Download Contoh Judul dan Laporan PTK BK SMP/ MTs

| 28 Desember 2017

Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan PTK BK/ Bimbingan dan Konseling Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs file pdf

Kumpulan Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan dan Konseling Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs






Peran guru BK/ Bimbingan dan Konseling sangat diperlukan agar kegiatan belajar dapat berjalan baik dan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan. Bimbingan dan Konseling merupakan pelayanan dari, untuk dan oleh manusia di mana ia memiliki pengertian yang khas. Dengan bimbingan dan konseling tersebut, siswa akan melakukan aktivitas belajar sesuai dengan apa yang telah ditentukan, atau telah diatur dalam suatu aturan (norma).

Bimbingan Konseling adalah salah satu komponen yang penting dalam proses pendidikan sebagai suatu sistem. Selain itu, dapat ditarik sebuah inti sari bahwa Bimbingan dalam penelitian ini merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin, dan membantu siswa agar memahami dirinya (self understanding), menerima dirinya (self acceptance), mengarahkan dirinya (self direction), dan merealisasikan dirinya (self realization).

Konseling adalah proses pemberian yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien (Prayitno, 1997:106).

Kami pikir, pengertian dasar dari Bimbingan dan Konseling telah kami paparkan. Berikutnya kami share untuk Anda contoh judul dan laporan PTK Bimbingan dan Konseling/ BK jenjang SMP/ MTs kelas VII, VIII dan kelas IX. Kami telah mengumpulkan materi contoh PTK BK ini dari sumber yang terbuka, namun demikian kami telah menyederhanakan pencarian Anda dengan langsung bisa mengaksesnya via laman ini tanpa perlu repot untuk melakukan proses pemindaian lagi.

Di bawah adalah link Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan dan Konseling/ BK Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs, selamat mengunduh:


Contoh Judul dan Laporan PTK Bimbingan dan Konseling/ BK Kelas 7/ VII:

1.MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 13 SEMARANG TAHUN AJARAN 2012/2013 - Yuniati
ABSTRAK
Yuniati. 2012. Upaya Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Melalui
Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Permainan Pada Siswa Kelas VII
F SMP Negeri 13 Semarang Tahun 2011/2012 Pembimbing IDra.Ninik
Setyowani, M.Pd, Pembimbing II Dra. Sinta Saraswati,M.Pd., Kons.
Kata Kunci : Kemampuan Interaksi Sosial, LayananBimbinganKelompok
dengan Teknik Permainan.
Kemampuan berinteraksi sosial sebagai sesuatu yang harus dimiliki setiap
manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin
berhubungan dengan manusia lainnya, hubungan dengan manusia lain tidak lepas
dari rasa ingin tahu tentang lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menguji dan membuktikan seberapa besar upaya meningkatkan
kemampuan interaksi sosial siswa melalui layanan bimbingan kelompok dengan
teknik permainan pada siswa kelas VII F SMP Negeri 13 Semarang tahun ajaran
2011-2012. Layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan ini diambil
dari pendapat Tatik Romlah yang tujuannya adalah membantu siswa untuk
mempelajari pengalaman-pengalaman yang berkaitan dengan aturan-aturan sosial.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
eksperimen dengan desain pre eksperimen Design dengan jenis One Gruop pre
test and post test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII F
SMP Negeri 13 Semarang Tahun Ajaran 2011-2012 yang berjumlah 32 siswa.
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel random atau
sampel acak, dimana yang menjadi sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII F
berjumlah 10 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan
menggunakan skala psikologis dengan jumlah 65 butir soal dan 55 butir soal
dinyatakan valid dan reliabel. Sedangkan metode analisis data untuk mengetahui
keefektifan layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan sebagai upaya
dalam meningkatkan perilaku interaksi sosial siswa melalui uji wilcoxon.
Hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui gambaran siswa
sebelum memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan,
secara keseluruhan siswa memperoleh persentase skor rata-rata 62,14% termasuk
dalam kriteria Sedang (S). Setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok
dengan teknik permainan, hasil post test secara keseluruhan menunjukkan bahwa
persentase skor rata-rata kemampuan interaksi sosial siswa meningkat menjadi
78,29% yang termasuk dalam kriteria tinggi (T). Dengan demikian, siswa yang
telah memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan ini,
kemampuan interaksi sosialnya meningkat, dimana peningkatan tersebut sebesar
16,15%. Dari uji Wilcoxon diperoleh Zhitung sebesar 2,803 dan nilai Ztabel pada
taraf signifikan 5% dan N=10 diperoleh Ztabel sebesar 1,96. Terkait dengan uraian
tersebut maka tingkat kemampuan interaksi sosial siswa sebelum dan setelah
memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan adalah
berbeda dan mengalami peningkatan yang signifikan. Disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik
permainan dapat digunakan sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan
interaksi sosial siswa kelas VII F SMP Negeri 13 Semarang Tahun Ajaran 2011-
2012. Saran bagi siswa yang khususnya mengalami beraneka ragam mempunyai
kemampuan dalam berinteraksi sosial dengan melatih diri untuk membiasakan
berinteraksi sosial dengan orang lain baik secara langsung maupun tidak
langsung.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 13 SEMARANG TAHUN AJARAN 2012/2013

2.MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL RENDAH MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 21 SEMARANG TAHUN AJARAN 2013/2014 - Intan Kusumaningrum
ABSTRAK
Kusumaningrum, Intan. 2014. Meningkatkan Perilaku Prososial Rendah Pada
Siswa Kelas VII SMP Negeri 21 Semarang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan
Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing
I. Dra. Maria Theresia Sri Hartati M.Pd.Kons, dan Pembimbing II. Dra. Shinta
Saraswati M.Pd.Kons.
Kata Kunci: Perilaku Prososial, Layanan Penguasaan Konten dengan Sosiodrama.
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di kelas VII
SMP Negeri 21 Semarang yang menunjukkan tingkat perilaku prososial rendah,
dengan indikator kurang dapat menolong orang lain, tidak mau berbagi dan
menyumbang dengan orang lain, kurang mampu bekerjasama, kurang mampu
menunjukkan rasa empatinya, dan memiliki kejujuran yang rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan keberhasilan dalam
meningkatkan perilaku prososial siswa melalui layanan penguasaan konten
dengan teknik sosiodrama. Untuk meningkatkan perilaku prososial siswa, salah
satunya adalah melalui layanan penguasaan konten dengan teknik sosiodrama.
Layanan penguasaan konten dengan teknik sosiodrama dipilih dengan harapan
siswa dapat memahami dan menguasai konten yang diberikan yaitu perilaku
prososial.
Penelitian yang dilakukan ini termasuk jenis penelitian Eksperimen.
Design yang digunakan adalah design pre test dan post test design. Populasi
penelitian ini adalah 40 siswa kelas VII SMP Negeri 21 Semarang yang memiliki
perilaku prososial rendah. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive
sampling atau sampel bertujuan, sampel yang diambil adalah 17 siswa.
Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala
psikologis. Alat yang digunakan adalah skala perilaku prososial yang telah
diujikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku prososial siswa mengalami
peningkatan, peningkatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : (1) Perilaku
prososial siswa sebelum memperoleh layanan berada pada kriteria rendah (2)
Perilaku prosial siswa setelah memperoleh layanan berada pada kriteria tinggi, (3)
Hasil uji wilcoxon menunjukkan ZhitungDi bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL RENDAH MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 21 SEMARANG TAHUN AJARAN 2013/2014

3.MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK PADA SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 3 KENDAL TAHUN AJARAN 2012-2013 - Muhammad Ahdiyat
ABSTRAK
Ahdiyat, Muhammad. 2013. “Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Antarpribadi
Melalui Layanan Konseling Kelompok Pada Siswa VII C SMP Negeri 3 Kendal
Tahun Ajaran 2012-2013”.Skripsi. Jurusan BimbinganKonseling. Fakultas
Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Prof. Dr.
Sugiyo, M.Si. Pembimbing II Dra. Ninik Setyowani, M.Pd
Kata Kunci :Efektivitas Komunikasi Antarpribadi, Konseling Kelompok.
Efetivitas komunikasi antarpribadi sangat penting karena berdampak kepada
kehidupan sosial dan kesehatan mental siswa. Siswa kelas VII C megalami masalah
dengan efektivitas komuikasi antarpribadi sehingga perlu dicari solusinya.Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui deskripsi efektivitas komunikasi siswa dan
penigkatanya setelah mengikuti konseling kelompok.
Jenis penelitian adalah eksperimen dengan desain penelitian pre experiment one
group pretest-posttest design. Subyek penelitian ini, siswa kelas VII C masalah
efektivitas komunikasi antarpribadi yang rendah sebanyak 10 siswa. Metode
pengumpulan data menggunakan skala efektivitas komunikasi antarpribadi. Analisis
data menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan uji wilcoxon.
Hasilpre-tests skala motivasi menunjukkan bahwa terdapat10 siswa berada
pada kriteria efektivitas komunikasi antarpribadi rendah. Setelah dilakukan konseling
kelompok kemudian diadakan post test, Hasil pos tes menunjukkan bahwa setelah
diberikan layanan konseling kelompok terdapat perubahan sekor efektivitas
komunikasi antarpribadi siswa, kesepuluh siswa mengalami peningkatan sekor ratarata
sebesar 19,9 .Hasil uji wilcoxon menunjukkan Thitungnilainya adalah 53,0.
Sedangkan Ttabel untuk n = 10 dengan taraf kesalahan 5 % nilainya adalah1.
SehinggaThitung53,0>T table1 atau berarti Ha diterima dan Ho ditolak dan bahwa
efektivitas komunikasi antarpribadi siswa kelas VII C SMP Negeri 3 Kendal dapat
ditingkatkan melalui konseling kelompok.
Simpulan dari penelitian ini adalah efektivitas komunikasi antarpribadi yang
rendah dapat ditingkatkan melalui layanan konseling kelompok.Saran bagi konselor,
hendaknya penelitian ini dapat menjadi referensi dalammengatasi masalah efektivitas
komunikasi antarpribadi yang rendah pada siswa dan bagi siswa untuk lebih banyak
memanfaatkan layanan konseling kelompok.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK PADA SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 3 KENDAL TAHUN AJARAN 2012-2013

4.UPAYA MENINGKATKAN MINAT SISWA MENGIKUTI KONSELING INDIVIDU MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 4 BATANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 - Tri Oktavianto
ABSTRAK
Oktavianto Tri. 2013. Upaya Meningkatkan Minat Siswa Mengikuti Konseling
Individu Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas VII A SMP
Negeri 4 Batang Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan
Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing
I. Prof. Dr. Sugiyo, M.Si dan Pembimbing II. Drs. Eko Nusantoro, M.Pd.
Kata kunci: Minat mengikuti konseling individu, layanan bimbingan kelompok.
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMP
Negeri 4 Batang yang menunjukkan bahwa terdapat siswa kelas VII A yang
mempunyai minat yang rendah mengikuti konseling individu di sekolah. Melalui
pemberian layanan bimbingan kelompok diharapkan bisa meningkatkan minat
siswa dalam mengikuti konseling individu. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui peningkatan minat siswa dalam mengikuti konseling individu pada
siswa sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
eksperimen. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah sepuluh siswa kelas
VII A di SMP Negeri 4 Batang yang mempunyai minat dalam mengikuti
konseling individu termasuk dalam kriteria tinggi, sedang, rendah dan sangat
rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologi,
observasi, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data digunakan teknik analisis
data kuantitatif dan analisis deskriptif persentase.
Hasil uji wilcoxon diperoleh Thitung = 55 dan Ttabel = 8 berarti Ha diterima
dan Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukkan tingkat minat siswa dalam mengikuti
konseling individu meningkat setelah memperoleh bimbingan kelompok. Dari
hasil penelitian menunjukkan minat siswa dalam mengikuti konseling individu
sebelum memperoleh bimbingan kelompok 51,89% dengan kategori rendah dan
setelah memperoleh bimbingan kelompok 76,65% dengan kategori tinggi.
Perbedaan tingkat minat siswa dalam mengikuti konseling individu sebelum dan
sesudah pemberian layanan bimbingan kelompok sebesar 24,76%. Selain itu,
siswa mengalami perkembangan yang lebih baik dilihat dari meningkatnya
indikator perhatian terhadap konseling individu, ketertarikan mengikuti konseling
individu, keinginan mengikuti konseling individu, keyakinan mengikuti konseling
individu, dan tindakan mengikuti konseling individu.
Simpulan dari penelitian ini adalah meningkatnya minat siswa mengikuti
konseling individu setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok. Adapun
saran yang dapat peneliti sampaikan adalah Guru pembimbing/konselor di SMP Negeri 4 Batang sebaiknya selain memberikan layanan bimbingan kelompok,
guru pembimbing hendaknya memberikan layanan bimbingan dan konseling lain
yang relevan untuk mengembangkan minat siswa dalam mengikuti konseling
individu.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

UPAYA MENINGKATKAN MINAT SISWA MENGIKUTI KONSELING INDIVIDU MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 4 BATANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Contoh Judul dan Laporan PTK Bimbingan dan Konseling/ BK Kelas 8/ VIII:

1.MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MANAJEMEN WAKTU MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK KONTRAK PERILAKU PADA SISWA KELAS VIII B SMP N 21 SEMARANG TAHUN AJARAN 2013/2014 - Anisa Puji Harlina
ABSTRAK
Harlina, Anisa Puji. 2013. Mengembangkan Kemampuan Manajemen Waktu
Melalui Layanan Penguasaan Konten Dengan Teknik Kontrak Perilaku Pada
Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 21 Semarang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan
Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing
I. Drs. Suharso M.Pd, Kons, dan Pembimbing II. Dra. Maria Theresia Sri Hartati
M.Pd.Kons.
Kata kunci: Manajemen Waktu; Layanan Penguasaan Konten; Teknik Kontrak
Perilaku.
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di kelas VIII
B SMP Negeri 21 Semarang yang menunjukkan tingkat kemampuan manajemen
waktu siswa rendah, dengan indikator kurang mampu menentukan tujuan, kurang
mampu menyusun prioritas, kurang mampu membuat jadwal, kurang mampu
meminimalisir gangguan dan kurang mampu mendelegasikan tugas. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui upaya dan keberhasilan dalam mengembangkan
kemampuan manajemen waktu siswa melalui layanan penguasaan konten dengan
teknik kontrak perilaku.
Populasi penelitian yaitu kelas VIII SMP N 21 Semarang yang berjumlah
224 siswa dan sampel yang berjumlah 28 siswa menggunakan purposeive
sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner kemampuan
manajemen waktu. Instrumen tersebut telah diujicobakan untuk digunakan dalam
penelitian menggunakan validitas dengan rumus product moment oleh Pearson
dan reabilitas instrument dengan rumus Alpha.Teknik analisis data yang
digunakan yakni analisis deskriptif persentase dan Uji t ( t-test).
Pengembangan kemampuan manajemen waktu siswa berdasarkan hasil
penelitian menunjukkan bahwa kemampuan manajemen waktu siswa sebelum
diberi layanan pada kriteria sedang,dan setelah diberi layanan penugasaan konten
dengan teknik kontrak perilaku termasuk dalam kategori tinggi. Hasil uji t,
menunjukkan bahwa nilai thitung = 20,64 dan ttabel = 2,052, jadi nilai thitung > ttabel .
dengan demikian, simpulan dari penelitian ini yaitu kemampuan manajemen
waktu siswa dapat dikembangkan melalui layanan penguasan konten dengan
teknik kontrak perilaku. Saran bagi Guru pembimbing yaitu bisa memberikan
dukungan kepada guru Bimbingan dan Konseling dapat menggunakan teknik
yang sudah dilakukan oleh peneliti sedangkan bagi sekolah yaitu layanan
penguasaan konten dengan teknik kontrak perilaku dapat dijadikaan sebagai salah
satu alternatif untuk mengembangkan kemampuan manajemen waktu siswa SMP.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MANAJEMEN WAKTU MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK KONTRAK PERILAKU PADA SISWA KELAS VIII B SMP N 21 SEMARANG TAHUN AJARAN 2013/2014

2.UPAYA MENINGKATKAN RENDAHNYA MOTIVASI MENGIKUTI PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII A SMP ISLAM UNGARAN TAHUN AJARAN 2012/2013 - Aditya Bagus Setyawan
ABSTRAK
Aditya Bagus Setyawan. 2013. Upaya Meningkatkan Rendahnya motivasi
Mengikuti Proses Pembelajaran di Kelas Melalui Layanan Bimbingan
Kelompok Pada Siswa Kelas VIII A Smp Islam Ungaran Tahun Pelajaran
2012/2013. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu
Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Dra. M. Th. Sri hartati, M.Pd.
dan Dr. Awalya, M.Pd., Kons.
Kata Kunci : motivasi proses pembelajaran, layanan bimbingan kelompok.
Fenomena pada siswa kelas VIII A SMP Islam Ungaran tahun ajaran
2012/2013 menunjukkan kurangnya motivasi saat mengikuti proses pembelajaran
di kelas, yaitu siswa sering merasa bosan, tidak memperhatikan elajaran dari guru,
mengganggu teman saat pelajaran, bermain handphone secara diam-diam. Upaya
yang dilakukan untuk mengurangi permasalahan tersebut adalah dengan
memberikan layanan bimbingan kelompok. Tujuan penelitian ini adalah: 1)
memperoleh gambaran motivasi mengikuti proses pembelajaran sebelum diberi
layanan bimbingan kelompok, 2) memperoleh gambaran motivasi mengikuti
proses pembelajaran setelah diberi layanan bimbingan kelompok, 3) mengetahui
apakah ada perubahan motivasi mengikuti proses pembelajaran sebelum dan
sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok.
Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Islam Ungaran tahun
ajaran 2012/2013 yang berjumlah 26 siswa. Teknik sampel yang digunakan
dengan cara purposive sampling, dan diperoleh 10 siswa sebagai sampel
penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala
psikologi yang diberikan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Sedangkan
teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase, statistik
non parametrik secara manual dengan menggunakan tabel penolong uji wilcoxon,
dan kemudian analisis deskriptif untuk mendeskripsikan perkembangan proses
bimbingan kelompok.
Hasil analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa terjadi peningkatan
sebesar 33,94% pada motivasi mengikuti proses pembelajaran di kelas melalui
layanan bimbingan kelompok (sebelum 38,63%, rendah dan setelah 72,57%,
tinggi). Hasil uji wilcoxon diperoleh nilai Z hitung sebesar -2,803, karena nilai
dianggap mutlak maka tanda negatif tidak diperhitungkan, jadi nilai Z hitung
didapatkan sebesar 2,803. Untuk selanjutnya nilai ini dibandingkan dengsn Z tabel
= 0 maka dapat dikatakan Z hitung lebih besar dari Z tabel dengan demikian
layanan bimbingan kelompok daoat meningkatkan motivasi mengikuti proses
pembelajaran.
Simpulan penelitian ini adalah motivasi mengikuti proses pembelajaran di
kelas kelas VIII A SMP Islam Ungaran tahun ajaran 2012/2013 dapat
ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Sehubungan dengan hasil
penelitian ini diharapkan guru bimbingan dan konseling di sekolah dapat
melaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan sebaik-baiknya untuk
membantu meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di
kelas.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

UPAYA MENINGKATKAN RENDAHNYA MOTIVASI MENGIKUTI PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII A SMP ISLAM UNGARAN TAHUN AJARAN 2012/2013

3.MENINGKATAKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KORBAN BULLYING MELALUI KONSELING INDIVIDUAL RATIONAL EMOTIF BEHAVIOUR THERAPY TEKNIK HOMEWORK ASSIGMENT (Penelitian Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII SMP Diponegoro 7 Gumelar Kabupaten Banyumas) - Gus Riries Nahdliyatul Awaliyah
ABSTRAK
Gus Riries Nahdliyatul Awaliyah. 2013. Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa
Korban Bullying Melalui Konseling Individual Rational Emotif Behaviour
Therapy Teknik Homework Assigment (Penelitian Eksperimen Pada Siswa Kelas
VIII A SMP Diponegoro 7 Gumelar). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling.
Fakultas Ilmu Pendidikan.Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing I:
Dr. Awalya, M.Pd., Kons, Dosen Pembimbing II: Drs. Suharso, M.Pd., Kons
Kata kunci: kepercayaan diri; bullying; rational emotif behavior therapy; teknik
homework assignment
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMP
Diponegoro 7 Gumelar yang menunjukkan bahwa terdapat siswa yang memiliki
kepercayaan diri yang rendah akibat bullying. Melalui pemberian konseling
individu pendekatan rational emotif behavior therapy menggunakan teknik
homework assignment diharapkan kepercayaan diri siswa korban bullying kelas
VIII A dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah
konseling rational emotif behavior therapy dengan menggunakan teknik
homework assignment dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa korban
bullying.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi
eksperimen. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa korban bullying
kelas VIII A SMP Diponegoro 7 Gumelar yang berjumlah 6 siswa. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan wawancara. Untuk
menganalisis data digunakan teknik analisis data kualitatif dan analisis deskriptif
persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek penelitian memiliki kepercayaan
diri yang rendah. Kepercayaan diri yang rendah ditunjukkan meliputi kurangnya
kemauan untuk melaksanakan tugas dengan maksimal, tertutup pada bantuan
orang lain, tidak aktif dalam diskusi kelompok. Setelah diberikan layanan,
terdapat peningkatan kepercayaan diri yang dimiliki siswa. Persentase
kepercayaan diri yang ditunjukkan siswa pada awalnya menunjukkan angka
dibawah 44%, namun setelah konseling kepercayaan diri siswa menunjukkan
persentase diatas 70%. Kurangnya kepercayaan diri siswa ditunjukkan dengan
sikap introvet. Konseling individu endekatan rational emotif behavior therapy
dengan menggunakan teknik home work assignment dapat meningkatkan
kepercayaan diri siswa korban bullying . Hal ini, dapat dibuktikan dengan
peningkatan persentase kepercayaan diri siswa sebelum dan sesudah konseling.
Kepercayaan diri siswa sebelum konseling memiliki kriteria sedang dan rendah.
sedangkan kepercayaan diri siswa setelah konseling memiliki kriteria tinggi..
Disimpulkan bahwa kurangnya kepercayaan diri pada enam siswa korban
bullying dapat diatasi melalui pendekatan rational emotif behaviour therapy
dengan menggunakan teknik home work assigment. Saran untuk guru BK,
diharapkan melakukan penanganan lebih dini jika menemukan siswa yang
menjadi korban bullying agar aktifitas serta interaksi sosial mereka disekolah
tidak terganggu.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MENINGKATAKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KORBAN BULLYING MELALUI KONSELING INDIVIDUAL RATIONAL EMOTIF BEHAVIOUR THERAPY TEKNIK HOMEWORK ASSIGMENT

4.UPAYA MENINGKATKAN SELF MANAGEMENT DALAM BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIIID DI SMPN I JAKENAN PATI - Anik Supriyati
ABSTRAK
Supriyati, Anik. 2013. ”Upaya Meningkatkan Self Management dalam Belajar
Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas VIIID SMPN 1 Jakenan
Pati Tahun Ajaran 2012/2013”. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Dosen PembimbingI: Dr.
Supriyo, M.Pd dan Dosen Pembimbing II: Dr. Awalya, M. Pd; Kons.
Kata Kunci : Self Management dalam Belajar, Bimbingan Kelompok
Self Management dalam belajar adalah suatu kemampuan yang berkenaan
dengan keadaan diri sendiri dan ketrampilan dimana individu dapat mengelola dan
mengatur diri untuk mengarahkan pengubahan tingkahlakunya sendiri untuk
belajar dengan pemanipulasian stimulus dan respon baik internal maupun
eksternal. Fenomena yang terjadi pada siswa kelas VIIID SMPN 1 Jakenan yaitu
bahwa siswa tidak mempunyai keinginan untuk membaca, tidak memiliki hasrat
pribadi untuk maju, memiliki sifat pelupa, suka bermalas-malasan, tidak memilki
watak kepribadian yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
apakah Self Management dalam belajar pada siswa kelas VIIID dapat ditingkatkan
melalui layanan bimbingan kelompok?.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen. Desain yang
digunakan adalah Pre Experimental Design dan pola eksperimen yang digunakan
adalah pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa
kelas VIIID SMPN 1 Jakenan dengan jumlah 34 siswa. Teknik pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa
terdiri dari 4 siswa berkriteria rendah dan sedang; dan 1 siswa berkriteria tinggi
dan sangat tinggi. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi yang
digunakan pada saat sebelum dan sesudah pemberian bimbingan kelompok.
Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan deskriptif persentase.
Pada hasil pre-test diperoleh Self Management dalam belajar dengan
kategori sedang (64,2%). Dan setelah diberikan treatment berupa layanan
bimbingan kelompok diperoleh hasil post-test Self Management dalam belajar
dengan kategori tinggi (72,32%). Hasil penelitian menunjukkan terjadi
peningkatan Self Management dalam belajar pada siswa sebesar 8,12%. Hasil uji
Wilcoxon menunjukkan bahwa Zhitung= 55 > Ztabel=8 , artinya Ho ditolak dan Ha
diterima.
Simpulan dari penelitian ini adalah tingkat Self Management dalam belajar
siswa meningkat setelah diberi layanan bimbingan kelompok. Adapun saran yang
dapat peneliti sampaikan adalah agar pihak sekolah memberikan jam masuk kelas
kepada guru pembimbing, memberikan sarana dan prasarana untuk menunjang
terlaksananya kegiatan layanan bimbingan kelompok.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

UPAYA MENINGKATKAN SELF MANAGEMENT DALAM BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIIID DI SMPN I JAKENAN PATI

5.UPAYA MENINGKATKAN NILAI KEMANDIRIAN MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 3 KEMBANG KECAMATAN KEMBANG KABUPATEN JEPARA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 - Priskila Hesti Anomsari
ABSTRAK
Hesti Anomsari, Priskila. 2013. Upaya Meningkatkan Nilai Kemandirian Melalui
Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 3 Kembang
Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi,
Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri
Semarang. Dra. M.Th. Sri Hartati, M.Pd., Kons dan Dr. Awalya, M.Pd., Kons.
Kata kunci: kemandirian siswa, layanan bimbingan kelompok
Kemandirian merupakan cara bersikap, berfikir, dan berperilaku individu
yang tidak bergantung kepada orang lain, akan tetapi tidak semua individu
memiliki karakter mandiri karena berbagai faktor. Fenomena di SMP Negeri 3
Kembang menunjukkan belum sepenuhnya siswa memiliki kemandirian, hal ini
dapat dilihat dari gejala siswa yang tidak yakin pada kemampuan diri sendiri,
minta diarahkan guru secara terus menerus dalam kegiatan belajar, membutuhkan
dukungan dari orang lain dalam menyelesaikan masalah, tidak mampu belajar
mandiri, melaksanakan kegiatan harus atas perintah orang lain, sering menyontek,
saat ada jam kosong digunakan untuk bermain, tidak memiliki tanggung jawab
dalam melaksanakan tugas, ingin cepat-cepat mengakhiri kegiatan belajarnya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah gambaran nilai
kemandirian siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok, 2)
bagaimanakah gambaran nilai kemandirian siswa sesudah diberi layanan
bimbingan kelompok, 3) apakah ada perbedaan nilai kemandirian siswa sebelum
dan sesudah diberi layanan bimbingan kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui peningkatan nilai kemandirian siswa sebelum dan sesudah diberi
layanan bimbingan kelompok.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 36 siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3
Kembang. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified
random sampling, ditunjuk 12 siswa sebagai sampel penelitian. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologi dengan alat
pengumpulan data berupa skala kemandirian. Validitas instrument menggunakan
rumus korelasi product moment dihitung dengan taraf signifikansi 5% dan
perhitungan reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Teknik analisis data
menggunakan analisis deskriptif persentase, uji wilxocon dan analisis kualitatif.
Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kemandirian siswa sebelum
bimbingan kelompok 63,18% berada pada kategori sedang, tingkat kemandirian
siswa sesudah bimbingan kelompok 73,67% berada pada kategori tinggi, dan
peningkatan kemandirian siswa sebelum dan sesudah bimbingan kelompok
10,49%. Hasil uji wilxocon menunjukkan Zhitung= 78, Ztabel = 14 sehingga Zhitung >
Ztabel. Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat
peningkatan kemandirian siswa sesudah pemberian layanan bimbingan kelompok.
Berdasarkan kesimpulan tersebut, diharapkan guru bimbingan dan konseling dapat
menggunakan layanan bimbingan kelompok dalam membantu siswa
meningkatkan kemandirian.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

UPAYA MENINGKATKAN NILAI KEMANDIRIAN MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 3 KEMBANG KECAMATAN KEMBANG KABUPATEN JEPARA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Contoh Judul dan Laporan PTK Bimbingan dan Konseling/ BK Kelas 9/ IX:

1.PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SELF-CONTROL SISWA KELAS IX DI SMP N 1 WANASARI KABUPATEN BREBES TAHUN AJARAN 2015/2016 - Selvya Yuliandita
ABSTRAK
Selvya Yuliandita, 2015. Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap
Peningkatan Pemahaman Self-Control Siswa Kelas IX Di SMP N 1 Wanasari
Kabupaten Brebes Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan
Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing
Prof. Dr. Sugiyo,M.Si.
Kata kunci : Kemampuan Self-control, Layanan Bimbingan Kelompok.
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada fenomena yang terjadi di SMP
Negeri 1 Wanasari Brebes bahwa terdapat siswa yang memiliki pemahaman selfcontrol
yang cenderung rendah. Fenomena yang terjadi seperti sikap dalam bergaul
dengan teman-temannya yang salah atau kurang memiliki etika seperti penggunaan
kata-kata kotor dan kasar, tidak menghargai teman dan personil sekolah lainnya serta
kurangnya kemampuan siswa dalam mengelola emosinya, tidak bisa menolak semua
ajakan teman baik itu positif atau negatif untuknya, dan rata-rata siswa belum
memiliki pandangan tentang masa depannya kelak atau belum memiliki cita-cita.
Melalui layanan bimbingan kelompok diharapkan pemahaman self-control yang
dimiliki siswa dapat meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan pemahaman selfcontrol
siswa.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen dengan desain penelitian
one group pre-test and post-test. Penelitian ini menggunakan 10 subjek penelitian
yang memiliki tingkat pemahaman self-control yang beragam. Pemilihan subjek
penelitian berdasarkan hasil perhitungan pre-test. Metode pengumpulan data
menggunakan skala self-control yang diberikan sebelum dan setelah pemberian
treatment berupa layanan bimbingan kelompok. Analisis data yang digunakan yaitu
analisis data deskriptif presentase dan uji wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman self-control siswa sebelum
pemberian treatment berupa layanan bimbingan kelompok sebesar 55% dan termasuk
dalam kategori sedang. Setelah pemberian bimbingan kelompok sebanyak delapan
kali mengalami perubahan menjadi 81%. Sehingga berdasarkan presentase
pemahaman self-control mengalami perubahan yaitu peningkatan sebanyak 26%.
Hasil perhitungan uji wilcoxon menunjukkan perhitungan sebelum dan setelah
memperoleh treatment, diperoleh zhitung = 55 > ztabel = 8 dengan taraf signifikansi 5%
sehingga dinyatakan bahwa Ha diterima. Dengan kata lain bahwa terjadi perubahan
tingkat kemampuan self-control siswa setelah diberikan layanan bimbingan
kelompok, maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok
berpengaruh terjadap peningkatan pemahaman self-control siswa.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SELF-CONTROL SISWA KELAS IX DI SMP N 1 WANASARI KABUPATEN BREBES TAHUN AJARAN 2015/2016

2.PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA PERMAINAN KARTU KARIR TERHADAP SIKAP PILIHAN KARIR SISWA KELAS IX E DI SMP NEGERI 1 UNGARAN TAHUN AJARAN 2015/2016 - Agus Priambodo
ABSTRAK
Priambodo, Agus. 2016. Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan
Media Permainan Kartu Karir Terhadap Sikap Pilihan Karir Siswa Kelas
IX E Di SMP Negeri 1 Ungaran Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi. Jurusan
Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri
Semarang. Dosen Pembimbing Drs. Heru Mugiarso, M.Pd., Kons.
Kata Kunci: sikap pilihan karir, bimbingan kelompok, permainan kartu karir
Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena yang ditemukan di kelas IX
E SMP Negeri 1 Ungaran yang menunjukan sikap kebingungan dalam memilih
karir dimasa depan.. Hasil IKMS menunjukan bahwa siswa masih bingung
bagaimana informasi dan strategi tentang sekolah lanjutan, belum mampu untuk
menyalurkan bakat yang mengarah pada karir tertentu, bingung menghadapi
ketatnya persaingan dalam masuk pendidikan lanjutan, bingung cara memilih
pekerjaan dan belum memiliki cita-cita. Data ini diperkuat dengan hasil
wawancara pada guru BK, dimana para siswa masih bingung dengan sikapnya
dalam memilih karirnya kedepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
apakah layanan bimbingan kelompok dengan media permainan kartu karir dapat
berpengaruh terhadap sikap pilihan karir siswa.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan
desain penelitian one group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini
adalah siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Ungaran yang berjumlah 35 siswa. Teknik
sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sampel yang diambil
berjumlah 10 siswa. Alat pengumpulan data menggunakan wawancara dan skala
psikologis yaitu skala sikap pilihan karir. Teknik analisis data menggunakan
deskriptif persentase dan uji wilcoxon pairs match.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap pilihan karir siswa sebelum dan
setelah diberikan treatment berupa layanan bimbingan kelompok dengan media
permainan kartu karir mengalami peningkatan sebesar 11,82%. Media permainan
kartu karir dapat digunakan untuk menjadikan siswa memahami akan kemampuan
yang ada pada dirinya. Selain itu diperloleh data melalui uji wilcoxon pairs match
dengan n=8 taraf signifikansi 5% didapatkan Thitung>Ttabel sehingga Ho ditolak
dan Ha diterima.
Simpulan dari penelitian ini bahwa setelah diberikan treatment berupa
layanan bimbingan kelompok dengan media permainan kartu karir terdapat
peningkatan sikap pilihan karir siswa kelas IX E SMP negeri 1 Ungaran, dan
terbukti bahwa layanan bimbingan kelompok dengan media permainan kartu karir
berperngaruh pada sikap pilihan karir siswa. Saran yang dapat diberikan agar
Guru BK di sekolah meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan layanan
bimbingan kelompok dengan media permainan kartu karir yang bertujuan untuk
meningkatkan sikap pilihan karir siswa.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA PERMAINAN KARTU KARIR TERHADAP SIKAP PILIHAN KARIR SISWA KELAS IX E DI SMP NEGERI 1 UNGARAN TAHUN AJARAN 2015/2016

3.KEEFEKTIFAN KONSELING MELALUI PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY DENGAN TEKNIK TIME PROJECTION UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEROKOK (Studi Kasus Pada Siswa Kelas IX C Di SMP N 2 Jaken) - Ganang Bachtiar Amirullah
ABSTRAK
Ganang, Bachtiar A. 2015 Keefektifan Konseling Melalui Pendekatan
Rational Emotive Behavior Therapy Dengan Teknik Time Projection Untuk
Mengurangi Perilaku Merokok Siswa Kelas IX C Di SMP N 2 Jaken.
Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan.
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Prof. Dr. Sugiyo, M.Si
Kata kunci : rational emotive behavior therapy, time projection, perilaku
merokok
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di
sekolah SMP N 2 Jaken bahwa terdapat siswa yang mempunyai perilaku
merokok. Perilaku merokok siswa sangat mengkawatirkan mengingat umur
merka yang masih remaja. Berdasarkan fenomena tersebut peneliti akan
mengurangi perilaku merokok menggunakan pendekatan rational emotive
behavior therapy dengan teknik time projection untuk mengurangi perilaku
merokok siswa karena dirasa cocok. Tujuan penelitian ini adalah keefektifan
konseling melalui pendekatan rational emotive behavior dengan teknik
proyeksi time projection dapat mengurangi perilaku merokok siswa
Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain desain pre
test and post test one group design. Lokasi penelitian di SMP N 2 Jaken
tahun ajaran 2015/2016. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang siswa.
Variabel dalam penelitian ini adalah pendekatan rational emotive behavior
therapy dengan teknik time projection dan perilaku merokok siswa.
Dari hasil perhitungan analisis deskriptif dalam penelitian ini
menunjukan bahwa presentase pada 2 siswa sebelum diberikan treatment R1
sebanyak 69,5% dan R2 sebanyak 68% keduanya dalamkriteria tinggi.
Treatment dilakukan kepada setiap siswa sebanyak 5 kali pertemuan
konseling dengan pendekatan rational emotive behavior therapy dengan
teknik time projection Setelah mendapatkan treatment presentase tersebut
mengalami pemurunan pada R1 sebesar 14% menjadi 55,5% sehingga
masuk dalam kategori rendah dan pada R2 sebesar 13% menjadi 55%
sehingga termasuk dalam kategori rendah. Setiap indikator mengalami
penurunan kecuali indikator interaksi sosial dan pengetahuan yang
mengalami kenaikan 1% dan 1,5% pada R1 serta 2% dan 1,5% pada R2.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku
merokok siswa yang tinggi dapat diturunkan ke kategori rendah dengan
menggunakan konseling pendekatan rational emotive behavior therapy
dengan teknik time projectio, hal tersebut dapat diketahui dari perilaku
merokok R1 dan R2 dari kategori tinggi turun ke kategori rendah.
Disarankan guru juga terus mencegah dan memantau perilaku siswa agar
tidak terulang kembali, tidak hanya siswa yang sudah mendapatkan
treatment tetapi juga berlaku untuk siswa yang lain.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

KEEFEKTIFAN KONSELING MELALUI PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY DENGAN TEKNIK TIME PROJECTION UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEROKOK (Studi Kasus Pada Siswa Kelas IX C Di SMP N 2 Jaken)

4.PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA TERHADAP PERILAKU ASERTIF SISWA KELAS IX SMP NEGERI 25 SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016 - Karlina Dewi
ABSTRAK
Dewi, Karlina. 2015. Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik
Sosiodrama terhadap Perilaku Asertif Siswa Kelas IX SMP Negeri 25
Semarang Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan
Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Dosen
Pembimbing. Kusnarto Kurniawan, S.Pd., M.Pd., Kons.
Kata Kunci : Perilaku Asertif; Layanan Bimbingan Kelompok; Teknik Sosiodrama.
Perilaku asertif merupakan keterampilan mengungkapkan pikiran dan perasaan
dengan baik secara jujur dan terbuka serta dapat menegakkan hak individu tanpa
melanggar hak-hak orang lain. Perilaku asertif dibutuhkan pada setiap individu guna
kenyamanan dan perasaan tenang baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Berdasarkan fenomena yang ada di kelas IX SMP N 25 Semarang dari hasil analisis
DCM dan wawancara guru BK menunujukkan perilaku asertif rendah. Rumusan
masalah yaitu (1) bagaimana gambaran perilaku asertif siswa sebelum dan setelah
diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama; (2) apakah
layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat berpengaruh positif
terhadap perilaku asertif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji layanan
bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap perilaku asertif. Manfaat
penelitian ini dapat menambah wawasan bagi pengembangan ilmu pengetahuan
khususnya dunia konseling.
Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksperimen dengan desain
penelitian one group pretest-posttest design. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa
kelas IX dan sebagai sampelnya adalah sepuluh siswa kelas IX. Teknik sampel
diambil dengan teknik purposive random sampling . Metode pengumpulan data
menggunakan skala perilaku asertif dan pedoman observasi. Teknik analisis data
yang digunakan yakni analisis deskriptif persentase dan uji wilcoxon dengan
membandingkan jenjang terkecil dari hasil pre test dan post test.
Hasil penelitian ini yaitu (1) tingkat perilaku asertif sebelum diberikan
perlakuan berada pada kriteria sedang (40%), dan sesudah diberikan perlakuan
termasuk ke dalam kategori tinggi (72 %). (2) layanan bimbingan kelompok dengan
teknik sosiodrama berpengaruh terhadap perilaku asertif siswa dengan peningkatan
sebesar 32%. Hal itu diperkuat pula dengan hasil uji Wilcoxon yang menunjukkan
nilai t hitung = 0 dan t tabel=8, jadi nilai t hitung < ttabel (0<8 adalah="" asertif="" b="" berada="" berpengaruh="" berupa="" bimbingan="" dalam="" dan="" dapat="" dari="" demikian="" dengan="" diberikan="" diterima="" ditolak.="" h0="" ha="" ini="" jadi="" kategori="" ke="" kelompok="" kriteria="" layanan="" maka="" pada="" penelitian="" perilaku="" perlakuan="" positif="" sebelum="" sedang="" sesudah="" simpulan="" siswa.="" siswa="" sosiodrama="" style="color: red;" teknik="" terhadap="" termasuk="" tinggi.="">Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA TERHADAP PERILAKU ASERTIF SISWA KELAS IX SMP NEGERI 25 SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016

5.MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING SIMBOLIS PADA SISWA KELAS IXJ DI SMPN 3 UNGARAN TAHUN AJARAN 2015/2016 - Noor Halida Fitriawati Ghozali
ABSTRAK
Halida, Noor. 2015.“Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Antarpribadi
Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Modeling Simbolis
Pada Siswa Kelas IXJ Di SMPN 3 Ungaran Tahun Ajaran 2015/ 2016”.
Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Prof. Dr.Sugiyo, M. Si
Kata kunci: komunikasi antarpribadi, layanan bimbingan kelompok, teknik
modeling simbolis.
Kemampuan siswa dalam bersosialisasi bisa dilihat dari kecakapan
siswa tersebut dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.
Kemampuan siswa dalam berkomunikasi tergantung dari individu masingmasing
dalam mengolahnya, bisa baik, biasa-biasa saja atau bahkan buruk
sekalipun. Akibat yang terjadi ketika siswa mempunyai kemampuan
komunikasi yang rendah siswa tersebut menjadi siswa antisosial. Hal inilah
yang terjadi di beberapa siswa kelas IX J SMPN 3 Ungaran. Mengacu pada
fakta dan data tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian terkait
komunikasi. Bagaimana komunikasi antarpribadi siswa bisa ditingkatkan
melalui layanan bimbingan dan kelompok dengan teknik modeling simbolis
pada siswa kelas IX J SMPN 3 Ungaran.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen.
Populasi dalam penelitian ini siswa kelas IX J SMPN 3 Ungaran dan sampel
dalam penelitian ini adalah 10 siswa dengan kemampuan rendah, sedang dan
tinggi. Teknik pengambilan sampel ini adalah purposive sampling
(pengambilan sampel berdasarkan tujuan). Metode pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan skala psikologis dengan jumlah 50 butir item
yang sebelumnya telah diuji cobakan sehingga dapat digunakan dalam
penelitian. Metode analisis data menggunaan deskriptif presentase dan uji
hipotesis dengan uji Wilcoxon.
Ada perubahan yang meningkat sebelum dan sesudah dilakukan
layanan bimbingan dengan teknik modeling simbolik. Hasil menunjukkan
bahwa dari uji Wilcoxon menunjukkan bahwa thitung=55 > ttabel=8 atau
memiliki arti Ho penelitian ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling
simbolis dapat meningkatkan komunikasi antarpribadi siswa kelas IXJ SMPN
3 Ungaran tahun ajaran 2015/ 2016.
Peningkatan komunikasi antarpribadi oleh 10 siswa ini diharapkan
dapat berdampak pada siswa- siswa lainnya yang berada satu kelas dengan 10
siswa tersebut. Saran yang diberikan kepada guru BK yaitu diharapkan guru
BK mampu menggunakan dan mencoba layanan bimbingan kelompok dengan
teknik modeling simbolis, setelah satu teknik ini berhasil maka cobalah teknik
yang lain agar bimbingan kelompok tidak membosankan dan terus berinovasi.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING SIMBOLIS PADA SISWA KELAS IXJ DI SMPN 3 UNGARAN TAHUN AJARAN 2015/2016


Dipersilahkan untuk mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan agar mendapatkan file yang lengkap dan utuh.

Kami cukupkan sampai di sini tulisan kami yang berjudul:

Download Contoh Judul dan Laporan PTK Bimbingan dan Konsdeling SMP/ MTs

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!


InformasiGuru.Com Updated at: 05.58

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!