Download Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas 3 Sekolah Dasar

| 17 Desember 2017

Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas III/ 3 Jenjang Sekolah Dasar/ SD

Kumpulan Contoh-contoh Penelitian Tindakan Kelas Untuk Jenjang SD Kelas III






Menyusun laporan PTK secara teoritis seakan memang mudah walau kenyataannya juga relatif tidak menyulitkan untuk orang-orang atau guru/ pengajar tertentu yang memiliki kemampuan literasi yang baik. Kendala literasi menjadi hal yang sangat mengganggu bagi sebagian kalangan guru dalam menyusun laporan PTK karena faktanya adalah bahwa tidak setiap orang walau berprofesi sebagai seorang guru/ pendidik lantas jago dalam menulis. Kemahiran menulis sebenarnya bisa diasah dengan sering berlatih menulis, jadi yakinlah bahwa semua orang pada dasarnya bisa menulis dan memang diperlukan kebiasaan menulis dengan baik dan benar.

Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menjadi sangat penting bagi guru dalam rangka mengembangkan perannya sebagai seorang tenaga pendidik yang profesional. Di sisi lain, PTK merupakan syarat wajib seorang guru sebelum melaksanakan UKG (Uji Kompetensi Guru).

Berikut kami tuliskan acuan dalam menyusun sebuah laporan akhir penelitian yang wajib mengikuti acuan penulisan karya tulis ilmiah (KTI) dalam rangka meningkatkan jabatan/golongan guru melalui pengembangan profesi.

Catatan:
Periksa dan Siapkan Kelengkapan Laporan dan Sistematika PTK (Sampul, Halaman Pengesahan, Abstrak, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran)

Kemudian apabila kelengkapan laporan dan sistematika PTK telah lengkap, susun Bab per Bab seperti berikut ini :

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Hipotesis Tindakan (bila diperlukan)

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
B. Temuan Hasil penelitian yang relevan
C. Kerangka pikir

BAB III PROSEDUR/METODE PENELITIAN
A. Lokasi Dan Waktu
B. Subyek
C. Prosedur

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
B. Pembahasan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
B. Saran

Daftar Pustaka
Lampiran
1. Contoh perangkat Pembelajaran
2. Instrumen
3. Personalia
4. Data
5 Bukti Lain Pelaksanaan ( Foto,CD, Hasil pekerjaan siswa, berita acara seminar hasil penelitian)

Itulah acuan dalam membuat laporan PTK secara urut dan mudah yang sesuai dengan acuan dalam penulisan karya tulis ilmiah (KTI).

Berikutnya kami sajikan untuk Anda link Download Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas 3 (III) Sekolah Dasar di bawah ini:


1.PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA AKSARA JAWA MELALUI MODEL QUANTUM LEARNING DENGAN MEDIA KARTU KATA SISWA KELAS IIIA SDN PETOMPON 02 SEMARANG - DEWI RAHMA ARDIYANI
ABSTRAK
Berdasarkan data hasil observasi di kelas IIIA SDN Petompon 02
Semarang ditemukan masalah dalam pembelajaran. Pembelajaran bahasa Jawa
kurang menerapkan variasi model pembelajaran dan media, sehingga siswa
cenderung kurang aktif. Siswa mengalami kesulitan menghafalkan huruf aksara
Jawa, membedakan huruf aksara Jawa, dan membaca aksara Jawa. Hasilnya 60%
siswa belum mencapai KKM yang ditentukan sekolah yaitu 63.
Rumusan masalah adalah: apakah model Quantum Learning dengan media
kartu kata dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan
keterampilan membaca aksara Jawa siswa kelas IIIA SDN Petompon 02
Semarang?. Penelitian ini bertujuan: meningkatkan keterampilan guru, aktivitas
siswa, dan keterampilan membaca aksara Jawa siswa kelas IIIA SDN Petompon
02 Semarang.
Rancangan penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas terdiri dari
tiga siklus terdiri atas empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi
dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus, masing-masing siklus 1
pertemuan. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IIIA SDN Petompon
02 Semarang yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan
tes dan non tes. Jenis data kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan guru. Pada siklus
I skor 24 kategori baik, siklus II skor 31 kategori baik, dan siklus III skor 38
kategori sangat baik. Aktivitas siswa siklus I skor rata-rata 16,8 kategori cukup,
siklus II skor rata-rata 20,1 kategori baik dan siklus III skor rata-rata 24,3
kategori sangat baik. Hasil belajar berupa keterampilan membaca aksara Jawa
siswa siklus I ketuntasan belajar mencapai sebesar 67,5%, Siklus II sebesar 85%
dan pada siklus III sebesar 92,5%. Pada siklus III sudah memenuhi kriteria
sehingga tidak dilakukan tindakan siklus berikutnya.
Simpulan dari penelitian ini adalah dengan
model Quantum Learning dengan media kartu kata dapat meningkatkan
keterampilan guru, aktivitas siswa dan keterampilan membaca aksara Jawa siswa
kelas IIIA SDN Petompon 2 Semarang. Saran bagi guru sebaiknya menerapkan
model Quantum Learning dan mengembangkan media kartu kata pada mata
pelajaran yang lain, maupun materi yang lain.
Rahma Ardiyani, Dewi. 2013. Peningkatan Keterampilan Membaca Aksara Jawa
Melalui Model Quantum Learning dengan Media Kartu Kata Siswa
Kelas IIIA SDN Petompon 02 Semarang. Jurusan Pendidikan Guru
Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I: Drs. Mujiyono, M.Pd, Pembimbing II: Sri Sukasih, SS. M.Pd., 218 halaman

Kata Kunci: Membaca Jawa, Quantum Learning, Kartu kata

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA AKSARA JAWA MELALUI MODEL QUANTUM LEARNING DENGAN MEDIA KARTU KATA SISWA KELAS IIIA SDN PETOMPON 02 SEMARANG - DEWI RAHMA ARDIYANI

2.PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN MEDIA POWERPOINT PADA SISWA KELAS III SDN BRINGIN 02 - AFRINA AKBARLENI
ABSTRAK
Berdasarkan observasi awal di SDN Bringin 02 ditemukan masalah dalam
pembelajaran di kelas III. Proses pembelajaran berpusat pada guru, model pembelajaran
yang digunakan guru belum variatif dan cenderung monoton, guru belum mengajar
siswa secara berkelompok, siswa tidak melakukan aktivitas kelompok dan cenderung
gaduh pada saat pembelajaran berlangsung. Sehingga berdampak pada hasil belajar
siswa yang rendah dengan ketuntasan klasikal 49% di bawah KKM. Berdasarkan
permasalah tersebut solusi yang di pilih adalah dengan menerapkan model pembelajaran
kooperatif tipe NHT dengan media powerpoint, karena model pembelajaran ini adalah
model pembelajaran kelompok dengan nomor kepala yang dapat meningkatkan aktivitas
siswa. Adapun rumusan masalah umum penelitian ini adalah apakah penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan media powerpoint dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran IPA siswa kelas III SDN Bringin 02?. Sedangkan secara khusus
adalah apakah melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan media
powerpoint dapat meningkatkan ketrampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar
siswa dalam pembelajaran IPA kelas SDN Bringin 02? Tujuan penelitian ini adalah
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran meliputi keterampilan guru, aktivitas siswa
dan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Bringin 02.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Setiap siklus
terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek
penelitian adalah guru dan siswa kelas III SDN Bringin 02. Teknik pegumpulan data
menggunakan tes, observasi/pengamatan, catatan lapangan, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan keterampilan guru siklus I memperoleh skor 18 pada
pertemuan 1 dan skor 22 pada pertemuan 2 dengan kriteria baik. Pada siklus II
memperoleh skor 26 pada pertemuan 1 dan skor 29 pada pertemuan 2 dengan kriteria
sangat baik. Aktivitas siswa siklus I memperoleh skor 13,6 pada pertemuan 1 dengan
kriteria cukup dan skor 19,4 pada pertemuan 2 dengan kriteria baik. Siklus II meningkat
dengan skor 24 pada pertemuan 1 dan skor 26 pada pertemuan 2 dengan kriteria sangat
baik. Ketuntasan belajar klasikal siklus I adalah 67%, siklus II meningkat menjadi 87%.
Simpulan dari penelitian ini adalah melalui penerapan model kooperatif tipe NHT
dengan media powerpoint dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan
hasil belajar siswa Kelas III SDN Bringin 02 pada mata pelajaran IPA. Saran yang
diberikan yaitu guru hendaknya menggunakan model inovatif dan media yang bervariasi
dalam pembelajaran.
Akbarleni, Afrina. Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA melalui Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dengan Media Powerpoint pada Siswa Kelas
III SDN Bringin 02. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas
Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Drs. A. Zaenal
Abidin, M.Pd., Pembimbing II Desi Wulandari, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci : Kualitas Pembelajaran, Model Kooperatif tipe NHT , powerpoint

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN MEDIA POWERPOINT PADA SISWA KELAS III SDN BRINGIN 02 - AFRINA AKBARLENI

3.PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA MELALUI PICTURE AND PICTURE DENGAN GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS III SDN PETOMPON 01 SEMARANG - APRILIA NUR FITRIANI
ABSTRAK
Berdasarkan hasil observasi awal terhadap pembelajaran bahasa Indonesia,
pokok bahasan menulis karangan sederhana pada siswa kelas III SDN Petompon
01 Semarang, ditemukan permasalahan bahwa selama pembelajaran, guru masih
dominan mengajar dengan metode ceramah yang kurang mengaktifkan siswa
sehingga keterampilan siswa dalam menulis karangan masih rendah. Siswa mengalami
kesulitan dalam pemilihan kata,menuangkan ide dalam bentuk kalimat
dan mengembangkannya menjadi sebuah karangan serta masih ditemukan kesalahan
dalam penggunaan tanda baca. Hasilnya, sebanyak 68% belum mencapai
KKM yang ditentukan sekolah yaitu 60.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) apakah picture and picture
dengan gambar seri dapat meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran
menulis karangan sederhana pada siswa kelas III SDN Petompon 01 Semarang,
2) apakah picture and picture dengan gambar seri dapat meningkatkan
aktivitas siswa dalam keterampilan menulis karangan sederhana pada siswa kelas
III SDN Petompon 01 Semarang, 3) apakah picture and picture dengan gambar
seri dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis karangan sederhana
pada siswa kelas III SDN Petompon 01 Semarang. Tujuan penelitian ini adalah
meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa serta keterampilan siswa dalam
menulis karangan sederhana pada siswa kelas III SDN Petompon 01 Semarang.
Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam 2
siklus, masing-masing siklus 1 pertemuan. Subjek penelitian adalah guru dan siswa
kelas III yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan
tes, observasi, catatan lapangan, wawancara, angket dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru.
Pada siklus I, guru memperoleh skor 26,5 dengan kategori baik dan pada siklus II
memperoleh skor 37 dengan kategori baik sekali. Aktivitas siswa pada siklus I
memperoleh skor rata-rata 19,14 dengan kategori cukup, dan meningkat pada siklus
II dengan skor rata-rata 23,59 dengan kategori baik. Keterampilan siswa
dalam menulis karangan sederhana menunjukkan ketuntasan klasikal 72% pada
siklus I dan meningkat menjadi 96% pada siklus II.
Simpulan dari penelitian ini adalah melalui picture and picture dengan
gambar seri, dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan keterampilan
siswa dalam menulis karangan sederhana. Saran bagi guru, hendaknya
menggunakan model pembelajaran yang inovatif dan media yang bervariasi.
Fitriani, Aprilia Nur. 2013. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan
Sederhana melalui Picture and Picture dengan Gambar Seri pada Siswa
Kelas III SDN Petompon 01 Semarang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I: Umar Samadhy, M.Pd., Pembimbing II: Dra. Sri
Susilaningsih, S.Pd.,M.Pd.

Kata Kunci: keterampilan menulis, karangan sederhana, picture and picture, gambar seri

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA MELALUI PICTURE AND PICTURE DENGAN GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS III SDN PETOMPON 01 SEMARANG
- APRILIA NUR FITRIANI


4.PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS III SDN MANGKANGKULON 02 SEMARANG - ARIS SUSANTO
ABSTRAK
Latar belakang permasalahan yang ditemui peneliti pada kelas III SDN
Mangkangkulon 02 bahwa, pembelajaran PKn dilakukan secara konvensional dan
tidak melibatkan aktivitas seluruh siswa, penggunaan media kurang optimal, serta
siswa kurang antusias dalam pembelajaran. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil
belajar siswa masih rendah, dari 41 siswa terdapat 25 siswa mencapai nilai di
bawah KKM. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti akan memperbaiki
kualitas pembelajaran melalui model kooperatif tipe TGT dengan menggunakan
media audiovisual. Pembelajaran tersebut melibatkan seluruh aktivitas siswa serta
melatih tanggung jawab pada setiap siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah apakah model kooperatif tipe TGT dengan menggunakan media audiovisual
dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PKn pada siswa kelas III SDN
Mangkangkulon 02 Semarang?. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran PKn.
Rancangan penelitian ini dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan
tindakan, observasi, dan refleki. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga
siklus dengan masing-masing siklus terdiri atas satu pertemuan. Subjek penelitian
adalah guru dan siswa kelas III SDN Mangkangkulon 02. Variabel dalam
penelitian ini adalah keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.
Jenis data: kualitatif dan kuantitatif. Sumber data: guru, siswa, dokumentasi, dan
catatan lapangan. Teknik pengambilan data meliputi teknik tes dan non tes.
Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, keterampilan guru siklus I memperoleh
skor 30 dengan kategori baik, siklus II memperoleh skor 32 dengan kategori
baik, dan siklus III memperoleh skor 40 dengan kategori sangat baik. Jumlah skor
rata-rata aktivitas siswa siklus I mendapatkan 29,32 dengan kategori baik, siklus
II mendapatkan 32,39 dengan kategori baik, dan siklus III mendapatkan 34,73
dengan kategori sangat baik. Ketuntasan klasikal siklus I sebesar 68,29%, siklus
II sebesar 78,05%, dan siklus III sebesar 85,37%.
Simpulan dari penelitian ini yaitu, melalui model kooperatif tipe TGT
dengan menggunakan media audiovisual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran
PKn. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa, pada proses pembelajaran
guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta
melibatkan aktivitas seluruh siswa.
Susanto, Aris. 2013. Peningkatan Kualitas Pembelajaran PKn melalui Model
Kooperatif Tipe TGT dengan Menggunakan Media Audiovisual pada Siswa
Kelas III SDN Mangkangkulon 02 Semarang. Sarjana Pendidikan Guru
Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Harmanto,
S.Pd. M.Pd. dan Pembimbing II: Dr. Ali Sunarso, M.Pd.
Kata Kunci: Kualitas pembelajaran PKn, Kooperatif tipe TGT, Media audiovisual

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS III SDN MANGKANGKULON 02 SEMARANG - ARIS SUSANTO

5.PENERAPAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS KELAS III SDN SALAMAN MLOYO KOTA SEMARANG - Ali Mutho’i
ABSTRAK
Berdasarkan hasil refleksi awal peneliti dengan tim kolaborasi guru kelas III
yang dilaksanakan pada masa PPL yaitu pada bulan Juli sampai bulan Oktober 2012,
kelas III SDN Salaman Mloyo menunjukkan adanya permasalahan yang menyebabkan
rendahnya kualitas pembelajaran IPS. Hal ini dikarenakan guru masih menerapkan pola
pembelajaran yang kurang inovatif, sehingga kurang adanya variasi dalam pembelajaran,
rendahnya minat dan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS, siswa merasa
bosan dan jenuh dengan pembelajaran IPS yang dilaksanakan oleh guru, penggunaan
media pembelajaran kurang inovatif dan efektif.Hal ini berdampak pada hasil belajar
siswa yang sangat rendah dan belum mencapai KKM yaitu 67. Oleh karena itu,
diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dengan dilaksanakan
penelitian tindakan kelas menggunakan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dengan
media audiovisualdalam pembelajaran IPS. Rumusan masalah dalam penelitian ini
apakah pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dan media audiovisualdapat
meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas III SDN
Salaman MloyoKota Semarang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk
meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa pada mata
pelajaran IPS pada kelas III SDN Salaman Mloyo Kota Semarang
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap
siklus terdiri dari 2 pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan,
observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari guru dan 23siswa kelas III SDN
Salaman Mloyo Kota Semarang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi
observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan tes. Teknik analisis data dengan cara
analisis kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian ini adalah keterampilan guru pada siklus I memperoleh Skor
rata-rata33,5, atau persentase ketuntasannya mencapai 76,13 %, meningkat menjadi 38,5
atau persentase ketuntasannya mencapai 87,5 %pada pelaksanaan tindakan siklus II.
Aktivitas siswa pada siklus I persentase ketuntasannya mencapai 63,4 % dengan skor
rata-rata 25,4, pada siklus II meningkat 6,6 % menjadi 70% atau skor rata-ratanya
menjadi 27,6. Ketuntasan klasikal siswa pada tahap prasiklus 39 % meningkat menjadi
57 % pada siklus I dan menjadi 91 % pada siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar siswa
pada tahap prasiklus adalah 67,65 meningkat menjadi 75,52 dan pada siklus II meningkat
menjadi 82,27.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pendekatan sains teknologi
masyarakat dan media audiovisual dapat meningkatkan keterampilan guru dalam
mengajar, aktivitas siswa dalam pembelajaran dan hasil belajar siswa. Saran yang
diajukan adalah pendekatan sains teknologi masyarakat dan media audiovisual dapat
digunakan sebagai alternatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Mutho’i, Ali. 2013. PenerapanPendekatan Sains Teknologi Masyarakat dengan Media
Audiovisual untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Kelas III SDN
Salaman Mloyo Kota Semarang. Skripsi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I:
Drs.Susilo, M.Pd. Pembimbing II: Dra. Sumilah, M.Pd
Kata Kunci : Kualitas Pembelajaran IPS, Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat,
Media audiovisual

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS KELAS III SDN SALAMAN MLOYO KOTA SEMARANG - Ali Mutho’i

6.PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENULIS NARASI MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS III A SEKOLAH DASAR NEGERI DUKUHTENGAH 02 KABUPATEN BREBES - Arif Rakhman Hakim
ABSTRAK
Hasil pengamatan di lapangan siswa mengalami kesulitan dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar menulis narasi.
Hal ini berdasarkan pada hasil tes formatif mata pelajaran Bahasa Indonesia yang
dilakukan, beberapa siswa mendapatkan nilai di bawah KKM. Kurang berhasilnya
pembelajaran Bahasa Indonesia disebabkan guru kurang melibatkan siswa dalam
pembelajaran, sehingga siswa kurang aktif dan tidak termotivasi untuk belajar.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan
dalam dua siklus dengan subjek penelitian siswa kelas IIIA SDN Dukuhtengah 02
Kabupaten Brebes. Pengumpulan data siklus I dan siklus II dengan menggunakan
teknik tes dan nontes. Teknik tes yang digunakan peneliti berupa tes uraian. Teknik
nontes berupa observasi dan performansi guru. Teknik analisis data dalam
penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Kedua teknik tersebut
dianalisis dengan membandingkan hasil tes siklus I dan siklus II.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I dan siklus
II. Nilai tes pratindakan sebesar 58,04 termasuk dalam kategori cukup, sedangkan
nilai rata-rata pada siklus I mencapai 81,96 termasuk dalam kategori sangat baik.
Dengan demikian peningkatan nilai rata-rata hasil belajar menulis narasi dari
pratindakan ke siklus I sebesar 23,92 poin. Pada siklus II nilai rata mencapai 82,69
mengalami peningkatan sebesar 0,73 poin. Simpulan peneliti setelah
membandingkan hasil belajar menulis narasi siswa kelas IIIA SD Negeri
Dukuhtengah 02 Kabupaten Brebes menunjukkan peningkatan setelah
menggunakan model picture and picture. Saran yang peneliti sampaikan adalah
guru hendaknya memberikan variasi-variasi dalam pembelajaran menulis narasi
diantaranya dengan penerapan model picture and picture untuk meningkatkan hasil
belajar siswa.
Hakim, Arif Rakhman. 2013. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Menulis
Narasi Melalui Model Picture and Picture pada Siswa Kelas IIIA Sekolah
Dasar Negeri Dukuhtengah 02 Kabupaten Brebes. Skripsi, Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing: I. Drs. Suwandi, M.Pd, II. Dra. Sri Sami Asih, M.Kes.
Kata Kunci: Pembelajaran Menulis Narasi, Aktivitas dan Hasil Belajar, Model
Picture and Picture

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENULIS NARASI MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS III A SEKOLAH DASAR NEGERI DUKUHTENGAH 02 KABUPATEN BREBES - Arif Rakhman Hakim

7.PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA MELALUI MODEL QUANTUM LEARNING TEKNIK TANDUR BERBANTUKAN GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS III SDN NGIJO 01 GUNUNGPATI - BETRIYANI
ABSTRAK
Sebagai salah satu keterampilan berbahasa, menulis merupakan suatu aspek
kegiatan berbahasa yang sulit. Ketidakmampuan siswa menyusun kalimat, belum
menguasai penggunaan ejaan, dan kurangnya kemampuan menuangkan ide dalam
karangan merupakan penyebab rendahnya keterampilan menulis siswa.Rumusan
masalah dalam penelitian ini yaitu apakah dengan menggunakan model quantum
learning teknik TANDUR berbantukan gambar seri dapat meningkatkan aktivitas
siswa, keterampilan menulis karangan sederhana pada aspek isi dan aspek kebahasaan,
serta hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis karangan sederhana?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan
menulis karangan sederhana pada aspek isi dan aspek kebahasaan, serta hasil
belajar siswa dalam pembelajaran menulis karangan sederhana melalui model
quantum learning teknik TANDUR berbantukan gambar seri.
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model quantum learning teknik
TANDUR berbantukan gambar seri yang diterapkan dalam tiga siklus. Setiap
siklus terdiri dari dua pertemuan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan,
observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN
Ngijo 01 Gunungpati. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes.
Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.
Hasil dari penelitian ini yaitu pada siklus I perolehan skor aktivitas siswa
20,19. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 13% dengan perolehan skor
24,88 dan siklus III mengalami peningkatan sebesar 13% dengan perolehan skor
29,56. Pada aspek isi, skor rata-rata pada siklus I sebesar 9,44, pada siklus II
sebesar 11, dan pada siklus III sebesar 13,12. Rata-rata skor pada aspek kebahasaan
pada siklus I sebesar 15,31, pada siklus II sebesar 17,25, sedangkan pada siklus
III sebesar 19,12. Pada pratindakan, nilai rata-rata kelas sebesar 60. Pada siklus I
mengalami peningkatan sebesar 6,25% dengan nilai rata-rata 61,4. Pada siklus II
mengalami peningkatan sebesar 12,5% dengan nilai rata-rata 70,12 dan siklus III
mengalami peningkatan sebesar 25% dengan nilai rata-rata 80,86.
Simpulan penelitian ini yaitu model quantum learning teknik TANDUR
berbantukan gambar seri dapat meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan menulis
karangan sederhana pada aspek isi dan aspek kebahasaan, serta hasil belajar
siswa kelas III SDN Ngijo 01. Saran peneliti hendaknya guru menerapkan model
quantum learning teknik TANDUR berbantukan gambar seri dalam pembelajaran.
Betriyani. 2013. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Sederhana
Melalui Model Quantum Learning Teknik TANDUR Berbantukan Gambar
Seri pada Siswa Kelas III SDN Ngijo 01 Gunungpati.Sarjana Pendidikan
Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I: Drs. Sutaryono, M.Pd., Pembimbing II:
Nugraheti Sismulyasih Sb, S.Pd., M.Pd. 216 halaman.
Kata Kunci: keterampilan menulis karangan sederhana, model quantum learning,
teknik TANDUR, gambar seri, siswa kelas III.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA MELALUI MODEL QUANTUM LEARNING TEKNIK TANDUR BERBANTUKAN GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS III SDN NGIJO 01 GUNUNGPATI - BETRIYANI

8.PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA AKSARA JAWA MELALUI MODEL QUANTUM LEARNING DENGAN MEDIA KARTU KATA SISWA KELAS IIIA SDN PETOMPON 02 SEMARANG - DEWI RAHMA ARDIYANI
ABSTRAK
Berdasarkan data hasil observasi di kelas IIIA SDN Petompon 02
Semarang ditemukan masalah dalam pembelajaran. Pembelajaran bahasa Jawa
kurang menerapkan variasi model pembelajaran dan media, sehingga siswa
cenderung kurang aktif. Siswa mengalami kesulitan menghafalkan huruf aksara
Jawa, membedakan huruf aksara Jawa, dan membaca aksara Jawa. Hasilnya 60%
siswa belum mencapai KKM yang ditentukan sekolah yaitu 63.
Rumusan masalah adalah: apakah model Quantum Learning dengan media
kartu kata dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan
keterampilan membaca aksara Jawa siswa kelas IIIA SDN Petompon 02
Semarang?. Penelitian ini bertujuan: meningkatkan keterampilan guru, aktivitas
siswa, dan keterampilan membaca aksara Jawa siswa kelas IIIA SDN Petompon
02 Semarang.
Rancangan penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas terdiri dari
tiga siklus terdiri atas empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi
dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus, masing-masing siklus 1
pertemuan. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IIIA SDN Petompon
02 Semarang yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan
tes dan non tes. Jenis data kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan guru. Pada siklus
I skor 24 kategori baik, siklus II skor 31 kategori baik, dan siklus III skor 38
kategori sangat baik. Aktivitas siswa siklus I skor rata-rata 16,8 kategori cukup,
siklus II skor rata-rata 20,1 kategori baik dan siklus III skor rata-rata 24,3
kategori sangat baik. Hasil belajar berupa keterampilan membaca aksara Jawa
siswa siklus I ketuntasan belajar mencapai sebesar 67,5%, Siklus II sebesar 85%
dan pada siklus III sebesar 92,5%. Pada siklus III sudah memenuhi kriteria
sehingga tidak dilakukan tindakan siklus berikutnya.
Simpulan dari penelitian ini adalah dengan
model Quantum Learning dengan media kartu kata dapat meningkatkan
keterampilan guru, aktivitas siswa dan keterampilan membaca aksara Jawa siswa
kelas IIIA SDN Petompon 2 Semarang. Saran bagi guru sebaiknya menerapkan
model Quantum Learning dan mengembangkan media kartu kata pada mata
pelajaran yang lain, maupun materi yang lain.
Rahma Ardiyani, Dewi. 2013. Peningkatan Keterampilan Membaca Aksara Jawa
Melalui Model Quantum Learning dengan Media Kartu Kata Siswa
Kelas IIIA SDN Petompon 02 Semarang. Jurusan Pendidikan Guru
Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I: Drs. Mujiyono, M.Pd, Pembimbing II:
Sri Sukasih, SS. M.Pd., 218 halaman

Kata Kunci: membaca Jawa, Quantum Learning, kartu kata

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA AKSARA JAWA MELALUI MODEL QUANTUM LEARNING DENGAN MEDIA KARTU KATA SISWA KELAS IIIA SDN PETOMPON 02 SEMARANG - DEWI RAHMA ARDIYANI

9.PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL THINK PAIR SHARE DENGAN MEDIA CD PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS III SD NEGERI KALIBANTENG KIDUL 02 SEMARANG - Dameis Surya Anggara
ABSTRAK
IPS bertujuan agar siswa memahami teori sosial, memiliki ketrampilan dan
kepedulian sosial. Tetapi IPS diartikan sebagai proses perolehan pengetahuan
sehingga didominasi hafalan. Permasalahan tersebut juga terjadi di SDN
Kalibanteng Kidul 02 yaitu siswa hanya menghafal pengetahuan, dan kurang
berinteraksi untuk memecahkan permasalahan. Data awal hasil belajar siswa
sebanyak 55,56 % belum tuntas dan 44,44 % sudah tuntas dengan kriteria
ketuntasan adalah 60. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti melakukan
penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS melalui penerapan
model think pair share dengan media CD pembelajaran. Tujuan penelitian ini
untuk meningkatkan ketrampilan guru, meningkatkan aktivitas siswa, dan
meningkatkan hasil belajar siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek
penelitian siswa kelas III SD Negeri Kalibanteng Kidul 02 Kota Semarang.
Penelitian ini dilaksanakan 3 siklus, dengan satu kali pertemuan setiap siklusnya.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua
yaitu teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil
belajar kognitif, dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan
menggunakan pendekatan Penilaian Acuan Patokan. Data kualitatif berupa hasil
observasi ketrampilan guru dan aktivitas siswa, hasil catatan lapangan dan
wawancara yang dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian, ketrampilan guru siklus 1 memperoleh skor 30
berkategori baik, siklus 2 memperoleh skor 34 berkategori sangat baik, dan siklus
3 memperoleh skor 37 berkategori sangat baik. Aktivitas siswa siklus 1
memperoleh skor 19,47 berkategori baik, siklus 2 memperoleh skor 21,89
berkategori baik, dan siklus 3 memperoleh skor 24,03 berkategori sangat baik,
Sedangkan ketuntasan belajar siswa pada siklus 1 sebesar 66,67 %, siklus 2
sebesar 77,78 %, dan siklus 3 sebesar 86,11 %.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan model think pair share
dengan media CD pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS
yaitu meningkatnya ketrampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.
Agar tujuan tercapai maksimal hendaknya guru dalam pembelajaran IPS
menggunakan metode inovasi seperti model think pair share dengan media CD
pembelajaran. Siswa hendaknya mengikuti pembelajaran menggunakan model
think pair share dengan media CD pembelajaran dengan baik. Bagi para peneliti
disarankan untuk mengadakan penelitian yang sejenis yang melibatkan variabel
lain. Bagi sekolah hendaknya menyediakan alat-alat penunjang pembelajaran.
Dameis Surya Anggara, 1401409169, Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS
Melalui Model Think Pair Share dengan Media CD Pembelajaran pada Siswa
Kelas III SD Negeri Kalibanteng Kidul 02 Semarang, Skripsi: Jurusan Pendidikan
Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, 2013.
Kata kunci : kualitas pembelajaran, model think pair share, media CD pembelajaran.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL THINK PAIR SHARE DENGAN MEDIA CD PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS III SD NEGERI KALIBANTENG KIDUL 02 SEMARANG - Dameis Surya Anggara

10.KEEFEKTIFAN MEDIA SLIDE PRESENTASI TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 06 TEGALSARI KABUPATEN PEMALANG - Deny Irawan
ABSTRAK
Seiring berkembangnya teknologi, pembelajaran matematika justru lebih
terarah dengan baik. Dengan menggunakan media pembelajaran seperti komputer,
bisa menghadirkan benda-benda untuk dijadikan contoh dalam bentuk gambar
atau animasi yang lebih menarik dan berkesan, sehingga pembelajaran bisa
dirasakan siswa lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Selain itu juga
mempercepat proses pembelajaran. Contoh media pembelajaran model komputer
yakni slide presentasi yang dibuat dengan aplikasi Microsoft Power Point. Namun
pada kenyataannya, kebanyakan guru tidak menggunakan media model komputer
dan lebih memilih media yang lebih sederhana misalnya media gambar. Oleh
sebab itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang keefektifan media
slide presentasi dibandingkan media gambar terhadap minat dan hasil belajar
siswa pada mata pelajaran Matematika materi sifat-sifat bangun datar.
Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas III SD Negeri 06 Tegalsari
tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 40 siswa. Sampel dalam penelitian ini
diambil dengan teknik sampling jenuh dimana seluruh anggota populasi dijadikan
anggota sampel. Sampel di kelompok kontrol sebanyak 19 siswa dan sebanyak 21
siswa kelas III B sebagai kelompok eksperimen. Kelompok kontrol mendapatkan
pembelajaran menggunakan media gambar sedangkan kelompok eksperimen
mendapatkan pembelajaran menggunakan media slide presentasi. Penelitian ini
menggunakan desain eksperimen quasi experimental design bentuk nonequivalent
control group design. Data minat belajar dikumpukan dengan angket dan data
hasil belajar dikumpulkan dengan tes. Analisis data menggunakan statistik
parametris teknik t test independent sampel.
Pengujian hipotesis minat belajar menunjukkan bahwa t tabel < t hitung (2,0875<4 06="" 2013.="" 4="" :="" antara="" b="" bahwa="" bangun="" belajar="" besar="" dan="" dapat="" daripada="" dasar.="" dasar="" datar.="" datar="" dengan="" deny.="" di="" disimpulkan="" drs.="" efektif="" eksperimen.="" eksperimen="" fakultas="" guru="" hasil="" hipotesis="" hitung="" i="" ii:="" iii="" ilmu="" irawan="" kabupaten="" kata="" keefektifan="" kelas="" kelompok="" kontrol.="" kontrol="" kunci:="" lebih="" m.pd.="" maka="" matematika="" materi="" media="" menunjukkan="" minat="" negeri="" nilai="" pada="" pemalang.="" pembelajaran="" pembimbing="" pendidikan="" pengujian="" perbedaan="" presentasi="" pun="" rata-rata="" sehingga="" sekolah="" semarang.="" sifat-sifat="" signifikan="" siswa="" skripsi="" slide="" style="color: red;" t="" tabel="" tegalsari="" terdapat="" terhadap="" ternyata="" universitas="" utoyo.="" witanto="" yang="" yuli="">Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

KEEFEKTIFAN MEDIA SLIDE PRESENTASI TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 06 TEGALSARI KABUPATEN PEMALANG - Deny Irawan

11.PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE DENGAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS III SDN KARANGANYAR 02 SEMARANG - HANIFAH YUNIARTI
ABSTRAK
Pembelajaran bahasa Indonesia harus menggambarkan penguasaan pengetahuan,
keterampilan berbahasa dan sastra Indonesia. Terdapat empat keterampilan berbahasa
yang dipelajari dalam pembelajaran bahasa Indonesia, salah satunya adalah keterampilan
berbicara. Tujuan keterampilan berbicara adalah untuk mengekspresikan, menyatakan
serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Berdasarkan data awal yang
didapatkan melalui observasi di kelas III SDN Karanganyar 02 Semarang ditemukan
permasalahan dalam pembelajaran. Guru belum menggunakan model yang inovatif,
sehingga siswa kurang temotivasi, berdampak pada rendahnya keterampilan guru dan
aktivitas siswa. Hal ini mengakibatkan keterampilan berbicara siswa sangat rendah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1)apakah dengan menggunakan model
Think Pair Share dengan video pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan guru
dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas III SDN Karanganyar 02
Semarang? (2)apakah dengan menggunakan model Think Pair Share dengan video
pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran keterampilan
berbicara siswa kelas III SDN Karanganyar 02 Semarang? (3)apakah dengan
menggunakan model Think Pair Share dengan video pembelajaran dapat meningkatkan
keterampilan berbicara dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas III SDN
Karanganyar 02 Semarang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan
guru, aktivitas siswa dan meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran
melalui model Think Pair Share dengan video pembelajaran.
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 3 siklus. Pada tiap siklus dilaksanakan
dalam 1 pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan
refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari guru dan siswa kelas III SDN Karanganyar 02
Kota Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi,
dokumentasi,wawancara, dan catatan lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru pada siklus 1 mendapatkan
skor 28 dengan kriteria cukup, siklus 2 mendapatkan skor 32 dengan kriteria baik, dan
siklus 3 mendapatkan skor 34 dengan kriteria baik. Aktivitas siswa pada siklus 1
mendapatkan skor 15,9 dengan kriteria cukup, siklus 2 mendapatkan skor 19,6 dengan
kriteria baik, dan siklus 3 mendapatkan skor 20,5 dengan kriteria baik. Hasil belajar siswa
siklus 1 mendapatkan nilai rata-rata 57,5 dengan ketuntasan klasikal 60 %, siklus 2
sebesar 65 dengan kriteria ketuntasan klasikal 70 %, dan siklus 3 mendapatkan rata-rata
sebesar 70 dengan kriteria ketuntasan 80 %.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model Think Pair
Share dengan video pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa,
dan keterampilan berbicara siswa kelas III SDN Karanganyar 02 Semarang. Saran dari
penelitian ini adalah guru dapat menerapkan model Think Pair Share dengan video
pembelajaran sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan keterampilan guru agar lebih
inovatif, aktivitas siswa agar dapat aktif berpartisipasi dan keterampilan berbicara siswa
dalam pembelajaran bahasa Indonesia meningkat.
Yuniarti, Hanifah. 2013. Penerapan Model Think Pair Share dengan Video
Pembelajaran Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas III
SDN Karanganyar 02 Semarang. Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dra. Sri Susilaningsih, S.Pd,
M.Pd. dan Pembimbing II Dra. Nuraeni Abbas, M.Pd.

Kata kunci : keterampilan berbicara, Think Pair Share, video pembelajaran

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE DENGAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS III SDN KARANGANYAR 02 SEMARANG - HANIFAH YUNIARTI

12.PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI DENGAN MEDIA VIDEO PADA SISWA KELAS III SDN 4 TEGOREJO KENDAL - Kelik Widayat Dwi NR
ABSTRAK
Permasalahan yang terjadi guru kurang menerapkan pembelajaran yang
variatif dan kurang mengembangkan metode. Guru selalu memandang bahwa
pembelajaran harus menghafal, selalu membaca buku, dan mengerjakan soal.
Akibatnya siswa merasa jenuh, dan kurang antusias ditunjukkan dengan hasil
belajar siswa yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan
kualitas pembelajaran IPA yang meliputi ketrampilan guru, aktivitas siswa, dan
hasil belajar siswa pada siswa kelas III SDN 4 Tegorejo Pegandon Kendal.
Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan
perencanaan, pelaksanaan tindakan (penerapan pendekatan inkuiri dengan media
video), observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus yang masingmasing
siklus terdiri dari 2 pertemuan dan dilaksanakan 4 tahap. Penelitian ini
dilaksanakan di SDN 4 Tegorejo Pegandon Kendal, dengan subjek penelitian ini
adalah guru (peneliti) dan 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes,
observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan data
kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian ini: (1) Ketrampilan guru pada siklus I diperoleh total
skor 13 dengan kategori cukup, dan pada siklus II perolehan skor meningkat
menjadi 29 dengan kategori sangat baik. (2) Aktivitas siswa pada siklus I rata-rata
perolehan skor aktivitas siswa adalah 22,3 dengan kategori baik, pada siklus II
rata-rata perolehan skor aktivitas siswa meningkat menjadi 28,5 dengan kategori
sangat baik. (3) Hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan klasikal mencapai 59
% (20 dari 34 siswa) dengan nilai rata-rata kelas adalah 72,27 dan pada siklus II
meningkat menjadi 88% (30 dari 34 siswa) dengan nilai rata-rata 84,23.
Penggunaan pendekatan inkuiri menggunakan media video pada
pembelajaran IPA dapat meningkatkan ketrampilan guru, aktivitas siswa, dan
hasil belajar pada siswa kelas III SDN 4 Tegorejo Pegandon Kendal. Pendekatan
inkuiri menggunakan media video meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga
disarankan dapat diterapkan pada pelejaran lain.
Dwi NR, Kelik Widayat. 2013. Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA melalui
Pendekatan Inkuiri dengan Media Video pada Siswa Kelas III SDN 4
Tegorejo Kendal. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I
Sutji Wardhayani, M. Kes., Pembimbing II Yuyarti, M.Pd.

Kata Kunci : Pendekatan inkuiri, media video, kualitas pembelajaran IPA

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI DENGAN MEDIA VIDEO PADA SISWA KELAS III SDN 4 TEGOREJO KENDAL
- Kelik Widayat Dwi NR



Dipersilahkan untuk mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan agar mendapatkan file yang lengkap dan utuh.

Kami cukupkan sampai di sini tulisan kami yang berjudul:

Download Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas 3 Sekolah Dasar

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!


InformasiGuru.Com Updated at: 08.35

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!