Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Latar Belakang Hadirnya Full Day School (FDS)

Keunggulan dan Kelemahan Sistem Full Day School (FDS)


Latar Belakang Muncul dan Hadirnya Full Day School (FDS)
Pict by: Pixabay





Awal kemunculan sistem pendidikan Full Day School (FDS) di negara kita sebenarnya ditandai dengan banyak hadirnya sekolah-sekolah berlabel "Sekolah Unggulan" yakni sekitar pada tahun sembilan puluhan. Dahulu sekolah-sekolah swasta dan sekolah-sekolah yang bernuansa Islam yang menjadi pioneer (pelopor) dalam hadir dan munculnya sekolah-sekolah unggulan ini. Secara ideal, pengertian sekolah unggulan ialah sekolah yang memfokuskan diri hanya pada kualitas proses pembelajarannya, kualitas input siswanya justru bukan menjadi prioritas. Pada proses selanjutnya, hal ini kemudian terus dikembangkan menjadi bentuk yang lebih variatif dan akhirnya menjadi semacam "merk dagang", diantara pengembangan itu adalah salah satunya lahir istilah Full Day School (FDS).


Full Day School (FDS) itu sendiri umumnya berlangsung mulai dari pukul 06.45 sampai dengan pukul 15.00 WIB. Dengan banyaknya alokasi waktu belajar ini, para siswa relatif banyak menghabiskan waktu mereka di sekolah bersama dengan para siswa lainnya. Konsekuensi dari sistem pendidikan Full Day School (FDS) ini adalah salah satunya terletak pada biaya yang umumnya 'relatif mahal' jika dibandingkan dengan sekolah umum. Hal ini terjadi karena baik kuantitas maupun kualitas pendidikan yang dipunyai oleh sekolah yang menerapkan FDS ini jauh lebih komplet dan lebih bagus. Di dalam sistem pendidikan Full Day School (FDS) ini tidak semata-mata menghabiskan semua waktunya dari pagi hingga sore hanya untuk belajar di dalam kelas tetapi ada pula sebagian waktu yang dialokasikan untuk pengayaan materi seperti di luar kelas atau luar ruangan.

Sistem pendidikan Full Day School sendiri mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini akan kami rincikan apa saja kekurang dan kelebihan sistem FDS ini.

- Kelebihan dan keunggulan sitem Full Day School (FDS):

* Para siswa mendapatkan metode pendidikan yang jauh lebih variatif dan penuh ide apabila dibandingkan dengan sekolah reguler pada umumnya.
* Selain kualitas pendidikan yang lebih baik daripada sekolah reguler, kuantitas waktu pada sistem FDS ini juga lebih panjang dan padat.
* Para pendidik di sistem FDS ini dibebani dengan target untuk mengelola suasana belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan agar siswa tidak merasa bosan dan tetap antusias menerima pelajaran.
* Proses masuk ke sekolah berstandar Full Day School (FDS) ini sangat ketat dan harus memenuhi kriteria atau persyaratan khusus.
* Para orangtua merasa nyaman menitipkan anak-anak mereka di sekolah dengan sistem ini sampai mereka pulang dan selesai bekerja.
* Meningkatkan prestise serta gengsi para orangtua di masyarakat.

- Kelemahan dan kekurangan sistem Full Day School (FDS):

* Siswa biasanya merasa cepat bosan dan malas dengan lingkungan sekolah dikarenakan banyaknya waktu yang musti mereka tempuh dan lalui di sekolah.
* Siswa relatif cepat merasa stress dengan berbagai tekanan yang ada di sistem FDS ini.
* Kurangnya waktu bermain yang mereka miliki.
* Mayoritas waktu siswa terkuras di lingkungan sekolah dan justru kebersamaan dengan keluarganya hanya tersisa sedikit waktu saja.
* Siswa tidak memiliki cukup waktu untuk bersosialisasi, baik dengan keluarganya sendiri maupun dengan masyarakat tempat tinggalnya.

Itulah kiranya hal-hal yang melatarbelakangi hadir dan munculnya sistem Full day School di Indonesia beserta kelebihan dan kekurangan sistem FDS ini. Jika ditilik jauh ke belakang, sebenarnya sistem pendidikan Full Day School (FDS) bukanlah hal yang baru. Sistem ini telah lama dipraktekkan dalam tradisi pesantren dengan sistem asrama atau pondok, walaupun dalam bentuknya yang masih relatif sangat sederhana.



Posting Komentar untuk "Latar Belakang Hadirnya Full Day School (FDS)"