5 Contoh Judul dan Laporan PTK PAUD dan Kelompok Bermain

| 14 Desember 2017

Download Kumpulan 5/ Lima Contoh Judl Laporan Penelitian Tindakan Kelas/ PTK Untuk PAUD dan Kelompok Bermain (KB)

Download Lima Contoh Penelitian Tindakan Kelas Untuk PAUD dan Kelompok Bermain (KB)






Secara harfiah, PTK/ Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.

Muncul sebuah pertanyaan, mengapa pendidikan anak usia dini dikategorikan sebagai hal yang sangat penting? Salah satu jawabannya adalah karena awal pembentukan karakter seseorang hanya bisa terbentuk pada sistem pendidikan anak usia dini dan bukan pada usia yang telah beranjak dewasa yang mana hal tersebut akan sangat mempengaruhi perjalanan hidup seseorang di masa depan.
PAUD/ Kelompok Bermain (KB) merupakan jenjang pendidikan sebelum jenjang taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan dasar (SD) dimana di dalamnya berisi suatu usaha pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani supaya anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Setidaknya ada 5 (Lima) poin tentang betapa pentingnya pendidikan pada anak usia dini :
  1. Agar anak dapat mengembangkan keterampilan dn kecerdasan dalam mengatur, mengontrol dan memgendalikan gerakan motorik halus dan kasarnya agar dapat menyerap dan memahami serta peka dengan rangsangan sensorik dengan baaik tanpa bantuan orang lain (mandiri)
  2. Agar anak dapat mengerti, memahami dan berfikir secara positif, logis, kritis dan kreatif dalam mencerna kata kata ketika berkomunikasi dengan lingkunganya dan mamapu mencari jalan terbaik bagi masaalahnya sendiriu dan dapat memahami lingkungan sosial serta keragaman sosial budaya .
  3. Pendidikan anak usia dini adalah gerbang pertama sebelum anak anak usia dini melangkah pada jenjang pendidikan dasar berikutnya dan berlanjut pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  4. Pembinaan, pengajaran dan penerapan moral dan memperbaiki kecerdasan seseorang serta memberikan cara meningkatkan semangat belajar untuk menjadi pribadi yaang lebih kreatif, mandiri , santun dan cerdas sekaligus mampu melihat bakat dan minat yang dimiliki yang kelak bisa menjadi sumber daya manusia yang banyak bermanfaat bagi masyarakat luas.
  5. Pada usia dini adalah masa termudah untuk membentuk seseorang menjadi manusia yang diinginkan harapan bangsa.Mendidik dan mengarhkannya kemandirian, kecerdasan, berprilaku yang baik dan menerapkan norma norma agamapun masih dapat dengan mudah dilakukan pada usia 1 sampai 6 tahun.
Berikut adalah contoh-contoh penelitian tindakan kelas (PTK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Kelompok Bermain yang kami kumpulkan dari berbagai sumber beserta tautan downloadnya secara gratis dan mudah untuk Anda:


1.MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN ORIGAMI PADA ANAK KELOMPOK A ROUDLOTUL ATHFAL (RA) AL-IKHLAS SEMARANG BARAT - Rully Kusumastuti
ABSTRAK
Pendidikan untuk anak usia dini merupakan pendidikan yang ditunjukkan untuk anak usia 0-8 tahun, salah satu strategi yang dapat digunakan pendidik untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini adalah melalui melipat kertas atau origami. Guru hendaknya memilih kegiatan yang tepat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak salah satunya dengan meningkatkan
kemampuan melipat kertas. Kemampuan melipat kertas yang rendah menjadi masalah yang dihadapi guru di kelompok A RA. Al-Ikhlas Semarang Barat.
Berdasarkan kondisi tersebut rumusan masalah yang dipaparkan dalam penulisan ini bagaimana meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan origami di kelompok A RA. Al –Ikhlas Semarang Barat, dan seberapa besar pengaruh kegiatan origami terhadap peningkatan keterampilan motorik halus anak di kelompok A RA. Al - Ikhlas Semarang Barat.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdapat perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sumber data adalah siswa Kelompok A RA Al-Ikhlas, Semarang melalui kegiatan pembelajaran yang lebih menarik seperti melipat kertas dan melipat berbagai macam lipatan kertas. yang disesuaikan dengan tema sebagai sumber belajar terbukti mampu meningkatkan kemampuan melipat kertas pada anak, yaitu terlihat dari lembar data hasil pengamatan pada saat kegitan pembelajaran dengan melipat kertas yang berlangsung.
Hasil penelitian siklus I diperoleh hasil 57% peningkatan kemampuan berhitung permulaan dan pada siklus II diperoleh hasil 80% peningkatan kemampuan melipat kertas, dengan hasil tersebut menujukkan bahwa penelitian ini berhasil karena telah mencapai target indikator penelitian sebesar 80%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kegiatan melipat kertas (origami) sebagai sumber belajar dapat dikatakan berhasil dalam rangka meningkatkan keterampilan motorik halus anak-anak. Berdasarkan penelitian tersebut disarankan pada semua guru dapat memberikan kegiatan melipat kertas/ origami pembelajaran permulaan yang menarik dan menyenangkan anak. Guru juga hendaknya mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi anak.
Kata kunci: Melipat kertas, Kreativitas dan berkarya seni

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN ORIGAMI PADA ANAK KELOMPOK A ROUDLOTUL ATHFAL (RA) AL-IKHLAS SEMARANG BARAT - Rully Kusumastuti

2.IMPLEMENTASI SMART PARENTING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI LEMBAGA PAUD (Studi pada PAUD Kusuma Bangsa Desa Cepoko, Bandar Kabupaten Batang Tahun 2013) - Elly Erlina Diana Watie
ABSTRAK
Pada umumnya orang tua memang memerlukan pendidikan sebagai upaya untuk pengarahan diri, sehingga mereka mampu mengarahkan diri mereka sendiri dan juga dapat mengarahkan anak-anaknya, karena seringkali orang tua menghambat proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Tidak dipungkiri lagi, bahwa hal ini bisa terjadi sebagai akibat ketidaktahuan orang tua cara mendidik anak yang baik.Padahal keterlibatan orang tua dalam lembaga pendidikan anak usia dini sangat penting untuk mewujudkan pembelajaran yang optimal dimasa usia emas anak. Agar orang tua tidak sepenuhnya berharap pada lembaga PAUD saja untuk mendidik anaknya, tetapi kontribusi orang tua juga sangat diperlukan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.
Program parenting yaitu bentuk kegiatan informal yang dilakukan untuk menyelaraskan kegiatan-kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak di kelompok bermain dan di rumah. Parenting ini bukan sesuatu yang baru namun juga tidak banyak yang mampu menyelenggarakannya, sehingga penting untuk dikaji dari konsep teoritis tentang manajemen program parenting pada pendidikan anak usia dini, mengingat kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara maksimal.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan penelitian terdiri dari 3 (tiga) orang guru PAUD Kusuma Bangsa dan 2 (dua) orang tua murid sebagai informan utama, serta 1 orang kepala sekolah sebagai informan triangulasi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu
wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data penelitian menggunakan tringulasi sumber, teknik, waktu, analisis data dengan mereduksi data dan kemudian disimpulkan.
Hasil penelitian mengenai implementasi smart parenting yang dilaksanakan PAUD Kusuma Bangsa Bandar Batang adalah penerapan pengasuhan fisik di PAUD bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik, memberikan keterampilan fisik salah satu kegiatannya adalah mengikuti kegiatan upacara dan membuat hasil karya. Pengasuhan emosi yang diterapkan di PAUD Kusuma Bangsa Bandar Batang dengan mengadakan kegiatan konsultasi dengan orang tua untuk membantu orang tua membentuk perilaku dan mengendalikan emosi anak.
Sedangkan penerapan pengasuhan sosial di PAUD Kusuma Bangsa Bandar Batang dengan mengadakan kegiatan bersama antara anak dengan dengan orang tua untuk mengajaran anak bersosialisasi, salah satu kegiatan adalah melakukan karyawisata. Peningkatan kualitas pembelajaran di PAUD adalah meningkatkan perilaku anak mengkuti proses belajar, bermain dan bernyanyi, berorientasi perkembangan anak usia dini, meningkatkan kecakapan bersosialisasi, memberikan pembelajaran benda konkrit, dan dukungan positif terhadap perkembangan anak.
Watie, Elly Erlina Diana Watie. 2014. Imlplementasi smart parentinguntuk meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD (Studi pada PAUD Kusuma
Bangsa Desa Cepoko, Bandar Kabupaten Batang Tahun 2013) Skripsi, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Semarang, Pembimbing 1.Wulan Adiarti, M.Pd. Pembimbing 2. Amirul Mukminin, S.Pd, M.kes,
Kata kunci: implementasi, smart parenting

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

IMPLEMENTASI SMART PARENTING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI LEMBAGA PAUD (Studi pada PAUD Kusuma Bangsa Desa Cepoko, Bandar Kabupaten Batang Tahun 2013) - Elly Erlina Diana Watie

3.PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DENGAN LIMBAH KARDUS UNTUK MENGEMBANGKAN KONSEP MATEMATIKA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN ( STUDI EKSPERIMEN DI TK TAMAN INDRIA SEMARANG) - HESTI HAYUNINGTYAS
ABSTRAK
Pembelajaran erat kaitannya dengan interaksi antar guru dengan murid dan sumber belajar. Sumber belajar seringkali digunakan oleh guru untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Pengenalan konsep matematika permulaan harus diberikan sejak usia dini. Salah satu cara untuk mengembangkan konsep matematika permulaan pada anak adalah melalui pembelajaran di sekolah. Pembelajaran di sekolah yang berada di lingkungan masyarakat adalah wahana yang efektif untuk mengenalkan konsep matematika permulaan.
Penelitian ini jenis penelitian eksperimen pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, terambil dua sampel yaitu TK Taman Indria sebagai kelompok eksperimen dan TK PGRI 02 Mlatiharjo 1 sebagai kelompok kontrol.
Uji t paired antara pretest dan posttest kelompok eksperimen menghasilkan nilai significant (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikant, sedangkan uji t paired antara pretest dan posttest kelompok kontrol menghasilkan nilai signifikan (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,018 yang berarti tidak terdapat peningkatan yang signifikan. Hasil uji t paired posttest kelompok kontrol dan eksperimen adalah ada perbedaan yang signifikan karena memiliki nilai Significant (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Ada peningkatan konsep matematika permulaan anak pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan sumber belajar dengan limbah kardus dan terlihat meningkat pemahaman konsep matematika permulaan anak pada kelompok kontrol dan eksperimen setelah diberikan perlakuan. Maka sumber belajar dengan limbah kardus efektif untuk mengembangkan konsep matematika permulaan pada anak usia 5-6 tahun. Sekolah sebagai sarana pendidikan harus memberikan sumber belajar atau literatur lain untuk mengembangkan konsep matematika permulaan sehingga anak mendapatkan konsep matematika permulaan yang lebih baik lagi dan akan lebih meningkat. Hesti Hayuningtyas. 2014. Pemanfaatan Sumber Belajar dengan Limbah Kardus untuk Mengembangkan Konsep Matematika Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun ( Studi Eksperimen di TK Taman Indria Semarang ). Skripsi, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: 1. Dr. Sri Sularti Dewanti Handayani, M.Pd, 2. Wulan Adiarti M.pd. Kata Kunci: Sumber Belajar, Limbah Kardus, Matematika Permulaan, Anak Usia 5-6 Tahun

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DENGAN LIMBAH KARDUS UNTUK MENGEMBANGKAN KONSEP MATEMATIKA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN ( STUDI EKSPERIMEN DI TK TAMAN INDRIA SEMARANG) - HESTI HAYUNINGTYAS

4.IMPLEMENTASI KURIKULUM PAUD BERBASIS TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DI PAUD TPQ AL-AMIEN BANCAAN SALATIGA - Mufida Malichatunniswah
ABSTRAK
Implementasi kurikulum merupakan penerapan atau pelaksanaan
program kurikulum yang telah dikembangkan dalam tahap-tahap pendidikan.
Melalui implementasi kurikulum, diketahui bagaimana sekolah menyusun
perencanaan hingga evaluasi pembelajaran bagi anak. PAUD berbasis TPQ
adalah program yang mengintegrasikan layanan PAUD yang menyatu dengan
pembelajaran Taman Pendidikan Al-Qur‟an yang sudah ada dengan tujuan
untuk memaksimalkan layanan Taman Pendidikan Al Qur‟an dengan
implementasi pemenuhan seluruh kebutuhan perkembangan anak melalui
praktik pembelajaran yang berlandaskan pendidikan anak usia dini. Tujuan
penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum PAUD berbasis
TPQ di PAUD TPQ Al-Amien melalui tahap-tahap implementasi yakni
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian
adalah kepala sekolah, guru, dan pengelola yayasan PAUD TPQ Al-Amien.
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi tahap pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teknik keabsahan
data menggunakantriangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa implementasi
kurikulum PAUD berbasis TPQ di PAUD TPQ Al-Amien yakni: perencanaan
program kurikulum menggunakan perpaduan antara kurikulum Dinas
Pendidikan dan kurikulum RA/BA meliputi program tahunan, program
semester, rencana kegiatan mingguan, dan rencana kegiatan harian. Program
kegiatan tambahan menggunakan metodeIqra‟ dan AISME. Pelaksanaan
pembelajaran di dalam kelas menggunakan model rolling dan di luar kelas
menggunakan metodefield trip. Evaluasi program meliputi 2 tahap: supervisi
internal dilakukan oleh pengelola, kepala sekolah, dan pendidik serta supervisi
eksternal oleh lembaga Dinas Pendidikan dan Kementrian Agama Kota Salatiga
dan evaluasi hasil kemajuan perkembangan anak menggunakan buku
komunikasi dan buku raport akhir tahun.
Malichatunniswah, Mufida. 2014. Implementasi Kurikulum PAUD berbasis
Taman Pendidikan Al-Qur‟an di PAUD TPQ Al-Amien Bancaan Salatiga.
Skripsi, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu
Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, Pembimbing Drs. Khamidun, M.Pd.
Kata kunci: Implementasi Kurikulum, PAUD Berbasis Taman Pendidikan Al-Qur’an.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

IMPLEMENTASI KURIKULUM PAUD BERBASIS TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DI PAUD TPQ AL-AMIEN BANCAAN SALATIGA - Mufida Malichatunniswah

5.PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI PERMAINAN BALOK UNIT DI SENTRA BALOK (Penelitian Tindakan Kelas Di Kelompok Bermain Lab School UNNES) - Risa Azimatul Fatchuriyah
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya anak dapat berkomunikasi,
bertanya dan menjawab pertanyaan kepada Guru. Kurangnya anak
berkomunikasi serta keberanian anak untuk menceritakan pengalaman mainnya
serta kurang lancar menjawab pertanyaan. Permasalahan yang diungkap dalam
penelitian ini adalah apakah permainan balok unit dapat meningkatkan
kemampuan komunikasi anak. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian
ini adalah untuk mengetahui apakah permainan balok unit di sentra balok dapat
meningkatkan kemampuan komunikasi anak di KB Lab School Universitas
Negeri Semarang Tahun ajaran 2013/2014.
Penelitian inimenggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang
dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus terdapat
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sumber data penelitian ini
adalah anak usia 3-4 tahun di Kelompok Bermain Lab School Universitas
Negeri Semarang. Melalui permainan balok unit di sentra balok terbukti
mampu meningkatkan komunikasi anak, yaitu terlihat dari lembar data hasil
pengamatan pada saat bermain balok di sentra berlangsung. Kemampuan
komunikasi anak untuk menjawab pertanyaan, mengungkapkan keinginan,
bertanya meningkat. Pada siklus I diperoleh hasil 33% dan siklus II diperoleh
hasil 76%.
Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan
bahwa hipotesis dalam penelitian ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan
komunikasi anak usia 3-4 tahun di PAUD Lab School Universitas Negeri
Semarang.
Risa Azimatul Fatchuriyah, 2014 “Peningkatan Kemampuan
Komunikasi Anak Usia 3-4 Tahun melalui Permainan Balok Unit di Sentra
Balok” Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Semarang.Pembimbing 1.Amirul Mukminin, S.Pd, M.Kes,
2.Wulan Adiarti, M.Pd
Kata kunci: kemampuan komunikasi, balok unit, sentra balok

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI PERMAINAN BALOK UNIT DI SENTRA BALOK (Penelitian Tindakan Kelas Di Kelompok Bermain Lab School UNNES) - Risa Azimatul Fatchuriyah


Dipersilahkan untuk mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan agar mendapatkan file yang lengkap dan utuh.

Kami cukupkan sampai di sini tulisan kami yang berjudul:

5 Contoh Judul dan Laporan PTK PAUD dan Kelompok Bermain

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!


InformasiGuru.Com Updated at: 08.31

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!