim dengan peringkat tertinggi akan bertanding pada babak semifinal, dengan komposisi pertandingan akan ditentukan oleh dewan juri.

3) Empat tim terbaik dalam babak semifinal akan lolos ke babak final untuk memperebutkan pemenang 1, 2, 3, dan 4.

4) Tim terbaik ke-5 dan ke-6 akan diambil dari 2 tim semifinalis yang belum lolos ke babak final dengan nilai tertinggi setelah tim yang masuk ke babak final.

5) Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

LOMBA KREATIVITAS CERITA BERBAHASA INGGRIS (Story Telling)

1. Latar Belakang

Salah satu teks yang menjadi bagian penting bagi pembangunan karakter generasi penerus adalah cerita. Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya serta adat istiadat adalah negara yang kaya akan cerita baik berupa dongeng, mitologi maupun jenis cerita lainnya. Kekayaan ini sudah selayaknya dipertahankan dan dilestarikan supaya generasi penerus tetap mengenal akar budayanya. Sebagai bagian dari masyarakat global yang juga bertanggung jawab terhadap masa depan bumi ini, generasi muda juga perlu memiliki semangat untuk menjadikan cerita asli Indonesia dikenal luas di dunia internasional agar nilai-nilai luhur bangsa ini dapat ditebarkan ke bangsa- bangsa lain. Caranya, antara lain, adalah dengan menyampaikan cerita-cerita asli Indonesia dengan bahasa pengantar yang dikenal luas, dan bahasa Inggris adalah salah satunya.

Dengan kemampuan membaca cerita berbahasa Inggris, generasi muda juga dapat memperoleh nilai-nilai luhur dari berbagai bangsa lain melalui cerita- cerita yang sudah banyak diterbitkan dalam bahasa Inggris. Melalui membaca cerita dan bercerita, siswa akan membandingkan, mengambil pelajaran dan menggunakannya untuk mengembangkan nilai-nilai yang bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya. Melalui kegiatan yang terarah, mengenal dan membaca cerita dari berbagai bangsa akan berpotensi membuka wawasan generasi penerus untuk pengembangan karakter bangsa yang terbuka, selalu ingin tahu, mudah beradaptasi, menghargai perbedaan, tidak merasa paling benar, dan bahkan akan semakin menyadari kekurangan diri dan budayanya. Namun di sisi lain, kegiatan tersebut juga akan berpotensi menumbuhkan kesadaran akan berbagai kelebihan yang dimiliki bangsa ini, yang akan berdampak pada tumbuhnya rasa bangga, percaya diri, dan semakin terkikisnya rasa rendah diri dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain.

Kreativitas cerita dalam bahasa Inggris (Story Telling) diharapkan mampu menjadikan generasi muda khususnya para remaja memiliki keinginan untuk menggali nilai-nilai positif dan mengurangi nilai-nilai negatif dari suatu cerita yang mereka baca dan tampilkan. Oleh karena itu, dengan story telling peserta dan penonton akan belajar tentang kearifan, karakter dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh keluarga, masyarakat, dan negara sendiri tetapi juga di tingkat regional dan internasional.

2. Tujuan
a. Meningkatkan kemampuan literasi siswa SMP melalui story telling;
b. Mengembangkan kreativitas dan daya fikir kritis siswa SMP dalam menafsirkan isi cerita, mengembangkan cerita, serta penampilan bercerita di depan publik;

secara lisan di depan publik dengan menggunakan kaidah bahasa Inggris yang baik dan benar;
d. Meningkatkan rasa percaya diri, sikap saling menghargai, totalitas, semangat bekerja keras, dan melakukan kerja sama.

3. Subtema Lomba

Subtema kreativitas cerita berbahasa Inggris 2018 adalah:
a. Kebhinekaan sebagai Potensi Kemajuan Bangsa;
b. Aksi Nyata untuk Lingkungan;
c. Kekayaan Maritim untuk Kesejahteraan Bangsa;
d. Nilai-nilai Masyarakat Madani;
e. IPTEK (Ilmu Pengetahuan, Teknologi) untuk Kesejahteraan Bangsa;
f. Kearifan Lokal sebagai Pilar Kekuatan Bangsa;
g. Kemanusiaan dan Moralitas di Tengah Kecanggihan Teknologi.

Bentuk cerita mencakup cerita rakyat (folklore), mitologi (myth), legenda (legend), dan fabel (fable) dengan “sentuhan baru” secara inovatif baik dalam penafsiran isi pesan, pengembangan alur cerita, ataupun teknik penyajiannya. Sebagai contoh, pendongeng atau story teller mampu mengubah susunan alur cerita, sudut pandang bercerita/gaya penceritaan, menambah detil cerita tanpa “merusak” inti cerita dan kreatifitas lainnya.

Penggunaan properti dan kostum diperbolehkan, namun hendaknya tidak mengganggu storyteller maupun penonton. Properti dan kostum yang berlebihan atau tidak mendukung tercapainya tujuan bercerita tidak disarankan. Story telling lebih menekankan kekuatan kata (power of words), ketercapaian pesan dan interaksi dengan penonton.

4. Prosedur dan Tahapan Lomba
a. Pendaftaran dan Seleksi

1) Cerita yang dipilih harus sesuai dengan tema/subtema lomba. Cerita dapat diambil langsung atau saduran dari cerita yang sudah ada, atau dimodifikasi sendiri oleh peserta. Isi cerita memberikan keteladanan dalam menerapkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.

2) Pendaftaran dilaksanakan secara terbuka bagi semua siswa SMP/ MTs (pada saat lomba) di seluruh Indonesia. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman ditpsmp.kemdikbud.go.id/pesertadidik selambat-lambatnya pukul 24:00 WIB, tanggal 31 Agustus 2018;

3) Formulir dan format proposal dalam bentuk softfcopy (PDF) dapat diupload pada laman di atas;

4) Peserta mengisi formulir pendaftaran dan proposal yang sudah diunduh pada laman di atas;
5) Peserta menyerahkan proposal dalam bahasa Inggris yang baik, yang ditulis dengan huruf Times New Roman, ukuran 12, pada kertas A4, dengan spasi 1,5. Proposal memuat:
a. Ulasan singkat tentang pengetahuan dan pemahaman peserta, tentang story telling, dengan merujuk pada sumber-sumber yang baik. Sebutkan referensinya. (± 250 kata);
b. Ringkasan singkat tentang 1 (satu) cerita lokal dan 1 (satu) cerita dari negara lain yang akan Anda sampaikan pada lomba story telling tingkat nasional. (± 500 kata/cerita);
c. Alasan Anda memilih masing-masing cerita tersebut. (± 50 kata/
cerita);
d. Tujuan Anda memilih masing-masing cerita tersebut. (± 50 kata/
cerita);
e. Rekaman video penyampaian cerita tersebut oleh peserta, dalam format VCD/DVD.

Selanjutnya sebagai bahan kurasi tahap pertama, semua berkas; formulir, proposal, (dalam bentuk cetakan) dan video format VCD/DVD dikirim melalui pos selambat-lambatnya Tanggal 31 Agustus 2018 sesuai dengan cap pos, ditujukan kepada:


Direktorat Pembinaan SMP
up. Kegiatan Bakat dan Prestasi
Subdit Peserta Didik
Direktorat Pembinaan SMP, Ditjen Dikdasmen
Kompleks Kemdikud, Gedung E lantai 17
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
Telepon/faksimili 021-5725683,
Surel: bakatprestasi.psmp@kemdikbud.go.id



Masing-masing provinsi akan diambil satu terbaik, sehingga jumlah keseluruhan terdiri dari tigapuluh empat peserta (dari 34 propinsi) dan akan mengikuti babak penyisihan tingkat nasional.

b. Babak Penyisihan Nasional

1) Setiap peserta menyampaikan dua cerita, (1) cerita lokal dari daerah domisil peserta maupun dari daerah lain di seluruh Indonesia, dan (2) cerita asing dari manca negara di seluruh dunia (bukan hanya dari negara penutur asli bahasa Inggris);

2) Cerita yang ditampilkan harus sesuai dengan cerita yang dilampirkan dalam proposal;

peserta menyatakan siap atau memberi kode pada tim juri.

4) Sepuluh peserta terbaik akan dipilih untuk masuk ke babak final. c. Babak Final Nasional
Babak ini akan mempertandingkan 10 finalis. Para finalis harus menjalani dua kegiatan penting, yaitu tahap pra-final dan tahap final. Prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

1) Tahap Pra-final:

a) Peserta mempersiapkan diri untuk menyampaikan cerita pada babak final (peer collaboration). Latihan persiapan ini secara formal dilaksanakan di bawah bimbingan tim juri dalam ruang tertutup, tanpa dihadiri oleh guru pendamping, maupun orang tua. Di tahap ini, para finalis hendaknya saling bekerja sama menggali potensi karakter atau kekhasan masing-masing;
b) Para finalis secara bersama-sama mencari dan menyepakati tiga cerita lokal dan tiga cerita mancanegara untuk diusulkan kepada juri;
c) Bersama para juri, para finalis berdiskusi untuk memilih dan menentukan satu cerita lokal dan satu cerita mancanegara yang akan disampaikan pada babak final;
d) Semua finalis menyampaikan cerita yang sama yang telah disepakati;
e) Sebelum babak final berlangsung, para finalis dapat melakukan pengendapan (persiapan pribadi);

2) Tahap Final:

a) Menyampaikan cerita lokal, sampai semua selesai;

b) Menyampaikan cerita dari manca negara sampai semua selesai;

c) Mengenakan busana yang tidak merepotkan peserta maupun pembimbingnya;

d) Waktu bercerita maksimal 6 menit. Waktu dihitung saat peserta menyatakan siap atau memberi kode pada tim juri

LOMBA CIPTA PUISI

1. Latar Belakang

Apresiasi terhadap karya sastra dapat dilakukan dengan beragam cara, di antaranya adalah mencipta puisi. Dalam kegiatan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, siswa mendapatkan pengalaman menulis puisi. Kemampuan menulis puisi akan berkembang dengan baik jika siswa memiliki kekayaan akan bacaan. Menulis dan membaca merupakan aktivitas yang tidak bisa dipisahkan. Membaca akan meningkatkan pemahaman, wawasan, dan pengetahuan. Menulis dapat meningkatkan keterampilan berbahasa dan menciptakan karya sastra. Dengan demikian, kedua kegiatan tersebut secara langsung dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berliterasi.

Cipta puisi termasuk ke dalam ranah apresiasi produktif, yaitu suatu aktivitas kreatif yang menghasilkan tulisan dengan kualitas estetik. Tulisan memiliki kualitas estetik jika mampu memberikan pengalaman, pengetahuan, keindahan, dan daya gugah bagi pembaca. Mencipta puisi membutuhkan kepekaan terhadap berbagai persoalan kehidupan, kekayaan imajinasi, kecermatan memilih kata, menciptakan bahasa kias, dan menyusunnya menjadi rangkaian kata dengan memperhitungkan aspek lima. Ramuan berbagai aspek tersebut menghasilkan puisi yang mampu memberikan makna kepada pembaca.

Pada kegiatan olimpiade literasi ini, lomba cipta puisi dirancang dengan memperhatikan kemampuan siswa dalam memahami tema, menyerap realitas kehidupan, memahami bacaan, mengolah imajinasi, dan kemampuan menuangkannya dalam bentuk puisi. Tema lomba cipta puisi dipilih dengan memperhatikan fenomena kekinian yang secara konkrit dihadapi siswa dalam kehidupan. Harapannya siswa memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan kehidupan dan mampu menautkannya dengan wawasan dan pengetahuan yang diperolehnya dari membaca. Dengan demikian, puisi yang diciptakan adalah hasil pengolahan realitas, kekayaan wawasan dan pengetahuan, serta kemampuan mengolah imajinasi yang diwujudkan dalam rangkaian kata yang memiliki kualitas keindahan.

2. Tujuan

a. Meningkatkan dan mengembangkan apresiasi sastra di kalangan siswa
SMP/MTs negeri dan swasta atau yang sederajat;
b. Mengembangkan kreativitas dan menambah kecintaan siswa terhadap ilmu pengetahuan dalam bidang sastra, khususnya cipta puisi dan baca puisi;
c. Menyalurkan potensi siswa di bidang bahasa dan sastra, khususnya dalam bidang menulis dan membaca puisi;
d. Menumbuhkan kepekaan dan empati siswa pada persoalan-persoalan di lingkungan mereka, baik dalam skala lokal, regional, nasional, bahkan global.
e. Menumbuhkan perasaan bangga dan cinta akan kebhinekaan bangsa. f. Mengembangkan sikap kompetitif dan sportif dalam diri siswa.

3. Tema

Tema: “Dunia Tanpa Batas”

Tema ini dijabarkan dalam beberapa subtema sebagai berikut:
a. Kebhinekaan bangsa Indonesia;
b. Nilai kemanusian dan moral dalam masyarakat modern;
c. Aku, lingkungan alam, dan kemajuan teknologi.

4. Ketentuan Lomba

a. Penciptaan puisi berdasarkan kemampuan memadukan realitas dan imajinasi yang ditopang dengan kekayaan akan bacaan;
b. Judul puisi bebas berdasarkan tema yang telah ditentukan;
c. Jumlah kata dalam penciptaan puisi minimal 50 kata dan maksimal 250 kata;
d. Puisi diketik dengan jenis huruf Times New Roman, font 12 dengan spasi 1,5;
e. Karya puisi merupakan karya asli, bukan terjemahan dan karya orang lain dengan melampirkan surat pernyataan keaslian karya.
f.
g. Sampul depan karya puisi diberi identitas: nama siswa, asal sekolah, kabupaten/kota, dan provinsi.

5. Teknis Pelaksanaan Lomba
a. Lomba cipta puisi dapat diikuti oleh seluruh siswa sekolah jenjang SMP/MTs negeri dan swasta atau yang sederajat di seluruh Indonesia.
b. Peserta mengirimkan 3 naskah puisi kepada Panitia Olimpiade Literasi Siswa Nasional Sekolah Menengah Pertama Tahun 2018. Batas akhir pengiriman karya puisi Tgl 31 Agustus 2018 (sesuai cap pos) dengan alamat: Sekretariat Lomba (pada BAB II poin F halaman 7).

c. Juri menilai dan memilah karya puisi terbaik dari setiap provinsi.
d. Peserta dengan karya puisi terbaik dari setiap provinsi akan mengikuti lomba cipta puisi tingkat nasional.

e. Pada saat pelaksanaan lomba cipta puisi tingkat nasional, juri akan menyiapkan bahan bacaan sesuai tema yang akan menjadi bahan siswa untuk membuat puisi. Peserta wajib membaca bahan bacaan tersebut untuk pengayaan dalam proses penciptaan puisi.

f. Peserta lomba tingkat nasional wajib mengikuti workshop penulisan puisi yang diselenggarakan panitia dengan juri instruktur pemandu. Workshop dilakukan sehari sebelum lomba tingkat nasional dilaksanakan.

6. Teknis Pelaksanaan Tingkat Nasional
a. Puisi diciptakan saat lomba berlangsung.
b. Juri memberikan wawasan tentang proses kreatif penciptaan puisi sebelum lomba berlangsung.
c. Juri menyediakan bahan bacaan yang terkait dengan tema lomba.
Peserta diperbolehkan membawa buku-buku yang terkait dengan tema dan mendukung proses penciptaan puisi. Jika buku yang dibawa berupa kumpulan puisi atau memuat puisi, maka peserta wajib melaporkan dengan cara mengisi daftar buku bacaan yang disediakan panitia.
d. Kegiatan mencipta puisi dan membaca buku merupakan kegiatan yang bersifat integral.
e. Waktu yang disediakan untuk mencipta puisi dan membaca buku adalah
180 menit.
f. Puisi diketik pada laptop yang disediakan oleh panitia.
g. Peserta tidak boleh menggunakan telpon genggam selama lomba berlangsung.

7. Aspek Penilaian
a. Penafsiran Tema b. Diksi
c. Citraan
d. Bahasa Kias (metafor, metonimi, simbol)
e. Sarana Retorik
f. Bunyi dan aspek puitik (rima, asonansi, aliterasi)

8. Dewan Juri
a. Juri berasal dari lingkungan akademis yang memiliki keahlian di bidang bahasa dan sastra Indonesia atau sastrawan/penyair;
b. Memiliki kompetensi di bidangnya dan pernah menjadi juri di bidang cipta puisi;
c. Dapat bertindak adil, profesional, berintegritas, dan independen.

BAB IV PENUTUP

Keberhasilan penyelenggaraan Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tahun 2018 ditentukan oleh semua unsur yang berkepentingan dalam melaksanakan kegiatan secara tertib, teratur, penuh disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Dengan memahami Buku Panduan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tahun 2018 ini diharapkan panitia penyelenggara, peserta dan pihak-pihak lain dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan Festival Literasi Siswa Nasional ini mencapai hasil secara optimal.

Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan perlombaan ini akan ditentukan kemudian oleh panitia penyelenggara berupa surat keputusan tambahan, adendum atau aturan tambahan dalam peraturan pertandingan/ perlombaan ini. Seluruh keputusan Dewan Juri dan panitia penyelenggara yang tercantum di dalam peraturan perlombaan di atas adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Menyadari masih banyak kekurangan dalam Buku Panduan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tahun 2018 ini, kami sangat mengharapkan kritik dan saran sebagai bahan masukan bagi perbaikan penyelenggaraan OLSN SMP di tahun-tahun mendatang.

Semoga panduan ini dapat membantu dalam mencapai sasaran yang diharapkan.



Demikian tulisan tentang

Download Buku Panduan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tahun 2018

Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu!


InformasiGuru.Com Updated at: 20.49

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!