Teks Asli Naskah Keputusan Kongres Pemuda 1928 Ejaan Lama (Siap Salin)
Pembacaan Naskah Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 merupakan salah satu susunan wajib dalam upacara bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Berdasarkan pedoman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pembacaan naskah ini menggunakan ejaan asli atau ejaan lama (Van Ophuijsen) sesuai naskah historis Poetoesan Congres Pemoeda-Pomoedi Indonesia. Artikel ini menyajikan teks asli lengkap yang siap disalin dan dicetak untuk memudahkan tugas pembaca naskah saat upacara berlangsung.
Kelengkapan Petugas Upacara Lainnya:
Naskah Asli Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 (Ejaan Lama)
Berikut adalah salinan teks resmi sesuai lampiran Surat Edaran Kemenpora Nomor 10.14.19 Tahun 2026. Teks ini diformat secara khusus agar rapi dan nyaman dibaca oleh petugas upacara di lapangan.
POETOESAN CONGRES PEMOEDA-POMOEDI INDONESIA
Kerapatan Pemoeda-Pemoeda Indonesia jang diadakan oleh perkoempoelan-perkoempoelan pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan, dengan namanja: Jong Java, Jong Sumatranen Bond (Pemoeda Soematera), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen Pasoendan, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia; membuka rapat pada tanggal 27 dan 28 October tahoen 1928 dinegeri Djakarta;
Sesoedahnja mendengar pidato-pidato dan pembitjaraan jang diadakan dalam kerapatan tadi; sesoedahnja menimbang segala isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini; kerapatan laloe mengambil poetoesan:
PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH-DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.
KEDOEA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.
KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.
Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan azas ini wadjib dipakai oleh segala perkoempoelan-perkoempoelan kebangsaan Indonesia; mengeloearkan kejakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar persatoeannja: kemaoean sejarah bahasa hoekoem-adat pendidikan dan kepandoean; dan mengeloearkan pengharapan soepaja poetoesan ini disiarkan dalam segala soerat kabar dan dibatjakan dimoeka rapat perkoempoelan-perkoempoelan kita.
Tips untuk Petugas Pembaca Naskah Upacara
Membaca teks ejaan lama memerlukan intonasi dan kecermatan khusus. Berikut beberapa tips agar pembacaan naskah berjalan lancar saat upacara bendera:
- Perhatikan Pelafalan Ejaan Lama: Huruf "oe" dibaca "u" (contoh: Pemoeda dibaca Pemuda), dan huruf "tj" dibaca "c" (contoh: pembitjaraan dibaca pembicaraan).
- Penekanan pada Tiga Ikrar Utama: Pada bagian PERTAMA, KEDOEA, dan KETIGA, gunakan suara yang lantang, tegas, dan berwibawa dengan jeda yang cukup antar-poin.
- Gunakan Ukuran Kertas Tebal: Cetak naskah ini di atas kertas HVS 80-100 gsm atau gunakan map upacara berwarna merah/cokelat agar naskah tidak mudah terlipat oleh angin lapangan.
Kesimpulan
Naskah Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 ejaan lama merupakan bukti otentik tonggak sejarah persatuan bangsa. Menyajikan teks resmi dari pedoman Kemenpora ini akan mempermudah petugas upacara sekolah maupun instansi dalam menjalankan tugasnya secara tepat dan hidmat.
Silakan salin teks di atas ke Microsoft Word untuk dicetak. Bagikan juga tautan artikel ini kepada pengurus OSIS, panitia upacara, atau petugas pembaca naskah di sekolah Anda!
Ditulis oleh: Arkaan Pradika
Berfokus membagikan informasi edukasi, perangkat ajar Kurikulum Merdeka, serta panduan regulasi sekolah secara akurat.

Posting Komentar untuk "Teks Asli Naskah Keputusan Kongres Pemuda 1928 Ejaan Lama (Siap Salin)"
Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!