O2SN dan Harapan Mendikbud Akan Hikmah Kompetisi

| 26 Juli 2016

O2SN dan Harapan Mendikbud Pada Siswa Tentang Hikmah Sebuah Kompetisi


Harapan Mendikbud Pada Para Siswa Tentang O2SN dan Hikmah Sebuah Kompetisi
Mendikbud Anies Baswedan sangat berharap para siswa khususnya peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN 2016) dapat mengambil hikmah dari sebuah kompetisi. "Pemenang sesungguhnya adalah dia yang bisa mengambil hikmah dari sebuah kompetisi. Itulah orang yang mengalami O2SN, bukan orang yang sekedar menjalani," kata Mendikbud saat membuka O2SN tahun 2016 di arena Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta, Senin (25/7/2016).

Beliau menambahkan bahwa dalam sebuah kompetisi adalah hal yang sangat wajar ketika ada yang menang dan ada yang kalah. Namun apabila seseorang menang, mendapat medali, lalu berpuas diri dan tidak mau berlatih lagi, sebenarnya dia sedang memulai sebuah kekalahan. "Sebaliknya seseorang yang kalah di ajang O2SN 2016 ini dan lantas mengambil pelajaran, terus berlatih, maka dialah pemenang yang sebenarnya," ujar Anies.




Sebuah kompetisi mengajarkan seseorang untuk belajar lebih cepat dan meningkatkan level kinerjanya. Mendikbud mengajak kepada semua peserta O2SN 2016 untuk mengeluarkan usaha maksimal, belajar mengelola rasa tegang, takut, dan khawatir untuk menjadikannya sebagai motor penggerak prestasi.

Mendikbud juga berharap O2SN 2016 dapat menjadi wadah bagi pembinaan siswa guna mencapai sebuah pembentukan sikap sehat, jujur dan arif pada setiap peserta. "Sehingga dapat menjadikan sebuah karakter yang berkepribadian, dan dapat menghasilkan bangsa yang produktif dalam menciptakan insan sehat, cerdas, dan berbudi pekerti luhur," urainya lagi.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad dalam kesempatan yang sama mengatakan O2SN tahun 2016 yang mengangkat tema 'Generasi Sportif, Bangsa Produktif' diselenggarakan dari tanggal 24 hingga 30 Juli 2016, di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten. Ajang O2SN ke-9 ini diikuti 4.126 siswa jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan pendidikan khusus layanan khusus (PKLK) dari seluruh Indonesia. "O2SN 2016 juga diikuti siswa-siswi dari madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliyah," kata Hamid Muhammad.

Terdapat 10 cabang lomba yang dipertandingkan yaitu catur, atletik, bulutangkis, tenis meja, karate, pencak silat, renang, bola voli, bocce, dan balap kursi roda. "Pemenang di ajang O2SN 2016 ini mempunyai kesempatan mewakili negara pada olimpiade siswa internasional pada cabang olahraga tertentu," pungkas Dirjen Dikdasmen.

* Sumber: Kemdikbud




InformasiGuru.Com Updated at: 05.45

0 comments:

Poskan Komentar

Kami berterima kasih atas partisipasi Anda dengan berkomentar. Namun demikian, komentar Anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Mohon maaf, menitipkan backlink yang tidak relevan dengan isi berita tidak akan kami tampilkan. Komentar yang menjurus SARA dan bersifat promosi juga tidak akan kami tampilkan. Salam sukses dan selamat berpartisipasi.