Standar Proses 2026 untuk Guru SMK: Fokus pada Praktik Kerja Lapangan
Bagi guru SMK, Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 membawa kabar penting: Praktik Kerja Lapangan (PKL) bukan lagi sekadar “magang administratif”, melainkan bagian integral dari proses pembelajaran yang harus dirancang secara bermakna, kontekstual, dan holistik.
Semua ini tertuang dalam Pasal 13—satu-satunya pasal dalam Standar Proses 2026 yang secara eksplisit mengatur pendidikan kejuruan.
Apa Kata Pasal 13 Standar Proses 2026?
Pasal 13: “Selain pelaksanaan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3), pelaksanaan pembelajaran pada pendidikan menengah kejuruan dilakukan dengan memberi pengalaman nyata melalui praktik kerja lapangan.”
Artinya: PKL bukan pelengkap—tapi inti pembelajaran di SMK. Dan “pengalaman nyata” harus selaras dengan prinsip utama Standar Proses 2026: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan (Pasal 3).
Merancang PKL yang Bermakna: Bukan Cuma “Cari Tempat Magang”
Banyak sekolah masih memperlakukan PKL sebagai kewajiban administratif: cari DU/DI, isi absen, kumpulkan laporan. Tapi Standar Proses 2026 menuntut lebih:
- Murid memahami tujuan setiap tugas (berkesadaran),
- Tugas relevan dengan kompetensi keahlian & dunia kerja nyata (bermakna),
- Ada ruang untuk refleksi, kreasi, dan umpan balik (menggembirakan).
Panduan Praktis: 5 Langkah Merancang PKL Sesuai Standar Proses 2026
1. Integrasi dengan Tujuan Pembelajaran
Jangan lepas PKL dari RPP. Setiap kompetensi dasar di kelas harus punya kaitan langsung dengan aktivitas di dunia usaha/industri (DU/DI).
Contoh (Teknik Komputer & Jaringan): “Murid mampu mendiagnosis gangguan jaringan → di PKL, mereka ikut troubleshooting jaringan kantor.”
2. Libatkan DU/DI Sejak Perencanaan
Kirim surat tidak cukup. Lakukan rapat koordinasi awal untuk menyepakati:
- Jenis tugas yang diberikan
- Durasi & intensitas
- Mentor industri
- Indikator keberhasilan
3. Sertakan Dimensi Holistik (Olah Pikir–Hati–Rasa–Raga)
- Olah pikir: analisis kasus teknis di tempat PKL
- Olah hati: refleksi etika kerja, tanggung jawab, kolaborasi tim
- Olah rasa: dokumentasi visual (foto/video proses kerja kreatif)
- Olah raga: keterampilan teknis langsung (solder, coding, servis mesin, dll)
4. Bangun Sistem Asesmen Partisipatif
Penilaian PKL tidak hanya dari guru atau pembimbing industri, tapi juga:
- Portofolio proyek nyata (misal: website yang dibuat, laporan audit akuntansi)
- Refleksi harian/mingguan oleh siswa
- Penilaian oleh siswa terhadap relevansi & kualitas PKL (sesuai Pasal 19!)
5. Akhiri dengan Aksi Nyata
Setelah PKL, murid tidak hanya presentasi—tapi:
- Menyusun rekomendasi perbaikan untuk DU/DI
- Membuat produk akhir yang bisa dipamerkan/digunakan
- Menginspirasi adik kelas lewat sharing session
Contoh Penerapan Berdasarkan Bidang Keahlian
| Bidang Keahlian | Aktivitas PKL Bermakna |
|---|---|
| Akuntansi | Membantu penyusunan laporan keuangan UMKM + memberi saran digitalisasi pencatatan |
| Tata Boga | Membuat menu inovatif berbasis bahan lokal + uji coba di kantin mitra |
| Rekayasa Perangkat Lunak | Mengembangkan aplikasi manajemen inventaris untuk bengkel mitra |
| Agribisnis | Mendampingi petani dalam penerapan pertanian organik + membuat konten edukasi |
Mengapa Ini Penting untuk SMK?
Karena lulusan SMK harus langsung siap kerja. Dengan PKL yang bermakna:
- Kompetensi teknis benar-benar teruji
- Soft skills terbangun alami
- Jejaring industri terbentuk sejak sekolah
- Sekolah jadi mitra strategis bagi dunia usaha
Langkah Selanjutnya untuk Guru SMK
Review ulang program PKL tahun ajaran ini. Apakah sudah mencerminkan “pengalaman nyata” seperti yang diamanatkan Pasal 13? Jika belum, mulailah dengan satu perubahan kecil: tambahkan sesi refleksi mingguan atau libatkan siswa dalam menilai kualitas PKL.
Ingat: SMK unggul bukan karena banyak PKL—tapi karena PKL-nya bermakna.
Tags: standar proses 2026 smk, PKL bermakna, praktik kerja lapangan 2026, Pasal 13 Permendikdasmen, guru SMK, pembelajaran kejuruan

Posting Komentar untuk "Standar Proses 2026 untuk Guru SMK: Fokus pada Praktik Kerja Lapangan"
Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!