Download Contoh Judul dan Laporan PTK Seni Budaya SMP/ MTs

| 29 Desember 2017

Download Contoh Kumpulan  PTK/ Penelitian Tindakan Kelas Seni Tari, Musik, Rupa (Seni Budaya) Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs file pdf

Kumpulan Penelitian Tindakan Kelas Seni Tari, Musik, Rupa Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs






Judul tulisan yang kami muat kali ini adalah Download Contoh Judul dan Laporan PTK Seni Budaya SMP/ MTs. Pada laman ini kami sajikan kumpulan contoh PTK Seni Budaya baik seni musik, seni tari dan juga seni rupa. Kami harap sebaran contoh judul dan laporan PTK Seni Budaya ini bisa menginspirasi Anda dalam menyusun PTK nantinya.

Anda dipersilahkan untuk memilah mana saja judul yang dirasa sesuai dengan lingkungan kerja/ kelas yang Anda ampu guna membuat laporan PTK dengan mudah dan menyenangkan. Anda tidak usah takut akan terkena cap sebagai seorang plagiat atau penjiplak karena dengan model penelitian yang sama, Anda dapat menerapkan model penelitian tersebut pada tempat dan waktu yang berbeda. Oleh karenanya, Anda tidak akan terkena klaim plagiarisme atau penjiplakan yang notabene sangat tabu dalam dunia pendidikan.

Semoga kumpulan contoh judul dan laporan PTK Seni Budaya jenjang SMP/ MTs kelas VII, VIII dan kelas IX yang kami persiapkan ini bermanfaat bagi Anda. Seperti yang telah lalu, berkas yang Anda unduh ini berupa file pdf dan berasal dari sumber yang terbuka. Dengan contoh judul dan laporan PTK Seni Budaya SMP/ MTs yang kami sajikan, maka Anda sudah tidak perlu lagi melakukan proses seleksi di laman sumber tersebut karena banyak juga file yang hanya berupa abstraksinya saja.

Di bawah adalah link Download Kumpulan Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas Seni Budaya (Seni Tari, Seni Rupa, Seni Musik) Kelas 7, 8, 9 SMP/ MTs, selamat mengunduh:


Contoh Judul dan Laporan PTK Seni Budaya Kelas 7/ VII:

1.UPAYA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SENI TARI SISWA KELAS VII A SMP N 2 DORO KABUPATEN PEKALONGAN - NYUWITO BAGUS PRAMUDYO
Sari
Pramudyo, Nyuwito Bagus, 2013 Upaya Guru dalam Proses Pembelajaran
untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Seni Tari Siswa Kelas VII A SMP
Negeri 02 Doro Kabupaten Pekalongan, PTK, Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari
dan Musik. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang.
Seni Budaya di SMP Negeri 02 Doro memberlakukan pelajaran Seni Budaya
Terpadu meliputi ; Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, dan Seni Teater yang telah
dikembangkan berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan
mempertimbangkan ; Kompleksitas, daya dukung (guru, sarana dan prasarana), inteks
siswa. Selain hal tersebut di atas, keanekaragaman bakat dan minat siswa juga merupakan
salah satu alasan dalam pemberlakuan pelajaran Seni Budaya terpadu.
Namun dengan banyaknya materi dan terbatasnya waktu jam tatap muka, timbul
beberapa kendala yang berhubungan dengan peserta didik. Siswa merasa kesulitan
terutama pada mata pelajaran Seni Tari yang jarang dipelajari pada jenjang sekolah
sebelumnya sehingga menyebabkan kurangnya minat dan peran serta siswa pada proses
pembelajaran. Kendala-kendala itulah yang perlu diperhatikan dan dicarikan jalan keluar
oleh guru sebagai motivator, fasilitator dan evaluator dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas maka dapat
dikaji permasalahan sebagai berikut : 1) Bagaimana upaya guru dalam proses
pembelajaran untuk meningkatkan minat siswa Kelas VII A SMP Negeri 02 Doro dalam
belajar seni tari ? dan 2) Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa
Kelas VII A SMP Negeri 02 Doro pada pelajaran seni tari ?
Bertolak dari rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai
sehubungan dengan tindakan yang akan diberikan adalah sebagai berikut: 1) Untuk
mengetahui upaya guru dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan minat siswa
Kelas VII A SMP Negeri 02 Doro dalam belajar seni tari. 2) Untuk mengetahui upaya
guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII A SMP Negeri 02 Doro pada
pelajaran seni tari.
Penelitian ini akan menerapkan pendekatan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif,
dan Menyenangkan (PAKEM) yang terbagi dalam dua siklus. Masing-masing siklus
terdiri dari 4 tahapan antara lain : (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) Observasi/Evaluasi
dan (4) Refleksi.
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas, maka upaya guru dengan penerapan
pendekatan PAKEM yang dipadu dengan teknik Demonstrasi dapat meningkatkan minat
dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran seni budaya cabang seni tari dengan
standar kompetensi mengekspresikan diri melalui karya seni tari khususnya pada
kompetensi dasar mengeksplorasi pola lantai gerak tari berpasangan/kelompok daerah
setempat.
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan: 1) Guru seni budaya
hendaknya melakukan kegiatan penelitian tindakan kelas untuk dapat memecahkan
masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi di sekolah masing-masing secara aktif,
kreatif efektif dan penuh inovatif sehingga akan lebih menyenangkan dengan melalui
penerapan pendekatan PAKEM yang dipadu dengan teknik Demonstrasi. 2) Kepada
pengelola sekolah, hasil penelitian ini hendaknya dapat digunakan sebagai dasar
penentuan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan profesi guru dan peningkatan
kualitas pembelajaran.
Kata Kunci: Upaya guru, minat, pembelajaran, hasil belajar, dan kinerja guru.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

UPAYA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SENI TARI SISWA KELAS VII A SMP N 2 DORO KABUPATEN PEKALONGAN

2.PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERMAIN ALAT MUSIK PIANIKA DENGAN METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS VIIC DI SMP 2 TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN - Yunianto
SARI
Yunianto. 2013. Peningkatan Hasil Belajar Keterampilan Bermain Alat Musik
Pianika dengan Metode Tutor Sebaya pada Siswa Kelas VII C di SMP 2
Tirto Kabupaten Pekalongan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Seni Drama, Tari
dan Musik. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang,
Pembimbing I: Drs. Wagiman Joseph, M.Pd., Pembimbing II: Drs. Eko
Raharjo, M.Hum
Pembelajaran seni musik di sekolah sebenarnya menjadikan kegiatan
pembelajaran yang mengasyikkan bagi siswa. Tetapi sebagian besar siswa merasa
kesulitan ketika harus mempelajari praktek bermain musik. Oleh karena itu dalam
proses pembelajaran guru harus menggunakan strategi yang tepat untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini permasalahan yang timbul adalah apakah
metode tutor sebaya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar keterampilan
bermain alat musik pianika pada kelas VII C di SMP 2 Tirto Kabupaten Pekalongan.
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Dalam penelitian tindakan kelas pengambilan data melalui beberapa tahap yaitu:
tahap pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Proses pemecahan permasalahan dimulai dari
perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), menganalisa
data dan informasi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan hasil tindakan
(reflection). Teknik pengambilan data dengan cara wawancara, observasi dan
dokumentasi. Analisis data kwantitatif dan kwalitatif meliputi tiga komponen:
reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan
Berdasarkan analisa data penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode tutor
sebaya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar keterampilan bermain alat
musik pianika khususnya kelas VII C di SMP 2 Tirto Kabupaten Pekalongan. Hal ini
dapat dilihat dari tingkat ketuntasan belajar siswa yang terjadi peningkatan dari 24
siswa pada pra siklus 6 siswa (25%) memperoleh nilai ≥ 70, pada siklus 1 terjadi
peningkatan 14 siswa (58%) memperoleh nilai ≥ 70, dan meningkat cukup pesat pada
siklus 2 yaitu: 22 siswa (92%) berhasil memperoleh nilai ≥ 70. Sedangkan siswa
yang belum berhasil memperoleh nilai ≥ 70 hanya 2 siswa (8%).
Berdasarkan hasil penelitian tersebut para guru disarankan untuk
menggunakan metode yang tepat dalam upaya meningkatkan aktivitas dan belajar
siswa dalam pembelajaran seni budaya, salah satu metode tersebut adalah metode
tutor sebaya.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERMAIN ALAT MUSIK PIANIKA DENGAN METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS VIIC DI SMP 2 TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN

3.PEMANFAATAN GYPSUM SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN UKIR MOTIF GEOMETRIS SISWA KELAS VII SMP AL MADINA WONOSOBO - Agustina Fita Arumsari
ABSTRAK
Arumsari, Agustina Fita. 2015. “Pemanfaatan Gypsum dalam Pembelajaran Ukir
Motif Geometris Siswa Kelas VII SMP Al Madina Wonosobo”.Skripsi,
Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing : Drs. Triyanto, M.A. 1-178,i-xvii
Kata kunci: Gypsum, Pembelajaran, Ukir, Motif Geometris
Pembelajaran seni rupa di SMP Al Madina Wonosobo masih berupa
kegiatan pembelajaran yang monoton atau tidak menarik.Oleh sebab itu perlu
adanya pembelajaran yang menarik agar mampu mengembangkan kreativitas
siswa dalam berkarya seni.Salah satu pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu
pembelajaran mengukir pada gypsum dengan motif geometris. Rumusan masalah
yang dikaji adalah bagaimana pemanfaatan gypsum dalam pembelajaran ukir
motif geometris siswa kelas VII SMP Al Madina Wonosobo?, bagaimana hasil
dari pemanfaatan gypsum dalam pembelajaran ukir motif geometrissiswa kelas
VII SMP Al Madina Wonosobo? dan apa faktor penghambat dan pendukung
dalampemanfaatan gypsum dalam pembelajaran ukir motif geometris siswa kelas
VII SMP Al Madina Wonosobo?.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksploratif dengan pendekatan
yang digunakan adalah kualitatif.Penelitian ini dilakukan di SMP Al Madina
Wonosobo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data,
penyajian data dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sebagai berikut: (1) pemanfaatan
gypsum dalam pembelajaran ukir motif geometris melalui 3 tahap yaitu
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap evaluasi meliputi
penyusunan RPP yang berisi mengenai tujuan dari pembelajaran, materi, metode,
strategi, dan evaluasi pembelajaran. tahap kedua yaitu pelaksanaan pembelajaran
yang sesuai dengan rancangan pembelajaran. Setelah pelaksanaan pembelajaran,
tahap akhir yaitu evaluasi pembelajaran. Evaluasi mencakup 3 aspek yaitu ide
atau gagasan, bentuk karya, dan proses pembuatan. selain aspek penilaian tahap
evaluasi menggunakan 3 penilai yang terdiri dari guru seni budaya SMP Al
Madina Wonosobo, Guru Seni Budaya SMA Muhammadiyah Wonosobo, dan
peneliti, (2) hasil yang diperoleh siswa dalam mengukir pada gypsum motif
geometris menunjukkan kriteria baik pada pengamatan proses I dengan nilai ratarata
kelas 76,8 dan pada pengamatan proses II dengan nilai rata-rata kelas 81,3,
(3) faktor yang mendukung dari pembelajaran mengukir pada gypsum motif
geometris adalah antusias siswa dalam berkarya seni dan kemampuan siswa dalam
berkarya seni yaitu mengukir pada gypsum. Faktor yang menghambat pembelajaran mengukir pada gypsum adalah kurang rasa percaya diri pada siswa
saat berkarya dan alokasi waktu dalam berkarya yang masih terbatas.Saran yang
direkomendasikan adalah sebagai berikut. Pertama guru sebaiknya memberikan
motivasi kepada siswa saat berkarya, kedua guru lebih banyak dalam
menampilkan contoh dari karya seni rupa kepada siswa, ketiga mengatur alokasi
waktu pada saat merencanakan pembelajaran.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PEMANFAATAN GYPSUM SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN UKIR MOTIF GEOMETRIS SISWA KELAS VII SMP AL MADINA WONOSOBO

4.Meningkatan Hasil Belajar Bermain Musik Ansambel Melalui Metode Tutor Sebaya Kelas VIID SMP Negeri 14 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 - SUNARDI
ABSTRAK
Sunardi, 2013. “Meningkatan Hasil Belajar Bermain Musik Ansambel Melalui
Metode Tutor Sebaya Kelas VIID SMP Negeri 14 Purworejo Tahun
Pelajaran 2012/2013”, Skripsi, Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan
Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing 1 Dr. Udi Utomo, M.Si, dan pembimbing 2 Dra. Siti
Aesiyah, M.Pd.
Dalam pembelajaran praktik ansambel musik, pengelolaan kelas secara
tepat sangat diperlukan. Berdasarkan pengalaman peneliti, pembelajaran secara
klasikal belum membuahkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, sebagai upaya
untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam bermain musik ansambel melalui
penelitian ini peneliti akan mencoba menerapkan metode Tutor sebaya.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penelitian
Tindakan Kelas, yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan
kuantitatif. Proses pelaksanaan, penelitian ini dibagi menjadi 3 siklus, setiap
siklus mencakup 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan,
dan refleksi.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik
observasi, unjuk kerja, angket dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode tutor sebaya mampu
meningkatkan hasil belajar bermain recorder. (2) Metode tutor sebaya mampu
meningkatkan hasil belajar bermain pianika.(3) Metode tutor sebaya mampu
mengefektifkan waktu pertemuan di dalam kelas dibandingkan dengan metode
klasikal.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar (1) para guru seni budaya me
nerapkan metode tutor sebaya dalam pembelajaran ansambel musik di sekolah.(2)
Mencoba menerapkan metode tutor sebaya dalam mencapai tujuan pelajaran
pada kompetensi dasar yang lain.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

Meningkatan Hasil Belajar Bermain Musik Ansambel Melalui Metode Tutor Sebaya Kelas VIID SMP Negeri 14 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013

5.UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNYANYI DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA MELALUI PELATIHAN SOLFEGIO PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 PANGKAH KABUPATEN TEGAL - Rizki Mei Dwi Putri
SARI
Putri, Rizki Mei Dwi. 2013. Upaya Meningkatkan Kemampuan Bernyanyi dalam
Kegiatan Ekstrakurikuler Paduan Suara Melalui Pelatihan Solfegio pada
Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Pangkah Kabupaten Tegal. Skripsi, Jurusan
Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bernyanyi siswa
yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paduan suara. Oleh karena itu, dengan
diterapkan pelatihan solfegio sebagai metode pembelajaran diharapkan dapat
meningkatkan kemampuan bernyanyi siswa dalam paduan suara.Berdasarkan hal
tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah dengan diterapkan
pelatihan solfegio dapat meningkatkan kemampuan bernyanyi dalam kegiatan
ekstrakurikuler paduan suara pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pangkah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis
peningkatan kemampuan bernyanyi dalam kegiatan ekstrakurikuler paduan suara
dengan menerapkan pelatihan solfegio pada siswa kelas VII SMP Negeri 2
Pangkah.
Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
terbagi ke dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilakukan dengan tahapan
perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Variabel penelitian yang
digunakan adalah variabel proses dan variabel output. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik penilaian.
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis secara
kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan solfegio dapat meningkatkan
kemampuan bernyanyi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler paduan suara.
Berdasarkan hasil penilaian siklus 1 hanya 55% siswa yang mencapai kategori
nilai baik dan sangat baik (>70) kemudian meningkat pada hasil penilaian siklus
2dapat mencapai indikator keberhasilan yakni sebanyak 80% siswa sudah
mencapai nilai dengan kategori baik dan sangat baik (>70). Perilaku siswa juga
mengalami perubahan yang positif. Siswa yang sebelumnya kurang bersemangat,
kurang antusias, dan kurang aktif dalam mengikuti ekstrakurikuler paduan suara
menjadi lebih antusias, tertarik, bersemangat, dan lebih aktif selama proses
pembelajaran melalui pelatihan solfegio.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar pelatihan solfegio
dapat diterapkan dalam pembelajaran paduan suara oleh guru/pelatih
ekstrakurikuler paduan suara baik di sekolah ini maupun di sekolah lain, rutinitas
latihan paduan suara harus dilakukan secara teratur, dan sekolah hendaknya
menyediakan ruangan khusus (ruang musik) untuk menunjang segala kegiatan
yang berhubungan dengan kegiatan bermusik.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNYANYI DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA MELALUI PELATIHAN SOLFEGIO PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 PANGKAH KABUPATEN TEGAL

Contoh Judul dan Laporan PTK Seni Budaya Kelas 8/ VIII:

1.PEMANFAATAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ILUSTRASI DI KELAS VIII SMP NEGERI 02 TERSONO BATANG - Lukman Abdurrahman
SARI
Abdurrahman, Lukman. 2014. Pemanfaatan Film Animasi dalam Pembelajaran
Menggambar Ilustrasi di Kelas VIII SMP Negeri 2 Tersono-Batang. Skripsi.
Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing : Mujiyono, S.Pd., M.Sn. i-xxi, 180 halaman.
Kata kunci: Film Animasi, Menggambar Ilustrasi, Pembelajaran Seni Rupa.
Kemampuan menggambar ilustrasi siswa kelas VIII SMP Negeri 2
Tersono masih rendah. Diperlukan media yang tepat dalam kegiatan pembelajaran
menggambar ilustrasi. Peneliti merumuskan pembelajaran menggambar ilustrasi
dengan pemanfaatan film animasi sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan
siswa dalam menggambar ilustrasi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana proses pembelajaran menggambar ilustrasi
melalui pemanfaatan film animasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Tersono
Batang? (2) Apakah pembelajaran menggambar ilustrasi melalui pemanfaatan
film animasi dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar pada siswa kelas VIII
SMP Negeri 02 Tersono Batang?
Desain penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tindakan yang
dilakukan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2
Tersono. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes
praktik dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan
dalam menggambar ilustrasi melalui pemanfaatan film animasi. Film animasi
yang diaplikasikan dalam proses pembelajaran menggambar ilustrasi adalah film
animasi dengan judul Up. Peningkatan tersebut diperoleh berdasarkan tiga aspek
penilaian menggambar ilustrasi, yaitu aspek: (1) proses terdiri dari Pembuatan
sket dan pewarnaan, (2) Teknik terdiri dari penggunaan alat dan bahan serta
pendekatan, (3) hasil terdiri dari Kelancaran dan keluwesan garis,
mengembangkan imajinasi, kualitas visual karya serta keaslian dan kebaruan ide.
Hasilnya dapat diketahui bahwa rata-rata nilai siswa pada kondisi awal/prasiklus
sebesar 68 meningkat menjadi 69 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 78
pada siklus II. Adapun besarnya selisih peningkatan dari kondisi awal ke siklus I
sebesar 1, dari siklus I ke siklus II sebesar 9, dan dari kondisi awal ke siklus II
sebesar 10.
Saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: pertama guru seni rupa
hendaknya dapat memanfaatkan dan menggunakan media seperti film animasi
dalam pembelajaran, yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan
kemampuan siswa dalam belajar. Kedua pakar atau praktisi pendidikan seni perlu
melakukan penelitian serupa dengan mengembangkan pemanfaatan media lain
yang lebih menarik, untuk memperkaya inovasi dalam pembelajaran.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PEMANFAATAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ILUSTRASI DI KELAS VIII SMP NEGERI 02 TERSONO BATANG

2.PENGGUNAAN PENDEKATAN SAVI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR APRESIASI MUSIK NUSANTARA PADA SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 7 PEMALANG - Anggoro Hamdan Saputro
SARI
Anggoro Hamdan Saputro. 2013Penggunaan Pendekatan SAVI Untuk
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Apresiasi Musik
Nusantara Pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 7 Pemalang.. Skripsi
Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Bahasa dan
Seni, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing I Ds. Eko
Raharjo, M.Hum dan Pembimbing II Abdul Rachman, S.Pd, M.pd.
SAVI adalah sebuah metode pendekatan yang terdiri dari 4 aspek yaitu:
Somatis dengan bergerak, Auditori dengan mendengarkan, Visual dengan melihat
dan Intelektual dengan memecahkan masalah. Minat siswa terhadap pembelajaran
dengan SAVI sangat tinggi. Hal itu dikarenakan pendekatan SAVI dirasa menarik,
mudah dimengerti dan menyenangkan bagi siswa. Permasalahan yang dikaji yaitu:
(1) apakah penggunaan pendekatan SAVI dapat meningkatkan aktivitas belajar
apresiasi musik nusantara pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 7 Pemalang dan
(2) apakah penggunaan pendekatan SAVI dapat meningkatkan hasil belajar
apresiasi musik nusantara pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 7 Pemalang.
Manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai bahan kajian terhadap guru untuk
menambah pengetahuan dalam upaya pemanfaatan pendekatan SAVI dalam
proses belajar mengajar.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian
yang menguraikan tentang langkah pembelajaran dan hasil proses pembelajaran
dengan pendekatan SAVI. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes
tertulis, observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan
meliputi analisis data primer (hasil belajar) dan data sekunder (pengamatan
langsung).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengamatan aktivitas
menunjukkan pada pra siklus aspek perhatian 13 anak skor tinggi, interaksi 14
anak skor tinggi, penugasan 13 anak skor tinggi dan kerjasama 12 anak skor
tinggi. Pada siklus 1 aspek perhatian 22 anak skor tinggi, interaksi 21 anak skor
tinggi, penugasan 22 anak skor tinggi dan kerjasama 21 anak skor tinggi. Pada
siklus 2.1 aspek perhatian 29 anak skor tinggi, interaksi 29 anak skor tinggi,
penugasan 29 anak skor tinggi dan kerjasama 28 anak skor tinggi. Pada siklus 2.2
aspek perhatian 34 anak skor tinggi, interaksi 34 anak skor tinggi, penugasan 34
anak skor tinggi dan kerjasama 33 anak skor tinggi. Sedangkan, nilai hasil belajar
siswa pada pra siklus, siswa yang mengalami ketuntasan hanya 25%. Pada siklus
1 ketuntasan siswa mengalami kenaikan sebesar 47%. Pada siklus 2 pertemuan 1
ketuntasan siswa meningkat sebesar 65%. Pada Siklus 2 pertemuan 2 ketuntasan
siswa mengalami peningkatan sebesar 90%.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa pendekatan
SAVI dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar apresiasi musik nusantara
pada siswa serta penulis menyarankan agar pendekatan SAVI ini dapat terus
diterapkan guru dalam proses pembelajaran di sekolah agar aktifitas dan hasil
belajar siswa dapat lebih baik lagi.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENGGUNAAN PENDEKATAN SAVI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR APRESIASI MUSIK NUSANTARA PADA SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 7 PEMALANG

3.PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR ANSAMBEL MUSIK MELALUI MEDIA MIDI PADA SISWA KELAS VIII H DI SMP NEGERI 3 UNGARAN - Kris Hari Septianto
SARI
Kris Hari Septianto. 2013. Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Ansambel
Musik Melalui Media Midi pada Siswa Kelas VIII H di SMP Negeri 3
Ungaran. Skripsi. Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik. Fakultas
Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr. Udi
Utomo, M.Si. Pembimbing II Drs. Wagiman Joseph, M.Pd.
Kata kunci: peningkatan, motivasi belajar, hasil belajar, ansambel musik,
media midi.
Motivasi dan hasil belajar ansambel musik di SMP Negeri 3 Ungaran
masih terdapat permasalahan yang disebabkan banyaknya siswa belum mencapai
nilai standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan yaitu nilai 70,
sehingga masih tergolong rendah. Guna meningkatkan motivasi dan hasil belajar
ansambel musik siswa, maka dilakukan penelitian dengan menerapkan media midi
sebagai alat bantu pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan
kelas yang akan mengkaji berapa besar peningkatan motivasi dan hasil belajar
siswa dalam memainkan ansambel musik dengan dibantu media midi.
Subjek yang diteliti adalah semua siswa kelas VIII H SMP Negeri 3
Ungaran sebanyak 33 siswa. Fokus penelitian ini adalah peningkatan motivasi dan
hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan melalui dua siklus. Data yang diperoleh
berupa prosentase motivasi belajar siswa berdasarkan hasil angket dan nilai hasil
belajar ansambel musik dari penilaian unjuk kerja. Data yang diperoleh dianalisis
secara kuantitaif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari hasil angket motivasi belajar
siklus I pada aspek hadiah 78,79%, interaksi dengan guru 67,05%, dan kondisi
saat pembelajaran berlangsung 76,26%. Sedangkan hasil angket motivasi belajar
siklus II pada aspek hadiah 81,81%, interaksi dengan guru 71,21%, dan kondisi
saat pembelajaran berlangsung 80,43%. Sementara hasil dari nilai rata-rata pada
prasiklus sebesar 66,9 dan penilaian unjuk kerja pada siklus I mengalami
peningkatan menjadi 71,18, serta pada siklus II yang meningkat menjadi 79,33.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan media
midi mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar ansambel musik. Saran
yang diberikan dengan hasil penelitian ini khususnya kepada guru yaitu untuk
meningkatkan hasil pembelajaran dan motivasi belajar seni musik perlu adanya
variasi media pembelajaran karena terbukti dalam penelitian ini dengan
penggunaan media midi sebagai alat bantu dalam mengajarkan ansambel musik,
mampu meningkatkan hasil belajar siswa dan juga meningkatkan motivasi belajar
siswa. Selain itu juga saat ini telah dikembangkan berbagai program musik yang
dapat dioperasikan dengan perangkat komputer sehingga guru hendaknya
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan aplikasi program musik yang ada
untuk meningkatkan kuailitas pembelajaran. Keterbatasan peneliti diharapkan
dapat disempurnakan oleh guru untuk melanjutkan penelitian ini sehingga
diharapkan seluruh siswa bisa mencapai nilai lebih dari cukup.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR ANSAMBEL MUSIK MELALUI MEDIA MIDI PADA SISWA KELAS VIII H DI SMP NEGERI 3 UNGARAN

4.UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KETERAMPILAN BERMAIN GITAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW PADA SISWA KELAS VIII H DI SMP NEGERI 3 PATEBON KENDAL TAHUN AJARAN 2014/2015 - Fadhli Dzil Ikram
SARI
Dzil Ikram, Fadhli. 2014. Upaya Meningkatkan Minat dan Keterampilan Bermain Gitar
Dengan Menggunakan Metode Jigsaw Pada Siswa Kelas VIII H di SMP
Negeri 3 Patebon Kendal Tahun Ajaran 2014/2015. JurusanPendidikan Seni
Drama, Tari, dan MusikFakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri
Semarang,Pembimbing: Drs. MohMuttaqin, M.Hum.
Kata Kunci : Model Pembelajaran Jigsaw, Minat dan Keterampilan Bermain Gitar,
SMP Negeri 3 Patebon Kendal.
Rendahnya minat dan keterampilan bermain gitar yang diperoleh siswa SMP
Negeri 3 Patebon Kendal pada materi bermain gitar dipengaruhi oleh model
pembelajarandan metode yang digunakan guru ketika meyampaikan materi.Oleh sebab
itu, diperlukan sebuah model pembelajaran yang mampu meningkatkan minat dan
keterampilan siswa dalam pembelajaran bermain gitar. Model pembelajaran kooperatif
Jigsaw, dipilih untuk memperbaiki minat dan keterampilan siswa SMP Negeri 3 Patebon
Kendal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis
peningkatan minat dan keterampilan bermain gitar melalui penggunaan model
pembelajaran kooperatif Jigsawpada peserta didik kelas VIII H SMP Negeri 3 Patebon
Kendal.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Pengambilan data
dilaksanakan melaluitahap pra siklus,siklus 1, dan siklus 2. Teknik pengambilan
datadengan teknik angket, observasi, wawancara, pengamatan, tes dan nontes. Teknik
analisis data adalah deskriptif kuantitatif. Selain itu, peneliti juga menggunakan analisis
refleksi dan pembahasan evaluatif dalam menyajikan bahasan dari hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Jigsaw dapat
meningkatkan minat belajar bermain gitar siswa kelas VIII H SMP Negeri 3 Patebon
Kendal. Hal ini dapat dilihat dari minat belajar bermain gitar siswa dari 31 orang siswa,
diperoleh data prosentase awal minat bermain gitar sebanyak 14 (45,16%) siswa kategori
minat rendah, 8 (25,80%) siswa kategori minat sedang, 9 (20,03%) siswa kategori minat
tinggi pada kegiatan pra siklus, sebanyak 0 (0%) siswa kategori minat rendah, 20
(64,51%) siswa kategori minat sedang, 11 (35,48%) siswa kategori minat tinggi pada
siklus I, dan sebanyak 0 (0%) siswa kategori minat rendah, 10 (32,25%) siswa kategori
minat sedang,21 (67,74%) siswa kategori minat tinggi pada siklus II. Setelah semua
siklus selesai dilakukan, minat belajar siswa meningkat sebanyak 13 (41,93%) dari
kegiatan pra siklus. Selain itu, model pembelajaran Jigsaw juga dapat meningkatkan
keterampilan bermain gitar siswa kelas VIII H SMP Negeri 3 Patebon Kendal. Hal ini
dapat dilihat dari nilai tes bermain gitar pada masing-masing aspek yang diteliti. Dari 31
orang siswa, diperoleh data prosentase awal tes bermain gitar sebanyak 60% siswa
mendapat nilai kurang, 30% siswa mendapat nilai sedang dan 10% siswa mendapat nilai
baik pada kegiatan pra siklus, sebanyak 21% siswa nilai kurang, 60% siswa nilai sedang,
dan 18% siswa nilai baik pada siklus I, dan sebanyak 7,5% siswa nilai kurang, 39% siswa
nilai sedang, dan 52% siswa nilai baik pada siklus II. Setelah semua siklus selesai
dilakukan, nilai tes bermain gitar siswa meningkat sebanyak 49% dari kegiatan prasiklus.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, guru disarankan untuk menerapkan
model pembelajaran tersebut dalam materi-materi praktek lainnya baik untuk mata
pelajaran seni musik maupun mata pelajaran yang lainnya. Meskipun begitu, masih
banyak model pembelajaran lain yang sekiranya dapat diterapkan dalam pembelajaran
seni musik.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KETERAMPILAN BERMAIN GITAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW PADA SISWA KELAS VIII H DI SMP NEGERI 3 PATEBON KENDAL TAHUN AJARAN 2014/2015

5.PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA SATUnBABAK MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PENGANDAIAN DIRI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 2 KRAMAT KAB. TEGAL - Siska Novya Shinta Devi
SARI
Devi, Siska NovyaShinta. 2013 Peningkatan Ketrampilan Menulis Naskah Drama
Melalui Media Gambar Beseri Dengan Menggunakan Teknik Pengandaian Diri
Pada Siswa Kelas VIII A SMP N 2 Kramat Kab.Tegal
Kata kunci: ketrampilan menulis, naskah drama, media gambar berseri, teknik
pengandalian diri.
Pembelajaran menulis naskah drama kelas VIII A SMP N 2 Kramat
menunjukkan hasil yang cukup memuaskan Hal ini disebabkan oleh tiga faktor
yang berpengaruh yaitu faktor pendekatan yang digunakan guru dalam
pembelajaran, faktor siswa, dan faktor lingkungan sekolah. Salah satu faktor yang
paling berpengaruh dan harus segera dicari jalan keluarnya adalah faktor
pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran. Selama ini, pendekatan yang
digunakan guru masih tradisional dan kurang bervariasi. Ceramah menjadi pilihan
utama dalam pembelajaran sehingga terkesan monoton. Hal ini, menyebabkan
siswa merasa jenuh dan bosan dengan pembelajaran tersebut. Oleh karena itu,
sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, adalah dengan mengubah
pendekatan yang digunakan guru dalam pembelajaran.Salah satu pendekatan yang
dapat digunakan sebagai alternatif yaitu dengan pendekatan kontekstual
komponen pemodelan. Dalam pendekatan ini, guru diposisikan sebagai fasilitator
dan motivator. Jadi, siswa yang dituntut untuk berperan aktif dalam pembelajaran.
Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini membahas permasalahan yaitu
(1) bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis naskah drama siswa kelas
VIII A SMP N 2 Kramat setelah mengikuti pembelajaran menulis naskah drama
melalui media gambar berseri dengant eknik pengandalian diri, dan (2) bagaimana
perubahan perilaku siswa kelas VIII A SMP N 2 Kramat setelah mengikuti
pembelajaran menulis naskah drama melalui media gambar berseri dengan teknik
pengandalian diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsi peningkatan
keterampilan menulis naskah drama dan perubahan perilaku siswat ersebut setelah
mengikuti pembelajaran menulis naskah drama melalui media gambar berseri
dengan teknik pengandaian diri. Adapun manfaat penelitian ini adalah dapat
memberi sumbangan teori mengenai pembelajaran menulis naskah drama melalui
media gambar berseri dengan teknik pengandaian diri pada khususnya dan teori
pembelajaran menulis pada umumnya. Selain itu, penelitian ini pun diharapkan
bermanfaat bagi guru, siswa, dan sekolah.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang
dilaksanakan pada siswa kelas VIII A SMPN 2 Kramat. Siklus I dan siklus II
terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Adapun variabel
penelitiannya adalah keterampilan menulis naskah drama dan media gambar
berseri dengan teknik pengandaian diri. Pengambilan data dilakukan dengan tes
dan nontes. Alat pengambilan data tes yang digunakan yaitu berupa tes
keterampilan menulis naskah drama, sedangkan alat pengambilan data nontes
yang digunakanya itu berupa pedoman observasi, jurnal, wawancara, dan
dokumen foto. Analisis data yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif
dan kualitatif.
Berdasarkan analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan
kontekstual komponen pemodelan dapat meningkatkan keterampilan menulis
naskah drama. Pada siklus I, diperoleh nilai rata-rata sebesar 55,2 sedangkan
padasiklus II, diperoleh nilai rata-rata sebesar75,15, jadi mengalami peningkatan
dari siklus I kesiklus II sebesar 19,95 poin atau sebesar 36,14% dari rata-rata
siklus I. Selain itu, perubahan perilaku dalam penelitian ini adalah para siswa
menjadi lebih semangat, aktif mengikuti pembelajaran, dan siswa menjadi lebih
senang serta termotivasi untuk mempraktekkannya.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberi saran yaitu (1) para
guru bahasa dan sastra indonesia dapat menggunakan media gambar berseri
dengan teknik pengandaian diri untuk membelajarkan menulis naskah drama, (2)
pembelajaran melalui media gambar berseri dengan teknik pengandaian diri dapat
dijadikan sebagai alternatif bagi guru bidang studi lain dalam mengajar, (3)
parapraktisi di bidang pendidikan atau peneliti lain dapat melakukan penelitian
serupa dengan teknik pembelajaran yang berbeda.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA SATUnBABAK MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PENGANDAIAN DIRI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 2 KRAMAT KAB. TEGAL


Contoh Judul dan Laporan PTK Seni Budaya Kelas 9/ IX:

1.KOLASE: PEMANFAATAN PELEPAH PISANG SEBAGAI MEDIA BERKARYA DUA DIMENSI PADA SISWA KELAS IX G SMP N 1 KESESI KABUPATEN PEKALONGAN - Teguh Yulianto
ABSTRAK
Yulianto, Teguh. 2013. Kolase: Pemanfaatan Pelepah Pisang sebagai Media
Berkarya Dua Dimensi pada Siswa Kelas IX G SMP N 1 Kesesi
Kabupaten Pekalongan. Skripsi. Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan
Seni Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dr. Sri Iswidayati,
M.Hum.; Pembimbing II: Drs. H. Nur Rokhmat, B. A. M.Pd.; i-xiv, 125
hal.
Kata kunci: Kolase, Pelepah Pisang, Media Berkarya.
Tanaman pisang banyak ditemukan di lingkungan sekitar SMP N 1
Kesesi, namun hanya dimanfaatkan buah dan daunnya saja. Berdasarkan hal
tersebut, Guru Seni Budaya SMP N 1 Kesesi memanfaatkan pelepah pisang
sebagai media berkarya dua dimensi teknik kolase dalam pembelajaran seni rupa.
Kolase merupakan salah satu teknik dalam berkarya seni dengan cara
menempelkan bahan-bahan selain cat pada bidang datar. Penelitian ini mengkaji
tiga permasalahan, yaitu: (1) bagaimana pelaksanaan pembelajaran seni rupa
dengan memanfaatkan pelepah pisang sebagai media berkarya dua dimensi teknik
kolase pada siswa kelas IX G SMP N 1 Kesesi?, (2) bagaimana hasil karya siswa
kelas IX G SMP N 1 Kesesi dalam memanfaatkan pelepah pisang sebagai media
berkarya dua dimensi teknik kolase?, dan (3) apa saja kendala-kendala yang
dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran seni rupa dengan memanfaatkan
pelepah pisang sebagai media berkarya dua dimensi teknik kolase pada siswa
kelas IX G SMP N 1 Kesesi?
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat
deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan
verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut: (1) pembelajaran
ini dapat berguna sebagai pengenalan media berkarya dan penguasaan teknik
kolase pada siswa dengan memanfaatkan pelepah pisang, namun perlu adanya
suatu perencanaan yang tepat terkait dengan kompetensi dasar yang harus dicapai,
(2) hasil karya dua dimensi teknik kolase pada siswa kelas IX G SMP N 1 Kesesi
menunjukkan bahwa siswa telah dapat menerapkan teknik kolase dalam berkarya
dua dimensi yang ditandai oleh persentase karya dengan kategori baik lebih besar
dari persentase karya dengan kategori cukup, dan (3) kendala-kendala yang
dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran yakni berkenaan dengan alokasi waktu
pembelajaran dan kendala yang dialami siswa dalam proses pembuatan karya.
Saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: (1) guru hendaknya
perlu menyusun perencanaan dan melaksanakan pembelajaran yang lebih baik lagi
pada masa yang akan datang untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran, (2) guru
perlu menetapkan kriteria penilaian yang tepat dalam melakukan evaluasi hasil
karya siswa, dan (3) guru hendaknya memberikan tema yang lebih luas untuk
memotivasi, menumbuhkan kreativitas, dan memberikan kebebasan berekspresi
bagi siswa jika siswa telah mengenal dan menguasai media berkarya dua dimensi
teknik kolase.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

KOLASE: PEMANFAATAN PELEPAH PISANG SEBAGAI MEDIA BERKARYA DUA DIMENSI PADA SISWA KELAS IX G SMP N 1 KESESI KABUPATEN PEKALONGAN

2.PAPIER MÂCHÉ SEBAGAI MEDIA BERKARYA SENI DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SMP N 1 SLAWI - Agustin Dwi Arini
ABSTRAK
Agustin Dwi Arini. 2012. Papier Mâché sebagai Media Berkarya Seni dalam
Pembelajaran Seni Rupa di SMP N 1 Slawi. Skripsi Jurusan Seni Rupa
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I:
Drs. Aryo Sunaryo, M.Pd., pembimbing II: Drs. Dewa Made
Karthadinata, M.Pd.
Kata Kunci : Papier Mâché, Media Seni Rupa, Karya Seni, Pembelajaran seni
rupa.
Pemilihan media berkarya merupakan hal yang tepat untuk menciptakan
hasil karya siswa yang kreatif. Dengan media yang tepat akan membuat siswa
lebih tertarik dan pembelajaran akan berlangsung dengan menyenangkan. Salah
satu upaya pengembangan media berkarya yang menyenangkan yaitu dengan
memanfaatkan limbah kertas yang akan dibuat media papier mâché. Permasalahan
yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) proses pembuatan papier mâché
sebagai media dalam berkarya seni rupa, (2) pemanfaatan media papier mâché
sebagai media berkarya seni dalam pembelajaran seni rupa di SMP N 1 Slawi, (3)
hasil pembelajaran, kelebihan, serta kendala-kendala dalam memanfaatkan papier
mâché sebagai media dalam pembelajaran seni rupa di SMP N 1 Slawi. Tujuan
penelitian ini adalah mengidentifikasi, menjelaskan dan menganalisis
permasalahan tersebut.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Prosedur
penelitian yang diterapkan meliputi; (1) survei pendahuluan ke sekolah, (2)
pengamatan sebelum perlakuan, (3) pengamatan terfokus I, (4) evaluasi dan
rekomendasi, (5) pengamatan terfokus II, dan (6) evaluasi dan rekomendasi atau
hasil. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan dengan didukung
wawancara, dokumentasi foto, serta penilaian hasil berkarya. Analisis data
dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa media papier mâché berasal
dari koran bekas dengan proses merendam kertas koran selama satu malam, lalu
menghancurkan rendaman koran bekas dengan alat penumbuk, setelah itu
dicampurkan dengan lem PVA, dan papier mâché siap digunakan. Pemanfaatan
papier mâché dalam pembelajaran dilakukan 4x pertemuan, 2 pertemuan untuk
membuat karya kriya tempat pensil dari papier mâché dan 2 pertemuan untuk
membuat topeng. Proses pembelajaran terlihat menyenangkan. Selama proses
berkarya siswa menunjukan semangat yang tinggi. Hasil belajar siswa sebagian
besar meningkat, akan tetapi sebagian besar lagi menurun.
Saran yang diberikan peneliti: (1) guru hendaknya menggunakan papier
mâché sebagai media pembelajaran dan juga dapat difungsikan sebagai media
dalam berkarya seni rupa, (2) guru tidak hanya memanfaatkan papier mâché
sebagai media dalam berkarya seni kriya, namun dapat juga digunakan dalam
berkarya seni murni, (3) guru hendaknya menggunakan peralatan pendukung
seperti kain lap, koran sebagai alas sehingga kondisi kelas lebih terkendali.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PAPIER MÂCHÉ SEBAGAI MEDIA BERKARYA SENI DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SMP N 1 SLAWI

3.STUDI EKSPLORATIF: PEMANFAATAN PEWARNA TEKSTIL DALAM MELUKIS EKSPRESIF PADA KAOS T-SHIRT DI KELAS IX A SMP N 1 WEDARIJAKSA PATI - Nashruddin Taufiq
SARI
Taufiq, Nashruddin. 2015. Studi Eksploratif: Pemanfaatan Pewarna
Tekstil Dalam Melukis Ekspresif Pada Kaos T-shirt Di Kelas IX A SMP N 1
Wedarijaksa Pati. Skripsi. Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Drs. Triyanto, M.A.
Kata Kunci: Pembelajaran, seni lukis, media, kaos t-shirt
Pada tingkat SMP guru umumnya hanya mengajarkan melukis pada media kanvas
ataupun kertas sehingga anak-anak merasa bosan.Untuk itu dibutuhkan media
berkarya yang dapat mendorong minat siswa untuk berkarya dengan eksplorasi
media alternatif dalam pembelajaran seni lukis. Masalah yang diteliti adalah: (1)
bagaimana kaos t-shirt dapat digunakan sebagai media berkarya seni lukis, (2)
bagaimana hasil melukis menggunakan media dari kaos t-shirt, (3) faktor-faktor
apa saja yang bersifat eksploratif menjadi pendukung dalam melukis
menggunakan media dari kaos t-shirt. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif yang dilaksanakan melalui pengamatan terkendali. Pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitiannya
sebagai berikut: (1) kaos t-shirt dapat digunakan sebagai media berkarya melukis
ekspresif dengan menggunakan pewarna tekstil melalui tahapan yang telah
diajarkan pada waktu pembelajaran dengan menggunakan rubber, kemudian
pewarnaan, gelap terang sampai penyetrikaan dan pelapisan top coat, (2) hasil
melukis menggunakan media dari kaos t-shirt dinyatakan berhasil melalui
pengamatan I, II, dan III berdasarkan nilai persentase siswa yang memenuhi KKM
dengan total 76,66 % dan mendapat nilai rata-rata 75 yang dinyatakan lulus KKM.
Faktor yang menjadi pendukung dalam melukis menggunakan media kaos t-shirt
adalah dari segi siswa yang sangat antusias dalam melukis kaos t-shirt, dari segi
Guru seni budaya yang juga mendukung dengan adanya ide baru dan juga telah
memberikan waktu yang cukup lama dalam penelitian ini, dari segi Kepala
Sekolah yang telah memberikan fasilitas sarana dan prasarana untuk menunjang
proses penelitian, dari segi TU yang telah memberikan dokumen-dokumen kepada
peneliti, dan dari segi guru lain yang sudah mendukung dalam proses
pembelajaran ini. Saran yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut. Pertama,
dalam hal pewarnaan yang masih tembus sampai belakang sebaiknya
menggunakan karton yang lebih tebal atau bisa menggunakan triplek yang telah
dipotong sesuai ukuran kaos t-shirt. Kedua, pada saat pemberian warna yang
masih keluar dari motif, disarankan agar lebih berhati-hati dan lebih teliti pada
waktu memberikan warna supaya hasilnya lebih rapi. Ketiga, persoalan gelap
terang, disarankan untuk memberikan pemahaman dan contoh pencampuran
warna yang nantinya akan diaplikasikan pada motif kaos t-shirt untuk
memberikan sentuhan gelap terang.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

STUDI EKSPLORATIF: PEMANFAATAN PEWARNA TEKSTIL DALAM MELUKIS EKSPRESIF PADA KAOS T-SHIRT DI KELAS IX A SMP N 1 WEDARIJAKSA PATI


4.PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA MELALUI PERMAINAN CIPTA GERAK DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP N 2 BOJA KABUPATEN KENDAL - Adni Liuvivi Oktoviani
SARI
Adni Liuvivi Oktoviani. 2011. Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Permainan
Cipta Gerak Dalam Pembelajaran Seni Budaya Di SMP Negeri 2 Boja
Kabupaten Kendal. Skripsi, Jurusan Pendidikan Seni Drama, Tari, dan
Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.
Peningkatkan kreativitas siswa melalui permainan cipta gerak dalam
pembelajaran seni budaya di SMP N 2 Boja Kabupaten kendal merupakan model
pembelajaran seni budaya khususnya seni tari untuk meningkatkan kreativitas siswa
dengan menggunakan metode permainan cipta gerak yakni siswa membuat gerakan
dan merangkainya menjadi sebuah tarian sederhana.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimana meningkatkan
kreativitas siswa melalui permainan cipta gerak dalam pembelajaran seni budaya di
SMP N 2 Boja Kabupaten kendal? 2) Apakah faktor-faktor pendukung dan
penghambat peningkatan kreativitas siswa melalui permainan cipta gerak dalam
pembelajaran seni budaya di SMP N 2 Boja Kabupaten Kendal?. Tujuan dalam
penelitian ini adalah: 1) meningkatkan kreativitas siswa melalui permainan cipta
gerak dalam pembelajaran seni budaya di SMP N 2 Boja Kabupaten kendal 2)
faktor-faktor pendukung dan penghambat peningkatan kreativitas siswa melalui
permainan cipta gerak dalam pembelajaran seni budaya di SMP N 2 Boja Kabupaten
Kendal.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, karena pada dasarnya
penelitian kualitatif menghasilkan data yang bersifat deskriptif, berupa kata-kata dan
gambar yang berasal dari hasil wawancara, dokumen pribadi maupun resmi,
sedangkan pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan
dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan kreativitas siswa dengan
menggunakan metode permainan cipta gerak terdapat beberapa tahap yakni: 1)
Tahap Ide yang meliputi menemukan gagasan dan pengumpulan bahan, 2) Tahap
Pelaksanaan yang meliputi pembuatan gerak dan penyajian yang dapat
meningkatkan kreativitas siswa, siswa dapat menciptakan gerak dan merangkainya
menjadi sebuah tarian sederhana dan dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.
Ada dua faktor yang mempengaruhi peningkatan kreativitas siswa yaitu faktor
pendukung antara lain keterampilan guru menyampaikan materi, minat siswa, sarana
prasarana dan faktor penghambat antara lain faktor dari siswa yang belum memiliki
fasilitas belajar di rumah.
Saran dari hasil penelitian, yaitu agar peningkatan kreativitas siswa melalui
metode permainan cipta gerak lebih ditingkatkan dalam pembelajaran seni tari di
SMP Negeri 2 Boja dan guru diharapkan lebih kreatif dan inovatif untuk
mengembangkan metode permainan cipta gerak dengan melalui apresiasi tari dari
kaset CD pembelajaran maupun apresiasi tari dengan melihat secara langsung
sebuah pertunjukan tari agar dapat lebih meningkatkan kreativitas siswa SMP Negeri
2 Boja.
Kata kunci : Kreativitas, Permainan cipta gerak, Pembelajaran, dan Seni tari.

Di bawah ini kami sediakan link untuk mengunduh file tersebut secara lengkap:

PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA MELALUI PERMAINAN CIPTA GERAK DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP N 2 BOJA KABUPATEN KENDAL


Dipersilahkan untuk mendonwload file tersebut pada tautan yang telah kami sediakan agar mendapatkan file yang lengkap dan utuh.

Kami cukupkan sampai di sini tulisan kami yang berjudul:

Download Contoh Judul dan Laporan PTK Seni Budaya SMP/ MTs

Semoga sebaran informasi ini bermanfaat dan salam sukses selalu untuk Anda!


InformasiGuru.Com Updated at: 06.09

0 comments:

Posting Komentar

Masukan dari Anda Terhadap Tulisan Kami Akan Sangat Kami Apresiasi. Terima Kasih dan Selamat Berpartisipasi!