7 Permintaan Menag Saat Wukuf Arafah

| 21 Agustus 2018

Tujuh/ 7 Pesan dan Permintaan  Menteri Agama Lukman Hakim Saat Wukuf Arafah

Tujuh/ 7 Pesan Menteri Agama Lukman Hakim Saat Wukuf Arafah






Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutannya kala puncak wukuf di Arafah, Senin (20/08) siang. Ribuan jemaah haji tampak mendatangi tenda Indonesia yang disulap menjadi masjid.

Dalam 7/ tujuh pesan serta permintaan yang disampaikannya, beliau salah satunya meminta kepada jemaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesempatan berada di tempat dan hari agung. “Alhamdulillah kita mendapat kesempatan hadir di tempat ini bersama jutaan manusia dari seluruh penjuru bumi,” pinta Menag.

Tampak pula dalam acara puncak wukuf di Arafah ini Dubes Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan beberapa dubes lainnya, Pimpinan dan Anggota DPR, DPD, BPK, dan Komisi Pengawas Haji Indonesia.

Menag juga menyampaikan, Allah membanggakan umat-Nya yang bersusah payah hadir dari berbagai penjuru dunia dengan susah payah, untuk memohon ampunan-Nya. “Oleh karenanya, Allah kemudian mendekat kepada hamba-Nya di hari Arafah, dengan menurunkan rahmat, kemulian dan maghfirah (ampunan)-Nya,” terang Lukman.

Ketiga, Menag menandaskan, saat wukuf maka jemaah berada di dimensi ruang dan waktu yang sangat istimewa. Karenanya Menag meminta untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar selalu mendapat perlindungan dari Allah Swt. “Semoga kita juga dihindarkan dari cobaan dan bencana, perselisihan dan permusuhan serta ditingkatkan rasa persaudaraan demi terpeliharanya keutuhan NKRI,” imbuh Menag. Selain itu pihaknya juga meminta agar jemaah mendoakan warga Lombok yang tengah mendapat musibah gempa bumi.

Keempat, Menag juga menyinggung bahwa pelaksanaan wukuf kali ini hanya berselang beberapa hari dari perayaan HUT Kemerdekaan ke-73 Indonesia. “Rasa syukur tak terhingga atas nikmat kemerdekaan kita panjatkan dari tempat mulia ini,” ungkap Menag.

Kelima, Menag mengingatkan kembali pesan Rasulullah saat haji wada’ 15 abad silam yakni kewajiban muslim menjaga darah, harta dan kehormatan. Keenam, menurut Menag keimanan sejati dapat dibuktikan dengan cinta sesama dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.


Ketujuh, salah satu prinsip Islam dalam membangun masyarakat adalah menyatukan individu-individu. “Semangat persaudaraan itulah yang menggerakkan kaum muslimin di Madinah untuk menyambut hangat kedatangan kaum muhajirin,” urai Menag. “Semangat ini penting untuk kita kembangkan, kaitannya menyongsong pesta demokrasi 2019,” tambahnya.

Sementara itu, Menag juga memberikan apresiasi kepada petugas haji yang memberikan kemampuan terbaik. “Saya trenyuh (terharu) saat mengetahui banyak petugas memutuskan tidak berhaji dengan tidak mengenakan ihram,” papar Menag.

Sementara dua tanda haji mabrur menurut Menag adalah meningkatnya rasa kepedulian dan menebarkan kedamaian dimanapun berada. “Maka mari kita manfaatkan di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah, agar menjadikan haji kita mabrur,” himbaunya sekaligus menutup sambutannya.

Sekian tulisan yang berjudul:

7 Permintaan Menag Saat Wukuf Arafah

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu!


InformasiGuru.Com Updated at: 10.19

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!