Download Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas 4 SD

| 18 Desember 2017

Download Kumpulan Contoh-contoh Penelitian Tindakan Kelas/ PTK Untuk Jenjang Sekolah Dasar Kelas IV/ 4 pdf

Kumpulan Contoh-contoh Penelitian Tindakan Kelas Untuk Jenjang Sekolah Dasar Kelas IV






Apa kabar sobat informasiguru.com di manapun Anda berada. Pada pertemuan kali ini, materi tentang sebaran contoh judul dan laporan PTK masih kami sajikan untuk Anda. Tulisan yang berjudul Download Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas 4 SD ini kami kumpulkan dari berbagai sumber dan juga kami sediakan tautan untuk mengunduh file tersebut secara utuh serta mudah.

Di bawah ini langsung saja kami bagikan untuk Anda link untuk mengunduh Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas 4 SD, selamat mendownload:


1.IMPLEMENTASI TEKNIK PEMANFAATAN CERITA TEMAN GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS IV.B SDN 02 KAWENGEN KABUPATEN SEMARANG - ABDULLOH
ABSTRAK
Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa masalah keterampilan menulis
karangan narasi di SDN 02 Kawengen, Kabupaten Semarang masih rendah. Guru
menerapkan teknik yang kurang variatif sehingga siswa pasif dalam pembelajaran.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan PTK dengan mengimplementasikan
teknik pemanfaatan cerita teman guna meningkatkan keterampilan
menulis karangan narasi pada siswa kelas IV.B SDN 02 Kawengen, Kabupaten
Semarang. Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1) apakah teknik pemanfaatan
cerita teman dapat meningkatkan keterampilan guru kelas IV.B SDN 02 Kawengen
dalam pembelajaran menulis karangan narasi?; 2) apakah teknik pemanfaatan cerita
teman dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV.B SDN 02 Kawengen
dalam menulis karangan narasi?; 3) apakah teknik pemanfaatan cerita teman dapat
meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi bagi siswa kelas IV.B SDN 02
Kawengen?. Adapun tujuannya: 1) meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran
menulis karangan narasi di kelas IV.B SDN 02 Kawengen, Kabupaten
Semarang; 2) meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV.B SDN 02 Kawengen,
Kabupaten Semarang pada pembelajaran menulis karangan narasi; 3) meningkatkan
keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV.B SDN 02 Kawengen,
Kabupaten Semarang.
Rancangan penelitian ini menggunakan PTK dengan tahapan perencanaan,
pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas
IV.B SDN 02 Kawengen tahun pelajaran 2012/2013. Teknik pengumpulan data
yaitu tes, dokumentasi, observasi, dan catatan lapangan. Analisis data secara kualitatif
dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keterampilan guru, aktivitas
siswa, dan keterampilan menulis karangan narasi. Keterampilan guru pada siklus I
sebesar 80% dengan kriteria baik (B), siklus II 97% dengan kriteria sangat baik
(A). Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 69% dengan kriteria baik (B), siklus II
89% dengan kriteria sangat baik (A). Ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal
siklus I sebesar 63%, siklus II 92 % dengan kriteria tuntas.
Simpulan dari penelitian ini adalah implementasi teknik pemanfaatan cerita
teman dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas dan keterampilan menulis
karangan narasi siswa kelas IV.B SDN 02 Kawengen, Kabupaten Semarang.
Skripsi ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran
pada semua mata pelajaran di sekolah dasar.
Abdulloh. 2013. Implementasi Teknik Pemanfaatan Cerita Teman guna Meningkatkan
Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas IV.B SDN 02
Kawengen, Kabupaten Semarang. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I:
Drs. Sukarir Nuryanto, M.Pd. Pembimbing II: Dra. Sri Susilaningsih, M.Pd
Kata kunci: keterampilan menulis karangan narasi, teknik pemanfaatan cerita teman

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

IMPLEMENTASI TEKNIK PEMANFAATAN CERITA TEMAN GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS IV.B SDN 02 KAWENGEN KABUPATEN SEMARANG - ABDULLOH

2.PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL SNOWBALL THROWING DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS IVA SDN PURWOYOSO 03 KOTA SEMARANG - ADE IRMA SETIYANI
ABSTRAK
IPS adalah ilmu yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan
generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Berdasarkan data awal selama PPL di
kelas IVA SDN Purwoyoso 03, ditemukan fakta bahwa pembelajaran IPS tidak
berkualitas ditunjukkan guru belum mengembangkan pembelajaran inovatif, kurang
memanfaatkan media pembelajaran akibatnya siswa kurang aktif dalam mengikuti
pembelajaran dan hasil belajar siswa rendah yaitu 61,5% siswa tidak tuntas. Solusi
untuk memecahkan masalah tersebut dengan menerapkan PTK menggunakan model
Snowball Throwing dengan media Audio Visual. Rumusan masalah umum penelitian
ini yaitu apakah melalui model Snowball Throwing dengan media Audio Visual dapat
meningkatkan kualitas pembelajaran IPS ?. Rumusan masalah khusus penelitian ini
yaitu apakah melalui model Snowball Throwing dengan model Audio Visual dapat
meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dalam
pembelajaran IPS ?. Tujuan umum penelitian ini yaitu meningkatkan kualitas
pembelajaran IPS menggunakan model Snowball Throwing dengan media Audio
Visual. Tujuan khusus penelitian ini yaitu meningkatkan keterampilan guru, aktivitas
siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS menggunakan model Snowball
Throwing dengan media Audio Visual
Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 kali
pertemuan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.
Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IVA. Teknik pengumpulan data
dalam penelitian ini yaitu teknik tes dan non tes yang terdiri dari observasi,
dokumentasi, wawancara dan catatan lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran
IPS. Pada siklus I rata-rata skor keterampilan guru adalah 25,5 (kategori baik), ratarata
skor aktivitas siswa 20,3 (kategori baik), rata-rata nilai hasil belajar siswa 67,69
dengan ketuntasan klasikal 69,23 %. Pada siklus II, rata-rata skor keterampilan guru
35,5 (kategori sangat baik), rata-rata skor aktivitas siswa 26,2 (kategori baik), ratarata
hasil belajar 81,93 dengan ketuntasan klasikal 84,62 %.
Simpulan penelitian ini yaitu model Snowball Throwing dengan media
Audio Visual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS yang meliputi
keterampilan guru,aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas IVA. Saran peneliti
sebaiknya guru menerapkan model Snowball Throwing dengan media Audio Visual dalam kegiatan pembelajaran.
Setiyani, Ade Irma.2013. Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Menggunakan
Model Snowball Throwing dengan Media Audio Visual Siswa Kelas IVA
SDN Purwoyoso 03 Kota Semarang. Sarjana Pendidikan Guru Sekolah
Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I Drs. Susilo, M.Pd dan Pembimbing II Drs. Jaino, M.Pd.474 halaman.
Kata Kunci: model Snowball Throwing, media Audio Visual, kualitas pembelajaran IPS.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL SNOWBALL THROWING DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS IVA SDN PURWOYOSO 03 KOTA SEMARANG - ADE IRMA SETIYANI

3.PENERAPAN PENDEKATAN SOMATIC AUDITORY VISUAL INTELEGENCY (SAVI) DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKn PADA SISWA KELAS IV A SD HJ. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG - AGUS BUDIYANTO
ABSTRAK
Kebijakan Pemerintah menerapkan PKn sebagai salah satu mata pelajarn pokok
pada kajian kurikulum 2013 merupakan langkah dari pemeritah dalam rangka
menanamkan karakter luhur bangsa. Lemahnya kualitas pembelajaran PKn diakibatkan
karena kurangnya sarana penunjang, seperti buku-buku, media, dan sarana penunjang
lainnya. Permasalahan sama dijumpai pada pembelajaran PKn di kelas IV A SD Hj.
Isriati Baiturrahman 1 Semarang. Metode, model dan pendekatan yang digunakan guru
dalam mengajar kurang inovatif dan bersifat verbalisme, akibatnya ketuntasan klasikal
hanya mencapai 60%. Guna meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas tersebut
peneliti menerapkan pendekatan Somatic, Auditory, Visual, dan Intelektual (SAVI)
dengan media audio visual. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah
penerapan pendekatan SAVI dengan media audio visual pada pembelajaran PKn dapat
meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, serta hasil belajar siswa kelas IV A
SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan peningkatan keterampilan guru, aktivitas siswa, serta hasil belajar
siswa kelas IV SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang melalui pendekatan SAVI
dengan media audio visual. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan,
observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SD Hj. Isriati Baiturrahman 1
Semarang, dengan subjek guru dan siswa kelas IV A sebanyak 40 siswa. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan observasi, catatan lapangan, tes lisan, dan
dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif baik deskriptif kuantitatif maupun
deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterampilan guru pada siklus I
memperoleh skor 28, kategori baik, pada siklus II memperoleh skor 32, kategori sangat
baik dan pada siklus III meningkat menjadi skor 34, kategori sangat baik. (2) Aktivitas
siswa pada siklus I memperoleh skor 22,075, kategori cukup, pada siklus II
memperoleh skor 26,8, kategori baik dan pada siklus III meningkat menjadi skor 30,2, kategori sangat baik. (3) Ketuntasan hasil belajar siswa meningkat. Pada siklus I hasil
belajar siswa mendapat nilai rata-rata 70.3 dengan persentase ketuntasan 42,7%, siklus
II nilai 81,8 dengan persentase ketuntasan 75% dan meningkat pada siklus III dengan
nilai 88,35 dengan persentase ketuntasan 85%. Ini menunjukkan bahwa persentase
ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus III > 80% sehingga dinyatakan berhasil.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui Pendekatan Pembelajaran SAVI
dengan media audio visual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PKn. Saran bagi
guru adalah Pendekatan Pembelajaran SAVI dapat dengan media audio visual dapat
digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PKn.
Budiyanto, Agus.2013. Penerapan Pendekatan Somatic Auditory Visual Intelegency
(SAVI) dengan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
PKn pada Siswa Kelas IV A SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang. Skripsi.
Jurusan PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing (1) Dr. Ali Sunarso, M.Pd., dan Pembimbing (2) Harmanto, S.Pd.,M.Pd.349.
Kata kunci : pembelajaran PKn, Pendekatan SAVI , Media Audio Visual

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN PENDEKATAN SOMATIC AUDITORY VISUAL INTELEGENCY (SAVI) DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKn PADA SISWA KELAS IV A SD HJ. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG - AGUS BUDIYANTO

4.PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) BERBASIS CD PEMBELAJARAN SISWA KELAS IV-A SDN WONOSARI 02 SEMARANG - AHMAD ARFAN FAUZI
ABSTRAK
Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk membentuk warga negara
yang baik, kreatif, bertanggung jawab, cerdas, kritis, dan partisipatif. Hasil
refleksi awal dengan kolaborator menunjukkan beberapa permasalahan, yaitu guru
belum menerapkan model yang inovatif dan media pembelajaran, sehingga siswa
cepat merasa bosan dan kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, selain itu
nilai ketuntasan klasikal hanya mencapai 44,74% dengan KKM 62. Rumusan
masalah yang diperoleh adalah Apakah melalui model Think Pair Share (TPS)
berbasis CD pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa,
dan hasil belajar siswa kelas IV-A SDN Wonosari 02 Semarang? Tujuan
penelitian ini yaitu mendeskripsikan peningkatan keterampilan guru, aktivitas
siswa, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn kelas IV-A SDN
Wonosari 02 Semarang melalui model Think Pair Share (TPS) berbasis CD
pembelajaran.
Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus, dengan tahapan masingmasing
siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian
ini dilaksanakan di SDN Wonosari 02 Kota Semarang. Subjek penelitian adalah
guru dan siswa kelas IV-A dengan jumlah 38 siswa yang terdiri dari 19 siswa lakilaki
dan 19 siswa perempuan. Variabel penelitian ialah keterampilan guru,
aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan
yaitu observasi dan tes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keterampilan guru pada siklus I
memperoleh skor 22 dalam kategori cukup, siklus II meningkat menjadi 26 dalam
kategori baik dan siklus III skor menjadi 29 dalam kategori baik. Pada siklus I
aktivitas siswa memperoleh skor sebesar 21.67 dalam kategori cukup, kemudian
meningkat pada siklus II menjadi 24,85 dalam kategori baik, dan siklus III
menjadi 30,16. Hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan klasikalnya 57,89%,
meningkat menjadi 65,79% pada siklus II, dan menjadi 76,32% pada siklus III.
Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian tersebut yakni pembelajaran
melalui model Think Pair Share (TPS) berbasis CD pembelajaran dapat
meningkatkan kualitas pembelajaran PKn kelas IV-A SDN Wonosari 02
Semarang. Saran yang dapat peneliti sampaikan ialah model Think Pair Share
(TPS) berbasis CD pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas
siswa, serta hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn, oleh karena itu model
Think Pair Share (TPS) berbasis CD pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif
untuk peningkatan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran lain.
Fauzi, Ahmad Arfan. 2013. Peningkatan Kualitas Pembelajaran PKn Melalui
Model Think Pair Share (TPS) Berbasis CD Pembelajaran Siswa Kelas IVA
SDN Wonosari 02 Semarang. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I:
Harmanto, S.Pd., M.Pd., Pembimbing II: Fitria Dwi Prasetyaningtyas, S.Pd., M.Pd.
Kata kunci: Kualitas Pembelajaran PKn, TPS, CD Pembelajaran.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) BERBASIS CD PEMBELAJARAN SISWA KELAS IV-A SDN WONOSARI 02 SEMARANG - AHMAD ARFAN FAUZI

5.PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG PADA SISWA KELAS IV SDN GUNUNGPATI 02 KOTA SEMARANG - ANDANG WIJAYANTO
ABSTRAK
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 menegaskan
bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang
memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak hak dan kewajibannya untuk menjadi
warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan kurikulum KTSP 2006,
Ruang lingkup dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan mencakup aspek-aspek yaitu:
(a) persatuan dan kesatuan, (b) norma, (c) hukum, (d) peraturan, (e) hak asasi manusia, (f)
kebutuhan warga negara, (g) konstitusi negara, (h) pancasila, (i) kekuasaan dan politik, (j)
globalisasi.
Data observasi awal pembelajaran PKn menunjukkan berbagai permasalahan yang timbul
yang mempengaruhi kualitas pembelajaran yang rendah, diantaranya factor guru, siswa, dan
fasilitas belajar. model pembelajaran yang digunakan guru belum variatif dan cenderung monoton,
sehingga minat dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn juga rendah. Solusi dari
masalah ini adalah dilaksanakannya penelitian tindakan kelas menggunakan model Teams Games
Tournament dengan media teka-teki silang. Model pembelajaran Team Game Tournament adalah
salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas
seluruh siswa tanpa ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya, dan
mengandung unsur permainan dan reinforcement. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah
apakah model pembelajaran Teams Games Tournament dengan media teka-teki silang dapat
meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa kelas IV SDN
Gunungpati 02 Semarang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan model
pembelajaran Teams Games Tournament dengan media teka-teki silang untuk meningkatkan
keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn di kelas IV
SDN Gunungpati 02 Semarang.
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 3 siklus. Pada tiap siklus dilaksanakan dalam
1 pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek
penelitian ini terdiri dari guru dan siswa kelas IV SDN Gunungpati 02 Semarang. Teknik
pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik
analisis data kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian ini adalah keterampilan guru pada siklus I memperoleh skor 22 dengan
kategori cukup, siklus II memperoleh skor 26 dengan kategori baik, dan siklus III memperoleh
skor 32 dengan kategori sangat baik. Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor rata-rata 2,05
dengan kategori cukup, siklus II memperoleh skor rata-rata 2,72 dengan kategori baik, dan pada
siklus III memperoleh skor rata-rata 2,98 dengan kategori baik. Hasil belajar siswa pada siklus I
memperoleh nilai rata-rata 70,00 dengan ketuntasan klasikal 64,10%, siklus II memperoleh skor
rata-rata 72,69 dengan ketuntasan klasikal 76,92%. Dan pada siklus III memperoleh skor rata-rata
83,33 dengan ketuntasan klasikal 89,74%.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran
Teams Games Tournament dengan media teka-teki silang dapat meningkatkan keterampilan guru,
aktivitas siswa, dan hasil belajarsiswa kelas IV SDN Gunungpati 02 Semarang. Saran yang
dirumuskan adalah guru dapat menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament
dengan media teka-teki silang sebagai alternative solusi guna meningkatkan keterampilan
mengajar agar lebih inovatif, aktivitas siswa agar dapat aktif berpartisipasi dan hasil belajar siswa
dalam pembelajaran PKn meningkat.
Wijayanto, Andang. 2013. Peningkatan Kualitas Pembelajaran PKn Melalui Model Teams Games
Tournament Pada Siswa Kelas IV SDN Gunungpati 02 Kota Semarang.
Sarjana Pendidikan Guru Sekolah dasar Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I Harmanto, S.Pd. M.Pd dan Pembiming II Drs. H.A. Zaenal Abidin, M.Pd. 328 halaman.
Kata Kunci : Kualitas Pembelajaran PKn, Teams Games Tournament, teka-teki silang.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG PADA SISWA KELAS IV SDN GUNUNGPATI 02 KOTA SEMARANG - ANDANG WIJAYANTO

6.PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MODEL THINK TALK WRITE DENGAN MEDIA VISUAL PADA SISWA KELAS IV SDN PAKINTELAN 03 - ANGGITA ENDAH DWI HATMI
ABSTRAK
Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan
peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan dengan baik dan
benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya
kesastraan manusia Indonesia. Berdasarkan hasil observasi di SDN Pakintelan 03
ditemukan masalah dalam pembelajaran menulis di kelas IV. Hal ini disebabkan metode
pembelajaran kurang efektif, media kurang memadai, dan minat siswa dalam menulis
rendah dengan ketuntasan klasikal 47%. Penerapan model Think Talk Write dengan
media visual digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis pada kelas IV.
Rumusan masalah dalam penilitian ini adalah apakah model Think Talk Write dengan
media visual dapat meningkatkan aktivitas siswa dan keterampilan menulis di kelas IV
SDN Pakintelan 03? Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan
aktivitas siswa dan keterampilan menulis karangan deskripsi melalui model Think Talk
Write dengan media visual pada kelas IV SDN Pakintelan 03.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas melalui model
Think Talk Write dengan media visual berdasarkan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari
dua pertemuan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek
penelitian adalah siswa kelas IV SDN Pakintelan 03. Teknik pengumpulan data yaitu
teknik tes dan nontes. Analisis data melalui teknik kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan
1 memperoleh skor rata-rata 12,8 dengan kategori cukup meningkat pada siklus I
pertemuan 2 memperoleh skor rata-rata 15,4 dengan kategori baik. Diperbaiki pada siklus
II pertemuan I memperoleh skor rata-rata 16,8 dengan kategori baik meningkat pada
siklus II pertemuan 2 memperoleh skor rata-rata 18,7 dengan kategori baik. (2)
ketuntasan klasikal keterampilan menulis siswa pada siklus I pertemuan 1 sebesar 25%
dengan kategori cukup, meningkat pada siklus I pertemuan 2 sebesar 33% dengan
kategori cukup. Pada siklus II pertemuan 1 ketuntasan sebesar 48% dengan kategori baik
meningkat pada siklus II pertemuan 2 sebesar 96% sangat baik.
Simpulan dari peneliti adalah penerapan model Think Talk Write dengan media
visual dapat meningkatkan aktivitas siswa dan keterampilan menulis siswa dalam menulis
karangan deskripsi. Peneliti memberikan saran pada guru sebaiknya dalam menggunakan
model pembelajaran harus bervariasi sesuai dengan materi.
Hatmi, Anggita Endah Dwi. 2013. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan
Deskripsi melalui Model Think Talk Write dengan Media Visual pada Kelas IV
SDN Pakintelan 03. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas
Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dra. Hartati,
M.Pd. dan Pembimbing II Nugraheti Sismulyasih SB. S.Pd, M.Pd. 214 hlm.
Kata Kunci : menulis karangan deskripsi, Think Talk Write, visual, siswa kelas IV

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MODEL THINK TALK WRITE DENGAN MEDIA VISUAL PADA SISWA KELAS IV SDN PAKINTELAN 03 - ANGGITA ENDAH DWI HATMI

7.PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL PAKEM DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SENDANGDAWUHAN KECAMATAN ROWOSARI KABUPATEN KENDAL - ANY TAUFIKA
ABSTRAK
Hakikat IPS adalah telaah tentang manusia dan dunianya. Manusia sebagai
makhluk sosial selalu hidup bersama dengan sesamanya. Dalam kehidupannya, manusia
harus menghadapi tantangan-tantangan yang berasal dari lingkungan maupun sebagai
hidup bersama. Dengan kata lain bahan kajian IPS adalah manusia dan lingkungannya.
Berdasarkan hasil observasi awal pembelajaran IPS di kelas IV SDN 1 Sendangdawuhan
menunjukkan bahwa masih banyak permasalahan dalam pembelajaran antara lain masih
menerapkan metode ceramah, kurang mengikutsertakan siswa dan kurangnya contoh
nyata dari guru dalam pembelajaran penggunaan media yang tidak optimal sehingga
menyebabkan siswa kurang konsentrasi dan lebih cepat bosan pada saat pembelajaran.
Rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah model PAKEM dengan media gambar
dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar IPS Kelas IV
SDN 1 Sendangdawuhan Kecamatan Rowosari?. Tujuan penelitian ini adalah untuk
meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar IPS menggunakan
Model PAKEM dengan Media Gambar pada siswa kelas IV SDN 1 Sendangdawuhan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menggunakan model
PAKEM dengan media gambar dilaksanakan dalam 3 siklus dan setiap siklusnya terdiri
atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek
penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN 1 Sendangdawuhan. Teknik
pengumpulan data menggunakan teknik tes, non tes dan analisis data menggunakan data
deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan guru menggunakan model
PAKEM dengan media gambar meningkat. Siklus I mendapat persentase 61,11% kategori
cukup, siklus II meningkat dengan persentase 72,22% kategori baik, siklus III meningkat
dengan persentase 88,89% kategori sangat baik. (2) aktvitas siswa meningkat pada siklus
I dengan skor 24,17, nilai rata-rata 2,42, persentase 60,43% kategori cukup, siklus II
meningkat dengan skor 30,65, nilai rata-rata 3.06, persentase 76,63% kategori baik, siklus
III meningkat 34, nilai rata-rata 3,4, persentase 85,53% kategori sangat baik. (3) hasil
belajar siswa meningkat pada siklus I 60,87% kategori kurang dengan nilai rata-rata
66,74, siklus II meningkat 73,91% kategori baik, dengan nilai rata-rata 73,91, siklus III
meningkat 86,96% kategori sangat baik, dengan nilai rata-rata 77,61.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui model pembelajaran melalui model
PAKEM dengan media gambar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS meliputi
keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Saran yang diajukan peneliti
adalah, Pembelajaran IPS melalui Model PAKEM dengan Media Gambar sebaiknya
digunakan sebagai acuan setiap pembelajaran IPS karena pembelajaran lebih kreatif,
aktif, efektif dan menyenangkan bagi siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna.
karena model pembelajaran model PAKEM dengan media gambar dapat meningkatkan
Kualitas pembelajaran IPS meliputi keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.
Taufika, Any. 2013. Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Melalui Model PAKEM
dengan Media Gambar Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Sendangdawuhan Rowosari
Kabupaten Kendal. Skripsi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Semarang. Drs. Susilo, M.Pd dan Masitah, S.Pd,.M.Pd.
Kata Kunci : Kualitas Pembelajaran IPS, Model PAKEM, Media Gambar,

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL PAKEM DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SENDANGDAWUHAN KECAMATAN ROWOSARI KABUPATEN KENDAL - ANY TAUFIKA

8.PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) DENGAN MEDIA KARTU PINTAR PADA SISWA KELAS IV SDN PATEMON 01 - ASTITI RAHAYU ARGIANI
ABSTRAK
Latar belakang permasalahan dalam pembelajaran IPA, guru kurang melibatkan
siswa dalam penyelidikan, siswa kurang dilatih dalam mengembangkan hasil karya
(produk). Konsep-konsep yang dikuasai siswa hanya diberikan secara hafalan oleh guru,
siswa kurang dibelajarkan melalui proses penemuan yang berorientasi pada masalah
dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan masalah tersebut, solusi yang paling tepat
adalah dengan menerapkan model PBI dengan media kartu pintar. Rumusan masalah
secara umum adalah Bagaimanakah cara meningkatkan kualitas pembelajaran IPA pada
siswa kelas IV SDN Patemon 01?. Sedangkan secara khusus adalah apakah melalui
model pembelajaran Problem Based Instruction dengan media kartu pintar dapat
meningkatkan ketrampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dalam
pembelajaran IPA kelas IV SDN Patemon 01?. Tujuan umum dari penelitian ini adalah
meningkatkan kualitas pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SDN Patemon 01. Secara
khusus adalah meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar dalam
pembelajaran IPA kelas IV SDN Patemon 01.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, menggunakan model
Problem Based Instruction dengan media kartu pintar yang diterapkan dalam tiga siklus.
Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan,
observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SDN Patemon
01. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan nontes. Sedangkan teknik analisis
data menggunakan data kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan : (1) keterampilan guru memperoleh rata-rata skor
dari dua pertemuan pada siklus 1 adalah 21,5 dengan kriteria cukup; siklus 2 memperoleh
skor 27 dengan kriteria baik. Pada siklus 3, skor yang diperoleh yaitu 30,5 dan termasuk
dalam kategori baik. (2) Aktivitas siswa memperoleh rata-rata skor dari dua pertemuan
pada siklus 1 adalah 21,85 dengan kriteria cukup; Siklus 2 memperoleh skor 24,35
dengan kriteria baik. Pada siklus 3, skor yang diperoleh yaitu 31,2 dengan kategori baik.
(3) Hasil belajar siswa memperoleh rata-rata persentase ketuntasan klasikal dari dua
pertemuan pada siklus 1 adalah 55,41%. Siklus 2 memperoleh persentase ketuntasan
klasikal adalah 68%. Pada siklus 3, persentase ketuntasan klasikal yaitu 81%. Hasil
penelitian tersebut telah menunjukkan bahwa indikator keberhasilan telah tercapai
sehingga penelitian ini dinyatakan berhasil.
Adapun simpulan penelitian ini, melalui model Problem Based Instruction (PBI)
dengan media kartu pintar dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan
hasil belajar siswa kelas IV SDN Patemon 01, Kec. Gunungpati, Semarang. Saran bagi
guru adalah perlu persiapan matang sebelum memulai pembelajaran dengan model
Problem Based Instruction dengan media kartu pintar.
Argiani, Astiti Rahayu. 2013. Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA Melalui Model
Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan media kartu pintar pada
siswa kelas IV SDN Patemon 01. Skripsi. Jurusan PGSD. Fakultas Ilmu
Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing (1) Dr. Sri Sulistyorini,
M.Pd. (2) Dra. Sri Hartati, M.Pd. 451 halaman.
Kata kunci : Model Problem Based Instruction (PBI), Kualitas Pembelajaran, Media kartu pintar.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) DENGAN MEDIA KARTU PINTAR PADA SISWA KELAS IV SDN PATEMON 01 - ASTITI RAHAYU ARGIANI

9.PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JAWA KRAMA INGGIL MELALUI ROLE PLAYING DENGAN MEDIA PAPAN TEMPEL PADA SISWA KELAS IV SDN 03 TUGUREJO SEMARANG - Aditya Hendi Hendarto
ABSTRAK
Mata pelajaran Bahasa Jawa bertujuan untuk menanamkan nilai- nilai budi pekerti
para peserta didik dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Jawa yang baik dan
benar. Data awal yang diperoleh peneliti menunjukkan adanya permasalahan saat
pembelajaran bahasa Jawa. Hal ini dikarenakan kurangnya minat siswa, sehingga
mengakibatkan aktivitas siswa rendah, dan sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam
berbicara bahasa Jawa Krama Inggil karena kurangnya pembiasaan berbicara bahasa Jawa
Krama Inggil. Hasil belajar yang rendah tampak dari siswa yang tuntas KKM sebanyak 36%
dan siswa tidak tuntas sebanyak 64%. Untuk meningkatkan keterampilan siswa berbicara
bahasa Jawa Krama Inggil, peneliti menerapkan model Role Playing dengan media papan
tempel. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah model Role Playing dengan
media papan tempel dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam berbicara bahasa Jawa
Krama Inggil di kelas IV SDN 03 Tugurejo Semarang?. Tujuan penelitian adalah untuk
meningkatkan keterampilan siswa berbicara bahasa Jawa Krama Inggil di kelas IV SDN 03
Tugurejo Semarang.
Penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus dengan satu pertemuan untuk setiap
siklusnya. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan
refleksi. Subjek penelitian adalah siswa dan guru kelas IV SDN 03 Tugurejo Semarang.
Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan nontes sedangkan analisis data
menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I memperoleh ratarata
skor 14,5 dengan kategori cukup, siklus II memperoleh rata- rata skor 17,25 dengan
kategori baik dan pada siklus III memperoleh rata- rata skor 19,64 dengan kategori baik.
Keterampilan guru pada siklus I memperoleh skor 24 kategori cukup, pada siklus II
memperoleh skor 31 kategori baik dan pada siklus III memperoleh skor 35 kategori sangat
baik. Keterampilan siswa berbicara pada siklus I memperoleh rata- rata skor 13,5 dengan
kualifikasi cukup, pada siklus II memperoleh rata- rata skor 15,92 dengan kualifikasi baik
dan pada siklus III memperoleh rata- rata skor 17,41 dengan kualifikasi baik.
Simpulan dari penelitian ini adalah melalui model Role Playing dengan media papan
tempel dapat meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan guru dan keterampilan berbicara
siswa. Saran bagi guru hendaknya dalam mengajar menggunakan model pembelajaran dan
media antara lain dengan menerapkan model Role Playing dengan media papan tempel pada
mata pelajaran yang lain.
Hendarto, Aditya Hendi. 2013. Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Jawa
Krama Inggil Dengan Role Playing Media Papan Tempel Pada Siswa Kelas
IV SDN 03 Tugurejo Semarang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah
Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I:
Drs. Mujiyono, M. Pd dan Pembimbing II: Drs. Sutaryono M. Pd. 308 halaman.
Kata kunci : Bahasa Jawa, Keterampilan Berbicara, Role Playing

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JAWA KRAMA INGGIL MELALUI ROLE PLAYING DENGAN MEDIA PAPAN TEMPEL PADA SISWA KELAS IV SDN 03 TUGUREJO SEMARANG - Aditya Hendi Hendarto

10.PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PECAHAN DENGAN METODE PEMECAHAN MASALAH DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI GUMAYUN 01 KABUPATEN TEGAL - Cinthia Nur Hayati
ABSTRAK
Hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Gumayun 01 pada mata pelajaran
matematika materi penjumlahan dan pengurangan pecahan tahun pelajaran 2011/2012
masih rendah. Hal ini terjadi karena penyampaian materi pelajaran oleh guru didominasi
dengan penggunaan metode ceramah, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran.
Guru kurang mengaitkan penyampaian materi pembelajaran dengan permasalahan nyata,
sedangkan materi dalam matematika bersifat abstrak. Untuk mencapai hasil yang optimal,
guru perlu menggunakan metode pembelajaran yang dapat membantu siswa menyelesaikan
permasalahan dengan langkah-langkah yang sistematis, sehingga pembelajaran menjadi
lebih bermakna. Metode tersebut yaitu metode pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini
yaitu untuk meningkatkan performansi guru, aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa
kelas IV pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan melalui metode pemecahan
masalah di SD Negeri Gumayun 01 Kabupaten Tegal.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam
dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan,
observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri
Gumayun 01 tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 38 siswa. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui tes (tes formatif) dan non tes (angket, observasi dan dokumentasi).
Indikator keberhasilan pada penelitian ini yaitu nilai performansi guru ≥ 71 (B), aktivitas
siswa dalam kegiatan pembelajaran ≥ 75% (tinggi), persentase motivasi belajar siswa
൒75%, nilai rata-rata kelas ≥70 dan persentase tuntas belajar klasikal൒75%.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan performansi guru, aktivitas,
motivasi dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II.Pada siklus I, nilai performansi
guru pada siklus I 81,59 (AB) dan meningkat pada siklus II menjadi 88,54 (A), nilai ratarata
aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 67,98% dan pada siklus II sebesar 88,80%,
nilai rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I mencapai 75,85% dan pada siklus II
sebesar 80,51%, hasil belajar siswa mencapai 74,34 dan persentase tuntas belajar klasikal
65,79%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 80,72 dan persentase
tuntas belajar klasikal menjadi 77,78%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan
bahwa metode pemecahan masalah dapat meningkatkan performansi guru, aktivitas,
motivasi, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan di kelas
IV SD Negeri Gumayun 01 Kabupaten Tegal. Oleh karena itu, guru dapat menggunakan
metode pemecahan masalah sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran di sekolah.
Hayati, Cinthia Nur. 2013. Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi
Pecahan Dengan Metode Pemecahan Masalah Di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri
Gumayun 01 Kabupaten Tegal. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: I. Dra.
Noening Andrijati, M.Pd, II. Mur Fatimah, S.Pd, M.Pd.
Kata Kunci: Motivasi Belajar Siswa, Hasil Belajar Siswa, Metode Pemecahan Masalah.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PECAHAN DENGAN METODE PEMECAHAN MASALAH DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI GUMAYUN 01 KABUPATEN TEGAL - Cinthia Nur Hayati

11.PENERAPAN METODE INDEX CARD MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ENERGI DAN PENGGUNAANNYA SISWA KELAS IVB SEKOLAH DASAR NEGERI JATILABA 01 KABUPATEN TEGAL - Arista Dwi Lestari
ABSTRAK
Proses pembelajaran IPA di SD seharusnya berlangsung aktif, efektif, dan
menyenangkan sesuai dengan karakteristik siswa. Namun kenyataannya, proses
pembelajaran IPA yang aktif, efektif, dan menyenangkan belum terlaksana di SD
Negeri Jatilaba 01 Kabupaten Tegal, khususnya di kelas IVB. Pembelajaran IPA
di kelas tersebut masih bersifat satu arah, yakni mengandalkan guru sebagai satusatunya
sumber belajar utama di kelas. Hal tersebut mengakibatkan proses
pembelajaran IPA di kelas IVB cenderung pasif dan berdampak hasil belajar
siswa yang belum optimal khususnya pada materi energi dan penggunaannya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis menerapkan metode pembelajaran
aktif Index Card Match dalam pembelajaran IPA dengan harapan proses
pembelajaran IPA di kelas IVB dapat berlangsung aktif, efektif, dan
menyenangkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan
performansi guru, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar siswa di kelas IVB SD
Negeri Jatilaba 01 Kabupaten Tegal dalam pembelajaran IPA materi energi dan
penggunaannya.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang
dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dengan
alokasi waktu setiap pertemuannya adalah 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) yang
meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumen.
Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif dan
analisis data kuantitatif.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan dari
siklus I ke siklus II. Siklus I diperoleh nilai performansi guru sebesar 81,13
(kriteria AB) meningkat pada siklus II menjadi 86,96 (kriteria A). Sedangkan
perolehan aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 71,98% (kriteria tinggi)
meningkat pada siklus II menjadi 83,41% (kriteria sangat tinggi). Selain itu, ratarata
kelas pada siklus I sebesar 74,25 meningkat pada siklus II menjadi 82,38
dengan peningkatan ketuntasan belajar klasikal dari 75% menjadi 95,24%.
Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode Index Card Match dapat
meningkatkan performansi guru, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar siswa
dalam pembelajaran IPA materi energi dan penggunaannya pada siswa kelas IVB
SD Negeri Jatilaba 01 Kabupaten Tegal. Oleh karena itu, guru disarankan untuk
menerapkan metode Index Card Match dalam pembelajaran IPA atau pelajaran lain.
Lestari, Arista Dwi. 2013. Penerapan Metode Index Card Match untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Energi dan Penggunaannya Siswa Kelas IVB
Sekolah Dasar Negeri Jatilaba 01 Kabupaten Tegal. Skripsi, Pendidikan
Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing: I. Mur Fatimah, S.Pd, M.Pd. II. Drs. Noto Suharto, M.Pd.
Kata Kunci: IPA, metode index card match, aktivitas belajar, hasil belajar energi.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN METODE INDEX CARD MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ENERGI DAN PENGGUNAANNYA SISWA KELAS IVB SEKOLAH DASAR NEGERI JATILABA 01 KABUPATEN TEGAL - Arista Dwi Lestari


Dipersilahkan untuk mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan agar mendapatkan file yang lengkap dan utuh.

Kami cukupkan sampai di sini tulisan kami yang berjudul:

Download Contoh Judul dan Laporan PTK Kelas 4 SD

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!


InformasiGuru.Com Updated at: 05.28

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!