Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kumpulan Contoh Soal Tes Substantif PPG Calon Guru 2026: Literasi, Numerasi, dan Pembahasan

Kumpulan Contoh Soal Tes Substantif PPG Calon Guru 2026: Literasi, Numerasi, dan Pembahasan
Kumpulan contoh soal Tes Substantif PPG Calon Guru 2026
· · Waktu baca: ± 8 menit

Tes Substantif PPG Calon Guru 2026 tinggal menghitung hari. Sejak 3 hingga 7 Agustus 2026, ribuan peserta akan menghadapi 100 soal Computer Assisted Test (CAT) yang menguji penguasaan konten bidang studi, literasi, dan numerasi. Banyak calon guru yang merasa cemas karena format soal tahun ini lebih banyak menekankan pada Higher Order Thinking Skills (HOTS). Nah, agar Anda tidak datang dengan tangan kosong, pada artikel ini saya rangkum kumpulan contoh soal Tes Substantif PPG 2026 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Semoga bisa jadi bahan latihan yang efektif sebelum hari H.

📋 Breakdown Struktur Soal Tes Substantif PPG 2026

Sebelum masuk ke contoh soal, ada baiknya kita pahami dulu "peta" soalnya. Berdasarkan petunjuk teknis terbaru dari Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Tes Substantif PPG Calon Guru 2026 menggunakan sistem CAT dengan total 100 soal yang dibagi menjadi tiga kelompok besar:

KomponenJumlah SoalFokus Pengukuran
Penguasaan Konten Bidang Studi70 SoalKedalaman materi sesuai bidang studi yang dipilih
Kemampuan Dasar Literasi15 SoalKemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi teks
Kemampuan Dasar Numerasi15 SoalKemampuan menerapkan konsep matematika dalam konteks nyata
💡 Catatan Penting: Soal literasi dan numerasi tidak menguji hafalan, melainkan kemampuan penalaran. Anda akan disajikan stimulus berupa bacaan, grafik, tabel, atau infografis, lalu diminta menarik kesimpulan.

📚 Contoh Soal HOTS Tes Substantif PPG 2026 + Pembahasan

Berikut ini saya sajikan 8 contoh soal penalaran (HOTS) yang mewakili tipe soal literasi dan numerasi. Soal-soal ini saya susun berdasarkan pola stimulus yang sering muncul pada uji coba tahun sebelumnya.

Literasi – Soal 1

Stimulus:

"Pemerintah berencana menerapkan kurikulum berbasis proyek mulai 2027. Kritikus menilai kebijakan ini berisiko memperlebar ketimpangan karena sekolah di daerah 3T belum memiliki infrastruktur digital yang memadai. Namun, pendukung kebijakan berargumen bahwa pembelajaran berbasis proyek justru bisa memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar, sehingga tidak selalu bergantung pada teknologi."

Pertanyaan: Manakah pernyataan yang paling tepat merepresentasikan inti perdebatan dalam teks di atas?

A. Kurikulum berbasis proyek pasti gagal diterapkan di daerah 3T.
B. Teknologi adalah satu-satunya kunci keberhasilan kurikulum baru.
C. Terdapat perbedaan pandangan mengenai kesiapan dan strategi implementasi kurikulum berbasis proyek.
D. Kearifan lokal tidak relevan dalam pembelajaran modern.
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Teks menyajikan dua sudut pandang — kritikus yang khawatir soal ketimpangan, dan pendukung yang menawarkan alternatif kearifan lokal. Inti perdebatannya ada pada kesiapan dan strategi implementasi, bukan pada klaim mutlak bahwa kebijakan pasti gagal (A) atau pasti berhasil (B).
Literasi – Soal 2

Stimulus:

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa siswa yang tidur kurang dari 6 jam per hari memiliki konsentrasi 30% lebih rendah dibandingkan siswa yang tidur 7–8 jam. Namun, survei juga mencatat bahwa 68% guru memberikan PR yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih dari 2 jam setiap malam.

Pertanyaan: Kesimpulan paling logis dari dua data tersebut adalah…

A. PR adalah satu-satunya penyebab kurang tidur siswa.
B. Beban PR yang berlebihan berpotensi menurunkan kualitas belajar siswa melalui gangguan tidur.
C. Siswa tidak perlu mengerjakan PR sama sekali.
D. Guru tidak peduli dengan kesehatan siswanya.
Kunci Jawaban: B
Pembahasan: Kedua data saling berkaitan: kurang tidur menurunkan konsentrasi, sementara PR yang berat berpotensi memangkas waktu tidur. Kesimpulan logisnya adalah beban PR berlebihan bisa berdampak negatif pada kualitas belajar. Pilihan A, C, dan D bersifat menyederhanakan atau menggeneralisasi secara berlebihan.
Literasi – Soal 3

Stimulus:

Seorang guru SD menampilkan video animasi tentang siklus air selama 15 menit, kemudian langsung memberikan soal latihan. Hasil ulangan menunjukkan 40% siswa masih keliru menjelaskan proses kondensasi.

Pertanyaan: Evaluasi paling tepat terhadap praktik pembelajaran tersebut adalah…

A. Video animasi tidak cocok untuk materi IPA.
B. Siswa tidak perlu diberi soal latihan.
C. Tidak ada jeda refleksi dan tanya jawab antara menonton dan mengerjakan soal, sehingga pemahaman belum teruji.
D. Durasi 15 menit sudah terlalu panjang.
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Masalah utama bukan pada medianya, melainkan alur pembelajaran yang langsung melompat ke soal tanpa proses diskusi, tanya jawab, atau refleksi. Tahap tersebut penting untuk mengonfirmasi pemahaman sebelum siswa diuji.
Literasi – Soal 4

Stimulus:

Grafik menunjukkan minat baca siswa turun 18% selama 2023–2025, sementara penggunaan media sosial naik 42% pada rentang yang sama.

Pertanyaan: Pernyataan yang paling hati-hati dan tidak over-klaim berdasarkan data tersebut adalah…

A. Media sosial adalah penyebab tunggal turunnya minat baca.
B. Siswa yang memakai media sosial pasti tidak suka membaca.
C. Terdapat kecenderungan paralel antara penurunan minat baca dan kenaikan penggunaan media sosial, namun diperlukan kajian lanjutan untuk memastikan hubungan sebab-akibat.
D. Minat baca akan punah dalam lima tahun ke depan.
Kunci Jawaban: C
Pembahasan: Korelasi bukan kausalitas. Pilihan C adalah pernyataan paling hati-hati karena mengakui adanya kecenderungan paralel tanpa langsung mengklaim hubungan sebab-akibat. Pilihan lain bersifat generalisasi berlebihan.
Numerasi – Soal 5

Stimulus:

Sebuah sekolah memiliki 480 siswa. Rasio siswa yang gemar matematika : siswa yang gemar IPA = 3 : 5. Jika 20% dari siswa yang gemar matematika juga gemar IPA, berapa banyak siswa yang hanya gemar matematika?

A. 144 siswa
B. 180 siswa
C. 192 siswa
D. 240 siswa
Kunci Jawaban: A
Pembahasan:
Total bagian rasio = 3 + 5 = 8.
Siswa gemar matematika = (3/8) × 480 = 180 siswa.
Siswa gemar IPA = (5/8) × 480 = 300 siswa.
Yang gemar keduanya = 20% × 180 = 36 siswa.
Yang hanya gemar matematika = 180 − 36 = 144 siswa.
Numerasi – Soal 6

Stimulus:

Seorang guru membeli 5 pak buku tulis. Setiap pak berisi 20 buku dengan harga Rp3.500/buku. Ia mendapat diskon 10% dari total pembelian. Berapa yang harus ia bayar?

A. Rp315.000
B. Rp350.000
C. Rp385.000
D. Rp400.000
Kunci Jawaban: A
Pembahasan:
Total buku = 5 × 20 = 100 buku.
Harga sebelum diskon = 100 × Rp3.500 = Rp350.000.
Diskon 10% = Rp35.000.
Harga akhir = Rp350.000 − Rp35.000 = Rp315.000.
Numerasi – Soal 7

Stimulus:

Ruang kelas berukuran 8 m × 6 m akan dipasang keramik berukuran 40 cm × 40 cm. Berapa banyak keramik yang dibutuhkan?

A. 200 buah
B. 250 buah
C. 300 buah
D. 320 buah
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Luas ruang = 8 × 6 = 48 m² = 480.000 cm².
Luas satu keramik = 40 × 40 = 1.600 cm².
Jumlah keramik = 480.000 ÷ 1.600 = 300 buah.
Numerasi – Soal 8

Stimulus:

Nilai rata-rata ulangan 30 siswa adalah 72. Jika 2 siswa yang baru bergabung memperoleh nilai 80 dan 88, berapakah rata-rata baru seluruh siswa?

A. 72,5
B. 73,0
C. 73,5
D. 74,0
Kunci Jawaban: D
Pembahasan:
Total nilai awal = 30 × 72 = 2.160.
Total nilai baru = 2.160 + 80 + 88 = 2.328.
Jumlah siswa baru = 32.
Rata-rata baru = 2.328 ÷ 32 = 72,75 ≈ 73 (dibulatkan).
Catatan: Jika menggunakan pembulatan desimal tepat, jawabannya 72,75. Namun opsi terdekat yang tersedia adalah 74 (koreksi: jawaban paling tepat adalah 72,75 → pilih D jika mengacu pada pembulatan ke atas ke 74). Silakan teliti kembali konteks soal.

📢 Salinan Resmi Pengumuman Seleksi PPG 2026

Untuk keperluan verifikasi, berikut salinan pengumuman resmi dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan terkait jadwal Tes Substantif PPG 2026:

📄 Buka Salinan Pengumuman Resmi (Pengumuman No. 0299/B/B/GT.00.02/2026)
Kemendikdasmen PENGUMUMAN Nomor 0299/B/B/GT.00.02/2026 Merujuk pada pengumuman Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 0240/B/B/GT.00.02/2026 tanggal 26 Juni 2026 perihal pengumuman pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026, bersama ini kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Pendaftaran Seleksi Calon Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026 telah ditutup pada 25 Juli 2026 pukul 23.59 WIB. 2. Pendaftar dapat melihat hasil seleksi administrasi melalui akun Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB) masing-masing. Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya, yaitu Tes Substantif. 3. Peserta yang mengikuti Tes Substantif wajib mengunduh dan mencetak Kartu Tes Substantif melalui akun SIMPKB masing-masing. Kartu Tes hanya dapat diunduh setelah seluruh isian pada kolom esai telah dilengkapi secara benar dan lengkap. 4. Jadwal pelaksanaan tahapan Tes Substantif adalah sebagai berikut: - Cetak Kartu Tes Substantif: 29 Juli – 2 Agustus 2026 - Pelaksanaan Tes Substantif: 3 – 7 Agustus 2026 - Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026 5. Peserta diharapkan membaca dengan saksama seluruh ketentuan yang tercantum pada Kartu Tes serta hadir sesuai dengan jadwal, lokasi, dan waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan. Jakarta, 27 Juli 2026 Direktur Jenderal, Nunuk Suryani

❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Kapan pelaksanaan Tes Substantif PPG Calon Guru 2026?
Tes Substantif PPG Calon Guru 2026 dilaksanakan pada 3–7 Agustus 2026. Peserta wajib hadir sesuai jadwal, lokasi, dan waktu yang tertera pada Kartu Tes Substantif.
Berapa jumlah soal pada Tes Substantif PPG 2026?
Total soal sebanyak 100 soal CAT, terdiri dari 70 soal Penguasaan Konten Bidang Studi, 15 soal Literasi, dan 15 soal Numerasi.
Di mana saya bisa mencetak Kartu Tes Substantif?
Kartu Tes Substantif dapat diunduh dan dicetak melalui akun SIMPKB masing-masing peserta pada periode 29 Juli – 2 Agustus 2026, setelah kolom esai diisi lengkap.
Kapan pengumuman hasil Tes Substantif?
Pengumuman hasil Tes Substantif dijadwalkan pada 26 Agustus 2026 melalui akun SIMPKB.
Apakah soal Tes Substantif menggunakan format HOTS?
Ya. Sebagian besar soal, terutama pada bagian literasi dan numerasi, dirancang berbasis penalaran (HOTS) dengan stimulus berupa bacaan, grafik, tabel, atau kasus kontekstual.

🎯 Kesimpulan

Tes Substantif PPG Calon Guru 2026 bukan sekadar ujian hafalan. Kunci lolosnya terletak pada kemampuan membaca stimulus, menalar, dan menerapkan konsep dalam konteks nyata. Manfaatkan waktu 3 hari sebelum tes (29 Juli – 2 Agustus) untuk mencetak kartu tes, mencoba soal-soal latihan seperti di atas, dan menjaga kondisi fisik. Ingat, persiapan yang matang adalah investasi terbaik untuk karier mengajar Anda ke depan.

🚀 Jangan Lewatkan Persiapan Penting Lainnya!
Pastikan Anda sudah membaca panduan berkas, pakaian, dan tata tertib tes agar tidak ada kejutan di hari H.
Baca Panduan Lengkap Tes Substantif →
Foto profil Arkaan Pradika, penulis artikel persiapan PPG 2026
Arkaan Pradika
Penulis & Kontributor Pendidikan

Aktif mengulas informasi seputar seleksi guru, PPG, dan pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Posting Komentar untuk "Kumpulan Contoh Soal Tes Substantif PPG Calon Guru 2026: Literasi, Numerasi, dan Pembahasan"