Cara Menandai Siswa “Layak PIP” di Aplikasi Dapodik + Isi Alasan Layak yang Benar
Menandai siswa sebagai “Layak PIP” di aplikasi Dapodik adalah langkah wajib agar mereka bisa diusulkan sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Anggaran 2026. Namun, banyak operator sekolah masih bingung: di mana letak fiturnya? dan bagaimana menulis “Alasan Layak” yang benar agar tidak ditolak verifikator?
Berdasarkan Surat Resmi Kemendikdasmen Nomor 0056/J5/LP.01.00/2026, setiap satuan pendidikan wajib memperbarui status “Layak PIP” dan mengisi kolom “Alasan Layak” secara objektif, transparan, dan faktual.
Artikel ini memberikan panduan teknis langkah demi langkah—tanpa perlu screenshot—plus contoh alasan layak yang sering diterima oleh tim verifikasi pusat.
📍 Langkah-Langkah Menandai Siswa “Layak PIP” di Dapodik
- Buka aplikasi Dapodik versi terbaru (pastikan sudah login sebagai operator sekolah).
- Pilih menu “Peserta Didik” di sidebar kiri.
- Cari nama siswa calon penerima PIP, lalu klik “Ubah Data”.
- Gulir ke bagian bawah tab “Data Pribadi” hingga menemukan kolom:
- Status Layak PIP → pilih “Ya” dari dropdown.
- Alasan Layak PIP → isi dengan kalimat deskriptif (contoh di bawah).
- Pastikan 6 variabel data mandatori PIP sudah lengkap:
- NIK
- NISN
- Tanggal Lahir
- Nama Ibu Kandung
- Jenis Pekerjaan Orang Tua
- Penghasilan Orang Tua
- Klik “Simpan”, lalu lakukan sinkronisasi sebelum tanggal cut off:
- Fase 1: 31 Januari 2026
- Fase 2: 31 Agustus 2026
📝 Contoh “Alasan Layak PIP” yang Benar & Sering Diterima
Alasan harus spesifik, faktual, dan mencerminkan kondisi ekonomi keluarga. Hindari kalimat umum seperti “miskin” atau “butuh bantuan”.
Berikut contoh alasan layak yang sering lolos verifikasi:
- “Orang tua bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak tetap kurang dari Rp1 juta per bulan.”
- “Siswa yatim piatu, tinggal bersama nenek yang pensiunan guru honorer tanpa penghasilan tetap.”
- “Tidak memiliki KIP/KKS/KPS, orang tua wiraswasta berjualan gorengan dengan omzet harian rata-rata Rp30.000.”
- “Ayah meninggal, ibu bekerja sebagai pembantu rumah tangga di luar kota, penghasilan tidak mencukupi biaya sekolah.”
- “Keluarga terdampak PHK permanen sejak 2024, saat ini tidak memiliki sumber penghasilan tetap.”
❌ Hindari Kalimat Ini Saat Mengisi “Alasan Layak”
- “Anaknya pintar tapi miskin.”
- “Butuh uang untuk bayar SPP.”
- “Orang tuanya tidak mampu.” (terlalu umum)
- “Tidak punya KIP.” (ini fakta, bukan alasan—harus dikombinasikan dengan kondisi ekonomi)
Ingat: Tim verifikasi mencari **indikator kemiskinan/kerentanan**, bukan prestasi akademik atau keinginan umum.
💡 Tips Tambahan
- Jika siswa memiliki KIP/KKS/KPS, cukup tandai “Layak PIP = Ya” — kolom “Alasan Layak” boleh dikosongkan (sistem otomatis mengenali).
- Untuk siswa tanpa KIP, kolom “Alasan Layak” wajib diisi dengan detail kondisi sosial-ekonomi.
- Lakukan verifikasi lapangan jika ragu—misalnya kunjungi rumah siswa atau minta surat keterangan tidak mampu dari desa.
📌 Ingat Batas Waktu!
Data “Layak PIP” dan “Alasan Layak” hanya akan diproses jika disinkronkan sebelum:
- 31 Januari 2026 → untuk pencairan PIP Fase 1 (Januari–Juli 2026)
- 31 Agustus 2026 → untuk pencairan PIP Fase 2 (Agustus–Desember 2026)
Jangan sampai siswa yang berhak kehilangan kesempatan hanya karena kolom “Alasan Layak” tidak diisi dengan benar!
Referensi Resmi
Surat Pemberitahuan Batas Waktu Cut Off Dapodik
Nomor: 0056/J5/LP.01.00/2026
Tanggal: 13 Januari 2026
Dikeluarkan oleh: Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Kemendikdasmen
Bagikan panduan ini ke sesama operator Dapodik—bisa jadi penentu bagi puluhan siswa untuk mendapatkan hak pendidikannya!

Posting Komentar untuk "Cara Menandai Siswa “Layak PIP” di Aplikasi Dapodik + Isi Alasan Layak yang Benar"
Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!