Download Contoh Judul dan Laporan PTK IPS SMP/ MTs

| 26 Desember 2017

Download Kumpulan Judul dan Laporan PTK/ Penelitian Tindakan Kelas Mapel IPS/ Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs

Kumpulan Penelitian Tindakan Kelas Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs






Saat ini pemerintah sedang gencar menitikberatkan tentang betapa pentingnya PTK yang harus dilaksanakan oleh guru. Ada banyak alasan mengapa PTK mendapatkan perhatian yang cukup besar dalam dunia pendidikan. Salah satu alasan mengapa PTK menjadi sangat penting dan menjadi perhatian pemerintah adalah bahwasanya hasil-hasil dari PTK bisa secara langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan atau memperbaiki kualitas pembelajaran di dalam kelas yang diampu oleh guru yang bersangkutan.

Satu alasan lainnya adalah bahwa melalui PTK, guru dapat melakukan penelitian tentang masalah-masalah aktual yang mereka hadapi untuk mata pelajaran yang diampunya. Guru secara langsung bisa melakukan tindakan-tindakan untuk memperbaiki atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran yang kurang berhasil agar menjadi lebih baik dan efektif.

Pada kesempatan kali ini kami mengambil judul Download Contoh Judul dan Laporan PTK IPS SMP/ MTs yang telah kami kumpulkan dari lib.unnes dan semoga materi contoh PTK IPS kelas VII, VIII dan IX ini bermanfaat bagi Anda yang sedang melakukan atau menyusun sebuah laporan PTK di kelas yang Anda ampu tentunya.

Baiklah, di bawah ini kami sajikan link Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas IPS/ Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs:


Contoh Judul dan Laporan PTK IPS Kelas 7/ VII:

1.MENINGKATKAN MOTIVASI HASIL BELAJAR IPS SEJARAH SISWA SMP NEGERI 2 PAGERUYUNG KABUPATEN KENDAL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN VCD DAN METODE KERJA KELOMPOK PADA KEHIDUPAN MASA PRA-AKSARA DI INDONESIA KELAS VII A TAHUN 2010/2011 - Agustin Faradilawati
SARI
Faradilawati, Agustin. 2011.Meningkatkan Motivasi Hasil Belajar IPS Sejarah
Siswa SMP Negeri 2 Pageruyung Kabupaten Kendal dengan Menggunakan VCD
Pembelajaran dan Metode Kerja Kelompok pada Kehidupan Masa Pra Aksara di
Indonesia Kelas VII A Semester I Tahun Pelajaran 2010/2011.Jurusan Sejarah,
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang.
Kata Kunci : hasil belajar, motivasi, metode kerja kelompok, media
pembelajaran VCD
Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di SMP N 2 Pageruyung pada
kelas VII A, prestasi belajar dan motivasi belajar siswa sangat rendah. Dari KKM
yang di tetapkan yakni 60,00, SMP N 2 Pageruyung merupakan sekolah rintisan
dimana perlengkapan media pembelajaran minim hal tersebut merupak salah satu
penyebab rendahnya motivasi belajar siswa. Kurangnya penggunaan media
pembelajaran terutama pada pelajaran sejarah membuat metode yang digunakan
hanyalah metode ceramah dan buku teks, sehingga sebagian besar siswa
menganggap bahwa pelajaran sejarah adalah pelajaran yang membosankan dan
bersifat hafalan. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran
menggunakan media VCD dengan metode kerja kelompok. Media audio visual
yang digunakan dalam penelitian ini berupa VCD (Video Compact Disc) adalah
format digital standar untuk menyimpan gambar video dalam suatu cakram padat.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penerapan model pembelajaran
menggunakan media pembelajaran VCD dengan metode kerja kelompok dapat
meningkatkan hasil belajar sejarah siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Pageruyung
tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan
model pembelajaran menggunakan media pembelajaran VCD dengan metode
kerja kelompok untuk meningkatkan hasil belajar sejarah siswa kelas VII A SMP
Negeri 2 Pageruyung tahun pelajaran 2010/2011.
Populasi dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas kelas VII
A SMP Negeri 2 Pageruyung tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 38
siswa. Pengambilan data dilakukan lewat observasi, dokumentasi, wawancara dan
tes. Analisis data menggunakan analisis deskripsi prosentase.
Hasil penelitian manunjukkan Nilai rata-rata kognitif siswa mengalami
peningkatan pada pra siklus nilai rata-rata siswa 59,26 dengan ketuntasan klasikal
42,11%, siklus I dengan nilai rata-rata 53,82 dengan ketuntasan klasikal 42,16%
kemudian meningkat pada siklus II yaitu nilai rata-rata 64,57 dengan ketuntasan
klasikal 78,95%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dicapai, maka dapat
disimpilkan bahwa penerapan model pembelajaran menggunakan media VCD
dengan metode kerja kelompok dapat meningkatkan hasil belajar sejarah siswa
kelas VIIA SMP Negeri 2 Pageruyung tahun pelajaran 2010/2011. Berdasarkan
hasil penelitian diketahui pembelajaran dengan menggunakan media VCD dan
metode kerja kelompok perlu dilaksanakan di kelas, karena model pembelajaran
tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa, selain itu model pembelajaran tersebut juga dapat meningkatkan motivasi siswa. Saran yang dalam penelitian ini
adalah perlunya guru membentuk kelompok belajar pada siswa, sehingga siswa
dapat belajar dan bekerjasama dalam menciptakan kreatifitas siswa dalam
meningkatkan pemahaman akan materi pelajaran. Disarankan kepada para peneliti
bidang pendidikan hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan
perbandingan atau masukan untuk melakukan penelitian yang lebih luas.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MENINGKATKAN MOTIVASI HASIL BELAJAR IPS SEJARAH SISWA SMP NEGERI 2 PAGERUYUNG KABUPATEN KENDAL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN VCD DAN METODE KERJA KELOMPOK PADA KEHIDUPAN MASA PRA-AKSARA DI INDONESIA KELAS VII A TAHUN 2010/2011

2.PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVMENT DIVISIONS (STAD) DENGAN MEDIA FOTO UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS MATERI SEJARAH SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 BUMIAYU TAHUN PELAJARAN 2010/ 2011
- Bunga Agustiningtias
SARI
Agustiningtias, Bunga. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Student Team
Achievment Divisions (STAD) dengan Media Foto untuk meningkatkan Prestasi Belajar
IPS Materi Sejarah Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Bumiayu Tahun Pelajaran 2010/ 2011.
Skripsi, Jurusan Sejarah, FIS UNNES. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Student Team Achievement Divisions, Media Foto,
Prestasi Belajar.
Pembelajaran merupakan sarana bagi siswa untuk mendapatkan ilmu di sekolah,
namun pada kenyataannya masih banyak kendala. Baik dari segi media maupun model
pembelajaran yang diberikan oleh guru, sehingga membatasi siswa untuk lebih
mengembangkan pengetahuannya. Prestasi belajar pada mata pelajaran IPS materi sejarah
di SMP Negeri 3 bumiayu masih tergolong rendah, karena banyak siswa yang belum
mencapai batas ketuntasan. Oleh karena itu, diperlukan ketrampilan seorang guru dalam
memberi dan memilih media pembelajaran dan model pembelajaran. Tujuan penelitian ini:
(1) Mengetahui keefektifan penerapan model STAD dibantu media foto dalam
pembelajaran di kelas, (2) Mengetahui penggunaan model STAD dibantu media Foto ini
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif yang bersifat eksperimental,
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Bumiayu tahun
ajaran 2010/2011. Sampel penelitian diambil dengan tekhnik random sampling dan terpilih
satu kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran STAD
dibantu dengan media foto, dan satu kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan model
STAD murni tanpa berbantu media foto. Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan metode observasi, dokumen dan tes. Data tersebut kemudian dianalisis
menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan dua rata- rata nilai awal
dan nilai akhir.
Hasil penelitian menunjukkan rata- rata hasil belajar siswa kelas eksperimen
adalah 71, 74 sedangkan kelas control adalah 65, 67. Hal ini membuktukan bahwa ratarata
nilai hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran STAD
berbantuan media foto lebih dari rata- rata hasil belajar peserta didik yang diajar
mengguanakn model pembelajaran STAD murni. Dari perolehan hasil nilai tersebut maka
hampir 97% siswa sudah berada di atas batas tuntas, sehingga pembelajaran dikatakan
tuntas dan dilanjutkan dengan materi selanjutnya.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis tersebut maka bisa diambil kesimpulan
sebagai berikut:(1) Model pembelajaran STAD dibantu dengan media foto penggunaannya
sangat mudah diterapkan diperoleh dari hasil pengamatan adalah 70% kemudian pada
pertemuan berikutntya meningkat menjadi 85%, hal ini membuktikan bahwa terjadi
peningkatan pada setiap pertemuannya secara signifikan, jadi penggunaan model
pembelajaran STAD dengan media foto ini efektif penggunaannya dalam pemebelajaran di
kelas.(2) Model pembelajaran STAD dibantu dengan media foto ini terbukti meningkatkan
hasil belajar siswa sehingga prestasi siswa meningkat pada pelajaran IPS materi sejarah,
dibuktikan pada nilai Post test dimana hasil analisisnya menunjukkan bahwa Equal
variances assumed, harga t (sig 2- tailed) = 0.001 < 0.05, sehingga Ho ditolak, artinya ratarata nilai hasil belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran STAD dengan media foto lebih dari rata-rata nilai hasil belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran STAD dengan media gambar. Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVMENT DIVISIONS (STAD) DENGAN MEDIA FOTO UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS MATERI SEJARAH SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 BUMIAYU TAHUN PELAJARAN 2010/ 2011

3.HISTORICAL COMIC SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS MATERI SEJARAH PADA POKOK BAHASAN PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MASA PRA-AKSARA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KALINYAMATAN JEPARA - Erma Dwi Astuty
SARI
Astuty, Erma Dwi. 2011. ”Historical Comic Sebagai Media Pembelajaran IPS
Materi Sejarah Pada Pokok Bahasan Perkembangan Kehidupan Masa Pra-Aksara
Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kalinyamatan Jepara”. Skripsi, Jurusan
Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang.
Kata kunci: Historical comic, Media pembelajaran, IPS materi sejarah, Masa
pra-aksara
Pelajaran sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang penting dan harus
dikuasai siswa. Namun, masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa
pelajaran sejarah tidak perlu dikuasi oleh siswa. Di sisi lain, keterbatasan jam
pelajaran sejarah dikarenakan tergabungnya pelajaran sejarah menjadi IPS terpadu,
materi ajar yang banyak, kurangnya penggunaan media, serta rendahnya minat siswa
terhadap pelajaran IPS juga menjadi kendala yang dihadapi dalam pembelajaran
sejarah. Permasalahan-permasalahan tersebut memerlukan solusi sehingga peneliti
dalam penelitian ini menggunakan historical comic sebagai upaya meningkatkan
minat siswa terhadap pembelajaran sejarah. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji
tiga hal, (1) Bagaimana minat siswa yang diberi historical comic; (2) Bagaimana
minat siswa yang tidak diberi historical comic; (3) Adakah perbedaan minat siswa
yang diberi historical comic dan yang tidak diberi historical comic sebagai media
pembelajaran IPS materi sejarah pada pokok bahasan perkembangan kehidupan masa
pra aksara pada siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kalinyamatan.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain dasarnya
Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilaksanakan pada
bulan April 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswi kelas VII
SMP Negeri 1 Kalinyamatan tahun ajaran 2010/2011 yang terdiri atas 6 kelas dengan
jumlah siswa 219 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random
sampling yang diambil secara acak dengan mengambil 2 kelas dari jumlah
keseluruhan kelas. Variabel bebas dalam penelitian ini media pembelajaran dengan
historical comic pada pokok bahasan perkembangan masyarakat pra-aksara dan
variabel terikat adalah minat belajar IPS materi sejarah siswa kelas VII SMP Negeri 1
Kalinyamatan Jepara tahun ajaran 2010/2011. Alat pengumpul data adalah angket /
kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan t test (uji t).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar sejarah siswa yang
diberikan yang diberikan historical comic sebagai media pembelajaran mengalami
peningkatan. Rata-rata minat belajar sejarah awal siswa pada kelas eksperimen
sebesar 77,806 dan pada akhir pembelajaran diperoleh rata-rata minat belajar sejarah
sebesar 80,8611. Hasil uji t sebesar -1,6563 menunjukkan adanya peningkatan minat
belajar siswa yang diberikan historical comic sebagai media pembelajaran. Rata-rata
minat belajar sejarah siswa pada kelas kontrol semula 74,3784 dan pada akhir
pembelajaran 77,8919. Hasil uji t menunjukkan harga -2,0428. Jadi dapat disimpulkan bahwa minat siswa pada akhir pembelajaran tidak lebih baik dari minat
awal siswa. Uji perbedaan dua rata-rata kondisi akhir antara kelas eksperiman dan
kelas kontrol sebesar 1,6287 menunjukkan adanya perbedaan rata-rata dimana minat
belajar sejarah siswa kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Dengan
demikian, Historical Comic sebagai media pembelajaran IPS materi sejarah pada
pokok bahasan perkembangan kehidupan masa pra-aksara lebih efektif dalam
meningkatkan minat belajar sejarah siswa dibandingkan dengan metode konvensional
(tanpa media). Minat siswa yang tidak menggunakan historical comic sebagai media
pembelajaran IPS materi sejarah cukup meningkat namun tidak setinggi minat siswa
yang diberikan historical comic sebagai media pembelajaran IPS materi sejarah.
Pembelajaran dengan menggunakan historical comic sebagai media pembelajaran IPS
materi sejarah menunjukkan adanya pengaruh yang lebih baik terhadap minat belajar
siswa di kelas VII SMPN 1 Kalinyamatan.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan sebaiknya seorang guru dalam
menyampaikan pelajaran harus mampu membuat siswa senang dalam belajar karena
adanya minat yang besar akan berdampak pada besarnya pula usaha yang dilakukan
siswa untuk mempelajari pelajaran tersebut. Pada akhirnya siswa memperoleh hasil
belajar yang baik. Guna meningkatkan minat belajar sejarah siswa, dalam
pembelajaran guru hendaknya mengembangkan media pembelajaran serta desain
pembelajaran sejarah yang menarik, menyenangkan, dan mencerdaskan.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

HISTORICAL COMIC SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS MATERI SEJARAH PADA POKOK BAHASAN PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MASA PRA-AKSARA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KALINYAMATAN JEPARA

4.Pengaruh Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan Metode Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas VII SMP N 1 Lebaksiu Tahun Ajaran 2014/ 2015 - Muhammad Hanif Rafie
SARI
Rafie, Muhammad Hanif. 2015. Pengaruh Pembelajaran Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC) Dengan Metode Mind Mapping
Terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Lebaksiu Tahun
Ajaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas
Negeri Semarang.
Kata kunci : pengaruh, hasil belajar, cooperative integrated reading and
composition (CIRC), mind mapping.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan adakah pengaruh yang
signifikan pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC) dengan metode Mind Mapping terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VII
SMP Negeri 1 Lebaksiu.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh rata-rata nilai
post test kelas eksperimen yaitu 81,66 dan rata-rata kelas kontrol yaitu 74,50.
Hasil uji hipotesis (uji t dan uji regresi sederhana) nilai post test diperoleh nilai
signifikansi = 0,00 < taraf signifikansi = 0,05 yang berarti ada perbedaan hasil belajar sejarah kelas eksperimen dengan kelas kontrol, sedangkan uji regresi sederhana nilai signifikansi = 0,02 dengan taraf signifikansi = 0,05 karena taraf signifikansi < taraf signifikansi maka dapat disimpulkan Ha diterima yang berarti ada pengaruh pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan metode Mind Mapping terhadap hasil belajar sejarah siswa. Koefisien determinasi = 0,244. Hal ini berarti 24,4% hasil belajar sejarah siswa dipengaruhi oleh pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan metode Mind Mapping dan sisanya 75,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Presentase ketuntasan hasil belajar klasikal kelas eksperimen yaitu 94,44% ≥ 75%, sedangkan persentase ketuntasan hasil belajar klasikal kelas kontrol mencapai 88,88% < 75%. Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar menggunakan pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan metode Mind Mapping telah mencapai ketuntasan hasil belajar klasikal. Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

Pengaruh Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan Metode Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas VII SMP N 1 Lebaksiu Tahun Ajaran 2014/ 2015

Contoh Judul dan Laporan PTK IPS Kelas 8/ VIII:

1.PEMANFAATAN MEDIA MACROMEDIA FLASH TERHADAP MINAT BELAJAR IPS SEJARAH KELAS VIII SMP NEGERI 1 PECANGAAN - Lutfi Amiq
SARI
Amiq, Lutfi. 2013 “Pemanfaatan Media Macromedia Flash terhadap Minat
Belajar IPS Sejarah Siswa Kelas VIII SMP N 1 Pecangaan Jepara”. Skripsi.
Jurusan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang.
Kata kunci : minat belajar, Macromedia Flash, IPS Sejarah
Dalam proses belajar-mengajar selain guru dan siswa, dua unsur yang
sangat penting yaitu metode pembelajaran dan media pembelajaran. Namun,
sekarang proses pembelajaran khususnya Mata Pelajaran IPS Sejarah di SMPN 1
Pecangaan Jepara jarang menggunakan media pembelajaran. Hal itu menyebabkan
siswa berpendapat bahwa pelajaran IPS Sejarah itu menjenuhkan, padahal hampir
semua kelas di SMP N 1 Pecangaan Jepara dilengkapi oleh proyektor. Dalam
penelitian ini, peneliti menawarkan menggunakan media Macromedia Flash untuk
mengatasi masalah yang muncul. Macromedia Flash merupakan jenis media
audio visual. Program ini berisi materi pelajaran IPS Sejarah dengan tampilan
animasi-animasi dalam bentuk gambar gerak dan juga animasi suara yang
bervariasi yang memungkinkan supaya siswa lebih aktif dan tidak jenuh dalam
mengikuti pelajaran IPS Sejarah. Sehingga guru bisa memanfaatkan fasilitas dan
teknologi media yang ada secara maksimal. Rumusan masalah dari penelitian ini
adalah: (1) bagaimana minat belajar siswa yang menggunakan media Macromedia
Flash, (2) bagaimana minat belajar siswa yang tidak menggunakan media
Macromedia Flash, (3) adakah perbedaan minat belajar siswa yang menggunakan
media Macromedia Flash dan yang tidak menggunakan media Macromedia
Flash.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas
VIII SMP N 1 Pecangaan Jepara tahun ajaran 2013/2014, dengan kelas kontrol
VIII D dan kelas eksperimen kelas VIII C. Sampel dipilih menggunakan teknik
nonprobability sampling tipe purposive sampling. Metode pengumpulan data
menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini adalah: (1) minat belajar IPS Sejarah siswa kelas
yang menggunakan Macromedia Flash tinggi dengan rata-rata nilai angket 92,79
(2) minat belajar IPS Sejarah siswa kelas yang tidak menggunakan Macromedia
Flash rendah dengan rata-rata nilai angket 70.1. Simpulan dalam penelitian ini
yaitu: berdasarkan hasil uji hipotesis (uji t) dua pihak nilai posttest diperoleh nilai
sig. (0,000) < α (0,05), yang berarti ada perbedaan yang signifikan minat belajar sejarah kelas VIII C dengan kelas VIII D. Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PEMANFAATAN MEDIA MACROMEDIA FLASH TERHADAP MINAT BELAJAR IPS SEJARAH KELAS VIII SMP NEGERI 1 PECANGAAN

2.PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN MIND MAP PADA PELAJARAN IPS SEJARAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N 4 BATANG TAHUN AJARAN 2012/2013 - Retno Budi Wahyuni
SARI
Wahyuni, Retno Budi. 2013. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri
dengan Mind Map pada Pembelajaran IPS Sejarah terhadap Hasil Belajar Siswa
Kelas VIII SMP Negeri 4 Batang Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Jurusan Sejarah.
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dr. Cahyo Budi
Utomo, M. Pd. Pembimbing II: Mukhamad Sokheh S, Pd., M.A.
Kata kunci : Pengaruh, Inkuiri dengan Mind Map, Hasil Belajar
Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 4 Batang
menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan medel
pembelajaran konvensional, sehingga guru belum dapat mendekatkan siswa dengan
pengalaman belajarnya. Hal ini juga mengakibatkan siswa cenderung bersikap pasif
di kelas dan kurang dalam hal kemampuan bekerjasama, berpikir kritis, sikap sosial,
serta mengkonstruksi pengetahuannya, dimana sebenarnya kemampuan tersebut dapat
berdampak positif dalam meningkatkan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri dengan mind
map sebagai salah satu inovasi model pembelajaran yang diterapkan pada mata
pelajaran sejarah siswa kelas VIII semsester genap SMP Negeri 4 Batang.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kuantitatif, dengan desain quasy eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah
kelas VIII yang terdiri dari enam kelas. Sampel penelitian menggunakan kelas VIII D
sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII F sebagai kelas kontrol. Setelah melakukan
pre test sebagai tolak ukur awal kemampuan siswa, dilakukan pula uji normalitas,
homogenitas, uji kesamaan rata-rata sebelum kelas tersebut mendapatkan perlakuan.
Penelitian ini dilakukan sesuai skenario penelitian eksperimen yang dibuat dan
diakhiri dengan post test. Variabel dalam penelitian ini adalah penerapan model
pembelajaran inkuiri dengan mind map dan hasil belajar sejarah. Sementara metode
pengumpulan datanya menggunakan metode tes, lembar observasi aktivitas siswa dan
dokumen. Simpulan dari hasil penelitian dan pembahasan adalah penerapan model
pembelajaran inkuiri dengan mind map mampu membantu meningkatkan hasil belajar
siswa. Selain itu dilihat dari ketuntasan klasikal hasil belajar siswa kelas eksperimen
91,429% lebih tinggi dari kelas kontrol 68,71%, sehingga dinilai penggunaan model
tersebut lebih efektif dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa daripada
penggunaan model pembelajaran konvensional, yaitu ceramah bervariasi.
Penggunaan model pembelajaran inkuiri dengan mind map mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap hasil belajar siswa di SMP N 4 Batang.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN MIND MAP PADA PELAJARAN IPS SEJARAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N 4 BATANG TAHUN AJARAN 2012/2013

3.PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR IPS SEJARAH SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH (ICM) KELAS VIII D SMP NEGERI 4 SEMARANG TAHUN AJARAN 2012/2013 - Roro Fattahu Sarah
SARI
Fattahu Sarah, Roro. 2013 Peningkatan Keaktifan Belajar IPS Sejarah Siswa
Melalui Model Pembelajaran Index Card Match (ICM) Kelas VIII D SMP Negeri
4 Semarang Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Jurusan Sejarah. Fakultas Ilmu
Sosial. Universitas Negeri Semarang. Drs. YYFR. Sunarjan, MS. Dan Drs. Ba‟in,
M.Hum.
Kata kunci : Keaktifan Siswa, Strategi Pembelajaran Aktif Index Card Match
Keaktifan belajar siswa merupakan kegiatan siswa dimana siswa terlibat
aktif dalam pembelajaran. Aktivitas siswa kelas VIII D SMP Negeri 4 Semarang
dalam kegiatan pembelajaran belum maksimal. Hal ini dibuktikan dengan
rendahnya tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Penyebabnya
adalah pada proses pembelajaran guru lebih menguasai kelas dan hanya sedikit
siswa yang diberikan kesempatan untuk mengembangkan argumennya. Akibatnya
siswa tidak mengetahui materi cenderung diam dan tidak bertanya. Selain itu,
kurang lebih 25 siswa kurang konsentrasi dalam mengikuti proses pembelajaran
sejarah dan memiliki sifat lupa, sehingga perlu adanya peninjauan ulang terhadap
materi yang dijelaskan guru. Salah satunya adalah penerapan strategi
pembelajaran aktif index card match. Strategi pembelajaran aktif index card
match adalah salah satu strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan
keaktifan siswa di dalam kelas dan kinerja guru dalam mengelola proses
pembelajaran. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah
dengan menggunakan strategi pembelajaran index card match (ICM) dapat
meningkatkan keaktifan siswa kelas VIII D SMP Negeri 4 Semarang tahun ajaran
2012/2013?
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua
siklus dengan subjek penelitian siswa kelas VIII D SMA Negeri 4 Semarang
tahun ajaran 2012/2013. Penelitian difokuskan pada keaktifan belajar siswa. Data
diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis yang
digunakan melalui dua bentuk yakni analisis data kuantitatif dan analisis data
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan strategi
pembelajaran aktif index card match dalam pembelajaran sejarah dapat
meningkatkan keaktifan siswa, kinerja guru, dan hasil belajar dalam proses
pembelajaran. Peningkatan keaktifan siswa terbukti dengan sebelum diadakan
penelitian, pada pra siklus diperoleh rata-rata keaktifan siswa dengan persentase
sebesar 43,7%. Setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas pada siklus I
diperoleh rata-rata keaktifan siswa dengan persentase sebesar 70%. Pada siklus II
ini rata-rata keaktifan siswa dengan persentase mencapai indikator pencapaian
yakni ≥ 75% yaitu mencapai 88,57%. Simpulan dari hasil penelitian adalah
strategi pembelajaran aktif index card match mampu meningkatkan keaktifan
siswa dan kinerja guru dalam suatu proses pembelajaran. Peningkatan ini juga
diikuti dengan meningkatnya hasil belajar siswa setelah mengalami proses
pembelajaran. Saran untuk guru sejarah, dapat menggunakan strategi
pembelajaran aktif index card match sebagai salah satu alternatif dalam
pembelajaran sejarah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa serta
menjadikan pembelajaran sejarah yang menarik dan menyenangkan. Saran bagi
siswa, agar lebih aktif dan berani untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat
setelah mengetahui dan memahami strategi pembelajaran aktif index card match
dan lebih konsentrasi serta fokus pada waktu proses pembelajaran berlangsung.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR IPS SEJARAH SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH (ICM) KELAS VIII D SMP NEGERI 4 SEMARANG TAHUN AJARAN 2012/2013

4.UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL MELALUI PEMUTARAN FILM DOKUMENTER PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs MIFTAHUSSA’ADAH SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011 - Yan Kurniawan
SARI
Yan Kurniawan. 2010. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Sejarah
Kebangkitan Nasional Melalui Pemutaran Film Dokumenter Pada Peserta Didik
Kelas VIII MTs Miftahussa'adah Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011. Jurusan
Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.  
Kata Kunci : Prestasi Belajar, Film Dokumenter.
      Pembelajaran sejarah di MTs Miftahussa'adah Semarang selama ini belum
melibatkan potensi dan peran serta siswa secara optimal. Hal tersebut salah satu
penyebab rendahnya prestasi belajar siswa karena siswa cenderung pasif dalam
mengikuti pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi tidak bermakna. Siswa
tidak aktif sendiri untuk memperoleh pengetahuannya. Kondisi tersebut perlu
segera dicarikan solusi penyelesaiannya. Permasalahan yang dikaji pada
penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Bagaimana prestasi belajar sejarah siswa
kelas VIII MTs Miftahussa'adah Semarang melalui pemutaran film dokumenter
tahun pelajaran 2010/2011 dapat ditingkatkan?, (2) Bagaimana aktivitas belajar
sejarah siswa kelas VIII MTs Miftahussa'adah Semarang melalui pemutaran film
dokumenter tahun pelajaran 2010/2011 dapat ditingkatkan? Tujuan penelitian ini
adalah: (1) Untuk mengetahui prestasi belajar sejarah siswa kelas VIII MTs
Miftahussa'adah Semarang tahun pelajaran 2010/2011 melalui pemutaran film
dokumenter dapat meningkat; (2) Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa
dalam proses belajar mengajar.
      Penelitian tindakan kelas ini ditempuh dalam dua siklus. Setiap siklus terdapat
empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Tindakan dalam setiap siklus dilakukan dengan cara peneliti memberikan tugas
berupa lembar kerja siswa untuk dipelajari secara kelompok, kemudian salah satu
wakil dari kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan
kelompok yang lain dapat menanggapinya. Setelah diskusi kelompok selesai guru
memberikan tes kepada siswa secara individu. Adapun yang menjadi subjek
penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Miftahussa'adah Semarang Tahun Pelajaran
2010/2011 yang berjumlah 36 siswa.Berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas siswa pada siklus I dan II
diperoleh rata‐rata aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus I
yaitu sebesar  81%, Siklus II yaitu sebesar 100%. Sedangkan prestasi belajar siswa
pada siklus I dan II diperoleh dari kuis yang dilaksanakan pada akhir pertemuan.
Nilai rata‐rata kelas pada siklus I adalah 67,97 dengan ketuntasan klasikal 86%.
Nilai rata‐rata kelas pada siklus II adalah 69,6 dengan ketuntasan klasikal 100%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS Sejarah
Kebangkitan Nasional melalui pemutaran film dokumenter, prestasi belajar dan
aktivitas belajar siswa kelas VIII Mts    Miftahussa'adah Semarang dapat
ditingkatkan. Saran, Model Pembelajaran IPS Sejarah melalui pemutaran film
dokumeter yang diterapkan guru dapat meningkatkan Prestasi belajar siswa,
maka pada proses pembelajaran sehari‐hari bisa menggunakan Model
Pembelajaran IPS Sejarah melalui pemutaran film dokumenter sesuai dengan
pokok bahasan.  

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL MELALUI PEMUTARAN FILM DOKUMENTER PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs MIFTAHUSSA’ADAH SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Contoh Judul dan Laporan PTK IPS Kelas 9/ IX:

1.PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEJARAH POKOK BAHASAN USAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1945 PADA SISWA KELAS IX SMP KESATRIAN 1 SEMARANG DAN SMPN 3 SINGOROJO KAB. KENDAL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - Yunita Khusnulia Wardani
SARI
Wardani, Yunita Khusnulia. 2016, Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Pokok
Bahasan Usaha Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945 Pada
Siswa Kelas IX SMP Kesatrian 1 Semarang dan SMPN 3 Singorojo Kab.Kendal
Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi. Jurusan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial.
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Drs. Karyono, M.Hum dan Drs.
Abdul Muntholib, M.Hum.
Kata Kunci : Bahan Ajar Sejarah, Majalah, Pertempuran Lima Hari di
Semarang, Pertempuran Ambarawa
Pembelajaran IPS Sejarah di berbagai tingkat sekolah adalah penyampaian
materi mengenai peristiwa-peristiwa sejarah oleh guru kepada siswa. Metode yang
digunakan oleh guru pun tidak jarang hanya menggunakan ceramah, sehingga
menimbulkan kejenuhan pada siswa selama mengikuti pelajaran sejarah.
Berdasarkan hasil observasi maka didapatkan latar belakang penelitian ini adalah
kurangnya bahan ajar sejarah pada materi Pertempuran Lima Hari di Semarang
dan Pertempuran Ambarawa pada siswa SMP Kelas IX. Maka dari itu, peneliti
berminat untuk mengembangkan bahan ajar berbentuk majalah. Tujuan penelitian
ini adalah (1) Mengetahui kondisi bahan ajar IPS Sejarah yang digunakan pada
siswa kelas IX SMP Kesatrian 1 Semarang dan SMPN 3 Singorojo Kendal, (2)
Mengetahui pengembangan bahan ajar IPS Sejarah pokok bahasan usaha
mempertahankan kemerdekaan Indonesia tahun 1945 pada kelas IX SMP
Kesatrian 1 Semarang dan SMPN 3 Singorojo Kendal, (3) Mengetahui kelayakan
bahan ajar majalah IPS Sejarah pokok bahasan usaha mempertahankan
kemerdekaan Indonesia tahun 1945 pada kelas IX SMP SMP Kesatrian 1
Semarang dan SMPN 3 Singorojo Kendal.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and
Development (Rnd). Pendekatan penelitian yang digunakan untuk menjawab
rumusan masalah pertama adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif.
Rumusan masalah kedua, mengenai perkembangan bahan ajar IPS Sejarah dan
kelayakan bahan ajar, peneliti menggunakan pendekatan penelitian dan
pengembangan (RnD) dan yang terakhir, menjawab rumusan masalah ketiga
dengan menggunakan metode kuantitatif angket validasi dari ahli serta guru dan
angket siswa yang dijelaskan secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Kondisi bahan ajar di SMP Kesatrian 1
Semarang dan SMPN 3 Singorojo Kab. Kendal yang masih perlu adanya
pengembangan bahan ajar, (2) Pengembangan bahan ajar yang dikembangkan
dalam bentuk majalah, (3) Kelayakan bahan ajar dinilai layak oleh ahli materi,
desain, guru dan siswa. Bahasa yang mudah dimengerti, adanya gambar-gambar
dan games membuat siswa tertarik akan bahan ajar majalah ini.
Saran yang diberikan dalam pengembangan bahan ajar majalah ini adalah
bahan ajar majalah ini dapat menjadi referensi pembelajaran dalam materi Usaha
Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dengan fokus kajian Pertempuran Lima
Hari di Semarang dan Pertempuran Ambarawa.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEJARAH POKOK BAHASAN USAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1945 PADA SISWA KELAS IX SMP KESATRIAN 1 SEMARANG DAN SMPN 3 SINGOROJO KAB. KENDAL TAHUN PELAJARAN 2015/2016

2.PENGEMBANGAN MATERI AJAR DAN PENILAIAN MATA PELAJARAN IPS PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus pada SMP Negeri 7 Semarang dan SMP Negeri 41 Semarang) - NOVELDA SARI
SARI
Sari, Novelda. 2016. Pengembangan Materi Ajar dan Penilaian Mata Pelajaran
IPS pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Semarang (Studi Kasus
SMP Negeri 7 Semarang dan SMP Negeri 41 Semarang).Skripsi. Jurusan Sejarah.
Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I. Arif Purnomo,
S.Pd., S. S., M. Pd. Pembimbing II. Muhammad Shokheh, S. Pd., M.A
Kata Kunci: Materi Ajar, Penilaian, Pembelajaran, IPS
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tentang pengembangan materi ajar
dan penilaian mata pelajaran IPS pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota
Semarang. Tujuan dari penelitian ini: (1) mengetahui pengembangan materi ajar
dan penilaianya pada mata pelajaran IPS Terpadu yang dilakukan oleh guru di
SMP Negeri 7 Semarang dan SMP Negeri 41 Semarang, (2) mengetahui penilaian
pada mata pelajaran IPS Terpadu yang dilakukan oleh guru di SMP Negeri 7
Semarang dan SMP Negeri 41 Semarang, (3) mengetahui kendala yang dialami
dan upaya mengatasinya oleh guru di SMP Negeri 7 Semarang dan SMP Negeri
41 Semarang.
Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi
kasus. Informan dalam penelitian ini adalah guru IPS, kepala sekolah dan juga
siswa di SMP Se-Kecamatan Tengaran. Teknik pengumpulan data (1) observasi,
(2) wawancara, (3) dokumen. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik
dan triangulasi sumber. Data penelitian dianalisis dengan analisis interaktif,
meliputi reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan serta verifikasinya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan materi ajar yang
dilakukan oleh guru sangat bervariasi disamping mencari sumber lain dari
berbagai buku juga mengembangkan dengan cara melihat fenomena-fenomena
yang terjadi dilingkungan sekitar sekolah masing-masing, selain itu
pengembangan materi ajar pun juga menitikberatkan kepada peran guru yang
menuntut untuk kreatif. Penilaian yang dilakukan oleh guru berjenis formatif dan
sumatif. Hambatan dalam pengembangan materi dan penilaian sangat beragam,
mulai dari kendala dalam buku sumber yang berbeda-beda, fasilitas yang kurang
memadahi dan kendala dari siswanya sendiri. Dan upaya untuk mengatasi
hambatan tersebut meliputi upaya dalam memperbaiki dan meningkatkan
kemampuan diri sendiri dengan belajar sendiri maupun dengan bertukar pikiran
dengan sesama guru dan juga selain itu juga dari faktor eksternal atau faktor
internal seperti halnya perbaikan sistem maupun manajemen sesuai dengan
hambatan yang dialami oleh masing-masing sekolah
Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebaiknya perlu adanya
pengembangan materi ajar Ilmu Pengetahuan Sosial yang menyangkut penanaman
karakter kuat dari dalam diri agar siswa SMP yang masih memiliki perkembangan
psikologi belum stabil tidak mudah terpengaruh kondisi lingkungannya.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MATERI AJAR DAN PENILAIAN MATA PELAJARAN IPS PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus pada SMP Negeri 7 Semarang dan SMP Negeri 41 Semarang)

3.PENGGUNAAN FILM DOKUMENTER SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS SEJARAH DI SMP N 5 MAGELANG - Setiya Budi
SARI
Budi, Setiya 2014. ―Penggunaan Film Dokumenter sebagai Sumber Belajar
dalam Proses Pembelajaran IPS Sejarah di SMP Negeri 5 Magelang Tahun
2013/2014‖. Skripsi Jurusan Sejarah Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu
Sosial Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Drs. Abdul Mutholib, M.Hum
Kata kunci : Penggunaan, Film Dokumenter, Pembelajaran Sejarah.
Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan. Istilah
"dokumenter" pertama digunakan dalam resensi film Moana (1926) oleh Robert
Flaherty, ditulis oleh The Moviegoer, nama samaran John Grierson, di New York
Sun pada tanggal 8 Februari 1926. Film dokumenter sendiri dapat digunakan
sebagai salah satu sumber belajar yang dapat membawa dampak positif dalam
proses pembelajaran
Penelitian ini fokusnya adalah Penggunaan Film Dokumenter sebagai
Sumber Belajar pada Proses Pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 5 Magelang,
antara lain adalah, (1) Keefektifitasan penggunaannya, (2) Kondisi Sarana dan
Prasarana penunjang, (3) Tanggapan dan Apresiasi Guru, (4) Kendala dan Upaya
dalam mengatasi masalah yang timbul dari penggunaan Film Dokumenter pada
Pembelajaran Sejarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)
Keefektifitasan penggunaannya, (2) Kondisi Sarana dan Prasarana penunjang, (3)
Tanggapan dan Apresiasi Guru, (4) Kendala dan Upaya dalam mengatasi masalah
yang timbul dari penggunaan Film Dokumenter pada Pembelajaran Sejarah di
SMP Negeri 5 Magelang.
Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif dengan
rancangan studi kasus. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dilapangan dilakukan analisis
data untuk mendapatkan temuan penelitian. Keabsahan data diuji dengan
ketekunan pengamatan dan teknik triangulasi.
Temuan penelitian yaitu : Pertama, Pelaksanaan penggunaan film
dokumenter di SMP Negeri 5 Magelang masih kurang efektif karena ada faktorfaktor
yang menghambat seperti ada beberapa kelas yang LCDnya rusak
kemudian ada beberapa siswa yang terkadang tidak memberikan perhatiannya
secara penuh saat film dokumenter diputarkan. Kedua, Dalam segi pemanfaatan
sarana dan prasana di SMP Negeri 5 Magelang memang masih kurang. Salah
satunya adalah laboratorium IPS masih sangat jarang sekali dimanfaatkan oleh
guru dalam pembelajaran. Ketiga, , Guru memberi tanggapan positif dan baik
terhadap minat siswa dalam penggunaan film dokumenter sebagai salah satu
sumber belajar sejarah. Meskipun begitu ada beberapa tanggapan negatif dari guru
trhadap siswa, contohnya adalah terkadang siswa hanya memanfaatkan pemutaran
film dokumenter hanya untk mengobrol dengan temannya atau sibuk dengan hal
lain. Keempat, Kendala yang dihadapi SMP Negeri 5 Magelang adalah ada
beberapa kelas yang LCDnya rusak, hal ini dapat menggangu karena guru harus
mencari ruang lain yang kosong agar tetap bisa menggunakan film dokumenter.
Kendala lainnya lagi adalah masalah waktu, khususnya untuk kelas 8 dan 9 yang
waktu pelajarannya hanya 1x40 menit tiap pertemuannya. Dengan waktu yang
minim tersebut guru harus cepat-cepat dalam menyampaikan materi agar materi
dapat disampaikan semua, selain itu durasi pemutaran film dokumenter juga
menjadi terbatas karena waktu yang minim tadi.
Berdasarkan kesimpulan, penelitian ini disarankan sebagai berikut : (1)
Bagi pihak sekolah Lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang belum
tersedia ataupun rusak di SMP Negeri 5 Magelang, karena kekurangan dalam
sarana dan media pembelajaran sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran,
dengan ditunjang sarana dan prasarana yang baik dan bagus maka penggunaan
film dokumenter sebagai salah satu sumber belajar akan tercapai tujuannya
dengan baik. (2) Bagi Guru, Guru juga harus menggunakan metode-metode lain
yang menarik dalam pembelajaran agar siswa tidak bosan dan jenuh. Guru juga
harus bisa memanajemen waktu dengan baik agar semua materi dapat
tersampaikan dengan baik meskipun waktu yang diberikan sangat singkat. (3)
Bagi Siswa, Siswa harus lebih tertarik dan cinta terhadap sejarah dengan
penggunaan film dokumenter, karena dengan penggunaan film dokumenter
sebagai salah satu sumber belajar membuat siswa menjadi tidak bosan dan jenuh
dan tentunya lebih banyak referensi.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGGUNAAN FILM DOKUMENTER SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS SEJARAH DI SMP N 5 MAGELANG

4.EFEKTIFITAS METODE MNEMONIK DALAM MENINGKATKAN DAYA INGAT SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 SATU ATAP SLUKE PADA MATA PELAJARAN SEJARAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013 - Kartika Asmarani
SARI
Asmarani, Kartika. 2013. Efektifitas Metode Mnemonik Dalam Meningkatkan
Daya Ingat Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Satu Atap Sluke Pada Mata Pelajaran
Sejarah Tahun Pelajaran 2012/2013. Jurusan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial.
Universitas Negeri Semarang. 149 Halaman.
Kata kunci : mnemonik, daya ingat
Mata pelajaran sejarah hanya dianggap sebatas dongeng. Guru sebagai
pendongeng dan peserta didik menyimak, begitu seterusnya. Kenyataan di atas
menjadikan mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran yang kurang diminati.
Metode pengajaran yang monoton menjadikan siswa tidak memiliki intensitas
perhatian yang optimal. Penyebab inti dari itu semua adalah kesulitan siswa untuk
menghapalkan sederet peristiwa dan fakta yang harus dihafal, hal inilah yang
membuat siswa menjadi sulit untuk mendapatkan nilai yang optimal. Daya ingat
memiliki peran yang penting dalam proses pendidikan, sebab dari daya ingatlah
prestasi siswa ditentukan. Daya ingat yang rendah akan mengganggu siswa dalam
belajar, terutama pada mata pelajaran sejarah yang menuntut siswa untuk
mengingat fakta-fakta historis. Mnemonik sebagai strategi pembelajaran dimana
metode mnemonik dapat membantu memperkuat daya ingat siswa.
Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui tingkat daya ingat siswa
kelompok perlakuan pada mata pelajaran sejarah yang diujikan setelah perlakuan
(2) mengetahui tingkat daya ingat siswa kelompok kontrol pada mata pelajaran
sejarah yang diujikan setelah perlakuan (3) menemukan efektifitas metode
mnemonik dalam meningkatkan kemampuan mengingat mata pelajaran sejarah.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis
penelitian eksperimen. Sampel yang digunakan adalah kelas IX A sebagai kelas
eksperimen dan kelas IX B sebagai kelas kontrol. Dengan menggunakan data pre
test dilakukan uji normalitas, homogenitas, dan uji kesamaan rata-rata sebelum
kelas tersebut mendapatkan perlakuan, dilanjutkan dengan pembelajaran diakhiri
dengan pos test. Pada analisis data tahap awal setelah dilakukan uji kesamaan dua
rata-rata dua pihak diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa kemampuan awal
siswa relatif sama.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata pos test kelas eksperimen
adalah 80,56 dan rata-rata kelas kontrol adalah 71,85. Kedua kelas berdistribusi
normal dan mempunyai dua varians yang sama. Dengan tingkat kepercayaan =
95% atau ( ) = 0,05. banyaknya siswa pada kelas eksperimen =24 dan banyaknya
siswa pada kelas kontrol = 30 diperoleh ttabel= 2,033. Berdasarkan hasil
perhitungan uji t diperoleh nilai thitung= 3.737 > 2,033. jadi H1 diterima jadi
terdapat perbedaaan yang signifikan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen
dan kelas kontrol. Metode mnemonik dikatakan efektif bila nilai hasil belajar ≥
75. Dengan kata lain siswa yang diberikan metode pembelajaran mnemonik lebih
baik untuk meningkatkan kemampuan mengingat siswa pada mata pelajaran
sejarah.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

EFEKTIFITAS METODE MNEMONIK DALAM MENINGKATKAN DAYA INGAT SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 SATU ATAP SLUKE PADA MATA PELAJARAN SEJARAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013


Dipersilahkan untuk mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan agar mendapatkan file yang lengkap dan utuh.

Kami cukupkan sampai di sini tulisan kami yang berjudul:

Download Contoh Judul dan Laporan PTK IPS/ Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/ MTs

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!


InformasiGuru.Com Updated at: 21.31

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!