Contoh Judul dan Laporan PTK PAUD dan Kelompok Bermain

| 13 Desember 2017

Download Kumpulan Contoh PTK/ Penelitian Tindakan Kelas  jenjang PAUD dan Kelompok Bermain (KB)

Download Contoh-contoh Penelitian Tindakan Kelas Untuk PAUD dan Kelompok Bermain (KB)






Penelitian adalah merupakan terjemahan dari bahasa inggris, Research. Adapun pengertian penelitian sangat beragam namun pada hakikatnya sama. Penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis.

Menurut Winarno Surachmad,research atau penelitian yaitu kegiatan ilmiah yang mengumpulkan pengetahuan baru dari sumber-sumber primer, dengan tekanan tujuan pada penemuan prinsip-prinsip umum, serta mengadakan ramalan generalisasi di luar sampel yang diselidiki.
Sedangkan menurut Soetrisno Hadi, penelitian yakni usaha dalam menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, usaha yang mana dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah.

PAUD/ Kelompok Bermain (KB) merupakan jenjang pendidikan sebelum jenjang taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan dasar (SD) dimana di dalamnya berisi suatu usaha pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani supaya anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Secara kontekstual, PTK merupakan terjemahan dari Classroom Action Research, yang bermakna satu Action Research yang dilakukan di kelas, baik PAUD/ KB, SD, SMP, dan sampai tingkat SMA.

Penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk inquiri atau penyelidikan yang dilakukan melalui refleksi diri dimana dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang diteliti, seperti guru, siswa, atau kepala sekolah. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam situasi sosial, termasuk situasi pendidikan. Penelitian tindakan kelas memiliki tujuan memperbaiki: dasar pemikiran dan kepantasan dari praktik-praktik, pemahaman terhadap praktik tersebut, serta situasi atau lembaga tempat praktik tersebut dilaksanakan.

Berikut adalah contoh-contoh penelitian tindakan kelas (PTK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Kelompok Bermain yang kami kumpulkan dari berbagai sumber beserta tautan downloadnya secara gratis dan mudah untuk Anda:


1.MENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL DI KELOMPOK B1 RA PERWANIDA 02 SLAWI - Daroah
ABSTRAK
Metode bercerita merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak, karena bahasa mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, agar metode bercerita tidak membosankan maka seiring dengan perkembangan teknologi metode bercerita dituangkan dengan bantuan media audio visual, sehingga pembelajaran dengan metode bercerita pada anak usia dini tidak membosankan.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan kemampuan bahasa pada anak; 2) memberikan pembelajaran yang menyenangkan melalui metode bercerita dengan media audio visual di kelompok B1 Ra Perwanida 02 Slawi.
Metode penelitian dilakukan dengan tindakan kelas. Subjek penelitiannya anak didik kelompok B1 di RA Perwanida 02 Slawi, yang terdiri dari 32 anak, di Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentatif dan deskriptif aktivitas anak anak didik.
Hasil penelitian menunjukkan kemampuan bahasa yang dicapai anak didik kelompok B1 Ra Perwanida 02 Slawi lebih meningkat di bandingkan dengan sebelumnya di mana perkembangan bahasa anak hanya mencapai 50%, namun setelah dilakukan praktek penelitian tindakan kelas melalui metode bercerita dengan menggunakan media audio visual, pada siklus pertama mengalami peningkatan mencapai 75%, maka dari itu dilakukan penelitian ulang sehingga pada siklus kedua mengalami peningkatan mencapai 85%, dimana tingkat pencapaian tersebut sudah memenuhi target penelitian yaitu 85%, Begitu pula dengan guru lebih mudah dalam menyampaikan metode bercerita, dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pembelajaran melalui metode bercerita dengan media audio visual dapat dikatakan berhasil dalam rangka meningkatkan kemampuan bahasa anak, untuk itu disarankan pada semua guru dapat memberikan kegiatan bercerita dengan bantuan media audio visual sehingga dapat menarik dan menyenangkan anak.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL DI KELOMPOK B1 RA PERWANIDA 02 SLAWI - Daroah

2.KORELASI PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHAPAD PERKEMBANGAN PERILAKU NEGATIF ANAK USIA DINI - Malikhah
ABSTRAK
Masa kanak-kanak atau sering disebut usia dini adalah sebuah fase yang harus dilalui oleh manusia. Pada masa ini anak belum dapat berpikir mana yang baik dan mana yang buruk. Perkembangan perilaku anak dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain adalah tayangan televisi.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah, apakah ada hubungan pengaruh tayangan televisi dengan perkembangan perilaku negatif anak kelompok B Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal V Kudus dan seberapa besar hubungan tersebut? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tayangan televisi dengan perkembangan perilaku negatif anak dan di Taman Kanak-kanak tersebut, dan seberapa besar hubungan tersebut.
Populasi penelitian ini adalah murid kelompok B Taman Kanak kanak Aisyiyah Bustanul Athfal V Kudus. Adapun jumlah populasi adalah sebanyak 76 anak usia dini terdiri atas 33 peserta didik laki-laki dan 43 peserta didik perempuan, setelah dihitung menggunakan validitas dan realibilitas maka sampel yang digunakan sebanyak 50 anak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsional random sampling. Responden yang terpilih diberi angket yang berisi tentang pengaruh tayangan televisi dan perkembangan perilaku negatif anak usia dini.
Data yang diperoleh diolah dengan bantuan SPSS versi 11.00 dengan statistik model linier, sebelum analisis dilakukan uji t, uji F dan uji asumsi klasik yakni; uji Multikolinearitas, uji normalitas dan uji heterokedastitas.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengaruh tayangan televisi (X) dengan perkembangan perilaku negatif anak (Y) di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal V Kudus dengan hasil yang menunjukkan bahwa korelasi antara variable x dan y tergolong cukup. Nilai signifikan F hitung (38,019) > dari nilai F table (2,31) atau signifikan (0.00) < alpha (0.05), menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara variabel x dan y.
Melihat hasil penelitian tersebut maka dampingan orang tua sewaktu anak sedang menonton televisi sangat diperlukan .Orang tua dapat mengatur jadwal menonton televisi anak-anaknya. Orang tua harus dapat memilih acara yang sesuai dengan usia anak. Orang tua harus mengetahui acara favorit anak. Orangtua sebaiknya tidak meletakkan televisi di kamar anak .Ajak anak untuk melakukan banyak aktivitas lain selain hanya menonton televisi. Ajari anak untuk memperbanyak membaca buku yang bermanfaat. Orangtua harus membiasakan anak tidak menonton televisi di harihari sekolah. Orangtua harus membekali anak dengan pendidikan yang mengandung nilai-nilai agama.
Malikhah, 2012. Korelasi Pengaruh Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan
Perilaku Negatif Anak Usia Dini (Studi Pada Kelompok B Taman Kanak-kanak
Aisyiyah Bustanul Athfal V Kudus Tahun 2011 /2012). Skripsi, Program Studi
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Semarang. Drs. Sawa Suryana, M.Pd dan Amirul Mukminin, S.Pd, M.Kes.
Kata Kunci : Korelasi Pengaruh Tayangan Televisi, Perkembangan Perilaku Negatif

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

KORELASI PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHAPAD PERKEMBANGAN PERILAKU NEGATIF ANAK USIA DINI - Malikhah

3.STUDI DESKRIPTIF TANAMAN OBAT TRADISIONAL YANG DIGUNAKAN ORANGTUA UNTUK KESEHATAN ANAK USIA DINI DI GUGUS MELATI KECAMATAN KALIKAJAR KABUPATEN WONOSOBO - NURSIYAH
ABSTRAK
Tanaman obat tradisional merupakan tanaman yang dapat dipergunakan sebagai obat, baik yang sengaja ditanam maupun tanaman yang tumbuh secara liar. Tanaman tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diramu dan disajikan sebagai obat guna penyembuhan penyakit.
Usia dini merupakan masa tumbuh kembang anak. Kualitas kecerdasannya sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan anak itu sendiri.
Apabila anak mengalami sakit, orangtua akan segera mengobatinya dengan berbagai cara. Salah satu pengobatan yang dipilih yaitu dengan menggunakan obat tradisional. Cara tersebut dipilih karena mahalnya tarif kesehatan yang tidak terjangkau oleh masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat tradisional yang digunakan untuk mengobati gangguan dan penyakit pada anak usia dini di Gugus Melati Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo.
Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Populasinya adalah seluruh siswa TK yang ada di gugus Melati Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo dengan jumlah sample untuk penelitian sebanyak 30 orang. Analisis penelitian yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan regresi sederhana.
Hasil penelitian sebagai berikut; secara berurutan dengan mengambil prosentase diantaranya, mentimun untuk mengobati penyakit panas (33,3%),jeruk nipis untuk mengobati penyakit batuk dan radang tenggorokan (86,67%),kemukus untuk mengobati penyakit pilek (83,3%), temu giring untuk mengobati penyakit cacingan, daun sirih untuk mengobati mimisan dan beleken, daun jambu biji untuk mengobati penyakit diare, pepaya untuk mengatasi sembelit, kemuning untuk mengobati korengan, daun cabe untuk mengobati
penyakit wudun, brotowali untuk mengatasi gatal-gatal, belimbing wuluh untuk mengobati penyakit cacar dan gondongen, dan sambiloto untuk mengobati penyakit gabagen. Sedangkan untuk kemapuan cara meracik tanaman obat tradisional sebanyak 12 responden (40%) menyatakan cukup menguasai, sebanyak 14 responden (46,67%) menyatakan kurang menguasai dan selebihnya sebanyak 4 responden (13,33%) menyatakan tidak menguasai.
Nursiyah,2013. “Studi Deskriptif Tanaman Obat Tradisional Yang Digunakan
Orangtua Untuk Kesehatan Anak Usia Dini Di Gugus Melati Kecamatan
Kalikajar Kabupaten Wonosobo Tahun 2013”. Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan,
Program Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri
Universitas Negeri Semarang. 2013, dosen pembimbing I; Dr. Sri Sularti Dewanti
Handayani M.Pd dan dosen pembimbing II;Yuli Kurniawati,S.Psi., M.A
Kata Kunci: Tanaman Obat Tradisional,Kesehatan anak

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

STUDI DESKRIPTIF TANAMAN OBAT TRADISIONAL YANG DIGUNAKAN ORANGTUA UNTUK KESEHATAN ANAK USIA DINI DI GUGUS MELATI KECAMATAN KALIKAJAR KABUPATEN WONOSOBO - NURSIYAH

4.PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN MELALUI PERMAINAN TABUNG ANGKA DI KELOMPOK BERMAIN MIFTAHUL JANNAH, NGALIYAN, SEMARANG - SULISTIYAWATI
ABSTRAK
Pendidikan untuk anak usia dini merupakan pendidikan yang ditunjukkan untuk anak usia 0-8 tahun, salah satu strategi yang dapat digunakan pendidik untuk meningkatkan kemampuan anak usia dini adalah melalui permainan. Guru hendaknya memilih kegiatan yang tepat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak salah satunya dengan meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak.Kemampuan berhitung permulaan yang rendah menjadi masalah yang dihadapi guru di Kelompok Bermain Miftahul Jannah. Berdasarkan kondisi tersebut rumusan masalah yang dipaparkan dalam penulisan ini yaitu: bagaimana meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak melalui permainan tabung angka di Kelompok Bermain Miftahul Jannah Ngaliyan, Semarang dan seberapa besar pengaruh permainan tabung angka terhadap peningkatan kemampuan berhitung permulaan anak di Kelompok Bermain Miftahul Jannah, Ngaliyan, Semarang.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdapat perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sumber data adalah siswa Kelompok Bermain B Miftahul Jannah, Ngaliyan, Semarang melalui kegiatan pembelajaran yang lebih menarik seperti mengenal angka dan berhitung melalui permainan tabung angka dengan benda yang disesuaikan dengan tema sebagai sumber belajar terbukti mampu meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak, yaitu terlihat dari lembar data hasil pengamatan pada saat kegitan pembelajaran dengan permainan tabung angka berlangsung. Pada siklus I diperoleh hasil 66% peningkatan kemampuan berhitung permulaan dan pada siklus II diperoleh hasil 86% peningkatan kemampuan berhitung permulaan, dengan hasil tersebut menujukkan bahwa penelitian ini berhasil karena melebihi target indikator penelitian sebesar 80%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kegiatan permainan tabung angka sebagai sumber belajar dapat dikatakan berhasil dalam rangka meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak. Berdasarkan penelitian tersebut disarankan pada semua guru dapat memberikan kegiatan pembelajaran berhitung permulaan yang menarik dan menyenangkan anak. Guru juga hendaknya mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi anak
SULISTIYAWATI, NIM 1601911011, 2013 “Peningkatan Kemampuan berhitung Permulaan Anak melalui Permainan Tabung Angka di Kelompok Bermain Miftahul Jannah Ngaliyan Semarang”. Skripsi progam studi Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
Kata kunci: Kemampuan Berhitung Permulaan Anak, Permainan dan Tabung Angka.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN MELALUI PERMAINAN TABUNG ANGKA DI KELOMPOK BERMAIN MIFTAHUL JANNAH, NGALIYAN, SEMARANG - SULISTIYAWATI

5.EFEKTIVITAS PEMBERIAN REWARD MELALUI METODE TOKEN EKONOMI UNTUK MENINGKATAN KEDISIPLINAN ANAK USIA DINI - Umri Mufidah
ABSTRAK
Disiplin merupakan suatu cara untuk memperbaiki tingkahlaku yang salah.
Disiplin juga mendorong, membimbing dan membantu anak agar memperoleh perasaan puas karena kesetiaan, kepatuhan, dan mengajarkan kepada anak bagaimana berpikir secara teratur. Reward juga merupakan salah satu alat pendidikan untuk mendidik anak supaya dapat merasa senang, karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan. Hurlock menyatakan bahwa sepanjang masa kanak-kanak, penghargaan mempunyai nilai edukatif yang penting. Untuk itu setiap kali anak menunjukkan sikap disiplin mereka maka akan mendapatkan sebuah imbalan atau token ekonomi yang dapat dikumpulkan dan ditukarkan dengan sesuatu yang berharga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui token ekonomi efektif atau tidak dalam meningkatkan kedisiplinan anak usia dini.
Penelitian ini jenis penelitian eksperimen kuasi Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sample menggunakan teknik Nonprobability Sampling. Sedangkan jenis sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yang menyebutkan bahwa penentuan sampel dilakukan dengan pertimbangan tertentu.
Uji t paired antara pretest dan posttest kelompok eksperimen menghasilkan nilai significant (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Berdasarkan nilai thitung 5,872 > dari nilai ttabel 2,069 menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pretest dan posttest kelompok eksperimen. Hasil perhitungan uji t paired antara pretest dan posttest kelompok kontrol menghasilkan nilai significant (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,071 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Berdasarkan nilai thitung
1,899 < dari nilai ttabel 2,069 menunjukkan bahwa tidak terjadi perbedaan antara hasil pretest dan posttest kelompok kontrol. Hasil uji t paired posttest kelompok eksperimen dan kontrol adalah ada perbedaan yang signifikan karena memiliki nilai significant (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Berdasarkan nilai thitung 9,470 > dari nilai ttabel 2,069 menunjukkan bahwa ada perbedaan antara hasil posttest kelompok kontrol dan eksperimen, dimana kelompok eksperimen menghasilkan nilai posttest yang lebih tinggi dibandingkan
kelompok kontrol.
Ada perbedaan tingkat kedisiplinan pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan token ekonomi dan terlihat perbedaan tingkat kedisiplinan pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah diberikan perlakuan. Maka token ekonomi efektif digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan anak usia dini.
Mufidah, Umri. 2012. Efektivitas Pemberian Reward Melalui Metode Token Ekonomi untuk meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia Dini. Skripsi, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing: 1. Edi Waluyo, M.Pd, 2. Drs. Khamidun, M.Pd
Kata Kunci: reward, token ekonomi, kedisiplinan, anak usia dini

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

EFEKTIVITAS PEMBERIAN REWARD MELALUI METODE TOKEN EKONOMI UNTUK MENINGKATAN KEDISIPLINAN ANAK USIA DINI - Umri Mufidah


Dipersilahkan untuk mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan agar mendapatkan file yang lengkap dan utuh.

Kami cukupkan sampai di sini tulisan kami yang berjudul:

Contoh Judul dan Laporan PTK PAUD dan Kelompok Bermain

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!


InformasiGuru.Com Updated at: 15.37

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!