Jokowi: Perkuat Pendidikan Vokasi dan Percepat Distribusi KIP

| 20 Agustus 2016

Pendidikan Vokasi dan Percepatan Distribusi KIP Menjadi Fokus Presiden


Pendidikan Vokasi dan Percepatan Pembagian Kartu KIP Adalah Fokus Presiden






Dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia, Presiden menyampaikan pidato kenegaraannya dimana di dalamnya beliau membahas beberapa fokus utama dalam sektor pendidikan, yaitu penguatan pendidikan vokasional (keterampilan), percepatan distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan pendidikan karakter. Jokowi berpesan, dalam rangka menyiapkan SDM guna menghadapi persaingan global, maka Pemerintah fokus memperkuat sistem pendidikan vokasional.

“Melalui penguatan pendidikan vokasional, kita dapat melahirkan angkatan kerja dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Di saat yang bersamaan, kita pastikan masyarakat usia produktif bisa lebih cepat mendapatkan pekerjaan,” ucapnya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (16/8/2016).

Jokowi turut menambahkan, saat ini masih dilakukan percepatan distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) di seluruh pelosok negeri. Fokus utama pemerintah diberikan kepada anak usia sekolah, yaitu yang berusia 6-21 tahun dan berasal dari keluarga yang tidak mampu.
“Melalui KIP diberikan jaminan untuk mendapatkan layanan pendidikan dasar sampai menengah, pendidikan formal dan non formal, termasuk untuk mendapatkan keterampilan dari lembaga kursus atau Balai Latihan Kerja (BLK),” tutur presiden.
Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program utama yang mendukung fokus pemerintah pada terobosan untuk pengentasan kemiskinan, pengangguran, ketimpangan dan kesenjangan sosial. Beliau menuturkan, agar Indonesia mampu berkompetisi dalam dunia global, maka pembangunan infrastruktur sosial, yaitu kapasitas produktif dan Sumber Daya Manusia (SDM) harus dipercepat.
“Dengan demikian Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perlombaan ekonomi global, Indonesia harus menjadi peserta lomba dan harus menjadi juara,” ujarnya.
Di sisi lain, Jokowi juga menekankan tentang betapa pentingnya sosialisasi nilai-nilai keutamaan dan pendidikan karakter pada anak didik. Pemerintah, katanya, juga berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan guru yang mengabdi di daerah-daerah terpencil, pulau-pulau terdepan, dan wilayah-wilayah perbatasan.





InformasiGuru.Com Updated at: 04.49

0 comments:

Poskan Komentar

Kami berterima kasih atas partisipasi Anda dengan berkomentar. Namun demikian, komentar Anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Mohon maaf, menitipkan backlink yang tidak relevan dengan isi berita tidak akan kami tampilkan. Komentar yang menjurus SARA dan bersifat promosi juga tidak akan kami tampilkan. Salam sukses dan selamat berpartisipasi.