Download Contoh Judul dan Laporan PTK PJOK SMP/ MTs

| 25 Desember 2017

Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan PTK/ Penelitian Tindakan Kelas Mapel PJOK/ Penjasorkes Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs (Kelas VII, VIII, dan IX)

Kumpulan Penelitian Tindakan Kelas Penjasorkes Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs






PTK/ Penelitian Tindakan Kelas menjadi salah satu tugas penting yang harus dilakukan oleh seorang guru. Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menjadi sangat penting bagi guru dalam rangka mengembangkan perannya sebagai seorang tenaga pendidik yang profesional. Di sisi lain, PTK merupakan syarat wajib seorang guru sebelum melaksanakan UKG (Uji Kompetensi Guru).

Penelitian Tindakan Kelas merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik dalam rangka meningkatkan kualitas peran dan tanggung jawabnya sebagai pendidik yang profesional khususnya dalam pengelolaan pembelajaran serta mencari solusi atas permasalahan yang ditemukan di kelas yang diampunya.

Paling tidak,PTK memiliki tujuan:
  • Memperbaiki dan meningkatkan kondisi-kondisi belajar serta kualitas pembelajaran.
  • Meningkatkan layanan professional dalam konteks pembelaaran, khhususnya layanan kepada peserta didik sehingga tercipta layanan prima.
  • Memberi kesempatan kepada guru berimprovisasi dalam melakukan tindakan pembelajaran yang direncanakan secara tepat waktu dan sasarannya.
  • Memberi kesempatan kepada guru mengadakan kajian secara bertahap kegiatan pembelajaran yang dilakukannya sehingga tercipta perbaikan yang berkesinambungan.
  • Membiasakan guru mengembangkan sikap ilmiah, terbuka dan jujur dalam pembelajaran.
Baiklah, di bawah ini kami sajikan link Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas PJOK/ Penjasorkes Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs:


Contoh Judul dan Laporan PTK PJOK Kelas 7/ VII:

1.MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN SEPAK BOLA GAWANG BERGERAK DALAM PENJASORKES PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 10 SEMARANG TAHUN 2012 / 2013 - Hendra Saputra
SARI
Hendra Saputra. 2013. Model Pembelajaran Permainan Sepak Bola Gawang
Bergerak Dalam Penjasorkes Pada Siswa Kelas VII SMP N 10 Semarang Tahun
2012/2013. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas
Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang, Pembimbing I: Drs. Hermawan
Pamot Raharjo, M.Pd. Pembimbing II: Andry Akhiruyanto, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci : Pengembangan Permainan Sepakbola Gawang Bergerak
Latar belakang penelitian ini adalah perlunya menciptakan model
pembelajaran baru yang lebih efektif. Masalah pada penelitian ini adalah
bagaimana bentuk model pembelajaran permainan sepakbola gawang bergerak
dalam penjasorkes pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Semarang Tahun Ajaran
2012/2013? Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bentuk model
pembelajaran permainan sepakbola gawang bergerak dalam penjasorkes pada
siswa kelas VII SMP Negeri 10 Semarang Tahun Ajaran 2012/2013.
Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan dari Borg & Gall
yang telah dimodifikasi, yaitu (1) melakukan penelitian pendahuluan, (2)
mengembangkan bentuk produk awal, (3) evaluasi para ahli dengan menggunakan
satu ahli Penjas dan satu ahli pembelajaran, serta uji coba kelompok kecil, (4)
revisi produk pertama, (5) uji lapangan, (6) revisi produk akhir, (7) hasil akhir
modifikasi model sepakbola kelereng yang dihasilkan melalui revisi uji lapangan.
Data hasil penelitian berupa kualitas produk, saran untuk perbaikan produk, dan
hasil pengisian kuisioner oleh siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan kuisioner yang diperoleh dari evaluasi ahli (satu ahli Penjas dan
satu ahli pembelajaran), uji coba kelompok kecil (12 siswa), dan uji lapangan (32
siswa). Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif presentase untuk
mengungkap aspek psikomotor, kognitif, dan afektif siswa setelah menggunakan
produk.
Dari hasil uji coba diperoleh data evaluasi ahli yaitu dari kedua ahli
menyatakan bahwa model pembelajaran permainan sepakbola gawang bergerak
sudah masuk dalam kategori penilaian baik. Pada uji coba kelompok kecil 81 %
(baik), dan uji coba lapangan 89 % (baik).
Dari hasil yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa model permainan
sepakbola gawang bergerak ini dapat digunakan bagi siswa Kelas VII Sekolah
Menengah Pertama Negeri 10 Semarang. Berdasarkan hasil penelitian di atas,
diharapkan bagi guru Penjasorkes Sekolah Menengah Pertama untuk
menggunakan produk model permainan sepakbola gawang bergerak ini pada
siswa dalam pembelajaran Penjasorkes.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN SEPAK BOLA GAWANG BERGERAK DALAM PENJASORKES PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 10 SEMARANG TAHUN 2012 / 2013

2.PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ATLETIK MELALUI MODIFIKASI PERMAINAN FORMULA 1 (RUN, JUMP, THROW) PADA SISWA KELAS VII SMP N 5 PEMALANG KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2013 - Imaniar Rachman
ABSTRAK
Imaniar Rachman. 2013.Pengembangan Model Pembelajaran Atletik Melalui
Modifikasi Permainan Formula 1 (Run, Jump, Throw) pada Siswa Kelas VII
SMP N 5 Pemalang Kabupaten Pemalang Tahun 2013. Skripsi, Jurusan
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan,
Universitas Negeri Semarang, Pembimbing: (1) Rumini, S.Pd, M.Pd. (2) Agus
Raharjo, S.Pd, M.Pd.
Kata kunci: Pengembangan, Atletik, Modifikasi Permainan Formula 1 (Run,
Jump, Throw)
Permasalahan penelitian ini adalah :Penyelenggaraan pendidikan jasmani di
sekolah menengah pertama, khususnya pada pembelajaran atletik belum
dikemas dengan tepat, sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan
siswa, baik dari segi, psikomotorik, afektif dan kognitif. Tujuan penelitian
pengembangan ini adalah : Menghasilkan model pengembangan pembelajaran
atletik melalui modifikasi permainan Formula 1 (Run, Jump, Throw) yang sesuai
dengan karakteristik siswa kelas VII SMP N 5 Pemalang kabupaten Pemalang.
Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan dari
Borg & Gall, yaitu: (1) melakukan penelitian pendahuluan dan pengumpulan
informasi, termasuk observasi lapangan dan kajian pustaka, (2) mengembangkan
bentuk produk awal, (3) evaluasi para ahli dengan menggunakan satu ahli Penjas
dan dua ahli pembelajaran, serta uji coba kelompok kecil, dengan menggunakan
kuesioner dan konsultasi serta evaluasi yang kemudian dianalisis, (4) revisi
produk pertama (5) uji coba lapangan, (6) revisi produk akhir yang dilakukan
berdasarkan hasil uji coba lapangan, (7) hasil akhir model pembelajaran. Subjek
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 5 Pemalang kabupaten
Pemalang tahun ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel dalam penelitian ini
menggunakan teknik random sampling, dari kelas VII yang terdiri dari sepuluh
kelas, diambil satu kelas secara acak dipilih sebagai kelas penelitian.
Pengumpulan data dilakukan dengan lembar evaluasi dan kuesioner.Teknik
analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif
presentase.Sedangkan data yang berupa saran dan alasan dalam memilih
jawaban dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif.
Dari hasil penelitian pengembangan ini diperoleh penelitian uji coba
kelompok kecil 89 % (baik) dengan nilai psikomotor 90 % (baik), kognitif 89 %
(baik) dan afektif 89 % (baik) dan pada penelitian uji coba lapangan diperoleh 93
% (sangat baik) dengan nilai psikomotor 93 % (sangat baik), kognitif 91 %
(sangat baik), dan afektif 94 % (sangat baik).
Dari simpulan hasil penelitian maka disarankan beberapa hal sebagai
berikut: (1) model permainan Formula 1 (Run, Jump, Throw) yang telah
dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran atletik
untuk siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pemalang. (2) model permainan Formula 1
(Run, Jump, Throw) sebagai produk yang telah dihasilkan dari penelitian ini
dapat digunakan sebagai alternatif penyampaian pembelajaran penjasorkes
melalui permainan atletik untuk siswa kelas VII SMP. (3) bagi guru penjasorkes di
Sekolah Menengah Pertama (SMP)diharapkan dapat mengembangkan modelmodel
permainan atletik yang lebih baik dan menarik lainnya.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ATLETIK MELALUI MODIFIKASI PERMAINAN FORMULA 1 (RUN, JUMP, THROW) PADA SISWA KELAS VII SMP N 5 PEMALANG KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2013

3.PENDEKATAN MEDIA AUDIO VISUAL SENAM LANTAI ROLL DEPAN DAN ROLL BELAKANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM PENJASORKES SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 KOTA SEMARANG TAHUN 2012 / 2013 - Pertiwi Setia Rini
SARI
Pertiwi Setia Rini. 2013. Pendekatan Media Video Visual Senam Roll Depan Dan
Roll Belakang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Penjasorkes Siswa Kelas
VII Di SMP Negeri 2 Kota Semarang Tahun 2012 / 2013. Skripsi. Jurusan Pendidikan
Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing : (1)Drs.Tri Nurharsono,M.Pd . (2) Ranu Baskora Aji
Putra,S.Pd.,M.Pd.
Kata kunci : Pendekatan Media Video Visual Senam Lantai Roll Depan dan
Roll Belakang.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Bagaimana Penggunaan Media
Video Visual untuk meningkatkan hasil belajar senam lantai pada roll depan dan roll
belakang pada kelas VII di SMP Negeri 2 Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui peningkatan pembelajaran pendidikan jasmani disekolah
melalui penggunaan alat bantu media video terhadap hasil belajar senam lantai roll
depan dan roll belakang pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kota Semarang.
Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek
penelitian adalah kelas VII B SMP Negeri 2 Kota Semarang yang terdiri dari 25
siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus tindakan. Siklus pertama diberikan
kusioner pengetahuan tentang senam lantai roll depan dan roll belakang dan guru
memberikan materi ajar senam lantai roll depan dan roll belakang kepada siswa,
penilaian dilakukan oleh guru dan ahli penjas dengan menggunakan lembar instrumen
dari aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik selama kegiatan belajar mengajar
berlangsung. Pada siklus kedua diberikan media video visual tentang senam lantai
roll depan dan roll belakang kepada siswa. Tindakan yang diberikan siswa hasil
refleksi menggunakan media video untuk pembelajaran.
Hasil evaluasi dan refleksi keseluruhan disiklus pertama dan kedua. Pada
siklus kedua memperoleh hasil ketuntasan belajar siswa 88% dan rata-rata kelas 79.
Dan tingkat keberhasilan disiklus pertama yang hanya memperoleh ketuntasan belajar
36% dan rata-rata kelas 65. Peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua yaitu
52%.
Berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi disiklus kedua, diharapkan bagi guru
Pendidikan Jasmani di SMP Negeri 2 Kota Semarang untuk menggunakan media
video visual pembelajaran ini pada siswa. Karena pembelajaran menggunakan media
video visual membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENDEKATAN MEDIA AUDIO VISUAL SENAM LANTAI ROLL DEPAN DAN ROLL BELAKANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM PENJASORKES SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 KOTA SEMARANG TAHUN 2012/ 2013


4.PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN DUOS VOLI DALAM PEMBELAJARAN BOLA VOLI PADA SISWA KELAS VII SMP N 8 PATI - Agita Herweningtyas
ABSTRAK
Agita Herweningtyas. 2015. Pengembangan Model Permainan Duos Voli Dalam
Pembelajaran Bola Voli Pada Siswa Kelas VII SMP N 8 Pati. Skripsi Jurusan
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Agus Pujianto,S,Pd., M.Pd.
Kata Kunci : Pengembangan, Bola Voli, Permainan Duos Voli
Berdasarkan hasil observasi, ditemukan beberapa masalah dalam
pembelajaran bola voli. Masalah yang ditemukan antara lain kurangnya variasi
pembelajaran, kurangnya pengoptimalan gerak, kurangnya pemanfaatan sarana dan
prasarana, serta kurangnya pengaplikasian teknik dasar pada permainan. Sehingga
perlu adanya suatu modifikasi permainan untuk mengatasi permasalahan yang
terjadi sesuai kebutuhan siswa. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana
model pengembangan permainan Duos Voli dalam pembelajaran bola voli pada
siswa kelas VII SMP N 8 Pati. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk
model permainan Duos Voli dalam pembelajaran bola voli untuk siswa kelas VII
SMP N 8 Pati.
Metode yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research
and Development). Prosedur pengembangannya dimulai dari analisis kebutuhan
yang terdiri dari tahap kajian pustaka dan tahap observasi/wawancara, pembuatan
produk awal melalui proses validasi ahli dan revisi, uji coba skala kecil dan revisi, uji
coba skala besar dan produk akhir. Pengumpulan data menggunakan kuesioner
yang diperoleh dari evaluasi ahli dan siswa, serta menggunakan hasil pengamatan
di lapangan yang diperoleh dari siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah
deskriptif persentase.
Hasil penelitian ini yaitu uji ahli dalam produk awal diperoleh persentase ratarata
hasil analisis produk 86,10% ”baik” yang artinya dapat digunakan. Hasil
pengamatan dan kuesioner siswa dari uji coba skala kecil diperoleh persentase
83,33% “baik” dan hasil pengamatan dan kuesioner dari uji skala besar diperoleh
persentase 84,88% “baik”. Dari ketiga persentase yang didapat menunjukkan
bahwa produk dapat digunakan.
Kesimpulan pengembangan permainan Duos Voli telah layak digunakan untuk
siswa kelas VII karena permainan Duos Voli dapat memberikan variasi pembelajaran
bola voli, mengoptimalkan gerak siswa dengan lebih memanfaatkan sarana dan
prasarana yang ada serta dapat digunakan sebagai pengaplikasian teknik dasar
dalam bentuk permainan. Saran model permainan Duos Voli sebagai produk yang
dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai variasi pembelajaran dan
alternatif penyampaian materi pembelajaran bola voli untuk siswa kelas VII.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN DUOS VOLI DALAM PEMBELAJARAN BOLA VOLI PADA SISWA KELAS VII SMP N 8 PATI

5.MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN “BINTANG BERPINDAH DAN BOLA LINGKAR” DALAM PENJASORKES BAGI SISWA KELAS VII SMP N 1 KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS - Muhammad Lutfi
SARI
Muhammad Lutfi, 2013. Model pembelajaran bermain “bintang berpindah dan
bola lingkar” dalam penjasorkes bagi siswa kelas VII SMP N 1 Kembaran
Kabupaten Banyumas. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan
Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang, pembimbing
utama Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd., pembimbing pendamping Drs. Tri
Rustiadi, M.Kes.
Kata kunci : pembelajaran, pengembangan, bermain.
Latar belakang penelitian ini adalah perlunya menciptakan model
pembelajaran baru yang lebih efektif. Masalah pada penelitian ini adalah
bagaimanakah model pembelajaran melalui bermain “bintang berpindah dan bola
lingkar” dalam penjasorkes bagi siswa kelas VII SMP N 1 Kembaran? Penelitian
ini bertujuan untuk menghasilkan produk model pembelajaran bermain “bintang
berpindah dan bola lingkar” dalam penjasorkes bagi siswa kelas VII SMP N 1
Kembaran.
Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada
model pengembangan dari Borg & Gall yaitu: (1) melakukan analisis produk yang
akan dikembangkan, (2) mengembangkan bentuk produk awal (berupa model
permainan bintang berpindah dan bola lingkar), (3) uji validasi ahli (4) revisi
produk pertama, (5) uji lapangan, (6) revisi produk akhir, (7) hasil akhir
modifikasi model permainan bintang berpindah dan bola lingkar yang dihasilkan
melalui revisi uji lapangan. Data hasil penelitian berupa kualitas produk, saran
untuk perbaikan produk, dan hasil pengisian kuisioner oleh siswa. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan lembar evaluasi ahli (satu ahli Penjas dan
dua ahli pembelajaran), uji coba kelompok kecil (10 siswa), dan uji lapangan (32
siswa). Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif presentase untuk
mengungkap aspek psikomotor, kognitif, dan afektif siswa setelah menggunakan
produk.
Dari hasil uji coba diperoleh data dari skala kecil dengan presentase jawaban
54,17% (sangat baik), 29,17% (baik), 16,66% (kurang baik). Dari hasil uji coba
skala besar dengan presentase jawaban 66,67% (sangat baik) dan 33,33% (baik).
Dengan jumlah siswa pada uji coba skala kecil 10 siswa, dan uji coba kelompok
besar 32 siswa. Akan tetapi, ada yang perlu diperbaiki tentang peraturan dalam
permainan.
Kesimpulan dari model pembelajaran bermain “bintang berpindah dan bola
lingkar” yaitu didapat rata-rata presentase jawaban saat uji coba kelompok kecil
90,83% (sangat baik) dan uji coba kelompok besar 95% (sangat baik).
Berdasarkan hasil penelitian di atas, sehingga saran peneliti yaitu produk model
pembelajaran bermain “bintang berpindah dan bola lingkar” ini dapat digunakan
untuk pembelajaran penjasorkes di SMP N 1 Kembaran. Produk ini juga dapat
digunakan di SMP lainnya, dengan syarat harus di sesuaikan dengan kondisi
sekolah yang akan menggunakan produk ini.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN “BINTANG BERPINDAH DAN BOLA LINGKAR” DALAM PENJASORKES BAGI SISWA KELAS VII SMP N 1 KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS

Contoh Judul dan Laporan PTK PJOK Kelas 8/ VIII:

1.PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PASSING BOLABASKET MENGGUNAKAN KARTU TUGAS PADA PEMBELAJARAN PENJASORKES BAGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 2012/2013 - AKHMAD LUKMAN MUSTOFA
SARI
AkhmadLukmanMustofa, 2013,Pengembangan Media Pembelajaran Passing
Bolabasket Menggunakan Kartu Tugas Pada Pembelajaran Penjasorkes Bagi
Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Ajibarang Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran
2012/2013.Skripsi.Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas
Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: (1) Dra. Heny
Setyawati, M.Si, (2)Drs. Mugiyo Hartono, M.Pd.
Kata Kunci : Pengembangan, passing Bolabasket menggunakan kartu tugas,
Penjasorkes, Siswa SMP
Rumusan masalah dalam penelitian adalah bagaimana media kartu tugas
untuk pembelajaran passing Bolabasket yang sesuai dengan karakteristik peserta
didik SMP Negeri 1 Ajibarang? Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan
dan menghasilkan produk berupa media Pembelajaran Passing Bolabasket
Menggunakan Kartu Tugas Pada Pembelajaran Penjasorkes Bagi Siswa Sekolah
Menengah Pertama dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan untuk mengatasi kesulitan peserta didik dalam memahami teknik dasar
passing Bolabasket.
Prosedur pengembangan yang digunakan meliputi beberapa tahap ;
1)menganalisis produk yang akan dikembangkan, 2) mengembangkan produk
awal(media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas), 3)
validasi ahli dengan menggunakan satu ahli penjas dan dua ahli pembelajaran,4)
uji coba lapangan yang meliputi uji kelompok kecil di kelas VIII B (34 peserta
didik) dan uji kelompok besar di kelas VIII C dan VIII F (dengan jumlah
keseluruhan 64 peserta didik), 5) revisi produk, dan hasil produk pengembangan.
Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kualitas produk menggunakan (1)
kuesioner yang diperoleh dari evaluasi ahli, (2) data pengambilan denyut nadi
sebelum dan sesudah pembelajaran, (3) kuesioner respon psikomotorik, kognitif,
afektif peserta didik dengan angket, (4) pengamatan keefektifan teknik dasar yang
digunakan dalam produk yaitu chest pass, bounce pass, dan over head pass.
Dari hasil penelitian diperoleh data evaluasi ahli yaitu, ahli Penjas 78,33%
(baik), ahli pembelajaran I 91,66% (sangat baik), ahli pembelajaran II 81,66%
(baik), uji coba kelompok kecil 89% (baik), dan uji coba lapangan 92,32 %
(sangat baik).kemudianPeningkatanrata-rata denyut nadi peserta didik setelah
pembelajaran mengalami kenaikan sebesar 63,76 %dan kenaikan denyut nadi
maksimal sebesar 70 % Dari data yang ada maka dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas dapat digunakan bagi
peserta didik SMP Negeri 1 Ajibarang kabupaten Banyumas.
Simpulan pemanfaatan atau penggunaan produk pembelajaran passing
Bolabasket menggunakan kartu tugas dalam pembelajaran Penjasorkes SMP
memberikan pengaruh terhadap intensitas fisik peserta didik, dapat mengatasi
keterbatasan alokasi waktu pembelajaran serta memberikan pengalaman
koordinasi gerak kompleks kepada peserta didik. Saran bagi guru Penjasorkes di
SMP dapat menggunakan media pembelajaran ini di sekolah, dalam pembelajaran
permainan Bolabasket SMP kelas VIII di tahun ajaran baru.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PASSING BOLABASKET MENGGUNAKAN KARTU TUGAS PADA PEMBELAJARAN PENJASORKES BAGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 2012/2013

2.PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN SEPAKBOLA MELALUI PERMAINAN SOCCER BALL BOUNCE PADA SISWA KELAS VIII SMP N 13 MAGELANG - Aditya Galih Kusuma Putra
SARI
Aditya Galih Kusuma Puta. 2012. Pengembangan Model Pembelajaran
Permainan Sepakbola Melalui Permainan “Soccer Ball Bounce” Pada Siswa
Kelas VIII SMP N 13 Magelang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan
dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing: (1) Drs. Tri Rustiadi, M.Kes. (2) Agus Pujianto, S.Pd.,M.Pd.
Kata Kunci: Pengembangan; Pembelajaran Sepakbola; Permainan Soccer Ball
Bounce
Latar belakang penelitian ini adalah proses pembelajaran penjas yang tidak
berjalan dengan baik. Pembelajaran dilakukan secara konvesional tanpa
melakukan suatu variasi dan pengembangan model pembelajaran. Permasalahan
pada penelitian ini adalah bagaimana menghasilkan pengembangan model
pembelajaran sepakbola melalui permainan “soccer ball bounce” pada siswa kelas
VIII SMP N 13 Magelang Kota Magelang Tahun Ajaran 2012 ? Penelitian ini
bertujuan untuk menghasilkan pengembangan model permainan yaitu model
permainan “soccer ball bounce” dalam proses pembelajaran sepakbola pada siswa
kelas VIII SMP N 13 Magelang Kota Magelang Tahun ajaran 2012.
Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu
pada model pengembangan dari Brog & Gall: (1) melakukan analisis produk yang
akan dikembangkan dari hasil observasi lapangan dan kajian pustaka, (2)
mengembangkan bentuk produk awal, (3) evaluasi ahli yaitu menggunakan satu
ahli penjas dan satu ahli pembelajaran penjas, serta uji coba lapangan skala kecil
dengan menggunakan kuesioner dan lembar evaluasi yang kemudian dianalisis,
(4) revisi produk awal, (5) uji coba lapangan skala besar, (6) revisi produk akhir
setelah melakukan uji coba lapangan skala besar, (7) hasil akhir model permainan
soccer ball bounce pada siswa kelas VIII. Populasi penelitian ini adalah siswa
kelas VIII SMP N 13 Magelang. Data berupa hasil penilaian mengenai kualitas
produk, saran untuk perbaikan produk, dan hasil pengisian kuesioner oleh siswa.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang diperoleh dari
evaluasi ahli (satu ahli penjas dan satu ahli pembelajaran), uji coba kelompok
kecil (10 siswa), dan uji lapangan (30 siswa). Teknik analisis data yang digunakan
adalah deskriptif persentase untuk mengungkap aspek kognitif, afektif dan
psikomotor siswa yang telah menggunakan produk .
Dari data hasil penelitian, data evaluasi ahli yaitu, ahli Penjas 76% (baik),
ahli pembelajaran 84% (baik), dari uji coba skala kecil didapat hasil kuesioner
rata-rata persentase pilihan jawaban yang sesuai 82,33% (baik). Sedangkan untuk
uji coba lapangan skala besar dari hasil kuesioner rata-rata persentase pilihan
jawaban yang sesuai 84,89% (baik).
Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa model
permainan “soccer ball bounce” ini dapat diterapkan untuk siswa kelas VIII SMP
N 13 Magelang. Dapat disarankan bagi guru penjasorkes SMP N 13 Magelang
agar model permainan ini dapat menjadi alternatif penyampaian pembelajaran
dengan adanya model permainan ini diharapkan pembelajaran akan lebih menarik
dan variatif.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN SEPAKBOLA MELALUI PERMAINAN SOCCER BALL BOUNCE PADA SISWA KELAS VIII SMP N 13 MAGELANG

3.PENERAPAN MODIFIKASI ALAT BANTU PEMBELAJARAN BOKORTASKO TERHADAP HASIL BELAJAR BULUTANGKIS SISWA KELAS VIII D DI SMPN 3 BATANG TAHUN 2012 - MARROZAN
ABSTRAK
Marrozan, 2013. “Penerapan Modifikasi Alat Bantu Pembelajaran
Bokortasko Terhadap Hasil Belajar Bulutangkis Siswa Kelas VIII D di SMPN 3
Batang Tahun 2012”. Skripsi. Jurusan PJKR Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Semarang. Drs. Hermawan Pamot Raharjo, M.Pd (Dosen
pembimbing I), Agus Raharjo, S.Pd, M.Pd (Dosen pembimbing II).
Kata kunci : Modifikasi, Alat bantu pembelajaran bokortasko, Siswa kelas VIII D,
SMP N 3 Batang.
Latar belakang dalam penelitian adalah karena rendahnya kemampuan
siswa dalam bermain bulutangkis serta kurangnya sarana dan prasarana yang
tersedia, sehingga belum bisa menunjukkan hasil belajar yang maksimal.
Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimanakah penggunaan modifikasi
alat bantu pembelajaran bokortasko dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani
Olahraga dan Kesehatan dapat meningkatkan hasil belajar permainan bulutangkis
pada siswa kelas VIII D SMPN 3 Batang tahun ajaran 2012. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar permainan bulutangkis pada
siswa kelas VIII D SMP N 3 Batang Tahun 2012.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua
siklus dengan materi yang berbeda, setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu,
perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dengan langkah langkah sebagai
berikut: (1) menentukan subjek penelitian, yaitu siswa kelas VIII D yang
berjumlah 25 siswa, (2) menentukan objek penelitian, (3) menentukan waktu
penelitian baik siklus I maupun siklus II, (4) menentukan lokasi penelitian, (5)
teknik pengumpulan data, (6) rencana tindakan pembelajaran. Instrumen
penelitian menggunakan dokumentasi, kuisioner atau angket, dan observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran penjasorkes
melalui modifikasi permainan bulutangkis hasil belajar siswa meningkat disetiap
siklus. Hasil belajar kognitif siklus I diperoleh nilai rata-rata 7,8 dengan
ketuntasan belajar yang dicapai 76%, pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 9
dengan ketuntasan belajar yang dicapai 100%. Hasil belajar afektif siklus I dengan
ketuntasan belajar yang dicapai 72%, pada siklus II dengan ketuntasan belajar
yang dicapai 76%. Hasil belajar psikomotorik siklus I dengan ketuntasan belajar
yang dicapai 40%, pada siklus II dengan ketuntasan belajar 64%. Berdasarkan
penelitian modifikasi permainan bulutangkis dapat meningkatkan pembelajaran
penjasorkes pada siswa.
Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan hasil
belajar, maka saran yang diberikan adalah guru penjas dapat melakukan
penerapan modifikasi alat bantu pembelajaran bokortasko pada siswa kelas VIII
untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi permainan bulutangkis.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN MODIFIKASI ALAT BANTU PEMBELAJARAN BOKORTASKO TERHADAP HASIL BELAJAR BULUTANGKIS SISWA KELAS VIII D DI SMPN 3 BATANG TAHUN 2012

4.UPAYA MENINGKATKAN MINAT, MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA HANG STYLE DENGAN MEDIA BOLA GANTUNG BAGI SISWA KELAS VIII A SMP N 1 RANDUBLATUNG KABUPATEN BLORA TAHUN 2012/2013 - EKO ARIYANTO
SARI
Eko Ariyanto.2013. Upaya Meningkatkan Minat, Motivasi dan Hasil
Belajar Lompat Jauh Gaya Hang Style dengan Media Bola Gantung bagi Siswa
Kelas VIII A SMP N 1 Randublatung Kabupaten Blora Tahun 2012/2013.
Kata kunci : minat, motivasi, hasil belajar, lompat jauh
Pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (penjasorkes)
ditemukan beberapa masalah yang komplek khususnya pada pembelajaran lompat
jauh. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut siswa terlihat kurang berminat dalam
mengikuti pelajaran dan kurang termotivasi untuk mau dan bisa melakukan teknik
gerakan lompat jauh yang benar. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor :(1)
Siswa terlihat kurang tertarik pada pelajaran Penjas. (2) Siswa cepat bosan pada
saat mengikuti pelajaran Penjas. (3) Guru kurang kreatif menciptakan modifikasi
alat-alat untuk pembelajaran Penjas. (4) Guru kesulitan dalam membangkitkan
minat dan motivasi siswa.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah penggunaan media bola
gantung dalam pembelajaran lompat jauh gaya hang style pada mata pelajaran
penjasorkes dapat meningkatkan minat, motivasi dan hasil belajar siswa kelas
VIII A SMP N 1 RANDUBLATUNG. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk
meningkatkan minat, motivasi dan hasil belajar siswa dalam mengikuti
pembelajaran lompat jauh gaya Hang Style pada siswa kelas VIII A SMP N 1
Randublatung Blora tahun ajaran 2012/2013 melalui media bola gantung.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan
2 siklus, dimana masing-masing siklus terdiri atas : 1) perencanaan; 2)
pelaksanaan tindakan; 3) pengamatan; 4) refleksi. Penelitian yang dilakukan
mencakup 3 ranah yaitu ranah psikomotorik, ranah afektif, ranah kognitif. Selain
itu dilakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran selama kegiatan
penelitian berlangsung dan membuat angket kuesioner berupa angket minat dan
motivasi pembelajaran, untuk mengetahui sejauh mana kepuasan dan ketertarikan
siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar lompat jauh gaya hang
style dengan media bola gantung di kelas VIII A SMP N 1 Randublatung
Kabupaten Blora berdampak positif hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar
siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75 mengalami peningkatan
yaitu pada siklus I ketuntasan belajar mencapai 73, 53 % sedangkan pada siklus II
ketuntasan belajar mencapai 91,18 %.
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran lompat jauh gaya hang style
dengan menggunakan media bola gantung mempunyai pengaruh positif, yaitu
dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan
rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa tertarik dan berminat dengan
metode pembelajaran tersebut sehingga mereka menjadi termotivasi dan berminat
untuk belajar.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

UPAYA MENINGKATKAN MINAT, MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA HANG STYLE DENGAN MEDIA BOLA GANTUNG BAGI SISWA KELAS VIII A SMP N 1 RANDUBLATUNG KABUPATEN BLORA TAHUN 2012/2013

5.PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN “TEMBAK KALENG” SEBAGAI ALTERNATIF VARIASI PERMAINAN BOLA KECIL DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES BAGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PATEBON KABUPATEN KENDAL TAHUN 2012 - Gentur Tri Basuki
SARI
Gentur Tri Basuki, 2012. Pengembangan Model Permainan Tembak Kaleng
sebagai Alternatif Variasi Permainan Bola Kecil Dalam Pembelajaran
Penjasorkes pada Siswa Kelas VIII SMP N 2 Patebon. Kabupaten Kendal
Tahun 2012. Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Permasalahan
pernelitian ini adalah: Bagaimana hasil pengembangan model permainan Tembak
Kaleng sebagai alternatif variasi permainan bola kecil dalam pembelajaran
Penjasorkes bagi siswa kelas VIII SMP. Tujuan penelitian ini adalah
menghasilkan produk model permainan Tembak Kaleng sebagai alternatif
permainan bola kecil dalam pembelajaran Penjasorkes pada siswa kelas VIII.
Kata Kunci : Pengembangan, Permainan, Bola Kecil, Tembak Kaleng
Metode penelitian pengembangan yang mengacu pada Borg & Gall
dilakukan dengan langkah-langkah prosedur pengembangan: 1) Melakukan studi
pendahuluan dan mengumpulkan informasi termasuk observasi lapangan dan
kajian pustaka, 2) Mengembangkan produk awal, 3) Evaluasi para ahli serta uji
coba lapangan skala kecil, 4) Revisi produk pertama, revisi produk berdasarkan
hasil evaluasi ahli dan uji coba lapangan skala kecil. Revisi ini digukanan sebagai
perbaikan terhadap produk awal yang dibuat oleh peneliti, 5) Uji lapangan, 6)
Revisi produk akhir yang dilakukan berdasarkan hasil uji lapangan, dan 7) Hasil
akhir model modifikasi permainan Tembak Kaleng untuk siswa kelas VIII SMP N
2 Patebon. Desain uji coba menggunakan desain eksperimental dengan dua tahap:
1) skala kecil 16 siswa, 2) skala besar 34 siswa. Subjek uji coba adalah sasaran
pemakaian produk, yaitu siswa kelas VIII SMP N 2 Patebon. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kualitatif dan
kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam pengembangan produk
menggunakan angket dan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan berupa
presentase untuk menguji kelayakan kualitas dan keterimaan produk terhadap
produk pengembangan berdasarkan skala klasifikasi persentase Guilford.
Hasil yang diperoleh berdasarkan hasil uji coba skala kecil persentase
jawaban sangat baik (70,8%), baik (18,75%) dan kurang baik (10,42). Hasil uji
coba skala besar dengan persentase jawaban sangat baik (87,25%), baik (7,84%),
dan kurang (4,9%). Sedangkan persentase yang diperoleh dari hasil data evaluasi
ahli yaitu ahli penjas masuk dalam kategori baik (77,33%), ahli pembelajaran I
masuk katagori baik (90,67%), ahli pembelajaran II masuk katagori cukup baik
(65,33%).
Simpulan dari penelitian ini yaitu: 1) Permainan Tembak Kaleng yang
dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif permainan bola kecil dalam
pembelajaran Penjasorkes bagi siswa kelas VIII SMP, 2) Pengembangan
permainan Tembak Kaleng untuk pembelajaran Penjasorkes siswa kelas VIII
SMP. Disarankan: 1) Guru pendidikan jasmani hendaknya mempertimbangkan
penggunaan produk modifikasi permainan Tembak Kaleng sebagai alternatif
dalam menyampaikan pembelajaran bola kecil, 2) Apabila produk pengembangan
model permainan Tembak Kaleng ini akan digunakan sebagai alternatif permainan
bola kecil dalam pembelajaran Penjasorkes bisa disesuaikan dengan kondisi yang
ada di Sekolah.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN “TEMBAK KALENG” SEBAGAI ALTERNATIF VARIASI PERMAINAN BOLA KECIL DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES BAGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PATEBON KABUPATEN KENDAL TAHUN 2012

Contoh Judul dan Laporan PTK PJOK Kelas 9/ IX:

1.PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN LEMPAR LEMBING MENGGUNAKAN MEDIA ROKET PADA SISWA KELAS IX SMP N 2 PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 - LEO RIZKY
SARI
Leo Rizky. 2013. Pengembangan Pembelajaran Lempar Lembing Menggunakan
Media Roket Pada Siswa Kelas IX SMP N 2 Pemalang Tahun Pelajaran
2012/2013.Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas
Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Rumini, S.Pd., M.Pd, Ipang
Setiawan, S.Pd., M.Pd
Kata Kunci: Pengembangan pembelajaran, lempar lembing, media roket.
Salah satu permasalahan kurang berkembangnya proses pembelajaran
penjasorkes di sekolah antara lain, terbatasnya sarana dan prasarana pembelajaran
yang tersedia di sekolah, kekurangan dana untuk menyelenggarakan program
yang akan menghasilkan perubahan bermakna, hasil belajar yang diharapkan.
Permasalahan tersebut semakin mendalam dan berpengaruh secara signifikan
terhadap proses pembelajaran penjasorkes, dari permasalahan diatas dapat ditarik
rumusan masalah : bagaimana mengembangkan pembelajaran penjasorkes
menggunakan media roket pada pembelajaran lempar lembing siswa kelas IX
SMP N 2 Pemalang. Tujuan penelitian ini adalah menghasilan media
pembelajaran roket pada kelas IX SMP N 2 Pemalang dalam meningkatkan
pembelajaran penjasorkes.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada
model pengembangan dari Suharsimi Arikunto. (1) melakukan analisis produk
yang akan dikembangkan dari hasil observasi lapangan dan kajian pustaka, (2)
mengembangkan bentuk produk awal, (3) evaluasi ahli yaitu menggunakan satu
ahli penjas dan satu ahli pembelajaran penjas SMP, serta uji coba skala kecil (10
siswa), menggunakan angket kuesioner kemudian dianalisis, (4) revisi produk
awal, (5) uji coba skala besar (32 siswa), (6) revisi produk akhir setelah
melakukan uji coba lapangan skala besar, (7) hasil akhir media roket bagi siswa
SMP kelas IX F yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan skala besar.
Instrumen yang digunakan adalah angket kuesioner. Teknik analisis data adalah
deskriptif persentase.
Kesimpulan penelitian ini adalah hasil penilaian dari para ahli yaitu, ahli
Penjas 92% (sangat baik) dan ahli pembelajaran 98% (sangat baik), dari uji coba
skala luas didapat hasil kuesioner rata-rata persentase pilihan jawaban sebesar 90
% (sangat baik). Hasil belajar kognitif siswa sebesar ≥ 88%. Dari data yang ada
dapat dikatakan bahwa media pengembangan roket ini efektif untuk siswa kelas
IX F SMP N 2 Pemalang. Saran: 1) media roket ini dapat menjadi alternatif
penyampaian materi, 2) media roket dapat digunakan untuk mencapai tujuan
penjasorkes, 3) penggunaan media ini harus memperhatikan faktor keamanan dan
keselamatan siswa terutama bagi siswa yang bermain.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN LEMPAR LEMBING MENGGUNAKAN MEDIA ROKET PADA SISWA KELAS IX SMP N 2 PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

2.PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN BOLA BASKET DALAM PENJASORKES PADA SISWA SMP NEGERI 1 PATEAN KABUPATEN KENDAL TAHUN AJARAN 2010/2011 - Vembi Irwanto
SARI
Vembi Irwanto. 2012. Pengembangan Model Pembelajaran Permainan Bola
Basket Dalam Penjasorkes Pada Siswa SMP Negeri I Patean Kabupaten
Kendal Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan
dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing : (1) Dra. Heny Setyawati, M.Si (2) Drs. Tri Rustiadi, M.Kes.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana model
pembelajaran permainan bola basket yang sesuai dengan karakteristik siswa
sekolah menengah pertama dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran
Pendidikan jasmani di SMP N 1 Patean? Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui model pembelajaran permainan bola basket yang sesuai dengan
karakteristik siswa sekolah menengah pertama dalam meningkatkan efektifitas
Pendidikan Jasmani di SMP N 1 Patean Kecamatan Patean Kabupaten Kendal
tahun 2010/2011.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang
mengacu pada model pengembangan yang dimodifikasi, yaitu: (1) melakukan
penelitian pendahuluan, pengumpulan informasi dan analisis kebutuhan, termasuk
observasi lapangan dan kajian pustaka, (2) mengembangkan bentuk produk awal
(berupa model pembelajaran permainan bola basket ring bergerak), (3) evaluasi
para ahli dengan menggunakan satu ahli penjasorkes dan satu ahli pembelajaran,
serta uji coba kelompok kecil dengan menggunakan kuisoner yang kemudian
dianalisis, (4) revisi produk pertama berdasarkan hasil dari evaluasi ahli dan uji
coba kelompok kecil (melibatkan 14 siswa) sebagai bahan perbaikan terhadap
produk awal yang dibuat oleh peneliti, (5) uji lapangan (melibatkan 146 siswa),
(6) revisi produk akhir yang dilakukan berdasarkan uji lapangan, (7) hasil akhir
model permainan bola basket ring bergerak yang dihasilkan melalui revisi uji
lapangan.
Data berupa hasil penilaian mengenai kualitas produk, saran untuk
perbaikan produk, dan hasil pengisian oleh siswa. Teknis analisis data yang
digunakan adalah deskriptif persentase untuk mengungkap aspek psikomotorik,
kognitif, dan afektif siswa setelah menggunakan produk. Dari hasil uji coba
diperoleh data evaluasi ahli penjas 81,6%, evaluasi ahli pembelajaran 84%,
persentase hasil uji coba kelompok kecil 84,52%, dan persentase uji lapangan
90,02%. Berdasarkan data tersebut maka pengembangan model pembelajaran bola
basket dapat digunakan untuk siswa SMP Negeri 1 Patean.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, diharapkan bagi guru Pendidikan
Jasmani di Sekolah Menengah Pertama untuk menggunakan produk model
pembelajaran permainan bola basket melalui ring bergerak ini pada siswa
pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN BOLA BASKET DALAM PENJASORKES PADA SISWA SMP NEGERI 1 PATEAN KABUPATEN KENDAL TAHUN AJARAN 2010/2011

3.PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SEPAKBOLA MELALUI PERMAINAN SEPAKBOLA 4 GAWANG PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI I LEBAKSIU
KABUPATEN TEGAL TAHUN AJARAN 2010/ 2011 - Arief Eko Nugroho
SARI
ARIEF EKO NUGROHO. 2011. Pengembangan Model Pembelajaran
Sepakbola Melalui Permainan Sepakbola Dengan Empat Gawang Bagi Siswa
Putra SMP N I Lebaksiu Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi,
Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Semarang.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa di SMP N I Lebaksiu
tidak tersedianya lapangan sepakbola, alat dan fasilitas yang digunakan tidak
sesuai dengan tahap pertumbuhan, dan perkembangan siswa, peraturan yang
digunakan sesuai dengan peraturan yang sebenarnya. Sehingga diketahui ada
beberapa siswa putra yang masih pasif dalam mengikuti pembelajaran sepakbola.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk
modifikasi permainan sepakbola yang sesuai dengan karakteristik siswa SMP N I
Lebaksiu. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa model
pembelajaran sepakbola melalui permainan sepakbola empat gawang bagi siswa
SMP dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.
Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu
pada model pengembangan dari Borg & Gall yang telah dimodifikasi, yaitu (1)
melakukan penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, termasuk
observasi lapangan dan kajian pustaka, (2) mengembangkan bentuk produk awal
(berupa model permainan sepakbola empat gawang), (3) evaluasi para ahli dengan
menggunakan satu ahli penjas dan dua ahli pembelajaran, serta uji coba kelompok
kecil, dengan menggunakan kuesioner dan konsultasi yang kemudian dianalisis,
(4) revisi produk pertama, revisi produk berdasarkan hasil dari evaluasi ahli dan
uji kelompok kecil (20 siswa). Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap
produk awal yang dibuat oleh peneliti, (5) uji lapangan (160 siswa), (6) revisi
produk akhir yang dilakukan berdasarkan hasil uji lapangan, (7) hasil akhir model
pembelajaran sepakbola melalui permainan sepakbola empat gawang bagi siswa
putra SMP N I Lebaksiu yang dihasilkan melalui revisi uji lapangan.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diperoleh dari
evaluasi ahli (satu ahli penjas dan dua ahli pembelajaran), uji coba kelompok kecil
(20 siswa putra SMP Al Uswah Gunungpati), dan uji lapangan (159 siswa putra
SMP N I Lebaksiu). Data berupa hasil penilaian mengenai kualitas produk, saran
untuk perbaikan produk, dan hasil pengisian kuesioner oleh siswa. Tehnik analisis
data yang digunakan adalah deskriptif presentase untuk mengungkap aspek
kognitif, psikomotor, dan afektif setelah menggunakan produk.
Dari hasil uji coba diperoleh data dari evaluasi ahli penjas yaitu, ahli
penjas 91,6 % (sangat baik), ahli pembelajaran I 85 % (baik), ahli pembelajaran II
86,6 % (baik), uji coba kelompok kecil 84,80 % (baik), uji lapangan 82,55 %
(baik). Dari data yang ada maka disimpulkan bahwa model pembelajaran
sepakbola melalui permainan sepakbola empat gawang dapat digunakan pada
siswa putra SMP N I Lebaksiu Kabupaten Tegal.
Berdasarkan hasil penelitian diatas, diharapkan bagi guru Penjas di SMP
untuk menggunakan produk model pembelajaran sepakbola melalui permainan
sepakbola empat gawang pada siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SEPAKBOLA MELALUI PERMAINAN SEPAKBOLA 4 GAWANG PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI I LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL TAHUN AJARAN 2010/ 2011

4.PENGARUH BELAJAR PASSING BAWAH ANTARA MODIFIKASI PERMAINAN DENGAN KONVENSIONAL TERHADAP KEMAPUAN PASSING BAWAH PESSRTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI PUTRA SMP N 2 PURWANEGARA - RAKHMAT SAFI'I

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGARUH BELAJAR PASSING BAWAH ANTARA MODIFIKASI PERMAINAN DENGAN KONVENSIONAL TERHADAP KEMAPUAN PASSING BAWAH PESSRTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI PUTRA SMP N 2 PURWANEGARA

5.PENGUASAAN KEMAMPUAN TEKNIK DASAR SMASH PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP N 1 SELOMERTO (Survei Terhadap Kemampuan Teknik Dasar Smash Voli Dilihat Dari Status Kebugaran Jasmani Dan Kemampuan Motorik) - Ardian Wicaksono
ABSTRAK
Ardian Wicaksono. 2016. Penguasaan Kemampuan Teknik Dasar Smash
Pada Peserta Ekstrakurikuler SMP N 1 Selomerto (Survei Terhadap
Kemampuan Teknik Dasar Smash Dilihat dari Status Kebugaran Jasmani dan
Kemampuan Motorik). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan
Rekreasi. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I Drs. Bambang Priyono, M.Pd. Pembimbing II Andry Akhiruyanto,
S.Pd.,M.Pd.
Kata Kunci: Kemampuan Teknik Dasar Smash, Kebugaran Jasmani,
Kemampuan Motorik.
Latar belakang masalah dari penelitian ini adalah dalam pembinaan
prestasi pada cabang olahraga bola voli ada dua faktor yang mempengaruhi
pencapaian prestasi bola voli SMP N 1 Selomerto. Kedua faktor ini adalah
faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya berupa kebugaran
jasmani dan kemampuan motorik sedangkan faktor eksternalnya yaitu
lingkungan, metode latihan, dan sarana prasarana. Pada proses penguasaan
kemampuan teknik dasar smash setiap siswa memiliki kemampuan yang
berbeda-beda, ada yang menunjukkan potensi baik dan ada yang kesulitan
dalam melakukan teknik dasar smash bola voli. Kenyataan ini membuktikan
bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang
mempengaruhi yaitu kebugaran jasmani dan kemampuan motorik masingmasing
siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses
penguasaan kemampuan teknik dasar smash bola voli dilihat dari status
kebugaran jasmani dan kemampuan motorik peserta ekstrakurikuler SMP N 1
Selomerto tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
proses penguasaan kemampuan teknik dasar smash bola voli dilihat dari status
kebugaran jasmani dan kemampuan motorik peserta ekstrakurikuler SMP N 1
Selomerto tahun 2016.
Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi dari
penelitian ini adalah seluruh peserta ekstrakurikuler bola voli SMP N 1
Selomerto. Sampel dari penelitian ini berjumlah 30 siswa atau disebut juga
penelitian populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan
observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif
presentase.
Hasil dari penelitian ini adalah penguasaan kemampuan teknik dasar
smash peserta ekstrakurikuler SMP N 1 Selomerto dilihat dari status kebugaran
jasmani dan kemampuan motorik masuk dalam kategori sedang sebesar
53,33% , masuk dalam kategori baik sebesar 33,33%, dan masuk dalam
kategori kurang 13,33%.
Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta
ekstrakurikuler bola voli SMP N 1 Selomerto memiliki penguasaan kemampuan
teknik dasar smash dilihat dari status kebugaran jasmani dan kemampuan
motorik dalam kategori sedang. Dalam hal ini faktor internal kebugaran jasmani
dan kemampuan motorik sangat berpengaruh. Oleh karena itu saran: 1) Bagi
siswa diharapkan agar siswa rutin untuk melakukan kegiatan aktifitas fisik yang
mengandung unsur daya ledak otot dan power untuk menjaga kondisi fisik
tubuh agar tetap bugar dan prima. Dan agar kemampuan smashnya meningkat.
2) Dalam memberikan latihan teknik dasar seorang guru penjas harus
memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal dalam proses pembinaan
yaitu berupa kemampuan motorik, kebugaran jasmani, tipe tubuh, usia, dan
metode latihan agar prestasi tercapai dengan maksimal.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGUASAAN KEMAMPUAN TEKNIK DASAR SMASH PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP N 1 SELOMERTO


Dipersilahkan untuk mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan agar mendapatkan file yang lengkap dan utuh.

Kami cukupkan sampai di sini tulisan kami yang berjudul:

Download Contoh Judul dan Laporan PTK PJOK/ Penjasorkes SMP/ MTs

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!


InformasiGuru.Com Updated at: 17.50

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!