Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Resmi! Sekolah Dilarang Operasional Double Shift Mulai 2026 – Ini Penjelasannya

Sekolah dilarang operasional double shift mulai 2026. Ini penjelasan lengkap & masa transisi sesuai aturan baru.

Sejak berlakunya Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025, sistem double shift (sekolah pagi-sore dalam satu gedung) **tidak lagi diperbolehkan**. Aturan ini tertuang jelas dalam Pasal 17 yang menyatakan:

“Satuan Pendidikan melaksanakan kegiatan bidang kurikulum dan pembelajaran melalui 1 (satu) sesi belajar dalam 1 (satu) hari.”

Artinya: **hanya satu sesi belajar per hari** — tidak boleh ada kelas pagi dan sore di sekolah yang sama.

Mengapa double shift dilarang?

Sistem double shift selama ini kerap menimbulkan masalah, seperti:

  • Guru mengajar lebih dari 8 jam;
  • Kualitas pembelajaran menurun karena kelelahan;
  • Sarana prasarana (meja, kursi, laboratorium) dipakai berlebihan;
  • Risiko keamanan dan pengawasan yang lebih kompleks.

Dengan satu sesi belajar, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan berpusat pada murid.

Apa artinya bagi sekolah yang saat ini double shift?

Jangan panik! Pemerintah memberikan **masa transisi selama 3 tahun**.

Berdasarkan Pasal 26 (Ketentuan Peralihan):

“Satuan Pendidikan yang melaksanakan kegiatan pendidikan lebih dari 1 sesi belajar wajib melakukan pemenuhan ketentuan Pasal 17 paling lambat 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini mulai berlaku.”

Karena Permendikdasmen ini berlaku sejak 17 Desember 2025, maka:

  • Batas akhir penyesuaian: Desember 2028

Apa yang harus dilakukan sekolah?

  1. Identifikasi** kebutuhan ruang kelas dan guru;
  2. Ajukan bantuan infrastruktur** ke Dinas Pendidikan;
  3. Rencanakan pembangunan kelas baru** atau kolaborasi dengan sekolah terdekat;
  4. Masukkan kebutuhan ini ke dalam RKAS 2026–2028**.

Pengecualian?

Tidak ada pengecualian untuk pelanggaran Pasal 17. Semua sekolah **wajib** menyesuaikan diri dalam waktu 3 tahun.

Penutup

Larangan double shift bukan untuk mempersulit sekolah, tapi untuk memastikan **setiap anak mendapat hak belajar yang layak** — dalam kelas yang tidak terburu-buru, tidak penuh sesak, dan penuh perhatian.

FAQ

1. Apa itu “double shift” atau “sekolah pagi-sore”?
Double shift adalah sistem di mana satu gedung sekolah digunakan untuk dua sesi belajar berbeda dalam satu hari — misalnya kelas pagi (07.00–12.00) dan kelas sore (13.00–17.00).

2. Apakah aturan ini berlaku mulai Januari 2026?
Tidak. Aturan ini mulai berlaku sejak 17 Desember 2025, tapi sekolah yang saat ini double shift diberi masa transisi 3 tahun, yaitu sampai Desember 2028.

3. Apakah semua jenis sekolah dilarang double shift?
Ya. Aturan ini berlaku untuk semua jenjang: PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan Paket A/B/C — tanpa pengecualian.

4. Apa yang harus dilakukan sekolah yang saat ini double shift?
Langkah-langkah yang disarankan:
– Segera inventarisasi kebutuhan ruang kelas dan guru,
– Masukkan kebutuhan pembangunan kelas baru ke dalam RKAS 2026–2028,
– Ajukan bantuan infrastruktur ke Dinas Pendidikan atau program BOS/KIP,
– Pertimbangkan kolaborasi dengan sekolah terdekat untuk redistribusi siswa.

5. Bagaimana jika sekolah tidak mampu menyesuaikan dalam 3 tahun?
Sekolah wajib memberikan laporan progres kepada Dinas Pendidikan. Jika tidak ada upaya nyata, sekolah berisiko tidak memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan dapat dikenai sanksi administratif.

🔍 Periksa apakah sekolah Anda masih double shift?** Jika iya, mulailah merancang transisi sejak sekarang!

Sumber: Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025, Pasal 17 & Pasal 26

Posting Komentar untuk "Resmi! Sekolah Dilarang Operasional Double Shift Mulai 2026 – Ini Penjelasannya"