Komunikasi Guru dan Orangtua Harus Diperkuat

| 22 Agustus 2016

Kemdikbud Tuntut Komunikasi Guru dan Orangtua Diperkuat


Komunikasi Guru dan Orangtua Harus Makin Diperkuat
Pict by: Pixabay





Masih ingat tentang kasus pemukulan terhadap guru bernama Dasrul dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Makassar yang terjadi Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada hari Rabu 10 Agustus 2016 kan?. Terkait dengan terjadinya kasus tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menekankan tentang betapa pentingnya komunikasi antara guru dan orangtua agar lebih diperkuat lagi.


Ditjen GTK Anas M. Adam saat mengunjungi Dasrul pada Kamis 11 Agustus 2016, menegaskan bahwa kejadian ini sangat memalukan dan memprihatinkan untuk dunia pendidikan. Seorang pendidik menjadi korban pemukulan dan penganiayaan oleh orangtua siswa yang seharusnya tidak boleh terjadi.

Anas M. Adam selaku ketua tim klarifikasi kasus pemukulan dan penganiayaan guru ini menjelaskan, ketika tim berkunjung ke lokasi pada hari pertama yakni Kamis tanggal 11 Agustus 2016, posisi Bapak Dasrul selaku guru yang menjadi korban pemukulan masih dalam proses perawatan di rumah sakit Bhayangkara Makassar.

 “Kondisi beliau masih lemah, dan masih trauma serta khawatir akan adanya gangguan lanjutan terhadap beliau dan keluarga,” urai Anas, Minggu(14/08) di Jakarta.

Sehubungan dengan rasa takut dan khawatir dari pihak guru Dasrul, Anas menjelaskan, Kemdikbud sudah mengadakan upaya koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk memberikan perlindungan hukum terhadap guru Dasrul. Di samping itu, sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 pasal 39 tentang Guru dan Dosen, Kemdikbud turut mendukung proses hukum yang sedang berjalan sekarang ini oleh Kepolisian RI.

Pada hari Jumat tanggal 12 Agustus 2016, tim mengunjungi SMK Negeri 2 Makassar. Pada waktu itu tim menyaksikan dan melihat kepedulian siswa terhadap guru Dasrul. Para siswa di sekolah tersebut secara spontan melakukan aksi pengumpulan dana sumbangan untuk guru Dasrul yang menjadi korban pemukulan ini.

"Para guru dan siswa menginformasikan kepada kita bahwa pak Dasrul adalah guru senior yang sangat baik, sabar, santun dan tidak pernah mempunyai masalah dengan para siswanya. Karena itu mereka menyatakan keprihatinan mereka kepada kami terkait kasus pemukulan guru itu,” urai Anas.

Anas menanggapi kasus ini dengan pernyataan bahwa Kemdikbud akan memberikan bantuan hukum kepada guru Dasrul, dan Kemdikbud mendukung proses hukum yang sedang berjalan, serta mengharapkan proses hukumnya bisa dilalui sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Melihat dari kasus pemukulan guru Dasrul ini, kami berharap adanya komunikasi yang lebih intensif lagi antara orangtua dengan pihak sekolah, komunikasi wajib diperkuat lagi. Dan apabila terjadi kasus tertentu di sekolah, diharapkan kepada orangtua dan masyarakat untuk tidak anarkis, dan komite sekolah harus lebih intensif mengadakan pertemuan di sekolah,” pungkas Anas.




InformasiGuru.Com Updated at: 05.48

0 comments:

Poskan Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi