Buku Pedoman Pengelolaan Kelas PAUD

| 04 Desember 2017

Download Buku Pedoman Pengelolaan Kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pdf

Download Buku Pedoman Pengelolaan Kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pdf







Lingkungan adalah guru ketiga bagi anak. Dari lingkungan, anak belajar tentang kebersihan, kerapian, disiplin, kemandirian, semangat pantang menyerah, dan banyak hal lainnya. Oleh karena itu, lingkungan pada Pendidikan Anak Usia Dini harus direncanakan, ditata, dimanfaatkan, dan dirawat secara cermat agar mampu mendukung pencapaian hasil belajar yang
telah ditetapkan bersama.

Lingkungan belajar, baik di dalam maupun di luar mempengaruhi apa dan bagaimana anak belajar. Lingkungan yang mengundang; mendorong dan membantu anak bereksplorasi, bereksperimen; memanipulasi benda dan alat main secara bermakna, menyenangkan, dan menantang kemampuan berpikir mereka membuat kegiatan pembelajaran menjadi semakin menyenangkan.

Lingkungan belajar tidak selalu identik dengan banyaknya alat permainan yang dimiliki, tetapi terlebih penting adalah bagaimana agar anak dapat terlibat aktif di dalam lingkungan belajar tersebut. Tidak pula menjadi arif bila satuan PAUD yang terbatas luas halaman bermainnya diisi dengan alat permainan di luar yang penuh sesak.

Anggapan bahwa PAUD yang tidak memiliki alat bermain di luar adalah lembaga PAUD yang kurang bermutu, sudah harus ditinggalkan.

Banyak aspek lain yang dibahas secara intensif dan mendalam terkait dengan pengelolaan kelas pad pendidikan anak usia dini atau PAUD. Selengkapnya, dapat Anda download pada tautan sebagai berikut:


Download Buku Pedoman Pengelolaan Kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pdf


Berikut adalah kutipan dari isi Buku Pedoman Pengelolaan Kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tersebut:



Daftar Isi

Kata Sambutan ...................................................................................................... iii Kata Pengantar ..................................................................................................... iv Daftar Isi ................................................................................................................ v
Mengapa Lingkungan Belajar Penting bagi Anak? ...................................... 1

Apa Saja Model Pembelajaran yang Dapat Digunakan? ............................. 2
Model Sudut .............................................................................................. 2
Model Area ............................................................................................... 7
Model Sentra ............................................................................................. 12

Bagaimana Menata Lingkungan Belajar? ..................................................... 16
Apa Fungsinya? ......................................................................................... 16
Prinsip Apa Saja yang Harus Diperhatikan? ............................................ 16
Apa Persyaratannya? ................................................................................ 17
Penataan Ruang Belajar di Dalam (indoor) ............................................. 18
Bagaimana Memilih Furnitur? ................................................................. 19
Apa dan Bagaimana Pengorganisasian Belajar bagi Anak? ......................... 22
Jumlah Anak ............................................................................................. 22
Kelompok Usia Anak ................................................................................. 22
Waktu Belajar ............................................................................................ 23

Penutup ............................................................................................................ 24

Daftar Pustaka ....................................................................................................... 25

Apa Saja Model Pembelajaran yang Dapat Digunakan?

Ada banyak model pembelajaran yang dapat diterapkan. Semua model memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, semuanya memuat prinsip pembelajaran PAUD yang sama. Di Indonesia model pembelajaran yang banyak digunakan di satuan PAUD ada tiga macam, yakni model sudut, area, dan sentra.

Model Sudut

Model pembelajaran sudut memberikan kesempatan kepada anak didik untuk belajar dekat dengan kehidupan sehari-hari. Model ini bersumber pada teori pendidikan dan perkembangan Montessori. Pada model ini program pembelajaran difokuskan pada lima hal, yakni:

• Praktik kehidupan. Anak-anak diajarkan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan keterampilan dan kemandirian, seperti mengikat tali sepatu, menyiapkan bekal makan mereka, pergi
ke toilet tanpa bantuan, dan membersihkan diri sendiri ketika mereka menumpahkan sesuatu.

• Pendidikan kesadaran sensori. Di sini anak dilatih untuk peka menggunakan lima indera yang mereka miliki.

• Seni berbahasa. Anak-anak didorong untuk mengekspresikan diri mereka secara lisan. Anak-anak juga belajar membaca, mengeja, tata bahasa, dan menulis.

• Matematika dan bentuk geometris. Anak-anak diajarkan tentang angka, baik itu dengan menggunakan tangan maupun dengan alat.

• Budaya. Pendidikan budaya di sini mencakup geografi, hewan, waktu, sejarah, musik, gerak, sains, dan seni.

Selaras dengan fokus program pembelajaran di atas, ruangan pembelajaran ditata secara fungsional bagi anak, yang memungkinkan anak bekerja, bergerak, dan berkembang secara bebas. Kondisi ruangan dan peralatan disesuaikan dengan ukuran anak. Bahan dan alat main diatur dalam rak-rak yang mudah dijangkau anak. Ruang kelas ditata indah dan menarik bagi anak karena pada usia awal rasa estetika mulai berkembang. Tersedia buku- buku yang dapat diambil anak kapan saja. Dalam ruangan ini dibagi menjadi lima sudut sebagai berikut.

1. Sudut Latihan Kehidupan Praktis (Practical Life Corner)

Di sudut ini anak-anak diberi kesempatan untuk meniru apa yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitar mereka setiap hari. Misalnya mereka menyapu, mencuci, memindahkan suatu barang dengan berbagai alat yang berbeda (sendok, sumpit dan lain-lain), membersihkan kaca, membuka dan menutup kancing atau resleting, membuka dan menutup botol/kotak/kunci, mengelap gelas yang sudah dicuci dan sebagainya. Melalui berbagai aktivitas yang menarik ini, anak-anak belajar untuk membantu diri mereka sendiri (self help), berkonsentrasi dan mengembangkan kebiasaan bekerja dengan baik.

Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut ini dapat berupa:

• kursi
• kertas
• kacang-kacangan
• teko/botol
• beras
• air
• sendok
• kerang
• penjepit
• biji-bijian
• kancing berbagai warna dan ukuran
• berbagai macam bentuk benda
• lem
• kuas
• kertas kertas garis lurus, zigzag, lengkung, geometris, bentuk binatang
• bingkai baju, kancing besar, kancing kecil, prepet, kancing cetet, tali, kait, risleting, pita,tali sepatu, peniti, gesper, kancing sepatu

2. Sudut Sensorik

Sudut sensorik mengembangkan sensitivitas penginderaan anak, yakni penglihatan, pendengaran, penghiduan, perabaan, dan pengecapan. Di sudut sensorik kegiatan berfokus pada pengenalan benda seperti berbagai perbedaan warna, merasakan berat ringan, berbagai bentuk dan ukuran, merasakan tekstur halus dan kasar, tinggi- rendah suara, berbagai bebauan dari berbagai benda, dan mengecap berbagai rasa dari benda yang dijumpai sehari-hari.

Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut ini dapat berupa:

• berbagai bumbu dapur di dalam botol untuk dicium
• berbagai sumber rasa asin, manis, pahit, asam
• kain dan biji-bijian dengan berbagai tekstur
• menara gelang
• bola palu
• lonceng tangan, dll.



InformasiGuru.Com Updated at: 13.35

0 comments:

Posting Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi