Jokowi Fokus Pada Penguatan Pendidikan Karakter

| 22 September 2016

Presiden Jokowi Instruksikan Penguatan Pendidikan Karakter


Presiden Jokowi Instruksikan Penguatan Pendidikan Karakter

Presiden Joko Widodo kembali mengulang apa yang menjadi fokus dan harapan pemerintah yakni agar pendidikan karakter benar-benar bisa diaplikasikan di dalam kurikulum nasional untuk ke depannya nanti, bisa berwujud ekstrakurikuler maupun kokurikuler (di dalam kurikulumnya). Jokowi menjelaskan, konsep mengenai sistem pendidikan full day school (FDS) sedang dimatangkan oleh Kemendikbud dan segera diujicobakan di sekolah-sekolah yang dianggap telah siap untuk melaksanakannya.

Mari kita mengingat lagi tentang pengertian dari full day school itu sendiri. Secara etimologis, kata Full Day School (FDS) berasal dari Bahasa Inggris. Full mengandung makna penuh, dan Day mengandung makna hari. Jadi, pengertian Full Day secara harfiah memiliki makna sehari penuh. Full Day juga memiliki pengertian hari sibuk. Sedangkan School adalah terjemahan dari sekolah. Maka, pengertian Full Day School (FDS) adalah sekolah sepanjang hari penuh atau bisa disebut dengan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilaksanakan sejak pukul 06.45-15.00 WIB. Dengan itu maka, sekolah dapat mengatur jadwal pelajaran dengan leluasa, disesuaikan dengan bobot mata pelajaran dan ditambah dengan pendalaman materi.

Full Day School sendiri muncul sejak awal tahun delapan puluhan di Amerika Serikat. Ketika itu Full Day School (FDS) awalnya hanya diberlakukan untuk tingkat sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) saja dan pada proses selanjutnya segera meluas pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi mulai dari SD hingga menengah atas.

"Jadi kenapa full day school itu dilakukan? Karena kita ingin pendidikan etika, pendidikan budi pekerti, sopan santun, karakter kerja keras, dan karakter optimis itu ada di anak-anak kita. Itu penting sekali,” ucap Jokowi di Ponorogo, Jawa Timur.

Program full day school ini, tutur Jokowi, diprioritaskan bagi jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD dan TK), dan pendidikan dasar (SD dan SMP). Sampai detik ini, teknis pelaksanaan full day school masih dipersiapkan dan digodog di Kemendikbud. Jokowi menuturkan, beliau telah memerintahkan kepada Mendikbud Muhadjir Effendy supaya pendidikan etika, budi pekerti, dan sopan santun diberikan porsi yang lebih dalam kurikulum pendidikan di SD dan SMP.

“Tetapi nanti masih dicoba, tidak semuanya. Masih dicoba di satu, dua, tiga, dan empat provinsi terlebih dahulu, terutama yang berada di kota dan sekolah yang siap. Kita tidak akan memaksakan. Nanti dievaluasi,” tambah Presiden.

Ketika berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Presiden Jokowi juga memfokuskan agar persentase pendidikan terutama di SD dan SMP diberikan persentase lebih tinggi untuk pendidikan etika, budi pekerti, dan sopan santun. Rencana penerapan full day school dilakukan untuk menambahkan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai tersebut.

"Sudah disampaikan wacana full day school yang akan dicoba di beberapa provinsi untuk menanamkan nilai-nilai itu. Tanpa nilai-nilai tersebut identitas kita akan hilang. Padahal waktu saya bicara dengan kepala pemerintah lain mereka sangat memuji Indonesia yang tetap kokoh meskipun kita berbeda-beda," terang Jokowi.


InformasiGuru.Com Updated at: 05.19

0 comments:

Posting Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi