Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Download Contoh Judul dan Laporan PTK Bahasa Jawa SMP/ MTs

Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan PTK/ Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Jawa SMP/ MTs file pdf

Kumpulan Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Jawa Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs






Untuk tulisan kali ini kami mengambil judul "Download Contoh Judul dan Laporan PTK Bahasa Jawa SMP/ MTs". Untuk contoh judul dan laporan mapel Bahasa Jawa ini kami kompilasikan mulai dari kelas VII, VIII dan kelas IX SMP. Seperti yang telah lalu, sumber dari tulisan PTK kali ini juga berasal dari sumber yang terbuka. Anda dapat langsung mengunjungi sumbernya secara langsung di lib.unnes.

Akan tetapi harus Anda ketahui bahwa dengan berada di laman ini berarti Anda menghemat cukup banyak waktu karena bisa langsung mengakses contoh judul dan laporan PTK Bahasa Jawa jenjang SMP yang kami sediakan tanpa harus melakukan proses penyortiran lagi karena banyak file di sumber aslinya yang ternyata hanya berupa abstraknya saja.

Langsung saja, berikut adalah link Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Jawa Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs, selamat mengunduh:


Contoh Judul dan Laporan PTK Bahasa Jawa Kelas 7/ VII:

1.PENGEMBANGAN ANTOLOGI GEGURITAN REMAJA SEBAGAI BAHAN AJAR PADA SISWA SMP KELAS VII - Susi Susanti
ABSTRAK
Susanti, Susi. 2015. Pemngembangan Antologi Geguritan Remaja sebagai Bahan
Ajar Membaca Indah Geguritan pada Siswa SMP Kelas VII. Skripsi.
Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni,
Universitas Negeri Semarang, Yusro Edy Nugroho, S.S, M.Hum dan
Sucipto Hadi Purnomo, S.Pd, M.Pd.
Kata kunci: geguritan remaja, membaca indah geguritan, bahan ajar.
Membaca indah geguritan merupakan salah satu keterampilan yang
harus dikuasai oleh siswa SMP Kelas VII. Pernyataan tersebut tercantum dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Adanya kompetensi dasar
tersebut, menuntut siswa untuk mampu membaca geguritan dengan baik. Akan
tetapi, faktanya tidak demikian, keterampilan membaca indah geguritan siswa
kelas VII masih rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya
adalah ketidakpahaman siswa terhadap isi geguritan yang dibaca. Padahal, untuk
dapat membaca geguritan dengan baik, siswa harus memhami isi geguritan
telebih dahulu. Faktor yang membuat siswa tidak paham terhadap isi geguritan
yaitu karena geguritan yang digunakan tidak sesuai dengan kriteria geguritan
remaja. Ketidaksesuaian tersebut baik dalam aspek bahasa, bentuk, tema, amanat
serta kesesuaian dengan usia psikologis pembaca. Dengan demikian perlu adanya
geguritan yang sesuai untuk siswa SMP Kelas VII.
Berdasarkan uraian tersebut, masalah yang menjadi fokus penelitian ini
adalah bagaimana kebutuhan guru dan siswa terhadap antologi geguritan remaja
dan bagaimana prototipe antologi geguritan remaja berdasarkan hasil validasi ahli
materi dan ahli desain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan guru
dan siswa terhadap antologi geguritan remaja sebagai bahan ajar membaca indah
geguritan dan mengetahui bagaimana prototipe antologi geguritan remaja tersebut
berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli desain.
Penelitian ini mengunakan desain penelitian dan pengembangan (R&D).
Penelitian diawali dengan mengumpulkan data kebutuhan guru dan siswa terhadap
antologi geguritan remaja serta data berupa geguritan. Langkah berikutnya adalah
menganalisis geguritan dan memilih geguritan yang sesuai dengan kriteria
geguritan remja. Proses berikutnya yaitu menghimpun geguritan menjadi antologi
geguritan. Antologi geguritan kemudian divalidasi oleh ahli materi dan ahli
desain. Hasil dari validasi ahli berupa saran perbaikan dijadikan acuan untuk
memperbaki antologi geguritan remaja sehingga layak dijadikan bahan ajar untuk
siswa SMP kelas VII.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa produk antologi geguritan
remaja. Antologi geguritan remaja tersebut terdiri atas 22 geguritan yang sesuai
kebutuhan dan keinginan siswa serta memenuhi syarat kriteria geguritan remaja
yaitu bertema keluarga, guru, alam, dan budaya. Selain itu, geguritan juga bersifat
transparan, naratf dan jenaka. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, guru disarankan untuk
menggunakan produk antologi geguritan remaja sebagai bahan ajar pada siswa
SMP kelas VII. Selain itu, guru disarankan lebih memperhatikan bahasa yang
digunakan dalam geguritan yang digunakan sebagai bahan ajar untuk
menunjang peningkatan keterampilan siswa dalam membaca indah geguritan.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN ANTOLOGI GEGURITAN REMAJA SEBAGAI BAHAN AJAR PADA SISWA SMP KELAS VII

2.MODEL LEMBAR KERJA SISWA INTEGRATIF PEMBELAJARAN TEKS NARASI BAHASA JAWA KELAS VII KOTA MAGELANG - Evita Putri
ABSTRAK
Putri, Evita. 2016. Model Lembar Kerja Siswa Integratif Pembelajaran Teks Narasi
Bahasa Jawa Kelas VII Kota Magelang. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra
Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing
1: Dra. Esti Sudi Utami B, M. Pd., Pembimbing II: Ucik Fuadhiyah S. Pd.,
M. Pd.
Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa, integratif, teks narasi.
LKS yang digunakan dalam pembelajaran teks narasi hanya membaca
pemahaman saja, sehingga keterampilan berbahasa lainnya tidak diajarkan. Petunjuk
LKS dalam materi teks narasi hanya menuntun siswa untuk membaca teori tentang
teks narasi, seharusnya teori langsung diterapkan di dalam pembelajaran. Kegiatan
menulis, berbicara, dan mendengarkan melalui pembelajaran teks narasi tidak di
ajarkan.
Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1)
apa sajakah kebutuhan guru dan siswa terhadap model Lembar Kerja Siswa materi
teks narasi pembelajaran bahasa Jawa kelas VII Kota Magelang, (2) seperti apakah
prototipe model Lembar Kerja Siswa materi teks narasi pembelajaran bahasa Jawa
kelas VII Kota Magelang, (3) bagaimanakah hasil uji ahli terhadap model Lembar
Kerja Siswa materi teks narasi pembelajaran bahasa Jawa kelas VII Kota Magelang,
dan (4) bagaimanakah hasil uji terbatas model Lembar Kerja Siswa materi teks narasi
pembelajaran bahasa Jawa kelas VII Kota Magelang.
Penelitian ini dirancang menggunkan metode penelitian Research and
Development (R&D). Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa untuk
memperoleh data kebutuhan siswa dan uji coba, guru untuk memperoleh data
kebutuhan guru dan sebagai pengguna, serta ahli untuk mendapatkan data uji ahli
materi dan ahli buku. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teknik dokumentasi, wawancara, observasi, angket, dan tes. Instrumen yang
digunakan adalah pedoman dokumentasi, pedoman wawancara, lembar observasi,
angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif
kualitatif dan kuantitatif.
Guru dan siswa membutuhkan LKS integratif materi teks narasi berbahasa
Jawa dengan topik budaya Grebeg Gethuk. LKS yang dihasilkan mengintegrasikan
antarkemampuan berbahasa, bersastra. dan berbudaya. Hasil uji ahli dan pengguna
sebanyak 85%, 90%, dan 97% menunjukkan bahwa LKS sangat layak untuk
dilakukan uji coba. Hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa LKS integratif materi
teks narasi efektif untuk digunakan dalam pembelajaran. Terbukti ada peningkatan
hasil pretest dan posttest, yakni dari 79, 8 menjadi 88, 5. Selain itu, siswa terlihat
lebih aktif dan terjalin komunikasi yang interaktif antara guru dan siswa saat
dilakukan observasi di dalam kelas.
Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat disampaikan adalah (1)
hendaknya guru menggunakan model LKS integratif materi teks narasi sebagai salah
satu alternatif penunjang pembelajaran teks narasi, agar pembelajaran yang dilakukan
lebih efektif dan (2) perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai model LKS
integratif yang bervariasi jenis teks dalam pembelajaran bahasa Jawa, sehingga guru
dan siswa dapat lebih mudah mempelajari materi. Pada akhirnya pembelajaran akan
lebih menarik dan efektif

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MODEL LEMBAR KERJA SISWA INTEGRATIF PEMBELAJARAN TEKS NARASI BAHASA JAWA KELAS VII KOTA MAGELANG

3.IMPLEMENTASI FILM PENDEK BERTEMA PARIBASAN DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK SISWA KELAS VII SMP DIPONEGORO MAJENANG - Indah Wahyuningsih
ABSTRAK
Wahyuningsih, Indah. 2015. Implementasi Film Pendek Bertema Paribasan
dalam Pembelajaran Menyimak Siswa Kelas VII SMP Diponegoro.
Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa. Fakultas Bahasa dan Seni.
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dra. Esti Sudi Utami
Benedicta A., Pembimbing II: Dra. Endang Kurniati, M.Pd.
Kata kunci: film pendek bertema paribasan, menyimak.
Berdasarkan observasi di SMP Diponegoro Majenang menunjukkan bahwa
keterampilan menyimak pada KD mendengarkan cerita bahasa Jawa belum
dikuasai siswa secara maksimal. Hal ini karena belum ada media pembelajaran
yang menarik dan mudah dipahami siswa. Siswa hanya diberi penugasan untuk
menyimak materi cerita pada LKS yang dibacakan oleh guru, kemudian
mengerjakan latihan soal. Di samping itu, dampak negatif yang timbul adalah
siswa menjadi acuh ketika guru memberikan penjelasan di dalam kelas.
Penelitian ini merujuk penelitian payung Utami (2014) yang telah
menghasilkan materi ajar menyimak bertema paribasan. Penelitian ini bertujuan
untuk menguji keefektifan materi dengan rumusan masalah (1) bagaimana
perbedaan hasil pembelajaran menyimak kelas eksperimen yang menggunakan
film pendek bertema paribasan dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan
film pendek bertema paribasan, (2) bagaimana perbedaan perilaku siswa dalam
pembelajaran menyimak di kelas eksperimen yang menggunakan film pendek
bertema paribasan dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan film pendek
bertema paribasan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian
eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimental designs dalam bentuk
Intact-Group Comparison. Pengambilan data penelitian menggunakan teknik tes,
observasi, dan wawancara. Data hasil belajar dianalisis menggunakan program
aplikasi SPSS 16, sedangkan data perilaku siswa dianalisis dengan teknik analisis
deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan dua hal, yaitu (1) nilai rata-rata keterampilan
menyimak cerita bahasa Jawa kelas eksperimen sebesar 83,52, sedangkan kelas
kontrol sebesar 77,57. Hasil uji beda diperoleh t hitung = 10,159 dan sig.(2-tailed)
sebesar 0,000. Oleh karena tingkat signifikansi uji beda kurang dari 0,05%, maka
dapat disimpulkan adanya berbedaan yang signifikan pada hasil belajar
keterampilan menyimak pada KD mendengarkan cerita bahasa Jawa antara kelas
eksperimen dan kelas kontrol, (2) siswa kelas eksperimen baik, serius, antusias,
dan fokus mengikuti pembelajaran. Adapun perilaku siswa kelas kontrol kurang
dalam aspek perhatian, keseriusan, antusias, respon, dan keaktifan.
Berdasarkan hasil penelitian, saran yang direkomendasikan yaitu guru dapat
menggunakan film pendek bertema paribasan dalam pembelajaran menyimak
cerita bahasa Jawa di SMP Diponegoro Majenang, sehingga siswa tidak
mengalami kesulitan dalam pembelajaran menyimak bahasa Jawa, dan siswa
dibiasakan menggunakan bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh basa.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

IMPLEMENTASI FILM PENDEK BERTEMA PARIBASAN DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK SISWA KELAS VII SMP DIPONEGORO MAJENANG

4.PENGEMBANGAN MEDIA KARTU SITUASI DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA UNTUK SISWA KELAS VII SMP - Yuni Hapsari
SARI
Hapsari, Yuni. 2015. Pengembangan Media Kartu Situasi Dalam Pembelajaran
Berbicara untuk Siswa Kelas VII SMP. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra
Jawa. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing
I: Drs. Bambang Indiatmoko, M.Si., Ph.D. Pembimbing II : Yusro Edy
Nugroho, S.S., M.Hum.
Tembung pangrunut : media basa Jawa, kertu situasi, pasinaonan wicara.
Katrampilan wicara kalebu salah sijine kompetensi ing piwulangan basa
Jawa SMP. Siswa kudu tuntas sinau wicara ing piwulangan basa Jawa lan
menawa wawan gunem marang wong tuwa nganggo unggah-ungguh basa kang
trep. Pasinaon wicara kelas VII SMP nganti seprene durung bisa kaleksanan
kanthi apik, jalaran kurange media lan materi sing diwenehake guru marang
siswa. Pasinaon wicara kaya mangkono, ndadekake siswa bosen lan ora
mudheng. Pramila, prelu anggone nggawe media kanggo pasinaon wicara. Media
kang bakal digawe adhedhasar saka kabutuhan guru lan siswa.
Adhedhasar pratelan kasebut, rumusan masalah panaliten iki yaiku 1)
kepriye kabutuhan media kanggo guru lan siswa ing pasinaon wicara kelas VII
SMP, 2) kepriye wujud media kertu situasi ing pasinaon wicara kanggo siswa
kelas VII SMP, 3) apa modhel media kertu situasi bisa diterapake ing pasinaon
wicara kelas VII SMP. Ancase panaliten yaiku 1) ngandharake kabutuhan media
kanggo guru lan siswa ing pasinaon wicara kelas VII SMP, 2) ngandharake
wujud media kertu situasi ing pasinaon wicara kanggo siswa kelas VII SMP, 3)
ngandharake modhel media kertu situasi sing bisa diterapake ing pasinaon
wicara kelas VII SMP.
Panaliten iki migunakake pendekatan Research & Development. Subjek
panalitene yaiku guru lan siswa. Data dikumpulake saka observasi,
wawanrembug karo guru basa Jawi, lan angket kabutuhan guru lan siswa. Teknik
analisis data migunakake tata cara deskriptif kualitatif.
Guru lan siswa kelas VII SMP mbutuhake media sing wujude kertu situasi.
Asil panaliten iki nuduhake, pasinaon wicara mbutuhake media. Kertu situasi iki
wujude gambar visual kang dijangkepi karo isi (materi) situasi lan cara
nggunakake kertu situasi supaya siswa bisa wicara marang wong tuwa nganggo
unggah-ungguh basa uga ragam krama kang trep.
Catetan kang bisa kapethik adhedasar asil panaliten yaiku 1) media prelu
digunakake kanggo mbiyantu siswa ing pasinaonan wicara, 2) prelu dianakake
panaliten maneh kanggo uji efektivitas saka media kuwi, lan 3) media kertu situasi
iki bisa kanggo referensi tumrap guru basa Jawa.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MEDIA KARTU SITUASI DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA UNTUK SISWA KELAS VII SMP

Contoh Judul dan Laporan PTK Bahasa Jawa Kelas 8/ VIII:

1.PENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA WACANA BERHURUF JAWA DENGAN PERMAINAN ARJUNA NGULANDARA PADA SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 3 PULOSARI KABUPATEN PEMALANG - Ratna Titis Prayogi
SARI
Prayogi, Ratna Titis. 2013. Peningkatkan Keterampilan Membaca Wacana
Berhuruf Jawa dengan Media Permainan “Arjuna Ngulandara” pada
Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 3 Pulosari Kabupaten Pemalang. Skripsi.
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Jurusan Bahasa dan Sastra
Jawa. Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbinga I Dra. Sri Prastiti Kusuma A. dan Drs. Widodo, M.Pd
selaku pembimbing II.
Wosing tembung : maca aksara Jawa, dolanan Arjuna Ngulandara.
Kapirgelan maca aksara Jawa siswa isih kurang. Apa maneh kaprigelan
siswa jroning maca aksara Jawa. Kahanan iku bisa dimangerteni saka biri rata-rata
siswa kang durung nyandhak KKM kang gedhene 70. Siswa ora nyandhak biji
KKM iku jalaran siswa nanggep aksara Jawa iku angel lan mboseni. Ana ing bab
iki, guru kang paling mangerteni kahanan lan kaprigelan siswa. Guru kudu
ngowahi cara mulange lan migunakake media inovatif ana ing piwulangan maca
aksara Jawa. Media kang bisa digunakake kanggo ngundhakake kaprigelan maca
aksara Jawa salah sijine migunakake dolanan Arjuna Ngulandara.
Rumusan masalah kang dirembug ing panaliten iki yaiku, (1) kepriye
anggone ningkatake kaprigelan maca aksara Jawa sawise piwulangan nganggo
dolanan Arjuna Ngulandara lan (2) kepriye owahing patrap siswa ing aspek
afektif, kognitif lan psikomotorik siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Pulosari
Kabupaten Pemalang sawise piwulangan maca aksara Jawa nanggo dolanan
Arjuna Ngulandara.
Peneliten iki kalebu panaliten tindakan kelas kang mkigunakake rong
pratelan, yaiku siklus I lan siklus II kanthi target biji rata-rata kelas utawa KKM
70. Subjek ana ing panaliten iki yaiku siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3Pulosari
keng caca ke ana 41 siswa. Saben siklus kaperang dadi tahap perencanaan,
tindakan, observasi, lan refleksi. Datane dijupuk mawa teknik tes lan nontes.
Kanggo njupuk data migunakake piranti kang awujud pedoman observasi, jurnal,
angket, wawancara, lan dokumentasi. Data tes dijupuk saka penilaian aspek kasil
saka dolanan, lan ora ngluwihi wektu. Kanggo analisis data mawa cara kualitatif
lan kuantitatif.
Asil panaliten nudhuhake manawa sadurunge ditindakake piwulangan
nganggo dolanan Arjuna Ngulandara, kaprigelan maca aksara Jawa siswa ana ing
sakngisor KKM yaiku biji rata-rata siswa 67,32 lan sawise ditindakake siklus I
biji rata-rata dadi 71,04 tegese mundhak 5,73%. Ewadene wis nyandhak biji
KKM, nanging durung maksimal. Asil siklus II biji rata-rata siswa dadi 78,53
kang tegese mundhak 10,50% saka siklus I.
Sawise piwulanggan maca aksara Jawa nganggo dolananan Arjuna
Ngulandara, saliyane mundhakake kaprigelan maca aksara Jawa, patrape siswa
nalika piwulangan maca aksara Jawa uga owah. Owah-owahan kang ana pinuju
marang telung perkara yaiku kognitif, afektif, lan psikomotorik. Owah-owahan ing
perkara kognitif disawang saka owahe kaprigelan siswa anggone ngapalake aksara
Jawa lan siswa bisa paham anggone maca aksara Jawa. Patrap afektif disawang
saka owahe siswa luwih antusias lan nggatekake anggone melu piwulangan maca
aksara Jawa lan bisa guyub ing kelompoke. Patrap psikomotorik disawang saka
siswa urut anggome mglakokake dolanan Arjuna Ngulandara.
Pangajab saka panaliten iki yaiku media dolanan Arjuna Ngulandara bisa
digunakake dadi media kanggo piwulangan maca aksara Jawa khususe SMP ing
Kecamatan Pulosari lan umume ing Kabupaten Pemalang, guru kudu luwih kreatif
migunakane media ana ing piwulangan, lan bisa nindakake panaliten lanjutan
nanging migunakake media sing beda supaya bisa nindakake mutu pendhidhikan
utamane ana ing piwulangan maca aksara Jawa.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA WACANA BERHURUF JAWA DENGAN PERMAINAN ARJUNA NGULANDARA PADA SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 3 PULOSARI KABUPATEN PEMALANG

2.IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INTEGRATIF MENDENGARKAN DAN BERBICARA BAHASA JAWA BERBASIS KONTEKSTUAL DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN GENERATIF KELAS VIII SMP NEGERI 2 KALIBAGOR - Didik Arif Prabowo
SARI
Prabowo, Didik Arif. 2013. Implementasi Pembelajaran Integratif Mendengarkan
dan Berbicara Bahasa Jawa Berbasis Kontekstual dengan Strategi
Pembelajaran Generatif Kelas VIII SMP Negeri 2 Kalibagor. Skripsi.
Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas
Negeri Semarang. Pembimbing I: Dra. Endang Kurniati, M.Pd.,
Pembimbing II: Dra. Esti Sudi Utami B, M.Pd.
Tembung Pangrunut : piwulangan generatif, kontekstual
Sanajan siswa sinau basa Jawa wis suwe, nanging siswa durung bisa
micara nganggo basa Jawa kang apik. Siswa nalika micara nganggo basa Jawa,
ora nggatekake ungguh-ungguh basa. Siswa kangelan micara amarga ora apal
tembung krama. Iku beda karo kaprigelan ngrungokake. Apamaneh keprigelan
micara gegayutan karo keprigelan ngrungokake. Amarga kaprigelan micara
disinauni sawise entuk kaprigelan ngrungokake. Saliyane faktor saka siswa,
piwulangan ing sekolah uga dadi prakara kangelan siswa nalika micara.
Piwulangan kang digunakake esih konvensional. Gegayutan karo prakara mau,
kanggo nangani kangelan siswa nalika micara yaiku karo strategi piwulangan
generatif. Strategi piwulangan generatif kang dijlentrahake dadi limang tataran
yaiku tataran eksploratif, pemfokusan, pengenalan konsep, penerapan konsep,
lan analisis kesalahan berbahasa.
Saka andharan ing dhuwur, prakara ing panaliten iki yaiku (1) kepriye
keprigelan micara lan ngrungokake siswa ing klas kang nggunakake piwulangan
generatif lan siswa kang ora migunakake model piwulangan generatif berbasis
konteks, (2) kepriye bedane asil piwulangan micara lan ngrungokake klas
eksperimen lan klas kontrol, lan (3) kepriye patrape siswa nalika piwulangan
micara lan ngrungokake.
Panaliten iki nggunakake metode panaliten eksperimen. Panaliten iki
dilakokake marang siswa klas VIII. Variabel panaliten kaperang dadi variabel
eksperimen, lan variabel kontrol. Wujud instrumen panaliten yaiku instrumen tes
(micara lan ngrungokake), lan pedoman observasi. Kanggo nganalisis data mawa
cara kuantitatif lan deskriptif kualitatif.
Asil panaliten nudhuhkake ana 3. yaiku (1) asil keprigelan micara lan
ngrungokake ing klas eksperimen wis ngluwihi KKM, ewadene klas kontrol ora
lulus KKM ing kaprigelan micara. (2) Saka asil uji beda ing kaprigelan micara,
cacahe t hitung= 11,397 lan sig.(2-tailed) = 0,000. Ing kaprigelan ngrungokake,
cacahe thitung= 9,665 lan sig.(2-tailed) cacahe 0,000. Amarga signifikasi kurang
saka 5%, dhudhutane ana beda kang signifikan ing kaprigelan micara lan
ngrungokake antarane klas eksperimen lan klas kontrol. (3) Patrape siswa klas
eksperimen wis apik lan siap nampa piwulangan. Siswa tenanan, aktif lan
nggathekake piwulangan. Nalika diskusi klompok, wis wani nemokake panemu lan
aktif ing klompok. Siswa wis wani nanggepi klompok liyane lan panganggone
sopan lan rapi. Ing klas kontrol siswa kurang siap nampa piwulangan. Siswa esih
kurang saka aspek serius, aktif lan wani nemokake panemu ing diskusi klompok.
Nalika micara ing ngarep klas uga kurang tenanan. Babagan panganggone, ana
siswa kang panganggone kurang rapi.
Adhedhasar asil panaliten, pamrayoga kang bisa diaturake yaiku
prayogane nerapake strategi piwulangan generatif berbasis kontekstual ing
piwulangan micara, saengga siswa bisa gladhen micara basa Jawa jumbuh karo
unggah-ungguh basa ing padinan.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MENINGKATKAN" style="background-color: white;" target="_blank">IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INTEGRATIF MENDENGARKAN DAN BERBICARA BAHASA JAWA BERBASIS KONTEKSTUAL DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN GENERATIF KELAS VIII SMP NEGERI 2 KALIBAGOR

3.PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL IKLAN BERBAHASA JAWA UNTUK SISWA KELAS VIII SMP N 1 BATANG - Melanti Rizkiyah
SARI
Rizkiyah, Melanti.2015. Pengembangan Media Audio Visual Iklan Berbahasa
Jawa untuk Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Batang.Skripsi. Jurusan
Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I: Drs. Agus Yuwono, M.Si., M.Pd. Pembimbing
II: Ermi Dyah Kurnia, S.S., M.Hum.
Tembung Pangrunut : Media Audio Visual, Iklan Basa Jawa.
Mahami pesen utawa iklan yaiku salah siji kompetensi dasar kang ana ing
kurikulum 2013 piwulangan basa Jawa. Siswa diarani kasil ana ing kompetensi
dasar iki menawa bisa mahami pesen utawa iklan lumantar ketrampilan basa
kang cacahe ana papat yaiku ketrampilan nyemak, micara, maca lan nulis.
Kasunyatan ana ing lapangan, media iklan basa Jawa kanggo pamulangan
kompetensi dasar mahami pesan utawa iklan isih arang ditemokake. Media kang
wis ana arupa iklan teks saka kalawarti lan video iklan dubbing-an basa Jawa.
Media kasebut kurang narik kawigaten siswa, sanajan wis ana sing awujud audio
visual, basa kang digunakake ora kontekstual, mula dibutuhake media
pembelajaran kang luwih narik kawigatene siswa awujud audio visual kang
nggunakake basa kang konstekstual kanggo siswa SMP N 1 Batang.
Undering panaliten iki yaiku ngembangake prototipe media pembelajaran
arupa video iklan layanan masyarakat basa Jawa. Panaliten iki migunakake
metodhe pengembangan (Research and Development) kanthi 5 tahap yaiku : (1)
golek potensi lan masalah (2) ngumpulake data informasi (3) desain produk
utawa model konseptual (4) validasi desain utawa uji ahli (5) revisi produk.
Asile panaliten iki arupa video iklan layanan masyarakat basa Jawa
dialek Batang kang cacahe loro. Media pembelajaran iki katujukake kanggo kelas
VIII.
Dudutan saka panaliten iki yaiku media pembelajaran arupa video iklan
layanan masyarakat basa Jawa pantes kanggo media pembelajaran iklan basa
Jawa. Pamrayoga saka panaliten iki yaiku (1) kanggo guru basa Jawa ana ing
tlatah Batang, media iki bisa kanggo media pembelajaran iklan basa Jawa, (2)
kanggo paneliti liyane bisa nerusake panaliten iki, gayut karo pengembangan
media audio visual iklan berbahasa Jawa.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL IKLAN BERBAHASA JAWA UNTUK SISWA KELAS VIII SMP N 1 BATANG

4.PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MEMAHAMI CERITA LEGENDA DENGAN BUKU POP-UP UNTUK SISWA SMP KELAS VIII DI KABUPATEN PATI - Silvia Oti Nugraheni
SARI
Nugraheni, Silvia Oti. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Memahami Cerita
Legenda dengan Buku Pop-Up untuk Siswa SMP Kelas VIII di Kabupaten Pati.
Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas
Negeri Semarang, Pembimbing: Ucik Fuadhiyah, S.Pd., M.Pd.
Tembung pangrunut: media pembelajaran, kaprigelan membaca pemahaman, hakikat
cariyos legendha, lan buku Pop-Up.
Kaprigelan membaca pemahaman cariyos legendha menika dados piwucalan
ingkang dipunremeni para siswa awit kanthi maos siswa saged langkung kathah
mangertosi cariyos legendha lan kadadosan-kadadosan ingkang kalampahan rikala
rumiyin. Ananging, kagiyatan piwucalan taksih monoton amargi dwija basa
Jawinipun dereng ngginakaken media pembelajaran rikala kagiyatan piwucalan
wonten kelas. Media pembelajaran ingkang kreatiflan inovatif saged ndadosaken
swasana piwucalan sekeca lan boten monoton, saengga siswa nggadhahi
panyakrabawa menawi sinau menika kahanan ingkang boten mboseni.
Undheraning perkawis wonten panaliten menika nun inggih: (1) Kados pundi
analisis kebetahanipun siswa lan dwija ngengingi pengembangan media
pembelajaran cariyos legendha kanthi ngginakaken buku Pop-Up kagem siswa SMP
Kelas VIII, (2) Kados pundi prototipe media pembelajaran cariyos legendha kanthi
ngginakaken buku Pop-Up kagem siswa SMP Kelas VIII, lan (3) Kados menapa
asilipun uji validasi media pembelajaran cariyos legendha kanthi ngginakaken buku
Pop-Up. Panaliten menika nggadhahi ancas (1) nggambaraken analisis
kebetahanipun siswa lan dwija ngengingi pengembangan media pembelajaran cariyos
legendha kanthi ngginakaken buku Pop-Up kagem siswa SMP Kelas VIII, (2) ndamel
prototipe media pembelajaran cariyos legendha kanthi ngginakaken buku Pop-Up
kagem siswa SMP Kelas VIII, lan (3) nerangaken asilipun uji validasi media
pembelajaran cariyos legendha kanthi ngginakaken buku Pop-Up cariyos legendha
kagem siswa SMP Kelas VIII.
Pendekatan ingkang dipunginakaken Research and Development (R & D)
ingkang dipunlaksanakaken kanthi gangsal tahap panaliten, inggih menika: (1)
potensi lan masalah, (2) ngempalaken data, (3) desain produk, (4) validasi desain,
lan (5) revisi desain. Data ingkang dipunkempalaken menika arupi data analisis
kebetahan siswa lan dwija kanthi ngginakaken pedoman observasi, pedoman
wawancara, lan angket. Sanesipun data validasi prototipe media ngginakaken lembar
uji validasi. Data ingkang sampun dipunkempalaken lajeng dipunanalisis mawi
teknik deskriptif kualitatif.
Subjek panaliten inggih menika dwija Basa Jawi lan siswa SMP kelas VIII
wonten ing SMP piloting Kurikulum 2013 Kabupaten Pati inggih menika SMP N 1
Juwana, SMP N 3 Pati, lan SMP N 1 Gabus. Kejawi dwija lan siswa, wonten pakar
ahli media lan ahli materi kangge uji kelayakan media pembelajaran.
Asilipun panaliten: (1) kebetahan siswa lan dwija ngengingi pengembangan
media pembelajaran buku Pop-Up legendha, arupi: (a) wujud fisik buku Pop-Up
legendha, lan (b) wosipun buku Pop-Up legendha; (2) keefektifan media
pembelajaran buku Pop-Up legendha, arupi: (a) jumbuh kaliyan kurikulum ingkang
dipunginakaken, (b) nggadhahi relevansi kaliyan lingkungan sosial siswa, (c) ngemot
nilai moral ingkang paring piweling kagem para siswa; (3) asil uji validasi prototipe
dening validator/pakar ahli maringi asil ingkang sae. Saben-saben aspek pikantuk
biji kanthi kategori sae.
Panyaruwe ingkang saged kapendhet: (1) dwija langkung prayogi ngginakaken
media pembelajaran buku Pop-Up legendha rikala piwucalan cariyos legendha, awit
media menika kaajab saged ndadosaken siswa langkung greget, aktif, lan ugi saged
ndamel swasana sinau ingkang sekeca; (2) prayoginipun dipunwontenaken
pengembangan model pembelajaran ingkang trep kangge ningkataken kaprigelan lan
gregeting siswa maos cariyos legendha kanthi ngginakaken media pembelajaran buku
Pop-Up legendha; (3) prayoginipun dipunwontenaken pengembangan media
pembelajaran buku Pop-Up legendha kanthi tujuwan njangkepi kekiranganipun
media pembelajaran, khususipun kangge membaca pemahaman cariyos legendha.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MEMAHAMI CERITA LEGENDA DENGAN BUKU POP-UP UNTUK SISWA SMP KELAS VIII DI KABUPATEN PATI

Contoh Judul dan Laporan PTK Bahasa Jawa Kelas 9/ IX:

1.PENGEMBANGAN MATERI TRADISI MUNGGAH MOLO BERBASIS AUDIO VISUAL SEBAGAI PEMBELAJARAN BERCERITA ADAT ISTIADAT KELAS IX SMP DI KABUPATEN PEKALONGAN - Tri Purnamasari
SARI
Purnama, Tri. 2015. Pengembangan Materi Tradisi Munggah Molo Berbasis
Audio Visual sebagai Materi Pembelajaran Bercerita Adat Istiadat Kelas
IX SMP di Kabupaten Pekalongan. Skripsi. Program Studi Pendidikan
Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I: Dra. Esti Sudi Utami Benedicta A., M.Pd dan
Pembimbing II: Ucik Fuadhiyah, S.Pd., M.Pd.
Tembung Pangrunut: berbicara, materi ajar, audio visual, munggah molo
Piwulangan basa Jawa iku ngemot patang aspek kaprigelan, yaiku
micara, nyemak, maca, lan nulis. Ing piwulangan basa Jawa kelas IX semester
siji ana kompetensi bercerita adat istiadat. Piwulangan bercerita adat istiadat kuwi
mau minangka salahsijine cara kanggo nglestarikake budaya jawa supaya ora
luntur. Tuladhane ing Pekalongan yaiku adat Munggah Molo, adat kuwi mau
durung tahu didadekake materi piwulangan ing sekolah kang ana kabupaten
Pekalongan. Babagan kaya mangkene iki prelu digawe materi piwulangan kang
isine urut-urutane adat Munggah Molo.
Adhedasar pratelan ing dhuwur, perkara kang bisa didhudhah ing
panaliten iki yaiku (1) kepiye kabutuhane guru lan siswa marang audio visual
materi adat Munggah Molo, (2) kepiye prototipe marang pengembangan audio
visual materi adat Munggah Molo, lan (3) kepiye validasi produk marang audio
visual materi adat Munggah Molo. Ancas ing panaliten iki yaiku (1) njlentrehake
kabutuhane guru lan siswa marang audio visual materi adat Munggah Molo, (2)
nyusun prototipe marang audio visual materi adat Munggah Molo, lan (3) asil
validasi produk audio visual materi adat Munggah Molo.
Panaliten iki migunakake dhasar metode panaliten Research and
Development (R&D) kang winates, yaiku kaperang dadi (1) analisis potensi dan
masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5)
revisi desain. Instrumen panaliten iki awujud lembar observasi, wawancara,
angket kanggo guru lan siswa, lan angket kanggo uji ahli. Teknik analisis data ing
panaliten iki migunakake deskriptif kualitatif.
Asil panaliten iki yaiku (1) asil analisis kabutuhan nudhuhake yen guru lan
siswa mbutuhake ragam krama kanggo basa pengantar media adat Munggah Molo
lan durasi wektu sing dibutuhake 5-10 menit, (2) Prototipe awal audio visual
materi adat Munggah Molo kanggo kelas IX SMP ing Kabupaten Pekalongan,
kaperang dadi telung babagan yaiku babagan awal, babagan isi, lan babagan
akhir. Babagan awal ing video iki yaiku logo unnes, identitas penulis, judul
media, kalimat pambuka lan KD. Babagan isi yaiku urut-urutane adat Munggah
Molo. Babagan akhir video yaiku kalimat panutup lan latihan soal, (3) validasi
prototipe materi adat Munggah Molo ana saran saka ahli media lan materi, (4)
saran saka ahli yaiku perubahan jenis huruf, kombinasi werna ing cover, lan
panulisan tembung.
Pamrayoga kang bisa diaturake saka panaliten iki yaiku materi adat
Munggah Molo bisa digunakake dadi media kanggo ngenalake adat istiadat kang
ana ing daerah Pekalongag ing sakjerone piwulangan bercerita adat istiadat.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MATERI TRADISI MUNGGAH MOLO BERBASIS AUDIO VISUAL SEBAGAI PEMBELAJARAN BERCERITA ADAT ISTIADAT KELAS IX SMP DI KABUPATEN PEKALONGAN

2.PENGGUNAAN KOHESI DAN KOHERENSI ANTARKALIMAT DALAM KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 SAPURAN KABUPATEN WONOSOBO - Eko Gunawan
SARI
Gunawan, Eko. 2011. Penggunaan Kohesi dan Koherensi Antarkalimat dalam
Karangan Deskripsi Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Sapuran Kabupaten
Wonosobo. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan
Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Widodo,
Pembimbing II: Ermi Dyah Kurnia, S.S., M.Hum.
Tembung pangrunut: kohesi, koherensi, karangan deskripsi, siswa
Nulis karangan minangka salah sijine kompetensi dasar ing pamulangan
basa Jawa ing sekolahan, salah sijine diwulangke ing SMP Negeri 2 Sapuran
Kabupaten Wonosobo. Kanggo nulis karangan kang becik, prelu nggunakake
aspek keutuhan wacana sing kaperang dadi kohesi lan koherensi. Adhedhasar
pengamatan marang kohesi lan koherensi antarkalimat sing ditrapake ing
karangan deskripsi siswa kelas IX SMP N 2 Sapuran, kaduga ana variasi ing
kohesi lan koherensi antarkalimat sing digunakake. Prakara kasebut kang ndhasari
panaliten iki.
Undering panaliten yakuwi kohesi lan koherensi antarkalimat apa wae
sing dianggo ing karangan deskripsi siswa kelas IX SMP N 2 Sapuran Kabupaten
Wonosobo. Ancase panaliten iki kanggo nggambarake kohesi lan koherensi sing
dianggo ing karangan deskripsi siswa kelas IX SMP N 2 Sapuran Kabupaten
Wonosobo.
Panaliten iki nggunakake pendekatan analisis wacana lan pendekatan
deskriptif kualitatif. Data panaliten iki yakuwi cuplikan wacana sing kaduga
ngandhut kohesi lan koherensi. Sumber data panaliten yakuwi karangan deskripsi
siswa kelas IX SMP N 2 Sapuran. Data dikumpulake nganggo metode semak, lan
cathet. Data dianalisis nganggo metode agih kanthi lanjutan arupa teknik ganti,
teknik perluas, lan teknik baca markah.
Miturut asile panaliten, ana rong jinis kohesi lan pitung jinis koherensi
antarkalimat ing karangan deskripsi siswa kelas IX SMP N 2 Sapuran. Kohesi
kasebut yakuwi kohesi gramatikal lan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal
kaperang dadi kohesi pengacuan (arupa pengacuan endofora anaforis nggunakake
penanda kuwi, iku, iki, kene, kana, kono, sufiks –e, lan klitik –ku; endofora
kataforis nggunakake penanda arupa klitik –ku; lan pengacuan eksofora
nggunakake penanda aku), penggantian, pelesapan, lan perangkaian (nggunakake
tembung panggandheng arupa: sakliane, mugane, banjur, nanging, dadi). Kohesi
leksikal kaperang dadi repetisi, sinonimi, antonimi, kolokasi, hiponimi, lan
ekuivalensi. Koherensi ing karangan deskripsi siswa kelas IX SMP N 2 Sapuran
yakuwi penambahan, perlawanan, penekanan, sebab-akibat, cara, penjelasan, lan
perturutan.
Panaliten babagan analisis wacana marang karangan siswa durung akeh
ditindakna. Gegayutan karo panaliten iki, kaajab panaliti liya supaya neliti wacana
jinis liya, bisa saka karangan siswa SMA utawa karangan mahasiswa. Panaliti liya
bisa neliti kohesi lan koherensi antarparagraf, utawa aspek wacana liyane, kayata
kesinambungan topik lan analisis konteks wacana.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGGUNAAN KOHESI DAN KOHERENSI ANTARKALIMAT DALAM KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 SAPURAN KABUPATEN WONOSOBO

3.PENGEMBANGAN MATERI AJAR MENULIS GEGURITAN UNTUK SISWA KELAS IX SMP DI KABUPATEN TEGAL - Indah Rakhmawati
SARI
Rakhmawati, Indah. 2015. Skripsi. Pengembangan Materi Ajar Menulis Geguritan
untuk Siswa Kelas IX SMP di Kabupaten Tegal. Program studi Pendidikan
Bahasa dan Sastra Jawa, Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan
Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: I. Yusro Edy Nugroho, S.S.,
M.Hum. II. Drs.Hardyanto, M.Pd
Tembung Pangrunut: Materi ajar, Nulis geguritan
Nulis geguritan yaiku salah sawijing kompetensi kang wajib tumrape siswa kelas
IX SMP. Pasinaonan nulis geguritan ing SMP Kabupaten Tegal kurang
kasembadan. Salah siji sababe yaiku guru kurang ngembangake materi kanggo
nambah ketrampilan siswa nulis geguritan, siswa kurang mangerteni tembungtembung
ing geguritan, guru lan siswa mung migunakake LKS. Pitakonan panaliten
iki yaiku kepriye pengembangan materi ajar nulis geguritan kanggo siswa kelas IX
SMP ing Kabupaten Tegal adhedhasar analisis kabutuhan lan uji validasi. Ancase
panaliten iki yaiku diwujudake buku materi ajar nulis geguritan kanggo siswa kelas
IX SMP ing Kabupaten Tegal.
Panaliten iki migunakake metodhe pengembangan (Research and
Development). Teknik panaliten saperlu golek dhata yaiku observasi, wawancara,
dhokumentasi, lan angket. Dhata kabutuhan materi ajar nulis geguritan yaiku saka
asil observasi, wawancara, dhokumentasi, lan analisis angket kabutuhan banjur
dhata uji ahli dianalisis saka asil uji materi lan uji ahli dhesain.
Adhedhasar analisis kabutuhan materi ajar diperlukake inovasi mligine
ngrembug babagan kepriye carane nulis geguritan. Materi ajar nulis geguritan kang
wis dadi banjur diujikake marang uji ahli. Adhedhasar cathetan uji ahli materi lan
dhesain kang kudu dibenerke yaiku sampul buku lan dhiksi. Buku materi ajar nulis
geguritan isine yaiku sampul buku, atur pangiring, panuntun buku, prathelan isi,
peta konsep, kompetensi dasar lan indikator, nemtokake tema lan amanat geguritan,
nemtokake struktur dramatik geguritan, ngembangake geguritan, gladhen,
glosarium, lan daftar pustaka.
Cathetan kang bisa kajupuk saka panaliten iki yaiku (1) guru supaya menehi
inovasi babagan pasinaonan basa Jawa, ora mung bab materi nanging uga bisa
menehi inovasi bab modhel lan medhia ing pasinaonan basa Jawa (2) Adhedhasar
asil panaliten iki, pamrayogane buku materi ajar nulis geguritan bisa diujikake
marang siswa kelas IX SMP ing Kabupaten kanggo nyampurnakake buku materi
ajar kasebut.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGEMBANGAN MATERI AJAR MENULIS GEGURITAN UNTUK SISWA KELAS IX SMP DI KABUPATEN TEGAL


Dipersilahkan untuk mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan agar mendapatkan file yang lengkap dan utuh.

Kami cukupkan sampai di sini tulisan kami yang berjudul:

Download Contoh Judul dan Laporan PTK Bahasa Jawa SMP/ MTs

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!

Posting Komentar untuk "Download Contoh Judul dan Laporan PTK Bahasa Jawa SMP/ MTs"