Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournaments (TGT) Lengkap

| 28 Maret 2017

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournaments (TGT) Lengkap

Gagasan utama dibalik model pembelajaran TGT adalah untuk memotivasi para siswa untuk mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan-keterampilan yang disajikan oleh guru. Jika para siswa menginginkan agar kelompok mereka memperoleh peng-hargaan, mereka harus membantu teman sekelompoknya mempelajari materi yang diberikan.





Mereka harus mendorong teman meraka untuk melakukan yang terbaik dan menyatakan suatu norma bahwa belajar itu merupakan suatu yang penting, berharga, dan menyenangkan. Menurut Hamdani (2011:92), model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya, dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Menurut Hamdani (2011:92-93) komponen / unsur utama dalam pembelajaran TGT, yaitu sebagai berikut:

1. Penyajian Kelas

Pada awal pembelajaran, guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Biasanya, dilakukan dengan pengajaran langsung atau ceramah dan diskusi yang dipimpin guru.

2. Kelompok (tim)

Kelompok biasanya terdiri atas empat sampai enam siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari presensi akademik, jenis kelamin, ras, atau etnik.

3. Game

Game terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok.

4. Tournament

Tournament dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja.

5. Team recognize (penghargaan kelompok)

Penghargaan diberikan kepada kelompok yang memperoleh rata-rata skor tertinggi dari kegiatan game pada meja turnamen. Penghargaan yang diberikan bisa berupa hadiah atau sertifikat.

Langkah-langkah Model Pembelajaran TGT

Langkah-langkah model pembelajaran TGT dapat dijelaskan dengan gambar dan keterangan sebagai berikut:




Gambar Langkah-langkah model pembelajaran Team Games Tournament TGT


Berdasarkan bagan di atas, dapat dijelaskan bahwa, penempatan siswa pada meja turnamen disesuaikan dengan tingkat prestasinya di kelas. A-1 adalah siswa berprestasi tinggi, A-2 adalah siswa berprestasi sedang, A-3 adalah siswa berprestasi sedang, dan A-4 adalah siswa berprestasi rendah, begitu juga untuk tim B dan tim C. Jadi, meja turnamen 1 ditempati A-1 dari tim A, B-1 dari tim B, dan C-1 dari tim C, begitu juga untuk meja turnamen 2, 3, dan 4.

Pembelajaran kooperatif tipe TGT memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Asyirint (2010:65) kelebihan model Teams Games Tournaments adalah sebagai berikut:

a. Kegiatannya bersifat kompetisi
b. Kegiatan dengan belajar dan diskusi secara menyenangkan seperti dalam kondisi permainan
c. Aktivitas belajar memungkinkan siswa untuk dapat belajar lebih rileks
d. Aktivitas dapat menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat, dan keterlibatan belajar



Pengertian model pembelajaran TGT adalah bahwa ia merupakan salah satu pembelajaran yang melibatkan seluruh aktivitas siswa, menjadikan siswa sebagai tutor sebaya, serta mengandung unsur permainan. Menurut Fathurrohman dan Wuryandani (2011:36) Gaming merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn. Selain itu, pada pembelajaran TGT menyajikan kegiatan game atau permainan yang pada hakekatnya sesuai dengan tingkat perkembangan siswa  yang menyukai unsur permaianan. Dengan demikian, penerapan pembelajaran tersebut mampu menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, meningkatkan aktivitas siswa dalam memahami konsep melalui kegiatan diskusi kelompok secara heterogen, serta melatih tanggung jawab tentang pemahaman/ penguasaan materi melalui kegiatan game pada meja turnamen. Jadi, melalui serangkaian kegiatan yang disajikan pada pembelajaran TGT mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

Selain memiliki kelebihan, pembelajaran TGT juga memiliki kelemahan baik bagi guru maupun siswanya. Menurut Asyirint (2010:65), kelemahan model TGT adalah:

a. Bagi Guru

Sulitnya pengelompokan siswa yang mempunyai kemampuan heterogen dari segi akademis. Waktu yang dihabiskan untuk diskusi oleh siswa cukup banyak sehingga melewati waktu yang sudah ditetapkan.

b. Bagi Siswa

Masih adanya siswa berkemampuan tinggi kurang terbiasa dan sulit memberikan penjelasan kepada siswa lainnya.

Solusi untuk mengatasi kelemahan pembelajaran TGT adalah sebagai berikut:

a. Guru harus mengklasifikasikan hasil belajar siswa berdasarkan tingkat prestasinya dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah sehingga guru mampu mengetahui karakteristik siswanya dari segi akademik. Kegiatan tersebut harus dilakukan guru sebelum melakukan proses pembelajaran sehingga tidak menyita waktu proses pembelajaran. Selanjutnya, guru harus menganggarkan waktu pada setiap sesi kegiatan selama proses pembelajaran berdasarkan jam pelajaran yang tersedia.

b. Guru harus membimbing dengan baik siswa yang mempunyai kemampuan akademik tinggi agar mampu menularkan pengetahuannya kepada siswa yang memiliki akademik rendah dengan cara memberikan motivasi pada setiap siswa di dalam kelompok bahwa kemenangan tim pada kegiatan game turnamen ditentukan oleh setiap anggota tim, jadi setiap anggota tim harus mampu menguasai materi dengan cara mengajari satu sama lain.


InformasiGuru.Com Updated at: 17.43

0 comments:

Poskan Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi