Download Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas 2 Sekolah Dasar

| 16 Desember 2017

Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas 2/ II Sekolah Dasar (SD)

Kumpulan Contoh-contoh Penelitian Tindakan Kelas Untuk Jenjang SD Kelas II






Berbagai ahli telah banyak menuliskan tentang pengertian PTK/ Penelitian Tindakan Kelas. Terkait pengertian PTK yang sangat mendasar ialah bahwa PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru atau dosen di lapangan/ di dalam kelas atau tempat di mana dia mengajar dan bagaimana masalah-masalah tersebut bisa diselesaikan atau dicarikan solusinya.

Berikut kami tuliskan beberapa pengertian PTK yang didefiniskan oleh para ahli:

1.Suhardjono (2007)

Menjelaskan Penelitian Tindakan Kelas sebagai penelitian tindakan yang dilakukan di ruang kelas dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu prose atau praktik pembelajaran.

2.Wina (2009)

Penelitian Tindakan Kelas merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan pendidik untuk meningkatkan kualitas peran dan tanggung jawabnya sebagai pendidik khususnya dalam pengelolaan pembelajaran.

3.Kunandar (2008)

Penelitian Tindakan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik atau bersama-sama dengan orang lain (kolaborasi) yang bertujuan untuk meningkatkan atau memperbaiki mutu proses pembelajaran didalam kelas.

Sebenarnya sangat banyak pengertian tentang PTK yang dituliskan oleh para ahli, namun kami cukupkan mengutip pendapat 3 ahli saja yang mana telah relatif cukup mewakili tentang pengertian PTK yang beragam tapi hakekatnya sama.

Secara umum, PTK memiliki tujuan:
  1. Memperbaiki dan meningkatkan kondisi-kondisi belajar serta kualitas pembelajaran.
  2. Meningkatkan layanan professional dalam konteks pembelaaran, khhususnya layanan kepada peserta didik sehingga tercipta layanan prima.
  3. Memberi kesempatan kepada guru berimprovisasi dalam melakukan tindakan pembelajaran yang direncanakan secara tepat waktu dan sasarannya.
  4. Memberi kesempatan kepada guru mengadakan kajian secara bertahap kegiatan pembelajaran yang dilakukannya sehingga tercipta perbaikan yang berkesinambungan.
  5. Membiasakan guru mengembangkan sikap ilmiah, terbuka dan jujur dalam pembelajaran.
Berikutnya kami sajikan untuk Anda link Download Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas 2 Sekolah Dasar di bawah ini:


PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MODEL PAIRED STORYTELLING DENGAN MEDIA WAYANG KARTUN PADA SISWA KELAS II SDN MANGUNSARI SEMARANG - Afiani Rahmawati
Abstrak
Berdasarkan data awal yang didapatkan peneliti saat melaksanakan praktik pengalaman
lapangan di kelas II SDN Mangunsari kota Semarang ditemukan permasalahan
rendahnya keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, dan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran menyimak dongeng. Untuk mengatasi masalah tersebut,
diterapkan model Paired Storytelling dalam pembelajaran menyimak dongeng.
Model Paired Storytelling dapat mengembangkan kemampuan berpikir dan berimajinasi
siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) apakah model pembelajaran
Paired Storytelling dengan media wayang kartun dapat meningkatkan keterampilan guru
dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada aspek menyimak dongeng?; (2) apakah model
pembelajaran Paired Storytelling dengan media wayang kartun dapat meningkatkan
aktivitas siswa dalam mengelola pembelajaran bahasa Indonesia pada aspek menyimak
dongeng?; (3) apakah model pembelajaran Paired Storytelling dengan media wayang
kartun dapat meningkatkan hasil belajar berupa keterampilan menyimak dongeng dalam
pembelajaran bahasa Indonesia?. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan
guru, aktivitas siswa dan meningkatkan keterampilan menyimak siswa dalam
pembelajaran melalui model Paired Storytelling dengan media wayang kartun.
Rancangan penelitian berupa penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan,
pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian terdiri atas dua siklus
masing-masing siklus dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah guru dan 22 siswa
kelas II SDN Mangunsari kota Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik
observasi, catatan lapangan, teknik tes, teknik dokumentasi, teknik wawancara, dan
angket.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa keterampilan guru siklus I pertemuan
1 sebesar 23 (kategori cukup), pertemuan 2 sebesar 28 (kategori baik), siklus II
pertemuan 1 sebesar 32 (kategori baik), pertemuan 2 sebesar 35 (kategori sangat baik).
Hasil aktivitas siswa siklus I pertemuan 1 sebesar 17,33 (kategori cukup), pertemuan 2
sebesar 19,34 (kategori baik), sedangkan siklus II pertemuan 1 sebesar 22,55 (kategori
baik), dan pertemuan 2 sebesar 24,38 (kategori sangat baik). Ketuntasan hasil belajar
siswa pada siklus I pertemuan 1 sebesar 59,10% dengan nilai rata-rata 67,27, pertemuan 2
sebesar 68,2% dengan rata-rata 70,9. Sedangkan siklus II pertemuan 1 sebesar 77,3%
dengan rata-rata 73,8, dan pada pertemuan 2 sebesar 90,9% dengan rata-rata 85,4.
Simpulan penelitian adalah dengan menerapkan model Paired Storytelling berbantukan
media wayang kartun dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa
dan keterampilan menyimak dongeng siswa kelas II SDN Mangunsari Semarang. Saran
dalam menerapkan model Paired Storytelling melalui media wayang kartun yaitu
hendaknya guru dalam proses pembelajaran melatih keterampilan bekerjasama siswa agar
siswa mampu mengembangkan daya imajinasi dan berpikir siswa saat bekerja sama dalam kelompok.
Rahmawati, Afiani. 2013. Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng Melalui
Model Paired Storytelling dengan Media Wayang Kartun pada Siswa Kelas II
SDN Mangunsari Kota Semarang. Skripsi Sarjana Pendidikan Guru Sekolah
Dasar Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Drs. Sukarir Nuryanto,
M.Pd., Pembimbing II Dra. Sri Susilaningsih, M.Pd. 263 halaman
Kata kunci: keterampilan menyimak, model paired storytelling, wayang kartun.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MODEL PAIRED STORYTELLING DENGAN MEDIA WAYANG KARTUN PADA SISWA KELAS II SDN MANGUNSARI SEMARANG - Afiani Rahmawati - Rully Kusumastuti

2.PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI BERBAHASA JAWA MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS II SDN GUNUNGPATI 02 SEMARANG - Anggun Dias Kusumawardani
ABSTRAK
Latar belakang penelitian ini adalah berdasarkan refleksi awal di SDN
Gunungpati 02 Semarang ditemukan masalah dalam pembelajaran bahasa Jawa di
kelas II yakni pembelajaran yang belum menggunakan model pembelajaran yang
inovatif, pembelajaran masih berpusat pada guru, penggunaan media belum
maksimal, dan aktivitas siswa kurang yang mengakibatkan hasil belajar siswa rendah
dengan ketuntasan klasikal hanya 39%. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu
adanya perbaikan dengan menggunakan model Picture and Picture. Rumusan
masalah: bagaimana cara meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil
belajar siswa berupa keterampilan menulis narasi berbahasa Jawa pada siswa kelas II
SD Negeri Gunungpati 02 Semarang. Tujuan penelitian: meningkatkan keterampilan
guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa berupa keterampilan menulis narasi
berbahasa Jawa pada siswa kelas II SD Negeri Gunungpati 02 Semarang.
Rancangan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tiga
siklus yang terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan
refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas II SDN Gunungpati 02
Semarang. Variabel yang diselidiki keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil
belajar berupa keterampilan menulis. Teknik pengumpulan data menggunakan tes,
observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan
adalah analisis deskriptif
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Keterampilan guru siklus 1 memperoleh
skor 23 dengan kategori baik, siklus 2 meningkat dengan perolehan skor 28 dengan
kategori baik, dan siklus 3 meningkat lagi menjadi 33 dengan kategori sangat baik.
(2) Aktivitas siswa siklus 1 memperoleh skor 406 dan rata-rata skor 17,65 dengan
kategori cukup, siklus 2 meningkat dengan skor 502 dan rata-rata skor 21,82 dengan
kategori baik, dan siklus 3 meningkat lagi dengan skor 607 dan rata-rata skor 26,39
dengan kategori baik. (3) Ketuntasan belajar siswa meningkat. Hasil belajar siswa
siklus 1 nilai rata-rata yang diperoleh 55 dengan persentase 55%, siklus 2 meningkat
menjadi 65 dengan persentase 61%, dan siklus 3 meningkat lagi menjadi 80 dengan
persentase 83%.
Simpulan penelitian ini adalah model Picture and Picture dapat meningkatkan
keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa berupa keterampilan
menulis narasi berbahasa Jawa dalam pembelajaran bahasa Jawa. Saran: guru
menerapkan model Picture and Picture dalam pembelajaran dan memotivasi
siswa supaya lebih aktif dalam mengungkapkan ide dan saat melakukan tanya jawab.
Kusumawardani, Anggun Dias. 2013. Peningkatan Keterampilan Menulis Narasi
Berbahasa Jawa Melalui Model Picture and Picture Pada Siswa Kelas II
SDN Gunungpati 02 Semarang. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas
Negeri Semarang. Pembimbing (1) Sri Sukasih, SS. M.Pd., (2) Deasylina daAry, S.Pd., M.Sn. 226 hal
Kata kunci: keterampilan menulis narasi, Picture and Picture

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI BERBAHASA JAWA MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS II SDN GUNUNGPATI 02 SEMARANG - Anggun Dias Kusumawardani

3.PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JAWA MELALUI MODEL ARIAS SISWA KELAS IIB SD HJ ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG - Annisah Miftakhul Fajri
ABSTRAK
Pembelajaran bahasa Jawa di kelas IIB SD Hj. Isriati Baiturrahman 1
Semarang mengalami kendala antara lain guru belum menggunakan model
pembelajaran dan media yang sesuai, siswa pasif dan kurang antusias serta mudah
bosan saat mengikuti pembelajaran bahasa Jawa. Berdasarkan data awal yang
diperoleh persentase ketuntasan belajara siswa sebesar 36,8% atau sebanyak 14
siswa dan persentase siswa tidak tuntas belajar sebesar 63,25 atau sebanyak 24
siswa. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran bahasa Jawa dengan menerapkan model ARIAS. Penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan
keterampilan menyimak bahasa Jawa siswa dengan model ARIAS.
Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
terdiri atas tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan
tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di SD Hj. Isriati
Baiturrahman 1 Semarang dengan subjek guru dan siswa kelas IIB berjumlah 38
siswa. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara,
catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif baik
deskriptif kuantitatif maupun deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) keterampilan guru
pada siklus I diperoleh rata-rata 2,6 dengan persentase 65% kategori baik, siklus II
diperoleh rata-rata 3 dengan persentase 75% termasuk kategori baik dan pada
siklus III meningkat menjadi rata-rata 3,8 dengan persentase 95% kategori sangat
baik. (2) aktivitas siswa pada siklus I diperoleh rata-rata 24,8 dengan persentase
68,9% kategori baik, pada siklus II diperoleh rata-rata 26,7 persentase 74,2%
kategori baik dan pada siklus III meningkat manjadi rata-rata 31,9 dengan
persentase 88,6% kategori sangat baik. (3) ketuntasan belajar menyimak siswa
meningkat. Pada siklus I diperoleh rata-rata 76,3 dengan persentase ketuntasan
klasikal 69% kategori baik, pada siklus II diperoleh rata-rata 77,2 dengan
persentase ketuntasan klasikal 89% kategori sangat baik dan siklus III diperoleh
rata-rata 84,47 dengan persentase ketuntasan klasikal 95% kategori sangat baik.
Kesimpulan penelitian ini adalah melalui model ARIAS dapat meningkatkan
keterampilan guru, aktivitas siswa dan keterampilan menyimak siswa
dalam pembelajaran bahasa Jawa. Saran bagi guru adalah model ARIAS dapat
digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan pembelajaran keterampilan
menyimak bahasa Jawa.
Fajri, Annisah Miftakhul. 2013. Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui
Model ARIAS Siswa Kelas IIB SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang.
Skripsi. Jurusan PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing (1) Drs. Sukardi, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing (2) Drs. Mujiyono, M.Pd.
Kata kunci: keterampilan menyimak, bahasa Jawa, model ARIAS

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JAWA MELALUI MODEL ARIAS SISWA KELAS IIB SD HJ ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG - Annisah Miftakhul Fajri

4.PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TPS BERBANTUKAN GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS II SDN PATEMON 01 SEMARANG - DITA AYU OKTABRILLIYANA
ABSTRAK
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah cara meningkatkan
kualitas pembelajaran bahasa Indonesia yang terdiri atas keterampilan
guru, aktivitas siswa, dan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas II SDN
Patemon 01 Semarang? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah meningkatkan
kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia yang terdiri atas keterampilan guru,
aktivitas siswa, dan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas II SDN Patemon 01
Semarang dengan menggunakan model pembelajaran TPS berbantukan gambar
seri. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan penelitian tindakan kelas terdiri atas
dua siklus, masing-masing siklus dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah guru
dan 39 siswa kelas II SDN Patemon 01 Semarang.
Hasil observasi keterampilan guru menunjukkan adanya peningkatan di
setiap pertemuan, dari siklus I pertemuan 1 memperoleh kriteria baik, siklus I
pertemuan 2 memperoleh kriteria baik, siklus II pertemuan 1 memperoleh kriteria
baik, dan siklus II pertemuan 2 memperoleh kriteria sangat baik. Hasil observasi
aktivitas siswa juga menunjukkan adanya peningkatan di setiap pertemuan, dari
siklus I pertemuan 1 memperoleh kriteria cukup, siklus I pertemuan 2 memperoleh
kriteria baik, siklus II pertemuan 1 memperoleh kriteria baik, dan siklus II pertemuan
2 memperoleh kriteria sangat baik. Ketuntasan belajar klasikal juga
menunjukkan adanya peningkatan siklus I pertemuan 1 dengan ketuntasan klasikal
51,29%, siklus I pertemuan dengan ketuntasan klasikal 2 58,97%, siklus II pertemuan
1 dengan ketuntasan klasikal 74,36%, dan siklus II pertemuan 2 dengan
ketuntasan klasikal 87,18%.
Berdasarkan paparan hasil penelitian tersebut, dapat diambil simpulan
bahwa model TPS berbantukan gambar seri dapat meningkatkan keterampilan guru,
aktivitas siswa, dan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas II SD Negeri
Patemon 01 Semarang. Saran yang diberikan yaitu untuk menerapkan model
pembelajaran TPS berbantukan gambar seri perlu diadakan suatu pelatihan yang
berulang-ulang bagi guru dan siswa.
Oktabrilliyana, Dita Ayu. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi melalui
Model Pembelajaran TPS Berbantukan Gambar Seri pada Siswa Kelas II
SDN Patemon 01 Semarang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah
Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I Sri Susilaningsih, M.Pd., Pembimbing II Jaino, M.Pd. 273 halaman.
Kata kunci : deskripsi, model TPS, gambar seri.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TPS BERBANTUKAN GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS II SDN PATEMON 01 SEMARANG - DITA AYU OKTABRILLIYANA

5.PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS II SDN BRINGIN 02 SEMARANG - FRISCA KUMALA DEWI
ABSTRAK
Berdasarkan hasil observasi di kelas II SDN Bringin 02 Semarang, ditemukan
permasalahan dalam pembelajaran, diantaranya keterampilan guru rendah, aktivitas
siswa rendah, dan hasil belajar siswa dalam menulis deskripsi rendah. Untuk
mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model Picture and Picture dalam
pembelajaran menulis deskripsi bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk meningkatkan keterampilan guru, meningkatkan aktivitas siswa, dan meningkatkan
hasil belajar siswa melalui penerapan model Picture and Picture.
Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam dua siklus penelitian, masingmasing
siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah guru dan 32 siswa kelas II
SDN Bringin 02 Semarang. Data hasil penelitian berupa data kuantitatif dan data
kualitatif yang dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Variabel penelitian
ini adalah (1) keterampilan guru, (2) aktivitas siswa, dan (3) hasil belajar.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) keterampilan guru pada
siklus I mendapat jumlah skor rata-rata 31 dengan kriteria baik dan pada siklus II
mendapat jumlah skor rata-rata 36 dengan kriteria sangat baik, (2) aktivitas siswa
pada siklus I memperoleh jumlah skor rata-rata 25,8 dengan kriteria baik dan pada
siklsus II memperoleh jumlah skor rata-rata 29,5 dengan kriteria baik, (3) hasil
belajar siswa berupa keterampilan menulis deskripsi pada akhir siklus I memperoleh
nilai rata-rata 72 dan ketuntasan belajar klasikal 72%, pada akhir siklus II mendapat
nilai rata-rata 80 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 94%.
Simpulan penelitian ini adalah penerapan model Picture and Picture dapat
meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar berupa
keterampilan menulis deskripsi siswa kelas II SDN Bringin 02 Semarang. Saran
penelitian ini adalah guru sebaiknya membiasakan menerapkan model Picture and
Picture dalam pembelajaran menulis deskripsi sebagai upaya untuk meningkatkan
hasil belajar siswa berupa keterampilan menulis deskripsi.
Dewi, Frisca Kumala. 2013. Penerapan Model Picture and Picture untuk
Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi pada Siswa Kelas II SDN
Bringin 02 Semarang. Skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas
Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dra. Sri
Susilaningsih, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II: Dr. Ali Sunarso, M.Pd.
Kata Kunci: menulis deskripsi, bahasa Indonesia, Picture and Picture.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS II SDN BRINGIN 02 SEMARANG - FRISCA KUMALA DEWI

6.PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI PENERAPAN STRATEGI THINK-PAIR-SHARE BERBANTUKAN MEDIA FOTO PADA SISWA KELAS II SDN TUGUREJO 03 KOTA SEMARANG - HABIB FIRDAUS TRI PUTRA
ABSTRAK
Berdasarkan data awal yang diperoleh melalui pengamatan di kelas II
SDN Tugurejo 03 Kota Semarang, masih banyak siswa yang belum terampil
menulis pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Dibuktikan dengan masih banyak
hasil belajar siswa yang berada di bawah KKM yaitu 65. Hal ini dikerenakan guru
belum melibatkan siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran, dan guru belum
maksimal dalam menggunakan media dan alat peraga. Akibatnya, hasil belajar
siswa pada aspek keterampilan menulis rendah. Untuk itu, diperlukan adanya
peningkatan keterampilan menulis melalui penerapan strategi Think-Pair-Share
berbantukan media foto pada siswa kelas II SDN Tugurejo 03 Kota Semarang.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: apakah melalui penerapan
strategi Think-Pair-Share berbantukan media foto dapat meningkatkan
keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa pada aspek
keterampilan menulis dalam pembelajaran menulis deskripsi?. Tujuan penelitian
ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil
belajar siswa pada aspek keterampilan menulis. Penelitian ini adalah penelitian
tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus setiap siklus dua
pertemuan, dengan tahapan yang terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3)
pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas II
SDN Tugurejo 03 Kota Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah teknik tes dan nontes.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar siswa
mengalami peningkatan. Pada siklus pertama, rata-rata ketuntasan belajar siswa
mencapai 68,16% dan meningkat pada siklus kedua menjadi 83,55%. Selain itu,
keterampilan guru dan aktivitas siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus
pertama, rata-rata keterampilan guru mencapai 67% dan mengalami peningkatan
pada siklus kedua menjadi 81%. Pada siklus pertama, rata-rata aktivitas siswa
mencapai 67% dan meningkat pada siklus kedua dengan rata-rata 79%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui penerapan strategi ThinkPair-Share
berbantukan media foto dapat meningkatkan keterampilan guru,
aktivitas siswa, dan hasil belajar aspek keterampilan menulis pada siswa kelas II
SDN Tugurejo 03 Kota Semarang. Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya
guru lebih aktif dan kreatif dalam melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.
Putra, Habib Firdaus Tri. 2013. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi
Melalui Penerapan Strategi Think-Pair-Share Berbantukan Media Foto
pada Siswa Kelas II SDN Tugurejo 03 Kota Semarang. Skripsi Sarjana
Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Semarang. Pembimbing I Drs. Sukarir Nuryanto, M.Pd.,
Pembimbing II Dra. Sri Susilaningsih, S.Pd., M.Pd. 243 Halaman.
Kata kunci: menulis deskripsi, strategi think-pair-share, berbantukan media foto.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI PENERAPAN STRATEGI THINK-PAIR-SHARE BERBANTUKAN MEDIA FOTO PADA SISWA KELAS II SDN TUGUREJO 03 KOTA SEMARANG - HABIB FIRDAUS TRI PUTRA

7.PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL ARIAS BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS IIA SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 KOTA SEMARANG - HESTI FITRIANA
ABSTRAK
Berdasarkan observasi awal di SD Hj.Isriati Baiturrahman 1 ditemukan
masalah dalam pembelajaran di kelas IIA. Pada saat pembelajaran siswa
cenderung pasif. Siswa kurang memiliki rasa percaya diri dan keberanian untuk
menjawab pertanyaan. Siswa kurang memiliki motivasi dalam mengikuti
pembelajaran. Guru jarang melakukan variasi pembelajaran, media pembelajaran
juga belum dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga hasil belajar IPS siswa
rendah. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran IPS. Salah satunya adalah menggunakanmodel ARIAS berbantuan
media audio visual. Rumusan masalahnya yaitu apakah model ARIAS berbantuan
media audio visualdapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan
hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan
guru, aktivitas siswa dan hasil belajar IPS dengan model ARIAS berbantuan media
audio visual.
Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
yang terdiri atas tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan
tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SD Hj.Isriati
Baiturrahman 1 Kota Semarang, dengan subjek guru dan siswa kelas IIA
sebanyak 39 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi,
catatan lapangan, tes lisan, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif baik
deskriptif kuantitatif maupun deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterampilan guru pada siklus I
memperoleh skor 26 dengan kategori baik, pada siklus II memperoleh skor 29
dengan kategori baik dan pada siklus III meningkat menjadi skor 34 dengan
kategori sangat baik. (2) Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor rata-rata
24 dengan kategori baik, pada siklus II memperoleh skor rata-rata 25,1 dengan
kategori sangat baik dan pada siklus III meningkat menjadi skor rata-rata 26,5
dengan kategori sangat baik. (3) Ketuntasan hasil belajar siswa meningkat. Pada
siklus I hasil belajar siswa mendapat nilai rata-rata 79 dengan persentase
ketuntasan 62,54%, siklus IInilai rata-rata 85 dengan persentase ketuntasan
82,06% dan meningkat pada siklus III dengan nilai rata-rata 87 dengan persentase
ketuntasan 89,75%. Ini menunjukkan bahwa persentase ketuntasan hasil belajar
siswa pada siklus IIA> 85% sehingga dinyatakan berhasil.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui model ARIAS berbantuan
media audio visual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Saran bagi
guru adalah model ARIAS berbantuan media audio visualdapat digunakan sebagai
salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS.
Fitriana, Hesti. 2013. Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS melalui Model
ARIAS Berbantuan Media Audio Visual pada Siswa Kelas IIA SD
Hj.Isriati Baiturrahman 1 Kota Semarang. Skripsi. Jurusan PGSD.
Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing (1)
Drs. Arini Estiastuti, M.Pd., dan Pembimbing (2) Drs. Susilo, M.Pd.
Kata Kunci : kualitas pembelajaran IPS, model ARIAS, media audio visual

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL ARIAS BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS IIA SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 KOTA SEMARANG - HESTI FITRIANA

8.PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI MENCETAK TIMBUL MELALUI MEDIA BAHAN ALAM PADA SISWA KELAS II SD NEGERI PENGGARUTAN 1 KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES - Hidayatunisa
ABSTRAK
Penggunaan metode dan media pembelajaran pada mata pelajaran Seni
Budaya dan Keterampilan kurang optimal sehingga hasil belajar siswa kurang
memuaskan. Proses pembelajaran masih berpusat pada guru. Guru dalam
menyampaikan materi dominan menggunakan metode ceramah tanpa
menggunakan media pembelajaran. Perolehan nilai pada pembelajaran mencetak
timbul pada siswa Kelas II SD Negeri Penggarutan 01 Kecamatan Bumiayu
Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2012/2013 menunjukkan belum tercapainya
keberhasilan pembelajaran tersebut. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan
hasil belajar dan aktivitas belajar siswa Kelas II serta performansi guru pada
materi mencetak timbul melalui penggunaan media pembelajaran bahan alam di
SD Negeri Penggarutan 01 Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri Penggarutan 01
Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2012/2013. Siswa kelas II
SD Negeri Penggarutan 01 Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes berjumlah 17
siswa, terdiri dari 7 laki-laki dan 10 Perempuan. Jenis penelitian yang digunakan
adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua
siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan
refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes dan non tes
(observasi dan dokumentasi). Indikator hasil belajar yaitu rata-rata kelas minimal
70, persentase tuntas belajar klasikal minimal 75%. Sedangkan indikator aktivitas
siswa yaitu rata-rata keaktifan minimal 70 dengan kriteria keaktifan tinggi dan
indikator performansi guru yaitu minimal 71 dengan kriteria baik.
Hasil Penelitian menunjukkan hasil belajar mencetak timbul menggunakan
media bahan alam mengalami peningkatan. Ketuntasan klasikal pada siklus I
sebesar 60,54% dan siklus II ketuntasan klasikal meningkat menjadi 84,31%.
Rata-rata hasil belajar mencetak timbul pada siklus I sebesar 68,64 dan siklus II
sebesar 77,99. Aktivitas siswa dalam pembelajaran mencetak timbul melalui
media bahan alam mengalami peningkatan. Siklus I rata-rata aktivitas siswa 78,35
dan siklus II menjadi 88,39. Performansi guru pada pembelajaran mencetak
timbul menggunakan media bahan alam mengalami peningkatan. Siklus I nilai
performansi guru sebesar 87,55 dan berkategori A (baik sekali) dan pada siklus II
meningkat menjadi 94,5 dan berkategori A (baik sekali). Dari hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan alam sebagai media pembelajran
dapat meningkatkan hasil belajar siswa, aktivitas siswa, dan performansi guru.
Hidayatunisa. 2013. Peningkatan Hasil Belajar Materi Mencetak Timbul Melalui
Media Bahan Alam pada Siswa Kelas II SD Negeri Penggarutan 01
Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes. Skripsi, Jurusan Pendidikan
Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I Moh. Fathurrohman, S.Pd., M.Sn. dan Pembimbing II Drs. Noto Suharto, M.Pd.
Kata kunci: Hasil Belajar, Media Bahan Alam, Mencetak Timbul.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI MENCETAK TIMBUL MELALUI MEDIA BAHAN ALAM PADA SISWA KELAS II SD NEGERI PENGGARUTAN 1 KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES - Hidayatunisa

9.PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA KRAMA LUGU MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS II SDN KARANGANYAR 02 SEMARANG - IKA SITI PRAMITA
ABSTRAK
Pembelajaran bahasa Jawa merupakan sarana pelestarian budaya Jawa. Terdapat
empat keterampilan berbahasa yang dipelajari dalam pembelajaran bahasa Jawa, salah
satunya adalah keterampilan berbicara. Sesuai dengan hasil observasi awal pada kelas II
SDN Karanganyar 02 Semarang, ditemukan beberapa permasalahan dalam proses
pembelajaran. Salah satu permasalahan tersebut adalah rendahnya hasil pembelajaran
siswa dalam mata pelajaran bahasa Jawa. Pembelajaran bahasa Jawa pada aspek
keterampilan berbicara bahasa Jawa ragam krama lugu masih belum optimal.
Kemampuan anak dalam berbicara krama lugu masih sangat rendah. Penggunaan model
pembelajaran yang kurang bervariasi menjadi penyebab kurang optimalnya proses
belajar mengajar, sehingga membuat siswa kurang antusias dalam mengikuti
pembelajaran. Dari permasalahan yang muncul, disusun rumusan masalah sebagai
berikut: (1). Apakah dengan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture dapat
meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan keterampilan berbicara siswa
dalam pembelajaran bahasa Jawa pada siswa kelas II SDN Karanganyar 02 Semarang ?
.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan
keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Jawa kelas II SDN
Karanganyar 02 Semarang.
Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan 4 pertemuan. Penelitian terdiri
atas 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek
penelitian ini adalah siswa kelas II SDN Karanganyar 02 Semarang. Pengumpulan data
dilakukan dengan metode observasi, catatan lapangan, tes, dokumentasi, dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru mengalami peningkatan.
Pada siklus I keterampilan guru mendapatkan skor 25,5, rata-rata skor 2,55 yang
termasuk dalam kategori baik, sedangkan pada siklus II mendapat skor 33, rata-rata skor
3,3 yang termasuk dalam kategori baik. Peningkatan juga terjadi pada aktivitas siswa.
Pada siklus I aktivitas siswa mendapat skor 17,45, rata-rata skor 2,5 yang termasuk
kategori baik, sedangkan pada siklus II mendapatkan skor 19, rata-rata skor 2,7 yang
termasuk dalam kategori baik. Persentase ketuntasan keterampilan berbicara siswa pada
siklus I adalah 54% kategori cukup mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 73%
kategori baik.
Simpulan penelitian ini adalah model Picture and Picture dapat meningkatkan
keterampilan guru, aktivitas siswa dan keterampilan berbicara krama lugu siswa kelas II
SDN Karanganyar 02 Semarang. Dengan diterapkannya model Picture and Picture dalam
pembelajaran, keterampilan berbicara siswa akan mengalami peningkatan sehingga siswa
bisa menggunakan bahasa Jawa dengan baik.
Pramita, Ika Siti. 2013. Peningkatan Keterampilan Bebicara Krama Lugu melalui Model
Picture and Picture Siswa Kelas II SDN Karanganyar 02 Semarang. Skripsi.
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas
Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Mujiyono, M.Pd., Pembimbing II: Sri Sukasih, S.Pd, .M.Pd.. 243 halaman.
Kata kunci: berbicara, model Picture and Picture, guru, siswa SD.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA KRAMA LUGU MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS II SDN KARANGANYAR 02 SEMARANG - IKA SITI PRAMITA

10.PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN CONCEPT MAPPING DENGAN AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS II SDN KARANGANYAR 01 KOTA SEMARANG - WAHYU MARTHA SETYANI
ABSTRAK
IPS pada hakikatnya adalah telaah tentang manusia dan dunianya, yang
dipelajari dari lingkup terdekat individu. Keluarga merupakan materi awal dari
IPS yang dapat dipelajari secara langsung dengan mengaktifkan siswa, sehingga
pembelajaran akanbermakna bagi siswa. Hasil observasi dan refleksi, menunjukkan
bahwa pembelajaran IPS kurang berkualitas, ditunjukkan oleh minat siswa
kurang,sehingga aktivitas siswa rendah, pembelajaran berpusat pada guru dan
kurang inovatif, ketuntasan hasil belajar klasikal siswa hanya 43,2%.Untuk
mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan strategi pembelajaran
concept mapping dengan audiovisual, dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran IPS yang meliputi keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil
belajar siswa.Penerapan strategi concept mapping dengan audiovisualini
memudahkan siswa mempelajari materi dan memotivasi siswa untuk belajar
dengan adanya media audiovisual, sehingga pembelajaran akan lebih bermakna.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan setiap
siklusnya satu pertemuan yang terdiri dari empat tahap:perencanaan, pelaksanaan,
observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Karanganyar 01 Kota
Semarang. Dengan subjek: peneliti sebagai guru dan siswa kelas II sebanyak 44
siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi.
Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan guru pada siklus I
mendapatkan skor 26 (65%) kategori baik, pada siklus II mendapat skor 30 (75%)
kategori baik, dan pada siklus III mendapat skor 35 (87,5%) kategori sangat baik.
(2) Aktivitas siswa pada siklus I mendapatkan skor rata-rata 23,4 (58,5%),
kategori cukup, pada siklus II mendapat skor rata-rata 29,1 (72,8%) kategori baik,
dan pada siklus III mendapat skor 33,6(84%), kategori baik. (3) Hasil belajar
siswa pada siklus I mencapai ketuntasan klasikal 56,8%, kategori cukup, pada
siklus IIketuntasan klasikal mencapai 70,5%, kategori baik, pada siklus III
ketuntasan klasikal sebesar 79,5%, kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa
indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu kriteria keterampilan guru dan
aktivitas siswa sekurang-kurangnya baik (80%) dan ketuntasan hasil belajar
klasikal ≥ 75% sudah tercapai sehingga penelitian ini dinyatakan berhasil.
Simpulan dari penelitian ini adalah melalui penerapan strategi concept
mapping dengan audiovisual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS pada
kelas II SDN Karanganyar 01 Kota Semarang. Saran bagi guru agar strategi
pembelajaran concept mapping dengan audiovisual dapat digunakan sebagai
acuan untuk pelaksanaan pembelajaran IPS di kelas II.
Setyani, Wahyu Martha. 2013. Peningkatan Kualitas pembelajaran IPS melalui
Strategi Pembelajaran Concept Mapping dengan Audiovisual pada Siswa
Kelas II SDN Karanganyar 01 Kota Semarang. Skripsi. Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I: Drs. Susilo, M.Pd, Pembimbing II: Dra. Sumilah, M.Pd.
Kata Kunci : kualitas, pembelajaran,IPS, concept mapping,audiovisual


Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN CONCEPT MAPPING DENGAN AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS II SDN KARANGANYAR 01 KOTA SEMARANG - WAHYU MARTHA SETYANI


Dipersilahkan untuk mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan agar mendapatkan file yang lengkap dan utuh.

Kami cukupkan sampai di sini tulisan kami yang berjudul:

Download Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas 2 Sekolah Dasar

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!


InformasiGuru.Com Updated at: 23.14

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!