Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT): Pembahasan Lengkap

| 18 Maret 2017

Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT): Pengertian dan Langkah-lankah


Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dalam tulisan ini meliputi pengertian dan langkah-langkahnya.

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. Fungsi model pembelajaran adalah sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para guru dalam melaksanakan pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, serta tingkat kemampuan siswa (Trianto, 2014:51).

Sedangkan menurut Wisudawati dan Sulistyowati (2014:48) model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur secara sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran adalah pembungkus proses pembelajaran yang di dalamnya terdapat pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya guru memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya (Rusman, 2014:133).

Model pembelajaran NHT merupakan salah satu jenis dari model pembelajaran kooperatif. Terdapat beberapa varian atau tipe dari model pembelajaran kooperatif, antara lain: STAD, TPS, TGT, serta Jigsaw.


Menurut Huda (2014:203) Numbered Head Together (NHT) merupakan varian dari diskusi kelompok. Tujuan dari Numbered Head Together (NHT) adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi gagasan dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain untuk meningkatkan kerja sama siswa, Numbered Head Together (NHT) juga bisa diterapkan untuk semua mata pelajaran dan tingkatan kelas. Sintak atau tahap-tahap pelaksanaan Numbered Head Together (NHT) pada hakikatnya hampir sama dengan diskusi kelompok, yang prosedur pembelajarannya adalah sebagai berikut: pembelajaran dengan menggunakan model Numbered Head Together (NHT) diawali dengan siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok, masing-masing siswa dalam kelompok diberi nomor. Kemudian guru memberi tugas/pertanyaan pada masin-gmasing kelompok untuk mengerjakannya. Setiap kelompok mulai berdiskusi untuk menemukan jawaban yang dianggap paling tepat dan memastikan semua anggota kelompok mengetahui jawaban tersebut. Guru memanggil salah satu nomor secara acak. Siswa dengan nomor yang dipanggil mempresentasikan jawaban dari hasil diskusi kelompok mereka.

Hamdani (2011:89) menyatakan bahwa Numbered Heads Together (NHT) adalah metode belajar dengan cara setiap siswa diberi nomor dan dibuat suatu kelompok, kemudian secara acak, guru memanggil nomor dari siswa. Kelebihan model Numbered Heads Together (NHT) adalah setiap siswa menjadi siap semua, siswa dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh, dan siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.

Berikut adalah langkah-langkah Numbered Heads Together (NHT) menurut Hamdani (2011:89):


(1) siswa dibagi dalam kelompok dan setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor,

(2) guru memberikan tugas dan tiap-tiap kelompok disuruh untuk mengerjakannya,

(3) kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan bahwa setiap anggota kelompok dapatmengerjakannya,

(4) guru memanggil salah satu nomor siswa dan siswa yang nomornya dipanggil melaporkan hasil kerja sama mereka,

(5) siswa lain diminta untuk memberi tanggapan, kemudian guru menunjuk nomor lain, dan

(6) kesimpulan.



Menurut Trianto (2011:62) Numbered Head Together (NHT) atau penomoran berpikir bersama merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional. Numbered Head Together (NHT) pertama kali dikembangkan oleh Spenser Kagen (1993) untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Dalam mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas, guru menggunakan struktur empat fase sebagai sintaks Numbered Head Together (NHT) :

1) Penomoran

Siswa dibagi ke dalam kelompok 3-5 orang dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5.

2) Mengajukan pertanyaan

Guru mengajukan sebuah pertanyaan kepada siswa. Petanyaan dapat bervariasi.

3) Berpikir bersama

Siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu dan meyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban tim.

4) Menjawab

Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan jarinya dan mencoba menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.

Menurut Suprijono (2011:92) pembelajaran dengan menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) diawali dengan Numbering. Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil. Jumlah kelompok sebaiknya mempertimbangkan jumlah konsep yang dipelajari. Jika jumlah peserta didik dalam satu kelas terdiri dari 40 orang dan terbagi menjadi 5 kelompok berdasarkan jumlah konsep yang dipelajari, maka tiap kelompok terdiri 8 orang. Tiap-tiap orang dalam tiap kelompok diberi nomor 1-8. Setelah kelompok terbentuk guru mengajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh tiap-tiap kelompok. Berikan kesempatan kepada tiap-tiap kelompok menemukan jawaban.
Pada kesempatan ini tiap-tiap kelompok menyatukan kepalanya “Heads Together” berdiskusi memikirkan jawaban atas pertanyaan dari guru.

Langkah berikutnya adalah guru memanggil siswa yang memiliki nomor yang sama dari tiap-tiap kelompok. Mereka diberi kesempatan memberi jawaban atas pertanyaan yang telah diterimanya dari guru. Hal itu dilakukan terus hingga semua siswa dengan nomor yang sama dari masing-masing kelompok mendapat giliran memaparkan jawaban atas pertanyan guru. Berdasarkan jawaban-jawaban itu guru dapat mengembangkan diskusi lebih mendalam, sehingga siswa dapat menemukan jawaban pertanyaan itu sebagai pengetahuan yang utuh.

Demikian tulisan tentang model pembelajaran numbered head together (NHT). Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu.

Sumber:

EVI SEPTIANAWATI, 2015. PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA CD
INTERAKTIF PADA SISWA KELAS IV SDN PATEMON 01 SEMARANG. ONLINE LIBRARY UNNES SEMARANG.


InformasiGuru.Com Updated at: 14.49

0 comments:

Posting Komentar

Komentar Anda Sangat Dibutuhkan Untuk Tetap Menjalin Silaturahmi